Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

Lini masaTimeline

Tonggak sejarah AcehMilestones in Acehnese history

Peristiwa yang dapat ditanggali, disusun per abad. Tanggal yang masih diperdebatkan diberi keterangan pada entri terkait.Datable events, arranged by century. Dates that remain debated are qualified in the related entries.

Abad ke-3III century

  1. 225 H

    Menurut tradisi naskah silsilah, Kerajaan Peureulak didirikan pada 1 Muharram 225 H oleh rombongan keturunan Ahl al-Bayt.According to genealogical tradition, the Peureulak kingdom is founded on 1 Muharram 225 AH by a party descended from the Ahl al-Bayt.

    Kerajaan PeureulakThe Peureulak (Perlak) Sultanate →

Abad ke-6VI century

  1. 521–486 SM / BCE

    Pemerintahan Raja Darius di Persia, masa yang dikaitkan narasi lokal dengan migrasi orang Persia ke Pulau Ruja.Reign of King Darius in Persia, which local narrative links to Persian migration to Pulau Ruja.

    Narasi asal-usul Achemenia–Persia–AcehThe Achaemenid–Persian–Acehnese origin narrative →

Abad ke-10X century

  1. 986–1006

    Perang antara Peureulak dan Sriwijaya menurut tradisi lokal; berakhir ketika Sriwijaya diserang dari Jawa.War between Peureulak and Srivijaya according to local tradition, ending when Srivijaya is attacked from Java.

    Kerajaan PeureulakThe Peureulak (Perlak) Sultanate →

Abad ke-12XII century

  1. c. 1160

    Menurut Sulālat al-Salāṭīn, Demang Lebar Daun bermigrasi dari Palembang ke Ujong Tanah.According to the Sulalat al-Salatin, Demang Lebar Daun migrates from Palembang to Ujong Tanah.

    Aceh dan pembentukan identitas MelayuAceh and the making of Malay identity →

Abad ke-13XIII century

  1. 1225–1263

    Masa pemerintahan Sultan Makhdum Malik Muhammad Amin Syah di Peureulak menurut tradisi; kedua putrinya dinikahkan dengan penguasa Pasai dan Melaka.Reign of Sultan Makhdum Malik Muhammad Amin Syah in Peureulak per tradition; his daughters marry the rulers of Pasai and Melaka.

    Kerajaan PeureulakThe Peureulak (Perlak) Sultanate →
  2. 1261–1295

    Sultan Malik al-Salih (Meurah Silu) memerintah Samudera Pasai menurut tradisi.Sultan Malik al-Salih (Meurah Silu) rules Samudera Pasai per tradition.

    Samudera Pasai →
  3. 1275 H

    Naskah Tazkirah Thabaqāt Jumu’ Sulthān al-Salāthīn disalin ulang.The manuscript Tazkirah Thabaqat Jumu’ Sulthan al-Salathin is recopied.

    Kerajaan PeureulakThe Peureulak (Perlak) Sultanate →
  4. 1297

    Tahun pada nisan Sultan Malik al-Salih yang memuat syair yang dikaitkan dengan ‘Ali bin Abi Thalib.Date of Sultan Malik al-Salih’s tombstone, bearing verse associated with ‘Ali ibn Abi Talib.

    Samudera Pasai →
  5. 1297–1326

    Masa Sultan Muhammad Malik al-Zahir; dirham emas bergelar al-sulṭān al-‘ādil beredar.Reign of Sultan Muhammad Malik al-Zahir; gold dirhams titled al-sultan al-‘adil circulate.

    Sulthān al-‘Ādil dan dirham emas PasaiSultan al-‘Adil and the Pasai gold dirham →

Abad ke-14XIV century

  1. 1345

    Ibnu Battutah berlabuh di Pasai dan disambut wakil syahbandar bergelar naib sahib al-bahr.Ibn Battuta anchors at Pasai and is received by the harbourmaster's deputy, the naib sahib al-bahr.

    Panglima La’ôtPanglima Laot →
  2. 1350–1394

    Masa Sultan Zainal Abidin Malik az-Zahir; upaya Majapahit menaklukkan Pasai gagal.Reign of Sultan Zainal Abidin Malik az-Zahir; a Majapahit attempt to conquer Pasai fails.

    Samudera Pasai →

Abad ke-15XV century

  1. c. 1400

    Parameswara mendirikan Melaka; kelak menikahi putri dari Pasai–Peureulak dan bergelar Megat Iskandar Syah.Parameswara founds Melaka; he later marries a Pasai–Peureulak princess and takes the name Megat Iskandar Syah.

    Aceh dan pembentukan identitas MelayuAceh and the making of Malay identity →

Abad ke-16XVI century

  1. 1511

    Melaka jatuh ke tangan Portugis; Aceh mengambil peran kekuatan Muslim utama di dunia Melayu.Melaka falls to the Portuguese; Aceh takes up the role of leading Muslim power in the Malay world.

    Aceh dan pembentukan identitas MelayuAceh and the making of Malay identity →
  2. 1564–1623

    Serangkaian serangan Aceh ke Johor (1564, 1570, 1582, 1613, 1618, 1623).A series of Acehnese attacks on Johor (1564, 1570, 1582, 1613, 1618, 1623).

    Aceh dan pembentukan identitas MelayuAceh and the making of Malay identity →
  3. 1580–1583

    Muhammad Jilani bin Hasan Muhammad al-Humaydi, paman Nuruddin ar-Raniry, berada di Aceh dan mendapati masyarakat lebih tertarik pada tasawuf dan kalam.Muhammad Jilani b. Hasan Muhammad al-Humaydi, uncle of Nuruddin al-Raniri, stays in Aceh and finds the population more interested in Sufism and kalam.

    Kebatinan-tasawuf dan kebatinan-KejawenSufi mysticism and Kejawen mysticism →
  4. 1589–1604

    Masa pemerintahan Sultan ‘Ala al-Din Ri’ayat Syah al-Mukammil, periode yang sering dikaitkan dengan aktivitas Hamzah Fansuri.Reign of Sultan ‘Ala al-Din Ri’ayat Syah al-Mukammil, the period often associated with Hamzah Fansuri's activity.

    Hamzah Fansuri dan Hegel: membaca ‘spirit’ lintas tradisiHamzah Fansuri and Hegel: reading ‘spirit’ across traditions →

Abad ke-17XVII century

  1. 1603

    Tāj al-Salāṭīn dikaitkan dengan Bukhari al-Jauhari pada masa Aceh Darussalam.The Taj al-Salatin is associated with Bukhari al-Jauhari in the Aceh Darussalam period.

    Tāj al-Salāṭīn, Bustān al-Salāṭīn dan tradisi PersiaTaj al-Salatin, Bustan al-Salatin and the Persian tradition →
  2. 1607

    Menurut Syed Muhammad Naquib al-Attas, Hamzah Fansuri kemungkinan besar wafat sebelum tahun ini.According to Syed Muhammad Naquib al-Attas, Hamzah Fansuri most likely died before this year.

    Hamzah Fansuri dan Hegel: membaca ‘spirit’ lintas tradisiHamzah Fansuri and Hegel: reading ‘spirit’ across traditions →
  3. 1607–1636

    Pemerintahan Sultan Iskandar Muda; penegakan salat, puasa, serta larangan arak dan judi.Reign of Sultan Iskandar Muda; enforcement of prayer and fasting and bans on arak and gambling.

