Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

BidangField 04

Sosiologi AcehAcehnese Sociology

Sosiologi Aceh adalah cabang studi Aceh yang mengkaji kehidupan sosial masyarakat Aceh: individu dan kelompoknya, struktur dan lembaganya, ruang kota dan gampong, mobilitas dan diaspora, hingga cara masyarakat menghadapi perubahan dan bencana. Disiplin ini dibutuhkan karena penjelasan tentang Aceh selama ini didominasi sejarah dan antropologi; antropologi kolonial bahkan dipakai untuk mematahkan perlawanan dan menempatkan Aceh sebagai ‘kampung’ meskipun memiliki bandar dan kota. Pendekatan sosiologis baru masuk secara sistematis pada 1970-an melalui program pelatihan riset yang berorientasi pada tradisi Weber dan Parsons, sementara jurusan sosiologi di Aceh baru tumbuh setelah tahun 2000-an. Sosiologi Aceh karena itu harus menguasai genealogi teori sosiologi Eropa, dari Comte, Marx, Durkheim, dan Weber hingga fenomenologi dan strukturalisme, sekaligus menyadari bias kelahirannya sebagai ilmu tentang ‘masyarakat baru’ perkotaan Eropa yang memandang Timur sebagai statis. Pertanyaan pokoknya meliputi: apakah Aceh dijelaskan dengan kacamata Barat, dengan formula yang digali dari masyarakatnya sendiri, atau melalui gerak bolak-balik di antara keduanya; konsep apa yang melahirkan kesadaran akal dan diri dalam sejarah pemikiran Aceh; serta bagaimana ruang imajinasi sosial, ruang kesadaran sosial, dan ruang kebatinan membentuk identitas ke-Aceh-an hari ini.

Acehnese Sociology is the branch of Aceh studies that examines the social life of Acehnese society: individuals and groups, structures and institutions, urban space and the gampong, mobility and diaspora, and the ways society faces change and disaster. The discipline is needed because explanations of Aceh have long been dominated by history and anthropology; colonial anthropology was even used to break resistance and cast Aceh as a ‘village’ despite its ports and towns. Sociological approaches arrived systematically only in the 1970s, through a research training programme oriented to the traditions of Weber and Parsons, while sociology departments in Aceh emerged only after the 2000s. Acehnese Sociology must therefore master the genealogy of European sociological theory, from Comte, Marx, Durkheim and Weber to phenomenology and structuralism, while staying alert to its origins as a science of Europe's urban ‘new society’ that regarded the East as static. Its core questions include whether Aceh is to be explained through a Western lens, through formulas drawn from its own society, or through movement back and forth between the two; which concepts gave rise to awareness of reason and self in Aceh's intellectual history; and how the spaces of social imagination, social consciousness and inner life shape Acehnese identity today.

Lihat posisinya dalam peta filosofisSee its place in the philosophical map →

4.1 Teori-teori sosiologi AcehSociological theory and Aceh

Genealogi teori sosiologi dan perdebatan tentang cara menerapkannya pada Aceh, termasuk upaya merumuskan konsep sosiologis yang bersumber dari pengalaman Aceh sendiri.The genealogy of sociological theory and the debate on how to apply it to Aceh, including efforts to formulate sociological concepts rooted in Aceh's own experience.

KonsepConcept ‘Masyarakat baru’ dan lima kekuatan yang melahirkan sosiologiThe ‘new society’ and the five forces that gave birth to sociology Sosiologi dipahami sebagai jawaban atas munculnya ‘masyarakat baru’ di Eropa, yaitu masyarakat kota yang tidak lagi mau diatur oleh monarki dan gereja. Lima kekuatan melahirkannya: Revolusi Prancis 1789, revolusi industri…Sociology is understood as a response to the rise of a ‘new society’ in Europe: an urban society no longer willing to be governed by monarchy and church. Five forces… NaskahText Acehnologi — Imigran Aceh di Tanah MelayuAcehnologi — Acehnese migrants in the Malay Peninsula Panduan membaca bagian “Imigran Aceh di Tanah Melayu” dalam naskah Acehnologi karya Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, dengan petikan sumber, konteks penafsiran, serta hubungan dengan entri tematik dan modul belajar.Source-reading guide to Acehnese migrants in the Malay Peninsula in the Acehnologi manuscript. NaskahText Acehnologi — Peran Alumni Luar Negeri di AcehAcehnologi — Overseas graduates and their roles in Aceh Panduan membaca bagian “Peran Alumni Luar Negeri di Aceh” dalam naskah Acehnologi karya Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, dengan petikan sumber, konteks penafsiran, serta hubungan dengan entri tematik dan modul belajar.Source-reading guide to Overseas graduates and their roles in Aceh in the Acehnologi manuscript. NaskahText Acehnologi — Struktur Budaya Jawa dan AcehAcehnologi — Cultural structures in Java and Aceh Panduan membaca bagian “Struktur Budaya Jawa dan Aceh” dalam naskah Acehnologi karya Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, dengan petikan sumber, konteks penafsiran, serta hubungan dengan entri tematik dan modul belajar.Source-reading guide to Cultural structures in Java and Aceh in the Acehnologi manuscript. NaskahText Acehnologi — Teori Ilmu Sosial dalam Mengkaji Masyarakat IslamAcehnologi — Social theories for studying Muslim societies Panduan membaca bagian “Teori Ilmu Sosial dalam Mengkaji Masyarakat Islam” dalam naskah Acehnologi karya Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, dengan petikan sumber, konteks penafsiran, serta hubungan dengan entri tematik dan modul belajar.Source-reading guide to Social theories for studying Muslim societies in the Acehnologi manuscript. KonsepConcept Agama sebagai gejala sosial: penelitian sosial keagamaanReligion as a social phenomenon: socio-religious research Penelitian Sosial Keagamaan (PSK) dan Penelitian Sosial Budaya (PSB) memperlakukan agama sebagai fenomena yang dapat diamati dalam kehidupan masyarakat. M. Atho Mudzhar memetakan lima objek kajian agama dari sudut ilmu…Socio-religious research (PSK) and socio-cultural research (PSB) treat religion as a phenomenon observable in social life. M. Atho Mudzhar maps five objects for the social-scientific study of religion and five… KonsepConcept Durkheim: fakta sosial, solidaritas mekanik, dan solidaritas organikDurkheim: social facts, mechanical solidarity and organic solidarity Émile Durkheim memandang fenomena sosial sebagai fakta sosial, yaitu cara bertindak yang mampu memberi tekanan eksternal kepada individu. Masyarakat terbentuk dari kesadaran kolektif dan representasi kolektif. Dalam masyarakat dengan pembagian…Émile Durkheim regarded social phenomena as social facts: ways of acting capable of exerting external constraint on the individual. Society is formed from a collective conscience and collective representations. Where… KonsepConcept Fenomenologi sosial dan etnometodologiSocial phenomenology and ethnomethodology Fenomenologi sosial adalah pendekatan sosiologi yang mengkaji, apa adanya, asumsi dan proses pembentukan pengetahuan sosial serta kehidupan sosial. Kata kuncinya adalah memberi ‘tanda kurung’ pada sebuah fenomena, lalu menjelaskannya tanpa…Social phenomenology is a sociological approach that examines, as they are, the assumptions and processes through which social knowledge and social life are formed. Its key move is to ‘bracket’… KonsepConcept Fungsionalisme, strukturalisme, dan morfologi sosialFunctionalism, structuralism and social morphology Fungsionalisme, yang berakar pada Durkheim, menjelaskan institusi sosial melalui fungsi yang dijalankannya, sedangkan strukturalisme menelaah pola hubungan antarunsur sosial. Keduanya kerap dilekatkan, tetapi strukturalisme dibentuk oleh banyak sumber: Durkheim dengan…Functionalism, rooted in Durkheim, explains social institutions through the functions they perform, while structuralism examines patterns of relations among social elements. The two are often paired, but structuralism draws on… KonsepConcept Marx: dialektika, cara produksi, dan teori konflikMarx: dialectics, the mode of production and conflict theory Sosiologi Marxis bertumpu pada filsafat materialisme dan logika dialektika yang diambil dari Hegel, tetapi dibalik dari idealisme menjadi materialisme. Dialektika dipakai untuk membaca relasi sosial masa lalu, kini, dan mendatang…Marxist sociology rests on the philosophy of materialism and on dialectical logic taken from Hegel but inverted from idealism to materialism. Dialectics is used to read past, present and future… KonsepConcept Menuju sosiologi pribumi: cermin Sosiologi Arab dan Asia TenggaraTowards an indigenous sociology: the mirror of Arab and Southeast Asian sociology Upaya membangun Sosiologi Aceh dibandingkan dengan proyek serupa di dunia Arab dan Asia Tenggara. Sabagh dan Ghazalla menilai sosiologi Arab dari perspektif orang dalam dan menemukan bahwa, meskipun mengkritik keterbatasan…The effort to build an Acehnese sociology is compared with similar projects in the Arab world and Southeast Asia. Sabagh and Ghazalla evaluated Arab sociology from an insider's perspective and… KonsepConcept Meta-teori ilmu sosial: empat kekeliruan analitisSocial-science meta-theory: four analytical fallacies Meta-teori menyangkut persoalan ontologi, epistemologi, dan metodologi di balik setiap teori sosial. Empat kekeliruan meta-teoretis disorot: reduksionisme, esensialisme, reifikasi, dan teleologi fungsional. Masing-masing diberi contoh Aceh, dari kategori tuha peut…Meta-theory concerns the ontological, epistemological and methodological questions behind every social theory. Four meta-theoretical fallacies are highlighted: reductionism, essentialism, reification and functional teleology. Each is illustrated with Acehnese examples, from… KonsepConcept Peluru peradaban: falsafah, masyarakat, identitas, teknologiCivilisational forces: philosophy, society, identity and technology Bagan “Peluru Peradaban” menempatkan falsafah, bentuk masyarakat, identitas, dan teknologi sebagai empat unsur pembacaan peradaban.The “Peluru Peradaban” diagram places philosophy, forms of society, identity and technology alongside one another as elements of civilisational inquiry. KonsepConcept Positivisme dan anti-positivisme: erklären dan verstehenPositivism and anti-positivism: erklären and verstehen Kata sosiologi pertama kali digunakan Auguste Comte pada 1822, setelah sebelumnya ia memakai istilah fisika sosial. Comte membagi sejarah intelektual ke dalam tahap teologis, metafisis, dan positif, dan melihat sosiologi…The word sociology was first used by Auguste Comte in 1822, after he had earlier spoken of social physics. Comte divided intellectual history into theological, metaphysical and positive stages and… LembagaInstitution Program Latihan Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial di Banda Aceh (1974)The Social Science Research Training Programme in Banda Aceh (1974) Sejak 1974, Banda Aceh menjadi tempat pelatihan penelitian ilmu sosial bagi peneliti dari seluruh Indonesia, didanai Ford Foundation. Gagasannya berasal dari usulan Clifford Geertz kepada Ford Foundation pada 1971. Program…From 1974, Banda Aceh hosted a social science research training programme for researchers from across Indonesia, funded by the Ford Foundation. The idea came from a proposal by Clifford Geertz… KonsepConcept Sosiologi mengkaji ‘kami’, antropologi mengkaji ‘mereka’Sociology studies ‘us’, anthropology studies ‘them’ Sosiologi dan antropologi lahir dari dua pengalaman Eropa yang berbeda: gejolak internal Eropa melahirkan sosiologi, sedangkan kolonialisme melahirkan antropologi. Karena itu sosiologi mengkaji ‘kami’, masyarakat Eropa sendiri, sementara antropologi mengkaji…Sociology and anthropology were born of two different European experiences: Europe's internal upheavals produced sociology, while colonialism produced anthropology. Sociology therefore studies ‘us’, European society itself, while anthropology studies ‘them’,… KonsepConcept Syariat sebagai rekayasa sosial: masyarakat yang hendak dibentukSharia as social engineering: imagining a future society Rekayasa sosial menunjuk penggunaan hukum, pendidikan, dan lembaga untuk membentuk masyarakat yang diidealkan. Feener menggunakannya untuk membaca tujuan masa depan proyek syariat Aceh.Social engineering uses law, education and institutions to shape an envisioned society. Feener applies the concept to the future-oriented ambitions of Aceh’s state-sharia project. KonsepConcept Teori sosial klasik: Marx, Durkheim, WeberClassical social theory: Marx, Durkheim, Weber Karl Marx, Émile Durkheim, dan Max Weber dipandang sebagai tiga pilar teori sosial modern, masing-masing dengan unit analisis berbeda: cara produksi dan kelas, struktur serta fungsi sosial, dan tindakan sosial…Karl Marx, Émile Durkheim and Max Weber are treated as the three pillars of modern social theory, each with a different unit of analysis: modes of production and class, social… KonsepConcept Tiga model dan enam tahap membangun Sosiologi AcehThree models and six stages for building an Acehnese sociology Tiga model ditawarkan untuk mengonseptualisasikan gejala sosial dan budaya Aceh: memakai kacamata sosiologi Barat, menggali formula keilmuan dari masyarakat Aceh sendiri, atau menempuh metode bolak-balik di antara keduanya. Penelusurannya direncanakan…Three models are offered for conceptualising Acehnese social and cultural phenomena: using the lens of Western sociology, drawing scholarly formulas from Acehnese society itself, or moving back and forth between… KonsepConcept Weber dan studi IslamWeber and Islamic studies Max Weber meletakkan dasar ilmiah bagi analisis tindakan sosial dan berpendapat bahwa pemahaman keagamaan dapat menjadi prinsip aktif perubahan sosial. Kajiannya tentang Islam tidak pernah tuntas, tetapi kerangkanya berpengaruh luas…Max Weber laid a scientific foundation for the analysis of social action and argued that religious understanding can be an active principle of social change. His study of Islam was…

