Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

BidangField 07

Studi Religi AcehReligious Studies of Aceh

Studi Religi Aceh mengkaji sistem keyakinan masyarakat Aceh sebagai kenyataan sejarah, sosial, dan intelektual sekaligus. Bidang ini berangkat dari premis bahwa Aceh dan Islam tidak dapat dipisahkan: dasar kerajaan, bangunan ilmu, dan kebudayaan Aceh berdiri di atas kosmologi Islam, sehingga memahami Aceh nyaris sama dengan memahami cara Islam dihayati di negeri ini. Karena itu, istilah dīn lebih diutamakan daripada ‘agama’, dan bidang ini menolak menyamakan Aceh dengan pola ‘Agama Jawa’ yang dirumuskan Clifford Geertz. Ruang lingkupnya mencakup sejarah keyakinan sebelum dan sesudah Islamisasi, Islamologi atau tradisi belajar Islam (meurunoe) di dayah, madrasah, dan perguruan tinggi, fikih dan syariat, haji dan jaringan Haramayn, tasawuf, peta aliran dan gerakan keagamaan, serta isu religi kontemporer. Pertanyaan pokoknya antara lain: mengapa Islamisasi di Aceh berlangsung cepat dan damai; bagaimana ‘masyarakat ilmu’ membentuk dan kemudian kehilangan perannya dalam rekayasa sosial; bagaimana pengaruh Timur Tengah diolah tanpa meruntuhkan fondasi ke-Aceh-an; dan bagaimana pendidikan religi dapat kembali melahirkan pemikir, bukan sekadar pekerja. Bidang ini hadir dalam kerangka studi Aceh karena studi religi yang tidak berakar pada pengetahuan tentang Aceh cenderung melahirkan model-model Islamologi yang saling bertabrakan.

The religious studies of Aceh examine the belief system of Acehnese society as a historical, social and intellectual reality at once. The field starts from the premise that Aceh and Islam cannot be separated: the foundations of its kingdoms, its edifice of knowledge and its culture rest on an Islamic cosmology, so that understanding Aceh is close to understanding how Islam is lived there. For this reason the term dīn is preferred to the Sanskrit-derived ‘agama’, and the field rejects any easy analogy with the ‘religion of Java’ described by Clifford Geertz. Its scope covers beliefs before and after Islamisation; Islamology, the tradition of Islamic learning (meurunoe) in dayah, madrasah and universities; fiqh and sharia; the hajj and Haramayn networks; Sufism; the map of religious currents and movements; and contemporary religious issues. Its core questions include why Islamisation in Aceh was rapid and peaceful; how a ‘knowledge society’ shaped Acehnese social engineering and later lost that role; how Middle Eastern influences can be absorbed without eroding Acehnese foundations; and how religious education might again produce thinkers rather than merely workers. The field belongs in Aceh studies because religious scholarship that is not rooted in knowledge of Aceh tends to generate rival models of Islamology that collide with one another.

Lihat posisinya dalam peta filosofisSee its place in the philosophical map →

7.1 Sejarah agama-agama & IslamisasiHistory of religions & Islamisation

Sejarah keyakinan di Aceh sebelum dan sesudah kedatangan Islam, jalur Islamisasi pesisir, dan peran Aceh sebagai titik awal penyebaran Islam ke Semenanjung Melayu dan Jawa.The history of belief in Aceh before and after the coming of Islam, the coastal routes of Islamisation, and Aceh’s role as a starting point for the spread of Islam to the Malay Peninsula and Java.

KonsepConcept Andaian Aceh tanpa Islam: takdir sejarah dan takdir geografiAceh without Islam: a counterfactual of history and geography Tesis ini menimbang peran Islam bagi Aceh dan Nusantara melalui sebuah pengandaian: apa jadinya bila Islam tidak pernah sampai ke Aceh. Jawabannya bertumpu pada ‘takdir sejarah’, yakni Aceh sebagai tanah…This thesis weighs the place of Islam in Aceh and the archipelago through a counterfactual: what would have happened had Islam never reached Aceh. Its answer rests on a ‘destiny… KonsepConcept Dharma, iman, dan ihsan: batas persamaan Hindu–IslamDharma, iman and ihsan: the limits of Hindu–Islamic equivalence Sebagian pemikir Hindu Indonesia menyamakan dharma dengan iman, dengan merujuk ungkapan Jawa Kuno “Ikang dharma ingaranan widhi”. Kritik dari sudut pandang Islam menegaskan bahwa kedua konsep ini berbeda secara mendasar:…Some Indonesian Hindu writers equate dharma with iman (faith), citing the Old Javanese phrase “Ikang dharma ingaranan widhi”. A critique from an Islamic standpoint stresses that the two are fundamentally… KonsepConcept Dîn, bukan ‘agama’: kritik semantik atas istilah ‘agama Islam’Dîn, not ‘agama’: a semantic critique of the term ‘agama Islam’ Usulan ini menolak pemakaian kata ‘agama’ untuk Islam karena kata tersebut berasal dari tradisi Hindu, sehingga ungkapan ‘agama Islam’ dianggap menyatukan dua keyakinan. Sebagai gantinya ditawarkan istilah dîn, sebagaimana diuraikan…This proposal rejects the use of the word ‘agama’ for Islam on the grounds that the word comes from the Hindu tradition, so that the phrase ‘agama Islam’ is said… KonsepConcept Empat gelombang hubungan Arab–AcehFour waves of Arab–Acehnese connection Hubungan Aceh dengan Tanah Arab dapat dibaca dalam empat gelombang: kedatangan pendiri kerajaan Islam awal, kedatangan penyebar ilmu, kepergian orang Aceh ke Haramayn yang kembali sebagai ulama, dan kedatangan kaum…Aceh’s relations with Arabia can be read as four waves: the arrival of founders of early Islamic kingdoms, the arrival of transmitters of learning, Acehnese going to the Haramayn and… TokohFigure Habib Abdurrahim: pengislam SeunaganHabib Abdurrahim: the Islamiser of Seunagan Habib Abdurrahim adalah leluhur seluruh cabang Habib Seunagan yang diakui hampir semua warga Nagan Raya sebagai tokoh yang mengislamkan wilayah ini, dibantu empat wakil. Ia digelari qutub al-wujud, kutub kosmis…Habib Abdurrahim is the ancestor of every branch of the Habib Seunagan, recognised by nearly all residents of Nagan Raya as the figure who Islamised the region with the help… KonsepConcept Islamisasi Pulau Ruja: dari hasrat religius ke spirit peradabanThe Islamisation of Pulau Ruja: from religious desire to civilisational spirit Konsep ini menjelaskan mengapa Islam diterima cepat dan damai di Pulau Ruja, nama lain kawasan Aceh. Islam dibawa ulama yang juga pedagang, diterima mula-mula oleh penguasa lalu elite dan rakyat,…This concept explains why Islam was accepted quickly and peacefully in Pulau Ruja, an old name for the Aceh region. Islam was brought by scholars who were also traders, embraced… KelompokCommunity Mualaf Karo dan jaringan dakwah Aceh di DairiKaro converts and Acehnese dakwah networks in Dairi Orang Karo dari dataran tinggi Sumatra Utara sejak lama tertarik pada guru-guru mistik Islam di Aceh barat-selatan dan sebagian masuk Islam dalam perjalanan itu. Pada 1970-an Majelis Ulama Aceh aktif…Karo people from the North Sumatran highlands were long drawn to Islamic mystical teachers in south-west Aceh, and some converted along the way. In the 1970s the Aceh Ulama Council… KonsepConcept Salin agama dan tamóng islam: dua cara memaknai masuk IslamSalin agama and tamóng islam: two ways of construing conversion Orang Jawa dalam tradisi Serat Darmagandul menyebut masuk Islam sebagai salin agama, ‘berganti pakaian’, sedangkan orang Aceh menyebutnya tamóng islam, ‘masuk ke dalam’ Islam. Metafora pakaian mengisyaratkan bahwa adat dan…In the tradition of the Serat Darmagandul the Javanese call conversion to Islam salin agama, 'changing clothes', whereas the Acehnese call it tamóng islam, 'entering' Islam. The clothing metaphor implies… KonsepConcept Sufisme Aceh dan pembentukan Islam KejawenAcehnese Sufism and the making of Javanese Islam Menurut Simuh, pengaruh dalam Islam Kejawen tidak hanya berasal dari Hindu, tetapi juga dari Aceh. Jalurnya dua: kepustakaan Melayu karya Hamzah Fansuri, Syamsuddin as-Sumatrani, Nuruddin ar-Raniry, dan Abdurrauf as-Singkili, serta…According to Simuh, the influences on Javanese Islam came not only from Hinduism but also from Aceh. There were two channels: the Malay writings of Hamzah Fansuri, Shamsuddin al-Sumatrani, Nuruddin… KonsepConcept Syi‘ah dalam sejarah AcehShi‘a Islam in Acehnese history Keberadaan Syi‘ah di Aceh merupakan salah satu perdebatan paling hidup dalam historiografi Islam Asia Tenggara. Sebagian sarjana nasional, seperti Azyumardi Azra, menganggapnya sekadar mitos, sementara sarjana lokal seperti A. Hasjmy,…Whether Shi‘a Islam ever had a foothold in Aceh is one of the liveliest debates in the historiography of Southeast Asian Islam. Some national scholars, notably Azyumardi Azra, treat it… KonsepConcept Teori-teori kedatangan Islam ke Nusantara: asal, waktu, dan caraTheories of Islam’s arrival in the archipelago: origin, timing and manner Perdebatan tentang kedatangan Islam ke Nusantara berkisar pada tiga soal: dari mana Islam datang, kapan, dan dengan cara apa. Aceh selalu berada di pusat perdebatan ini, karena di sanalah bukti-bukti…Debate on Islam’s arrival in the archipelago turns on three questions: where it came from, when, and by what means. Aceh is always at its centre, because that is where… TokohFigure Teungku Tjik di Kila dan silsilahnyaTeungku Tjik di Kila and his lineage Teungku Tjik di Kila dikenang sebagai salah satu dari empat autad yang membantu Habib Abdurrahim mengislamkan Nagan Raya, dan disebut ‘tangan kanan’ Habib Seunagan. Ia adalah leluhur patrilineal pembaru Zakaria…Teungku Tjik di Kila is remembered as one of the four autad who helped Habib Abdurrahim Islamise Nagan Raya, and is called the ‘right hand’ of the Habib Seunagan. He…

7.2 Islamologi Aceh: ulama, dayah & jaringanIslamology of Aceh: scholars, dayah & networks

Tradisi belajar Islam di Aceh — dari meunasah, dayah, dan zawiyah hingga madrasah dan perguruan tinggi — beserta ulama, kitab, dan jaringan yang membentuk ‘masyarakat ilmu’.Aceh’s tradition of Islamic learning — from meunasah, dayah and zawiyah to madrasah and universities — together with the scholars, texts and networks that formed a ‘knowledge society’.