    Penegakan hukum Islam pada masa Iskandar MudaThe enforcement of Islamic law under Iskandar Muda →
  4. 1607–1636

    Masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda; sebagian sarjana menduga Hamzah Fansuri masih hidup pada awal masa ini.Reign of Sultan Iskandar Muda; some scholars suggest Hamzah Fansuri was still alive early in this period.

    Hamzah Fansuri dan Hegel: membaca ‘spirit’ lintas tradisiHamzah Fansuri and Hegel: reading ‘spirit’ across traditions →
  5. 1607–1636

    Masa pemerintahan Iskandar Muda; sebuah kronik memujinya karena mewajibkan shalat dan puasa serta melarang arak dan judi, meski larangan semacam ini sulit bertahan lama.Reign of Iskandar Muda; a chronicler praises him for enforcing prayer and fasting and banning arrack and gambling, though such bans proved hard to sustain.

    Dunia Aceh dan Dunia Jawa: kosmologi keselarasanThe Acehnese and Javanese worlds: cosmologies of harmony →
  6. 1615–1693

    Masa hidup Abdurrauf al-Singkili, ulama yang dikaitkan dengan simbol Syiah Kuala.Lifetime of Abdurrauf al-Singkili, the scholar associated with the symbol Syiah Kuala.

  7. 1618–1635

    Di bawah Sultan Iskandar Muda, Aceh menguasai Pahang (1618), Kedah (1619), Perak (1620), Nias dan Indragiri (1624), serta Pahang lagi (1635).Under Sultan Iskandar Muda, Aceh takes Pahang (1618), Kedah (1619), Perak (1620), Nias and Indragiri (1624), and Pahang again (1635).

    Aceh dan pembentukan identitas MelayuAceh and the making of Malay identity →
  8. 1636

    Wafatnya Sultan Iskandar Muda; kekuasaan istana mulai terdesentralisasi.Death of Sultan Iskandar Muda; royal power begins to decentralise.

    Struktur pemerintahan Kesultanan AcehThe governing structure of the Aceh Sultanate →
  9. 1641

    Safiyyat al-Din naik takhta; dewan empat orang kaya dibentuk untuk menjalankan pemerintahan.Accession of Safiyyat al-Din; a council of four orang kaya is formed to run the government.

    Adat bak Po Teumeureuhom: adat sebagai sistem pemerintahanAdat bak Po Teumeureuhom: adat as a system of government →
  10. 1642

    Dua pekerja Inggris dihukum karena membuat arak pada masa putri dan pengganti Iskandar Muda.Two English workers punished for making arak under Iskandar Muda’s daughter and successor.

    Penegakan hukum Islam pada masa Iskandar MudaThe enforcement of Islamic law under Iskandar Muda →
  11. 1642

    Dua pekerja Inggris dihukum mati di Aceh karena membuat arak, pada masa pengganti Iskandar Muda.Two English workers are executed in Aceh for making arrack, under Iskandar Muda's successor.

    Dunia Aceh dan Dunia Jawa: kosmologi keselarasanThe Acehnese and Javanese worlds: cosmologies of harmony →
  12. 1665

    Abdurrauf as-Singkili ditetapkan sebagai qadhi malikul adil, menurut tradisi setelah tiba di Kuala Aceh sebagai pawang pukat.Abdurrauf al-Singkili is appointed qadhi malikul adil, traditionally after arriving at Kuala Aceh as a pawang pukat.

    Panglima La’ôtPanglima Laot →
  13. 1672

    Dua utusan Syarif Barakat dari Mekkah tiba di Aceh; Sultanah Naqiyyat al-Din mengirim hadiah emas ke Haramayn.Two envoys of Sharif Barakat of Mecca reach Aceh; Sultanah Naqiyyat al-Din sends gifts of gold to the Haramayn.

    Bayt al-Asyi dan wakaf Aceh di Tanah SuciBayt al-Asyi and Acehnese endowments in the Holy Land →
  14. 1696

    Perkiraan awal kehadiran orang Aceh di Pulau Pinang, dikaitkan dengan Dato’ Keramat (Haji Keramat).Estimated beginning of Acehnese presence in Penang, linked to Dato’ Keramat (Haji Keramat).

    Pulau Pinang sebagai ‘Jeddah Kedua’Penang as the ‘Second Jeddah’ →
  15. 1696

    Pedagang Aceh Haji Keramat disebut telah hadir di Pulau Pinang, jauh sebelum kedatangan Francis Light.The Acehnese trader Haji Keramat is reported present on Penang, long before Francis Light.

    Pulau Pinang sebagai ‘Jeddah Kedua’Penang as the ‘Second Jeddah’ →
  16. 1699

    Sultan Badrul Alam Syarif Hasyim Jamalul Layl naik takhta Aceh, mengakhiri masa para sultanah.Sultan Badrul Alam Syarif Hasyim Jamalul Layl takes the Acehnese throne, ending the era of the sultanahs.

    Seyyed Hussain al-Aidid dan Lebuh AcehSeyyed Hussain al-Aidid and Acheen Street →

Abad ke-18XVIII century

  1. 1710–1812

    Masa hidup Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, pengarang Sabīl al-Muhtadīn.Lifetime of Shaykh Muhammad Arsyad al-Banjari, author of Sabīl al-Muhtadīn.

    Sabīl al-Muhtadīn dan Sīr al-SālikīnSabīl al-Muhtadīn and Sīr al-Sālikīn →
  2. 1786

    Francis Light membuka Pulau Pinang (17 Juli) dengan izin Kesultanan Kedah.Francis Light opens Penang (17 July) with the permission of the Kedah sultanate.

    Pulau Pinang sebagai ‘Jeddah Kedua’Penang as the ‘Second Jeddah’ →
  3. 1792

    Seyyed Hussain al-Aidid, wakil kerabat diraja Aceh, tiba di Pulau Pinang.Seyyed Hussain al-Aidid, representative of the Acehnese royal circle, arrives in Penang.

    Seyyed Hussain al-Aidid dan Lebuh AcehSeyyed Hussain al-Aidid and Acheen Street →
  4. 1795–1823

    Masa Sultan Jauhar al-Alam; hubungan Aceh dengan East India Company menguat dan ekspor lada melonjak.Reign of Sultan Jauhar al-Alam; Aceh’s ties with the East India Company grow and pepper exports surge.

    Seyyed Hussain al-Aidid dan Lebuh AcehSeyyed Hussain al-Aidid and Acheen Street →

Abad ke-19XIX century

  1. 1800

    Habib Bugak mengikrarkan wakaf rumah di Mekkah bagi jemaah dan pelajar Aceh (1222 H menurut satu sumber; sumber lain 1224 H).Habib Bugak endows a house in Mecca for Acehnese pilgrims and students (1222 AH in one source; others 1224 AH).

    Habib Bugak Asyi →
  2. 1803

    Habib Bugak Asyi mewakafkan tanah dan rumah di Mekkah (tercatat 18 Rabiul Akhir 1224 H), cikal bakal Bayt al-Asyi.Habib Bugak Asyi endows land and a house in Mecca (recorded as 18 Rabi‘ al-Akhir 1224 AH), the origin of Bayt al-Asyi.

    Bayt al-Asyi dan wakaf Aceh di Tanah SuciBayt al-Asyi and Acehnese endowments in the Holy Land →
  3. 1808

    Masjid Melayu–Aceh didirikan di Lebuh Aceh, Pulau Pinang.The Malay–Acehnese mosque is built on Acheen Street, Penang.

