Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

Saifuddin Sa'dan

Aktif sejak awal 2000-anActive since the early 2000s

Saifuddin Sa'dan adalah dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry dengan minat pada fikih muamalah dan hadis. Pada 2004 ia termasuk penulis Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh.

Saifuddin Sa'dan is a lecturer at the Faculty of Sharia and Law, UIN Ar-Raniry, with interests in Islamic commercial law and hadith. In 2004 he was one of the authors of the Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh.

Saifuddin Sa'dan berasal dari Muaratiga, Kabupaten Pidie, sebagaimana dicatat dalam biografi penulis Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh. Ia mengajar di Fakultas Syariah, kini Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), IAIN dan kemudian UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Data tentang tanggal lahir dan rincian pendidikannya dalam sumber yang tersedia masih terbatas, sehingga entri ini berpegang pada data buku dan publikasi ilmiahnya.

Bidang kajian Saifuddin meliputi fikih muamalah, yakni hukum transaksi dan ekonomi dalam Islam, serta kajian hadis. Ia menulis tentang akad ijarah dalam jurnal Al-Iqtishadiah (2020) bersama Syahrizal Abbas, guru besar hukum Islam di UIN Ar-Raniry. Ia juga meneliti praktik jual beli sepeda motor di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, dalam jurnal Dusturiyah (2021), dan persoalan batas tanah di Bakongan Timur, Aceh Selatan, dalam jurnal PETITA (2018). Pada 2022 ia menerbitkan kajian epistemologi hadis fi'li tentang jumlah jamaah salat Jumat di Dusturiyah.

Rangkaian tulisan ini memperlihatkan kecenderungan untuk membawa fikih ke dalam praktik sosial masyarakat Aceh. Transaksi kendaraan bermotor di Aceh Besar dan sengketa batas tanah di pantai barat-selatan dibaca dengan perangkat fikih muamalah dan hukum adat, sedangkan diskusi tentang jumlah jamaah Jumat menyentuh perdebatan ibadah yang hidup di meunasah dan masjid Aceh. Pendekatan ini menghubungkan teks hadis dan kaidah fikih dengan kebiasaan dan kebutuhan masyarakat setempat.

Besar kemungkinan ia adalah orang yang sama dengan Tgk. H. Saifuddin Sa'dan, pimpinan Pesantren Modern Al-Falah Abu Lam U di Lamjampok, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Menurut Republika (12 Desember 2021), pesantren itu didirikan pada 1992 sebagai pengembangan Dayah Lam U yang telah ada sejak sebelum kemerdekaan, dan kini menampung sekitar 650 santri; artikel yang sama menyebut pimpinannya sebagai alumnus Pondok Modern Gontor dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kesesuaian nama, wilayah Ingin Jaya dalam salah satu penelitiannya, dan bidang keilmuan menguatkan identifikasi ini, tetapi belum ada sumber yang menegaskannya secara langsung.

Kajian fikih muamalah memiliki kedudukan penting di Aceh, terutama sejak pelaksanaan syariat Islam diperluas ke bidang ekonomi dan keuangan melalui qanun. Dalam konteks itu, penelitian tentang akad, jual beli, dan sengketa tanah tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga bersentuhan dengan kebijakan publik dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Tulisan Saifuddin berada pada titik temu antara tradisi fikih yang diajarkan di dayah dan pendekatan penelitian lapangan yang dikembangkan di fakultas syariah. Kolaborasinya dengan Syahrizal Abbas juga menunjukkan keterlibatannya dalam jaringan akademik hukum Islam di UIN Ar-Raniry.

Pada 2004 Saifuddin Sa'dan termasuk dalam Tim Penulis IAIN Ar-Raniry yang menyusun Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh (Ar-Raniry Press). Biografi singkat dalam buku itu mencatat asal-usulnya dari Muaratiga, Pidie, dan kedudukannya sebagai dosen Fakultas Syariah. Kehadirannya dalam tim menambah suara ahli fikih dalam proyek yang berupaya memetakan pemikiran ulama Aceh abad ke-19 dan ke-20, termasuk pemikiran hukum yang diajarkan di dayah dan diperdebatkan di ruang publik. Tanpa mengaitkannya dengan bab tertentu, latar fikih dan hadis yang ia miliki sejalan dengan kebutuhan ensiklopedi untuk menjelaskan pandangan hukum para ulama yang dibahas di dalamnya.