TokohFigure Abuya Syeikh Haji Muhammad Waly al-Khalidy (Abuya Muda Waly)Abuya Shaykh Haji Muhammad Waly al-Khalidy (Abuya Muda Waly) Abuya Muda Waly adalah ulama besar dari Labuhan Haji, Aceh Selatan, yang oleh sebagian kalangan digelari Syaikhul Islam Aceh. Ia belajar di dayah-dayah Aceh Selatan dan Aceh Besar, termasuk pada…Abuya Muda Waly was a great scholar from Labuhan Haji, South Aceh, called by some the Shaykh al-Islam of Aceh. He studied at dayahs in South Aceh and Aceh Besar,… KonsepConcept Dari dayah dan IAIN ke birokrasi syariatFrom dayah and IAIN to sharia bureaucracy Pendidikan agama ikut membentuk jenis keahlian dan otoritas yang masuk ke lembaga syariat. Feener menghubungkan perubahan sekolah dengan perubahan administrasi Islam.Religious education shapes the expertise and authority entering sharia institutions. Feener connects educational transformation with the administration of Islam. KonsepConcept Dari teungku ke ustaz: pergeseran otoritas keagamaanFrom teungku to ustaz: a shift in religious authority Pergeseran dari teungku ke ustaz menggambarkan perubahan sumber otoritas pendidikan Islam di Aceh. Teungku adalah gelar warisan sistem dayah tradisional, tersusun berjenjang dan berakar di kampung. Ustaz berkembang sebagai gelar…The move from teungku to ustaz captures a change in where authority over Islamic education in Aceh comes from. Teungku is a title inherited from the traditional dayah system, hierarchical… LembagaInstitution Dayah Dayah adalah lembaga pendidikan Islam tradisional Aceh dan tempat utama reproduksi ulama. Secara prinsip sistemnya sejajar dengan pesantren di Jawa, surau di Minangkabau, pondok di Malaysia, dan pho no di…The dayah is Aceh's traditional institution of Islamic learning and the principal site where ulama are reproduced. In principle it parallels the pesantren of Java, the surau of Minangkabau, the… NaskahText Dayah 2050: peta makalah KBA tahun 2012Dayah 2050: a map of KBA’s 2012 paper Peta sumber tentang reproduksi spirit, empat tantangan ilmu, tiga unsur gerakan agama, serta empat pilihan masa depan dayah.A source map of spiritual reproduction, four knowledge challenges, three dimensions of religious movements and four dayah futures. KonsepConcept Dayah dan reproduksi spirit: ilme endatuThe dayah and the reproduction of spirit: ilme endatu Tesis ini menyatakan bahwa spirit yang direproduksi kaum agamawan tidak akan sirna, bahkan di tengah kemajuan teknologi. Di Asia Tenggara, reproduksi spirit dan jiwa umat Islam dijalankan oleh dayah, pesantren,…This thesis holds that the spirit reproduced by religious specialists will not vanish, even amid technological progress. In Southeast Asia, the reproduction of Muslim spirit and soul is carried out… LembagaInstitution Dayah Krueng Kale dan Dayah Hasbiyah IndrapuriDayah Krueng Kale and Dayah Hasbiyah Indrapuri Dayah Krueng Kale dan Dayah Hasbiyah Indrapuri di Aceh Besar adalah dua pusat pendidikan ulama tradisional yang dipimpin ulama lulusan Yan dan Mekkah: Teungku Haji Hasan Krueng Kale dan Teungku…Dayah Krueng Kale and Dayah Hasbiyah Indrapuri in Aceh Besar were two centres of traditional scholarly education led by graduates of Yan and Mecca: Teungku Haji Hasan Krueng Kale and… KonsepConcept Dayah sebagai pusat kosmik: ‘Bapak Wilayah’ dan kendali pengetahuan spiritualThe dayah as cosmic centre: the ‘Father of the Territory’ and control of spiritual knowledge Dalam peta konseptual tentang dayah di Aceh, dayah dipahami sebagai pusat kosmik bagi lingkungannya. Pemimpinnya berkedudukan sebagai ‘Bapak Wilayah’ yang memegang kendali atas pengetahuan spiritual, dan kedudukan ini tercermin dalam…In a conceptual map of the dayah in Aceh, the dayah is understood as the cosmic centre of its surroundings. Its head stands as the ‘Father of the Territory’ who… TempatPlace Dayah Yan di Kedah: tempat hijrah ulama AcehDayah Yan in Kedah: refuge of Acehnese ulama Yan, di Kedah, Semenanjung Melayu, menjadi tempat hijrah sejumlah ulama besar Aceh ketika perang melawan Belanda berkecamuk. Di sana berdiri dayah yang dipimpin Teungku Muhammad Arsyad Ie Leubeu, yang kemudian…Yan, in Kedah on the Malay Peninsula, became a refuge for several great Acehnese ulama when the war against the Dutch raged. A dayah there was led by Teungku Muhammad… KonsepConcept De-harmonisasi ulama: dari politik pecah belah ke ketergantunganDe-harmonising the ulama: from divide-and-rule to dependence Perpecahan ulama Aceh tidak lahir begitu saja. Pemerintah kolonial mewariskan ‘teori’ memecah, dan pemerintah pusat mempertajamnya melalui perekrutan ulama dan distribusi bantuan kepada dayah, yang melahirkan ketergantungan. Riset dan kebijakan…The divisions among Acehnese ulama did not arise by chance. The colonial government bequeathed a ‘theory’ of division, and the central government sharpened it through recruiting ulama and distributing aid… LembagaInstitution Fakultas Dakwah IAIN Ar-RaniryThe Faculty of Da‘wa at IAIN Ar-Raniry Fakultas Dakwah pertama di Indonesia lahir di IAIN Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh, atas gagasan Ali Hasjmy. Ketika IAIN dibentuk dengan empat fakultas, yaitu Syariah, Tarbiyah, Ushuluddin, dan Adab, Hasjmy sejak…Indonesia’s first Faculty of Da‘wa was founded at IAIN Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh, on Ali Hasjmy’s initiative. When the IAIN was established with four faculties, Sharia, Tarbiyah, Ushuluddin and Adab,… KonsepConcept Fragmentasi pasif ulama dan dikotomi otoritas keagamaanPassive fragmentation of the ulama and the dichotomies of religious authority Ulama Aceh mengalami ‘fragmentasi pasif’: terbelah ke beberapa kelompok, tetapi tidak sampai menghancurkan struktur peran mereka dalam pendidikan, karena pembelahan terjadi pada cara merespons kekuasaan. Garis pembelahan itu tampak dalam…Acehnese ulama have undergone ‘passive fragmentation’: split into several groups without destroying their role in education, because the division concerns how they respond to power. The fault lines appear as… KonsepConcept Gelar teungku di luar dayahThe teungku title beyond the dayah Gelar teungku tidak hanya dipakai di lingkungan dayah. Orang Aceh di perantauan disebut Teungku Aceh, kadang diangkat menjadi imam karena dianggap fasih membaca al-Qur’an, namun sebutan yang sama juga melekat…The title teungku is not confined to the dayah. Acehnese living elsewhere are called Teungku Aceh, sometimes appointed prayer leaders because they are thought to recite the Qur’an well, yet… LembagaInstitution HUDA dan politik referendum (1999)HUDA and the politics of the referendum (1999) Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) didirikan pada 14 September 1999, dua bulan setelah pembantaian Teungku Bantaqiah, dengan kehadiran banyak ulama dayah besar. Menurut analisis Moch Nur Ichwan, pemerintahan Habibie dan…The Association of Acehnese Dayah Ulama (HUDA) was founded on 14 September 1999, two months after the massacre of Teungku Bantaqiah, in the presence of many leading dayah ulama. According… KonsepConcept Islamologi Aceh: meurunoe dan tameng kosmologi negeriIslamology in Aceh: meurunoe and the cosmological shield Islamologi adalah kajian tentang Islam, yang juga disebut Islamic Studies atau dirasah islamiyyah. Di Aceh, kegiatan ini dikenal sebagai meurunoe (belajar), dan pergi jak meurunoe atau jak meununtut ke luar…Islamology means the study of Islam, also called Islamic Studies or dirasah islamiyyah. In Aceh the activity is known as meurunoe (learning), and to go jak meurunoe or jak meununtut… KonsepConcept Jak beut dan jak sikula: dari mengaji ke sekolahJak beut and jak sikula: from religious study to school Dalam memori kolektif Aceh, jak beut (pergi mengaji) atau meudagang dipandang sebagai jalan mempertahankan iman, sedangkan jak sikula (pergi bersekolah) pernah dicurigai sebagai langkah menjauh dari Islam, bahkan disebut ‘pekerjaan…In Acehnese collective memory, jak beut (going to religious study), or meudagang, was seen as the way to preserve faith, whereas jak sikula (going to school) was once suspected of… KonsepConcept Jaringan ulama Aceh–HaramaynThe Aceh–Haramayn scholarly network Sejak abad ke-17, Mekkah dan Madinah menjadi tempat bermukimnya koloni ulama Aceh yang terhubung dalam rantai guru dan murid lintas Samudra Hindia. Aceh sendiri berfungsi sebagai persinggahan belajar bagi ulama…From the seventeenth century Mecca and Medina hosted a colony of Acehnese scholars linked by teacher–pupil chains across the Indian Ocean. Aceh itself served as a place of study for… KonsepConcept Keberkahan ilmu dan ziarah spiritual ke dayahThe blessing of knowledge and spiritual pilgrimage to the dayah Keberkahan (beureukat) adalah konsep kunci yang menjelaskan daya tarik dayah di Aceh. Orang datang ke dayah dan ulama bukan hanya untuk belajar, tetapi juga untuk mencari berkah, sehingga kunjungan, ziarah,…Blessing (beureukat, Arabic baraka) is a key concept explaining the appeal of Aceh’s dayahs. People come to dayahs and scholars not only to learn but to seek blessing, so visits,… KonsepConcept Kekuasaan dan otoritas ulama di AcehPower and ulama authority in Aceh Dengan membedakan kekuasaan (power) dari otoritas (authority), kajian ini menempatkan ulama Aceh sebagai pemberi legitimasi berkat otoritas karismatik mereka. Pada masa kesultanan, ulama berdiri di samping raja karena kekuasaan berjalan…By distinguishing power from authority, this study places Acehnese ulama as conferrers of legitimacy by virtue of their charismatic authority. In the sultanate, ulama stood beside the ruler because power… KonsepConcept Kitab kuning, kitab putih, dan tiga kelompok penuntut ilmuYellow books, white books and three communities of learners Kitab kuning, yakni kitab klasik beraksara Arab atau Jawi, mendapatkan momentum terkuatnya di Nusantara sejak awal abad ke-19, ketika lembaga pendidikan Islam tradisional berkembang sebagai bentuk perlawanan diam terhadap kolonialisme.…The kitab kuning — classical works in Arabic or Jawi script — gained its strongest momentum in the archipelago from the early nineteenth century, as traditional Islamic schools expanded as… LembagaInstitution Madrasah Sa‘adah Abadiyah dan gelombang madrasah 1930-anMadrasah Sa‘adah Abadiyah and the madrasah wave of the 1930s Madrasah Sa‘adah Abadiyah di Blang Paseh, Sigli, berdiri pada 1930 atas prakarsa Jam‘iyah Diniyah yang dipimpin Tgk. Daud Beureueh. Ia termasuk madrasah awal dalam daftar Mahmud Yunus, bersama Madrasah al-Muslim…Madrasah Sa‘adah Abadiyah in Blang Paseh, Sigli, was founded in 1930 on the initiative of the Jam‘iyah Diniyah led by Tgk. Daud Beureueh. It is among the early madrasah listed… LembagaInstitution Majelis Ulama Aceh: dari MUA ke MUI Aceh dan MPUThe Aceh Ulama Council: from MUA to MUI Aceh and MPU Majelis Ulama Aceh didirikan tak lama setelah peristiwa 1965 sebagai perwujudan otonomi keagamaan Aceh. Para anggotanya meyakini lembaga ini menjadi model Majelis Ulama Indonesia yang dibentuk pada 1975, lalu menjadi…The Aceh Ulama Council was founded shortly after the events of 1965 as an expression of Aceh’s religious autonomy. Its members hold that it served as the model for the… LembagaInstitution Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) MUNA adalah organisasi ulama yang dibentuk kalangan Partai Aceh setelah HUDA menolak mendukung partai itu. Dalam kesaksian sejumlah ulama, MUNA berfungsi sebagai ‘kendaraan’ kampanye untuk menjangkau setiap daerah pemilihan, dan…MUNA is an ulama organisation formed by Partai Aceh circles after HUDA refused to back the party. According to several ulama, MUNA served as a campaign ‘vehicle’ to reach every… LembagaInstitution Majlis taklim di Nagan Raya dan Majlis Taklim AnsharullahMajlis taklim in Nagan Raya and the Majlis Taklim Ansharullah Majlis taklim di Nagan Raya adalah pengajian rutin bagi orang awam dewasa, biasanya mingguan atau bulanan, yang diadakan di dayah-dayah jaringan murid Muda Waly. Guru membacakan kitab Jawi berbahasa Melayu,…Majlis taklim in Nagan Raya are regular religious lessons for lay adults, usually weekly or monthly, held at dayah in the network of Muda Waly’s students. The teacher reads a… KonsepConcept Masa depan dayah: empat pilihan menuju 2050The future of the dayah: four options towards 2050 Kajian prospektif ini bertanya apakah dayah akan bertahan dengan tradisi keilmuannya, beradaptasi dengan perkembangan global, atau mencari model baru transfer ilmu bagi generasi Aceh. Empat pilihan dirumuskan: bertahan, beradaptasi, mendesain…This forward-looking analysis asks whether the dayah will hold to its scholarly tradition, adapt to global developments, or seek new models for transmitting knowledge to Acehnese youth. Four options are… KonsepConcept Masyarakat ilmu: dari fondasi kerajaan hingga fragmentasiThe ‘knowledge society’: from royal foundation to fragmentation ‘Masyarakat ilmu’ adalah sebutan bagi lapisan berilmu yang dihasilkan tradisi Islamologi Aceh dan yang dahulu merekayasa masyarakat menuju ‘masyarakat religius’. Konsep ini membaca sejarah Aceh sebagai rangkaian bentuk masyarakat yang…The ‘knowledge society’ (masyarakat ilmu) denotes the learned stratum produced by Aceh’s tradition of Islamology, which once engineered society towards a ‘religious society’. The concept reads Acehnese history as a… TradisiTradition Meugure: tradisi berguru di AcehMeugure: the