Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

Laporan IPAC 32: kampanye anti-Salafi di Aceh (2016)IPAC Report 32: the anti-Salafi campaign in Aceh (2016)

Kajian historis; batas pembacaan mengikuti tahun sumberHistorical study; interpretation is bounded by the source date

Laporan IPAC membahas persilangan perbedaan doktrin, otoritas dayah, kontrol masjid, dan persaingan politik menjelang pemilihan gubernur 2017.

IPAC examines the intersection of doctrinal differences, dayah authority, mosque control and political competition before the 2017 gubernatorial election.

Berdasarkan wawancara dengan pihak-pihak yang bersaing, laporan menilai kampanye anti-Salafi tidak cukup diterangkan melalui perbedaan ibadah. Perasaan kurang terwakili dalam birokrasi, sumber daya, serta koalisi politik juga penting. IPAC membedakan kategori tradisionalis, modernis, dan Salafi, meskipun label “Wahabi” di lapangan sering merangkum pihak yang berbeda.

Prediksi risiko kekerasan adalah penilaian prospektif pada Oktober 2016, bukan bukti bahwa seluruh peristiwa yang dikhawatirkan benar-benar terjadi. Laporan ini dipakai sebagai sumber analitis bertanggal. Klaim tentang insiden dan aktor harus diatribusikan kepada IPAC dan diperiksa silang sebelum menjadi kesimpulan historis yang lebih luas.

Rujukan utama: Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC). 2016. The Anti-Salafi Campaign in Aceh. Report No. 32, 6 October 2016. Hlm. 1–24.

Drawing on interviews with competing parties, the report argues that anti-Salafi mobilisation cannot be explained by ritual differences alone. Perceived underrepresentation in bureaucracy, resources and political coalitions also matter. IPAC distinguishes traditionalists, modernists and Salafis, although local “Wahhabi” labels can merge different groups.

Forecasts of violence are prospective assessments from October 2016, not evidence that every anticipated event occurred. This is a dated analytical source. Claims about incidents and actors should be attributed to IPAC and corroborated before supporting wider historical conclusions.

Primary reference: Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC). 2016. The Anti-Salafi Campaign in Aceh. Report No. 32, 6 October 2016. Hlm. 1–24.

Posisi dalam kerangkaPlace in the framework

Tokoh, lembaga, dan konsep yang paling dekat dengan entri ini, beserta sifat hubungannya.The figures, institutions and concepts closest to this entry, and how they relate to it.

Pertanyaan reflektifReflective question

Bagaimana memisahkan penjelasan doktrinal, politik, dan ekonomi dalam konflik keagamaan?How can doctrinal, political and economic explanations of religious conflict be distinguished?

Kutip entri ini:Cite this entry: “Laporan IPAC 32: kampanye anti-Salafi di Aceh (2016)”, Acehnologi — Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway, https://acehnologi.com/entri/ipac-anti-salafi-aceh-2016/