Indeks entriEntry index
KonsepConcept
#
KonsepConcept ‘Agama Aceh’? Citra Islam seratus persen dan praktik yang ditabukanAn ‘Acehnese religion’? The image of ‘100 per cent Islam’ and tabooed practice
Pengamatan bahwa keberagamaan orang Aceh lazim digambarkan sebagai ‘Islam seratus persen’, padahal praktik keagamaan dan kebudayaannya memuat unsur yang tidak sepenuhnya sejalan, seperti tradisi meusihe (sihir) dan kearifan lokal yang…An observation that Acehnese religiosity is usually portrayed as ‘100 per cent Islam’, although religious and cultural practice includes elements not wholly in line with it, such as the tradition…
KonsepConcept ‘Alam al-kabîr dan ‘alam al-saghîr: makrokosmos dan mikrokosmos‘Alam al-kabir and ‘alam al-saghir: macrocosm and microcosm
Kosmologi sufi membedakan alam besar (‘alam al-kabîr), yang berporos pada ‘Arsy dan tertata oleh ketetapan Allah, dari alam kecil (‘alam al-saghîr) yang bersemayam dalam hati manusia. Alam besar terbagi menjadi…Sufi cosmology distinguishes the great world (‘alam al-kabir), centred on the divine Throne and ordered by God’s decree, from the small world (‘alam al-saghir) dwelling in the human heart. The…
KonsepConcept ‘Orang pusat’ dan ‘orang daerah’: Aceh dalam budaya politik Indonesia'Centre people' and 'regional people': Aceh in Indonesian political culture
Budaya politik Indonesia dibaca sebagai lanskap yang didominasi norma, kepercayaan, dan nilai Jawa, sehingga Aceh menjadi objek dan Jawa menjadi subjek. Dalam kerangka ini, Aceh yang dahulu memiliki sistem politik…Indonesian political culture is read as a landscape dominated by Javanese norms, beliefs and values, in which Aceh is the object and Java the subject. Within this frame Aceh, which…
A
KonsepConcept Aceh dalam studi kawasan, suku-bangsa, dan negara-bangsaAceh in area, ethnic and nation-state studies
Analisis tentang bagaimana pembagian ilmu sosial menurut ‘arah mata angin’, suku-bangsa, dan negara-bangsa menempatkan Aceh di pinggiran. Studi kawasan Asia Tenggara bergeser dari kajian suku-bangsa dominan (Cina, India, Melayu) ke…An analysis of how the division of the social sciences by ‘compass point’, ethnic group and nation-state has pushed Aceh to the margins. Southeast Asian studies moved from the study…
KonsepConcept Aceh dan Jawa sebagai cermin timbal balikAceh and Java as mutual mirrors
Perbandingan Aceh dan Jawa berangkat dari pengamatan bahwa kedua suku bangsa ini telah berhubungan selama lebih dari seribu tahun, tetapi pandangan dunia keduanya jarang ditimbang berdampingan. Hubungan itu lazim digambarkan…The comparison of Aceh and Java starts from the observation that the two peoples have been in contact for more than a millennium, yet their worldviews have rarely been weighed…
KonsepConcept Aceh dan pembentukan identitas MelayuAceh and the making of Malay identity
Tesis ini berpendapat bahwa Aceh bukan Melayu, tetapi berperan besar dalam membentuk identitas Melayu. Peran itu berlangsung dalam beberapa fase: Pasai mengislamkan Melaka, Aceh Darussalam mempertahankan Semenanjung dari Portugis, ulama…This thesis holds that Aceh is not Malay yet played a major role in shaping Malay identity. That role unfolded in phases: Pasai Islamised Melaka, Aceh Darussalam defended the Peninsula…
KonsepConcept Aceh dan Yogyakarta: dua Daerah IstimewaAceh and Yogyakarta: two Special Regions
Aceh dan Yogyakarta sama-sama menyandang status Daerah Istimewa, tetapi dengan isi yang berlawanan. Yogyakarta mempertahankan kesultanan tanpa persoalan syariat Islam, sedangkan Aceh tidak lagi memiliki sultan tetapi diizinkan menjalankan syariat.…Aceh and Yogyakarta both hold Special Region status, but with opposite content. Yogyakarta keeps its sultanate with no question of Islamic law, while Aceh no longer has a sultan but…
KonsepConcept Aceh di tengah kepungan peradabanAceh amid encircling civilisations
Tesis bahwa masa depan Aceh ditentukan oleh kemampuannya bertahan di tengah tekanan beberapa peradaban sekaligus. Tekanan itu datang dari cara pandang keindonesiaan yang dinilai bertumpu pada kosmologi Jawa, cara pandang…A thesis that Aceh's future depends on its capacity to endure pressure from several civilisations at once. The pressure comes from an Indonesian outlook said to rest on Javanese cosmology,…
KonsepConcept Aceh Pungo dan Wong EdhanAceh Pungo and Wong Edhan
Aceh Pungo, ‘Aceh gila’, adalah julukan kolonial bagi pejuang Aceh yang menyerang tanpa mempedulikan keselamatan diri demi mati syahid. Kegilaan ini dipahami sebagai pergeseran cara pandang: bayangan anak, istri, harta,…Aceh Pungo, 'mad Aceh', was the colonial label for Acehnese fighters who attacked heedless of their own safety for the sake of martyrdom. This madness is understood as a shift…
KonsepConcept Aceh sebagai laboratorium sosialAceh as a social laboratory
Gagasan ini memandang Aceh, dengan Islam yang selalu terlibat dalam kehidupan sosialnya, sebagai salah satu lahan paling menarik untuk penelitian ilmu sosial di Indonesia dan Asia Tenggara. Upaya memperkenalkan ilmu…This idea treats Aceh, where Islam is always woven into social life, as one of the most compelling fields for social-science research in Indonesia and Southeast Asia. Efforts to bring…
KonsepConcept Aceh, Hegel, dan Pencerahan: perbandingan spiritAceh, Hegel and the Enlightenment: a comparison of spirit
Perbandingan ini menyandingkan kebangkitan intelektual Aceh abad ke-16–17 dengan Pencerahan Eropa dan konsep Geist Hegel. Di Barat, pencarian kesadaran diri melahirkan filsafat dan sains yang cenderung memisahkan agama; di Aceh,…This comparison sets Aceh's intellectual flowering of the sixteenth and seventeenth centuries beside the European Enlightenment and Hegel's notion of Geist. In the West the search for self-consciousness gave rise…
KonsepConcept ACEH: Arab, Cina, Eropa, HindiaACEH: Arab, China, Europe, India
Orang Aceh kerap memaknai nama ACEH sebagai singkatan Arab, Cina, Eropa, dan Hindia, penanda empat budaya besar dunia yang berbaur selama berabad-abad. Tafsir rakyat ini juga mengandaikan jejak empat agama:…Acehnese often read the name ACEH as an acronym for Arab, China (Cina), Europe (Eropa) and India (Hindia), marking four great world cultures blended over centuries. The folk etymology also…
KonsepConcept Acehnisasi dan Jawanisasi: menjadi Aceh, menjadi JawaAcehnisation and Javanisation: becoming Acehnese, becoming Javanese
Merantau ke Jawa selama puluhan tahun menghasilkan perkawinan campur yang mengubah kampung-kampung di pesisir Aceh. Perempuan Jawa yang menikah dengan perantau Aceh dan menetap di kampung suaminya mengalami proses menjadi…Decades of migration to Java produced intermarriages that changed villages on the Acehnese coast. Javanese women who married Acehnese migrants and settled in their husbands' villages underwent a process of…
KonsepConcept Ada dan diri dalam pemikiran Hamzah FansuriBeing (ada) and self (diri) in the thought of Hamzah Fansuri
Dalam kajian Syed Muhammad Naquib al-Attas, Hamzah Fansuri memakai kata Melayu ada dengan tujuh makna metafisik dan mistik, dari mawjud hingga Zat. Kata diri, dalam konteks ontologis, tidak menunjuk ego…In Syed Muhammad Naquib al-Attas's study, Hamzah Fansuri used the Malay word ada ('to be') with seven metaphysical and mystical senses, from mawjud to the Essence. The word diri ('self'),…
KonsepConcept Adat bak Po Teumeureuhom, Hukom bak Syiah Kuala
Ungkapan ‘Adat bak Po Teumeureuhom, Hukom bak Syiah Kuala, Qanun bak Putroe Phang, Reusam bak Laksamana merangkum kosmologi tata kelola Kesultanan Aceh. Adat merujuk pada hukum pemerintahan kesultanan, hukom pada…The saying ‘Adat bak Po Teumeureuhom, Hukom bak Syiah Kuala, Qanun bak Putroe Phang, Reusam bak Laksamana’ distils the governing cosmology of the Acehnese sultanate. Adat refers to the sultanate's…
KonsepConcept Adat bak Po Teumeureuhom: adat sebagai sistem pemerintahanAdat bak Po Teumeureuhom: adat as a system of government
Ungkapan adat bak po teumeureuhom, hukom bak syiah kuala, qanun bak putroe phang, reusam bak bentara adalah kaidah yang paling sering dikutip dalam diskusi tentang adat Aceh. Analisis ini menekankan…The saying adat bak po teumeureuhom, hukom bak syiah kuala, qanun bak putroe phang, reusam bak bentara is the maxim most often cited in discussions of Acehnese adat. This analysis…
KonsepConcept Adat La’ôtAdat Laot (customary law of the sea)
Adat La’ôt adalah seperangkat aturan adat yang mengatur kehidupan nelayan Aceh, dijaga dan dijalankan oleh Panglima La’ôt. Cakupannya meliputi penyelesaian sengketa antarnelayan, hari pantang melaut, dan pelaksanaan Khanduri La’ôt. Para…The Adat Laot is the body of customary rules governing the lives of Acehnese fishers, upheld and administered by the Panglima Laot. Its scope covers settling disputes between fishers, days…
KonsepConcept Agenda riset ilmu sosial tentang masyarakat Muslim AcehA social-science research agenda for Muslim Aceh
Agenda ini lahir dari diagnosis bahwa penelitian di perguruan tinggi Islam di Aceh masih didominasi pendekatan sejarah, kajian kawasan, filologi, dan normatif. Perilaku masyarakat Muslim jarang dikaji sebagai gejala sosial.…This agenda stems from the diagnosis that research at Islamic higher-education institutions in Aceh is still dominated by historical, area-studies, philological and normative approaches. The behaviour of Muslim communities is…
KonsepConcept Alam gaib dalam kepercayaan orang AcehThe unseen world in Acehnese belief
Masyarakat Aceh meyakini keberadaan makhluk dan kekuatan gaib yang dikenal melalui istilah burong (hantu), teumeugu (dimasuki roh jahat di tempat tertentu), teumamong (kesurupan), peukeunong (santet), meusihe (belajar sihir), dan meutapa…Acehnese society believes in unseen beings and forces known by terms such as burong (ghost), teumeugu (possession by an evil spirit at a particular place), teumamong (trance possession), peukeunong (sorcery…
