Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

#

A

NaskahText Agama dan kepemimpinan politik Aceh: kerangka Riza NurdinReligion and political leadership in Aceh: Riza Nurdin’s framework Presentasi memetakan peran agama dalam kepemimpinan melalui tiga dimensi: ideologi, kriteria legal formal, dan agensi ulama. Analisisnya ditempatkan dalam konteks politik sekitar 2024.The presentation maps religion and leadership through ideology, formal criteria and ulama agency, situated in the political context around 2024. NaskahText Amanah empat ulama Aceh (1866)The testament of four Acehnese scholars (1866) Pada hari Maulid Nabi, 12 Rabiul Awal 1283 H (14 Juli 1866), empat ulama besar Aceh meninggalkan amanah tentang lima perkara yang paling dibenci manusia, yang seluruhnya berkaitan dengan kezaliman…On the Prophet's birthday, 12 Rabi‘ al-Awwal 1283 AH (14 July 1866), four leading Acehnese scholars left a testament naming five things most hated by people, all concerning the injustice… NaskahText Aqidah al-Najin, Kitab Perukunan Melayu Besar, dan kitab majlis taklimAqidah al-Najin, Kitab Perukunan Melayu Besar and the texts of the majlis taklim Majlis taklim di Nagan Raya membaca kitab-kitab Jawi klasik karya ulama Nusantara, terutama Aqidah al-Najin karya Zainal Abidin bin Muhammad al-Patani tentang dasar iman, Kitab Perukunan Melayu Besar tentang fikih,…Majlis taklim in Nagan Raya read classic Jawi texts by archipelagic scholars, notably Aqidah al-Najin by Zainal Abidin bin Muhammad al-Patani on the basics of faith, Kitab Perukunan Melayu Besar… NaskahText Asrār al-‘ĀrifīnAsrār al-‘Ārifīn (The Secrets of the Gnostics) Asrār al-‘Ārifīn adalah kitab Hamzah Fansuri yang berisi syarah atas lima belas bait syairnya sendiri tentang makrifat kepada Allah, sifat-sifat-Nya, dan nama-nama-Nya. Kitab ini dibuka dengan seruan kepada anak Adam…Asrār al-‘Ārifīn is Hamzah Fansuri's prose commentary on fifteen of his own stanzas about gnosis of God, His attributes and His names. It opens by calling the Muslim children of…

C

D

NaskahText Dari Islam Politik ke Acehnologi: pembacaan Ramli CibroFrom political Islam to Acehnologi: Ramli Cibro’s interpretation Cibro menafsirkan perubahan pemikiran KBA melalui Islam politik, studi kawasan, Acehnologi, dan imajinasi kebangsaan.Cibro traces KBA’s thought through political Islam, area studies, Acehnologi and national imagination. NaskahText Darussalam dan era Global-AI: epilog pemikiran KBADarussalam and the Global-AI era: KBA’s epilogue Epilog membahas risiko dominasi makna digital dan kebutuhan menempatkan adab serta nilai dalam penggunaan teknologi.The epilogue examines digital domination of meaning and the place of ethics in technology. NaskahText Darussalam sebagai visi kosmologis lintas kawasanDarussalam as a cross-regional cosmological vision Darussalam ditafsirkan sebagai hubungan kedamaian, keadilan, syariat, dan kehidupan batin.Darussalam is interpreted through peace, justice, law and inward life. NaskahText Dayah 2050: peta makalah KBA tahun 2012Dayah 2050: a map of KBA’s 2012 paper Peta sumber tentang reproduksi spirit, empat tantangan ilmu, tiga unsur gerakan agama, serta empat pilihan masa depan dayah.A source map of spiritual reproduction, four knowledge challenges, three dimensions of religious movements and four dayah futures. NaskahText De Atjehers (Snouck Hurgronje)De Atjehers (The Achehnese), by Snouck Hurgronje De Atjehers adalah karya dua jilid Christiaan Snouck Hurgronje tentang masyarakat Aceh yang terbit pada 1893 dan kemudian diterjemahkan ke bahasa Inggris dan Indonesia. Melalui karya ini, Aceh sebagaimana dipahami…De Atjehers is Christiaan Snouck Hurgronje's two-volume study of Acehnese society, published in 1893 and later translated into English and Indonesian. Through it, Aceh as understood by a colonial anthropologist… NaskahText Dinamika haji Indonesia: pembacaan kajian Moh. RosyidIndonesian pilgrimage dynamics: reading Moh. Rosyid Rosyid menghubungkan sejarah pembatasan kolonial dengan persoalan pelayanan, kuota, dan keberangkatan haji lintas negara.Rosyid connects colonial restrictions with pilgrimage services, quotas and cross-border travel. NaskahText Dinasti Shalihiyyah: kerangka baru historiografi Samudra PasaiThe Shalihiyyah dynasty: a new framework for the historiography of Samudra Pasai Karya peneliti Aceh Utara Taqiuddin Muhammad, Dinasti Shalihiyyah di Sumatera, mengusulkan kerangka baru bagi historiografi Samudra Pasai. Ia mempertanyakan sejumlah temuan lama dan mengaitkan pendirian Pasai dengan kesinambungan tradisi keulamaan…Dinasti Shalihiyyah di Sumatera, by the North Aceh researcher Taqiuddin Muhammad, proposes a new framework for the historiography of Samudra Pasai. It questions several established findings and links Pasai's foundation…

