TemaTheme · Sosiologi AcehAcehnese Sociology
Kajian bandar & gampong: ruang, ekonomi & lautTowns & villages: space, economy & the sea
Kajian kota pelabuhan dan gampong sebagai ruang hidup, ekonomi, dan hubungan masyarakat Aceh dengan laut.Studies of port towns and villages as spaces of living, economy and Acehnese society's relationship with the sea.
Lihat posisinya dalam peta filosofisSee its place in the philosophical map →
TradisiTradition Amilan dan keude kampungAmilan and the village shop
Amilan adalah praktik berbelanja kebutuhan harian di keude (warung kecil) kampung dengan pembayaran ditunda hingga panen atau hingga hasil tani dijual pada hari pekan. Praktik ini dikaitkan dengan komunitas pedalaman…Amilan is the practice of obtaining daily necessities from the village keude (small shop) with payment deferred until harvest or until produce is sold on market day. It is associated…
TempatPlace Banda Aceh sebagai kota pelajar dan arena kontestasi keagamaanBanda Aceh as student city and arena of religious contest
Banda Aceh dibentuk oleh dua respons negara terhadap konflik: pendirian kampus di Darussalam setelah DI/TII, dan pemberian status pelaksanaan syariat setelah konflik GAM. Kota ini menjadi tujuan pemuda dari seluruh…Banda Aceh was shaped by two state responses to conflict: founding campuses at Darussalam after Darul Islam, and granting sharia implementation after the GAM conflict. The city draws young people…
KonsepConcept Chinsow dan laut Aceh: dari reusam ke kesadaran geopolitikChinsow and Aceh's sea: from reusam to geopolitical awareness
Chinsow, serapan Aceh dari kata chainsaw, dipakai sebagai metafora bagi eksploitasi tanah dan laut Aceh oleh kekuatan luar. Istilah ini merujuk pada gagasan chainsaw art dari Ian Morris. Argumen ini…Chinsow, the Acehnese borrowing of 'chainsaw', is used as a metaphor for outside forces' exploitation of Aceh's land and sea, drawing on Ian Morris's notion of 'chainsaw art'. The argument…
TempatPlace Jeuram
Jeuram adalah kota pasar di jantung Nagan Raya yang, menurut tuturan lisan, berawal sebagai garnisun militer Belanda pada awal abad ke-20. Meski kantor kabupaten pindah ke kompleks baru di selatan…Jeuram is a market town at the heart of Nagan Raya which, according to oral accounts, began as a Dutch military garrison in the early twentieth century. Although the regency…
KonsepConcept Jurong dan permukiman kawomJurong lanes and kawom settlements
Kampung tradisional Aceh tersusun dari rumah-rumah tanpa pagar dalam satu pekarangan luas yang dihuni kerabat sedarah, yang disebut kawom. Setiap rumah wajib memiliki lorong (jurong) sendiri tanpa mengambil tanah orang…Traditional Acehnese villages consisted of unfenced houses on wide compounds inhabited by blood relatives, known as kawom. Every house had to have its own lane (jurong) without encroaching on another’s…
KonsepConcept Kapitalisme sehari-hari di AcehEveryday capitalism in Aceh
Kritik ini menunjukkan bahwa perilaku mengejar untung sebesar-besarnya, yang biasa diasosiasikan dengan kapitalisme Barat, telah mengakar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh yang religius. Contohnya beragam: kontraktor yang memangkas anggaran proyek…This critique shows that profit-maximising behaviour, usually associated with Western capitalism, has taken root in the everyday life of religious Acehnese society. Examples abound: contractors cutting project budgets by half,…
TempatPlace Krueng Mane: kampung reformis dan perantauKrueng Mane: a reformist and migrant village
Krueng Mane adalah gugus desa di pesisir Aceh Utara, di tepi jalan Medan–Banda Aceh, sekitar 20 km di barat Lhokseumawe. Kampung ini dikenal sebagai basis ‘kelompok Sunnah’ yang dekat dengan…Krueng Mane is a cluster of villages on the North Aceh coast, beside the Medan–Banda Aceh road, about 20 km west of Lhokseumawe. It is known as a base of…
TempatPlace Kutaraja (Banda Aceh)
Kutaraja adalah nama lama pusat Kesultanan Aceh Darussalam di bibir Selat Melaka, kini Banda Aceh. Kata kota berasal dari bahasa Sanskerta koṭa yang berarti benteng, sehingga Kutaraja bermakna kota benteng…Kutaraja is the old name of the seat of the Aceh Darussalam sultanate on the Strait of Malacca, today Banda Aceh. The word kota derives from Sanskrit kota, ‘fort’, so…