KonsepConcept Arabisasi, Islam sebagai produk kebudayaan, dan membaca budaya AcehArabisation, Islam as cultural product, and reading Acehnese culture
Pendekatan ini membedakan Islam sebagai produk teologi yang normatif-deduktif dari Islam sebagai produk kebudayaan hasil penalaran manusia di Timur Tengah yang sampai ke Aceh. Dengan bantuan teori agama dan budaya,…This approach distinguishes Islam as a normative-deductive theological product from Islam as a cultural product, the fruit of human reasoning in the Middle East that reached Aceh. Drawing on theories…
B
KonsepConcept Bahasa Aceh dan pergeseran bahasaAcehnese and language shift
Bahasa Aceh mengalami penyusutan fungsi: jarang dipakai dalam ruang resmi, hanya hadir sebagai muatan lokal di sekolah, dan makin jarang menjadi bahasa ibu di keluarga perkotaan. Ia lebih menjadi bahasa…Acehnese has been losing functions: it is rarely used in official settings, appears in schools only as a 'local content' subject, and is increasingly absent as a mother tongue in…
KonsepConcept Bahasa dalam kajian antropologi dan agamaLanguage in anthropology and the study of religion
Kajian tentang bahasa Aceh berpijak pada tradisi antropologi yang menempatkan bahasa sebagai pintu memahami cara berpikir suatu masyarakat. John Beattie, Kutha Ratna, dan John R. Bowen menekankan bahwa kategori pikiran…The study of Acehnese draws on an anthropological tradition that treats language as the gateway to a society's ways of thinking. John Beattie, Kutha Ratna and John R. Bowen stress…
KonsepConcept Bahasa di masa konflikLanguage in times of conflict
Pada masa operasi militer di Aceh, pilihan bahasa dapat menentukan keselamatan. Kefasihan berbahasa Jawa bisa meredakan sikap aparat pada razia (sweeping) TNI dan Polri, tetapi berbahaya di hadapan sweeping GAM…During military operations in Aceh, language choice could determine personal safety. Fluency in Javanese could soften soldiers' attitudes at TNI and police checkpoints (sweeping), yet was dangerous at GAM checkpoints,…
KonsepConcept Bangai dan awak: bahasa status dan batas kaumBangai and awak: the language of status and group boundaries
Kata bangai (bodoh) lazim diucapkan di kampung Aceh, tetapi maknanya lebih menandai status sosial daripada kecerdasan. Hanya orang yang berkedudukan lebih tinggi, misalnya orang tua kepada anak atau abang kepada…The word bangai ('stupid') is commonly heard in Acehnese villages, but it marks social status more than intelligence. Only someone of higher standing, such as a parent to a child…
KonsepConcept Bangai: kebodohan dan etos menuntut ilmuBangai: ignorance and the ethos of learning
Bangai adalah kata Aceh untuk ‘bodoh’, lazim dalam canda tetapi peka bila diarahkan kepada kaum. Ketakutan anak menjadi aneuk bangai mendorong orang tua mengirim anak mengaji, bersekolah, dan meudagang ke…Bangai is the Acehnese word for 'stupid', common in banter but sensitive when aimed at a whole kin group. Fear of a child becoming an aneuk bangai drives parents to…
KonsepConcept BAPAK dan Abu: kebapakan dalam birokrasi dan ulamaBAPAK and Abu: fatherhood in bureaucracy and among ulama
Di kantor pemerintahan Indonesia, pejabat dipanggil BAPAK dan pasangannya IBU, sehingga jabatan dibingkai sebagai kepala rumah tangga. Di Aceh, sapaan ayah yang berakar Arab, seperti Abu, Abuya, Abon, Abi, dan…In Indonesian government offices officials are addressed as BAPAK and their spouses as IBU, framing office as household headship. In Aceh, Arabic-derived words for father, such as Abu, Abuya, Abon,…
KonsepConcept Baynah: konsep harta orang AcehBaynah: the Acehnese concept of wealth
Baynah, dari kata Arab yang berarti bukti, adalah ukuran kekayaan dalam masyarakat kampung Aceh: emas, tanah, dan ternak. Harta ini dilepas hanya pada momen penting seperti merantau, menikahkan anak, kenduri,…Baynah, from an Arabic word meaning proof or evidence, is the measure of wealth in Acehnese village society: gold, land and livestock. These assets are released only at key moments…
KonsepConcept Beasiswa luar negeri sebagai rekayasa sosialForeign scholarships as social engineering
Konsep ini membaca beasiswa negara donor sebagai instrumen untuk mengubah masyarakat penerima dari dalam. Penerima dipilih karena potensinya memengaruhi masyarakat, bukan semata karena kecerdasannya. Setelah pulang, mereka dirangkul melalui jejaring,…This concept reads donor-country scholarships as instruments for changing recipient societies from within. Recipients are chosen for their potential to influence society, not merely for their intelligence. After returning, they…
KonsepConcept Budaya Aceh di tengah perubahanAcehnese culture amid change
Budaya Aceh dipahami sebagai hasil perpaduan tradisi pra-Islam, yang sering dikaitkan dengan Hindu, dan nilai-nilai Islam. Empat unsur budaya dipakai untuk membacanya: karakteristik khas, daya ikat konsensus tak tertulis, norma…Acehnese culture is understood as a synthesis of pre-Islamic traditions, often associated with Hinduism, and Islamic values. Four elements of culture frame the analysis: distinctive character, the binding force of…
KonsepConcept Budi dan budiman dalam alam pikir Melayu dan AcehBudi and the budiman in Malay and Acehnese thought
Budi adalah konsep kunci alam pikir Melayu yang hadir dalam banyak ungkapan, dari budi bahasa hingga budi pekerti. Budiman, orang yang berbudi, dipadankan dengan manusia bijak dan dapat disandingkan dengan…Budi is a key concept of Malay thought, present in many expressions from budi bahasa (courtesy of speech) to budi pekerti (moral character). The budiman, the person of budi, is…
KonsepConcept Bumoe wali dan Aulia TujohBumoe wali and the Aulia Tujoh
Aceh dijuluki bumoe wali, bumi para wali, sebuah sebutan yang sejajar dengan julukan tanah para wali untuk Jawa. Dalam imajinasi keagamaan setempat dikenal Aulia Tujoh, tujuh wali Allah yang dipercaya…Aceh is called bumoe wali, the land of saints, an epithet parallel to Java's 'land of the saints'. Local religious imagination knows the Aulia Tujoh, seven friends of God believed…
C
D
KonsepConcept Dari ‘abd ke khalîfah hingga aulia: tangga hubungan manusia dan TuhanFrom servant to vicegerent to friend of God: the ladder of the human–divine relationship
Kerangka yang menjelaskan hubungan manusia dan Tuhan sebagai proses transformasi bertahap: dari hamba (‘abd), menjadi wakil Allah (khalîfah), hingga sahabat Allah (walî/aulia). Proses ini berjalan melalui dîn, millah, dan syarî‘at,…A framework that explains the human–divine relationship as a stepwise transformation: from servant (‘abd) to God's vicegerent (khalifa) and finally to friend of God (wali/awliya). The process runs through din,…
KonsepConcept Dari teungku ke ustaz: pergeseran otoritas keagamaanFrom teungku to ustaz: a shift in religious authority
Pergeseran dari teungku ke ustaz menggambarkan perubahan sumber otoritas pendidikan Islam di Aceh. Teungku adalah gelar warisan sistem dayah tradisional, tersusun berjenjang dan berakar di kampung. Ustaz berkembang sebagai gelar…The move from teungku to ustaz captures a change in where authority over Islamic education in Aceh comes from. Teungku is a title inherited from the traditional dayah system, hierarchical…
KonsepConcept Dayah dan reproduksi spirit: ilme endatuThe dayah and the reproduction of spirit: ilme endatu
Tesis ini menyatakan bahwa spirit yang direproduksi kaum agamawan tidak akan sirna, bahkan di tengah kemajuan teknologi. Di Asia Tenggara, reproduksi spirit dan jiwa umat Islam dijalankan oleh dayah, pesantren,…This thesis holds that the spirit reproduced by religious specialists will not vanish, even amid technological progress. In Southeast Asia, the reproduction of Muslim spirit and soul is carried out…
KonsepConcept Delapan isu sentral dalam tulisan tentang AcehEight core themes in writing about Aceh
Tulisan tentang Aceh, baik oleh orang Aceh maupun oleh penulis luar, berputar pada delapan isu: kerajaan, ilmu pengetahuan, ulama, peperangan, diplomasi, pengkhianatan, gerakan perjuangan, dan budaya. Peta ini memperlihatkan pola…Writing about Aceh, by Acehnese and outside authors alike, revolves around eight themes: kingdoms, knowledge, ulama, war, diplomacy, betrayal, resistance movements and culture. This map reveals both a consistent pattern…
KonsepConcept Dharma, iman, dan ihsan: batas persamaan Hindu–IslamDharma, iman and ihsan: the limits of Hindu–Islamic equivalence
Sebagian pemikir Hindu Indonesia menyamakan dharma dengan iman, dengan merujuk ungkapan Jawa Kuno “Ikang dharma ingaranan widhi”. Kritik dari sudut pandang Islam menegaskan bahwa kedua konsep ini berbeda secara mendasar:…Some Indonesian Hindu writers equate dharma with iman (faith), citing the Old Javanese phrase “Ikang dharma ingaranan widhi”. A critique from an Islamic standpoint stresses that the two are fundamentally…
KonsepConcept Droe keu droe: dari diri sendiri ke diri sendiriDroe keu droe: from the self to the self
Prinsip epistemik yang diusulkan sebagai arah baru studi Aceh: pengetahuan tentang Aceh harus dibangun dari sejarah pemikiran masyarakat Aceh sendiri dan kembali kepada pemahaman diri orang Aceh. Prinsip ini memuat…An epistemic principle proposed as a new direction for Aceh studies: knowledge about Aceh should be built from the history of Acehnese thought itself and lead back to Acehnese self-understanding.…
KonsepConcept Dunia Aceh dan Dunia Jawa: kosmologi keselarasanThe Acehnese and Javanese worlds: cosmologies of harmony
Baik orang Aceh maupun orang Jawa memandang hidup sebagai upaya menjaga keselarasan antara manusia dan alam, antara lahir dan batin. Di Jawa keselarasan itu dijaga melalui hierarki rohaniawan, raja, dan…Both the Acehnese and the Javanese see life as an effort to keep harmony between humans and nature, between the outer and the inner. In Java this harmony is kept…
