Acehnologi — Teori Ilmu Sosial dalam Mengkaji Masyarakat IslamAcehnologi — Social theories for studying Muslim societies
Naskah tidak bertanggal; memuat konteks hingga setidaknya 2012Undated manuscript; contains contexts extending to at least 2012
Panduan membaca bagian “Teori Ilmu Sosial dalam Mengkaji Masyarakat Islam” dalam naskah Acehnologi karya Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, dengan petikan sumber, konteks penafsiran, serta hubungan dengan entri tematik dan modul belajar.
Source-reading guide to Social theories for studying Muslim societies in the Acehnologi manuscript.
Bagian naskah: Teori Ilmu Sosial dalam Mengkaji Masyarakat Islam.
Entri ini adalah panduan sumber. Petikan terpilih di bawah mempertahankan suara penulis dan bukan ringkasan lengkap seluruh bab. Argumen, penilaian, dan generalisasi di dalam petikan merupakan pandangan penulis pada konteks penyusunan naskah; pembaca perlu membedakannya dari fakta yang telah diuji secara mandiri.
Petikan 1 — Dalam ranah pengetahuan ilmu, kajian tentang masyarakat selalu dikaji melalui pendekatan ilmu-ilmu sosial. Namun demikian, ranah ini sendiri terbagi ke dalam beberapa wilayah pemikiran yang cukup banyak sekali. Hal inilah yang menyebabkan kajian ilmu-ilmu sosial selalu berkembang pesat seiring dengan perkembangan masalah yang dihadapi oleh manusia saat ini.
Petikan 2 — Terkait dengan Islam, Weber memang sempat menulis pandangannya, namun tidaklah begitu lengkap. Dia hanya mampu menyelesaikan kajiannya terhadap agama Hindu, Buddha, Tao, dan Yahudi. Namun pandangannya tentang Islam ini kemudian yang banyak memberikan pengaruh dalam kajian studi Islam.
Petikan 3 — Akhirnya, kupasan tentang agenda riset yang terkait dengan sosiologi dan anthropologi di atas adalah hanya sekedar untuk mengatakan bahwa Aceh bisa menjadi satu laboratorium sosial. Kita tidak boleh abai dengan fenomena atau gejala sosial di Aceh. Walaupun saat ini, tidak ada fakultas yang menceburkan diri dalam Sociologi dan Anthropologi di Aceh, walaupun baru-baru ini UNIMAL sudah mendirikannya, tetapi riset tentang budaya atau gejala sosial masyarakat Aceh boleh jadi akan menemukan teori baru dalam ilmu sosial.
Cara membaca: catat pertanyaan utama, bukti atau pengalaman yang dipakai, dan batas generalisasi. Bandingkan dengan entri tematik yang ditautkan. Istilah seperti “sekarang”, nama jabatan, keadaan lembaga, aturan hukum, dan angka tidak dimutakhirkan secara otomatis.
Rujukan: Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. naskah Acehnologi yang diberikan penulis, naskah tidak bertanggal yang diberikan penulis pada 24 Oktober 2026. Nomor bab dan pembagian bagian belum konsisten; rujukan memakai judul bagian dalam tubuh naskah. Metadata berkas bukan tahun penerbitan. Sejumlah foto dan uraian menyebut 2012 serta masa pascadamai. Bagian “Teori Ilmu Sosial dalam Mengkaji Masyarakat Islam”.
Beberapa catatan rujukan yang menyertai bagian ini dalam naskah (ejaan dan kelengkapan bibliografi mengikuti sumber):
Taufik Abdullah, ed. , Ilmu Sosial Dan Tantangan Zam an (Jakarta: Rajawali Press, 2006).
Christian Smith, "Future Directions in the Sociology of Religion, " Social Forc es 86,4 (2008). 1561-89.
Asad, "Anthropological Conception of Religion: Reflection on Geertz." 237-59.
Bruinessen , Kitab Kuning, Pesantren, and Tarekat: Tradisi-Tradisi Islam Di Indones ia.
Bowen, "The Forms Culture Takes: A State-of-the-Field Essay on the Anthropology of Southeast Asia.", idem , Muslims through Discour se (New Jersey: Princenton University Press, 1993), idem , Religion in Practices: An Approach to the Anthropology of Religi on (New York: Pearson, 2004), idem , Sumatran Politics and Poetics: Gayo History, 1900-19 89 (New Haven and London: Yale University Press, 1991).
Lihat juga pembahasan yang cukup komprehensif dalam King dan Wilder , The Modern Anthropology of South-East As ia. King , The Sociology of Southeast Asia: Transformations in a Developing Regi on.
A source-reading guide to “Social theories for studying Muslim societies” in Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad’s Acehnologi manuscript. The Indonesian extracts preserve the author’s voice; the linked thematic entry supplies a separate conceptual overview. Read the manuscript as a situated intellectual argument, distinguishing interpretation, field observation, and normative proposals. Dates and institutional descriptions belong to the period discussed, rather than automatically describing present-day Aceh.
Reference: Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. author-supplied Acehnologi manuscript, undated manuscript supplied by its author on 24 October 2026. Chapter numbering and part divisions are inconsistent; references identify body headings. File metadata is not a publication date. Several captions and passages refer to 2012 and the post-peace period. Section “Teori Ilmu Sosial dalam Mengkaji Masyarakat Islam”.
Gagasan kunciKey ideas
Sumber dan tafsirSource and interpretation
Petikan dibedakan dari penjelasan editorial dan dibaca dalam konteks zamannya.Extracts are distinguished from editorial explanation and read in their historical context.
Posisi dalam kerangkaPlace in the framework
Tokoh, lembaga, dan konsep yang paling dekat dengan entri ini, beserta sifat hubungannya.The figures, institutions and concepts closest to this entry, and how they relate to it.
Pertanyaan reflektifReflective question
Apa bukti yang mendukung argumen pada bagian ini, dan apa yang masih perlu diuji?What supports this section’s argument, and what remains to be tested?
Kutip entri ini:Cite this entry: “Acehnologi — Teori Ilmu Sosial dalam Mengkaji Masyarakat Islam”, Acehnologi — Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway, https://acehnologi.com/entri/acehnologi-teori-ilmu-sosial-dalam-mengkaji-masyarakat-islam/