Perang Tanpa Peluru: geopolitik dan kebudayaan AcehPerang Tanpa Peluru: geopolitics and Acehnese culture
Edisi 2026; horizon skenario 2045
Buku membaca hubungan geopolitik, pengetahuan, intelijen, dan perubahan kebudayaan melalui kedudukan Aceh.
The book examines geopolitics, knowledge, intelligence and cultural change through Aceh’s position.
Rangkaian esai bergerak dari tatanan dunia dan pertahanan menuju media sosial, adat, agama, serta hubungan Aceh–Indonesia. Kesimpulannya menempatkan perebutan makna sebagai unsur kekuasaan dan mengajak studi pertahanan berdialog dengan antropologi. Aceh diposisikan sebagai penghasil pengetahuan strategis, bukan hanya wilayah yang dikenai kebijakan keamanan.
Tahun 2026 adalah tahun edisi, sementara sebagian esai mempertahankan penanda waktu lebih lama. Deskripsi di dalamnya tidak seluruhnya menjadi laporan keadaan 2026. Skenario 2045 disajikan sebagai kemungkinan penulis. Dugaan operasi asing, pembacaan bahasa tubuh, dan pengaitan identitas sosial dengan ancaman memerlukan bukti tersendiri; identitas suatu kelompok bukan bukti subversi.
Rujukan: Bustamam Ahmad, Kamaruzzaman. 2026. Perang Tanpa Peluru: Geopolitik, Intelijen, dan Kebudayaan Aceh Menuju 2045. Banda Aceh: KBA13 Insight. Daftar isi; Bab 1, 6–8, 18, 40, 51 (hlm. 220–222).
The essays move from world order and defence to social media, adat, religion and Aceh–Indonesia relations. The conclusion treats struggles over meaning as part of power and brings defence studies into dialogue with anthropology. Aceh is positioned as a producer of strategic knowledge.
2026 is the edition year, while some essays retain earlier temporal references. They are not all reports of 2026 conditions. The 2045 scenarios remain possibilities proposed by the author. Allegations of foreign operations, body-language interpretations and links between social identities and threats require independent evidence; group identity does not establish subversion.
Reference: Bustamam Ahmad, Kamaruzzaman. 2026. Perang Tanpa Peluru: Geopolitik, Intelijen, dan Kebudayaan Aceh Menuju 2045. Banda Aceh: KBA13 Insight. Daftar isi; Bab 1, 6–8, 18, 40, 51 (hlm. 220–222).
Posisi dalam kerangkaPlace in the framework
Tokoh, lembaga, dan konsep yang paling dekat dengan entri ini, beserta sifat hubungannya.The figures, institutions and concepts closest to this entry, and how they relate to it.
Pertanyaan reflektifReflective question
Bukti apa yang memperkuat atau membatasi penafsiran sumber ini?What evidence supports or limits this source’s interpretation?
Kutip entri ini:Cite this entry: “Perang Tanpa Peluru: geopolitik dan kebudayaan Aceh”, Acehnologi — Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway, https://acehnologi.com/entri/perang-tanpa-peluru-peta-buku-2026/