E
KonsepConcept Eleume: ilmu hitam di kalangan nelayanEleume: sorcery among fishers
Eleume adalah ilmu gaib yang menurut sejumlah nelayan dipakai sebagian pawang untuk memanggil ikan ke dekat boat atau mencelakai jaring pesaing. Beberapa kawasan di Aceh Utara, Jeumpa, Aceh Tamiang, dan…Eleume is occult knowledge that, according to some fishers, certain pawang use to draw fish towards their boats or to harm rivals' nets. Several areas in North Aceh, Jeumpa, Aceh…
KonsepConcept Empat golongan aliran kebatinanThe four currents of kebatinan
Klasifikasi empat golongan kebatinan berasal dari Muhammad Muhsin Jayadiguna, disampaikan Selo Soemardjan dalam makalah tentang kebatinan sebagai gejala sosial, lalu dikutip H.M. Rasjidi. Keempatnya meliputi pengguna kekuatan gaib, pencari penyatuan…The fourfold classification of kebatinan comes from Muhammad Muhsin Jayadiguna, was presented by Selo Soemardjan in a paper on kebatinan as a social phenomenon, and was then cited by H.M.…
KonsepConcept Endatu dan reusamEndatu and reusam
Endatu adalah sebutan orang Aceh bagi leluhur, yaitu generasi awal yang datang dari berbagai kawasan dengan tujuan dakwah sekaligus perdagangan. Warisan mereka dikenal sebagai reusam, yakni adat istiadat yang dijalankan…Endatu is the Acehnese term for the ancestors, the early generations who arrived from many regions with both religious and commercial aims. Their legacy is reusam, the body of custom…
KonsepConcept Epistemologi ‘irfânî dalam kajian sosial‘Irfani epistemology in social inquiry
Epistemologi ‘irfânî menelaah pengetahuan yang bersumber dari pengalaman batin, baik dari akal maupun hati. Dalam kajian sosial, ia diarahkan untuk memahami alam pikiran lahir dan batin para pemegang otoritas lokal,…‘Irfani epistemology examines knowledge that springs from inner experience, whether of the intellect or of the heart. In social inquiry, it is directed at understanding the outer and inner thought-world…
F
KonsepConcept Falsafah Melayu dan AcehMalay and Acehnese philosophies of life
Kajian ini membandingkan falsafah hidup dua masyarakat yang bertaut dalam budaya, bahasa, sejarah, dan Islam, tanpa menyamakan keduanya. Bahasa Aceh berakar pada rumpun Cham, tetapi tradisi intelektual Aceh klasik ditulis…This study compares the philosophies of life of two societies bound by culture, language, history and Islam, without equating them. Acehnese belongs to the Chamic language group, yet Aceh's classical…
KonsepConcept Falsafah sua (suloh): obor ilmu yang tak dibawa pulangThe philosophy of sua (suloh): a torch of learning never brought home
Sua adalah obor dari ikatan daun kelapa kering yang dipakai orang kampung Aceh untuk berjalan malam, lalu dipadamkan dan ditinggalkan setelah sampai tujuan. Benda sederhana ini dijadikan metafora bagi peran…A sua is a torch of bundled dry coconut leaves that Acehnese villagers carried on night journeys and then extinguished and left behind on arrival. This humble object becomes a…
KonsepConcept Fenomenologi dan hermeneutika tasawufPhenomenology and Sufi hermeneutics
Fenomenologi dan hermeneutika ditawarkan sebagai pasangan alat untuk membaca pengalaman keagamaan. Fenomenologi bekerja ke dalam, memahami dengan cara membiarkan fenomena tampil apa adanya, sedangkan hermeneutika membawa yang di dalam itu…Phenomenology and hermeneutics are offered as a paired toolkit for reading religious experience. Phenomenology works inward, understanding by letting phenomena appear as they are, while hermeneutics brings that inner content…
KonsepConcept Fiqh IndonesiaFiqh Indonesia (Indonesian fiqh)
Fiqh Indonesia adalah gagasan pembaruan hukum Islam yang dipelopori Tgk. Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, yakni fikih yang ditetapkan sesuai kepribadian dan karakter bangsa Indonesia. Gagasan ini bertumpu pada pembedaan syariat dan…Fiqh Indonesia is a project of Islamic legal reform pioneered by Tgk. Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy: fiqh determined in accordance with the personality and character of the Indonesian nation. It rests…
KonsepConcept Fiqh MalaysiaFiqh Malaysia (Malaysian fiqh)
Fiqh Malaysia adalah gagasan hukum Islam kontekstual yang dikembangkan sekelompok cendekiawan progresif, terutama dari Akademi Pengajian Islam, Universiti Malaya, sejak 1990-an. Istilah ini mengemuka melalui buku Fiqh Malaysia: Ke Arah…Fiqh Malaysia is a contextual approach to Islamic law developed from the 1990s by a group of progressive scholars, chiefly at the Academy of Islamic Studies, Universiti Malaya. The term…
KonsepConcept Formalisme agama dan membumikan religiReligious formalism and grounding religion
Konsep ini menelusuri bagaimana agama di Aceh bergerak dari wacana yang diatur istana, menjadi semangat jihad melawan kolonial, lalu menjadi sistem hukum baku. Kritik utamanya adalah bahwa monopoli tafsir agama…This concept traces how religion in Aceh moved from a discourse regulated by the court, to a spirit of jihad against colonial rule, and finally to a codified legal system.…
KonsepConcept Fungsionalisme dan studi adatFunctionalism and the study of adat
Fungsionalisme berkembang dari mazhab Durkheim dan memandang masyarakat sebagai kesatuan yang terintegrasi, dengan status, peran, dan kelompok korporat sebagai unsur pokoknya. Bronislaw Malinowski menekankan pentingnya mengamati bagaimana adat benar-benar dijalankan,…Functionalism grew out of the Durkheimian school and views society as an integrated whole whose basic elements are status, role and corporate groups. Bronislaw Malinowski stressed observing how a custom…
G
KonsepConcept Gejala ‘kejawen’ di Aceh'Kejawen'-like religiosity in Aceh
Praktik yang di Jawa disebut kejawen, seperti tidak shalat ke masjid, percaya pada roh dan sihir, serta tidak berpuasa, juga dapat dijumpai di Aceh. Perbedaannya, di Aceh orang yang tidak…Practices that in Java are called kejawen, such as not attending mosque prayers, belief in spirits and sorcery, and not fasting, are also found in Aceh. The difference is that…
KonsepConcept Gelar ‘Haji’ dan status sosial di AcehThe title 'Haji' and social status in Aceh
Di Aceh, gelar Haji melekat sebagai simbol otoritas sosial dan religius, bahkan kerap dianggap setara dengan otoritas keilmuan. Penyandangnya dipandang layak memimpin doa, menjadi saksi nikah, dan duduk di tempat…In Aceh the title Haji serves as a mark of social and religious authority and is often treated as equivalent to scholarly standing. Its bearers are seen as fit to…
KonsepConcept Gelar keistimewaan Aceh: dari Daerah Istimewa ke Pemerintah AcehAceh's special titles: from Special Region to the Government of Aceh
Aceh menerima serangkaian gelar khusus dalam Republik Indonesia: Daerah Istimewa, Nanggroe Aceh Darussalam, lalu Pemerintah Aceh melalui UUPA pada 1 Agustus 2006. Kajian kritis menilai rangkaian gelar itu tidak memulihkan…Within the Indonesian Republic Aceh received a series of special designations: Special Region, Nanggroe Aceh Darussalam, and finally the Government of Aceh under the Law on the Governing of Aceh…
KonsepConcept Gelar teungku di luar dayahThe teungku title beyond the dayah
Gelar teungku tidak hanya dipakai di lingkungan dayah. Orang Aceh di perantauan disebut Teungku Aceh, kadang diangkat menjadi imam karena dianggap fasih membaca al-Qur’an, namun sebutan yang sama juga melekat…The title teungku is not confined to the dayah. Acehnese living elsewhere are called Teungku Aceh, sometimes appointed prayer leaders because they are thought to recite the Qur’an well, yet…
KonsepConcept Generasi sarjana 1970-an dan ‘sarjana via-TOEFL’The 1970s generation and the ‘TOEFL-route scholars’
Perbandingan ini mengontraskan dua generasi intelektual Aceh. Generasi 1970-an, yang sebagian besar tidak pernah belajar di luar negeri, sangat produktif menulis dan karyanya dibaca di kawasan Melayu. Generasi berikutnya, yang…This comparison contrasts two generations of Acehnese intellectuals. The 1970s generation, most of whom never studied abroad, wrote prolifically and were read across the Malay world. The following generation, sent…
KonsepConcept Gerakan keagamaan: tanah, harapan, dan sakralitasReligious movements: land, hopes and sacrality
Kerangka ini membaca gerakan keagamaan global melalui tiga kunci: land (tanah), hopes (harapan), dan sacrality (sakralitas). Gerakan keagamaan berupaya mempertahankan tanah asal agamanya, membawa harapan yang tersirat dalam ideologi dan…This framework reads global religious movements through three keys: land, hopes and sacrality. Religious movements seek to defend their faith's land of origin, carry hopes embedded in ideology and symbol,…
H
KonsepConcept Haji sebagai rite of passage dalam masyarakat AcehThe hajj as a rite of passage in Acehnese society
Dengan meminjam kerangka Arnold van Gennep dan Victor Turner, rangkaian haji orang Aceh dapat dibaca sebagai rite of passage tiga fase. Peusijuek, kenduri, dan meusapat menandai pemisahan; perjalanan dan ibadah…Drawing on Arnold van Gennep and Victor Turner, the Acehnese hajj can be read as a three-phase rite of passage. Peusijuek, the feast and meusapat mark separation; the journey and…
KonsepConcept Hamzah Fansuri dan Hegel: membaca ‘spirit’ lintas tradisiHamzah Fansuri and Hegel: reading ‘spirit’ across traditions
Usulan perbandingan antara Hamzah Fansuri dan G.W.F. Hegel (1770–1831) sebagai dua pemikir yang sama-sama berbicara tentang spirit. Hamzah biasanya dibaca bersama Ibn ‘Arabi, sedangkan Hegel bersama Kant. Perbandingan ini menyoroti…A proposed comparison between Hamzah Fansuri and G.W.F. Hegel (1770–1831) as two thinkers who both wrote about spirit. Hamzah is usually read alongside Ibn ‘Arabi, Hegel alongside Kant. The comparison…
KonsepConcept Hana roh, hana get, han jeut: tiga lapis pertimbangan moralHana roh, hana get, han jeut: three layers of moral reasoning
