Acehnologi — buku induk dan peta bacaanAcehnologi — foundational book and reading map
Naskah tidak bertanggal; konteks internal mencakup 2012Undated manuscript; internal contexts include 2012
Pintu masuk ke 38 bagian yang ditemukan dalam tubuh naskah Acehnologi: paradigma, akar keilmuan, peradaban, tradisi ilmu, identitas, isu kontemporer, dan perbandingan Jawa–Aceh.
A gateway to 38 body sections in the Acehnologi manuscript: paradigm, foundations, civilisation, intellectual traditions, identity, contemporary issues and Java–Aceh comparisons.
Naskah ini diberikan langsung oleh penulis untuk memperkaya peta keilmuan Acehnologi. Sampul mencantumkan Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, Ph.D. Daftar isi merencanakan empat volume dan 39 bab. Dalam tubuh naskah ditemukan 38 bagian pembahasan; judul “Kemana Arah Acehnologi?” tercantum dalam daftar isi tetapi tidak ditemukan sebagai bagian tersendiri. Sejumlah nomor bab dimulai ulang dan label “Bagian Keenam” dipakai dua kali. Tanda (X) pada daftar isi tidak otomatis berarti bab tidak tersedia: beberapa judul bertanda itu mempunyai uraian dalam tubuh naskah.
Peta bacaan di bawah mengikuti judul pembahasan, bukan memaksakan nomor yang belum konsisten. Setiap halaman sumber menghubungkan petikan terpilih dengan entri tematik dan salah satu dari 16 modul. Ini menambah lapisan rujukan primer tanpa mengganti pembelajaran empat tahap yang telah dibuat.
01. Merakit Bidang Keilmuan Acehnology — Modul 01
02. Mengapa Acehnologi — Modul 01
03. Ihwal Studi Acehnologi — Modul 16
04. Manusia dan Tuhan — Modul 05
05. Kearifan Lokal dalam Perspektif Epistemologi Irfani — Modul 06
06. Teori Ilmu Sosial dalam Mengkaji Masyarakat Islam — Modul 09
07. Islamisasi Ilmu Pengetahuan di Aceh — Modul 06
08. Memahami Dunia Insan Kamil — Modul 05
09. Kerak Peradaban Aceh — Modul 04
10. Jejak Spirit Aceh — Modul 05
11. Jejak Budaya Aceh — Modul 10
12. Mata Kebudayaan Aceh — Modul 05
13. Makna dan Peran Bahasa Aceh — Modul 03
14. Cara Berpikir Orang Aceh — Modul 06
15. Tradisi Berguru di Aceh — Modul 07
16. Tradisi Kepenulisan Tentang Aceh — Modul 08
17. Peran Alumni Luar Negeri di Aceh — Modul 07
18. Masa Depan Dayah di Aceh — Modul 07
19. Dari Teungku ke Ustaz — Modul 07
20. Sejarah Persia dan Syiah di Aceh — Modul 04
21. Jak u Arab Cara Orang Aceh Naik Haji — Modul 14
22. Identitas Melayu dalam Sejarah Aceh dan Pulau Pinang — Modul 14
23. Imigran Aceh di Tanah Melayu — Modul 14
24. Falsafah Melayu dan Aceh — Modul 06
25. Memahami Identitas Gayo — Modul 03
26. Lintas Batas Budaya Agama dan Kosmopolitanisme di Aceh — Modul 15
27. Studi tentang Panglima Laot di Aceh — Modul 13
28. Dari Damai ke Proyek Potret Keamanan Aceh — Modul 12
29. Syariah Islam sebagai Living Tradition — Modul 11
30. Fiqh Malaysia dan Fiqh Indonesia — Modul 11
31. Alasan Studi Jawa dan Aceh — Modul 14
32. Jawa di Muka Cermin Aceh — Modul 14
33. Struktur Budaya Jawa dan Aceh — Modul 09
34. Budaya Politik Jawa dan Aceh — Modul 12
35. Islam Jawa dan Islam Aceh — Modul 11
36. Hidup dengan Ramalan — Modul 10
37. Jawa Versus Aceh — Modul 12
38. Merumuskan Keindonesiaan dalam Konteks Jawa dan Aceh — Modul 16
Foto dan diagram berasal dari berkas yang diberikan penulis. Kredit yang disebutkan dalam naskah tetap dipertahankan. Foto koleksi KBA tahun 2012 dibedakan dari foto yang dikreditkan kepada media atau penulis lain. Keterangan yang tidak menyebut lokasi, tanggal, atau identitas tidak dilengkapi dengan tebakan. Gambar bukan bukti tunggal bagi klaim sejarah atau identitas agama.
Catatan editorial: naskah mengandung penafsiran tentang etnik, politik, agama, tasawuf, dan negara. Penafsiran itu diatribusikan kepada penulis, bukan diperlakukan sebagai sifat tetap seluruh orang Aceh atau Jawa. Uraian hukum dan institusi historis tidak otomatis berlaku saat ini.
Rujukan: Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. naskah Acehnologi yang diberikan penulis, naskah tidak bertanggal yang diberikan penulis pada 24 Oktober 2026. Nomor bab dan pembagian bagian belum konsisten; rujukan memakai judul bagian dalam tubuh naskah. Metadata berkas bukan tahun penerbitan. Sejumlah foto dan uraian menyebut 2012 serta masa pascadamai.
This author-supplied manuscript plans four volumes and 39 chapters. Its body contains 38 identifiable sections; “Kemana Arah Acehnologi?” appears in the contents but was not identified as a separate body section. Chapter numbering restarts and a part label is repeated. This catalogue follows section headings, connects source readings to existing conceptual entries and the 16-module curriculum, and preserves original image credits.
The reading pages present selected Indonesian extracts, not full chapter translations or complete critical editions. Ethnic, religious and political interpretations remain attributed to the author and are not universal descriptions of populations.
Reference: Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. author-supplied Acehnologi manuscript, undated manuscript supplied by its author on 24 October 2026. Chapter numbering and part divisions are inconsistent; references identify body headings. File metadata is not a publication date. Several captions and passages refer to 2012 and the post-peace period.
Posisi dalam kerangkaPlace in the framework
Tokoh, lembaga, dan konsep yang paling dekat dengan entri ini, beserta sifat hubungannya.The figures, institutions and concepts closest to this entry, and how they relate to it.
Pertanyaan reflektifReflective question
Bagaimana menghubungkan fondasi metafisika, penelitian sosial, dan kasus lapangan dalam satu kerangka Acehnologi?How can metaphysical foundations, social research and field cases be connected within one Acehnologi framework?
Kutip entri ini:Cite this entry: “Acehnologi — buku induk dan peta bacaan”, Acehnologi — Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway, https://acehnologi.com/entri/acehnologi-buku-induk-peta-bacaan/