    Seyyed Hussain al-Aidid dan Lebuh AcehSeyyed Hussain al-Aidid and Acheen Street →
  4. 1808

    Seyyed Hussain al-Aidid mendirikan Masjid Melayu-Aceh di Lebuh Aceh, Pulau Pinang, yang juga menjadi asrama jemaah haji.Seyyed Hussain al-Aidid founds the Malay-Acehnese Mosque on Lebuh Aceh, Penang, which also lodges pilgrims.

    Seyyed Hussain al-Aidid dan Lebuh AcehSeyyed Hussain al-Aidid and Acheen Street →
  5. 1869

    Terusan Suez dibuka; kapal uap mempersingkat perjalanan haji.The Suez Canal opens; steamships shorten the hajj voyage.

    Dari kapal haji ke pesawat terbangFrom pilgrim ship to aeroplane →
  6. 1873

    Belanda menyatakan perang terhadap Aceh (26 Maret); pada Juni sekitar 270 jemaah yang pulang dari Mekkah diblokade.The Dutch declare war on Aceh (26 March); in June some 270 pilgrims returning from Mecca are blockaded.

    Pulau Pinang sebagai ‘Jeddah Kedua’Penang as the ‘Second Jeddah’ →
  7. 1873

    Belanda menyatakan perang terhadap Aceh pada 26 Maret, mengakhiri era diplomasi yang kerap ditonjolkan dalam tulisan tentang Aceh.The Dutch declare war on Aceh on 26 March, ending the era of diplomacy often highlighted in writing about Aceh.

    Delapan isu sentral dalam tulisan tentang AcehEight core themes in writing about Aceh →
  8. 1873

    Belanda melancarkan Perang Aceh; haji mulai dicurigai sebagai sarana perlawanan.The Dutch launch the Aceh War; the hajj comes under suspicion as a channel of resistance.

    Politik komunitas Aceh di Mekkah pada masa Perang AcehAcehnese politics in Mecca during the Aceh War →
  9. 1873–1942

    Masa Perang Aceh–Belanda; kedudukan sultan dan uleebalang runtuh.Period of the Aceh–Dutch War; the positions of sultan and uleebalang collapse.

    Struktur pemerintahan Kesultanan AcehThe governing structure of the Aceh Sultanate →
  10. 1874

    Awal kepemimpinan Muhammad Saman di Tiro, titik pertama dalam daftar Wali versi Hasan di Tiro.Start of Muhammad Saman di Tiro's leadership, the first entry in Hasan di Tiro's list of Walis.

    Tgk. Hasan di Tiro →
  11. 1878

    Gagasan Pan-Islam menguat di tengah ekspansi Eropa ke wilayah Muslim.Pan-Islamic ideas gain ground amid European expansion into Muslim lands.

    Snouck Hurgronje, haji, dan Pan-IslamSnouck Hurgronje, the hajj and Pan-Islamism →
  12. 1878

    Teungku Chik di Tiro mengorganisasi pasukan gerilya di Pidie.Teungku Chik di Tiro organises guerrilla bands in Pidie.

  13. 1881

    Tgk. Chik Pante Kulu menggubah Hikayat Prang Sabi; Nyak Amin melayani jemaah Aceh di Pinang.Tgk. Chik Pante Kulu composes the Hikayat Prang Sabi; Nyak Amin serves Acehnese pilgrims in Penang.

    Hikayat Prang SabiHikayat Prang Sabi (Epic of the Holy War) →
  14. 1883

    Tuanku Muhammad Syah mengangkat Teungku Chik di Tiro sebagai qadhi malikul adil dan Teuku Umar sebagai amir al-bahri (Panglima La’ôt) di Aceh Barat.Tuanku Muhammad Syah appoints Teungku Chik di Tiro chief judge and Teuku Umar amir al-bahri (Panglima Laot) for West Aceh.

    Panglima La’ôtPanglima Laot →
  15. 1885

    Snouck Hurgronje tinggal di Mekkah (Februari–Agustus) sebelum diusir.Snouck Hurgronje lives in Mecca (February–August) before being expelled.

    Snouck Hurgronje, haji, dan Pan-IslamSnouck Hurgronje, the hajj and Pan-Islamism →
  16. 1885

    Snouck Hurgronje tinggal sekitar tujuh bulan di Mekkah dan menulis tentang potensi subversif para haji.Snouck Hurgronje spends about seven months in Mecca and writes on the subversive potential of pilgrims.

    Snouck Hurgronje, haji, dan Pan-IslamSnouck Hurgronje, the hajj and Pan-Islamism →
  17. 1890

    Pemimpin perang menganjurkan penundaan haji; Belanda membentuk pasukan marsose; pertempuran di Sungai Idi (Mei–Juli) memutus jalur haji Idi–Pinang.War leaders urge postponing the hajj; the Dutch form the Marechaussee; fighting on the Idi River (May–July) severs the Idi–Penang hajj route.

    Pulau Pinang sebagai ‘Jeddah Kedua’Penang as the ‘Second Jeddah’ →
  18. 1890-an

    Pemerintah kolonial mulai mendata ketat setiap orang Aceh yang berangkat dan pulang haji.The colonial government begins strictly registering every Acehnese departing for and returning from the hajj.

    Politik komunitas Aceh di Mekkah pada masa Perang AcehAcehnese politics in Mecca during the Aceh War →
  19. 1891

    Snouck Hurgronje tiba di Aceh pada 9 Juli untuk mempelajari unsur keagamaan dalam politik setempat.Snouck Hurgronje arrives in Aceh on 9 July to study the religious element in local politics.

    Snouck Hurgronje, haji, dan Pan-IslamSnouck Hurgronje, the hajj and Pan-Islamism →

Abad ke-20XX century

  1. 1902

    Kelahiran Teungku Syeikh Abdul Hamid Samalanga.Birth of Teungku Shaykh Abdul Hamid Samalanga.

    Teungku Syeikh Abdul Hamid Samalanga (Ayah Hamid)Teungku Shaykh Abdul Hamid Samalanga (Ayah Hamid) →
  2. 1903

    Snouck Hurgronje menerbitkan uraian rinci tentang masyarakat Gayo.Snouck Hurgronje publishes a detailed account of Gayo society.

    Identitas Gayo dalam konstruksi ke-Aceh-anGayo identity within Acehneseness →
  3. 1903

    Snouck Hurgronje menerbitkan uraian rinci pertama tentang masyarakat Gayo, yang memandang Gayo dari sudut pandang Aceh.Snouck Hurgronje publishes the first detailed account of Gayo society, presenting the Gayo from an Acehnese standpoint.

    John R. Bowen →
  4. 1911

    Tgk Chik Mahjeddin dan Tgk Chik Ma‘at dari keluarga Tiro gugur pada 3 Desember dalam perang melawan Belanda.Tgk Chik Mahjeddin and Tgk Chik Ma‘at of the Tiro family fall on 3 December fighting the Dutch.

    Wali Nanggroe →
  5. 1911

    Tgk. Chik Mahjeddin dan Tgk. Chik Ma‘at di Tiro gugur (3 Desember) dalam perang melawan Belanda; dijadikan dasar klaim suksesi Hasan di Tiro.Tgk. Chik Mahjeddin and Tgk. Chik Ma‘at di Tiro fall (3 December) fighting the Dutch; later the basis of Hasan di Tiro's succession claim.

    Tgk. Hasan di Tiro →
  6. 1916

    Tgk. Haji Hasan Krueng Kale, sepulang dari Mekkah, memimpin Dayah Krueng Kale.Tgk. Haji Hasan Krueng Kale, back from Mecca, takes charge of Dayah Krueng Kale.