Cara berpikir orang Aceh dirumuskan bertumpu pada tiga fondasi: alam, jiwa, dan agama. Masing-masing diungkapkan dalam penilaian hana roh (melawan alam atau ruh tempat), hana get atau hana jroh (tidak…Acehnese reasoning is described as resting on three foundations: nature, soul and religion. Each is voiced in a judgement: hana roh (against nature or the spirit of a place), hana…
KonsepConcept Historiografi Aceh di hadapan sejarah nasionalAcehnese historiography and national history
Penulisan sejarah Aceh sejak bergabung dengan Indonesia berlangsung dalam ketegangan dengan sejarah nasional yang didominasi Jawa. Sebagian penulis menautkan Aceh ke dalam narasi kebangsaan, sebagian lain memisahkannya, dan ada pula…Since Aceh's incorporation into Indonesia, the writing of its history has unfolded in tension with a Java-dominated national history. Some authors fold Aceh into the national narrative, others separate it,…
I
KonsepConcept Identitas Gayo dalam konstruksi ke-Aceh-anGayo identity within Acehneseness
Identitas Gayo, masyarakat dataran tinggi di bagian tengah Aceh, merupakan identitas yang terus diperebutkan oleh ke-Aceh-an, ke-Indonesia-an, dan ke-Melayu-an. Literatur antropologi lama nyaris tidak menyebut Gayo sebagai entitas tersendiri, dan…Gayo identity, belonging to the highland society of central Aceh, is a contested identity, claimed at once by Acehneseness, Indonesianness and Malayness. Older anthropological literature barely recognised the Gayo as…
KonsepConcept Industri dan komodifikasi hajiThe hajj industry and the commodification of pilgrimage
Modernisasi penyelenggaraan haji membuka akses lebih luas tetapi juga melahirkan pasar jasa: manasik berbayar, paket ziarah plus, layanan kursi roda, hingga perlengkapan kloter. Di satu sisi layanan ini membantu jemaah…Modernised hajj administration has widened access but also created a market in services: paid preparation classes, premium pilgrimage packages, wheelchair services and group kit. These services help vulnerable pilgrims, yet…
KonsepConcept Ingat, seimbang, syukur: falsafah tindakan budaya AcehRemember, balance, give thanks: the Acehnese philosophy of cultural action
Bagi mereka yang telah mengenal diri, tindakan budaya Aceh berpijak pada tiga falsafah: ingat, seimbang, dan syukur. ‘Ingat’ diwujudkan dalam haba peuingat, ‘seimbang’ dalam timang dan logika meunyoe, sedangkan ‘syukur’…For those who know themselves, Acehnese cultural action rests on three philosophies: remembrance, balance and gratitude. 'Remembrance' is expressed in haba peuingat (words of reminder), 'balance' in timang and the…
KonsepConcept Insan kamil: manusia sempurna sebagai khalifahInsan kamil: the Perfect Human as vicegerent
Insan kamil adalah gagasan tasawuf tentang manusia sempurna yang berhasil mempertemukan alam kecil dalam dirinya dengan alam besar. Jalan menuju derajat ini ditempuh dengan memperteguh iman, islam, dan ilmu, serta…Insan kamil is the Sufi idea of the Perfect Human who succeeds in uniting the small world within with the great world without. The way to this station runs through…
KonsepConcept Islam rasional dan reintegrasi ilmu di IAINRational Islam and the integration of knowledge at IAIN
Sejak 1970-an, studi Islam di Indonesia diarahkan ke Barat, dengan Harun Nasution sebagai arsitek model Islam rasional di IAIN. Pendekatannya bertumpu pada rasionalitas, membuka posisi ilmu kalam, dan mengembangkan studi…From the 1970s, Islamic studies in Indonesia were oriented towards the West, with Harun Nasution as the architect of the rational-Islam model at IAIN. His approach rested on rationality, opened…
KonsepConcept Islamisasi ilmu di Aceh: peluang dan hambatanIslamising knowledge in Aceh: prospects and obstacles
Islamisasi ilmu dipandang sebenarnya telah dimulai di Aceh melalui warisan Hamzah Fansuri dan Nuruddin ar-Raniry, tetapi kini tertinggal dan masih sebatas wacana. Pendidikan tinggi di Aceh dinilai terlalu berorientasi pada…The Islamisation of knowledge is seen as having in fact begun in Aceh through the legacy of Hamzah Fansuri and Nuruddin ar-Raniri, but it now lags behind and remains mere…
KonsepConcept Islamisasi Ilmu PengetahuanIslamisation of Knowledge
Islamisasi Ilmu Pengetahuan (IIP) adalah gerakan intelektual untuk menyatukan kembali ilmu modern dengan landasan tauhid, sehingga dikotomi ilmu agama dan ilmu umum dihapus. Diskusinya muncul di Asia Tenggara pada 1970-an…The Islamisation of Knowledge is an intellectual movement seeking to reunite modern knowledge with the foundation of tawhid, abolishing the split between religious and secular sciences. Discussion of it emerged…
J
KonsepConcept Jaringan ulama Aceh–HaramaynThe Aceh–Haramayn scholarly network
Sejak abad ke-17, Mekkah dan Madinah menjadi tempat bermukimnya koloni ulama Aceh yang terhubung dalam rantai guru dan murid lintas Samudra Hindia. Aceh sendiri berfungsi sebagai persinggahan belajar bagi ulama…From the seventeenth century Mecca and Medina hosted a colony of Acehnese scholars linked by teacher–pupil chains across the Indian Ocean. Aceh itself served as a place of study for…
KonsepConcept Jawanisasi tata pemerintahan dan transmigrasiJavanisation of local government and transmigration
Setelah Aceh bergabung dengan Republik Indonesia, istilah-istilah pemerintahan lokal Aceh diganti dengan istilah yang bersumber dari pola Jawa: geuchik menjadi kepala desa atau lurah, sagoe menjadi kecamatan, uleebalang digantikan bupati…After Aceh joined the Republic of Indonesia, its local government terms were replaced by terms drawn from Javanese patterns: the geuchik became a village head or lurah, the sagoe a…
KonsepConcept Jurong dan permukiman kawomJurong lanes and kawom settlements
Kampung tradisional Aceh tersusun dari rumah-rumah tanpa pagar dalam satu pekarangan luas yang dihuni kerabat sedarah, yang disebut kawom. Setiap rumah wajib memiliki lorong (jurong) sendiri tanpa mengambil tanah orang…Traditional Acehnese villages consisted of unfenced houses on wide compounds inhabited by blood relatives, known as kawom. Every house had to have its own lane (jurong) without encroaching on another’s…
K
KonsepConcept Kearifan lokal dan orang bijakLocal wisdom and the wise
Kearifan lokal sering dibicarakan di Aceh sebagai gagasan pribumi yang menyangkut identitas, agama, dan politik, tetapi jarang ditelaah dasar filosofisnya. Dalam perspektif ‘irfânî, kearifan lokal dipahami sebagai produk para orang…Local wisdom is often discussed in Aceh as an indigenous idea bearing on identity, religion and politics, yet its philosophical basis is rarely examined. From an ‘irfani perspective, local wisdom…
KonsepConcept Kebatinan sebagai pertahanan: kritik atas tumbalMysticism as defence: a critique of tumbal
Kritik normatif ini membedakan kebatinan yang melayani penguasa dari kebatinan yang menasihati penguasa demi rakyat. Kebatinan yang tunduk pada alam disebut cenderung menyembunyikan terawangan buruk dan menerima tumbal, yakni korban…This normative critique contrasts mysticism that serves rulers with mysticism that counsels rulers for the people’s sake. Mysticism that submits to nature is said to conceal ill omens and accept…
KonsepConcept Kebatinan-tasawuf dan kebatinan-KejawenSufi mysticism and Kejawen mysticism
Perbandingan ini membedakan dua pola kebatinan: di Aceh kebatinan identik dengan tasawuf, sedangkan di Jawa dengan Kejawen yang berakar pada ajaran Hindu-Buddha. Pada abad ke-16 dan 17, tasawuf menjadi pagar…This comparison distinguishes two patterns of mysticism: in Aceh mysticism is identified with Sufism, in Java with Kejawen rooted in Hindu-Buddhist teaching. In the 16th and 17th centuries Sufism served…
KonsepConcept Kerak peradaban Aceh: tiga spirit Islam, budaya, dan ilmuThe bedrock of Acehnese civilisation: the three spirits of Islam, culture and knowledge
Gagasan ini menempatkan inti peradaban Aceh pada perpaduan tiga spirit: keislaman, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan. Perpaduan itulah, bukan romantisme kejayaan masa lalu, yang dipandang membentuk jati diri ke-Aceh-an. Setelah abad…This idea locates the core of Acehnese civilisation in the fusion of three spirits: Islam, culture and knowledge. It is this fusion, rather than nostalgia for past glory, that is…
KonsepConcept Kesarjanaan internasional tentang AcehInternational scholarship on Aceh
Kajian tentang Aceh telah lama dibentuk oleh para sarjana dari luar, mulai dari Snouck Hurgronje hingga generasi peneliti pascakonflik. Anthony Reid kerap dipandang sebagai peletak dasar kajian Aceh modern, sementara…Knowledge about Aceh has long been shaped by scholars from outside, from Snouck Hurgronje to the generation of post-conflict researchers. Anthony Reid is often regarded as the founder of modern…
KonsepConcept Keterputusan metafisika dan lahirnya pengetahuan di luar istanaMetaphysical rupture and the rise of knowledge outside the palace
Tesis bahwa pemikiran metafisis Aceh tidak memiliki kesinambungan karena doktrin sufi tercerabut dari istana setelah era Hamzah Fansuri, lalu krisis internal, kolonialisme, dan perang memindahkan produksi pengetahuan ke luar istana.…A thesis that Acehnese metaphysical thought lacks continuity because Sufi doctrine was uprooted from the palace after Hamzah Fansuri's era, and internal crisis, colonialism and war then moved the production…
KonsepConcept Kijang Innova dan Double Cabin: metafora damai yang menjadi proyekKijang Innova and Double Cabin: when peace became a project
Mobil Kijang Innova dan Double Cabin menjadi simbol sosial mobilitas cepat di Aceh setelah tsunami dan MoU Helsinki. Di desa, kendaraan ini diasosiasikan dengan pekerja LSM dan mantan anggota GAM…The Kijang Innova and the Double Cabin pickup became social symbols of rapid upward mobility in Aceh after the tsunami and the Helsinki memorandum. In villages these vehicles were associated…