E

G

H

NaskahText Hidāyat al-‘AwāmHidayat al-‘Awam Hidayat al-‘Awam adalah kitab berbahasa Melayu karya Syaikh Faqih Jalaluddin yang bertarikh 1140 H (1727 M). Kitab ini ditulis atas permintaan Sultan Alauddin Ahmad Johan Syah untuk menjadi rujukan umat…Hidayat al-‘Awam is a Malay-language work by Syaikh Faqih Jalaluddin dated 1140 AH (1727 CE). It was written at the request of Sultan Alauddin Ahmad Johan Syah to serve as… NaskahText Hikayat AcehThe Hikayat Aceh Hikayat Aceh adalah teks sejarah Melayu dari lingkungan istana Aceh abad ke-17 yang memuliakan Sultan Iskandar Muda. Dibandingkan Bustān al-Salāṭīn, ia lebih berakar pada budaya dan genealogi lokal, dan menjadi…The Hikayat Aceh is a seventeenth-century Malay historical text from the Acehnese court that glorifies Sultan Iskandar Muda. Compared with the Bustān al-Salāṭīn it is more rooted in local culture… NaskahText Hikayat Aceh: dari kronik istana Melayu ke hikayat berbahasa Aceh dan prosa cetakAcehnese hikayat: from Malay court chronicle to Acehnese-language verse and printed prose Hikayat di Aceh mengalami beberapa pergeseran penting: dari kisah istana berbahasa Melayu beraksara Jawi pada abad ke-17, ke hikayat berbahasa Aceh sejak abad ke-18, hingga prosa bersambung di surat kabar…The hikayat of Aceh underwent several key shifts: from Malay-language court narratives in Jawi script in the seventeenth century, to Acehnese-language hikayat from the eighteenth century, to serialised prose in… NaskahText Hikayat Prang SabiHikayat Prang Sabi (Epic of the Holy War) Hikayat Prang Sabi adalah syair epik berbahasa Aceh yang digubah Teungku Chik Pante Kulu dalam pelayaran pulang dari Mekkah ke Aceh pada 1881. Hikayat ini menjadi sumber semangat perang rakyat…The Hikayat Prang Sabi is an Acehnese-language epic composed by Teungku Chik Pante Kulu on his voyage home from Mecca in 1881. It became the chief source of martial inspiration… NaskahText Hikayat Raja Pasai dan kesusastraan PasaiHikayat Raja Pasai and the literature of Pasai Hikayat Raja Pasai mengisahkan Samudera Pasai, tempat Islam mula-mula bertapak di Kepulauan Melayu, dari akhir abad ke-13 hingga tiga perempat abad ke-14. Menurut Russell Jones, hikayat ini bercampur mitos setempat…Hikayat Raja Pasai recounts Samudera Pasai, where Islam first took root in the Malay Archipelago, from the late thirteenth century to the third quarter of the fourteenth. According to Russell… NaskahText Hoka Raja Loen: lagu Rafly tentang leluhur bertuahHoka Raja Loen: Rafly’s song of illustrious ancestors Hoka Raja Loen (‘Ke manakah rajaku?’) adalah lagu penyanyi Aceh Rafly dalam album Surga Firdaus. Liriknya menyatakan bahwa leluhur orang Aceh adalah kaum bertuah keturunan Achemenia dan Raja Darius yang…Hoka Raja Loen (‘Where is my king?’) is a song by the Acehnese singer Rafly on the album Surga Firdaus. Its lyrics declare that the Acehnese ancestors were an illustrious…

