Perebutan makna, kebencian, dan literasi mediaStruggles over meaning, hatred and media literacy
Pembacaan esai dalam edisi 2026
Esai kebencian dan kesimpulan buku membuka kajian tentang bagaimana narasi membentuk hubungan sosial.
The hatred essay and book conclusion invite inquiry into narratives shaping social relations.
Penulis mengamati kebencian sebagai komoditas dan alat mobilisasi dalam media sosial. Kesimpulan buku menautkan kemampuan menetapkan makna peristiwa dengan kekuasaan. Keduanya mengarahkan perhatian pada bahasa, pengulangan, kepentingan politik, dan penerimaan masyarakat.
Tidak setiap perselisihan atau pesan viral membuktikan operasi intelijen terkoordinasi. Pengembangan editorial untuk Acehnologi ialah meneliti asal pesan, perubahan narasi, bukti koordinasi, serta dampaknya pada kepercayaan dan perdamaian. Literasi media di sini berarti kemampuan menilai klaim dan sumber, termasuk klaim dalam buku itu sendiri.
Rujukan: Bustamam Ahmad, Kamaruzzaman. 2026. Perang Tanpa Peluru: Geopolitik, Intelijen, dan Kebudayaan Aceh Menuju 2045. Banda Aceh: KBA13 Insight. Bab 18, hlm. 87–90; Bab 51, hlm. 220–222.
The author presents hatred as a commodity and mobilisation resource on social media. The conclusion connects power with the ability to define events. Together these arguments direct attention to language, repetition, political interests and reception.
Disagreement or virality alone does not prove a coordinated intelligence operation. An editorial research extension is to examine message origins, narrative changes, coordination evidence and effects on trust and peace. Media literacy includes assessing the book’s own claims.
Reference: Bustamam Ahmad, Kamaruzzaman. 2026. Perang Tanpa Peluru: Geopolitik, Intelijen, dan Kebudayaan Aceh Menuju 2045. Banda Aceh: KBA13 Insight. Bab 18, hlm. 87–90; Bab 51, hlm. 220–222.
Posisi dalam kerangkaPlace in the framework
Tokoh, lembaga, dan konsep yang paling dekat dengan entri ini, beserta sifat hubungannya.The figures, institutions and concepts closest to this entry, and how they relate to it.
Pertanyaan reflektifReflective question
Bukti apa yang memperkuat atau membatasi penafsiran sumber ini?What evidence supports or limits this source’s interpretation?
Kutip entri ini:Cite this entry: “Perebutan makna, kebencian, dan literasi media”, Acehnologi — Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway, https://acehnologi.com/entri/perebutan-makna-dan-literasi-media/