KonsepConcept Konsep, kekuasaan, internasionalisasi, hegemoni: ilmu sebagai kuasaConcept, power, internationalisation, hegemony: knowledge as power
Kerangka ini menjelaskan bagaimana ilmu pengetahuan berubah dari perenungan yang mendekatkan manusia kepada Tuhan menjadi alat kuasa global. Prosesnya bergerak melalui empat tahap: konsep, kekuasaan, internasionalisasi, dan hegemoni. Konsep yang…This framework explains how knowledge shifted from contemplation that draws humans closer to God into an instrument of global power. The process moves through four stages: concept, power, internationalisation and…
KonsepConcept Kontestasi dayah, pesantren Wahabi, dan isu Syi‘ahDayah, Salafi pesantren and the Shi‘a question
Lanskap keagamaan Aceh masa kini ditandai oleh persaingan antara dayah tradisional, jaringan Muhammadiyah dan Wahabi, serta wacana tentang Syi‘ah. Reproduksi pemahaman agama berlangsung di dayah, sedangkan reproduksi budaya terjadi di…Aceh’s contemporary religious landscape is marked by competition between traditional dayah, Muhammadiyah and Salafi (locally ‘Wahhabi’) networks, and debates about Shi‘ism. Religious understanding is reproduced in the dayah, while culture…
KonsepConcept Kosmologi Aceh dan kosmologi JawaAcehnese and Javanese cosmologies
Tafsir ini membaca relasi Aceh–Indonesia sebagai perjumpaan dua kosmologi: spirit Islam Aceh yang berubah menjadi spirit jihad, dan kosmologi Jawa yang cenderung menyerap kekuatan lain. Dialog Soekarno dengan Tgk. Daud…This interpretation reads Aceh–Indonesia relations as an encounter between two cosmologies: Aceh's Islamic spirit, recast as a spirit of jihad, and a Javanese cosmology inclined to absorb other forces. Sukarno's…
KonsepConcept Kosmopolis religiusThe religious cosmopolis
Kosmopolis religius adalah gagasan tentang masyarakat yang menjadi warga dunia sambil tetap berpegang pada tradisi dan agamanya. Kosmopolitanisme dibaca melalui tiga unsur: penghargaan pada individu, universalitas kemanusiaan, dan generalitas kepedulian…The religious cosmopolis is the idea of a society that becomes a citizen of the world while holding fast to its traditions and faith. Cosmopolitanism is read through three elements:…
KonsepConcept Krisis pewarisan karya ulama AcehThe crisis in transmitting Acehnese scholarly works
Karya ulama dan pemikir Aceh tidak diajarkan secara sistematis di sekolah maupun perguruan tinggi Aceh, dan studi naskah belum menjadi bagian kurikulum. Generasi muda pun asing terhadap karya para pendahulunya…The works of Acehnese scholars and thinkers are not systematically taught in Aceh's schools or universities, and manuscript studies have no place in the curriculum. Young people are therefore unfamiliar…
KonsepConcept Krisis spirit intelektual Aceh dan sarjana otodidak abad ke-20The crisis of Aceh's intellectual spirit and its self-made 20th-century scholars
Analisis ini menelusuri pergeseran orientasi pendidikan Aceh: dari mempertemukan makrokosmos dan mikrokosmos menjadi terpaku pada kesalehan individual. Pergeseran itu dikaitkan dengan tersingkirnya Hamzah Fansuri, kolonialisme, dan penyerapan ke dalam kosmologi…This analysis traces a shift in the orientation of Acehnese education: from joining macrocosm and microcosm to a narrow focus on individual piety. The shift is tied to the sidelining…
KonsepConcept Kuota, nomor porsi, dan budaya ‘ka leuh daftar haji’Quotas, waiting numbers and the culture of 'ka leuh daftar haji'
Sistem kuota haji membuat setiap provinsi, termasuk Aceh, menerima alokasi terbatas, sehingga calon jemaah harus menunggu bertahun-tahun setelah mendaftar. Setoran awal sekitar 25 juta rupiah memberi seseorang nomor porsi, dan…The national quota system gives each province, Aceh included, a limited allocation, so prospective pilgrims wait years after registering. An initial deposit of about 25 million rupiah secures a waiting…
L
KonsepConcept Lima motif menulis dalam tradisi AcehFive motives for writing in the Acehnese tradition
Tipologi ini membedakan lima alasan mengapa ulama dan sarjana Aceh menulis: mengisi kekosongan literatur, memenuhi permintaan penguasa, merespons keadaan, berpolemik, dan menjalankan panggilan intelektual. Setiap motif melahirkan jenis karya yang…This typology distinguishes five reasons why Acehnese scholars write: to fill a gap in the literature, to answer a ruler's request, to respond to current events, to engage in polemic,…
KonsepConcept Lon, na, dan hana: kosakata keberadaan dalam bahasa AcehLon, na and hana: the vocabulary of being in Acehnese
Bahasa Aceh menyimpan kosakata dasar tentang diri dan keberadaan: lon (saya), na (ada), dan hana (tidak ada). Kata na bergeser dari makna wujud menuju makna metafisik ketika dipadukan dengan kata-kata…Acehnese holds a basic vocabulary of self and being: lon ('I'), na ('there is, to exist') and hana ('there is not'). The word na shifts from existence towards metaphysical meaning…
M
KonsepConcept Masa depan dayah: empat pilihan menuju 2050The future of the dayah: four options towards 2050
Kajian prospektif ini bertanya apakah dayah akan bertahan dengan tradisi keilmuannya, beradaptasi dengan perkembangan global, atau mencari model baru transfer ilmu bagi generasi Aceh. Empat pilihan dirumuskan: bertahan, beradaptasi, mendesain…This forward-looking analysis asks whether the dayah will hold to its scholarly tradition, adapt to global developments, or seek new models for transmitting knowledge to Acehnese youth. Four options are…
KonsepConcept Mazhab nasional (Hazairin)The national madhhab (Hazairin)
Mazhab nasional adalah gagasan Hazairin bahwa masa depan hukum Indonesia, setidaknya hukum keluarga, terletak pada pembentukan sebuah mazhab dalam arti sebenarnya yang bercorak Indonesia. Gagasan ini bertumpu pada pembedaan ibadah…The national madhhab is Hazairin's proposal that the future of Indonesian law, at least family law, lies in forming a school of law in the full sense with an Indonesian…
KonsepConcept Menjadi Aceh adalah menjadi MuslimBeing Acehnese means being Muslim
Dalam perbandingan Aceh–Jawa, identitas Aceh dipahami melekat pada Islam: menjadi Aceh (being Acehnese) berarti menjadi Muslim, sehingga sebutan “Aceh-Islam” tidak pernah diperlukan. Sebaliknya, tidak setiap orang Jawa beragama Islam dan…In the Aceh–Java comparison, Acehnese identity is understood as inseparable from Islam: being Acehnese means being Muslim, so the label ‘Acehnese-Muslim’ is never needed. By contrast, not every Javanese is…
KonsepConcept Merumuskan keindonesiaan dari perbandingan Jawa dan AcehDefining Indonesianness through the Java–Aceh comparison
Perbandingan Jawa dan Aceh berujung pada tesis bahwa keindonesiaan dibentuk oleh pertarungan spirit, di mana Jawa menjadi poros negara sedangkan Aceh memberi garis demarkasi sejarah kebangsaan. Islam dicatat pernah menjadi…The Java–Aceh comparison culminates in the thesis that Indonesianness was shaped by a contest of spirits, in which Java became the axis of the state while Aceh supplied the demarcation…
KonsepConcept Meta-teori ilmu sosial: empat kekeliruan analitisSocial-science meta-theory: four analytical fallacies
Meta-teori menyangkut persoalan ontologi, epistemologi, dan metodologi di balik setiap teori sosial. Empat kekeliruan meta-teoretis disorot: reduksionisme, esensialisme, reifikasi, dan teleologi fungsional. Masing-masing diberi contoh Aceh, dari kategori tuha peut…Meta-theory concerns the ontological, epistemological and methodological questions behind every social theory. Four meta-theoretical fallacies are highlighted: reductionism, essentialism, reification and functional teleology. Each is illustrated with Acehnese examples, from…
KonsepConcept Meudagang dan meukat: merantau mencari ilmu dan berniagaMeudagang and meukat: travelling for knowledge and for trade
Bahasa Aceh membedakan meudagang, yakni keluar dari rumah atau lingkungan kawom untuk mencari ilmu, dari meukat atau hareukat, yaitu kegiatan berdagang. Meudagang senafas dengan konsep ibn sabil dan berujung pada…Acehnese distinguishes meudagang, leaving home or one’s kin group (kawom) in search of knowledge, from meukat or hareukat, the activity of trading. Meudagang shares the spirit of the ibn sabil…
KonsepConcept Minda dan fikir: bahasa sebagai cermin cara pandangMinda and fikir: language as a mirror of worldview
Kata minda, yang lazim di Malaysia, berasal dari bahasa Inggris mind, sedangkan pikiran berakar pada kata Arab fikr. Pilihan istilah Inggris untuk menggambarkan cara pandang Melayu ditafsirkan sebagai tanda kedekatan…The word minda, common in Malaysia, derives from English mind, whereas pikiran (thought) is rooted in Arabic fikr. The choice of an English term to describe the Malay outlook is…
KonsepConcept Muslim tanpa masjidMuslims without mosques
Muslim tanpa masjid adalah istilah Kuntowijoyo untuk generasi yang belajar agama melalui televisi, VCD, pelatihan kecerdasan spiritual, dan umrah tahunan, bukan melalui teungku di kampung atau pengajian. Di Aceh, gejala…‘Muslims without mosques’ is Kuntowijoyo's term for a generation that learns religion from television, VCDs, spiritual intelligence training and annual umrah trips, rather than from village teungku or community study…
N
P
KonsepConcept PAI (Penghancur Agama Islam): label musuh dalam konflik AcehPAI (‘Destroyers of Islam’): an enemy label in the Aceh conflict
PAI, yang dipahami sebagai singkatan Penghancur Agama Islam, adalah label populer di Aceh semasa konflik untuk tentara yang dianggap melakukan kejahatan atas nama NKRI, terutama yang didatangkan dari Jawa. Label…PAI, understood as an acronym for Penghancur Agama Islam (‘Destroyers of Islam’), was a popular label in Aceh during the conflict for soldiers seen as committing crimes in the name…
KonsepConcept Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan kosmologi Hindu-JawaPancasila, Bhinneka Tunggal Ika and Hindu-Javanese cosmology