I

NaskahText Ingatan, luka sejarah, dan identitas PattaniMemory, historical wounds and Pattani identity Penulis menempatkan nostalgia Darussalam, kisah Haji Suloong, bahasa rumah, dan pendidikan sebagai cara menjaga identitas.Darussalam nostalgia, Haji Suloong, household language and education become resources for identity. NaskahText Inskripsi Samt al-‘Ālam dan Surah al-Shaff ayat 13The Samt al-‘Alam inscription and Qur'an 61:13 Samt al-‘Ālam (juga dibaca Simtu-l-‘Ālam) adalah frasa Arab yang terpahat pada sisi luar nisan kepala Sultan Munawwar Syah di Bukit Hagu. Kata samt berarti ‘arah’ atau ‘jalan’ dan menjadi akar…Samt al-‘Alam (also read Simtu-l-‘Alam) is an Arabic phrase carved on the outer face of Sultan Munawwar Syah's headstone at Bukit Hagu. Samt means ‘direction’ or ‘path’ and is the… NaskahText Intel juga Manusia: Aceh sebagai sekolah kehidupanIntel juga Manusia: Aceh as a school of life Buku Sri Radjasa Chandra menghadirkan refleksi seorang pelaku atas tsunami, konflik, perdamaian, demokrasi, dan kehidupan intelijen. Ia menjadi sumber perspektif, bukan catatan netral yang bebas kritik.Sri Radjasa Chandra reflects as a participant on the tsunami, conflict, peace, democracy and intelligence work. The book supplies a situated perspective rather than an uncritical neutral record. NaskahText Islam dan transformasi kepemimpinan: bab Muhammad Riza NurdinIslam and leadership transformation: Muhammad Riza Nurdin Bab ini membaca hubungan Islam dan politik melalui ideologi, aturan formal, serta peran ulama.The chapter examines ideology, formal rules and ulama agency. NaskahText Islam Historis: metodologi, isu kontemporer, dan perubahan AcehIslam Historis: methodology, contemporary questions and change in Aceh Islam Historis menghubungkan perumusan metode studi Islam, penerapannya pada persoalan kontemporer, dan pembacaan sejarah serta perubahan masyarakat Aceh.Islam Historis connects Islamic-studies methodology, its application to contemporary issues and the interpretation of Acehnese history and social change.

K

NaskahText Kajian Almascaty tentang Habib Abdurrahman dan Habib BugakAlmascaty’s study of Habib Abdurrahman and Habib Bugak Buku menelusuri Habib Abdurrahman bin Alwi al-Habsyi dan menguji hubungannya dengan pewakaf yang disebut Habib Bugak Asyi. Kesimpulan identifikasi dinyatakan sementara oleh penulis.The book investigates Habib Abdurrahman bin Alwi al-Habsyi and his possible identification with the donor named Habib Bugak Asyi. Its author explicitly presents that identification as provisional. NaskahText Kajian haji Aceh 2018: pengalaman dan perbedaan lintas budayaThe 2018 Acehnese hajj study: experience and cultural difference Artikel KBA dan Rahmi Zakaria memakai pendekatan fenomenologi untuk membandingkan pengalaman jemaah, imajinasi orang kampung, dan pengetahuan orang yang lama menetap di negara Arab.KBA and Rahmi Zakaria use a phenomenological approach to compare pilgrims’ experiences, villagers’ imaginings and the knowledge of long-term residents of Arab countries. NaskahText Kamus Aceh–Belanda (Atjèhsch-Nederlandsch Woordenboek)The Acehnese–Dutch dictionary (Atjèhsch-Nederlandsch Woordenboek) Kamus Aceh–Belanda susunan Hoesein Djajadiningrat terbit di Batavia pada 1934 dalam dua jilid dengan lebih dari 1.200 halaman. Ia meneruskan kerja yang dirintis Snouck Hurgronje dan menjadi salah satu karya…The Acehnese–Dutch dictionary compiled by Hoesein Djajadiningrat was published in Batavia in 1934 in two volumes of more than 1,200 pages. It continued work begun by Snouck Hurgronje and became… NaskahText Kisah Siyung Wanara dalam Babad Tanah JawiThe tale of Siyung Wanara in the Babad Tanah Jawi Kisah Siyung Wanara dalam Babad Tanah Jawi menceritakan seorang raja Pajajaran yang membunuh pertapa peramal, lalu ditimpa ramalan bahwa ia akan dijatuhkan oleh putranya sendiri. Dalam perbandingan Aceh–Jawa, kisah ini…The Siyung Wanara episode in the Babad Tanah Jawi tells of a Pajajaran king who kills a seer-hermit and is then overtaken by a prophecy that his own son will… NaskahText Konsep Keilmuan Acehnologi: membaca bagan sumberThe Concept of Acehnologi: reading the source diagrams Presentasi KBA menghubungkan spirit, nilai, kepercayaan, dan intelektual dengan tindakan, budaya, ritual, dan paradigma. Bagan ini membantu menguji kesesuaian penempatan kajian dalam peta Acehnologi.KBA’s presentation connects spirit, values, beliefs and intellect with action, culture, ritual and paradigms. Its diagrams help assess where studies belong in the Acehnologi map. NaskahText Konstruksi identitas Melayu dalam sejarah Aceh dan Penang: peta sumberConstructing Malay identity in Aceh–Penang history: a source map Makalah 2012 menafsirkan hubungan Aceh–Penang melalui Islamisasi, politik, perdagangan, migrasi, ilmu, dan seni. Identitas Melayu dibaca sebagai proses historis yang melintasi batas negara.This 2012 paper interprets Aceh–Penang relations through Islamisation, politics, trade, migration, scholarship and the arts. Malay identity is approached as a historical process crossing state borders. NaskahText Konteks beragama di Aceh: membaca bagan sosial-antropologisReligious contexts in Aceh: a social-anthropological diagram Presentasi mengajak pembaca memeriksa pengetahuan awal tentang Aceh, hubungan agama dan budaya, fungsi sosial agama, serta pergeseran otoritas keagamaan.The presentation examines prior assumptions about Aceh, religion–culture relations, religion’s social roles and changing religious authority. NaskahText Kosmologi Asia Tenggara: peta buku KBA 2025Southeast Asian Cosmologies: a source map of KBA’s 2025 book Buku menempatkan konsep Asia Tenggara sebagai sumber pembentukan teori melalui relasi, kosmologi, dan pemikiran dekolonial.The book treats Southeast Asian concepts as theoretical resources through relationality, cosmology and decolonial thought.