4.2 Struktur masyarakat Aceh: suku, gender & identitasThe structure of Acehnese society: ethnicity, gender & identity

Susunan masyarakat Aceh menurut suku, gender, kelas, dan identitas, beserta ruang-ruang sosial dan batin yang membentuk rasa ke-Aceh-an.The make-up of Acehnese society by ethnicity, gender, class and identity, together with the social and inner spaces that shape a sense of Acehness.

KonsepConcept ‘Bapak masyarakat’ dan ‘ibu masyarakat’: ulama, geuchik, dan etika diam‘Father of society’ and ‘mother of society’: ulama, geuchik and the ethic of silence Dalam struktur masyarakat Aceh masa kini, ulama dipandang sebagai ‘bapak masyarakat’ dan geuchik (kepala kampung) sebagai ‘ibu masyarakat’. Selama keduanya mampu mengurus warga, persoalan krusial jarang muncul, dan rakyat enggan…In today's Acehnese social structure, the ulama is seen as the ‘father of society’ and the geuchik (village head) as the ‘mother of society’. As long as both can care… KonsepConcept ‘Bule’, syariat, dan budaya pascatsunamiForeigners (‘bule’), sharia and culture after the tsunami Tsunami membuka Aceh bagi gelombang warga asing setelah bertahun-tahun tertutup oleh konflik: pekerja NGO, peneliti, utusan negara, dan misionaris. Kehadiran mereka membawa berkah ekonomi dan pengetahuan, tetapi juga ketegangan dengan…The tsunami opened Aceh to a wave of foreigners after years closed by conflict: NGO workers, researchers, state envoys and missionaries. Their presence brought economic and intellectual benefits but also… TokohFigure Adnan Ganto Bankir asal Aceh Utara yang menghubungkan pengalaman keuangan internasional, peran penasihat negara, dan pengembangan kelembagaan Aceh.A North Aceh banker connecting international finance, state advisory work and Acehnese institutional development. KelompokCommunity Anak komplek dan alienasi identitas‘Complex children’ and identity alienation ‘Anak komplek’ adalah generasi yang tumbuh di perumahan perusahaan besar di Aceh Utara dan kompleks elite lain: bersekolah dengan bus sekolah, berlibur dengan pesawat fasilitas perusahaan, dan bergaul dalam bahasa…‘Complex children’ are the generation raised in the housing estates of large companies in North Aceh and other elite compounds: schooled by company bus, holidaying by company plane and socialising… KelompokCommunity Aneuk Jamee: penutur bahasa Padang di pantai barat-selatan AcehAneuk Jamee: Padang-speakers of Aceh’s south-west coast Aneuk jamee, ‘anak tamu’, adalah sebutan orang Aceh bagi penutur bahasa Padang (Minangkabau) yang banyak bermukim di pantai barat Aceh di selatan Meulaboh. Asal-usul mereka secara lokal dikaitkan dengan penaklukan…Aneuk jamee, ‘children of the guests’, is the Acehnese name for Padang (Minangkabau) speakers who live in large numbers on Aceh’s west coast south of Meulaboh. Locally their origins are… KonsepConcept Budaya Aceh di tengah perubahanAcehnese culture amid change Budaya Aceh dipahami sebagai hasil perpaduan tradisi pra-Islam, yang sering dikaitkan dengan Hindu, dan nilai-nilai Islam. Empat unsur budaya dipakai untuk membacanya: karakteristik khas, daya ikat konsensus tak tertulis, norma…Acehnese culture is understood as a synthesis of pre-Islamic traditions, often associated with Hinduism, and Islamic values. Four elements of culture frame the analysis: distinctive character, the binding force of… KonsepConcept Child free dan perubahan paradigma masyarakatThe child-free choice and changing social paradigms Pilihan untuk tidak memiliki anak (child free), yang dahulu hampir tak terbayangkan dalam masyarakat Aceh yang menjunjung keturunan, kini mulai dibicarakan. Simpul ini menghubungkannya dengan tiga faktor: mengedepankan karier, gagasan…Choosing not to have children (child free), once almost unthinkable in an Acehnese society that prizes descendants, has begun to be discussed. This node links it to three factors: prioritising… KonsepConcept Dari pernikahan dini ke penundaan nikahFrom early marriage to delayed marriage Jika dahulu persoalan utama adalah pernikahan dini, kini muncul gejala sebaliknya: penundaan nikah di kalangan generasi muda. Simpul ini menyoroti tekanan keluarga (family pressure), ketakutan dijodohkan, slogan ‘stay single and…Where the main concern was once early marriage, an opposite trend has emerged: young people delaying marriage. This node highlights family pressure, fear of arranged matches, the slogan ‘stay single… KelompokCommunity Etnis Tionghoa di AcehThe ethnic Chinese in Aceh Berbeda dengan pendatang Jawa yang terusir setelah 1998, komunitas Tionghoa di Aceh tidak mengalami eksodus seperti kerusuhan Mei 1998 di Jakarta. Mereka tetap berdagang, menyekolahkan anak di Aceh, dan dikenal…Unlike Javanese settlers expelled after 1998, Aceh’s Chinese community saw no exodus comparable to the May 1998 riots in Jakarta. They kept trading, schooled their children in Aceh and were… NaskahText Generasi muda, literasi digital, dan kemaslahatan: kajian MellyanYouth, digital literacy and public benefit: Mellyan’s study Mellyan menghubungkan disrupsi pekerjaan dan literasi digital dengan kebutuhan pendidikan, kemandirian, inovasi, serta etika komunikasi.Mellyan connects work disruption and digital literacy with education, autonomy, innovation and communication ethics. KelompokCommunity Harlan dan tradisi teumeutakHarlan and the teumeutak tradition Harlan adalah sebutan Aceh bagi preman, terutama yang menguasai terminal sebagai agen bus. Mereka terorganisasi, berjejaring dengan aparat, dan sebagian memiliki ilmu kebal. Bentuk penyelesaian sengketa paling ekstrem di dunia…Harlan is the Acehnese term for thugs, especially those controlling bus terminals as ticket agents. They are organised, connected to security officers, and some possess invulnerability magic. The most extreme… KonsepConcept Identitas Gayo dalam konstruksi ke-Aceh-anGayo identity within Acehneseness Identitas Gayo, masyarakat dataran tinggi di bagian tengah Aceh, merupakan identitas yang terus diperebutkan oleh ke-Aceh-an, ke-Indonesia-an, dan ke-Melayu-an. Literatur antropologi lama nyaris tidak menyebut Gayo sebagai entitas tersendiri, dan…Gayo identity, belonging to the highland society of central Aceh, is a contested identity, claimed at once by Acehneseness, Indonesianness and Malayness. Older anthropological literature barely recognised the Gayo as… KonsepConcept Imajinasi sosial generasi milenial dalam pergaulan sehari-hariThe social imagination of millennials in everyday sociability Simpul ini menyoroti cara generasi milenial Aceh membayangkan dan menjalani pergaulan: kenakalan remaja di ruang publik, keberanian dan ‘agresivitas’ pemudi dalam pergaulan, serta anggapan populer bahwa pergaulan bebas ‘dipicu oleh…This cluster examines how Acehnese millennials imagine and live their sociability: youth delinquency in public space, the boldness or ‘aggressiveness’ of young women in social life, and the popular claim… KelompokCommunity Inong bale: janda di kampung AcehInong bale: widows in Acehnese villages Inong bale adalah sebutan Aceh bagi janda, khususnya yang ditinggal mati suaminya. Di banyak kampung, mereka menjadi ibu sekaligus ayah, berhasil mendidik anak hingga perguruan tinggi, dan jarang menikah lagi.…Inong bale is the Acehnese term for widows, especially women whose husbands have died. In many villages they serve as both mother and father, often educating their children through university,… TradisiTradition Kerja perempuan di kampung dan tradisi meurupVillage women's labour and the meurup tradition Di kampung-kampung Aceh, perempuan memikul bagian terbesar kerja sawah, dari menanam hingga panen, di samping pekerjaan rumah dan dapur kenduri. Tradisi meurup, yakni membayar bantuan kerja dengan tenaga, menambah beban…In Acehnese villages women carry the greater share of rice-field work, from planting to harvest, alongside housework and cooking for communal feasts. The meurup tradition, repaying labour assistance with labour… KonsepConcept Kijang Innova dan Double Cabin: metafora damai yang menjadi proyekKijang Innova and Double Cabin: when peace became a project Mobil Kijang Innova dan Double Cabin menjadi simbol sosial mobilitas cepat di Aceh setelah tsunami dan MoU Helsinki. Di desa, kendaraan ini diasosiasikan dengan pekerja LSM dan mantan anggota GAM…The Kijang Innova and the Double Cabin pickup became social symbols of rapid upward mobility in Aceh after the tsunami and the Helsinki memorandum. In villages these vehicles were associated… KonsepConcept Kosmopolis religiusThe religious cosmopolis Kosmopolis