Tafsir kritis dari perspektif Aceh berpendapat bahwa identitas kebangsaan Indonesia banyak diilhami ajaran Hindu dan Buddha yang dihayati dalam kebudayaan Jawa. Bukti yang diajukan antara lain semboyan Bhinneka Tunggal Ika…A critical reading from Aceh argues that Indonesian national identity draws heavily on Hindu and Buddhist teachings as lived in Javanese culture. The evidence offered includes the motto Bhinneka Tunggal…
KonsepConcept Panglima La’ôt di tengah politik lokal pascadamaiPanglima Laot in post-peace local politics
Lembaga Panglima La’ôt tidak pernah steril dari politik konflik dan pascakonflik Aceh. Selama 2001–2005 sejumlah Panglima La’ôt tewas ditembak karena sebutan panglima dikira jabatan dalam GAM. Setelah damai, sebagian Panglima…The Panglima Laot institution has never been insulated from Aceh's conflict and post-conflict politics. Between 2001 and 2005 several Panglima Laot were shot dead because the title panglima was mistaken…
KonsepConcept Pasar tikungan, simpang empat, dan Pasar InpresBend markets, crossroads markets and the Inpres market
Pasar tradisional Aceh di jalur pesisir lazim berdiri di tikungan jalan dan berbentuk huruf L, berdampingan dengan masjid atau meunasah dan sekolah. Bentuk ini memberi ruang pertemuan bagi ureung tunong…Traditional Acehnese markets along the coastal road typically stand at road bends in an L shape, alongside a mosque or meunasah and a school. The form gives upland and lowland…
KonsepConcept Penelitian komparatif lintas negara: pelajaran dari riset Aceh dan Asia TenggaraCross-country comparative research: lessons from Aceh and Southeast Asia
Pelajaran praktis tentang merancang dan menjalankan penelitian komparatif yang melibatkan Aceh dan negara tetangga, misalnya perbandingan administrasi hukum Islam di Aceh dan Kelantan. Pokok-pokoknya meliputi studi pendahuluan, kepatuhan pada panduan…Practical lessons on designing and conducting comparative research involving Aceh and neighbouring countries, such as comparing the administration of Islamic law in Aceh and Kelantan. The key points include preliminary…
KonsepConcept Pengalaman lintas budaya jemaah haji AcehCross-cultural encounters of Acehnese pilgrims
Bagi jemaah Aceh, Mekkah dan Madinah bukan hanya ruang sakral, tetapi juga ruang asing yang penuh perbedaan bahasa, suara, gerak tubuh, dan aroma. Kajian etnografis tentang perbedaan lintas budaya selama…For Acehnese pilgrims, Mecca and Medina are not only sacred spaces but also foreign ones, full of unfamiliar languages, voices, gestures and smells. Ethnographic work on cross-cultural differences during the…
KonsepConcept Perebutan fungsi intelektual: alumni Timur Tengah, IAIN, dan dayahContesting intellectual roles: Middle East, IAIN and dayah graduates
Perbedaan sistem rekrutmen dan pendidikan melahirkan persaingan peran di antara alumni Timur Tengah, alumni IAIN, dan alumni dayah di Aceh. Alumni Timur Tengah dekat dengan rakyat kecil dan dianggap mampu…Differences in recruitment and education have produced competition for roles among Middle Eastern graduates, IAIN graduates and dayah graduates in Aceh. Middle Eastern alumni are close to ordinary people and…
KonsepConcept Perempuan Aceh di ruang publikAcehnese women in the public sphere
Dalam dua dasawarsa terakhir, perempuan Aceh bergerak dari dapur dan belakang rumah ke pinggir jalan, ruang kerja berpendingin udara, hingga ke pinggir kekuasaan. Perempuan kini mendominasi banyak sektor jasa, pendidikan…Over the past two decades, Acehnese women have moved from the kitchen and the back of the house to the roadside, to air-conditioned workplaces and to the margins of power.…
KonsepConcept Perjalanan sang ‘abid: dari ibadah menuju fanâThe path of the ‘abid: from worship to fana
Dalam pemahaman sufi yang berkembang di Aceh, siapa pun yang mencari Tuhan harus terlebih dahulu menjadi ‘abid, hamba yang beribadah melalui jalan syariat. Perjalanan ini bergerak dari penguatan iman, penyerahan…In the Sufi understanding current in Aceh, anyone seeking God must first become an ‘abid, a servant who worships along the path of sharia. The journey runs from strengthening faith…
KonsepConcept Pertarungan spirit kebangsaan dan metafora kereta JawaThe contest of national spirits and the Javanese carriage metaphor
Indonesia digambarkan sebagai arena pertarungan spirit: Islam muncul dari luar sebagai kekuatan perlawanan, Hindu bertahan dari dalam sebagai jiwa kebatinan, sementara spirit Kristen dan Yahudi membentuk lingkaran terluar setelah Perang…Indonesia is portrayed as an arena of contending spirits: Islam emerging from outside as a force of resistance, Hinduism enduring within as the soul of mysticism, while Christian and Jewish…
KonsepConcept Peta sosial bahasa di Aceh: tunong, baroh, dan anak komplekThe social map of language in Aceh: uplands, lowlands and 'compound kids'
Pengalaman sosiolinguistik dari pedalaman Aceh Utara pada 1980-an dan 1990-an memperlihatkan peta bahasa yang berlapis. Orang tunong (pedalaman) dipandang penutur bahasa Aceh tulen, sedangkan kawasan baroh dan kota menjadi tempat…Sociolinguistic experience from the interior of North Aceh in the 1980s and 1990s reveals a layered language map. Upland (tunong) people are seen as speakers of 'pure' Acehnese, while lowland…
KonsepConcept Planetary civilization sebagai cermin bagi AcehPlanetary civilisation as a mirror for Aceh
Istilah planetary civilization, dipinjam dari fisikawan Michio Kaku, menggambarkan peradaban global yang bertumpu pada penguasaan energi dan teknologi. Dalam studi Aceh, istilah itu dipakai sebagai latar kontras untuk menanyakan posisi…The term 'planetary civilisation', borrowed from the physicist Michio Kaku, describes a global civilisation built on mastery of energy and technology. In Aceh studies it serves as a contrasting backdrop…
KonsepConcept Poros dayah: ziarah ulama dan asal-usul keluarga dayahDayah axes: scholars' pilgrimages and the origins of dayah families
Jaringan dayah tradisional Aceh dapat dipetakan melalui ke mana ulama lokal berziarah menjelang Ramadan. Poros yang disebut antara lain Labuhan Haji di Aceh Selatan, Dayah Tanoh Abe, Dayah Tgk. Chik…The network of traditional Acehnese dayah can be mapped by where local scholars go on pilgrimage before Ramadan. Axes mentioned include Labuhan Haji in South Aceh, Dayah Tanoh Abe, Dayah…
R
KonsepConcept Raja gunung, pesisir, dan tuahMountain kings, coastal ports and tuah
Konsep ini membaca relasi Gayo dan Kutaraja melalui dikotomi simbolik gunung dan pesisir. Pesisir adalah ruang kontak dengan dunia luar dan pusat kerajaan Melayu-Islam, sedangkan gunung adalah ruang penduduk asli…This concept reads the relationship between the Gayo highlands and Kutaraja through a symbolic dichotomy of mountain and coast. The coast is the zone of contact with the outside world…
KonsepConcept Ramalan, orang pintar, dan ‘kendali gaib’Prophecy, seers and 'supernatural control'
Di Jawa, ramalan dan jasa orang pintar dipandang sebagai bagian dari budaya politik, dari pemilihan kepala desa hingga pilkada, sehingga muncul ‘kendali gaib’ di samping kendali rasional. Iklan paranormal yang…In Java, prophecy and the services of seers are seen as part of political culture, from village-head elections to regional polls, producing 'supernatural control' alongside rational control. Paranormal advertisements promising…
KonsepConcept Reintegrasi mantan kombatanReintegration of former combatants
Reintegrasi mantan kombatan GAM dijalankan antara lain melalui Badan Reintegrasi Aceh (BRA), yang menyalurkan dana kompensasi sebagai modal usaha. Proses ini diharapkan meredam semangat kemerdekaan dan memulihkan mantan gerilyawan menjadi…The reintegration of former GAM combatants was pursued partly through the Aceh Reintegration Agency (BRA), which distributed compensation funds as business capital. The process was meant to dampen separatist aspirations…
KonsepConcept Revitalisasi bahasa AcehRevitalising the Acehnese language
Untuk menghadapi marginalisasi bahasa Aceh, diusulkan lima langkah: memperkenalkan kembali jati diri ke-Aceh-an kepada generasi muda, menjadikan bahasa Aceh bahasa kebudayaan provinsi, meneguhkannya sebagai bahasa endatu, memperbanyak kajian bahasa Aceh…To counter the marginalisation of Acehnese, five steps are proposed: reintroducing Acehnese identity to the young, making Acehnese the province's language of culture, affirming it as the language of the…
KonsepConcept Romantisme sejarah dan problem ‘pusat–pinggiran’Historical romanticism and the centre–periphery problem
Kritik terhadap kecenderungan kajian Aceh yang berhenti pada rekonstruksi kejayaan masa lalu tanpa melanjutkannya. Ketika Aceh bergeser dari ‘pusat’ kekuasaan dan ilmu menjadi ‘pinggiran’, temuan sejarahnya kehilangan wadah untuk menampung…A critique of the tendency in Aceh studies to stop at reconstructing past glory without carrying it forward. As Aceh moved from being a ‘centre’ of power and learning to…
KonsepConcept Ruh idhafi dan Nur Muhammad dalam pemikiran Hamzah FansuriThe relational spirit and the Light of Muhammad in Hamzah Fansuri's thought
Dalam tafsiran Syed Muhammad Naquib al-Attas, Hamzah Fansuri menyamakan spirit dengan Cahaya (al-Nûr), Akal (al-‘Aql), dan Pena (al-Qalam), yang semuanya bersumber dari Ilmu Ilahi. Spirit ini juga disebut Haqîqat Muhammad…In Syed Muhammad Naquib al-Attas's reading, Hamzah Fansuri identifies spirit with the Light (al-Nur), the Intellect (al-‘Aql) and the Pen (al-Qalam), all grounded in Divine Knowledge. This spirit is also…
KonsepConcept Rumoh Aceh: arah kiblat dan tata ruang domestikRumoh Aceh: qibla orientation and domestic space