Acehnese tradition of discipleship Meugure (berguru) adalah tradisi belajar kepada ulama atau guru, terutama di dayah, yang menjadi nafas kehidupan masyarakat Aceh. Seseorang dianggap berguna bagi masyarakat bila pernah meugure. Relasi guru-murid berlangsung bertahun-tahun…Meugure ('to take a teacher') is the tradition of studying under a scholar or teacher, above all in the dayah, and is described as the lifeblood of Acehnese society. A… LembagaInstitution MPU Aceh dan imajinasi ‘lembaga mufti’Aceh's MPU and the imagined ‘mufti institution’ Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh dibentuk sebagai amanah peraturan daerah tahun 2000 dan mulai berdiri sekitar 2001. Seorang politisi senior yang ikut merancangnya menuturkan bahwa MPU semula dibayangkan seperti lembaga…Aceh's Ulama Consultative Council (MPU) was mandated by a 2000 provincial regulation and established around 2001. A senior politician involved in its design explained that the MPU was first imagined… LembagaInstitution MPU: pelembagaan ulama dan otoritas keagamaanThe MPU: institutionalising ulama and religious authority MPU dapat dikaji sebagai titik pertemuan otoritas keilmuan ulama dengan lembaga pemerintahan. Feener membahas sejarah, fatwa, dan agenda pendidikan sosialnya.The MPU brings scholarly religious authority into an institutional relationship with government. Feener examines its history, fatwas and social-educational ambitions. LembagaInstitution Organisasi ulama dayah: dari Perti ke HUDAOrganisations of dayah ulama: from Perti to HUDA Sejak masa kemerdekaan, ulama Aceh tidak lagi duduk dalam tubuh pemerintahan seperti pada masa kesultanan, melainkan berhimpun dalam organisasi mandiri. Ulama modernis bergabung dalam PUSA yang bersifat lokal, sedangkan ulama…Since independence, Acehnese ulama no longer sat within the body of government as in the sultanate, but organised themselves in independent associations. Modernist scholars joined the locally based PUSA, while… KonsepConcept Otoritas karismatik ulama dayahThe charismatic authority of dayah ulama Otoritas karismatik adalah sumbu utama kedudukan ulama dayah di Aceh: pengaruhnya lahir dari pengakuan pengikut atas kelebihan pribadi, bukan dari jabatan. Kerangka Weber, telaah Horikoshi tentang kiai, dan klasifikasi Arskal…Charismatic authority is the core of the dayah scholar’s standing in Aceh: influence arises from followers’ recognition of personal gifts, not from office. Weber’s framework, Horikoshi’s study of the kiai… KonsepConcept Otoritas keagamaan, sanad, dan seumeubeutReligious authority, sanad and seumeubeut Otoritas keagamaan ulama Aceh bersandar pada tiga sumber yang dibedakan Azyumardi Azra: pengangkatan oleh pemerintah, capaian akademik, dan pengakuan masyarakat, dengan yang terakhir sebagai yang paling kuat. Di bawahnya bekerja…The religious authority of Acehnese ulama rests on three sources distinguished by Azyumardi Azra: appointment by government, academic achievement and recognition by society, the last being the strongest. Beneath them… NaskahText Pasai–Aceh–Pattani: jaringan ilmu dan tradisi pondokPasai–Aceh–Pattani: knowledge networks and pondok Buku membaca arus ulama, kitab, bahasa Melayu, dan pendidikan pondok sebagai hubungan timbal balik Pasai, Aceh, Pattani, dan Haramayn.The book reads scholars, texts, Malay language and pondok education through reciprocal networks connecting Pasai, Aceh, Pattani and the Haramayn. LembagaInstitution Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA)All-Aceh Ulama Association (PUSA) PUSA adalah organisasi ulama yang didirikan pada 5 Mei 1939 di Madrasah al-Muslim, Matang Geulumpang Dua, Bireuen, dan lama dipimpin Teungku Muhammad Daud Beureueh. Kelahirannya merupakan respons terhadap gagasan pembaruan…PUSA was a scholars’ organisation founded on 5 May 1939 at the Madrasah al-Muslim in Matang Geulumpang Dua, Bireuen, and led for many years by Teungku Muhammad Daud Beureueh. Its… LembagaInstitution Pondok pesantren modern di AcehModern pondok pesantren in Aceh Pondok pesantren modern masuk ke Aceh pada 1980-an dengan mengadopsi model Gontor. Menurut sebagian pihak, dayah modern pertama adalah Ulumul Qur’an–Bustanul Ulum di Langsa, Aceh Timur, yang dibangun pada 1983.…Modern pondok pesantren reached Aceh in the 1980s, adopting the Gontor model. By some accounts, the first modern dayah was Ulumul Qur’an–Bustanul Ulum in Langsa, East Aceh, built in 1983.… NaskahText Pondok, otoritas digital, dan peran perempuan di PattaniPondok, digital authority and women in Pattani Pergulatan intelektual dibaca melalui hubungan tradisi pondok, perbedaan orientasi keagamaan, pendidikan universitas, dan media dakwah.The chapter connects pondok traditions, religious differences, universities and preaching media, while recognising women’s educational agency. KonsepConcept Poros dayah: ziarah ulama dan asal-usul keluarga dayahDayah axes: scholars' pilgrimages and the origins of dayah families Jaringan dayah tradisional Aceh dapat dipetakan melalui ke mana ulama lokal berziarah menjelang Ramadan. Poros yang disebut antara lain Labuhan Haji di Aceh Selatan, Dayah Tanoh Abe, Dayah Tgk. Chik…The network of traditional Acehnese dayah can be mapped by where local scholars go on pilgrimage before Ramadan. Axes mentioned include Labuhan Haji in South Aceh, Dayah Tanoh Abe, Dayah… LembagaInstitution Radio dayah dan modernisasi santriDayah radio and the modernisation of santri Di kawasan Samalanga dan sekitarnya, lingkungan dayah mulai mengelola stasiun radio yang menyiarkan pengajian kitab kuning, shalawat, dakwah, dan acara bincang. Pada 2014 muncul pengumuman Radio Yadara di frekuensi 92.8…In and around Samalanga, dayah circles began running radio stations broadcasting classical text study, devotional songs, sermons and talk shows. In 2014 Radio Yadara was announced on 92.8 FM, followed… LembagaInstitution Sekolah Islam Terpadu dan program Diniyah di Banda AcehIntegrated Islamic schools and Diniyah programmes in Banda Aceh Sekolah Islam Terpadu adalah model pendidikan yang memadukan kurikulum nasional dengan teori dan praktik ajaran Islam, dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah. Di Banda Aceh, model ini dan program Diniyah…The Integrated Islamic School is an educational model combining the national curriculum with the theory and practice of Islam, from kindergarten to secondary school. In Banda Aceh this model and… KonsepConcept Tanoh aulia: Aceh sebagai tanah para waliTanoh aulia: Aceh as the land of the saints Keyakinan bahwa orang Aceh tidak boleh menjadi kafir karena buminya adalah tanah para aulia membentuk batas spiritual masyarakat. Dikotomi kaphe dan aulia diterjemahkan ulama menjadi paradigma sosial, dan dayah menjadi…The belief that Acehnese must never become unbelievers because their land belongs to the saints (aulia) forms the spiritual boundary of society. The dichotomy of kaphe (infidel) and aulia was… KelompokCommunity Teungku Bale dan Teungku RangkangTeungku Bale and Teungku Rangkang Teungku Bale dan Teungku Rangkang adalah dua jenjang pengajar di bawah Teungku Chik dalam sistem dayah. Teungku Bale mengajar santri di balai dayah, setara tingkat sekolah menengah atas, dan mewakili…Teungku Bale and Teungku Rangkang are the two teaching ranks below the Teungku Chik in the dayah system. The Teungku Bale teach students in the dayah halls, at roughly upper-secondary… KelompokCommunity Teungku Chik (Abu): pemimpin dayah dan pemimpin spiritualTeungku Chik (Abu): dayah heads and spiritual leaders Teungku Chik, yang juga dipanggil Abu atau Abon, adalah ulama tertinggi dalam hierarki keagamaan Aceh dan pemimpin dayah. Kedudukannya setara dengan kiai di pesantren Jawa. Nama panggilan mereka kerap dilekatkan…The Teungku Chik, also addressed as Abu or Abon, stands at the top of Aceh's religious hierarchy and heads a dayah. The position is equivalent to that of the kiai… KelompokCommunity Teungku Meunasah Teungku Meunasah adalah guru agama kampung yang bertugas di meunasah, bukan di dayah. Ia mengajarkan dasar-dasar Islam kepada anak-anak dan menjadi rujukan keagamaan warga kapan saja dibutuhkan. Bersama keuchik, ia…The Teungku Meunasah is the village religious teacher who serves at the meunasah rather than in a dayah. He teaches children the fundamentals of Islam and is the community's religious… TokohFigure Teungku Syeikh Abdul Hamid Samalanga (Ayah Hamid)Teungku Shaykh Abdul Hamid Samalanga (Ayah Hamid) Syeikh Abdul Hamid Samalanga adalah ulama Aceh yang dari pengasingannya di Mekkah mendorong pembaruan pendidikan Islam di Aceh. Melalui kiriman surat kabar Ummul Qura’ kepada Teungku Haji Abdullah Ujongrimba, gagasannya…Shaykh Abdul Hamid Samalanga was an Acehnese scholar who, from exile in Mecca, pushed for the reform of Islamic education in Aceh. By sending copies of the newspaper Umm al-Qura… TokohFigure Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab (Tu Sop Jeunieb) Tu Sop adalah ulama dayah dari Jeunieb, Bireuen, pemimpin Dayah Babussalam al-Aziziyah dan ketua umum Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA). Ia dikenal karena menerjemahkan khazanah kitab kuning, terutama Ihya’ ‘Ulumiddin…Tu Sop is a dayah scholar from Jeunieb, Bireuen, head of Dayah Babussalam al-Aziziyah and chair of the Association of Dayah Ulama of Aceh (HUDA). He is known for translating… TokohFigure Tgk. Haji Abdullah Ujong Rimba Tgk. Haji Abdullah Ujong Rimba adalah ulama karismatik Pidie yang perjalanannya ke Mekkah memperlihatkan bagaimana haji menyatu dengan pencarian ilmu dan gagasan pembaruan. Selama sekitar tiga tahun di Mekkah ia…Tgk. Haji Abdullah Ujong Rimba was a charismatic scholar from Pidie whose journey to Mecca shows how the hajj merged with the pursuit of learning and reformist ideas. During about… NaskahText The Veranda of Mecca: Syariat, kesalehan, dan harga perdamaianThe Veranda of Mecca: Sharia, piety and the price of peace Pembahasan mengkritik pemusatan syariat pada simbol dan penertiban, lalu mempertanyakan hubungan pendidikan moral, otoritas Wilayatul Hisbah, dan pengalaman aman masyarakat.The chapters question symbolic enforcement and explore moral education, Wilayatul Hisbah and everyday safety. KonsepConcept Tiga sikap ulama terhadap kekuasaan pascadamai dan ‘ken mandum’Three ulama stances toward post-peace power and ‘ken mandum’ Penelitian terhadap ulama dayah pascadamai menemukan tiga sikap: ulama senior karismatik yang menjadi penyeimbang dan tempat konsultasi; ulama yang apatis dan kritis karena memandang keterlibatan politik sarat kepentingan ekonomi; serta…Research on dayah ulama after the peace found three stances: charismatic senior ulama who act as counterweights and advisers; apathetic, critical ulama who see political involvement as driven by economic… KonsepConcept Tipologi dayah di Aceh: lima corakA typology of dayahs in Aceh: five types Dayah di Aceh masa kini dapat dipilah ke dalam lima corak: dayah klasik tanpa tata kelola modern, dayah klasik dengan tata kelola modern, dayah modern yang memadukan ilmu agama dan…Today’s dayahs in Aceh can be sorted into five types: classical dayahs without modern management, classical dayahs with modern management, modern dayahs combining religious and general knowledge with Arabic and… LembagaInstitution Training Kader Dakwah (TKD)Training Kader Dakwah (TKD): preacher-cadre training Training Kader Dakwah (TKD) adalah program pelatihan sehari bagi pemuda gampong yang dirintis Tu Sop pada 2019 untuk ‘menjinakkan’ generasi muda yang jauh dari ilmu agama. Memakai metode pelatihan partisipatif,…Training Kader Dakwah (TKD) is a one-day training for village youth initiated by Tu Sop in 2019 to ‘tame’ young people estranged from religious knowledge. Using participatory training methods, TKD… KonsepConcept Transformasi pesantren: madrasah, zawiyah, pesantren murni, dan pesantren plus sekolahThe transformation of the pesantren: madrasah, zawiyah, pure pesantren and pesantren-plus-school Transformasi pesantren di Aceh dapat dipetakan melalui empat arah dan model kajian keislaman: madrasah, zawiyah, pesantren murni, dan pesantren plus sekolah. Masing-masing mewakili cara berbeda menata hubungan antara ilmu agama,…The transformation of the pesantren in Aceh can be mapped through four directions and models of Islamic study: the madrasah, the zawiyah, the pure pesantren and the pesantren-plus-school. Each represents… KonsepConcept Ulama dan teritori spiritual kampungUlama and the spiritual territory of the village Di Aceh, ulama berkeramat kerap dipandang ‘berkuasa’ secara spiritual atas suatu wilayah, sebagaimana tercermin dalam gelar yang memadukan sebutan Abu atau Teungku Chik dengan nama tempat atau unsur alam. Contohnya…In Aceh, charismatic ulama are often seen as holding spiritual ‘sway’ over a territory, as reflected in titles pairing Abu or Teungku Chik with a place name or natural feature.… KonsepConcept Ulama sebagai mediator kulturalThe ulama as cultural broker Mediator kultural (cultural broker) adalah konsep antropologi tentang tokoh yang menjembatani komunitas lokal dengan sistem yang lebih luas. Clifford Geertz memakainya untuk kiai Jawa, yang menurutnya berperan sebagai pemegang nilai…The cultural broker is an anthropological concept for a figure who links a local community with a wider system. Clifford Geertz applied it to Javanese kiai, whom he saw as…