    Jaringan ulama Aceh–HaramaynThe Aceh–Haramayn scholarly network →
  7. 1920

    Pemerintah Hindia Belanda membangun karantina haji di Pulau Rubiah, Sabang.The Netherlands Indies government builds the hajj quarantine station on Pulau Rubiah, Sabang.

    Karantina Haji Pulau RubiahThe Pulau Rubiah hajj quarantine station →
  8. 1922

    Pemerintah kolonial membentuk komisi yang mengganti priesterraden menjadi penghulu-gerecht.The colonial government forms a commission that renames the priesterraden as penghulu-gerecht.

    Teori resepsi dan pemisahan adat dari hukum IslamReception theory and the separation of adat from Islamic law →
  9. 1923

    Teuku Nyak Puteh, ayah P. Ramlee, bermigrasi dari Aceh Utara ke Pulau Pinang.Teuku Nyak Puteh, P. Ramlee’s father, migrates from North Aceh to Penang.

    P. Ramlee (Teuku Zakaria bin Teuku Nyak Puteh) →
  10. 1926

    Syeikh Abdul Hamid Samalanga menyingkir ke Mekkah melalui Pulau Pinang.Shaykh Abdul Hamid Samalanga flees to Mecca via Penang.

    Teungku Syeikh Abdul Hamid Samalanga (Ayah Hamid)Teungku Shaykh Abdul Hamid Samalanga (Ayah Hamid) →
  11. 1926

    Tgk. Haji Abdullah Ujong Rimba berangkat ke Mekkah dan menetap sekitar tiga tahun (sumber lain: 1927).Tgk. Haji Abdullah Ujong Rimba leaves for Mecca, staying about three years (another source: 1927).

    Tgk. Haji Abdullah Ujong Rimba →
  12. 1927

    Tgk. Haji Abdullah Ujongrimba berhaji dan berguru tiga tahun di Tanah Arab.Tgk. Haji Abdullah Ujongrimba performs hajj and studies three years in Arabia.

    Teungku Syeikh Abdul Hamid Samalanga (Ayah Hamid)Teungku Shaykh Abdul Hamid Samalanga (Ayah Hamid) →
  13. 1929

    Reformasi pendidikan Islam bersama Tgk. Muhammad Daud Beureueh dimulai; P. Ramlee lahir di Pulau Pinang (22 Maret).Islamic educational reform with Tgk. Muhammad Daud Beureueh begins; P. Ramlee is born in Penang (22 March).

    Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA)All-Aceh Ulama Association (PUSA) →
  14. 1939

    PUSA didirikan pada 5 Mei di Matang Geulumpang Dua, Bireuen.PUSA is founded on 5 May at Matang Geulumpang Dua, Bireuen.

    Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA)All-Aceh Ulama Association (PUSA) →
  15. 1940-an

    Hasbi Ash-Shiddieqy mulai menggagas Fiqh Indonesia.Hasbi Ash-Shiddieqy begins to propose Fiqh Indonesia.

    Fiqh IndonesiaFiqh Indonesia (Indonesian fiqh) →
  16. 1942

    Pendudukan Jepang; karantina Pulau Rubiah tidak lagi digunakan.Japanese occupation; the Pulau Rubiah quarantine station falls out of use.

    Karantina Haji Pulau RubiahThe Pulau Rubiah hajj quarantine station →
  17. 1945

    Aceh bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia; awal perubahan status dari nanggroe menjadi daerah.Aceh joins the unitary Republic of Indonesia; beginning of the shift from nanggroe to daerah.

    Dari nanggroe ke daerah: disfungsi pengalaman historisFrom nanggroe to daerah: the dislocation of historical experience →
  18. 1948

    Sosialisasi gagasan Fiqh Indonesia belum mendapat sambutan hangat.Efforts to promote Fiqh Indonesia still meet with little enthusiasm.

    Fiqh IndonesiaFiqh Indonesia (Indonesian fiqh) →
  19. 1949

    Misi Haji RI II berangkat ke Timur Tengah pada September.The Second RI Hajj Mission departs for the Middle East in September.

    Misi Haji RI II (1949)The Second RI Hajj Mission (1949) →
  20. 1949

    Kartosuwiryo memproklamasikan Negara Islam Indonesia (12 Syawal 1366 / 7 Agustus 1949), rujukan proklamasi Aceh 1953.Kartosuwiryo proclaims the Islamic State of Indonesia (12 Shawwal 1366 / 7 August 1949), the reference for Aceh's 1953 proclamation.

    Proklamasi Aceh sebagai bagian Negara Islam Indonesia (1953)Aceh's proclamation as part of the Islamic State of Indonesia (1953) →
  21. 1949

    Tiga tokoh Aceh, Syekh Haji Abdul Hamid, Ali Hasjmy, dan Muhammad Nur El-Ibrahimy, memimpin misi haji Republik yang juga berdiplomasi bagi kemerdekaan.Three Acehnese, Syekh Haji Abdul Hamid, Ali Hasjmy and Muhammad Nur El-Ibrahimy, lead the Republic's hajj mission, which also lobbies for independence.

    Misi Haji RI II (1949)The Second RI Hajj Mission (1949) →
  22. 1952

    Indonesia pertama kali memberangkatkan jemaah haji dengan pesawat; Aceh turut serta.Indonesia flies pilgrims for the first time; Aceh takes part.

    Dari kapal haji ke pesawat terbangFrom pilgrim ship to aeroplane →
  23. 1953

    Piagam Batee Kureng (21 September) menetapkan Daud Beureueh sebagai Wali Negara pertama.The Batee Kureng Charter (21 September) names Daud Beureueh the first Wali Negara.

    Wali Nanggroe →
  24. 1953

    Piagam Bate Kureng ditandatangani Tgk. Daud Beureueh (21 September); Wali Negara pertama ditetapkan.Tgk. Daud Beureueh signs the Bate Kureng Charter (21 September), establishing the first Wali Negara.

    Piagam Bate KurengBate Kureng Charter →
  25. 1953

    Gerakan Tgk. Daud Beureueh; spirit Islam Aceh dialihkan menjadi tuntutan terhadap pemerintah pusat.Tgk. Daud Beureueh's movement; Aceh's Islamic spirit is redirected into demands on the central government.

    Kosmologi Aceh dan kosmologi JawaAcehnese and Javanese cosmologies →
  26. 1953

    Daud Beureueh memproklamasikan Aceh sebagai bagian Negara Islam Indonesia (20 September); pada hari yang sama Mayor Priyatna mengeluarkan pengumuman militer.Daud Beureueh proclaims Aceh part of the Islamic State of Indonesia (20 September); on the same day Major Priyatna issues a military announcement.

    Proklamasi Aceh sebagai bagian Negara Islam Indonesia (1953)Aceh's proclamation as part of the Islamic State of Indonesia (1953) →
  27. 1956

    Aceh berpisah dari Provinsi Sumatra Utara dan kemudian memiliki kantor wilayah agama sendiri untuk mengurus haji.Aceh separates from North Sumatra province and later gains its own religious affairs office to manage the hajj.

    Embarkasi Haji Aceh: dari Sabang ke Bandara Sultan Iskandar MudaThe Aceh hajj embarkation: from Sabang to Sultan Iskandar Muda Airport →
  28. 1960

    Hasbi Ash-Shiddieqy menjabat Dekan Fakultas Syariah di lingkungan IAIN.Hasbi Ash-Shiddieqy serves as Dean of a Sharia Faculty in the IAIN system.

    Tgk. Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy →
  29. 1961

    Rumusan pendekatan Fiqh Indonesia oleh Hasbi.Hasbi's formulation of the Fiqh Indonesia approach.