Rumah tradisional Aceh dibangun menghadap ke barat agar memudahkan salat, mencerminkan kosmologi yang menyelaraskan manusia, alam, dan ibadah. Lantai utamanya terbagi menjadi serambi depan untuk tamu laki-laki, ruang tengah yang…Traditional Acehnese houses were built facing west to ease the performance of prayer, reflecting a cosmology aligning humans, nature and worship. The main floor is divided into a front veranda…
S
KonsepConcept Salin agama dan tamóng islam: dua cara memaknai masuk IslamSalin agama and tamóng islam: two ways of construing conversion
Orang Jawa dalam tradisi Serat Darmagandul menyebut masuk Islam sebagai salin agama, ‘berganti pakaian’, sedangkan orang Aceh menyebutnya tamóng islam, ‘masuk ke dalam’ Islam. Metafora pakaian mengisyaratkan bahwa adat dan…In the tradition of the Serat Darmagandul the Javanese call conversion to Islam salin agama, 'changing clothes', whereas the Acehnese call it tamóng islam, 'entering' Islam. The clothing metaphor implies…
KonsepConcept Saman dan Campur Sari: batas penerimaan budayaSaman and Campur Sari: the limits of cultural borrowing
Ketika tari Saman digemari di sekolah-sekolah Jawa dan Jakarta, orang Aceh menyambutnya sebagai kebanggaan, tetapi tidak membalas dengan mempelajari tari atau lagu Jawa. Pada masa ketegangan, siaran ketoprak dan lagu…When the Saman dance became popular in schools in Java and Jakarta, the Acehnese welcomed it with pride but did not reciprocate by learning Javanese dances or songs. In times…
KonsepConcept Satrio Piningit, Ratu Adil, dan hidup dengan ramalanSatrio Piningit, Ratu Adil and living by prophecy
Satrio Piningit (kesatria tersembunyi) dan Ratu Adil (raja adil) merupakan figur penyelamat dalam tradisi ramalan Jawa yang diyakini muncul setelah masa kemelut. Tafsir perbandingan Aceh–Jawa membaca kedua figur ini sebagai…Satrio Piningit (the hidden knight) and Ratu Adil (the Just King) are saviour figures of Javanese prophetic tradition, expected to appear after an age of turmoil. A comparative Aceh–Java reading…
KonsepConcept Segitiga masjid–dayah–pasarThe mosque–dayah–market triangle
Lanskap budaya pesisir Aceh dapat dibaca sebagai segitiga masjid, dayah, dan pasar yang dibangun dekat sungai. Dari simpul ini permukiman meluas ke kampung-kampung, lalu ke tepi hutan, dalam proses yang…The coastal cultural landscape of Aceh can be read as a triangle of mosque, dayah and market built close to rivers. From this node settlement spread to villages and then…
KonsepConcept Sejarah Aceh sebagai bidang ilmuAcehnese history as a field of study
Usulan untuk memperlakukan Sejarah Aceh sebagai cabang ilmu yang berdiri sendiri, bukan bagian yang larut dalam Sejarah Asia Tenggara, Sejarah Melayu, atau Sejarah Indonesia. Cabang ini mencakup sejarah asal-usul, politik,…A proposal to treat Acehnese history as a self-standing branch of knowledge rather than one that dissolves into Southeast Asian, Malay or Indonesian history. The branch covers the history of…
KonsepConcept Serambi MekkahSerambi Mekkah (the Verandah of Mecca)
Julukan Serambi Mekkah menandai kedekatan imajinasi kolektif Aceh dengan Tanah Suci. Julukan ini tidak hanya bertolak dari kesalehan, tetapi dari peran historis Aceh sebagai pintu masuk Islam dan gerbang transit…The epithet Serambi Mekkah, 'the Verandah of Mecca', expresses how close the Acehnese collective imagination feels to the Holy Land. It rests not only on piety but on Aceh's historical…
KonsepConcept Seumike: cara berpikir orang AcehSeumike: the Acehnese way of thinking
Seumike (atau pike) adalah istilah Aceh untuk berpikir, berakar dari kata Arab f-k-r; ungkapan cara seumike merujuk pada cara memperoleh dan menimbang pengetahuan. Kajian tentang seumike membaca falsafah ke-Aceh-an melalui…Seumike (or pike) is the Acehnese term for thinking, rooted in the Arabic f-k-r; the phrase cara seumike refers to how knowledge is acquired and weighed. The study of seumike…
KonsepConcept Siapa “Syiah Kuala” hari ini? Kontestasi otoritas syariatWho is ‘Syiah Kuala’ today? Contested authority over sharia
Pertanyaan “siapa yang patut menjadi Syiah Kuala” merangkum krisis otoritas syariat di Aceh kontemporer. Pewaris otoritas hukom kini diperebutkan oleh MPU, MUNA, DPRA/DPRK, ulama dayah, ustaz pesantren, dan alumni Timur…The question ‘who should be Syiah Kuala?’ sums up the crisis of authority over sharia in contemporary Aceh. The heirs to hukom authority are now contested among the MPU, MUNA,…
KonsepConcept Sosiologi, antropologi, dan kerja lapanganSociology, anthropology and fieldwork
Sosiologi dan antropologi sama-sama mengkaji masyarakat, tetapi dengan tradisi berbeda: sosiologi semula berfokus pada masyarakat Eropa-Amerika dan memakai data kualitatif maupun statistik, sedangkan antropologi mengkaji kebudayaan masyarakat di luar dunia…Sociology and anthropology both study society but from different traditions: sociology initially focused on Euro-American societies and uses both qualitative and statistical data, while anthropology studies the cultures of societies…
KonsepConcept Spirit ke-Aceh-an: poros istana dan poros ulamaThe Acehnese spirit: the palace axis and the ulama axis
Spirit ke-Aceh-an dipahami sebagai daya batin yang menyinergikan nilai perjuangan dan kebudayaan, bertumpu pada dua poros: istana (sultan) dan ulama (dayah). Spirit ini terlihat ketika Hikayat Prang Sabi membakar perlawanan…The Acehnese spirit is understood as an inner force that fuses the values of struggle and culture, resting on two axes: the palace (sultan) and the ulama (dayah). It was…
KonsepConcept Stereotip timbal balik: ‘Jawa’ di mata AcehMutual stereotypes: 'Java' in Acehnese eyes
Dalam imajinasi Aceh, ‘Jawa’ sering melambangkan negara Indonesia sekaligus penakluk. Citra ini dibentuk oleh keterlibatan serdadu asal Jawa–Madura dalam tentara kolonial, pemberontakan daerah tahun 1950-an, transmigrasi Orde Baru, dan konflik…In the Acehnese imagination 'Java' often stands for the Indonesian state and for a conqueror. The image was shaped by Javanese–Madurese soldiers in the colonial army, the regional rebellions of…
KonsepConcept Studi Aceh sebagai bidang keilmuanAceh studies as a discipline
Gagasan untuk menjadikan seluk-beluk dunia ke-Aceh-an sebagai objek keilmuan yang berdiri sendiri, bukan sekadar pelengkap dalam studi Asia, Asia Tenggara, Indonesia, atau Melayu. Bidang ini dirumuskan sebagai kajian lintas disiplin…A proposal to treat the whole range of Acehnese life and thought as a self-standing object of scholarship rather than a supplement to Asian, Southeast Asian, Indonesian or Malay studies.…
KonsepConcept Studi kawasan dan perbandingan hukum Islam di Asia TenggaraArea studies and comparative Islamic law in Southeast Asia
Pendekatan ini membaca hukum Islam bukan semata sebagai doktrin, melainkan sebagai praktik yang hidup dalam kawasan tertentu dan dapat dibandingkan lintas negara. M.B. Hooker menjadi rujukan pokok kajian hukum Islam…This approach reads Islamic law not merely as doctrine but as a living practice within particular regions that can be compared across states. M.B. Hooker is the standard reference for…
KonsepConcept Sub-bidang studi Aceh: filsafat, sejarah, sosiologi, antropologi, dan lainnyaSub-fields of Aceh studies: philosophy, history, sociology, anthropology and more
Rancangan pembidangan studi Aceh ke dalam cabang-cabang yang mengikuti ilmu sosial dan humaniora: Filsafat Aceh, Sejarah Aceh, Sosiologi Aceh, Antropologi Aceh, Sastra Aceh, Arkeologi Aceh, Politik Aceh, dan Studi Agama.…A proposed division of Aceh studies into branches modelled on the social sciences and humanities: Acehnese Philosophy, History, Sociology, Anthropology, Literature, Archaeology, Politics and the Study of Religion. Its object…
KonsepConcept Sufisme Aceh dan pembentukan Islam KejawenAcehnese Sufism and the making of Javanese Islam
Menurut Simuh, pengaruh dalam Islam Kejawen tidak hanya berasal dari Hindu, tetapi juga dari Aceh. Jalurnya dua: kepustakaan Melayu karya Hamzah Fansuri, Syamsuddin as-Sumatrani, Nuruddin ar-Raniry, dan Abdurrauf as-Singkili, serta…According to Simuh, the influences on Javanese Islam came not only from Hinduism but also from Aceh. There were two channels: the Malay writings of Hamzah Fansuri, Shamsuddin al-Sumatrani, Nuruddin…
KonsepConcept Sulthān al-‘Ādil dan dirham emas PasaiSultan al-‘Adil and the Pasai gold dirham
Dirham emas Samudera Pasai yang memuat gelar al-sulṭān al-‘ādil disebut sebagai mata uang tertua di Nusantara. Koin ini dipakai dalam perdagangan internasional selama sekitar satu abad. Gelar ‘sultan yang adil’…The gold dirham of Samudera Pasai bearing the title al-sultan al-‘adil is described as the oldest coinage of the archipelago. It circulated in international trade for roughly a century. The…
KonsepConcept Syariat Islam sebagai tradisi hidup (living tradition)Sharia as a living tradition
Konsep ini membaca Syariat Islam di Aceh bukan semata sebagai produk qanun, melainkan sebagai praktik keagamaan yang dihidupi melalui pengajian kitab, hubungan dengan teungku, dan tradisi dayah. Gagasannya diilhami konsep…This concept reads sharia in Aceh not merely as a product of qanun legislation but as a religious practice lived through kitab study circles, relationships with teungku and the dayah…
KonsepConcept Syi‘ah dalam sejarah AcehShi‘a Islam in Acehnese history
Keberadaan Syi‘ah di Aceh merupakan salah satu perdebatan paling hidup dalam historiografi Islam Asia Tenggara. Sebagian sarjana nasional, seperti Azyumardi Azra, menganggapnya sekadar mitos, sementara sarjana lokal seperti A. Hasjmy,…Whether Shi‘a Islam ever had a foothold in Aceh is one of the liveliest debates in the historiography of Southeast Asian Islam. Some national scholars, notably Azyumardi Azra, treat it…
T
KonsepConcept Ta peujuang: Aceh, pusat, dan imajinasi daerahTa peujuang: Aceh, the centre and the regional imagination