7.3 Syariat, fikih & hukum IslamSharia, fiqh & Islamic law

Fikih, syariat, dan hukum Islam di Aceh, termasuk fondasi mazhab Syafi‘i, kitab-kitab fikih Jawi, serta pelaksanaan syariat dalam lembaga modern.Fiqh, sharia and Islamic law in Aceh, including the Shafi‘i foundation, Jawi works of jurisprudence, and the implementation of sharia through modern institutions.

KonsepConcept ‘Bermazhab’ dan ‘tidak bermazhab’: garis polemik pembaruan‘Following a school’ and ‘not following a school’: the lines of reformist polemic Di pantai barat-selatan Aceh, perbedaan antara kaum pembaru dan lawannya sering dirumuskan dengan pasangan istilah ‘bermazhab’ dan ‘tidak bermazhab’, serta dengan pertentangan orientasi ‘dunia’ dan ‘akhirat’. Rumusan ini merangkum sikap…On Aceh’s south-west coast, the difference between reformers and their opponents is often framed by the pair ‘following a school’ (bermazhab) and ‘not following a school’ (tidak bermazhab), and by… KonsepConcept Ahlul ikhtiyar dan pemilihan langsungAhl al-ikhtiyar and direct elections Ahlul ikhtiyar adalah konsep fikih siyasah al-Mawardi tentang orang-orang yang berhak memilih pemimpin. Tu Sop menghidupkannya kembali untuk menimbang pemilu dan pilkada langsung: apakah setiap warga yang diberi hak pilih…Ahl al-ikhtiyar is al-Mawardi’s concept in Islamic political jurisprudence for those entitled to choose a leader. Tu Sop revives it to evaluate direct national and local elections: has every citizen… KonsepConcept Fiqh IndonesiaFiqh Indonesia (Indonesian fiqh) Fiqh Indonesia adalah gagasan pembaruan hukum Islam yang dipelopori Tgk. Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, yakni fikih yang ditetapkan sesuai kepribadian dan karakter bangsa Indonesia. Gagasan ini bertumpu pada pembedaan syariat dan…Fiqh Indonesia is a project of Islamic legal reform pioneered by Tgk. Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy: fiqh determined in accordance with the personality and character of the Indonesian nation. It rests… KonsepConcept Fiqh MalaysiaFiqh Malaysia (Malaysian fiqh) Fiqh Malaysia adalah gagasan hukum Islam kontekstual yang dikembangkan sekelompok cendekiawan progresif, terutama dari Akademi Pengajian Islam, Universiti Malaya, sejak 1990-an. Istilah ini mengemuka melalui buku Fiqh Malaysia: Ke Arah…Fiqh Malaysia is a contextual approach to Islamic law developed from the 1990s by a group of progressive scholars, chiefly at the Academy of Islamic Studies, Universiti Malaya. The term… KonsepConcept Formalisasi syariat dan tiga lapis respons akar rumputFormalising sharia and three grassroots layers of response Isu syariat Islam diperkirakan tetap penting karena kelompok yang menginginkan formalisasi tidak akan berhenti sebelum hudud diberlakukan. Kelompok ini rentan disusupi radikalisme nirkekerasan yang secara masif membentuk cara berpikir publik.…The sharia issue was expected to remain salient because groups seeking formalisation would not stop until hudud punishments were enacted. Such groups are vulnerable to infiltration by non-violent radicalism that… KonsepConcept Jejak mazhab Hanafi dalam adat AcehḤanafī traces in Acehnese adat Meskipun Aceh dikenal bermazhab Syafi‘i, sejumlah praktik adat memperlihatkan kedekatan dengan pendapat Hanafi, terutama dalam tanggungan pembunuhan oleh kelompok kerabat dan dalam perkawinan gadis tanpa kehadiran ayah atau kakek. Praktik…Although Aceh is known as Shāfi‘ī, several adat practices show affinity with Ḥanafī opinions, especially in kin-group liability for homicide and in the marriage of a virgin without her father… KonsepConcept Kompetensi dan otoritas syariatCompetence and authority in sharia Tesis kompetensi dan otoritas syariat menyatakan bahwa pelaksanaan syariat Islam di Aceh pincang karena pemegang kompetensi dan pemegang otoritas berada di tangan berbeda. Rumusan Tu Sop yang kerap diulang menggambarkan…The competence–authority thesis holds that sharia implementation in Aceh is lopsided because those with competence and those with authority are different people. Tu Sop’s often-repeated formula describes the loop: those… KonsepConcept Living law: dari deskripsi masyarakat ke preskripsi negaraLiving law: from social description to state prescription Feener menelusuri pergeseran penggunaan “hukum yang hidup”: dari memahami norma masyarakat menuju program pembentukan norma yang diinginkan negara.Feener traces a shift in uses of “living law”: from understanding social norms to prescribing the norms that a state wishes to cultivate. LembagaInstitution Mahkamah Syar’iyah: yurisdiksi dan kerja sehari-hariSharia courts: jurisdiction and everyday work Citra publik pengadilan syariat kerap terpusat pada pidana. Feener menunjukkan pentingnya memeriksa perkara sehari-hari, termasuk hukum keluarga dan perceraian.Public images of sharia courts often focus on criminal punishment. Feener stresses everyday caseloads, including family law and divorce. KonsepConcept Mazhab nasional (Hazairin)The national madhhab (Hazairin) Mazhab nasional adalah gagasan Hazairin bahwa masa depan hukum Indonesia, setidaknya hukum keluarga, terletak pada pembentukan sebuah mazhab dalam arti sebenarnya yang bercorak Indonesia. Gagasan ini bertumpu pada pembedaan ibadah…The national madhhab is Hazairin's proposal that the future of Indonesian law, at least family law, lies in forming a school of law in the full sense with an Indonesian… KonsepConcept Mazhab-mazhab awal hukum Islam di AcehThe early schools of Islamic law in Aceh Sebuah kajian tentang sumbangan Aceh bagi perkembangan awal hukum Islam di Indonesia menggugat anggapan bahwa Aceh sejak semula hanya bermazhab Syafi‘i. Berdasarkan tradisi Peureulak, adat yang masih hidup, dan catatan…A study of Aceh’s contribution to the early development of Islamic law in Indonesia challenges the assumption that Aceh was Shāfi‘ī from the very beginning. Drawing on the Peureulak tradition,… NaskahText Penerapan hukum Islam di Aceh: pembacaan KBA tahun 2007Islamic law in Aceh: KBA’s 2007 analysis Artikel KBA membahas sejarah, ragam pandangan, respons pemerintah, dan persoalan penerapan hukum Islam. Kritik utamanya menyasar penyempitan syariat serta dominasi simbol dibanding keadilan sosial.KBA examines history, competing views, government responses and implementation problems. His central critique concerns the narrowing of sharia and the priority of symbols over social justice. TradisiTradition Pengajian kitab Sabila dan SirusNight study circles on the Sabila and Sirus texts Pengajian malam di dayah Aceh Besar menghadirkan ratusan warga yang membawa kitab Sabīl al-Muhtadīn dan Sīr al-Sālikīn, yang secara populer disebut Sabila dan Sirus. Teungku membacakan kitab lalu memberikan surah,…Night study circles at dayah in Aceh Besar draw hundreds of villagers carrying Sabīl al-Muhtadīn and Sīr al-Sālikīn, popularly called Sabila and Sirus. A teungku reads the text and then… PeristiwaEvent Peradilan kolonial dan tersingkirnya ulama dari hukum IslamColonial courts and the removal of ulama from Islamic law Setelah Sultan Muhammad Daud Syah menyerah pada Januari 1903, Belanda memperkenalkan peradilan pribumi (Inheemsche Rechtspraak) di bawah controleur dan uleebalang, yang juga berwenang mengadili perkara hukum Islam. Langkah ini secara…After Sultan Muhammad Daud Syah surrendered in January 1903, the Dutch introduced native courts (Inheemsche Rechtspraak) under the controleur and the uleebalang, which also had jurisdiction over Islamic-law cases. The… LembagaInstitution Qadhi Malikul AdilQadhi Malik al-Adil Qadhi Malikul Adil adalah jabatan ulama dalam kerajaan Islam Aceh yang menangani pelaksanaan hukum Islam. Bersama umara yang lahir dari tatanan Adat Meukuta Alam, jabatan ini menjadi poros pelaksanaan syariat…The Qadhi Malik al-Adil was the scholarly office in the Islamic kingdom of Aceh responsible for administering Islamic law. Together with the rulers (umara) produced by the Adat Meukuta Alam… KonsepConcept Sanksi sebagai pedagogi publik dalam kajian FeenerSanctions as public pedagogy in Feener’s analysis Selain menghukum individu, sanksi dapat dipentaskan sebagai pesan moral kepada khalayak. Feener mengkaji dimensi publik tersebut dalam penegakan syariat.Sanctions can communicate moral lessons to an audience as well as punish individuals. Feener studies this public dimension of sharia enforcement. KonsepConcept Siapa “Syiah Kuala” hari ini? Kontestasi otoritas syariatWho is ‘Syiah Kuala’ today? Contested authority over sharia Pertanyaan “siapa yang patut menjadi Syiah Kuala” merangkum krisis otoritas syariat di Aceh kontemporer. Pewaris otoritas hukom kini diperebutkan oleh MPU, MUNA, DPRA/DPRK, ulama dayah, ustaz pesantren, dan alumni Timur…The question ‘who should be Syiah Kuala?’ sums up the crisis of authority over sharia in contemporary Aceh. The heirs to hukom authority are now contested among the MPU, MUNA,… KonsepConcept Simbol, fikih, dan keadilan sosial dalam penerapan syariatSymbols, fiqh and social justice in sharia implementation Penerapan syariat dapat dinilai melalui hubungan tanda religius, penalaran fikih, dan hasil sosialnya. Artikel KBA mengajak pembaca memeriksa prioritas tersebut.Sharia implementation can be assessed through religious symbols, jurisprudential reasoning and social outcomes. KBA’s article invites scrutiny of their relative priority. KonsepConcept Syariat dan tubuh perempuan: kritik terhadap ‘talibanisasi’Sharia and women’s bodies: the critique of ‘Talibanisation’ Setelah tsunami, penerapan syariat Islam di Aceh sering dipersepsikan, baik oleh warga maupun pengamat luar, seolah-olah hanya mengurusi perempuan: jilbab, larangan keluar malam, dan razia di jalan. Kritik dari dalam…After the tsunami, sharia implementation in Aceh was often perceived, by residents and outside observers alike, as concerned only with women: headscarves, curfews and street raids. Critics from within warned… KonsepConcept Syariat Islam sebagai tradisi hidup (living tradition)Sharia as a living tradition Konsep ini membaca Syariat Islam di Aceh bukan semata sebagai produk qanun, melainkan sebagai praktik keagamaan yang dihidupi melalui pengajian kitab, hubungan dengan teungku, dan tradisi dayah. Gagasannya diilhami konsep…This concept reads sharia in Aceh not merely as a product of qanun legislation but as a religious practice lived through kitab study circles, relationships with teungku and the dayah… KonsepConcept Ta‘lim fardhu ‘ain dan urutan penegakan syariatTeaching fardhu ‘ain and the proper sequence of sharia enforcement Gagasan ini menyatakan bahwa syariat Islam di Aceh harus ditegakkan menurut urutan amar ma‘ruf nahi munkar: ta‘lim (pengajaran), tau‘iz (peneguran), baru kemudian ta‘kib (penghukuman). Menurut Tu Sop, pelaksanaan syariat di…This idea holds that Islamic law in Aceh must be enforced in the order prescribed for commanding right and forbidding wrong: ta‘lim (teaching), tau‘iz (admonition), and only then ta‘kib (punishment).… KonsepConcept Teori pemisahan adat dan hukum IslamThe colonial separation of adat and Islamic law Teori ini merujuk pada kerangka kolonial yang dikaitkan dengan C. Snouck Hurgronje, yang memisahkan adat dari hukum Islam dan memetakan masyarakat Aceh ke dalam ulama, umara, dan rakyat. Kerangka tersebut…This refers to the colonial framework associated with C. Snouck Hurgronje, which separated adat from Islamic law and mapped Acehnese society into ulama, rulers (umara) and commoners. The Dutch used… KonsepConcept Teori resepsi dan pemisahan adat dari hukum IslamReception theory and the separation of adat from Islamic law Teori resepsi adalah gagasan yang dikaitkan dengan Christiaan Snouck Hurgronje bahwa hukum Islam hanya berlaku bagi orang Indonesia sejauh telah diterima oleh hukum adat. Kebijakan kolonial yang lahir darinya memisahkan…Reception theory is the idea, associated with Christiaan Snouck Hurgronje, that Islamic law applied to Indonesians only insofar as it had been received into customary law. The colonial policy derived… TokohFigure Tgk. Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy Hasbi Ash-Shiddieqy adalah pemikir hukum Islam asal Aceh yang menggagas Fiqh Indonesia sejak sekitar 1940-an. Ia dipandang sebagai pembaru fikih Indonesia abad ke-20 yang mendorong pengefektifan ijtihad dan kajian perbandingan…Hasbi Ash-Shiddieqy was an Acehnese thinker on Islamic law who proposed Fiqh Indonesia from around the 1940s. He is regarded as a twentieth-century renewer of Indonesian fiqh who championed effective… KonsepConcept Trilogi keislaman Aceh: Syafi‘i, Asy‘ari, dan al-GhazaliAceh’s Islamic trilogy: Shafi‘i, Ash‘ari and al-Ghazali Studi Islam di Aceh bertolak dari tiga pilar: fikih mazhab Syafi‘i, teologi Asy‘ari, dan model moralitas al-Ghazali. Ketiganya menjadi fondasi keyakinan dalam dirasah islamiyyah di dayah, sementara genealogi keilmuan di…Islamic study in Aceh proceeds from three pillars: Shafi‘i jurisprudence, Ash‘ari theology and al-Ghazali’s model of ethics. Together they form the foundation of belief in dayah-based Islamic studies, while intellectual… KonsepConcept Waliyul amri al-dharuri bi al-syaukahWaliyy al-amr al-daruri bi al-shawka (emergency ruler by de facto power) Waliyul amri al-dharuri bi al-syaukah adalah gelar fikih yang diberikan Abuya Muda Waly kepada Presiden Soekarno: pemimpin darurat yang memegang kekuasaan secara de facto meskipun kepemimpinannya tidak sepenuhnya memenuhi syarat…Waliyy al-amr al-daruri bi al-shawka is a juristic title Abuya Muda Waly conferred on President Sukarno: an emergency ruler who holds power de facto although his leadership does not fully… LembagaInstitution Wilayatul HisbahWilayatul Hisbah (sharia police) Wilayatul Hisbah (WH) adalah lembaga pengawas pelaksanaan syariat Islam di Aceh, yang dibentuk dengan keputusan gubernur pada 2004. Setelah damai, WH menjadi salah satu lembaga paling disorot: razia jilbab, larangan…The Wilayatul Hisbah (WH) is the body overseeing sharia implementation in Aceh, established by gubernatorial decree in 2004. After the peace it became one of the most scrutinised institutions, known…