religius adalah gagasan tentang masyarakat yang menjadi warga dunia sambil tetap berpegang pada tradisi dan agamanya. Kosmopolitanisme dibaca melalui tiga unsur: penghargaan pada individu, universalitas kemanusiaan, dan generalitas kepedulian…The religious cosmopolis is the idea of a society that becomes a citizen of the world while holding fast to its traditions and faith. Cosmopolitanism is read through three elements:… NaskahText Masalah sosial mahasiswa di Aceh: membaca esai reflektifStudent social problems in Aceh: reading a reflective essay Esai mengajukan persoalan ekonomi, relasi kuasa, kekerasan, utang, komunikasi, dan kehidupan digital dalam pengalaman mahasiswa. Ia dibaca sebagai refleksi pengajar, bukan survei prevalensi atau penelitian klinis.The essay raises economic pressures, power relations, violence, debt, communication and digital life in student experience. It is read as an educator’s reflection rather than a prevalence survey or clinical… KonsepConcept Menjadi Aceh adalah menjadi MuslimBeing Acehnese means being Muslim Dalam perbandingan Aceh–Jawa, identitas Aceh dipahami melekat pada Islam: menjadi Aceh (being Acehnese) berarti menjadi Muslim, sehingga sebutan “Aceh-Islam” tidak pernah diperlukan. Sebaliknya, tidak setiap orang Jawa beragama Islam dan…In the Aceh–Java comparison, Acehnese identity is understood as inseparable from Islam: being Acehnese means being Muslim, so the label ‘Acehnese-Muslim’ is never needed. By contrast, not every Javanese is… KonsepConcept Mimpi jadi PNS: ‘uang kopi’ dan asai ka u dalamThe dream of civil service: ‘coffee money’ and asai ka u dalam Menjadi pegawai negeri sipil (PNS) adalah impian banyak anak muda Aceh karena menjanjikan gaji tetap, fasilitas, dan akses ke posisi ‘basah’. Kritik sosial menyoroti kesenjangan antara gaji resmi dan gaya…Becoming a civil servant (PNS) is the dream of many young Acehnese because it promises a steady salary, perks and access to ‘wet’ positions. Social criticism highlights the gap between… KonsepConcept Narkoba dan keluarga AcehDrugs and the Acehnese family Narkoba menjadi salah satu simpul persoalan keluarga yang paling berat. Simpul ini menyoroti tiga sisi: faktor ekonomi yang mendorong sebagian warga terlibat dalam bisnis narkoba, peran keluarga dalam menangani anggota…Drugs are among the heaviest nodes of family issues. This cluster highlights three aspects: the economic factors that draw some residents into the drug trade, the family's role in dealing… KonsepConcept Perebutan makna, kebencian, dan literasi mediaStruggles over meaning, hatred and media literacy Esai kebencian dan kesimpulan buku membuka kajian tentang bagaimana narasi membentuk hubungan sosial.The hatred essay and book conclusion invite inquiry into narratives shaping social relations. KonsepConcept Perempuan Aceh di ruang publikAcehnese women in the public sphere Dalam dua dasawarsa terakhir, perempuan Aceh bergerak dari dapur dan belakang rumah ke pinggir jalan, ruang kerja berpendingin udara, hingga ke pinggir kekuasaan. Perempuan kini mendominasi banyak sektor jasa, pendidikan…Over the past two decades, Acehnese women have moved from the kitchen and the back of the house to the roadside, to air-conditioned workplaces and to the margins of power.… KonsepConcept Pergaulan bebas sebagai perlawanan terhadap orang tua‘Free association’ as rebellion against parents Simpul ini membaca pergaulan bebas bukan semata pelanggaran moral, tetapi juga sebagai bentuk perlawanan anak muda terhadap otoritas orang tua. Tiga gejala diangkat: budaya pacaran, tren kabur dari rumah, dan…This node reads ‘free association’ not merely as moral transgression but also as a form of youthful rebellion against parental authority. It highlights three phenomena: dating culture, the trend of… KonsepConcept Perundungan, gawai, dan kesenjangan pemahaman keagamaanBullying, gadgets and the religious-understanding gap Perundungan (bullying) di Aceh terjadi di ruang publik, di sekolah dan pergaulan, maupun di dunia maya. Simpul ini menyoroti peran keluarga dan dampak gawai, lalu membingkainya dalam satu persoalan lebih…Bullying in Aceh occurs in public space, at school and among peers, as well as online. This node highlights the role of families and the impact of gadgets, framing them… KonsepConcept Peta persoalan keluarga di Aceh kontemporerMapping family issues in contemporary Aceh Peta tema persoalan keluarga di Aceh menghimpun sepuluh simpul isu yang saling terkait: imajinasi sosial generasi milenial, nikah siri, narkoba, guna-guna dalam perceraian, mahar, perceraian sebagai konten, pergaulan bebas sebagai…A thematic map of family issues in Aceh brings together ten interconnected clusters: the social imagination of millennials, unregistered (siri) marriage, drugs, sorcery in divorce, the bride-price (mahar), divorce as… KonsepConcept Rumoh beut dan otoritas keilmuan perempuanRumoh beut and women’s scholarly authority Rumah pengajian menjadi ruang pembentukan kepercayaan, keterampilan membaca, praktik ibadah, dan hubungan guru–murid.The learning house becomes a site of trust, reading skills, worship instruction and teacher–student relationships. KonsepConcept Sakit sosial: demoralisasi dan destabilisasi masyarakat AcehSocial sickness: demoralisation and destabilisation in Acehnese society Diagnosis ini menyebut masyarakat Aceh sedang mengalami ‘sakit sosial’ yang disebabkan oleh dua proses. Demoralisasi mencabut nilai-nilai adat dari hakikat menjadi simbol, sehingga orang mengamalkan apa yang sesungguhnya tidak disukainya…This diagnosis holds that Acehnese society suffers a ‘social sickness’ caused by two processes. Demoralisation strips adat values from substance to symbol, so people practise what they actually dislike and… KelompokCommunity Sukĕ imuem peut dan kategori suku AcehSukee imuem peut and Acehnese clan categories Tradisi lisan Aceh membagi asal-usul masyarakat ke dalam beberapa sukĕ (suku). Sukĕ imuem peut dan sukĕ tok batĕ dipandang sebagai keturunan pendatang dari Arab, Persia, Turki, dan lainnya, yang menurunkan…Acehnese oral tradition divides the origins of society into several sukee (clans). Sukee imuem peut and sukee tok bate are seen as descendants of newcomers from Arabia, Persia, Turkey and… KonsepConcept Tamu, ruang, durasi, dan kewajiban sosialGuests, space, duration and social obligations Penerimaan tamu dapat dipelajari sebagai pengaturan kedekatan, privasi, sumber daya, dan tanggung jawab.Guest reception can be studied as an arrangement of closeness, privacy, resources and responsibility. NaskahText The Veranda of Mecca: Jabatan, kemiskinan, bantuan, dan pemekaranThe Veranda of Mecca: Office, poverty, aid and territorial division Tujuh bab mempertemukan kesiapan menerima kekalahan pemilu, daya tarik pegawai negeri, kesenjangan, politik bantuan, dan wacana pemekaran.Seven chapters connect accepting electoral defeat, civil-service aspirations, inequality, aid and provincial division. NaskahText The Veranda of Mecca: Kapitalisme, moralitas, aktivisme, dan refleksi sosialThe Veranda of Mecca: Capitalism, morality, activism and social reflection Sembilan bab memeriksa perilaku mencari keuntungan, bahasa kritik moral, gender, trilogi teungeutlogi–ngeutlogi–peungeutlogi, aktivisme, perubahan SIRA menjadi partai, serta refleksi akhir 2008.Nine chapters examine profit seeking, moral critique, gender, the three local idioms of manipulation, activism, SIRA’s party transition and reflection on 2008. KonsepConcept Tiga ruang Sosiologi Aceh: imajinasi sosial, kesadaran sosial, dan kebatinanThree spaces of Acehnese sociology: social imagination, social consciousness and inner life Untuk membangkitkan kajian Sosiologi Aceh, tiga ruang diusulkan untuk digali kembali. Pertama, ruang imajinasi sosial yang bersifat ke-Aceh-an, yang perlu ditelaah secara multidisiplin. Kedua, ruang yang aktif dan progresif dalam…To revive the study of Acehnese sociology, three spaces are proposed for renewed exploration. The first is a space of social imagination with an Acehnese character, to be studied in… KonsepConcept Tren perceraian sebagai kontenDivorce as content Perceraian di Aceh kini tidak lagi selalu menjadi aib yang disembunyikan; sebagian justru diumumkan, diperdebatkan, dan dijadikan konten di media sosial. Simpul ini menyoroti tiga gejala: perpindahan urusan perceraian dari…Divorce in Aceh is no longer always a shame to be hidden; some divorces are announced, debated and turned into social-media content. This node highlights three phenomena: the shift of…