L

NaskahText Lagu ‘Aceh Pinang’ dan imajinasi perantauanThe song ‘Aceh Pinang’ and the imagination of migration ‘Aceh Pinang’ adalah lagu ciptaan Imran Jaya yang dinyanyikan Fatimah Amir, mengisahkan seorang gadis Aceh yang merindukan kekasihnya yang merantau ke Pulau Pinang. Lagu ini menyuarakan kecemasan bahwa sang kekasih…‘Aceh Pinang’ is a song composed by Imran Jaya and sung by Fatimah Amir, telling of an Acehnese girl who longs for her lover working in Penang. It voices her… NaskahText Langkasuka sebagai imajinasi sejarah dalam pembacaan KBALangkasuka as historical imagination in KBA’s reading Langkasuka diperlakukan sebagai ingatan dan simbol kesinambungan budaya menuju Pattani Darussalam.Langkasuka functions as memory and a symbol of cultural continuity. NaskahText Laporan IPAC 32: kampanye anti-Salafi di Aceh (2016)IPAC Report 32: the anti-Salafi campaign in Aceh (2016) Laporan IPAC membahas persilangan perbedaan doktrin, otoritas dayah, kontrol masjid, dan persaingan politik menjelang pemilihan gubernur 2017.IPAC examines the intersection of doctrinal differences, dayah authority, mosque control and political competition before the 2017 gubernatorial election. NaskahText Laporan tahunan Teuku Azman (1962) dan adat yang ‘bersumber pada Islam’Teuku Azman’s annual report (1962) and an adat ‘rooted in Islam’ Pada November 1962, enam bulan setelah Daud Beureueh turun gunung, kepala Kecamatan Seunagan Teuku Azman, seorang uleebalang dan menantu Habib Muda, menyusun laporan tahunan birokratis yang memuat klaim luar biasa.…In November 1962, six months after Daud Beureueh came down from the hills, the head of the Seunagan sub-district, Teuku Azman, an uleebalang and son-in-law of Habib Muda, filed a…