7.4 Haji & HaramaynThe hajj & the Haramayn

Perjalanan haji, hubungan Aceh dengan Mekkah dan Madinah, serta makna sosial dan intelektual Haramayn bagi masyarakat Aceh.The hajj, Aceh’s ties with Mecca and Medina, and the social and intellectual significance of the Haramayn for Acehnese society.

TradisiTradition ‘Berangkat haji dari kebun kopi’: tabungan haji petani Gayo'To Mecca from the coffee garden': hajj savings among Gayo farmers Di Tanah Gayo, petani kopi menabung untuk haji dengan mengubah sebagian hasil panen menjadi emas yang disimpan bertahun-tahun di kaleng biskuit, kain batik, atau kotak kayu. Memori kolektif menyimpan praktik…In the Gayo highlands coffee farmers save for the hajj by turning part of each harvest into gold, kept for years in biscuit tins, batik cloth or wooden boxes. Collective… LembagaInstitution Bayt al-Asyi dan wakaf Aceh di Tanah SuciBayt al-Asyi and Acehnese endowments in the Holy Land Bayt al-Asyi adalah wakaf orang Aceh di Mekkah yang hasil pengelolaannya hingga kini dibagikan kepada setiap jemaah haji asal Aceh. Wakaf ini berasal dari Habib Bugak Asyi (Habib Abdurrahman al-Habsyi)…Bayt al-Asyi is an Acehnese endowment in Mecca whose proceeds are still distributed to every pilgrim from Aceh. It originates with Habib Bugak Asyi (Habib Abdurrahman al-Habsyi) and forms part… PeristiwaEvent Dari kapal haji ke pesawat terbangFrom pilgrim ship to aeroplane Moda perjalanan haji orang Aceh berubah dari kapal layar dan kapal uap menuju pesawat terbang dalam kurun sekitar satu abad. Pembukaan Terusan Suez dan kapal uap mempersingkat pelayaran, tetapi laut…Over roughly a century the Acehnese hajj shifted from sailing ship and steamer to aeroplane. The opening of the Suez Canal and the arrival of steamships shortened the voyage, yet… NaskahText Dinamika haji Indonesia: pembacaan kajian Moh. RosyidIndonesian pilgrimage dynamics: reading Moh. Rosyid Rosyid menghubungkan sejarah pembatasan kolonial dengan persoalan pelayanan, kuota, dan keberangkatan haji lintas negara.Rosyid connects colonial restrictions with pilgrimage services, quotas and cross-border travel. LembagaInstitution Embarkasi Haji Aceh: dari Sabang ke Bandara Sultan Iskandar MudaThe Aceh hajj embarkation: from Sabang to Sultan Iskandar Muda Airport Titik keberangkatan haji orang Aceh berpindah-pindah mengikuti perubahan politik dan teknologi. Ingatan kolektif menyimpan nama pelabuhan Ulee Lheue, Idi, dan Sabang; pada 1950-an hingga 1970-an jemaah berkumpul di Asrama Haji…The departure point of the Acehnese hajj has moved with political and technological change. Collective memory preserves the ports of Ulee Lheue, Idi and Sabang; from the 1950s to the… KonsepConcept Gelar ‘Haji’ dan status sosial di AcehThe title 'Haji' and social status in Aceh Di Aceh, gelar Haji melekat sebagai simbol otoritas sosial dan religius, bahkan kerap dianggap setara dengan otoritas keilmuan. Penyandangnya dipandang layak memimpin doa, menjadi saksi nikah, dan duduk di tempat…In Aceh the title Haji serves as a mark of social and religious authority and is often treated as equivalent to scholarly standing. Its bearers are seen as fit to… TokohFigure Habib Bugak Asyi Habib Bugak Asyi, yang dalam banyak sumber disebut Habib Abdurrahman bin Alwi al-Habsyi, dikenal sebagai ulama sekaligus saudagar besar Aceh yang dekat dengan Sultan Aceh. Ia mengikrarkan wakaf sebuah rumah…Habib Bugak Asyi, identified in many sources as Habib Abdurrahman bin Alwi al-Habsyi, is remembered as an Acehnese scholar and great merchant close to the Sultan of Aceh. Before the… KonsepConcept Haji sebagai rite of passage dalam masyarakat AcehThe hajj as a rite of passage in Acehnese society Dengan meminjam kerangka Arnold van Gennep dan Victor Turner, rangkaian haji orang Aceh dapat dibaca sebagai rite of passage tiga fase. Peusijuek, kenduri, dan meusapat menandai pemisahan; perjalanan dan ibadah…Drawing on Arnold van Gennep and Victor Turner, the Acehnese hajj can be read as a three-phase rite of passage. Peusijuek, the feast and meusapat mark separation; the journey and… TradisiTradition Haji ulama yang dibiayai umat dan pergeseran makna hajiCommunity-funded scholarly hajj and the shifting meaning of pilgrimage Pada masa lalu, masyarakat Aceh lazim menanggung bekal ulama atau calon ulama untuk naik haji, karena mereka dipandang paling layak dan ilmunya akan kembali kepada kampung. Haji sekaligus menjadi kesempatan…In the past Acehnese communities commonly provisioned a scholar or would-be scholar for the hajj, since he was seen as most deserving and his learning would return to the village.… KonsepConcept Industri dan komodifikasi hajiThe hajj industry and the commodification of pilgrimage Modernisasi penyelenggaraan haji membuka akses lebih luas tetapi juga melahirkan pasar jasa: manasik berbayar, paket ziarah plus, layanan kursi roda, hingga perlengkapan kloter. Di satu sisi layanan ini membantu jemaah…Modernised hajj administration has widened access but also created a market in services: paid preparation classes, premium pilgrimage packages, wheelchair services and group kit. These services help vulnerable pilgrims, yet… TradisiTradition Jak u Arab: tradisi haji orang AcehJak u Arab: the Acehnese hajj tradition Jak u Arab (‘pergi ke Arab’) adalah paradigma yang membingkai ibadah haji orang Aceh sebagai perjalanan ritual sekaligus intelektual. Selama berabad-abad, haji menghubungkan Aceh dengan ulama Haramayn dan memasok semangat…Jak u Arab (‘going to Arabia’) is the paradigm that frames the Acehnese hajj as both a ritual and an intellectual journey. For centuries pilgrimage connected Aceh with the scholars… NaskahText Kajian haji Aceh 2018: pengalaman dan perbedaan lintas budayaThe 2018 Acehnese hajj study: experience and cultural difference Artikel KBA dan Rahmi Zakaria memakai pendekatan fenomenologi untuk membandingkan pengalaman jemaah, imajinasi orang kampung, dan pengetahuan orang yang lama menetap di negara Arab.KBA and Rahmi Zakaria use a phenomenological approach to compare pilgrims’ experiences, villagers’ imaginings and the knowledge of long-term residents of Arab countries. TempatPlace Karantina Haji Pulau RubiahThe Pulau Rubiah hajj quarantine station Pulau Rubiah, pulau kecil di dekat Sabang, menjadi lokasi stasiun karantina haji yang dibangun pemerintah Hindia Belanda pada 1920. Jemaah dari seluruh Nusantara, termasuk orang Aceh sendiri, wajib singgah di…Pulau Rubiah, a small island off Sabang, housed the hajj quarantine station built by the Netherlands Indies government in 1920. Pilgrims from across the archipelago, the Acehnese included, were required… TradisiTradition Kenduri haji, peusijuek, dan meusapat: ritus pelepasan calon hajiHajj feast, peusijuek and meusapat: rites of sending off the pilgrim Sebelum berangkat, calon haji Aceh menjalani rangkaian ritus yang menjadikan haji peristiwa seluruh kampung. Kenduri haji berfungsi sebagai pengumuman publik, peusijuek memberi restu adat, dan meusapat menjadi saat meminta maaf…Before departing, Acehnese pilgrims pass through a series of rites that turn the hajj into an event for the whole village. The hajj feast serves as a public announcement, peusijuek… KonsepConcept Kuota, nomor porsi, dan budaya ‘ka leuh daftar haji’Quotas, waiting numbers and the culture of 'ka leuh daftar haji' Sistem kuota haji membuat setiap provinsi, termasuk Aceh, menerima alokasi terbatas, sehingga calon jemaah harus menunggu bertahun-tahun setelah mendaftar. Setoran awal sekitar 25 juta rupiah memberi seseorang nomor porsi, dan…The national quota system gives each province, Aceh included, a limited allocation, so prospective pilgrims wait years after registering. An initial deposit of about 25 million rupiah secures a waiting… KonsepConcept Literasi lintas budaya dalam persiapan hajiIntercultural literacy in hajj preparation Kesiapan ritual perlu disertai kemampuan membaca tanda, menggunakan fasilitas, dan memahami perbedaan komunikasi. Ini adalah implikasi pendidikan dari kajian haji Aceh.Ritual preparation benefits from the ability to read signs, use unfamiliar facilities and interpret communication differences. This is an educational implication of the Acehnese hajj study. KonsepConcept Pengalaman lintas budaya jemaah haji AcehCross-cultural encounters of Acehnese pilgrims Bagi jemaah Aceh, Mekkah dan Madinah bukan hanya ruang sakral, tetapi juga ruang asing yang penuh perbedaan bahasa, suara, gerak tubuh, dan aroma. Kajian etnografis tentang perbedaan lintas budaya selama…For Acehnese pilgrims, Mecca and Medina are not only sacred spaces but also foreign ones, full of unfamiliar languages, voices, gestures and smells. Ethnographic work on cross-cultural differences during the… TradisiTradition Pulang haji: oleh-oleh, cerita, dan kisah ‘dosa yang ditampakkan’Homecoming: gifts, stories and tales of 'sins revealed' Kepulangan jemaah haji di Aceh disambut kunjungan sanak famili yang datang bukan hanya untuk air zamzam dan tasbih, tetapi juga untuk mendengar cerita. Kisah tersesat, keajaiban, dan pengalaman mistik diulang…When pilgrims return to Aceh, relatives flock to their homes not only for Zamzam water and prayer beads but to hear their stories. Tales of getting lost, of wonders and… KonsepConcept Serambi MekkahSerambi Mekkah (the Verandah of Mecca) Julukan Serambi Mekkah menandai kedekatan imajinasi kolektif Aceh dengan Tanah Suci. Julukan ini tidak hanya bertolak dari kesalehan, tetapi dari peran historis Aceh sebagai pintu masuk Islam dan gerbang transit…The epithet Serambi Mekkah, 'the Verandah of Mecca', expresses how close the Acehnese collective imagination feels to the Holy Land. It rests not only on piety but on Aceh's historical… TokohFigure Snouck Hurgronje, haji, dan Pan-IslamSnouck Hurgronje, the hajj and Pan-Islamism Christiaan Snouck Hurgronje adalah orientalis Belanda yang mempelajari komunitas ‘Jawah’ di Mekkah lalu menjadi penasihat kebijakan Islam kolonial di Aceh. Pengamatannya di Mekkah meyakinkannya bahwa jemaah haji dan mukimin membawa…Christiaan Snouck Hurgronje was a Dutch orientalist who studied the ‘Jawa’ community in Mecca and went on to advise colonial Islamic policy in Aceh. His observations in Mecca convinced him… KonsepConcept Tipologi jemaah haji AcehA typology of Acehnese pilgrims Pengamatan etnografis di ruang manasik, embarkasi, dan Tanah Suci memperlihatkan beragam tipe jemaah haji Aceh: haji kampung, haji berpengalaman, haji intelektual, haji resistif, haji jaringan, jemaah perempuan, jemaah pedagang, jemaah…Ethnographic observation in hajj-preparation classes, at the embarkation point and in the Holy Land reveals many types of Acehnese pilgrim: the village pilgrim, the experienced pilgrim, the intellectual, the resistant… KonsepConcept Wakaf, haji, dan ingatan lintas generasi Aceh–MekkahWaqf, pilgrimage and intergenerational Aceh–Mecca memory Wakaf dalam kajian Habib Bugak menghubungkan tanah, pengelolaan, manfaat haji, dan ingatan komunitas. Ia dapat dibaca bersama konsep tanah sebagai amanah.Waqf in the Habib Bugak study connects land, management, pilgrimage benefits and community memory. It can be read alongside land as a trust.