4.3 Institusi & lembagaInstitutions

Lembaga-lembaga sosial, adat, dan keagamaan yang mengatur kehidupan bersama di Aceh, dari meunasah hingga lembaga modern.The social, customary and religious institutions that order communal life in Aceh, from the meunasah to modern bodies.

KelompokCommunity Alumni luar negeri di AcehForeign-educated graduates in Aceh Menuntut ilmu ke luar negeri adalah tradisi lama dan bergengsi dalam masyarakat Aceh, berakar pada perjalanan ulama ke Haramayn. Keberangkatan seorang anak ke Timur Tengah lazim disertai syukuran keluarga. Namun…Studying abroad is an old and prestigious tradition in Acehnese society, rooted in scholars' journeys to the Haramayn. A child's departure for the Middle East is commonly marked by a… KonsepConcept Beasiswa luar negeri sebagai rekayasa sosialForeign scholarships as social engineering Konsep ini membaca beasiswa negara donor sebagai instrumen untuk mengubah masyarakat penerima dari dalam. Penerima dipilih karena potensinya memengaruhi masyarakat, bukan semata karena kecerdasannya. Setelah pulang, mereka dirangkul melalui jejaring,…This concept reads donor-country scholarships as instruments for changing recipient societies from within. Recipients are chosen for their potential to influence society, not merely for their intelligence. After returning, they… LembagaInstitution Dinas Syariat Islam: birokrasi, dakwah, dan sosialisasiThe sharia agency: bureaucracy, preaching and public outreach DSI tampil dalam kajian Feener sebagai penghubung antara gagasan syariat dan program pemerintahan: penerbitan, dakwah, sosialisasi, serta pembentukan moral publik.In Feener’s study, the sharia agency connects ideas about sharia to government programmes through publications, preaching, outreach and public morality initiatives. KonsepConcept Ekonomi dayah dan ketergantungan pada negaraThe dayah economy and dependence on the state Dahulu dayah hidup tanpa SPP: santri hanya menyumbang ‘uang lampu’, tinggal di bilik beratap rumbia, dan menutup kebutuhan dengan kiriman orang tua atau bekerja di sawah teungku dan masyarakat. Kini…In the past dayah ran without tuition: santri contributed only ‘lamp money’, lived in thatched cubicles and met their needs through remittances from parents or by working the fields of… KonsepConcept Generasi sarjana 1970-an dan ‘sarjana via-TOEFL’The 1970s generation and the ‘TOEFL-route scholars’ Perbandingan ini mengontraskan dua generasi intelektual Aceh. Generasi 1970-an, yang sebagian besar tidak pernah belajar di luar negeri, sangat produktif menulis dan karyanya dibaca di kawasan Melayu. Generasi berikutnya, yang…This comparison contrasts two generations of Acehnese intellectuals. The 1970s generation, most of whom never studied abroad, wrote prolifically and were read across the Malay world. The following generation, sent… LembagaInstitution Komisi Beasiswa Aceh (KBA)Aceh Scholarship Commission (KBA) Komisi Beasiswa Aceh adalah lembaga pemerintah daerah yang dibentuk pada masa pemerintahan Irwandi untuk membiayai studi lanjut orang Aceh di dalam dan luar negeri. Lembaga ini lahir dalam semangat rekayasa…The Aceh Scholarship Commission is a provincial government body established under Governor Irwandi to fund Acehnese students at home and abroad. It was born of an ambition to engineer human… LembagaInstitution Meunasah: poros agama, kuasa, dan adat gampongMeunasah: hub of religion, power and adat in the gampong Meunasah adalah balai ibadah kampung yang sekaligus menjadi pusat pemerintahan desa dan tempat penyelesaian sengketa. Di sana otoritas keagamaan, kekuasaan, dan adat bertemu, dan dari keterlibatan di meunasah lahir peran…The meunasah is the village prayer hall that also serves as the seat of village government and the place for settling disputes. Religious authority, power and adat converge there, and… KonsepConcept Perebutan fungsi intelektual: alumni Timur Tengah, IAIN, dan dayahContesting intellectual roles: Middle East, IAIN and dayah graduates Perbedaan sistem rekrutmen dan pendidikan melahirkan persaingan peran di antara alumni Timur Tengah, alumni IAIN, dan alumni dayah di Aceh. Alumni Timur Tengah dekat dengan rakyat kecil dan dianggap mampu…Differences in recruitment and education have produced competition for roles among Middle Eastern graduates, IAIN graduates and dayah graduates in Aceh. Middle Eastern alumni are close to ordinary people and… LembagaInstitution Wilayatul Hisbah: pengawasan moral dan batas kelembagaanWilayatul Hisbah: moral regulation and institutional limits Feener menelaah WH melalui personel, sumber daya, kegiatan pengawasan, dan gagasan pendidikan moral. Pengawasan resmi perlu dibedakan dari tindakan main hakim sendiri.Feener examines WH through staffing, resources, policing and moral education. Official enforcement needs to be distinguished from vigilantism.

4.4 Kajian bandar & gampong: ruang, ekonomi & lautTowns & villages: space, economy & the sea

Kajian kota pelabuhan dan gampong sebagai ruang hidup, ekonomi, dan hubungan masyarakat Aceh dengan laut.Studies of port towns and villages as spaces of living, economy and Acehnese society's relationship with the sea.