    Fiqh IndonesiaFiqh Indonesia (Indonesian fiqh) →
  30. 1970-an

    Diskusi Islamisasi Ilmu Pengetahuan muncul di Asia Tenggara; studi Islam di IAIN diarahkan ke model Islam rasional Harun Nasution.Discussion of the Islamisation of Knowledge emerges in Southeast Asia; Islamic studies at IAIN turn towards Harun Nasution's rational-Islam model.

    Islam rasional dan reintegrasi ilmu di IAINRational Islam and the integration of knowledge at IAIN →
  31. 1970-an

    Generasi sarjana Aceh tanpa pendidikan luar negeri, seperti Hasbi Ash-Shiddieqy dan Ali Hasjmy, sangat produktif menulis.A generation of Acehnese scholars without foreign degrees, such as Hasbi Ash-Shiddieqy and Ali Hasjmy, writes prolifically.

    Generasi sarjana 1970-an dan ‘sarjana via-TOEFL’The 1970s generation and the ‘TOEFL-route scholars’ →
  32. 1973

    P. Ramlee wafat (29 Mei).P. Ramlee dies (29 May).

    P. Ramlee (Teuku Zakaria bin Teuku Nyak Puteh) →
  33. 1974

    Pusat Latihan Penelitian Ilmu-ilmu Sosial Aceh diselenggarakan, menandai awal pengenalan ilmu sosial dalam studi Islam di Aceh.The Aceh Social Science Research Training Centre is held, marking the start of bringing social science into Islamic studies in Aceh.

    Aceh sebagai laboratorium sosialAceh as a social laboratory →
  34. 1976

    GAM muncul; gelombang migrasi orang Aceh ke Malaysia menyusul pada dekade berikutnya.GAM emerges; waves of Acehnese migration to Malaysia follow in the next decade.

    Imigran Aceh di Semenanjung MalaysiaAcehnese migrants in Peninsular Malaysia →
  35. 1976

    Hasan di Tiro memproklamasikan GAM dan menyebut dirinya Wali Nanggroe.Hasan di Tiro proclaims GAM and styles himself Wali Nanggroe.

    Gerakan Aceh Merdeka (GAM)Free Aceh Movement (GAM) →
  36. 1976

    Hasan di Tiro mulai membangkitkan spirit perjuangan dengan merujuk sejarah Aceh.Hasan di Tiro begins reviving a spirit of struggle by invoking Aceh’s history.

    Spirit ke-Aceh-an: poros istana dan poros ulamaThe Acehnese spirit: the palace axis and the ulama axis →
  37. 1976

    Hasan di Tiro menjadikan sisa kekecewaan pasca-DI/TII sebagai kekuatan politik baru.Hasan di Tiro turns lingering post-Darul Islam resentment into a new political force.

    Aceh di tengah kepungan peradabanAceh amid encircling civilisations →
  38. 1976

    Tgk. Hasan di Tiro berupaya menyatukan spirit kebudayaan dan politik Aceh.Tgk. Hasan di Tiro seeks to fuse Aceh's cultural and political spirit.

    Tgk. Hasan di Tiro →
  39. 1976

    GAM muncul; sejak itu banyak warga Aceh pindah ke Pulau Pinang dan Kuala Lumpur.GAM emerges; many Acehnese subsequently move to Penang and Kuala Lumpur.

    Gerakan Aceh Merdeka (GAM)Free Aceh Movement (GAM) →
  40. 1976

    Konflik bersenjata di bawah Tgk. Hasan di Tiro dimulai, bertepatan dengan konsolidasi pembangunan Orde Baru.Armed conflict under Hasan di Tiro begins, coinciding with the New Order’s consolidation of development.

    Teori wayang dalam konflik AcehThe wayang theory of the Aceh conflict →
  41. 1976–2005

    Konflik bersenjata Aceh dengan pemerintah Indonesia.Armed conflict between Aceh and the Indonesian government.

    Dari nanggroe ke daerah: disfungsi pengalaman historisFrom nanggroe to daerah: the dislocation of historical experience →
  42. 1977

    Pada 22 Mei di Gunung Halimon, Pidie, GAM memberi gelar Wali Nanggroe kepada Hasan di Tiro.On 22 May at Mount Halimon, Pidie, GAM bestows the title Wali Nanggroe on Hasan di Tiro.

    Wali Nanggroe →
  43. 1977

    Deklarasi Republik Islam Aceh di Gunung Halimon, Pidie (22 Mei); Daud Beureueh diberi gelar Mufti Empat.Proclamation of the Islamic Republic of Aceh at Gunung Halimon, Pidie (22 May); Daud Beureueh receives the title Mufti Empat.

    Wali Nanggroe →
  44. 1977

    Jemaah haji udara (12.899) untuk pertama kali melampaui jemaah laut (7.450).Air pilgrims (12,899) outnumber sea pilgrims (7,450) for the first time.

    Dari kapal haji ke pesawat terbangFrom pilgrim ship to aeroplane →
  45. 1978

    Pelayaran haji terakhir Indonesia dengan KM Arafat.Indonesia's last pilgrim voyage, aboard KM Arafat.

    Dari kapal haji ke pesawat terbangFrom pilgrim ship to aeroplane →
  46. 1979

    Seluruh jemaah haji Indonesia, termasuk dari Aceh, diberangkatkan dengan pesawat.All Indonesian pilgrims, including the Acehnese, now travel by air.

    Dari kapal haji ke pesawat terbangFrom pilgrim ship to aeroplane →
  47. 1980-an

    Model pondok pesantren modern diadopsi dari Gontor; sebutan ustaz mulai menyebar di Aceh.The modern pondok pesantren model is adopted from Gontor; the title ustaz begins to spread in Aceh.

    Dari teungku ke ustaz: pergeseran otoritas keagamaanFrom teungku to ustaz: a shift in religious authority →
  48. 1980-an

    Di pedalaman Aceh Utara bahasa Aceh masih menjadi satu-satunya bahasa pergaulan; bahasa Indonesia baru dikenal anak-anak di sekolah.In the interior of North Aceh, Acehnese is still the sole everyday language; children first meet Indonesian at school.

    Peta sosial bahasa di Aceh: tunong, baroh, dan anak komplekThe social map of language in Aceh: uplands, lowlands and 'compound kids' →
  49. 1980-an

    Dayah terpadu atau dayah modern mulai muncul, memasukkan pendidikan umum dan bahasa asing.Integrated or modern dayah begin to appear, adding general subjects and foreign languages.

    Masa depan dayah: empat pilihan menuju 2050The future of the dayah: four options towards 2050 →
  50. 1980-an

    Dayah modern bergaya Gontor muncul di Aceh, antara lain di Langsa; gelar ustaz mulai dikenal.Gontor-style modern dayah appear in Aceh, including at Langsa; the title ustaz becomes known.

    Pondok pesantren modern di AcehModern pondok pesantren in Aceh →
  51. 1980-an–awal 1990-an

    Masa marak sandiwara keliling di Aceh; penonton TVRI di Aceh menyambut tayangan tentang Aceh dengan seruan “Aceh! Aceh!”.Heyday of travelling sandiwara in Aceh; TVRI viewers in Aceh greet broadcasts about Aceh with cries of ‘Aceh! Aceh!’.

    Peh bantai dan sandiwara kelilingPeh bantai and travelling sandiwara theatre →
  52. Akhir 1980-an

    Aceh resmi menjadi embarkasi penuh di Bandara Sultan Iskandar Muda.Aceh becomes a full embarkation point at Sultan Iskandar Muda Airport.