7.5 Tasawuf & tarekatSufism & the Sufi orders

Tradisi tasawuf dan tarekat di Aceh, dari warisan Hamzah Fansuri dan para penerusnya hingga praktik suluk dan kewalian di kampung.Sufism and the Sufi orders in Aceh, from the legacy of Hamzah Fansuri and his successors to village practices of suluk and sainthood.

TokohFigure ‘Abd al-Karim al-Jili ‘Abd al-Karim ibn Ibrahim al-Jili adalah sufi yang menguraikan konsep insān kamil secara paling rinci dalam kitab al-Insān al-Kāmil fī Ma‘rifat al-Awākhir wa al-Awā’il. Baginya Nabi Muhammad adalah hakikat manusia…‘Abd al-Karim ibn Ibrahim al-Jili was the Sufi who expounded the Perfect Human most fully, in his al-Insān al-Kāmil fī Ma‘rifat al-Awākhir wa al-Awā’il. For him the Prophet Muhammad is… KonsepConcept Berahi (‘isyq) dan budi: tajrīd, tafrīd, dan ‘kata mabuk’Love (‘ishq) versus intellect: tajrīd, tafrīd and 'drunken speech' Hamzah Fansuri menempatkan berahi, terjemahan Melayunya untuk ‘isyq, sebagai pangkat tertinggi perjalanan sufi dan anugerah semata dari Allah. Ia mempertentangkan berahi dengan budi, yakni akal yang menginginkan hidup, harta, kedudukan,…Hamzah Fansuri ranked berahi, his Malay rendering of ‘ishq, as the highest station of the Sufi path and a pure gift from God. He set it against budi, the intellect… TokohFigure Habib Muda Seunagan Habib Muda adalah tokoh paling karismatik Habib Seunagan pada abad ke-20, sufi Syattariyah yang dikenal dengan karamahnya dan pemimpin keluarga selama Revolusi dan Darul Islam. Bersama Abuya Muda Waly ia…Habib Muda was the most charismatic member of the Habib Seunagan in the twentieth century, a Syattariyah Sufi renowned for his miracles and head of the family during the Revolution… KelompokCommunity Habib SeunaganThe Habib Seunagan Habib Seunagan adalah keluarga besar yang mengaku keturunan Nabi Muhammad (sayyid) dan dianggap berperan sentral dalam islamisasi Nagan Raya melalui leluhurnya, Habib Abdurrahim. Mereka memimpin cabang Tarekat Syattariyah dengan puluhan…The Habib Seunagan are an extended family claiming descent from the Prophet Muhammad (sayyid) and credited, through their ancestor Habib Abdurrahim, with a central role in the Islamisation of Nagan… TradisiTradition Khalud: khalwat empat puluh hariKhalud: the forty-day retreat Khalud adalah istilah dalam tradisi Aceh untuk praktik menyepi dan bermeditasi seorang diri, lazimnya selama sekitar empat puluh hari, dalam perjalanan spiritual menuju makrifat. Praktik ini disejajarkan dengan khalwat para…Khalud is the Acehnese term for solitary seclusion and meditation, typically lasting around forty days, undertaken on the spiritual path towards ma‘rifa. The practice is paralleled with the retreats of… KonsepConcept Menanti turunnya keramat: suksesi karamah Habib SeunaganWaiting for the keramat to descend: succession of grace among the Habib Seunagan Di kalangan Habib Seunagan, kepemimpinan sejati dipahami bergantung pada turunnya keramat, kekuatan mistis yang dahulu turun kepada Habib Muda dalam rupa cahaya. Setelah Habib Muda wafat, kepemimpinan tarekat berpindah di…Among the Habib Seunagan, true leadership is understood to depend on the descent of keramat, the mystical power that once came down upon Habib Muda in the form of light.… TradisiTradition Pembacaan Ihya’ ‘Ulumiddin dan tasawuf akhlaqi di dayahReading the Ihya’ ‘Ulum al-Din and ethical Sufism in the dayah Pembacaan Ihya’ ‘Ulumiddin karya al-Ghazali adalah tradisi pengajian di dayah Aceh yang dalam praktik Tu Sop terbuka bagi santri dan masyarakat, baik langsung maupun daring. Ihya’ dibaca sebagai ‘ruang batin…Reading al-Ghazali’s Ihya’ ‘Ulum al-Din is a teaching tradition in Aceh’s dayahs that, in Tu Sop’s practice, is open to students and the public both in person and online. The… TradisiTradition Suluk, khalwat, dan Salek Buta di dayahSuluk, khalwat and Salek Buta in the dayah Sebagian dayah di Aceh memelihara tradisi retret spiritual. Di dayah yang dipimpin Abu bertarekat, terutama di Aceh Selatan, suluk dijalankan selama Ramadan. Bila tidak ada syaikh tarekat, santri senior menjalani…Some Acehnese dayah maintain traditions of spiritual retreat. In dayah led by an Abu affiliated with a Sufi order, especially in South Aceh, suluk is practised during Ramadan. Where there… NaskahText Syarab al-‘Āsyiqīn (Minuman Segala Orang Berahi)Sharāb al-‘Āshiqīn (The Drink of Lovers) Syarab al-‘Āsyiqīn adalah risalah tasawuf Hamzah Fansuri dalam tujuh bab yang menuntun pembaca dari amalan syariat hingga puncak berahi dan mabuk kepada Allah. Urutannya bergerak dari syariat, tarikat, hakikat, dan…Sharāb al-‘Āshiqīn is Hamzah Fansuri's seven-chapter Sufi treatise leading the reader from the practice of the sharia to the summit of love and intoxication in God. It moves through sharia,… KonsepConcept Syariat, tarikat, hakikat, dan makrifat dalam pemikiran Hamzah FansuriSharia, path, reality and gnosis in Hamzah Fansuri Hamzah Fansuri memandang syariat, tarikat, hakikat, dan makrifat sebagai satu bangunan yang tidak boleh dipisahkan. Dalam Syair Ruh ia mengibaratkan syariat sebagai kulit, tarikat sebagai budi, hakikat sebagai tirai, dan…Hamzah Fansuri regarded sharia, path (ṭarīqa), reality (ḥaqīqa) and gnosis (ma‘rifa) as a single structure that must not be broken apart. In the Syair Ruh he likens the sharia to… LembagaInstitution Tarekat Syattariyah di Nagan RayaThe Syattariyah order in Nagan Raya Cabang Tarekat Syattariyah di Nagan Raya dipimpin Habib Seunagan dan terkenal dengan ratib berjamaah yang keras dan ritmis, terutama zikir dengan lafaz ‘Hu’, yang dipandang sebagai jalan bagi orang awam…The Syattariyah branch in Nagan Raya is led by the Habib Seunagan and known for loud, rhythmic communal ratib litanies, above all dhikr on the syllable ‘Hu’, seen as a… TradisiTradition Tarekat, suluk, dan khalwat di AcehTarekat, suluk and khalwat in Aceh Meski tasawuf falsafi tabu, praktik tarekat, suluk, dan khalwat sangat membudaya di Aceh. Sejumlah ulama terkemuka berperan sebagai khalifah atau mursyid bagi pengikutnya. Warga, baik di dalam maupun di luar…Although philosophical Sufism is taboo, the practices of tarekat, suluk and khalwat are deeply rooted in Aceh. Several leading ulama act as khalifa or murshid to their followers. Residents both… KonsepConcept Tasawuf dan politik: dari kesalehan sosial ke kesalehan individualSufism and politics: from social to individual piety Argumen bahwa pada abad ke-16 dan 17 pemahaman tentang hubungan manusia dan Tuhan di Aceh diterjemahkan ke dalam tata sosial-politik dan menghasilkan kejayaan, tetapi setelah Hamzah Fansuri kajian ini menyempit…An argument that in the sixteenth and seventeenth centuries Acehnese understanding of the human–divine relationship was translated into the socio-political order and produced a golden age, but after Hamzah Fansuri… KonsepConcept Wahdat al-wujûd dan tabu tasawuf falsafi di AcehWahdat al-wujud and the taboo on philosophical Sufism in Aceh Wahdat al-wujûd, bersama gagasan ittihâd dan hulûl, merupakan corak tasawuf tentang penyatuan hamba dengan Khalik yang di Aceh tergolong paling terlarang untuk didiskusikan maupun diamalkan. Polemik antara Hamzah Fansuri dan…Wahdat al-wujud (the unity of being), together with the ideas of ittihad and hulul, is the strand of Sufism concerning the union of the servant with the Creator, and in…

7.6 Aliran & gerakan keagamaanReligious currents & movements

Peta aliran dan gerakan keagamaan di Aceh — dayah, Muhammadiyah, Salafi-Wahabi, Syi‘ah, generasi pemikir baru — serta pengaruh Timur Tengah yang menyertainya.The map of religious currents and movements in Aceh — dayah, Muhammadiyah, Salafi-Wahhabi, Shi‘a, a new generation of thinkers — and the Middle Eastern influences behind them.