TradisiTradition Amilan dan keude kampungAmilan and the village shop Amilan adalah praktik berbelanja kebutuhan harian di keude (warung kecil) kampung dengan pembayaran ditunda hingga panen atau hingga hasil tani dijual pada hari pekan. Praktik ini dikaitkan dengan komunitas pedalaman…Amilan is the practice of obtaining daily necessities from the village keude (small shop) with payment deferred until harvest or until produce is sold on market day. It is associated… TempatPlace Banda Aceh sebagai kota pelajar dan arena kontestasi keagamaanBanda Aceh as student city and arena of religious contest Banda Aceh dibentuk oleh dua respons negara terhadap konflik: pendirian kampus di Darussalam setelah DI/TII, dan pemberian status pelaksanaan syariat setelah konflik GAM. Kota ini menjadi tujuan pemuda dari seluruh…Banda Aceh was shaped by two state responses to conflict: founding campuses at Darussalam after Darul Islam, and granting sharia implementation after the GAM conflict. The city draws young people… KonsepConcept Chinsow dan laut Aceh: dari reusam ke kesadaran geopolitikChinsow and Aceh's sea: from reusam to geopolitical awareness Chinsow, serapan Aceh dari kata chainsaw, dipakai sebagai metafora bagi eksploitasi tanah dan laut Aceh oleh kekuatan luar. Istilah ini merujuk pada gagasan chainsaw art dari Ian Morris. Argumen ini…Chinsow, the Acehnese borrowing of 'chainsaw', is used as a metaphor for outside forces' exploitation of Aceh's land and sea, drawing on Ian Morris's notion of 'chainsaw art'. The argument… TempatPlace Jeuram Jeuram adalah kota pasar di jantung Nagan Raya yang, menurut tuturan lisan, berawal sebagai garnisun militer Belanda pada awal abad ke-20. Meski kantor kabupaten pindah ke kompleks baru di selatan…Jeuram is a market town at the heart of Nagan Raya which, according to oral accounts, began as a Dutch military garrison in the early twentieth century. Although the regency… KonsepConcept Jurong dan permukiman kawomJurong lanes and kawom settlements Kampung tradisional Aceh tersusun dari rumah-rumah tanpa pagar dalam satu pekarangan luas yang dihuni kerabat sedarah, yang disebut kawom. Setiap rumah wajib memiliki lorong (jurong) sendiri tanpa mengambil tanah orang…Traditional Acehnese villages consisted of unfenced houses on wide compounds inhabited by blood relatives, known as kawom. Every house had to have its own lane (jurong) without encroaching on another’s… KonsepConcept Kapitalisme sehari-hari di AcehEveryday capitalism in Aceh Kritik ini menunjukkan bahwa perilaku mengejar untung sebesar-besarnya, yang biasa diasosiasikan dengan kapitalisme Barat, telah mengakar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh yang religius. Contohnya beragam: kontraktor yang memangkas anggaran proyek…This critique shows that profit-maximising behaviour, usually associated with Western capitalism, has taken root in the everyday life of religious Acehnese society. Examples abound: contractors cutting project budgets by half,… TempatPlace Krueng Mane: kampung reformis dan perantauKrueng Mane: a reformist and migrant village Krueng Mane adalah gugus desa di pesisir Aceh Utara, di tepi jalan Medan–Banda Aceh, sekitar 20 km di barat Lhokseumawe. Kampung ini dikenal sebagai basis ‘kelompok Sunnah’ yang dekat dengan…Krueng Mane is a cluster of villages on the North Aceh coast, beside the Medan–Banda Aceh road, about 20 km west of Lhokseumawe. It is known as a base of… TempatPlace Kutaraja (Banda Aceh) Kutaraja adalah nama lama pusat Kesultanan Aceh Darussalam di bibir Selat Melaka, kini Banda Aceh. Kata kota berasal dari bahasa Sanskerta koṭa yang berarti benteng, sehingga Kutaraja bermakna kota benteng…Kutaraja is the old name of the seat of the Aceh Darussalam sultanate on the Strait of Malacca, today Banda Aceh. The word kota derives from Sanskrit kota, ‘fort’, so… TempatPlace Nagan Raya (Seunagan) Nagan Raya adalah kabupaten di pantai barat-selatan Aceh, berpenduduk sekitar 140.000 jiwa pada akhir 2000-an, yang sebagian besar tinggal di tepi timur Krueng Seunagan. Wilayah yang dulu dikenal sebagai Seunagan…Nagan Raya is a regency on Aceh’s south-west coast with about 140,000 inhabitants in the late 2000s, most living on the eastern bank of the Seunagan River. Once known as… KonsepConcept Pasar tikungan, simpang empat, dan Pasar InpresBend markets, crossroads markets and the Inpres market Pasar tradisional Aceh di jalur pesisir lazim berdiri di tikungan jalan dan berbentuk huruf L, berdampingan dengan masjid atau meunasah dan sekolah. Bentuk ini memberi ruang pertemuan bagi ureung tunong…Traditional Acehnese markets along the coastal road typically stand at road bends in an L shape, alongside a mosque or meunasah and a school. The form gives upland and lowland… KonsepConcept Segitiga masjid–dayah–pasarThe mosque–dayah–market triangle Lanskap budaya pesisir Aceh dapat dibaca sebagai segitiga masjid, dayah, dan pasar yang dibangun dekat sungai. Dari simpul ini permukiman meluas ke kampung-kampung, lalu ke tepi hutan, dalam proses yang…The coastal cultural landscape of Aceh can be read as a triangle of mosque, dayah and market built close to rivers. From this node settlement spread to villages and then… KonsepConcept Tiga lanskap budaya: bukit–sawah–laut, bukit–sawah–kampong, hutan–sawah–kampongThree cultural landscapes: hill–paddy–sea, hill–paddy–village, forest–paddy–village Model untuk membaca masyarakat Aceh melalui tiga pola lanskap. Pola pesisir ‘bukit–sawah–laut’ melahirkan budaya kosmopolis dan kerajaan-kerajaan, pola pedalaman ‘bukit–sawah–kampong’ menjadi wilayah produksi, sedangkan pola ‘hutan–sawah–kampong’ menandai komunitas yang paling…A model for reading Acehnese society through three landscape patterns. The coastal ‘hill–paddy–sea’ pattern produced a cosmopolitan culture and the kingdoms, the inland ‘hill–paddy–village’ pattern is the zone of production,… KonsepConcept Tiga lapisan lanskap tanah dalam presentasi KBAThree land-and-livelihood layers in KBA’s presentation Sumber membedakan lapisan gunung–hutan–sungai, sawah–sungai–perkampungan, dan sawah–sungai–laut. Bagan menghubungkan lanskap dengan penghidupan, kesejahteraan, dan komersialisasi.The source distinguishes mountain–forest–river, rice field–river–village and rice field–river–sea layers, relating landscapes to livelihoods, collective welfare and commercialisation. KelompokCommunity Toke bangku dan ekonomi nelayanToke bangku and the fishers' economy Toke bangku adalah pedagang perantara yang menentukan harga dan menjual hasil tangkapan nelayan di kuala. Bersama pemilik boat dan pawang, mereka termasuk pihak yang paling banyak menikmati hasil laut, sementara…The toke bangku are middlemen who set prices for and sell fishers' catches at the river-mouth landing sites. Together with boat owners and pawang, they are among those who profit… KonsepConcept Toponimi kampung Aceh: cot, blang, gle, krueng, kutaAcehnese village toponymy: cot, blang, gle, krueng, kuta Nama-nama kampung di Aceh merekam lanskap tempat masyarakatnya bermukim. Unsur seperti cot (bukit), blang (sawah), gle (gunung/bukit), krueng (sungai), lhok, dan kuta (kota) menunjukkan letak permukiman di antara laut, sawah,…Village names in Aceh record the landscape in which their people settled. Elements such as cot (hill), blang (paddy field), gle (mountain/hill), krueng (river), lhok and kuta (town) show where… KonsepConcept Toponimi kampung dan identitas arah mata anginVillage toponymy and compass-point identity Nama-nama kampung Aceh banyak diambil dari bentang alam, seperti cot (bukit), blang (sawah), krueng (sungai), lam (dalam), dan ulè (kepala), yang mencerminkan kosmologi permukiman. Sebagian nama berakar Sanskerta, dan sebagian…Acehnese village names are largely drawn from the landscape, such as cot (hill), blang (paddy field), krueng (river), lam (inside) and ulè (head), reflecting a cosmology of settlement. Some names…

4.5 Diaspora & mobilitasDiaspora & mobility

Perantauan, migrasi, dan komunitas Aceh di luar tanah asal, serta jaringan yang menghubungkannya kembali dengan Aceh.Migration, sojourning and Acehnese communities beyond the homeland, and the networks that link them back to Aceh.

KonsepConcept Aceh–Penang: identitas melalui niaga, ibadah, dan perantauanAceh–Penang: identity through trade, worship and migration Penang dibaca sebagai simpul jejaring orang Aceh yang menghubungkan perdagangan, permukiman, masjid, perjalanan haji, dan hubungan dunia luar.Penang is read as a node connecting Acehnese trade, settlement, mosques, pilgrimage and wider-world relations. KelompokCommunity Diaspora Aceh dalam pusaran konflikThe Acehnese diaspora in the vortex of conflict Orang Aceh tersebar di hampir semua provinsi Indonesia dan di luar negeri, terutama Malaysia. Sikap mereka terhadap konflik Aceh tidak seragam karena motif merantau yang berbeda: pelarian Perang Cumbok, pengusaha,…Acehnese live in nearly every Indonesian province and abroad, above all in Malaysia. Their attitudes towards the Aceh conflict were far from uniform because their reasons for migrating differed: refugees… KelompokCommunity Ganja sebagai “perekat” Aceh dan JawaCannabis as the ‘glue’ between Aceh and Java Pengamatan etnografis tentang perantau muda Aceh di Jawa menunjukkan bahwa jaringan perdagangan ganja ilegal dari Aceh ke Jawa hingga Bali mempertemukan orang Aceh dan Jawa justru ketika kedua kelompok berhadapan…Ethnographic observation of young Acehnese migrants in Java shows that illegal cannabis networks running from Aceh through Java to Bali brought Acehnese and Javanese together even as the two faced… PeristiwaEvent Haji, perantara, dan kerentanan dokumen: kasus 2016Pilgrimage, intermediaries and documentary vulnerability: the 2016 case Kasus keberangkatan melalui Filipina memperlihatkan hubungan antrean, janji percepatan, informasi yang timpang, dan perlindungan jemaah.The Philippine-route case relates waiting lists, promises of faster departure, information asymmetry and pilgrim protection. KelompokCommunity Imigran Aceh di Semenanjung MalaysiaAcehnese migrants in Peninsular Malaysia Sejak 1980-an, Pulau Pinang dan Kuala Lumpur menjadi tujuan utama migrasi orang Aceh. Tiga alasan dominan mendorongnya: konflik bersenjata, pencarian nafkah, dan pendidikan. Semangat ini dirumuskan sebagai falsafah jak u…Since the 1980s Penang and Kuala Lumpur have been the main destinations of Acehnese migration. Three reasons dominate: armed conflict, the search for a livelihood, and education. The impulse is… KonsepConcept Jejaring Hadhrami: niaga, haji, dan percetakanHadhrami networks: commerce, pilgrimage and printing Bisnis perjalanan haji dan pembiayaan penerbitan memperlihatkan pertemuan modal, mobilitas, serta pengetahuan.Pilgrimage businesses and publishing finance connect capital, mobility and knowledge. KonsepConcept Meudagang dan meukat: merantau mencari ilmu dan berniagaMeudagang and meukat: travelling for knowledge and for trade Bahasa Aceh membedakan meudagang, yakni keluar dari rumah atau lingkungan kawom untuk mencari ilmu, dari meukat atau hareukat, yaitu kegiatan berdagang. Meudagang senafas dengan konsep ibn sabil dan berujung pada…Acehnese distinguishes meudagang, leaving home or one’s kin group (kawom) in search of knowledge, from meukat or hareukat, the activity of trading. Meudagang shares the spirit of the ibn sabil…

4.6 Bencana & ketahanan: peristiwa, sebab & dampakDisaster & resilience: events, causes & impacts

Rangkaian peristiwa bencana di Aceh, sebab-sebab alam dan buatan manusia di baliknya, serta dampaknya bagi masyarakat.Disaster events in Aceh, the natural and human-made causes behind them, and their impact on society.