    Embarkasi Haji Aceh: dari Sabang ke Bandara Sultan Iskandar MudaThe Aceh hajj embarkation: from Sabang to Sultan Iskandar Muda Airport →
  53. 1981

    Ismâ‘îl al-Fârûqî menggerakkan gagasan Islamisasi ilmu secara internasional melalui IIIT.Isma‘il al-Faruqi drives the Islamisation of knowledge internationally through IIIT.

    Islamisasi Ilmu PengetahuanIslamisation of Knowledge →
  54. 1982

    Seminar internasional di Islamabad membuka wacana metodologi Islamisasi ilmu.An international seminar in Islamabad opens debate on the methodology of Islamisation.

    Islamisasi Ilmu PengetahuanIslamisation of Knowledge →
  55. 1983

    Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (IIUM) berdiri dan menerapkan pendekatan tauhidi.The International Islamic University Malaysia (IIUM) is founded and applies the tawhidic approach.

    Islamisasi Ilmu PengetahuanIslamisation of Knowledge →
  56. 1983

    Menurut sebagian pihak, dayah modern pertama di Aceh, Ulumul Qur’an–Bustanul Ulum, dibangun di Langsa, Aceh Timur.By some accounts, Aceh's first modern dayah, Ulumul Qur’an–Bustanul Ulum, is built in Langsa, East Aceh.

    Pondok pesantren modern di AcehModern pondok pesantren in Aceh →
  57. 1984

    Seminar internasional di Kuala Lumpur mengarahkan Islamisasi ilmu pada program aksi.An international seminar in Kuala Lumpur steers Islamisation towards a programme of action.

    Islamisasi Ilmu PengetahuanIslamisation of Knowledge →
  58. 1985

    Kuntowijoyo tiba di Banda Aceh dan mencatat ucapan seorang porter ‘ini Aceh, bukan Jawa’ sebagai contoh stereotip.Kuntowijoyo arrives in Banda Aceh and records a porter's remark 'this is Aceh, not Java' as an example of stereotyping.

    Stereotip timbal balik: ‘Jawa’ di mata AcehMutual stereotypes: 'Java' in Acehnese eyes →
  59. 1987

    Konferensi internasional di Sudan menjabarkan metodologi Islamisasi dalam berbagai disiplin.An international conference in Sudan sets out Islamisation methodologies for several disciplines.

    Islamisasi Ilmu PengetahuanIslamisation of Knowledge →
  60. 1990

    P. Ramlee dianugerahi gelar Tan Sri secara anumerta.P. Ramlee is posthumously awarded the title Tan Sri.

    P. Ramlee (Teuku Zakaria bin Teuku Nyak Puteh) →
  61. 1990-an

    Cendekiawan Universiti Malaya mengembangkan gagasan Fiqh Malaysia.Universiti Malaya scholars develop the idea of Fiqh Malaysia.

    Fiqh MalaysiaFiqh Malaysia (Malaysian fiqh) →
  62. 1990-an

    IAIN banyak disuplai alumni Timur Tengah; persaingan fungsi intelektual dengan alumni dayah menguat.The IAIN is largely staffed by Middle Eastern graduates; competition with dayah graduates over intellectual roles intensifies.

    Perebutan fungsi intelektual: alumni Timur Tengah, IAIN, dan dayahContesting intellectual roles: Middle East, IAIN and dayah graduates →
  63. 1990-an

    Nasyid dari Malaysia masuk ke Aceh, antara lain melalui jaringan Darul Arqam; awal 2000-an remaja Banda Aceh membentuk grup nasyid.Malaysian nasyid enters Aceh, partly via the Darul Arqam network; in the early 2000s Banda Aceh youths form nasyid groups.

    Saman dan Campur Sari: batas penerimaan budayaSaman and Campur Sari: the limits of cultural borrowing →
  64. 1990-an–2000-an

    Anak-anak perkotaan makin banyak dibesarkan dengan bahasa selain bahasa Aceh; bahasa Indonesia menjadi bahasa ibu.Urban children are increasingly raised in languages other than Acehnese; Indonesian becomes their mother tongue.

    Bahasa Aceh dan pergeseran bahasaAcehnese and language shift →
  65. 1998

    Soeharto mundur (21 Mei); peristiwa ini dibaca dalam kosmologi Jawa sebagai lengser keprabon menuju pandito.Suharto resigns (21 May); the event is read in Javanese cosmology as lengser keprabon, stepping down to become a sage.

    ‘Orang pusat’ dan ‘orang daerah’: Aceh dalam budaya politik Indonesia'Centre people' and 'regional people': Aceh in Indonesian political culture →
  66. Pasca-1998

    Operasi militer dan sweeping menjadikan pilihan bahasa penentu keselamatan warga.Military operations and checkpoint sweeps make language choice a matter of civilian safety.

    Bahasa di masa konflikLanguage in times of conflict →
  67. 1999

    Mulai Juli, upaya menumbuhkan kembali lembaga Panglima La’ôt di tingkat Aceh.From July, efforts begin to revive the Panglima Laot institution across Aceh.

    Panglima La’ôtPanglima Laot →

Abad ke-21XXI century

  1. 2000

    Musyawarah Panglima La’ôt 6–7 Juni merancang struktur tingkat lhok, kabupaten, dan provinsi.A Panglima Laot meeting on 6–7 June designs lhok, district and provincial tiers.

    Panglima La’ôt Aceh (PLA)Panglima Laot Aceh (PLA) →
  2. 2000-an

    Terbit buku Fiqh Malaysia: Ke Arah Pembinaan Fiqh Tempatan Yang Terkini.Publication of Fiqh Malaysia: Ke Arah Pembinaan Fiqh Tempatan Yang Terkini.

    Fiqh MalaysiaFiqh Malaysia (Malaysian fiqh) →
  3. 2000-an

    IAIN mulai menggeser paradigma kajian Islam melalui reintegrasi ilmu-ilmu.IAIN begins shifting the paradigm of Islamic studies through the integration of the sciences.

    Islam rasional dan reintegrasi ilmu di IAINRational Islam and the integration of knowledge at IAIN →
  4. Akhir 2000-an

    Komisi Beasiswa Aceh mengirim penerima ke Timur Tengah, Malaysia, Tiongkok, Eropa, dan Australia.The Aceh Scholarship Commission sends recipients to the Middle East, Malaysia, China, Europe and Australia.

    Komisi Beasiswa Aceh (KBA)Aceh Scholarship Commission (KBA) →
  5. 2001

    Panglima La’ôt tingkat provinsi diresmikan setelah kasus kapal Thailand; duek pakat di Sabang menyisihkan Rp3,5 miliar untuk dana abadi beasiswa.The provincial Panglima Laot is formalised after the Thai boats case; a duek pakat in Sabang sets aside Rp3.5 billion as a scholarship endowment.

    Panglima La’ôt Aceh (PLA)Panglima Laot Aceh (PLA) →
  6. 2001–2005

    Selama konflik, sejumlah Panglima La’ôt tewas ditembak karena sebutan panglima dikira jabatan GAM.During the conflict, several Panglima Laot are shot dead because the title panglima is mistaken for a GAM rank.

    Panglima La’ôt di tengah politik lokal pascadamaiPanglima Laot in post-peace local politics →
  7. 2002

    YPMAN menyalurkan beasiswa kepada 350 anak nelayan.YPMAN awards scholarships to 350 fishers' children.

    Panglima La’ôt Aceh (PLA)Panglima Laot Aceh (PLA) →
  8. 2002

    Kesepakatan damai GAM–Pemerintah Indonesia gagal.The GAM–Indonesia peace agreement fails.