M

NaskahText Mābaina al-Salāṭīn (Adat Aceh) dan makna ‘raja’Mābaina al-Salāṭīn (Adat Aceh) and the meaning of ‘raja’ Mābaina al-Salāṭīn, yang dikenal sebagai Adat Aceh, adalah kitab tentang tata operasional Kesultanan Aceh Darussalam. Jika Tāj al-Salāṭīn dan Bustān al-Salāṭīn menjelaskan kosmologi dan kekuasaan, kitab ini menjelaskan administrasi pemerintahan…The Mābaina al-Salāṭīn, known as the Adat Aceh, is a text on the operational order of the Sultanate of Aceh Darussalam. Whereas the Tāj al-Salāṭīn and Bustān al-Salāṭīn explain cosmology… NaskahText Manifesto Pemberontak Aceh (1953)The Manifesto of the Acehnese Rebels (1953) Manifesto ini menyatakan alasan rakyat Aceh di bawah Tgk. Daud Beureueh bergabung untuk mendirikan Negara Islam pada September 1953. Intinya adalah kekecewaan bahwa dasar-dasar Republik Indonesia tidak menjamin kemerdekaan beragama…This manifesto sets out why the people of Aceh under Tgk. Daud Beureueh joined in founding an Islamic State in September 1953. Its core is disappointment that the foundations of… NaskahText Masalah sosial mahasiswa di Aceh: membaca esai reflektifStudent social problems in Aceh: reading a reflective essay Esai mengajukan persoalan ekonomi, relasi kuasa, kekerasan, utang, komunikasi, dan kehidupan digital dalam pengalaman mahasiswa. Ia dibaca sebagai refleksi pengajar, bukan survei prevalensi atau penelitian klinis.The essay raises economic pressures, power relations, violence, debt, communication and digital life in student experience. It is read as an educator’s reflection rather than a prevalence survey or clinical… NaskahText Memahami Aceh: alasan, pintu masuk, dan arah AcehnologiUnderstanding Aceh: rationale, entry points and directions for Acehnologi Bagan mengatur Acehnologi melalui tiga pertanyaan: mengapa perlu, dari mana memulai, dan ke mana pengembangannya. Ia memberi kerangka menilai cakupan peta keilmuan.The diagram organises Acehnologi around why it is needed, where to begin and where to develop it, providing a framework for examining the knowledge map’s scope. NaskahText Menjadi Melayu, Muslim, dan warga ThailandBeing Malay, Muslim and a Thai citizen Kerangka trilema membahas perjumpaan identitas budaya, agama, dan kewarganegaraan.The trilemma examines cultural, religious and civic identities. NaskahText Metafisika Islam Nusantara: peta bacaan KBA 2016The metaphysics of Islam Nusantara: KBA’s 2016 reading map Buku membandingkan Taylor, al-Attas, dan Corbin untuk menelusuri fondasi metafisika dan cara membangun kajian Islam Nusantara. Ia menawarkan sumber bagi lapisan filosofis Acehnologi.The book compares Taylor, al-Attas and Corbin in investigating metaphysical foundations and approaches to Islam Nusantara, supplying a source for Acehnologi’s philosophical layer. NaskahText Migrasi Arab di Malaya: peta sumber OthmanArab migration in Malaya: Othman’s source map Makalah Othman menghubungkan migrasi Hadhrami dengan niaga, pendidikan, otoritas agama, dan politik Malaya.Othman connects Hadhrami migration with commerce, education, religious authority and Malayan politics. NaskahText Mir’āt al-ṬullābMir'at al-Tullab Mir’āt al-Ṭullāb adalah kitab fikih karya Syeikh Abdurrauf al-Singkili yang ditulis atas permintaan Sultanah Safiyatuddin. Kitab ini menjadi contoh karya ulama yang lahir dari kebutuhan penguasa akan pedoman hukum. Kehadirannya…The Mir'at al-Tullab is a fiqh treatise by Shaykh Abd al-Ra'uf al-Singkili, written at the request of Sultanah Safiyatuddin. It exemplifies a scholar's work born of a ruler's need for…

