Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

TemaTheme · Sosiologi AcehAcehnese Sociology

Bencana & ketahanan: peristiwa, sebab & dampakDisaster & resilience: events, causes & impacts

Rangkaian peristiwa bencana di Aceh, sebab-sebab alam dan buatan manusia di baliknya, serta dampaknya bagi masyarakat.Disaster events in Aceh, the natural and human-made causes behind them, and their impact on society.

Lihat posisinya dalam peta filosofisSee its place in the philosophical map →

TempatPlace Aceh Tamiang: episentrum banjir bandangAceh Tamiang: epicentre of the flash floods Aceh Tamiang di pesisir timur menjadi wilayah dengan pengungsi terbanyak dan kerusakan permukiman terberat pada bencana 2025. Kota Kualasimpang lumpuh dengan genangan hingga tiga meter. Daerah aliran sungainya berbentuk menyempit…Aceh Tamiang on the east coast had the most displaced people and the worst housing damage in the 2025 disaster. The town of Kualasimpang was paralysed under up to three… TempatPlace Aceh Utara dan jebolnya tanggul Krueng Pase–Krueng PeutoNorth Aceh and the Krueng Pase–Krueng Peuto levee breaches Aceh Utara mencatat korban meninggal tertinggi di seluruh Sumatera pada bencana 2025, yaitu 246 jiwa per 25 Januari 2026 menurut BNPB. Rangkaian kegagalannya dapat dilacak: penggenangan awal pada 19–20 November,…North Aceh recorded the highest death toll in all of Sumatra in the 2025 disaster: 246 people as of 25 January 2026, according to BNPB. Its chain of failure can… PeristiwaEvent Banjir bandang dan longsor Aceh November 2025The November 2025 Aceh flash floods and landslides Rangkaian banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang dipicu hujan ekstrem di sekitar Siklon Tropis Senyar melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025. Menurut data BNPB…A chain of floods, flash floods and landslides, driven by extreme rainfall around Tropical Cyclone Senyar, struck Aceh, North Sumatra and West Sumatra in late November 2025. BNPB data as… KonsepConcept Dampak ekonomi bencana Aceh 2025The economic impact of Aceh's 2025 disaster Menurut dokumen rencana rehabilitasi dan rekonstruksi Pemerintah Aceh berbasis pengkajian kebutuhan pascabencana, kerusakan dan kerugian Aceh mencapai Rp138,38 triliun dengan kebutuhan pemulihan Rp153,25 triliun. Dibandingkan APBA 2026 sebesar Rp12,23 triliun,…According to the Aceh government's rehabilitation and reconstruction plan, based on the post-disaster needs assessment, damage and losses in Aceh totalled Rp138.38 trillion, with recovery needs of Rp153.25 trillion. Against… KonsepConcept Dampak sosial, layanan dasar, dan martabat penyintasSocial impact, basic services and survivors' dignity Di luar angka kerugian ekonomi, bencana 2025 mengubah kehidupan sosial, pendidikan, kesehatan, dan ibadah di Aceh. Sebanyak 532 dayah terdampak dengan rehabilitasi baru sekitar sepuluh persen pada akhir Juli 2026,…Beyond economic losses, the 2025 disaster transformed social life, education, health and worship in Aceh. Some 532 dayah were affected, with only about ten per cent rehabilitated by the end… TempatPlace Dataran tinggi tengah: longsor dan isolasi Gayo 2025The central highlands: Gayo landslides and isolation in 2025 Dataran tinggi tengah Aceh mengalami bentuk kerusakan yang berbeda dari pesisir: longsor yang mengubur permukiman, desa yang hilang seluruhnya, jembatan yang putus dalam jumlah besar, dan isolasi berminggu-minggu. Tiga belas…Aceh's central highlands suffered a different kind of damage from the coast: landslides burying settlements, whole villages vanishing, bridges severed in large numbers and weeks of isolation. Thirteen of the… KonsepConcept Deforestasi hulu dan lonjakan kehilangan hutan Aceh 2024–2025Upstream deforestation and Aceh's 2024–2025 forest-loss surge Menyusutnya tutupan hutan di daerah tangkapan air menjadi tekanan dinamis utama di balik besarnya dampak banjir 2025. Yayasan Auriga Nusantara mencatat deforestasi Aceh naik dari 8.962 hektare pada 2024 menjadi…Shrinking forest cover in water catchments was the main dynamic pressure behind the severity of the 2025 floods. Yayasan Auriga Nusantara recorded Aceh's deforestation rising from 8,962 hectares in 2024… KonsepConcept Desa yang hilang dalam bencana 2025Villages lost in the 2025 disaster Kategori kerusakan paling berat dalam bencana 2025 adalah desa yang lenyap sebagai permukiman. Kementerian Dalam Negeri melaporkan 21 desa hilang di Aceh, tersebar di Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Gayo Lues,…The most severe damage category in 2025 was villages that ceased to exist as settlements. The Ministry of Home Affairs reported 21 villages lost in Aceh, spread across Aceh Tamiang,… KonsepConcept Empat lapis sebab bencana Aceh 2025The four layers of causation in Aceh's 2025 disaster Analisis sebab bencana 2025 memakai model Pressure and Release (Wisner, Blaikie, Cannon, dan Davis) yang memandang bencana sebagai perpotongan bahaya alam dan kerentanan yang terbentuk secara sosial. Hasilnya adalah empat…Causal analysis of the 2025 disaster uses the Pressure and Release model (Wisner, Blaikie, Cannon and Davis), which sees disaster as the intersection of a natural hazard and socially produced… PeristiwaEvent