    MoU HelsinkiHelsinki Memorandum of Understanding →
  9. 2003

    Presiden Megawati menandatangani Keppres No. 23/2003 tentang operasi terpadu di Aceh, puncak konflik Aceh–Indonesia.President Megawati signs Presidential Decree No. 23/2003 on an integrated operation in Aceh, the peak of the Aceh–Indonesia conflict.

    Teori wayang dalam konflik AcehThe wayang theory of the Aceh conflict →
  10. 2004

    Tsunami melanda Aceh; program Panglima La’ôt Berduka bersama UNDP membersihkan fasilitas publik Banda Aceh.The tsunami strikes Aceh; the Panglima Laot Berduka programme with UNDP cleans public facilities in Banda Aceh.

    Panglima La’ôt Aceh (PLA)Panglima Laot Aceh (PLA) →
  11. 2004

    Tsunami melanda Aceh; Presiden mengunjungi Krueng Mane, Aceh Utara, tak lama setelah bencana.The tsunami strikes Aceh; the President visits Krueng Mane, North Aceh, soon afterwards.

    Kosmologi Aceh dan kosmologi JawaAcehnese and Javanese cosmologies →
  12. 2004

    Tsunami memicu ledakan beasiswa studi lanjut dan ‘banjir buku’ penulis muda Aceh.The tsunami triggers a boom in postgraduate scholarships and a ‘flood of books’ by young Acehnese authors.

    Komisi Beasiswa Aceh (KBA)Aceh Scholarship Commission (KBA) →
  13. 2004

    Tsunami melanda Aceh; dalam teori wayang dibaca sebagai “campur tangan dewa” yang membuka babak perundingan.The tsunami strikes Aceh; in the wayang theory it is read as ‘divine intervention’ opening the act of negotiation.

    Teori wayang dalam konflik AcehThe wayang theory of the Aceh conflict →
  14. 2005

    Universiti Malaya menganugerahkan doktor kehormatan seni persembahan kepada P. Ramlee.Universiti Malaya confers an honorary doctorate in performing arts on P. Ramlee.

    P. Ramlee (Teuku Zakaria bin Teuku Nyak Puteh) →
  15. 2005

    MoU Helsinki ditandatangani, mengamanatkan Qanun Aceh dan lembaga Wali Nanggroe.The Helsinki MoU is signed, mandating a Qanun Aceh and the Wali Nanggroe institution.

    Wali Nanggroe →
  16. 2005

    MoU Helsinki ditandatangani (15 Agustus); GAM menyerahkan 1.021 pucuk senjata kepada AMM.The Helsinki MoU is signed (15 August); GAM surrenders 1,021 weapons to the AMM.

    MoU HelsinkiHelsinki Memorandum of Understanding →
  17. 2005

    Ustaz muda dari Jawa didatangkan Jaringan Sunnah di Aceh Utara untuk mengajar hafalan al-Qur’an.Young ustaz from Java are brought to North Aceh by the ‘Sunnah Network’ to teach Qur’an memorisation.

    Jaringan Sunnah di Aceh UtaraThe ‘Sunnah Network’ in North Aceh →
  18. 2005

    MoU Helsinki disepakati antara Pemerintah Indonesia dan GAM.The Helsinki MoU is agreed between the Indonesian government and GAM.

    MoU HelsinkiHelsinki Memorandum of Understanding →
  19. 2005

    Penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus mengakhiri konflik dan meredakan propaganda anti-Jawa.The Helsinki MoU signed on 15 August ends the conflict and defuses anti-Javanese propaganda.

    MoU HelsinkiHelsinki Memorandum of Understanding →
  20. 2005

    Setelah perdamaian, penyelenggaraan haji di Aceh makin tertata dalam kerangka kekhususan Aceh.After the peace, hajj administration in Aceh becomes more orderly under its special status.

    Kuota, nomor porsi, dan budaya ‘ka leuh daftar haji’Quotas, waiting numbers and the culture of 'ka leuh daftar haji' →
  21. 2006

    M. Adli Abdullah menerima penghargaan Building Better World dari CHF atas perannya dalam rehabilitasi pasca-tsunami.M. Adli Abdullah receives CHF's Building Better World award for post-tsunami rehabilitation work.

    Panglima La’ôt Aceh (PLA)Panglima Laot Aceh (PLA) →
  22. 2006

    Terbit bunga rampai Verandah of Violence: The Background to the Aceh Problem suntingan Anthony Reid; riset tentang Aceh membanjir setelah tsunami dan perdamaian.Anthony Reid's edited volume Verandah of Violence: The Background to the Aceh Problem appears; research on Aceh surges after the tsunami and the peace accord.

    Anthony Reid →
  23. 2006

    1 Agustus: UUPA disahkan dan melahirkan sebutan Pemerintah Aceh.1 August: the Law on the Governing of Aceh (UUPA) is enacted, creating the 'Government of Aceh'.

    Gelar keistimewaan Aceh: dari Daerah Istimewa ke Pemerintah AcehAceh's special titles: from Special Region to the Government of Aceh →
  24. 2007

    M. Adli Abdullah menjadi anggota ICSF; program manajemen bersama perikanan digagas.M. Adli Abdullah joins ICSF; a fisheries co-management programme is launched.

    Panglima La’ôt Aceh (PLA)Panglima Laot Aceh (PLA) →
  25. 2007

    Jaringan GAM/KPA memenangkan pasangan Irwandi–Nazar dalam pemilihan kepala daerah Aceh.The GAM/KPA network carries the Irwandi–Nazar ticket to victory in Aceh's executive election.

    Partai Aceh dan Komite Peralihan Aceh (KPA)Partai Aceh and the Aceh Transitional Committee (KPA) →
  26. 2007

    Kajian Denys Lombard tentang Kerajaan Aceh masa Sultan Iskandar Muda (1607–1636) terbit dalam terjemahan Indonesia.Denys Lombard's study of the Acehnese kingdom under Sultan Iskandar Muda (1607–1636) is published in Indonesian translation.

    Denys Lombard →
  27. 2008

    Qanun No. 8 dan No. 10 Tahun 2008 menempatkan lembaga adat di bawah Wali Nanggroe melalui MAA; PLP berganti nama menjadi PLA dan bergabung dengan WFFP; YPMAN membiayai 2.535 anak nelayan.Qanun No. 8 and No. 10 of 2008 place customary institutions under the Wali Nanggroe via the MAA; PLP is renamed PLA and joins WFFP; YPMAN supports 2,535 fishers' children.

    Wali Nanggroe →
  28. 2008

    Qanun No. 8 dan No. 10 Tahun 2008 tentang adat dan lembaga adat disahkan.Qanun No. 8 and No. 10 of 2008 on custom and customary institutions are enacted.

    Majelis Adat Aceh dan tiga belas lembaga adatThe Aceh Customary Council and the thirteen customary institutions →
  29. 2008

    Panglima La’ôt Provinsi (PLP) berganti nama menjadi Panglima La’ôt Aceh (PLA).Panglima Laot Provinsi (PLP) is renamed Panglima Laot Aceh (PLA).

    Panglima La’ôt Aceh (PLA)Panglima Laot Aceh (PLA) →
  30. 2009

    Pemilu 2009: Partai Aceh kuat di tingkat lokal, sementara Partai Demokrat meraih dukungan sangat besar di Aceh untuk tingkat nasional; Sekretaris PLA gagal terpilih ke DPD.2009 elections: Partai Aceh is strong locally while Partai Demokrat wins overwhelming support in Aceh at the national level; the PLA secretary fails to win a DPD seat.

