Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

Pondok, otoritas digital, dan peran perempuan di PattaniPondok, digital authority and women in Pattani

Kajian sumber; konteks mengikuti tahun karyaSource study; context follows the work’s date

Pergulatan intelektual dibaca melalui hubungan tradisi pondok, perbedaan orientasi keagamaan, pendidikan universitas, dan media dakwah.

The chapter connects pondok traditions, religious differences, universities and preaching media, while recognising women’s educational agency.

Pergulatan intelektual dibaca melalui hubungan tradisi pondok, perbedaan orientasi keagamaan, pendidikan universitas, dan media dakwah. Buku juga menyoroti perempuan sebagai pendidik serta pelaku perubahan. Otoritas digital dan komodifikasi agama menjadi pertanyaan tentang sumber pengakuan dan kualitas pengetahuan. Corak kelompok tidak dipukul rata; data lapangan dibutuhkan untuk menguji pembacaan umum penulis.

Dibaca sebagai interpretasi argumentatif dalam buku 2025. Pembentukan gagasan berawal dari perkuliahan dengan Abdul Razak Panaemalee, yang secara eksplisit diakui penulis dalam pengantar.

Sumber utama: Bustamam Ahmad, Kamaruzzaman. 2025. Trilema Melayu Pattani: Antara Sejarah, Identitas, dan Masa Depan. Banda Aceh: KBA13 Insight. Lokasi rujukan: Bab 7.

The chapter connects pondok traditions, religious differences, universities and preaching media, while recognising women’s educational agency. Digital authority and religious commodification raise questions of recognition and knowledge quality. Community differences require field evidence rather than blanket classification.

Read as an interpretive argument in the 2025 book. The author explicitly credits classroom exchanges with Abdul Razak Panaemalee in its intellectual origin.

Primary source: Bustamam Ahmad, Kamaruzzaman. 2025. Trilema Melayu Pattani: Antara Sejarah, Identitas, dan Masa Depan. Banda Aceh: KBA13 Insight. Source location: Bab 7.

Posisi dalam kerangkaPlace in the framework

Tokoh, lembaga, dan konsep yang paling dekat dengan entri ini, beserta sifat hubungannya.The figures, institutions and concepts closest to this entry, and how they relate to it.

Pertanyaan reflektifReflective question

Apa tesis penulis, apa buktinya, dan di mana batas penafsirannya?What is the author’s thesis, what is its evidence, and where are its limits?

Kutip entri ini:Cite this entry: “Pondok, otoritas digital, dan peran perempuan di Pattani”, Acehnologi — Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway, https://acehnologi.com/entri/trilema-otoritas-pondok-digital/