Forensik kayu gelondongan banjir 2025Forensic analysis of the 2025 flood logs Kementerian Kehutanan bersama Bareskrim Polri merilis hasil pemeriksaan forensik atas kayu gelondongan yang terbawa banjir pada 10 Desember 2025. Dari 43 potong sampel teridentifikasi 15 jenis kayu, sebagian besar karet,…On 10 December 2025 the Ministry of Forestry and the National Police criminal investigation agency released forensic results on the logs swept along by the floods. From 43 samples, 15… TempatPlace Kawasan Ekosistem Leuser sebagai menara air AcehThe Leuser Ecosystem as Aceh's water tower Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) adalah bentang hutan pegunungan yang berfungsi sebagai menara air bagi hampir seluruh daerah aliran sungai besar di Aceh. Menurut Yayasan HAkA, 71 persen kehilangan tutupan hutan…The Leuser Ecosystem (KEL) is a mountain-forest landscape that serves as the water tower for nearly all of Aceh's major river basins. According to Yayasan HAkA, 71 per cent of… KonsepConcept Kegagalan infrastruktur berantai: listrik, komunikasi, dan jembatanCascading infrastructure failure: power, communications and bridges Robohnya menara transmisi 150 kV pada jalur Arun–Bireuen pada 26 November 2025 memadamkan seluruh Aceh dan memicu kegagalan beruntun. Telekomunikasi lumpuh karena gardu operator tidak memiliki daya cadangan, sehingga BTS…The collapse of a 150 kV transmission tower on the Arun–Bireuen line on 26 November 2025 blacked out all of Aceh and set off cascading failures. Telecommunications collapsed because operator… KonsepConcept Kesenjangan data hidrologi dan peringatan yang berhenti pada curah hujanThe hydrological data gap and warnings that stopped at rainfall BMKG menerbitkan peringatan dini kategori AWAS pada 23 November 2025, tiga hari sebelum puncak, yang menyebut hampir seluruh kabupaten yang kemudian terdampak berat. Namun peringatan itu berhenti pada kategori curah…BMKG issued an AWAS (highest-level) early warning on 23 November 2025, three days before the peak, naming almost every district later hit hard. But the warning stopped at rainfall categories:… KonsepConcept Perizinan tambang dan tata ruang yang permisifMining licences and permissive spatial planning Di balik deforestasi hulu terdapat lapis keputusan berupa izin usaha dan rencana tata ruang. Menurut data IDeAS per April 2026, terdapat 79 izin usaha pertambangan aktif di 12 kabupaten/kota Aceh…Beneath upstream deforestation lies a layer of decisions: business licences and spatial plans. According to IDeAS data as of April 2026, there were 79 active mining licences in 12 Acehnese… PeristiwaEvent Peta kehilangan tutupan hutan Aceh 2025: penyebab, kawasan, dan titik tekananMapping Aceh’s 2025 forest-cover loss: causes, zones and pressure points Data pemantauan Yayasan HAkA mencatat kehilangan tutupan hutan Aceh sebesar 39.687 hektare pada 2025, naik lebih dari 274 persen dari 10.610 hektare pada 2024. Sekitar 61,5 persen diperkirakan berasal dari…Monitoring data from Yayasan HAkA recorded 39,687 hectares of forest-cover loss in Aceh in 2025, up more than 274 percent from 10,610 hectares in 2024. About 61.5 percent is estimated… PeristiwaEvent Siklon Tropis SenyarTropical Cyclone Senyar Senyar adalah siklon tropis yang terbentuk di Selat Malaka pada 26 November 2025 sekitar 90 kilometer tenggara Lhokseumawe, dengan angin maksimum 43 knot dan tekanan pusat 998 hPa. Sistem ini…Senyar was a tropical cyclone that formed in the Strait of Malacca on 26 November 2025 about 90 kilometres south-east of Lhokseumawe, with maximum winds of 43 knots and a… TempatPlace Tangse: banjir bandang 2011 dan tambang emas di huluTangse: the 2011 flash flood and upstream gold mining Tangse di Kabupaten Pidie adalah contoh paling terdokumentasi tentang hubungan antara kerusakan hulu dan banjir bandang di Aceh. Banjir bandang 10 Maret 2011 menewaskan 24 orang dan dikaitkan dengan pembalakan…Tangse in Pidie district is the best-documented example of the link between upstream degradation and flash floods in Aceh. The flash flood of 10 March 2011 killed 24 people and… KonsepConcept Tiga tipologi wilayah terdampak bencana 2025Three typologies of affected areas in 2025 Satu peristiwa cuaca menghasilkan tiga jenis bencana karena melintasi tiga bentang alam Aceh yang dibelah Pegunungan Bukit Barisan. Pesisir utara-timur mengalami banjir berdurasi panjang dan pengungsian massal; dataran tinggi tengah…One weather event produced three kinds of disaster because it crossed three Acehnese landscapes divided by the Bukit Barisan range. The north-east coast suffered prolonged flooding and mass displacement; the… KonsepConcept Wilayah sungai dan DAS lintas kabupaten di AcehRiver regions and cross-district basins in Aceh Aceh terbagi ke dalam sembilan wilayah sungai: tiga berstatus strategis nasional, satu lintas provinsi, empat lintas kabupaten/kota, dan satu dalam satu kabupaten. Pembagian kewenangan ini menjadi salah satu akar persoalan…Aceh is divided into nine river regions: three of national strategic status, one cross-provincial, four cross-district and one within a single district. This allocation of authority is a root problem…

← Semua tema dalam bidang iniAll themes in this field