    Panglima La’ôt Aceh (PLA)Panglima Laot Aceh (PLA) →
  31. 2009

    Sejumlah LSM internasional meninggalkan Aceh; Partai Aceh menang di hampir semua kabupaten; Hasan di Tiro pulang pada Oktober.Several international NGOs leave Aceh; Partai Aceh wins in almost every district; Hasan di Tiro returns in October.

    Tgk. Hasan di Tiro →
  32. 2009

    Sejumlah Abu Chik mendirikan Partai Daulah Aceh untuk pemilu lokal; Sekretaris PLA M. Adli Abdullah gagal terpilih sebagai anggota DPD.Several Abu Chik found the Partai Daulah Aceh for local elections; PLA secretary M. Adli Abdullah fails to win a DPD seat.

    Teungku Chik (Abu): pemimpin dayah dan pemimpin spiritualTeungku Chik (Abu): dayah heads and spiritual leaders →
  33. 2009

    Hasan di Tiro kembali ke Aceh pada Oktober melalui Kuala Lumpur dari Swedia, disambut lebih dari 200 ribu orang di Masjid Raya Baiturrahman.Hasan di Tiro returns to Aceh in October from Sweden via Kuala Lumpur, welcomed by more than 200,000 people at the Baiturrahman Grand Mosque.

    Tgk. Hasan di Tiro →
  34. 2009

    Iklan paranormal di majalah mistik menawarkan jasa gaib untuk memenangkan pilkada.Paranormal advertisements in a mystical magazine offer supernatural services to win regional elections.

    Ramalan, orang pintar, dan ‘kendali gaib’Prophecy, seers and 'supernatural control' →
  35. 2009

    Partai Demokrat meraih kemenangan sangat besar di Aceh pada pemilu legislatif.Partai Demokrat wins a landslide in Aceh in the legislative election.

    Ketika Jawa dan Aceh berdamai: Pemilukada 2012When Java and Aceh made peace: the 2012 regional election →
  36. 2010

    Penggerebekan kamp latihan militer teroris di Jalin, Jantho, Aceh Besar (Februari); Dulmatin tewas di Banten.Raid on a militant training camp at Jalin, Jantho, Aceh Besar (February); Dulmatin killed in Banten.

    Penggerebekan kamp latihan militer Jalin, JanthoThe Jalin, Jantho militant training camp raid →
  37. 2010

    Setelah serangan jaringan teroris pada Februari, seorang yang dekat dengan Jaringan Sunnah di Aceh Utara ditangkap dan beberapa ustaz pengajar jihad menghilang.After a terrorist network's attack in February, a man close to the North Aceh ‘Sunnah Network’ is arrested and several ustaz who taught jihad disappear.

    Jaringan Sunnah di Aceh UtaraThe ‘Sunnah Network’ in North Aceh →
  38. 2010

    Oktober: Gunung Merapi meletus; 30 November: Presiden membuka perkemahan Pramuka nasional di kaki Gunung Seulawah. Keduanya dibaca secara simbolik dalam tafsir kosmologis.October: Mount Merapi erupts; 30 November: the President opens a national scout jamboree at the foot of Mount Seulawah. Both are read symbolically in a cosmological interpretation.

    Kosmologi Aceh dan kosmologi JawaAcehnese and Javanese cosmologies →
  39. 2012

    Pemilukada 9 April: purnawirawan jenderal ikut memenangkan Partai Aceh; Zaini Abdullah–Muzakir Manaf terpilih.Regional election of 9 April: retired generals help Partai Aceh win; Zaini Abdullah and Muzakir Manaf are elected.

    Ketika Jawa dan Aceh berdamai: Pemilukada 2012When Java and Aceh made peace: the 2012 regional election →
  40. 2013

    Mei: gejolak Gayo dan wacana Provinsi ALA; Juli: gempa Bener Meriah memicu solidaritas lintas etnis.May: Gayo unrest and the ALA province campaign; July: the Bener Meriah earthquake sparks cross-ethnic solidarity.

    Gejolak Gayo dan wacana Provinsi ALAGayo unrest and the ALA province movement →
  41. 2019

    Kementerian Agama Aceh meninjau bekas pusat karantina haji di Pulau Rubiah.The Aceh office of the Ministry of Religious Affairs inspects the former quarantine centre on Pulau Rubiah.

    Karantina Haji Pulau RubiahThe Pulau Rubiah hajj quarantine station →
  42. 2024

    Kloter pertama Embarkasi Aceh, 393 jemaah asal Banda Aceh, terbang langsung pada 29 Mei 2024.The first Aceh embarkation group, 393 pilgrims from Banda Aceh, flies direct on 29 May 2024.

    Embarkasi Haji Aceh: dari Sabang ke Bandara Sultan Iskandar MudaThe Aceh hajj embarkation: from Sabang to Sultan Iskandar Muda Airport →
  43. 2050

    Horizon proyeksi bagi pilihan-pilihan masa depan dayah.Projection horizon for the dayah's future options.

    Masa depan dayah: empat pilihan menuju 2050The future of the dayah: four options towards 2050 →

Abad ke-26XXVI century

  1. c. 2500 SM / BCE

    Menurut teks lokal Peungajaran Peuturi Droe Keudroe, masa hidup bangsa Achemenia yang diklaim sebagai leluhur orang Aceh (penanggalan legendaris).According to the local text Peungajaran Peuturi Droe Keudroe, the age of the Achaemenians claimed as Acehnese ancestors (legendary dating).

    Narasi asal-usul Achemenia–Persia–AcehThe Achaemenid–Persian–Acehnese origin narrative →

Tanpa tahun pastiUndated

  1. Abad ke-16–17

    Masa puncak peradaban dan tradisi intelektual Aceh; spirit Islam, budaya, dan ilmu dipandang menyatu.Apex of Acehnese civilisation and intellectual life; the spirits of Islam, culture and knowledge are seen as fused.

    Kerak peradaban Aceh: tiga spirit Islam, budaya, dan ilmuThe bedrock of Acehnese civilisation: the three spirits of Islam, culture and knowledge →
  2. Abad ke-16–17 / 16th–17th c.

    Puncak perdebatan tasawuf di Aceh, termasuk polemik Hamzah Fansuri dan Nuruddin ar-Raniry tentang wahdat al-wujûd.Peak of Sufi debate in Aceh, including the Hamzah Fansuri–Nuruddin ar-Raniry polemic over wahdat al-wujud.

    Wahdat al-wujûd dan tabu tasawuf falsafi di AcehWahdat al-wujud and the taboo on philosophical Sufism in Aceh →
  3. Abad ke-17

    Raja-raja Banten dan Mataram berlomba mengirim utusan ke Mekkah untuk memperoleh gelar ‘Sultan’ dari Syarif Mekkah.Rulers of Banten and Mataram compete to send envoys to Mecca for the title 'Sultan' from the Sharif.

    Gelar ‘Haji’ dan status sosial di AcehThe title 'Haji' and social status in Aceh →
  4. Akhir abad ke-17–abad ke-18

    Kekisruhan internal Kesultanan Aceh, dikaitkan dengan campur tangan keturunan Arab dalam urusan istana dan melemahnya posisi Aceh di hadapan kekuatan Eropa.Internal turmoil in the Aceh Sultanate, linked to the involvement of people of Arab descent in court affairs and Aceh's weakening position before European powers.

    Keterputusan metafisika dan lahirnya pengetahuan di luar istanaMetaphysical rupture and the rise of knowledge outside the palace →