Ta peujuang, “kita perjuangkan”, adalah ungkapan Aceh untuk setiap upaya memperoleh sesuatu dari Jakarta. Ungkapan ini menangkap relasi pusat–daerah ketika daerah harus melobi atau diam di hadapan pusat yang didominasi…Ta peujuang, ‘we shall fight for it’, is the Acehnese expression for any effort to obtain something from Jakarta. It captures a centre–region relation in which the region must lobby…
KonsepConcept Tanoh aulia: Aceh sebagai tanah para waliTanoh aulia: Aceh as the land of the saints
Keyakinan bahwa orang Aceh tidak boleh menjadi kafir karena buminya adalah tanah para aulia membentuk batas spiritual masyarakat. Dikotomi kaphe dan aulia diterjemahkan ulama menjadi paradigma sosial, dan dayah menjadi…The belief that Acehnese must never become unbelievers because their land belongs to the saints (aulia) forms the spiritual boundary of society. The dichotomy of kaphe (infidel) and aulia was…
KonsepConcept Tasawuf dan politik: dari kesalehan sosial ke kesalehan individualSufism and politics: from social to individual piety
Argumen bahwa pada abad ke-16 dan 17 pemahaman tentang hubungan manusia dan Tuhan di Aceh diterjemahkan ke dalam tata sosial-politik dan menghasilkan kejayaan, tetapi setelah Hamzah Fansuri kajian ini menyempit…An argument that in the sixteenth and seventeenth centuries Acehnese understanding of the human–divine relationship was translated into the socio-political order and produced a golden age, but after Hamzah Fansuri…
KonsepConcept Teori pemisahan adat dan hukum IslamThe colonial separation of adat and Islamic law
Teori ini merujuk pada kerangka kolonial yang dikaitkan dengan C. Snouck Hurgronje, yang memisahkan adat dari hukum Islam dan memetakan masyarakat Aceh ke dalam ulama, umara, dan rakyat. Kerangka tersebut…This refers to the colonial framework associated with C. Snouck Hurgronje, which separated adat from Islamic law and mapped Acehnese society into ulama, rulers (umara) and commoners. The Dutch used…
KonsepConcept Teori resepsi dan pemisahan adat dari hukum IslamReception theory and the separation of adat from Islamic law
Teori resepsi adalah gagasan yang dikaitkan dengan Christiaan Snouck Hurgronje bahwa hukum Islam hanya berlaku bagi orang Indonesia sejauh telah diterima oleh hukum adat. Kebijakan kolonial yang lahir darinya memisahkan…Reception theory is the idea, associated with Christiaan Snouck Hurgronje, that Islamic law applied to Indonesians only insofar as it had been received into customary law. The colonial policy derived…
KonsepConcept Teori sosial klasik: Marx, Durkheim, WeberClassical social theory: Marx, Durkheim, Weber
Karl Marx, Émile Durkheim, dan Max Weber dipandang sebagai tiga pilar teori sosial modern, masing-masing dengan unit analisis berbeda: cara produksi dan kelas, struktur serta fungsi sosial, dan tindakan sosial…Karl Marx, Émile Durkheim and Max Weber are treated as the three pillars of modern social theory, each with a different unit of analysis: modes of production and class, social…
KonsepConcept Teori wayang dalam konflik AcehThe wayang theory of the Aceh conflict
Teori wayang adalah tafsir yang membaca konflik Aceh melalui struktur pertunjukan wayang kulit Jawa: pengondisian masalah, puncak huru-hara (gara-gara), lalu penyelesaian dan pemulihan keseimbangan. Dalang mengendalikan seluruh lakon, tetapi tetap…The wayang theory reads the Aceh conflict through the structure of a Javanese shadow-puppet performance: setting up the problem, a climax of turmoil (gara-gara), then resolution and the restoration of…
KonsepConcept Tiga epistemologi: bayânî, burhânî, ‘irfânîThree epistemologies: bayani, burhani, ‘irfani
Kerangka ini membedakan tiga jalan memperoleh dasar pengetahuan. Epistemologi burhânî bertumpu pada realitas alam, sosial, dan kemanusiaan; bayânî bertumpu pada teks atau wahyu; sedangkan ‘irfânî bersumber dari pengalaman langsung yang…This framework distinguishes three routes to the foundations of knowledge. Burhani epistemology rests on the realities of nature, society and the humanities; bayani rests on texts or revelation; and ‘irfani…
KonsepConcept Tiga lanskap budaya: bukit–sawah–laut, bukit–sawah–kampong, hutan–sawah–kampongThree cultural landscapes: hill–paddy–sea, hill–paddy–village, forest–paddy–village
Model untuk membaca masyarakat Aceh melalui tiga pola lanskap. Pola pesisir ‘bukit–sawah–laut’ melahirkan budaya kosmopolis dan kerajaan-kerajaan, pola pedalaman ‘bukit–sawah–kampong’ menjadi wilayah produksi, sedangkan pola ‘hutan–sawah–kampong’ menandai komunitas yang paling…A model for reading Acehnese society through three landscape patterns. The coastal ‘hill–paddy–sea’ pattern produced a cosmopolitan culture and the kingdoms, the inland ‘hill–paddy–village’ pattern is the zone of production,…
KonsepConcept Timang dan peutimang nanggroeTimang and peutimang nanggroe: balance as political philosophy
Timang berarti selaras atau seimbang, dan dipandang sebagai titik kosmos dalam alam berpikir budaya Aceh. Segala tindakan, termasuk mengurus negeri (peutimang nanggroe), diukur dari keselarasannya dengan Tuhan, alam, dan sesama…Timang means harmony or balance and is regarded as a cosmic reference point in Acehnese cultural thought. Every action, including governing the land (peutimang nanggroe), is measured by its harmony…
KonsepConcept Tipologi jemaah haji AcehA typology of Acehnese pilgrims
Pengamatan etnografis di ruang manasik, embarkasi, dan Tanah Suci memperlihatkan beragam tipe jemaah haji Aceh: haji kampung, haji berpengalaman, haji intelektual, haji resistif, haji jaringan, jemaah perempuan, jemaah pedagang, jemaah…Ethnographic observation in hajj-preparation classes, at the embarkation point and in the Holy Land reveals many types of Acehnese pilgrim: the village pilgrim, the experienced pilgrim, the intellectual, the resistant…
KonsepConcept Toponimi kampung Aceh: cot, blang, gle, krueng, kutaAcehnese village toponymy: cot, blang, gle, krueng, kuta
Nama-nama kampung di Aceh merekam lanskap tempat masyarakatnya bermukim. Unsur seperti cot (bukit), blang (sawah), gle (gunung/bukit), krueng (sungai), lhok, dan kuta (kota) menunjukkan letak permukiman di antara laut, sawah,…Village names in Aceh record the landscape in which their people settled. Elements such as cot (hill), blang (paddy field), gle (mountain/hill), krueng (river), lhok and kuta (town) show where…
KonsepConcept Toponimi kampung dan identitas arah mata anginVillage toponymy and compass-point identity
Nama-nama kampung Aceh banyak diambil dari bentang alam, seperti cot (bukit), blang (sawah), krueng (sungai), lam (dalam), dan ulè (kepala), yang mencerminkan kosmologi permukiman. Sebagian nama berakar Sanskerta, dan sebagian…Acehnese village names are largely drawn from the landscape, such as cot (hill), blang (paddy field), krueng (river), lam (inside) and ulè (head), reflecting a cosmology of settlement. Some names…
KonsepConcept Tradisi kepenulisan tentang AcehThe tradition of writing about Aceh
Tradisi kepenulisan tentang Aceh adalah rangkaian panjang produksi kitab dan buku oleh ulama, sarjana, dan penulis Aceh, dari karya berbahasa Arab dan Melayu abad ke-17 hingga terbitan pascatsunami. Produksi tulisan…The tradition of writing about Aceh denotes the long run of books and treatises produced by Acehnese scholars and authors, from seventeenth-century works in Arabic and Malay to the flood…
KonsepConcept Tujuh tipologi orang IndonesiaSeven typologies of the Indonesian
Dari perbandingan Jawa dan Aceh disusun tujuh rumusan provokatif tentang siapa orang Indonesia. Rumusan itu mencakup pemahaman atas kosmologi Jawa sebagai sendi negara, orientasi mempertahankan ketimbang mengisi kemerdekaan, lintasan desa–kota–desa,…From the Java–Aceh comparison come seven provocative propositions about who the Indonesian is. They include understanding Javanese cosmology as the state’s foundation, an orientation to defending rather than filling independence,…
KonsepConcept Turi droe: mengenal diri sebagai syarat kebudayaanTuri droe: self-knowledge as the precondition of culture
Turi droe (kenali diri) dipandang sebagai prasyarat bagi orang Aceh untuk menjadi pencipta kebudayaan. Kerangkanya bertumpu pada tiga konsep: ‘saya’ (lon), keberadaan (na), dan tindakan. Pengenalan diri dikaitkan dengan pendalaman…Turi droe ('know yourself') is regarded as the precondition for Acehnese people to become creators of culture. The framework rests on three concepts: the 'I' (lon), being (na) and action.…
U
W
KonsepConcept Wahdat al-wujûd dan tabu tasawuf falsafi di AcehWahdat al-wujud and the taboo on philosophical Sufism in Aceh
Wahdat al-wujûd, bersama gagasan ittihâd dan hulûl, merupakan corak tasawuf tentang penyatuan hamba dengan Khalik yang di Aceh tergolong paling terlarang untuk didiskusikan maupun diamalkan. Polemik antara Hamzah Fansuri dan…Wahdat al-wujud (the unity of being), together with the ideas of ittihad and hulul, is the strand of Sufism concerning the union of the servant with the Creator, and in…
KonsepConcept Warisan Hamzah Fansuri dan Nuruddin ar-RaniryThe legacy of Hamzah Fansuri and Nuruddin ar-Raniri
Hamzah Fansuri dan Nuruddin ar-Raniry adalah dua ulama besar dalam sejarah intelektual Aceh yang pandangannya saling berseberangan. Meski berlawanan, keduanya meninggalkan warisan dinamika intelektual yang sangat berharga. Kejayaan Aceh di…Hamzah Fansuri and Nuruddin ar-Raniri are two great scholars in Aceh's intellectual history whose views stood in opposition. Despite their disagreement, both left a highly valuable legacy of intellectual dynamism.…
KonsepConcept Weber dan studi IslamWeber and Islamic studies
Max Weber meletakkan dasar ilmiah bagi analisis tindakan sosial dan berpendapat bahwa pemahaman keagamaan dapat menjadi prinsip aktif perubahan sosial. Kajiannya tentang Islam tidak pernah tuntas, tetapi kerangkanya berpengaruh luas…Max Weber laid a scientific foundation for the analysis of social action and argued that religious understanding can be an active principle of social change. His study of Islam was…