TempatPlace Aceh Tamiang: episentrum banjir bandangAceh Tamiang: epicentre of the flash floods Aceh Tamiang di pesisir timur menjadi wilayah dengan pengungsi terbanyak dan kerusakan permukiman terberat pada bencana 2025. Kota Kualasimpang lumpuh dengan genangan hingga tiga meter. Daerah aliran sungainya berbentuk menyempit…Aceh Tamiang on the east coast had the most displaced people and the worst housing damage in the 2025 disaster. The town of Kualasimpang was paralysed under up to three… TempatPlace Aceh Utara dan jebolnya tanggul Krueng Pase–Krueng PeutoNorth Aceh and the Krueng Pase–Krueng Peuto levee breaches Aceh Utara mencatat korban meninggal tertinggi di seluruh Sumatera pada bencana 2025, yaitu 246 jiwa per 25 Januari 2026 menurut BNPB. Rangkaian kegagalannya dapat dilacak: penggenangan awal pada 19–20 November,…North Aceh recorded the highest death toll in all of Sumatra in the 2025 disaster: 246 people as of 25 January 2026, according to BNPB. Its chain of failure can… PeristiwaEvent Banjir bandang dan longsor Aceh November 2025The November 2025 Aceh flash floods and landslides Rangkaian banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang dipicu hujan ekstrem di sekitar Siklon Tropis Senyar melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025. Menurut data BNPB…A chain of floods, flash floods and landslides, driven by extreme rainfall around Tropical Cyclone Senyar, struck Aceh, North Sumatra and West Sumatra in late November 2025. BNPB data as… KonsepConcept Dampak ekonomi bencana Aceh 2025The economic impact of Aceh's 2025 disaster Menurut dokumen rencana rehabilitasi dan rekonstruksi Pemerintah Aceh berbasis pengkajian kebutuhan pascabencana, kerusakan dan kerugian Aceh mencapai Rp138,38 triliun dengan kebutuhan pemulihan Rp153,25 triliun. Dibandingkan APBA 2026 sebesar Rp12,23 triliun,…According to the Aceh government's rehabilitation and reconstruction plan, based on the post-disaster needs assessment, damage and losses in Aceh totalled Rp138.38 trillion, with recovery needs of Rp153.25 trillion. Against… KonsepConcept Dampak sosial, layanan dasar, dan martabat penyintasSocial impact, basic services and survivors' dignity Di luar angka kerugian ekonomi, bencana 2025 mengubah kehidupan sosial, pendidikan, kesehatan, dan ibadah di Aceh. Sebanyak 532 dayah terdampak dengan rehabilitasi baru sekitar sepuluh persen pada akhir Juli 2026,…Beyond economic losses, the 2025 disaster transformed social life, education, health and worship in Aceh. Some 532 dayah were affected, with only about ten per cent rehabilitated by the end… TempatPlace Dataran tinggi tengah: longsor dan isolasi Gayo 2025The central highlands: Gayo landslides and isolation in 2025 Dataran tinggi tengah Aceh mengalami bentuk kerusakan yang berbeda dari pesisir: longsor yang mengubur permukiman, desa yang hilang seluruhnya, jembatan yang putus dalam jumlah besar, dan isolasi berminggu-minggu. Tiga belas…Aceh's central highlands suffered a different kind of damage from the coast: landslides burying settlements, whole villages vanishing, bridges severed in large numbers and weeks of isolation. Thirteen of the… KonsepConcept Deforestasi hulu dan lonjakan kehilangan hutan Aceh 2024–2025Upstream deforestation and Aceh's 2024–2025 forest-loss surge Menyusutnya tutupan hutan di daerah tangkapan air menjadi tekanan dinamis utama di balik besarnya dampak banjir 2025. Yayasan Auriga Nusantara mencatat deforestasi Aceh naik dari 8.962 hektare pada 2024 menjadi…Shrinking forest cover in water catchments was the main dynamic pressure behind the severity of the 2025 floods. Yayasan Auriga Nusantara recorded Aceh's deforestation rising from 8,962 hectares in 2024… KonsepConcept Desa yang hilang dalam bencana 2025Villages lost in the 2025 disaster Kategori kerusakan paling berat dalam bencana 2025 adalah desa yang lenyap sebagai permukiman. Kementerian Dalam Negeri melaporkan 21 desa hilang di Aceh, tersebar di Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Gayo Lues,…The most severe damage category in 2025 was villages that ceased to exist as settlements. The Ministry of Home Affairs reported 21 villages lost in Aceh, spread across Aceh Tamiang,… KonsepConcept Empat lapis sebab bencana Aceh 2025The four layers of causation in Aceh's 2025 disaster Analisis sebab bencana 2025 memakai model Pressure and Release (Wisner, Blaikie, Cannon, dan Davis) yang memandang bencana sebagai perpotongan bahaya alam dan kerentanan yang terbentuk secara sosial. Hasilnya adalah empat…Causal analysis of the 2025 disaster uses the Pressure and Release model (Wisner, Blaikie, Cannon and Davis), which sees disaster as the intersection of a natural hazard and socially produced… PeristiwaEvent Forensik kayu gelondongan banjir 2025Forensic analysis of the 2025 flood logs Kementerian Kehutanan bersama Bareskrim Polri merilis hasil pemeriksaan forensik atas kayu gelondongan yang terbawa banjir pada 10 Desember 2025. Dari 43 potong sampel teridentifikasi 15 jenis kayu, sebagian besar karet,…On 10 December 2025 the Ministry of Forestry and the National Police criminal investigation agency released forensic results on the logs swept along by the floods. From 43 samples, 15… TempatPlace Kawasan Ekosistem Leuser sebagai menara air AcehThe Leuser Ecosystem as Aceh's water tower Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) adalah bentang hutan pegunungan yang berfungsi sebagai menara air bagi hampir seluruh daerah aliran sungai besar di Aceh. Menurut Yayasan HAkA, 71 persen kehilangan tutupan hutan…The Leuser Ecosystem (KEL) is a mountain-forest landscape that serves as the water tower for nearly all of Aceh's major river basins. According to Yayasan HAkA, 71 per cent of… KonsepConcept Kegagalan infrastruktur berantai: listrik, komunikasi, dan jembatanCascading infrastructure failure: power, communications and bridges Robohnya menara transmisi 150 kV pada jalur Arun–Bireuen pada 26 November 2025 memadamkan seluruh Aceh dan memicu kegagalan beruntun. Telekomunikasi lumpuh karena gardu operator tidak memiliki daya cadangan, sehingga BTS…The collapse of a 150 kV transmission tower on the Arun–Bireuen line on 26 November 2025 blacked out all of Aceh and set off cascading failures. Telecommunications collapsed because operator… KonsepConcept Kesenjangan data hidrologi dan peringatan yang berhenti pada curah hujanThe hydrological data gap and warnings that stopped at rainfall BMKG menerbitkan peringatan dini kategori AWAS pada 23 November 2025, tiga hari sebelum puncak, yang menyebut hampir seluruh kabupaten yang kemudian terdampak berat. Namun peringatan itu berhenti pada kategori curah…BMKG issued an AWAS (highest-level) early warning on 23 November 2025, three days before the peak, naming almost every district later hit hard. But the warning stopped at rainfall categories:… KonsepConcept Perizinan tambang dan tata ruang yang permisifMining licences and permissive spatial planning Di balik deforestasi hulu terdapat lapis keputusan berupa izin usaha dan rencana tata ruang. Menurut data IDeAS per April 2026, terdapat 79 izin usaha pertambangan aktif di 12 kabupaten/kota Aceh…Beneath upstream deforestation lies a layer of decisions: business licences and spatial plans. According to IDeAS data as of April 2026, there were 79 active mining licences in 12 Acehnese… PeristiwaEvent Peta kehilangan tutupan hutan Aceh 2025: penyebab, kawasan, dan titik tekananMapping Aceh’s 2025 forest-cover loss: causes, zones and pressure points Data pemantauan Yayasan HAkA mencatat kehilangan tutupan hutan Aceh sebesar 39.687 hektare pada 2025, naik lebih dari 274 persen dari 10.610 hektare pada 2024. Sekitar 61,5 persen diperkirakan berasal dari…Monitoring data from Yayasan HAkA recorded 39,687 hectares of forest-cover loss in Aceh in 2025, up more than 274 percent from 10,610 hectares in 2024. About 61.5 percent is estimated… PeristiwaEvent Siklon Tropis SenyarTropical Cyclone Senyar Senyar adalah siklon tropis yang terbentuk di Selat Malaka pada 26 November 2025 sekitar 90 kilometer tenggara Lhokseumawe, dengan angin maksimum 43 knot dan tekanan pusat 998 hPa. Sistem ini…Senyar was a tropical cyclone that formed in the Strait of Malacca on 26 November 2025 about 90 kilometres south-east of Lhokseumawe, with maximum winds of 43 knots and a… TempatPlace Tangse: banjir bandang 2011 dan tambang emas di huluTangse: the 2011 flash flood and upstream gold mining Tangse di Kabupaten Pidie adalah contoh paling terdokumentasi tentang hubungan antara kerusakan hulu dan banjir bandang di Aceh. Banjir bandang 10 Maret 2011 menewaskan 24 orang dan dikaitkan dengan pembalakan…Tangse in Pidie district is the best-documented example of the link between upstream degradation and flash floods in Aceh. The flash flood of 10 March 2011 killed 24 people and… KonsepConcept Tiga tipologi wilayah terdampak bencana 2025Three typologies of affected areas in 2025 Satu peristiwa cuaca menghasilkan tiga jenis bencana karena melintasi tiga bentang alam Aceh yang dibelah Pegunungan Bukit Barisan. Pesisir utara-timur mengalami banjir berdurasi panjang dan pengungsian massal; dataran tinggi tengah…One weather event produced three kinds of disaster because it crossed three Acehnese landscapes divided by the Bukit Barisan range. The north-east coast suffered prolonged flooding and mass displacement; the… KonsepConcept Wilayah sungai dan DAS lintas kabupaten di AcehRiver regions and cross-district basins in Aceh Aceh terbagi ke dalam sembilan wilayah sungai: tiga berstatus strategis nasional, satu lintas provinsi, empat lintas kabupaten/kota, dan satu dalam satu kabupaten. Pembagian kewenangan ini menjadi salah satu akar persoalan…Aceh is divided into nine river regions: three of national strategic status, one cross-provincial, four cross-district and one within a single district. This allocation of authority is a root problem…

4.7 Bencana & ketahanan: tata kelola, pelajaran & kebijakanDisaster & resilience: governance, lessons & policy

Tata kelola penanganan bencana, pelajaran yang ditarik, dan kebijakan untuk membangun ketangguhan di Aceh.The governance of disaster response, the lessons drawn, and policies for building resilience in Aceh.