N

P

NaskahText Panglima Laot: kajian sejarah dan etnografi KBA 2017Panglima Laot: KBA’s 2017 historical and ethnographic study Artikel mempertemukan sejarah jabatan pelabuhan dengan pengalaman komunitas nelayan dan pembentukan kembali kelembagaan adat.The article relates port-office history to fishing communities and the reconstruction of adat institutions. NaskahText Parmalim di Aceh Singkil: kajian Pohan 2023Parmalim in Aceh Singkil: Pohan’s 2023 study Penelitian mengkaji identitas, praktik agama, dan tekanan pengakuan terhadap komunitas Parmalim di Aceh Singkil.The study examines identity, religious practice and recognition pressures among Parmalim in Aceh Singkil. NaskahText Pasai–Aceh–Pattani: jaringan ilmu dan tradisi pondokPasai–Aceh–Pattani: knowledge networks and pondok Buku membaca arus ulama, kitab, bahasa Melayu, dan pendidikan pondok sebagai hubungan timbal balik Pasai, Aceh, Pattani, dan Haramayn.The book reads scholars, texts, Malay language and pondok education through reciprocal networks connecting Pasai, Aceh, Pattani and the Haramayn. NaskahText Pattani: nasionalisme dan kosmopolitanismePattani: nationalism and cosmopolitanism KBA menguraikan negosiasi antara integrasi kebangsaan dan jaringan Melayu-Islam lintas batas.KBA examines national integration alongside cross-border Malay-Islamic networks. NaskahText Penerapan hukum Islam di Aceh: pembacaan KBA tahun 2007Islamic law in Aceh: KBA’s 2007 analysis Artikel KBA membahas sejarah, ragam pandangan, respons pemerintah, dan persoalan penerapan hukum Islam. Kritik utamanya menyasar penyempitan syariat serta dominasi simbol dibanding keadilan sosial.KBA examines history, competing views, government responses and implementation problems. His central critique concerns the narrowing of sharia and the priority of symbols over social justice. NaskahText Perang Tanpa Peluru: geopolitik dan kebudayaan AcehPerang Tanpa Peluru: geopolitics and Acehnese culture Buku membaca hubungan geopolitik, pengetahuan, intelijen, dan perubahan kebudayaan melalui kedudukan Aceh.The book examines geopolitics, knowledge, intelligence and cultural change through Aceh’s position. NaskahText Piagam Bate KurengBate Kureng Charter Piagam Bate Kureng adalah dokumen tentang berdirinya Negara Bahagian Aceh dalam lingkungan Negara Islam Indonesia, ditandatangani Tgk. Daud Beureueh pada 21 September 1953. Piagam ini menetapkan Wali Negara sebagai kepala…The Bate Kureng Charter is the document establishing a constituent State of Aceh within the Islamic State of Indonesia, signed by Tgk. Daud Beureueh on 21 September 1953. It defined… NaskahText Pilkada, kemiskinan struktural, dan krisis agensi: kajian Mirza ArdiElections, structural poverty and agency: Mirza Ardi’s study Ardi mempertanyakan kemampuan kompetisi elektoral menghasilkan perubahan jika kandidat bergantung pada modal, popularitas, dan balas jasa.Ardi questions electoral change under dependence on finance, popularity and reciprocal obligations. NaskahText Pondok, otoritas digital, dan peran perempuan di PattaniPondok, digital authority and women in Pattani Pergulatan intelektual dibaca melalui hubungan tradisi pondok, perbedaan orientasi keagamaan, pendidikan universitas, dan media dakwah.The chapter connects pondok traditions, religious differences, universities and preaching media, while recognising women’s educational agency.

Q

S

NaskahText Sabīl al-Muhtadīn dan Sīr al-SālikīnSabīl al-Muhtadīn and Sīr al-Sālikīn Sabīl al-Muhtadīn karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dan Sīr al-Sālikīn karya Syekh ‘Abd al-Samad al-Palimbani adalah dua kitab Jawi yang hingga kini dikaji di pengajian rakyat Aceh. Keduanya berisi ibadah…Sabīl al-Muhtadīn by Shaykh Muhammad Arsyad al-Banjari and Sīr al-Sālikīn by Shaykh ‘Abd al-Samad al-Palimbani are two Jawi texts still studied in popular study circles in Aceh. Both deal with… NaskahText Shariʿa and Social Engineering: peta pembacaan FeenerShariʿa and Social Engineering: a reading map of Feener Monograf Feener membaca pelaksanaan syariat melalui sejarah gagasan, pendidikan, birokrasi, pengadilan, dan praktik pengawasan moral. Buku ini menjadi simpul sumber bagi kajian hukum dan perubahan sosial Aceh.Feener reads sharia implementation through intellectual history, education, bureaucracy, courts and moral regulation. His monograph connects law with social transformation in Aceh. NaskahText Sumber daya alam dan keamanan: kajian Dharma BentaraNatural resources and security: Dharma Bentara’s study Penulis menelusuri hubungan perlawanan, akses kekuasaan, dan pengelolaan sumber daya, dari kerajaan dan kolonialisme hingga konflik serta perdamaian modern.The author connects resistance, power and resource governance across royal, colonial and modern periods. NaskahText Syair unggas (burung nuri) Hamzah FansuriHamzah Fansuri's poem of the bird (the parrot) Syair simbolik karya Hamzah Fansuri yang menggambarkan kosmologi penciptaan melalui figur seekor unggas nuri yang berasal dari cahaya. Bagian-bagian tubuh burung itu dinamai dengan konsep-konsep tasawuf, seperti akal universal (bulu),…A symbolic poem by Hamzah Fansuri that portrays the cosmology of creation through the figure of a parrot born of light. Each part of the bird's body is named after… NaskahText Syarab al-‘Āsyiqīn (Minuman Segala Orang Berahi)Sharāb al-‘Āshiqīn (The Drink of Lovers) Syarab al-‘Āsyiqīn adalah risalah tasawuf Hamzah Fansuri dalam tujuh bab yang menuntun pembaca dari amalan syariat hingga puncak berahi dan mabuk kepada Allah. Urutannya bergerak dari syariat, tarikat, hakikat, dan…Sharāb al-‘Āshiqīn is Hamzah Fansuri's seven-chapter Sufi treatise leading the reader from the practice of the sharia to the summit of love and intoxication in God. It moves through sharia,…