KelompokCommunity ‘Muhammadiyah’ di Nagan Raya: pembaruan Islam di pantai barat-selatan‘Muhammadiyah’ in Nagan Raya: Islamic reform on the south-west coast Di Nagan Raya, sebutan ‘Muhammadiyah’ dipakai bukan hanya untuk anggota organisasi itu, melainkan untuk siapa saja yang aktif mengoreksi praktik keagamaan kampung seperti kenduri dan ratib. Cabang Muhammadiyah sudah ada…In Nagan Raya the label ‘Muhammadiyah’ is used not only for members of that organisation but for anyone actively correcting village religious practices such as kenduri and ratib litanies. A… KonsepConcept Empat golongan aliran kebatinanThe four currents of kebatinan Klasifikasi empat golongan kebatinan berasal dari Muhammad Muhsin Jayadiguna, disampaikan Selo Soemardjan dalam makalah tentang kebatinan sebagai gejala sosial, lalu dikutip H.M. Rasjidi. Keempatnya meliputi pengguna kekuatan gaib, pencari penyatuan…The fourfold classification of kebatinan comes from Muhammad Muhsin Jayadiguna, was presented by Selo Soemardjan in a paper on kebatinan as a social phenomenon, and was then cited by H.M.… KonsepConcept Fragmentasi ke-Aceh-an dan ke-Islam-anThe fragmentation of Acehneseness and Islamness Konsep ini menyatakan bahwa keterpisahan Aceh dan Islam, yang semula menyatu dalam satu badan, menyebabkan ‘disfungsi’ Aceh di Nusantara pada abad ke-21. Di Jawa semua keyakinan dan aliran dapat di-Jawa-kan,…This concept holds that the separation of Aceh and Islam, once united in a single body, has produced a ‘dysfunction’ of Aceh in the twenty-first-century archipelago. In Java every belief… KonsepConcept Gejala ‘kejawen’ di Aceh'Kejawen'-like religiosity in Aceh Praktik yang di Jawa disebut kejawen, seperti tidak shalat ke masjid, percaya pada roh dan sihir, serta tidak berpuasa, juga dapat dijumpai di Aceh. Perbedaannya, di Aceh orang yang tidak…Practices that in Java are called kejawen, such as not attending mosque prayers, belief in spirits and sorcery, and not fasting, are also found in Aceh. The difference is that… KonsepConcept Generasi Afghan, generasi Mindanao, dan teroris ‘produksi lokal’The Afghan generation, the Mindanao generation and ‘home-grown’ terrorists Radikalisme bersenjata di Indonesia dibaca dalam tiga generasi. Generasi Afghan dan generasi Mindanao terlatih di luar negeri dan melakukan serangan serentak berskala besar; Jemaah Islamiyah dianggap lahir sekitar 1995–1996 sebagai…Armed radicalism in Indonesia is read in three generations. The Afghan and Mindanao generations trained abroad and carried out large, simultaneous attacks; Jemaah Islamiyah is seen as having formed around… KelompokCommunity Generasi baru penafsir Islam berbasis ilmu sosialA new generation reading Islam through the social sciences Di Aceh tumbuh generasi baru yang menjelaskan Islam kepada publik dengan pendekatan ilmu sosial dan humaniora. Kebanyakan mereka alumni kampus Barat atau terinspirasi literatur keilmuan Barat, dan kerap dicap ‘sekuler’…A new generation in Aceh explains Islam to the public through the approaches of the social sciences and humanities. Most are graduates of Western universities or inspired by Western scholarship,… KonsepConcept Gerakan keagamaan: tanah, harapan, dan sakralitasReligious movements: land, hopes and sacrality Kerangka ini membaca gerakan keagamaan global melalui tiga kunci: land (tanah), hopes (harapan), dan sacrality (sakralitas). Gerakan keagamaan berupaya mempertahankan tanah asal agamanya, membawa harapan yang tersirat dalam ideologi dan…This framework reads global religious movements through three keys: land, hopes and sacrality. Religious movements seek to defend their faith's land of origin, carry hopes embedded in ideology and symbol,… KelompokCommunity Jaringan Sunnah di Aceh UtaraThe ‘Sunnah Network’ in North Aceh Jaringan Sunnah adalah sebutan bagi sebuah komunitas Muslim di Aceh Utara yang menyatakan diri tidak bermazhab dan hanya merujuk pada al-Qur’an dan Sunnah. Pada 2005, setelah tsunami, komunitas ini mendatangkan…The ‘Sunnah Network’ refers to a Muslim community in North Aceh that declares itself unaffiliated to any law school and bound only by the Qur’an and Sunna. In 2005, after… KonsepConcept Khilafiyah dan meredanya polemik pembaruan setelah 1962Khilafiyah and the waning of reformist polemics after 1962 Setelah Darul Islam berakhir, perdebatan terbuka antara pembaru dan lawannya di Aceh mereda. Banyak warga Nagan Raya mengaitkannya dengan keputusan Majelis Ulama Aceh yang dianggap melarang pembahasan ‘khilafiyah’, yaitu soal-soal…After Darul Islam ended, open debate between reformers and their opponents in Aceh subsided. Many in Nagan Raya attributed this to a decision of the Aceh Ulama Council thought to… KonsepConcept Lapisan pengaruh Timur Tengah dalam religi AcehLayers of Middle Eastern influence on religion in Aceh Sejarah intelektual Aceh memperlihatkan pengaruh Timur Tengah yang berlapis: Syi‘ah sebelum kerajaan-kerajaan Islam berdiri, jaringan Haramayn pada abad ke-17, Mekkah semasa perang melawan Belanda, dan Kairo setelah kemerdekaan. Pada awalnya…Aceh’s intellectual history shows layered Middle Eastern influence: Shi‘a currents before the Islamic kingdoms arose, Haramayn networks in the seventeenth century, Mecca during the war against the Dutch, and Cairo… NaskahText Laporan IPAC 32: kampanye anti-Salafi di Aceh (2016)IPAC Report 32: the anti-Salafi campaign in Aceh (2016) Laporan IPAC membahas persilangan perbedaan doktrin, otoritas dayah, kontrol masjid, dan persaingan politik menjelang pemilihan gubernur 2017.IPAC examines the intersection of doctrinal differences, dayah authority, mosque control and political competition before the 2017 gubernatorial election. KonsepConcept Perkawinan, fai’, dan dar al-harb: pola kerja jaringan radikalMarriage, fay’ and dar al-harb: how radical networks operate Kajian tentang potensi radikalisme di Aceh mencatat dua pola lama yang diperkirakan akan diulang: perluasan jaringan melalui perkawinan dan penggalangan dana melalui perampokan. Perkawinan dipakai untuk membangun keluarga besar dan…A study of radicalism risk in Aceh noted two old patterns expected to recur: expanding networks through marriage and raising funds through robbery. Marriage builds extended families and new cells… LembagaInstitution Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) di AcehPersatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) in Aceh Perti adalah organisasi ulama yang menentang arus utama pembaruan Islam abad ke-20 dan terutama berpengaruh di luar Jawa. Cabang Acehnya didirikan Abuya Muda Waly pada 1940 dan menjadi bagian penting…Perti is an organisation of ulama that opposed the dominant currents of twentieth-century Islamic reform and was influential mainly outside Java. Its Acehnese branch was founded by Abuya Muda Waly… PeristiwaEvent Polemik ‘Islam Protestan’ dan gender di forum Aceh InstituteThe ‘Protestant Islam’ and gender debates on the Aceh Institute forum Setelah tsunami, milis dan laman Aceh Institute menjadi arena perdebatan pemikiran Islam di Aceh. Dua polemik menonjol: gagasan ‘Islam Protestan’ yang dilontarkan Fuad Mardhatillah, dan tulisan-tulisan Limantina tentang perempuan dan…After the tsunami, the Aceh Institute mailing list and website became an arena for debates on Islamic thought in Aceh. Two polemics stood out: the idea of ‘Protestant Islam’ floated… KonsepConcept Qaidah aminah dan ‘ladang jihad’ Asia TenggaraQaidah aminah and Southeast Asia as a ‘jihad field’ Qaidah aminah, ‘basis aman’, adalah konsep jaringan jihadis tentang wilayah tempat kader berlatih, berlindung, dan menyusun kekuatan. Belajar dari pengalaman mujahidin Afghanistan yang menjadikan Mindanao pusat latihan dan Indonesia ladang…Qaidah aminah, a ‘secure base’, is the jihadist network concept of a territory where cadres train, shelter and build strength. Drawing on the experience of Afghan mujahidin, who made Mindanao… KelompokCommunity Santri Aceh di Yaman dan dikotomi ‘Santri Garuda’Acehnese students in Yemen and the ‘Santri Garuda’ dichotomy Ulama Aceh menyadari ancaman yang dapat dibawa pulang oleh sebagian santri yang belajar di Timur Tengah, khususnya Yaman. Ketika pecah pertempuran di Yaman, banyak santri Indonesia, termasuk dari Aceh, disebut…Acehnese ulama were aware of the threat that some students studying in the Middle East, especially Yemen, might bring home. When fighting broke out in Yemen, many Indonesian santri, including… KelompokCommunity Ustaz dari Jawa di pesantren Jama‘ah TablighJavanese ustaz in Tablighi Jama‘at schools Sejumlah pesantren yang dikelola Jama‘ah Tabligh di Aceh mendatangkan ustaz muda dari Jawa. Mereka umumnya santri tingkat akhir dari sebuah pesantren di Jawa Tengah yang dikirim kiai untuk mengajar selama…Several pesantren run by the Tablighi Jama‘at in Aceh bring in young ustaz from Java. They are usually final-year students of a pesantren in Central Java, sent by their kiai… TokohFigure Zakaria Yunus Zakaria Yunus adalah tokoh pembaru Islam paling terkemuka di Nagan Raya abad ke-20. Setelah belajar di Padang Panjang, ia mendirikan sekolah Islam reformis di Jeuram pada 1930-an, memimpin Darul Islam…Zakaria Yunus was the foremost Islamic reformer of twentieth-century Nagan Raya. After studying in Padang Panjang he founded a reformist Islamic school in Jeuram in the 1930s, led Darul Islam…

7.7 Agama & isu kontemporerReligion & contemporary issues

Perubahan religiusitas Aceh masa kini: otoritas keagamaan, media dan ICT, ritual publik, serta orientasi pendidikan religi di tengah materialisme.Changes in present-day Acehnese religiosity: religious authority, media and ICT, public ritual, and the orientation of religious education amid materialism.

