Jak beut, intat beut, dan seumeubeut dalam kajian MananJak beut, intat beut and seumeubeut in Manan’s study
Tradisi yang didokumentasikan dalam buku 2017
Tiga istilah menghubungkan perjalanan belajar, pengantaran anak, dan penyelenggaraan pengajian dengan hubungan sosial serta ritus.
Three terms connect attending lessons, accompanying children and conducting religious learning with social relations and ritual.
Jak beut menunjuk pergi mengaji; intat beut menyoroti pengantaran anak dan pembentukan hubungan keluarga dengan guru; seumeubeut membahas praktik pengajian. Buku menjelaskan pula kenduri yang mengikuti tahap pembelajaran Alquran, termasuk permulaan, peralihan bagian bacaan, dan penamatan.
Usia awal, jadwal, jamuan, dan tahapan dalam sumber adalah praktik yang dilaporkan, bukan ketentuan seragam seluruh Aceh. Bagi Acehnologi, hubungan istilah dan ritus memungkinkan penelitian tentang perubahan pendidikan, penghormatan guru, ekonomi jamuan, serta pengalaman murid. Pengertian barakah disajikan sebagai keyakinan pelaku, bukan ukuran empiris keberhasilan hidup.
Rujukan: Manan, Abdul. 2017. Teungku Inong & Tradisi Pengajian di Aceh. Editor Rahmad Syah Putra. Banda Aceh: Lembaga Naskah Aceh. ISBN 978-602-0824-42-0. Halaman hak cipta menyebut Januari 2017, pengantar bertanggal September 2017. Hlm. 72–121.
Jak beut refers to attending religious lessons; intat beut foregrounds accompanying children and establishing family–teacher relations; seumeubeut concerns teaching practice. The book also describes feasts marking Quranic learning stages, from commencement through reading transitions to completion.
Starting ages, schedules, food and stages are reported practices rather than uniform rules across Aceh. The terms and rites invite research on educational change, respect for teachers, hospitality costs and pupils’ experiences. Barakah is presented as participants’ belief rather than an empirical measure of life outcomes.
Reference: Manan, Abdul. 2017. Teungku Inong & Tradisi Pengajian di Aceh. Editor Rahmad Syah Putra. Banda Aceh: Lembaga Naskah Aceh. ISBN 978-602-0824-42-0. Halaman hak cipta menyebut Januari 2017, pengantar bertanggal September 2017. Hlm. 72–121.
Posisi dalam kerangkaPlace in the framework
Tokoh, lembaga, dan konsep yang paling dekat dengan entri ini, beserta sifat hubungannya.The figures, institutions and concepts closest to this entry, and how they relate to it.
Pertanyaan reflektifReflective question
Bukti apa yang memperkuat atau membatasi penafsiran sumber ini?What evidence supports or limits this source’s interpretation?
Kutip entri ini:Cite this entry: “Jak beut, intat beut, dan seumeubeut dalam kajian Manan”, Acehnologi — Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway, https://acehnologi.com/entri/jak-intat-seumeubeut-manan/