KonsepConcept ‘Berkah tsunami’ dan banjir uang rekonstruksiThe ‘tsunami blessing’ and the flood of reconstruction money Ungkapan ironis ‘berkah tsunami’ merujuk pada derasnya uang, lembaga, dan pekerja asing yang mengalir ke Aceh setelah 26 Desember 2004. Bantuan menyelamatkan banyak nyawa, tetapi juga mengubah struktur sosial secara…The ironic phrase ‘tsunami blessing’ refers to the torrent of money, agencies and foreign workers that poured into Aceh after 26 December 2004. Aid saved many lives but also abruptly… KonsepConcept Arsitektur ketangguhan Aceh 2026–2030Aceh's resilience architecture 2026–2030 Strategi penguatan ketangguhan Aceh 2026–2030 disusun dari apa yang gagal pada 2025, bukan dari kerangka ideal. Ia bertumpu pada tiga prinsip, yakni menangani sebab, membangun kembali dengan lebih baik, dan…Aceh's 2026–2030 resilience strategy is built from what failed in 2025, not from an ideal framework. It rests on three principles, addressing causes, building back better and using what already… KonsepConcept Bencana ekologis, bencana alam, dan pertanggungjawaban hukumEcological disaster, 'natural disaster' and legal accountability Cara sebuah bencana dinamai menentukan pintu pertanggungjawaban yang terbuka. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 membagi bencana menjadi bencana alam, nonalam, dan sosial; label "bencana alam" menggiring pemahaman bahwa peristiwa datang…How a disaster is named determines which doors to accountability open. Law No. 24 of 2007 divides disasters into natural, non-natural and social; the label 'natural disaster' implies the event… KonsepConcept Dekonstruksi rekonstruksi: pembangunan mental pascatsunamiDeconstructing reconstruction: mental rebuilding after the tsunami Kritik ini menolak anggapan bahwa keberhasilan rekonstruksi Aceh diukur dari jumlah bangunan dan uang yang dibelanjakan. Dengan meminjam gagasan dekonstruksi, ia menuntut pendefinisian ulang rekonstruksi sebagai pembangunan mental masyarakat. Tiga…This critique rejects the assumption that Aceh’s reconstruction succeeds by the number of buildings and the money spent. Borrowing the idea of deconstruction, it calls for redefining reconstruction as the… KonsepConcept Dua puluh delapan rekomendasi kebijakan dan lima prioritasTwenty-eight policy recommendations and five priorities Evaluasi bencana Aceh 2025 menghasilkan 28 rekomendasi kebijakan dalam enam kluster, diturunkan dari empat belas kesenjangan, sembilan pelajaran, dan strategi ketangguhan. Setiap butir menyebut apa yang direkomendasikan, kepada siapa, dan…The evaluation of Aceh's 2025 disaster produced 28 policy recommendations in six clusters, derived from fourteen gaps, nine lessons and the resilience strategy. Each specifies what is recommended, to whom,… KonsepConcept Ekologi berketuhananTheocentric ecology (ekologi berketuhanan) Ekologi berketuhanan adalah kerangka normatif yang menempatkan bumi sebagai amanah, manusia sebagai khalifah penjaga amanah, dan keseimbangan (mizan) sebagai ukuran yang tidak boleh dilanggar. Kerangka ini muncul dalam wacana hukum…Theocentric ecology is a normative framework that treats the earth as a trust (amanah), humans as stewards (khalifah) of that trust, and balance (mizan) as a measure not to be… KonsepConcept Etika bantuan dan martabat penyintasAid ethics and the dignity of survivors Evaluasi bencana 2025 menegaskan bahwa cara bantuan diberikan sama penting dengan jumlahnya. Kerangka normatifnya sudah tersedia dalam UU No. 24 Tahun 2007, Piagam Kemanusiaan dan Proyek Sphere, serta Qanun Aceh…The 2025 evaluation insists that how aid is given matters as much as how much. The normative framework already exists in Law No. 24/2007, the Humanitarian Charter and Sphere Project,… KonsepConcept Hukum bencana dan bencana hukumDisaster law and legal disaster Evaluasi bencana Aceh 2025 membedakan kegagalan operasional dari kegagalan normatif, antara hukum bencana dan bencana hukum. Pada tingkat normatif menonjol empat persoalan: revisi UU No. 24 Tahun 2007 yang terhenti,…The evaluation of Aceh's 2025 disaster distinguishes operational from normative failure, disaster law from legal disaster. Four normative problems stand out: the stalled revision of Law No. 24/2007, the regulatory… KonsepConcept Kegagalan komunikasi krisis dan data yang tidak sinkronCrisis communication failure and inconsistent data Komunikasi krisis dinilai sebagai salah satu temuan paling serius dari bencana 2025. Kegagalannya berlapis: lumpuhnya infrastruktur komunikasi, ketiadaan penjelasan resmi tentang sebab bencana, kontradiksi antara klaim pejabat dan kondisi lapangan,…Crisis communication is judged one of the most serious failures of the 2025 disaster. It failed in layers: collapsed communications infrastructure, no official explanation of the disaster's causes, contradictions between… LembagaInstitution Kelembagaan pemulihan: dari BRR NAD-Nias ke Satgas NasionalRecovery institutions: from BRR NAD-Nias to the National Task Force Delapan bulan setelah bencana 2025, progres hunian tetap di Aceh baru 4,9 persen, rehabilitasi dayah sekitar sepuluh persen, dan tambak yang kembali beroperasi 2,3 persen. Evaluasi membandingkannya dengan pemulihan pascatsunami…Eight months after the 2025 disaster, permanent housing in Aceh stood at 4.9 per cent progress, dayah rehabilitation at about ten per cent and restored fishponds at 2.3 per cent.… KonsepConcept Kesenjangan antara peringatan dan tindakanThe gap between warning and action BMKG menerbitkan peringatan dini kategori AWAS pada 23 November 2025, tiga hari sebelum puncak bencana, dengan cakupan wilayah yang sebagian besar tepat. Meski demikian, korban di Aceh mencapai 562 jiwa.…BMKG issued an AWAS (highest-level) warning on 23 November 2025, three days before the peak, with largely accurate geographic coverage. Even so, 562 people died in Aceh. The evaluation identifies… KonsepConcept Kesenjangan pengetahuan dan kebijakan serta sistem yang tidak dirawatThe knowledge–policy gap and unmaintained systems Temuan paling mendasar evaluasi bencana Aceh 2025 adalah bahwa pengetahuan tentang risiko sudah tersedia jauh sebelum bencana, tetapi tidak pernah diterjemahkan ke dalam tata ruang dan perizinan. Infrastruktur kesiapsiagaan yang…The most fundamental finding of the evaluation of Aceh's 2025 disaster is that knowledge of the risk existed long before the event but was never translated into spatial planning and… KonsepConcept Ketangguhan komunitas: gampong, mukim, meunasah, dan dayahCommunity resilience: gampong, mukim, meunasah and dayah Pilar keempat strategi ketangguhan Aceh bertumpu pada lembaga yang sudah dimiliki masyarakat: gampong, mukim, meunasah, masjid, sekolah, dan dayah. Kegagalan program berbasis komunitas di masa lalu bersumber pada pembiayaan yang…The fourth pillar of Aceh's resilience strategy rests on institutions communities already possess: the gampong, mukim, meunasah, mosque, school and dayah. Past community-based programmes failed because funding stopped when projects… KonsepConcept Modal sosial sebagai sumber daya yang belum terkelolaSocial capital as an unmanaged resource Ketika negara belum hadir sepenuhnya, masyarakat Aceh bergerak sendiri dalam gelombang swadaya yang disebut droe keu droe. Komunitas pemotor trail, pemilik kendaraan gardan ganda, warga antar-gampong, perguruan tinggi, dan filantropi…When the state was not yet fully present, Acehnese society mobilised itself in a self-help wave known as droe keu droe. Trail-bike clubs, four-wheel-drive owners, residents of neighbouring villages, universities… PeristiwaEvent Muzakarah Ulama Aceh dan Dewan Profesor USK: rekomendasi dari dalam wilayah terdampakThe Aceh Ulama Muzakarah and the USK Professors' Council: recommendations from within the affected region Kurang dari tiga pekan setelah bencana, dua otoritas lokal menghasilkan 22 butir rekomendasi: Muzakarah Ulama Aceh pada 14 Desember 2025 di halaman Masjid Raya Baiturrahman, dan Dewan Profesor Universitas Syiah…Less than three weeks after the disaster, two local authorities produced 22 recommendations: the Aceh Ulama Muzakarah on 14 December 2025 in the courtyard of the Baiturrahman Grand Mosque, and… KonsepConcept Padat karya penyintas: dari cash for work 2004 ke desain insentif 2025Survivor-based cash for work: from 2004 to the 2025 incentive design Pada pemulihan tsunami 2004, penyintas dibayar untuk membersihkan lingkungan mereka sendiri melalui skema cash for work. Pada 2025, dana makan dan dana lelah justru mengalir kepada personel bergaji yang didatangkan…During the 2004 tsunami recovery, survivors were paid to clean up their own surroundings through cash-for-work schemes. In 2025, meal and fatigue allowances instead went to salaried personnel brought in… KonsepConcept Paradoks pembiayaan pengurangan risikoThe disaster risk financing paradox Temuan paling tajam evaluasi bencana Aceh 2025 bersifat fiskal. Pagu BNPB dalam RAPBN 2026 ditetapkan Rp491 miliar, turun 75,62 persen dari outlook 2025, sementara alokasi rehabilitasi dan rekonstruksi tiga provinsi…The sharpest finding of the evaluation of Aceh's 2025 disaster is fiscal. BNPB's ceiling in the draft 2026 state budget was set at Rp491 billion, down 75.62 per cent from… KonsepConcept Pembukaan akses, logistik, dan modifikasi cuacaAccess, logistics and weather modification Fase darurat memperlihatkan pengerahan sumber daya berskala besar: tim SAR, helikopter, kapal TNI AL, jembatan bailey, personel PLN, dan operasi modifikasi cuaca. Distribusi logistik dari gudang mencapai 99,86 persen pada…The emergency phase saw a large-scale mobilisation: search-and-rescue teams, helicopters, navy ships, Bailey bridges, power-utility crews and weather modification. According to BNPB data, 99.86 per cent of warehoused logistics had… KonsepConcept Peringatan dini berbasis dampak dan jaringan hidrologi terbukaImpact-based early warning and an open hydrological network Pilar kedua strategi ketangguhan Aceh 2026–2030 mengubah peringatan dini dari pernyataan kategori hujan menjadi pernyataan dampak dan tindakan. Fondasinya adalah jaringan telemetri tinggi muka air yang datanya terbuka dan waktu…The second pillar of Aceh's 2026–2030 resilience strategy turns early warning from statements about rainfall categories into statements about impacts and actions. Its foundation is a river-level telemetry network with… PeristiwaEvent Polemik bantuan internasional dalam bencana 2025The 2025 international aid controversy Pada Desember 2025 pemerintah pusat menyatakan bantuan internasional belum diperlukan, sementara Gubernur Aceh tetap menerima bantuan yang datang, antara lain dari Malaysia, atas dasar kemanusiaan. Pernyataan seorang menteri tentang nilai…In December 2025 the central government declared that international aid was not yet needed, while the Governor of Aceh accepted incoming assistance, including from Malaysia, on humanitarian grounds. A minister's… KonsepConcept Politik bantuan dan NGO internasional pascatsunamiThe politics of aid and international NGOs after the tsunami Kehadiran ratusan NGO internasional setelah tsunami membangun infrastruktur, mengawasi perdamaian, dan sementara waktu mengisi fungsi pemerintah. Namun kearifan lokal Aceh mengingatkan bahwa ‘tidak ada orang berbuat baik tanpa maksud’. Kajian…Hundreds of international NGOs arriving after the tsunami built infrastructure, monitored the peace and temporarily filled government functions. Yet Acehnese wisdom warns that ‘no one does good without a purpose’.… NaskahText Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2010 tentang Penanggulangan BencanaAceh Qanun No. 5 of 2010 on Disaster Management Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2010 adalah peraturan kebencanaan Aceh yang lahir dari kewenangan khusus provinsi ini membentuk qanun. Qanun ini memuat ketentuan bercorak kultural-religius yang tidak memiliki padanan di…Aceh Qanun No. 5 of 2010 is Aceh's disaster regulation, enacted under the province's special authority to make qanun. It contains culturally and religiously inflected provisions without parallel in other… KonsepConcept Rekonstruksi pascatsunami: pembangunan fisik dan visi moralPost-tsunami reconstruction: infrastructure and moral visions Rekonstruksi Aceh sesudah tsunami mencakup perebutan makna tentang masyarakat yang lebih baik. Feener mempertemukan agenda bantuan internasional dengan visi transformasi keagamaan.Aceh’s post-tsunami reconstruction involved competing meanings of a better society. Feener connects international aid agendas with religious visions of transformation. KonsepConcept Sembilan pelajaran pokok dan Aceh sebagai modelNine core lessons and Aceh as a model Pembelajaran dari bencana Aceh 2025 dirumuskan menjadi sembilan pelajaran pokok, masing-masing disertai bukti dan bentuk pelembagaannya agar tidak bergantung pada ingatan. Sebuah pelajaran dianggap sah bila berdasar bukti, menunjuk titik…The lessons of Aceh's 2025 disaster are distilled into nine core lessons, each paired with evidence and an institutional form so that they do not depend on memory. A lesson… KonsepConcept Status kedaruratan, bencana nasional, dan kalender pemulihanEmergency status, national disaster declaration and the recovery calendar Sepanjang bencana 2025–2026 tidak ada keputusan presiden yang menetapkan status bencana nasional, meskipun ulama, koalisi masyarakat sipil, dan Amnesty International Indonesia menuntutnya. Perdebatan ini bukan simbolik, karena status membuka kemudahan…Throughout the 2025–2026 disaster no presidential decree declared a national disaster, although ulama, a civil-society coalition and Amnesty International Indonesia demanded one. The debate was not merely symbolic, since status… KonsepConcept Struktur komando tanggap darurat 2025–2026The 2025–2026 emergency command structure Penanganan darurat banjir bandang Aceh 2025 tidak dipimpin satu badan tunggal, melainkan berlangsung dalam tiga lapis kelembagaan yang berurutan: pemerintah daerah, pendampingan nasional oleh BNPB, dan satuan tugas percepatan pemulihan.…The emergency response to Aceh's 2025 flash floods was not led by a single body but unfolded across three successive institutional layers: regional government, national accompaniment by BNPB, and a… KonsepConcept Tata kelola daerah aliran sungai: otoritas, moratorium, dan restorasiRiver-basin governance: authority, moratorium and restoration Pilar pertama strategi ketangguhan Aceh adalah tata kelola daerah aliran sungai, bukan pembangunan tanggul, karena setiap infrastruktur pengendali banjir akan menghadapi beban yang terus naik selama kondisi hulu tidak berubah.…The first pillar of Aceh's resilience strategy is river-basin governance rather than levee building, since flood-control infrastructure faces ever-rising loads while upstream conditions remain unchanged. The proposals cover a cross-district… KonsepConcept Transparansi anggaran dan pembiayaan daruratBudget transparency and emergency financing Pembiayaan darurat bencana 2025 bersumber dari Dana Siap Pakai, transfer ke daerah, santunan Kementerian Sosial, dan APBA, tetapi informasi publiknya dinilai tidak memadai. Indonesia Corruption Watch memetakan risiko penyalahgunaan dan…Emergency financing for the 2025 disaster drew on on-call funds, transfers to regions, Social Affairs Ministry compensation and the provincial budget, yet public information about it was judged inadequate. Indonesia… KonsepConcept Unit relawan peringatan gampong dan model BangladeshVillage warning volunteer units and the Bangladesh model Sistem peringatan yang bergantung pada kanal digital gagal ketika listrik dan telekomunikasi padam pada 26 November 2025. Sebagai jawabannya diusulkan unit relawan peringatan di setiap gampong rawan, sekitar dua puluh…Warning systems relying on digital channels failed when power and telecommunications collapsed on 26 November 2025. The proposed answer is a warning volunteer unit in every at-risk village, about twenty…