KonsepConcept ‘Agama Aceh’? Citra Islam seratus persen dan praktik yang ditabukanAn ‘Acehnese religion’? The image of ‘100 per cent Islam’ and tabooed practice Pengamatan bahwa keberagamaan orang Aceh lazim digambarkan sebagai ‘Islam seratus persen’, padahal praktik keagamaan dan kebudayaannya memuat unsur yang tidak sepenuhnya sejalan, seperti tradisi meusihe (sihir) dan kearifan lokal yang…An observation that Acehnese religiosity is usually portrayed as ‘100 per cent Islam’, although religious and cultural practice includes elements not wholly in line with it, such as the tradition… KonsepConcept Agen kebaikan: vernakulasi hadis dalam dakwahAgents of goodness: vernacularising hadith in preaching ‘Agen kebaikan’ adalah istilah Tu Sop untuk orang yang mengajak dan memfasilitasi orang lain menempuh jalan baik, diturunkan dari hadis ‘siapa yang menunjukkan kepada kebaikan mendapat pahala seperti pelakunya’. Kekuatannya…‘Agent of goodness’ is Tu Sop’s term for someone who invites and helps others onto the good path, derived from the hadith that ‘whoever guides to good earns a reward… PeristiwaEvent Aksi santri 27 Januari 2008 dan kebangkitan politik dayahThe santri march of 27 January 2008 and the rise of dayah politics Pada 27 Januari 2008, gelombang santri dan pimpinan dayah dari wilayah timur Aceh datang ke Banda Aceh menuntut pemerintah Irwandi–Nazar menjalankan syariat Islam secara kaffah. Tiga isu mengemuka: penghentian diskusi…On 27 January 2008, waves of students and dayah leaders from eastern Aceh came to Banda Aceh demanding that the Irwandi–Nazar government implement sharia comprehensively. Three issues emerged: ending gender… LembagaInstitution Barisan Muda Ummat (BMU) dan rumah layak huniBarisan Muda Ummat (BMU) and its habitable houses Barisan Muda Ummat (BMU) adalah gerakan dakwah sosial dan filantropi yang diprakarsai Tu Sop dan resmi terdaftar pada Desember 2017. Programnya yang paling dikenal adalah pembangunan rumah layak huni bagi…Barisan Muda Ummat (BMU, ‘Young Front of the Community’) is a social-preaching and philanthropic movement initiated by Tu Sop and officially registered in December 2017. Its best-known programme builds habitable… KonsepConcept Dari orientasi kerja ke orientasi karya: khittah intelektual AcehFrom career to creative work: the intellectual mission of Aceh Konsep ini mengkritik rekayasa pendidikan di Aceh yang mengarahkan generasi muda pada bidang ‘angka’ dan ‘bahasa’ demi pekerjaan cepat, sementara jurusan pemikiran sepi peminat. Akibatnya, Islamologi lebih mengisi lapangan kerja…This concept criticises the engineering of education in Aceh that steers the young towards ‘numbers’ and ‘languages’ for quick employment, while disciplines of thought attract few students. As a result,… KonsepConcept Empat isu keumatan dan respons ulamaFour communal issues and ulama responses Pemetaan kekuatan umat Islam Aceh pascadamai menyoroti empat isu: ketegangan dengan NKRI, aliran sesat, kristenisasi, dan pertikaian tasawuf. Dalam setiap isu, respons ulama dinilai belum memadai: ulama ‘diam’ dalam isu…A mapping of the Acehnese Muslim community after the peace highlights four issues: tension with the Indonesian state, ‘deviant’ sects, Christianisation and Sufi controversies. In each the ulama response is… KonsepConcept Empat pilar tegaknya dunia (qiyamud dunya bi arba‘atin)The four pillars that uphold the world (qiyam al-dunya bi arba‘a) Empat pilar tegaknya dunia adalah rumusan yang hampir selalu muncul dalam dakwah Tu Sop: dunia tegak dengan ilmu para ulama, keadilan para pemimpin, kedermawanan orang kaya, dan doa orang fakir.…The four pillars that uphold the world is a formula present in almost every sermon by Tu Sop: the world stands on the knowledge of scholars, the justice of rulers,… KonsepConcept Formalisme agama dan membumikan religiReligious formalism and grounding religion Konsep ini menelusuri bagaimana agama di Aceh bergerak dari wacana yang diatur istana, menjadi semangat jihad melawan kolonial, lalu menjadi sistem hukum baku. Kritik utamanya adalah bahwa monopoli tafsir agama…This concept traces how religion in Aceh moved from a discourse regulated by the court, to a spirit of jihad against colonial rule, and finally to a codified legal system.… KonsepConcept Islam dan kekerasan: membedah sebuah pertautanIslam and violence: dissecting an association Menautkan Islam dengan kekerasan berarti mempertemukan dua hal yang berseberangan: Islam adalah keyakinan transendental, sedangkan kekerasan adalah tindakan manusia yang berdampak fisik pada manusia atau alam. Telaah ini menguraikan makna…Linking Islam with violence brings together two opposed things: Islam is a transcendent faith, whereas violence is a human act with physical effects on people or nature. This analysis unpacks… KonsepConcept Isu pemurtadan pascatsunami dan pendangkalan agamaApostasy fears after the tsunami and the thinning of religion Sejak pekan pertama setelah tsunami beredar kabar bahwa anak-anak korban ‘dilarikan’ keluar Aceh dan bahwa misi agama tertentu memanfaatkan bantuan. Analisis sosiologis membaca isu pemurtadan bukan terutama sebagai pindah agama,…From the first week after the tsunami, rumours spread that child victims were being ‘spirited away’ from Aceh and that certain religious missions were exploiting aid. A sociological reading treats… NaskahText Konteks beragama di Aceh: membaca bagan sosial-antropologisReligious contexts in Aceh: a social-anthropological diagram Presentasi mengajak pembaca memeriksa pengetahuan awal tentang Aceh, hubungan agama dan budaya, fungsi sosial agama, serta pergeseran otoritas keagamaan.The presentation examines prior assumptions about Aceh, religion–culture relations, religion’s social roles and changing religious authority. KonsepConcept Kontestasi dayah, pesantren Wahabi, dan isu Syi‘ahDayah, Salafi pesantren and the Shi‘a question Lanskap keagamaan Aceh masa kini ditandai oleh persaingan antara dayah tradisional, jaringan Muhammadiyah dan Wahabi, serta wacana tentang Syi‘ah. Reproduksi pemahaman agama berlangsung di dayah, sedangkan reproduksi budaya terjadi di…Aceh’s contemporary religious landscape is marked by competition between traditional dayah, Muhammadiyah and Salafi (locally ‘Wahhabi’) networks, and debates about Shi‘ism. Religious understanding is reproduced in the dayah, while culture… PeristiwaEvent Kontroversi ‘gereja liar’ Simpang Kanan (1968–1979)The ‘wild churches’ controversy in Simpang Kanan (1968–1979) Pada Maret 1978 empat bangunan ibadah Kristen tanpa izin, yang disebut ‘gereja liar’, dibakar di Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Selatan, dan enam lagi dibakar pada Juni 1979. Ketegangan ini berakar…In March 1978 four unlicensed Christian places of worship, called ‘wild churches’, were burned in the sub-district of Simpang Kanan, South Aceh, and six more were burned in June 1979.… PeristiwaEvent Kontroversi gereja Meulaboh (1967)The Meulaboh church controversy (1967) Pada 1967 pembangunan sebuah gereja di Meulaboh, Aceh Barat, ditolak pemerintah setempat dan memicu perhatian nasional. Sejarawan Mujiburrahman menjadikannya titik awal polemik Muslim–Kristen di masa Orde Baru. Dalam ingatan warga…In 1967 the construction of a church in Meulaboh, West Aceh, was refused by local authorities and drew national attention. The historian Mujiburrahman treats it as the starting point of… KonsepConcept Main hakim sendiri atas nama agamaVigilantism in the name of religion Salah satu gejala yang dinilai perlu dikelola adalah kecenderungan sebagian masyarakat menyelesaikan persoalan agama dengan main hakim sendiri, hingga membakar atau melukai siapa saja yang dianggap salah menurut pemahaman keagamaan…One phenomenon judged in need of management is the tendency of some communities to settle religious matters through vigilantism, even burning or harming anyone deemed wrong by their religious understanding.… KonsepConcept Mitos kekerasan religius dan paradigma sekularisasiThe myth of religious violence and the secularisation paradigm Gagasan bahwa agama cenderung memicu kekerasan merupakan ‘kearifan konvensional’ masyarakat Barat, seperti dikritik William T. Cavanaugh, dan melandasi kebijakan dari pembatasan peran publik gereja hingga promosi demokrasi liberal di Timur…The idea that religion tends to promote violence is ‘conventional wisdom’ in Western societies, as William T. Cavanaugh critiques, and underlies policies from limits on churches' public role to the… KonsepConcept Muslim tanpa masjidMuslims without mosques Muslim tanpa masjid adalah istilah Kuntowijoyo untuk generasi yang belajar agama melalui televisi, VCD, pelatihan kecerdasan spiritual, dan umrah tahunan, bukan melalui teungku di kampung atau pengajian. Di Aceh, gejala…‘Muslims without mosques’ is Kuntowijoyo's term for a generation that learns religion from television, VCDs, spiritual intelligence training and annual umrah trips, rather than from village teungku or community study… KonsepConcept Otoritas keagamaan virtual: dari reproduksi kultural ke reproduksi populerVirtual religious authority: from cultural to popular reproduction of knowledge Otoritas keagamaan virtual menunjuk pada pergeseran sumber pemahaman agama generasi muda Aceh dari teungku dayah yang berakar pada budaya lokal menuju pendakwah media sosial yang populer. Pengetahuan agama kini datang…Virtual religious authority refers to a shift in the source of young Acehnese people’s religious understanding, from dayah teachers rooted in local culture to popular social-media preachers. Religious knowledge now… NaskahText Parmalim di Aceh Singkil: kajian Pohan 2023Parmalim in Aceh Singkil: Pohan’s 2023 study Penelitian mengkaji identitas, praktik agama, dan tekanan pengakuan terhadap komunitas Parmalim di Aceh Singkil.The study examines identity, religious practice and recognition pressures among Parmalim in Aceh Singkil. KelompokCommunity Pemuda Muslim Banda Aceh dan isu radikalismeMuslim youth of Banda Aceh and the question of radicalism Kajian etnografis tentang pemuda Muslim Banda Aceh menemukan generasi yang saleh dan ekspresif secara publik, tetapi religiositasnya dinilai masih berada pada tahap ‘radikal yang tidak keras’. Berdasarkan pola jaringannya, pemuda…Ethnographic research on Muslim youth in Banda Aceh found a generation that is pious and publicly expressive, yet whose religiosity was judged to be at a stage of ‘non-violent radicalism’.… KonsepConcept Peradaban sosial IslamIslamic social civilisation Peradaban sosial Islam adalah gagasan Tu Sop bahwa ukuran utama peradaban Islam bukan kemegahan bangunan, melainkan perilaku saling peduli yang bersumber dari perintah agama. Kedermawanan menjadi intinya: masyarakat Islam semestinya…Islamic social civilisation is Tu Sop’s idea that the chief measure of Islamic civilisation is not monumental building but mutual care grounded in religious command. Generosity is its core: a… KonsepConcept Perang kosmik dan warisan permusuhan agama-agama AbrahamikCosmic war and the legacy of enmity in the Abrahamic religions Mark Juergensmeyer memperkenalkan konsep ‘perang kosmik’ (cosmic war) untuk menjelaskan kebangkitan kekerasan religius global: Yahudi, Kristen, dan Islam sama-sama mewarisi gagasan biblikal tentang musuh abadi yang harus ditumpas. Contohnya adalah…Mark Juergensmeyer introduced the concept of ‘cosmic war’ to explain the global rise of religious violence: Judaism, Christianity and Islam all inherit the biblical idea of an eternal enemy to… KonsepConcept Pergeseran reproduksi kesadaran religi di Aceh kontemporerShifts in the reproduction of religious consciousness in contemporary Aceh Religiusitas Aceh masa kini ditandai oleh tiga pergeseran. Otoritas ulama dayah atas kesadaran religi memudar karena masyarakat, terutama di kota, memperoleh pengetahuan dari media dan ICT. Muncul tren ritual religi…Present-day religiosity in Aceh is marked by three shifts. The authority of dayah scholars over religious consciousness is fading as people, especially in towns, draw knowledge from the media and… KonsepConcept Sekuler kanan dan sekuler kiriRight-wing and left-wing secularism Sekuler kanan dan sekuler kiri adalah istilah Tu Sop untuk dua bentuk pemisahan agama dari kehidupan publik. Sekuler kanan adalah sikap orang beragama yang menganggap agama tidak berurusan dengan politik…Right-wing and left-wing secularism are Tu Sop’s terms for two ways of separating religion from public life. Right-wing secularism is the stance of religious people who think faith has nothing… KonsepConcept Siapa mendefinisikan ortodoksi? Perdebatan Aceh dalam laporan 2016Who defines orthodoxy? Aceh’s debate in the 2016 report Penentuan ajaran yang sah melibatkan ulama, lembaga, pemerintah, dan kelompok masyarakat. Laporan IPAC membantu mengkaji hubungan batas doktrin dengan akses kekuasaan.Defining legitimate doctrine involves scholars, institutions, government and communities. IPAC helps examine how doctrinal boundaries intersect with access to power. NaskahText Teungku Inong dan tradisi pengajian: kajian Abdul MananTeungku Inong and religious learning: Abdul Manan’s study Etnografi tiga bulan mengangkat peran guru perempuan dan lembaga pengajian yang berakar dalam kehidupan masyarakat Aceh Barat.Three months of ethnography highlight female teachers and community-rooted learning institutions in West Aceh. KonsepConcept Ulama perbatasan: Subulussalam dan Aceh TamiangBorderland ulama: Subulussalam and Aceh Tamiang Di daerah perbatasan provinsi, persoalan yang dihadapi ulama berbeda dari isu separatisme di pusat Aceh. Di Subulussalam, ulama gelisah dengan isu kristenisasi dan penguasaan lahan kosong oleh kelompok agama tertentu,…In the provincial borderlands, ulama face issues different from the separatism debated at Aceh's centre. In Subulussalam, ulama are anxious about Christianisation and the acquisition of vacant land by particular… KonsepConcept Wacana ‘Kristenisasi’ dan AcehThe discourse of ‘Christianisation’ and Aceh Kristenisasi adalah istilah payung yang dipakai sebagian intelektual dan aktivis Muslim Indonesia, terutama sejak awal Orde Baru, untuk menyebut dugaan upaya terencana mengkristenkan Nusantara dengan dukungan dana dan jaringan asing.…Christianisation (Kristenisasi) is an umbrella term used by some Indonesian Muslim intellectuals and activists, especially from the early New Order, for an alleged planned effort to Christianise the archipelago with… KonsepConcept Zona aman keberagamaan pemudaThe ‘safe zone’ of youth religiosity ‘Zona aman’ adalah konsep untuk menjelaskan batas toleransi pemuda Muslim Banda Aceh: mereka terbuka bergaul dan bekerja sama dengan siapa pun selama tidak menyentuh akidah yang mereka yakini. Di luar…The ‘safe zone’ is a concept explaining the limits of tolerance among Muslim youth in Banda Aceh: they are open to socialising and working with anyone as long as their…