Saifuddin Sa'dan comes from Muaratiga in Pidie regency, as recorded in the author biographies of the Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh. He teaches at the Faculty of Sharia, now the Faculty of Sharia and Law (FSH), of IAIN and later UIN Ar-Raniry in Banda Aceh. Information on his date of birth and the details of his education is limited in the available sources, so this entry relies on the book's data and his scholarly publications.

Saifuddin's fields include fiqh mu'amalat, the Islamic law of transactions and economic life, and hadith studies. He wrote on the ijara (lease) contract in the journal Al-Iqtishadiah (2020) with Syahrizal Abbas, a professor of Islamic law at UIN Ar-Raniry. He has also studied motorcycle sales practices in Ingin Jaya district, Aceh Besar, in the journal Dusturiyah (2021), and land-boundary questions in East Bakongan, South Aceh, in the journal PETITA (2018). In 2022 he published a study in Dusturiyah on the epistemology of the Prophet's practice (hadith fi'li) concerning the number of worshippers required for Friday prayer.

These writings show a tendency to bring jurisprudence to bear on the social practices of Acehnese society. Motor-vehicle transactions in Aceh Besar and land-boundary disputes on the south-west coast are read with the tools of fiqh mu'amalat and customary law, while the discussion of the Friday congregation touches on a lively ritual debate in Acehnese meunasah and mosques. This approach links hadith texts and juristic maxims to local customs and needs.

He is very probably the same person as Tgk. H. Saifuddin Sa'dan, head of the Pesantren Modern Al-Falah Abu Lam U in Lamjampok, Ingin Jaya, Aceh Besar. According to Republika (12 December 2021), that pesantren was founded in 1992 as a development of the Dayah Lam U, which predates Indonesian independence, and now has about 650 students; the same article describes its leader as an alumnus of Pondok Modern Gontor and UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. The matching name, the Ingin Jaya setting of one of his studies and the shared field support this identification, but no source yet confirms it directly.

The study of fiqh mu'amalat holds an important place in Aceh, especially since the implementation of Islamic law was extended into economic and financial life through qanun. In that setting, research on contracts, sales and land disputes is not only of academic value but also bears on public policy and daily life. Saifuddin's writing sits at the meeting point of the jurisprudential tradition taught in the dayah and the field-research approach developed in sharia faculties. His collaboration with Syahrizal Abbas also shows his place in the academic network of Islamic law at UIN Ar-Raniry.

In 2004 Saifuddin Sa'dan was part of the IAIN Ar-Raniry Writing Team that produced the Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh (Ar-Raniry Press). The short biography in that book records his origin in Muaratiga, Pidie, and his position as a lecturer at the Faculty of Sharia. His presence on the team added a jurist's voice to a project mapping the thought of Acehnese ulama of the nineteenth and twentieth centuries, including the legal thought taught in the dayah and debated in public life. Without assigning him any particular chapter, his background in jurisprudence and hadith matched the encyclopaedia's need to explain the legal views of the ulama it discusses.

Gagasan kunciKey ideas

Fikih muamalah dalam praktikCommercial law in practice

Transaksi sehari-hari masyarakat Aceh menjadi bahan untuk menguji relevansi akad-akad fikih muamalah.The everyday transactions of Acehnese society serve to test the relevance of the contracts of fiqh mu'amalat.

Epistemologi hadisEpistemology of hadith

Hadis fi'li memerlukan pembacaan epistemologis sebelum dijadikan dasar ketentuan ibadah seperti jumlah jamaah Jumat.The Prophet's practice needs epistemological reading before it grounds ritual rules such as the size of the Friday congregation.

Posisi dalam kerangkaPlace in the framework

Tokoh, lembaga, dan konsep yang paling dekat dengan entri ini, beserta sifat hubungannya.The figures, institutions and concepts closest to this entry, and how they relate to it.

Pertanyaan reflektifReflective question

Bagaimana fikih muamalah dan kajian hadis dapat menjawab praktik ekonomi dan ibadah masyarakat Aceh hari ini?How can fiqh mu'amalat and hadith studies respond to the economic and ritual practices of Acehnese society today?

Kutip entri ini:Cite this entry: “Saifuddin Sa’dan”, Acehnologi — Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway, https://acehnologi.com/entri/saifuddin-sadan/

Ekosistem KBA13KBA13 InsightKBA13 AcademyAcehnologiArsip & PustakaPeta Ekosistem →