4.8 Tsunami 2004 & kearifan lokal kebencanaanThe 2004 tsunami & local disaster knowledge

Tsunami 2004 dan pengetahuan lokal tentang bencana, seperti tradisi lisan yang menyelamatkan warga, sebagai bagian dari ingatan sosial Aceh.The 2004 tsunami and local disaster knowledge, such as oral traditions that saved lives, as part of Aceh's social memory.

KonsepConcept Bencana sebagai teguran: tafsir religius atas musibah beruntun di AcehDisaster as admonition: a religious reading of Aceh’s recurring calamities Sebuah tafsir teologis-normatif tentang mengapa bumi Aceh seolah ‘berlangganan’ musibah, tragedi, dan bencana. Bencana dibaca sebagai murka sekaligus kasih sayang Tuhan yang menegur, sejalan dengan kisah para nabi dalam kitab…A theological-normative interpretation of why Aceh seems to ‘subscribe’ to calamity, tragedy and disaster. Disaster is read as both divine wrath and divine love that admonishes, in line with the… KonsepConcept Paradoks kesiapsiagaan pascatsunamiThe post-tsunami preparedness paradox Aceh adalah tempat kelembagaan penanggulangan bencana Indonesia lahir, tetapi pada 2025 provinsi ini kehilangan 562 jiwa akibat ancaman yang berbeda dari yang disiapkannya. Setelah 2004 yang dibangun adalah kapasitas menghadapi…Aceh is where Indonesia's disaster-management institutions were born, yet in 2025 it lost 562 lives to a threat different from the one it had prepared for. After 2004 the province… KonsepConcept Sanksi sosial ekologis dan ekologi berketuhananEcological social sanction and a God-conscious ecology Selain sebagai modal gotong royong, kearifan lokal Aceh juga berfungsi sebagai mekanisme pencegahan melalui sanksi sosial: pihak yang memantik bencana ekologis diingat dan dikecam lintas generasi. Mekanisme ini terlihat hidup…Beyond serving as a resource for mutual aid, Acehnese local wisdom also acts as a preventive mechanism through social sanction: those who trigger ecological disasters are remembered and condemned across… TradisiTradition Smong dan nandong: pengetahuan tsunami SimeulueSmong and nandong: Simeulue's tsunami knowledge Smong adalah istilah Simeulue untuk tsunami, dan pengetahuan bahwa gempa kuat harus disusul lari ke bukit diwariskan melalui nandong, nyanyian tradisional termasuk pengantar tidur, sejak tsunami 1907. Pada tsunami 2004,…Smong is the Simeulue word for tsunami, and the knowledge that a strong earthquake must be followed by flight to the hills has been passed down through nandong, traditional songs… TradisiTradition Smong: pengetahuan tsunami SimeulueSmong: Simeulue's tsunami knowledge Smong adalah pengetahuan masyarakat Simeulue bahwa gempa kuat harus segera disusul dengan lari ke bukit, karena laut dapat naik. Pengetahuan ini diwariskan melalui nandong, nyanyian pengantar tidur, sejak tsunami 4…Smong is the Simeulue people's knowledge that a strong earthquake must be followed at once by running to the hills, because the sea may rise. Transmitted through nandong, lullabies, since… PeristiwaEvent Tsunami Aceh 26 Desember 2004 dan warisan kelembagaannyaThe Aceh tsunami of 26 December 2004 and its institutional legacy Tsunami Samudra Hindia 26 Desember 2004 menewaskan lebih dari 131.000 jiwa di Aceh, dengan sekurangnya 37.000 orang hilang, menurut BRR dan Bank Dunia. Pemulihannya menjadi salah satu program rekonstruksi terbesar…The Indian Ocean tsunami of 26 December 2004 killed more than 131,000 people in Aceh, with at least 37,000 missing, according to the BRR and the World Bank. Its recovery…