TempatPlace Nagan Raya (Seunagan)
Nagan Raya adalah kabupaten di pantai barat-selatan Aceh, berpenduduk sekitar 140.000 jiwa pada akhir 2000-an, yang sebagian besar tinggal di tepi timur Krueng Seunagan. Wilayah yang dulu dikenal sebagai Seunagan…Nagan Raya is a regency on Aceh’s south-west coast with about 140,000 inhabitants in the late 2000s, most living on the eastern bank of the Seunagan River. Once known as…
KonsepConcept Pasar tikungan, simpang empat, dan Pasar InpresBend markets, crossroads markets and the Inpres market
Pasar tradisional Aceh di jalur pesisir lazim berdiri di tikungan jalan dan berbentuk huruf L, berdampingan dengan masjid atau meunasah dan sekolah. Bentuk ini memberi ruang pertemuan bagi ureung tunong…Traditional Acehnese markets along the coastal road typically stand at road bends in an L shape, alongside a mosque or meunasah and a school. The form gives upland and lowland…
KonsepConcept Segitiga masjid–dayah–pasarThe mosque–dayah–market triangle
Lanskap budaya pesisir Aceh dapat dibaca sebagai segitiga masjid, dayah, dan pasar yang dibangun dekat sungai. Dari simpul ini permukiman meluas ke kampung-kampung, lalu ke tepi hutan, dalam proses yang…The coastal cultural landscape of Aceh can be read as a triangle of mosque, dayah and market built close to rivers. From this node settlement spread to villages and then…
KonsepConcept Tiga lanskap budaya: bukit–sawah–laut, bukit–sawah–kampong, hutan–sawah–kampongThree cultural landscapes: hill–paddy–sea, hill–paddy–village, forest–paddy–village
Model untuk membaca masyarakat Aceh melalui tiga pola lanskap. Pola pesisir ‘bukit–sawah–laut’ melahirkan budaya kosmopolis dan kerajaan-kerajaan, pola pedalaman ‘bukit–sawah–kampong’ menjadi wilayah produksi, sedangkan pola ‘hutan–sawah–kampong’ menandai komunitas yang paling…A model for reading Acehnese society through three landscape patterns. The coastal ‘hill–paddy–sea’ pattern produced a cosmopolitan culture and the kingdoms, the inland ‘hill–paddy–village’ pattern is the zone of production,…
KonsepConcept Tiga lapisan lanskap tanah dalam presentasi KBAThree land-and-livelihood layers in KBA’s presentation
Sumber membedakan lapisan gunung–hutan–sungai, sawah–sungai–perkampungan, dan sawah–sungai–laut. Bagan menghubungkan lanskap dengan penghidupan, kesejahteraan, dan komersialisasi.The source distinguishes mountain–forest–river, rice field–river–village and rice field–river–sea layers, relating landscapes to livelihoods, collective welfare and commercialisation.
KelompokCommunity Toke bangku dan ekonomi nelayanToke bangku and the fishers' economy
Toke bangku adalah pedagang perantara yang menentukan harga dan menjual hasil tangkapan nelayan di kuala. Bersama pemilik boat dan pawang, mereka termasuk pihak yang paling banyak menikmati hasil laut, sementara…The toke bangku are middlemen who set prices for and sell fishers' catches at the river-mouth landing sites. Together with boat owners and pawang, they are among those who profit…
KonsepConcept Toponimi kampung Aceh: cot, blang, gle, krueng, kutaAcehnese village toponymy: cot, blang, gle, krueng, kuta
Nama-nama kampung di Aceh merekam lanskap tempat masyarakatnya bermukim. Unsur seperti cot (bukit), blang (sawah), gle (gunung/bukit), krueng (sungai), lhok, dan kuta (kota) menunjukkan letak permukiman di antara laut, sawah,…Village names in Aceh record the landscape in which their people settled. Elements such as cot (hill), blang (paddy field), gle (mountain/hill), krueng (river), lhok and kuta (town) show where…
KonsepConcept Toponimi kampung dan identitas arah mata anginVillage toponymy and compass-point identity
Nama-nama kampung Aceh banyak diambil dari bentang alam, seperti cot (bukit), blang (sawah), krueng (sungai), lam (dalam), dan ulè (kepala), yang mencerminkan kosmologi permukiman. Sebagian nama berakar Sanskerta, dan sebagian…Acehnese village names are largely drawn from the landscape, such as cot (hill), blang (paddy field), krueng (river), lam (inside) and ulè (head), reflecting a cosmology of settlement. Some names…