T

NaskahText Tāj al-Salāṭīn, Bustān al-Salāṭīn dan tradisi PersiaTaj al-Salatin, Bustan al-Salatin and the Persian tradition Pada kurun 1500–1600, sejumlah karya sastra Persia diterjemahkan atau diadaptasi ke dalam bahasa Melayu di lingkungan istana Aceh. Tāj al-Salāṭīn, yang dikaitkan dengan Bukhari al-Jauhari (1603), dan Bustān al-Salāṭīn karya…Between about 1500 and 1600 a number of Persian literary works were translated or adapted into Malay in the Acehnese court milieu. The Taj al-Salatin, associated with Bukhari al-Jauhari (1603),… NaskahText Tanah bagi orang Aceh: konsep, harta, dan keharmonisanLand among the Acehnese: concepts, wealth and harmony Presentasi KBA menautkan tanoh dengan Po Tala, tanggung jawab komunal, wakaf, lapisan lanskap, serta hubungan manusia dengan alam, Tuhan, dan sesama.KBA’s presentation connects tanoh with Po Tala, collective responsibility, waqf, landscape layers and relations among people, nature and God. NaskahText Tazkirah Thabaqāt Jumu‘ Sulṭān al-Salāṭīn Tazkirah Thabaqāt Jumu‘ Sulṭān al-Salāṭīn adalah naskah yang dinisbahkan kepada Syekh Syamsul Bahri Abdullah al-Asyi dan menjadi sumber utama tradisi tentang Kerajaan Peureulak. Ia memuat kisah kedatangan ulama pembawa Islam…The Tazkirah Thabaqāt Jumu‘ Sulṭān al-Salāṭīn is a manuscript attributed to Shaykh Syamsul Bahri Abdullah al-Asyi and the main source of tradition about the Peureulak kingdom. It recounts the arrival… NaskahText Teungku Inong dan tradisi pengajian: kajian Abdul MananTeungku Inong and religious learning: Abdul Manan’s study Etnografi tiga bulan mengangkat peran guru perempuan dan lembaga pengajian yang berakar dalam kehidupan masyarakat Aceh Barat.Three months of ethnography highlight female teachers and community-rooted learning institutions in West Aceh. NaskahText Teurimong jame: membaca bagan penerimaan tamuTeurimong jame: reading the guest-reception diagram Presentasi membedakan hubungan dengan tamu, ruang penerimaan, dan lama tinggal dalam kehidupan rumah tangga.The presentation differentiates guest relationships, reception spaces and lengths of stay in household life. NaskahText The Tea-Packet Road: peta sumber laporan Selat MalakaThe Tea-Packet Road: a source map of the Strait report Laporan menghimpun pemberitaan dan dokumen tentang narkotika maritim, kedudukan nelayan, serta akuntabilitas lembaga.The report assembles reporting and documents on maritime narcotics, fishermen’s position and institutional accountability. NaskahText The Veranda of Mecca: Budaya, tradisi, dan identitasThe Veranda of Mecca: Culture, tradition and identity KBA membuka pembacaan dengan ingatan konflik sebelum tsunami, kemudian mengaitkan pembangunan Aceh baru dengan relasi sosial, strategi kebudayaan, dan pendefinisian ulang tradisi.KBA moves from memories of conflict before the tsunami to social relationships, cultural strategy and the redefinition of tradition. NaskahText The Veranda of Mecca: Jabatan, kemiskinan, bantuan, dan pemekaranThe Veranda of Mecca: Office, poverty, aid and territorial division Tujuh bab mempertemukan kesiapan menerima kekalahan pemilu, daya tarik pegawai negeri, kesenjangan, politik bantuan, dan wacana pemekaran.Seven chapters connect accepting electoral defeat, civil-service aspirations, inequality, aid and provincial division. NaskahText The Veranda of Mecca: Kapitalisme, moralitas, aktivisme, dan refleksi sosialThe Veranda of Mecca: Capitalism, morality, activism and social reflection Sembilan bab memeriksa perilaku mencari keuntungan, bahasa kritik moral, gender, trilogi teungeutlogi–ngeutlogi–peungeutlogi, aktivisme, perubahan SIRA menjadi partai, serta refleksi akhir 2008.Nine chapters examine profit seeking, moral critique, gender, the three local idioms of manipulation, activism, SIRA’s party transition and reflection on 2008. NaskahText The Veranda of Mecca: