Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

Acehnologi — Ihwal Studi AcehnologiAcehnologi — On studying Acehnology

Naskah tidak bertanggal; memuat konteks hingga setidaknya 2012Undated manuscript; contains contexts extending to at least 2012

Panduan membaca bagian “Ihwal Studi Acehnologi” dalam naskah Acehnologi karya Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, dengan petikan sumber, konteks penafsiran, serta hubungan dengan entri tematik dan modul belajar.

Source-reading guide to On studying Acehnology in the Acehnologi manuscript.

Bagian naskah: Ihwal Studi Acehnologi.

Entri ini adalah panduan sumber. Petikan terpilih di bawah mempertahankan suara penulis dan bukan ringkasan lengkap seluruh bab. Argumen, penilaian, dan generalisasi di dalam petikan merupakan pandangan penulis pada konteks penyusunan naskah; pembaca perlu membedakannya dari fakta yang telah diuji secara mandiri.

Petikan 1 — Satu hari ketika saya menemukan banyaknya kajian studi Islam atapun hukum Islam di perpustakaan pribadi yang selalu selalu melakukan penelitian melalui cara studi kawasan (area studies). Model kajian seperti ini memang sudah begitu lama berkembang dalam ilmu-ilmu sosial, seperti kajian sosiologi dan antropologi. Saya kemudian terpaku pada karya-karya M.B.

Petikan 2 — Trik mencari fundings: Pertama, salah satu persoalan yang paling mendasar adalah mengamati situasi global, terutama jika ada perubahan skenario global setiap 10-15 tahun sekali. Lembaga-lembaga donor, apapun nama dan asal uang mereka, selalu menjadi perantara kepentingan global. Sebagai contoh, penelitian tentang Khomeini dan Revolusi Iran, begitu mencuat sejak awal tahun 1980-an.

Petikan 3 — Hingga disini, buku ini akan menyentuh dari beberapa aspek studi ke-Aceh-an. Isi dan isu yang dikupas dalam buku ini tentu merupakan persoalan kontemporer. Karena itu, buku ini adalah bagian kecil dalam upaya terus menerus memperkenalkan studi Aceh kepada generasi sekarang dan generasi yang akan datang.

Cara membaca: catat pertanyaan utama, bukti atau pengalaman yang dipakai, dan batas generalisasi. Bandingkan dengan entri tematik yang ditautkan. Istilah seperti “sekarang”, nama jabatan, keadaan lembaga, aturan hukum, dan angka tidak dimutakhirkan secara otomatis.

Rujukan: Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. naskah Acehnologi yang diberikan penulis, naskah tidak bertanggal yang diberikan penulis pada 24 Oktober 2026. Nomor bab dan pembagian bagian belum konsisten; rujukan memakai judul bagian dalam tubuh naskah. Metadata berkas bukan tahun penerbitan. Sejumlah foto dan uraian menyebut 2012 serta masa pascadamai. Bagian “Ihwal Studi Acehnologi”.

Beberapa catatan rujukan yang menyertai bagian ini dalam naskah (ejaan dan kelengkapan bibliografi mengikuti sumber):

Lihat misalnya M.B. Hooker, "The State an d Syaria h in Indonesia 1945-1995,” dala m Indonesia Law and Socie ty, ed. Timothy Lindsey (Annandale: The Federation Press, 1999). MB Hooker, "Introduction: Islamic Law in South-East Asia, " Studia Islami ka 10,1 (2003). 1-22; MB Hooker and Tim Lindsey, "Public Faces o f Sharî'a h in Contemporary Indonesia: Toward a National Madhhab, " Studia Islami ka 10,1 (2003). 23-64; MB. Hooker , Islam Mazhab Indonesia: Fatwa-Fatwa Dan Perubahan Sosi al, ed. Ilham B. Saenong, terj. Iding Rosyidin Hasan (Bandung: Mizan, 2003).

Bustamam-Ahmad, "Kontribusi Daerah Aceh Terhadap Perkembangan Awal Hukum Islam Di Indonesia." 143-175.

Bustamam-Ahmad , Islam Historis: Dinamika Studi Islam Di Indones ia.

Lihat Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad , Relasi Islam Dan Negara Dalam Perspektif Modernisme Dan Fundamentalis me (Magelang: Indonesia Tera, 2001).

Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, "Konsep Negara Era Moden, " PEMIK IR 31 (2003). 233-258. Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, "Hubungan Agama Dan Negara: Pengalaman Indonesia, " PEMIK IR 30 (2003). 33-120.

Yusril Ihza Mahendra , Modernisme Dan Fundamentalisme Dalam Politik Islam: Perbandingan Partai Masyumi (Indonesia) Dan Partai Jamâ'at-I-Islâmî (Pakista n) (Jakarta: Paramadina, 1999).

A source-reading guide to “On studying Acehnology” in Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad’s Acehnologi manuscript. The Indonesian extracts preserve the author’s voice; the linked thematic entry supplies a separate conceptual overview. Read the manuscript as a situated intellectual argument, distinguishing interpretation, field observation, and normative proposals. Dates and institutional descriptions belong to the period discussed, rather than automatically describing present-day Aceh.

Reference: Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. author-supplied Acehnologi manuscript, undated manuscript supplied by its author on 24 October 2026. Chapter numbering and part divisions are inconsistent; references identify body headings. File metadata is not a publication date. Several captions and passages refer to 2012 and the post-peace period. Section “Ihwal Studi Acehnologi”.

Gagasan kunciKey ideas

Sumber dan tafsirSource and interpretation

Petikan dibedakan dari penjelasan editorial dan dibaca dalam konteks zamannya.Extracts are distinguished from editorial explanation and read in their historical context.

Posisi dalam kerangkaPlace in the framework

Tokoh, lembaga, dan konsep yang paling dekat dengan entri ini, beserta sifat hubungannya.The figures, institutions and concepts closest to this entry, and how they relate to it.

Pertanyaan reflektifReflective question

Apa bukti yang mendukung argumen pada bagian ini, dan apa yang masih perlu diuji?What supports this section’s argument, and what remains to be tested?

Kutip entri ini:Cite this entry: “Acehnologi — Ihwal Studi Acehnologi”, Acehnologi — Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway, https://acehnologi.com/entri/acehnologi-ihwal-studi-acehnologi/