Kepemimpinan, rekonstruksi, dan agenda ilmuThe Veranda of Mecca: Leadership, reconstruction and knowledge Empat bab menempatkan kepemimpinan, rekonstruksi, penggunaan konsep agama, dan agenda studi Aceh dalam satu masalah: siapa yang menentukan arah perubahan dan bahasa penjelasannya.These chapters join leadership, reconstruction, religious terminology and Aceh studies around a question of who sets the direction of change. NaskahText The Veranda of Mecca: Media, pertunjukan politik, dan cermin dunia MelayuThe Veranda of Mecca: Media, political performance and the Malay mirror Tujuh bab terakhir membaca senyum dan citra publik, Pekan Kebudayaan Aceh 2009, demonstrasi, Mahathir, pariwisata dan perjudian, nasionalisme Indonesia–Malaysia, serta makna 1Malaysia bagi Aceh.The final seven chapters explore public expressions, the 2009 cultural festival, demonstrations, Mahathir, gambling tourism, Indonesia–Malaysia nationalism and 1Malaysia. NaskahText The Veranda of Mecca: peta 42 babThe Veranda of Mecca: a map of 42 chapters Peta seluruh 42 bab dalam tujuh bagian tentang identitas, rekonstruksi, religi, ekonomi politik, masyarakat, negara, dan dunia Melayu.A complete 42-chapter map across seven parts on identity, reconstruction, religion, political economy, society, the state and the Malay world. NaskahText The Veranda of Mecca: Syariat, kesalehan, dan harga perdamaianThe Veranda of Mecca: Sharia, piety and the price of peace Pembahasan mengkritik pemusatan syariat pada simbol dan penertiban, lalu mempertanyakan hubungan pendidikan moral, otoritas Wilayatul Hisbah, dan pengalaman aman masyarakat.The chapters question symbolic enforcement and explore moral education, Wilayatul Hisbah and everyday safety. NaskahText The Veranda of Mecca: Wali Nanggroe, GAM, kekerasan, dan negaraThe Veranda of Mecca: Wali Nanggroe, GAM, violence and the state Bab-bab ini mempertemukan pembacaan Qanun Wali Nanggroe tahun 2012, perdebatan asal-usul gelar, strategi politik GAM, kajian Aspinall tentang kombatan menjadi kontraktor, pengetahuan tentang terorisme, dan hubungan antarlembaga penegak hukum.These chapters connect the 2012 Wali Nanggroe qanun, title genealogies, GAM’s electoral transition, Aspinall’s combatant-to-contractor analysis, terrorism knowledge and law-enforcement conflict. NaskahText Tibyān fī Ma‘rifat al-AdyānTibyan fi Ma'rifat al-Adyan Tibyān fī Ma‘rifat al-Adyān adalah karya Nuruddin ar-Raniry tentang pengetahuan mengenai agama-agama. Dalam studi perbandingan agama, karya ini dipandang sebagai salah satu karya terdepan. Keunggulannya diakui dalam kesarjanaan, tetapi belum…Tibyan fi Ma'rifat al-Adyan is Nuruddin ar-Raniri's work on knowledge of the religions. In comparative religion it is regarded as a leading early work. Its importance is acknowledged in scholarship,… NaskahText Transformasi Kepemimpinan Aceh: peta lima kajian 2024Aceh Leadership Transformation: five studies from 2024 Peta seluruh lima bab mengenai Islam, masyarakat sipil, sumber daya alam, literasi digital, dan politik kemiskinan.A map of five chapters on Islam, civil society, natural resources, digital literacy and the politics of poverty. NaskahText Trilema Melayu Pattani: peta delapan bab dan epilogTrilema Melayu Pattani: eight chapters and an epilogue Peta pembacaan seluruh delapan bab dan epilog, dengan penghargaan atas asal gagasan dari forum Abdul Razak Panaemalee.A map of all eight chapters and the epilogue, crediting the originating exchange with Abdul Razak Panaemalee. NaskahText Trilema Pattani: sejarah, agama, dan identitas sebagai agenda penelitianThe Pattani trilemma as a research agenda Bab sintesis merumuskan hubungan sejarah, agama, dan identitas, sementara bab awal menonjolkan Melayu, Muslim, dan kewarganegaraan Thailand.The synthesis uses history, religion and identity, while the opening highlights Malayness, Islam and Thai citizenship.

U