TemaTheme · Studi Religi AcehReligious Studies of Aceh
Agama & isu kontemporerReligion & contemporary issues
Perubahan religiusitas Aceh masa kini: otoritas keagamaan, media dan ICT, ritual publik, serta orientasi pendidikan religi di tengah materialisme.Changes in present-day Acehnese religiosity: religious authority, media and ICT, public ritual, and the orientation of religious education amid materialism.
Lihat posisinya dalam peta filosofisSee its place in the philosophical map →
KonsepConcept ‘Agama Aceh’? Citra Islam seratus persen dan praktik yang ditabukanAn ‘Acehnese religion’? The image of ‘100 per cent Islam’ and tabooed practice
Pengamatan bahwa keberagamaan orang Aceh lazim digambarkan sebagai ‘Islam seratus persen’, padahal praktik keagamaan dan kebudayaannya memuat unsur yang tidak sepenuhnya sejalan, seperti tradisi meusihe (sihir) dan kearifan lokal yang…An observation that Acehnese religiosity is usually portrayed as ‘100 per cent Islam’, although religious and cultural practice includes elements not wholly in line with it, such as the tradition…
KonsepConcept Agen kebaikan: vernakulasi hadis dalam dakwahAgents of goodness: vernacularising hadith in preaching
‘Agen kebaikan’ adalah istilah Tu Sop untuk orang yang mengajak dan memfasilitasi orang lain menempuh jalan baik, diturunkan dari hadis ‘siapa yang menunjukkan kepada kebaikan mendapat pahala seperti pelakunya’. Kekuatannya…‘Agent of goodness’ is Tu Sop’s term for someone who invites and helps others onto the good path, derived from the hadith that ‘whoever guides to good earns a reward…
PeristiwaEvent Aksi santri 27 Januari 2008 dan kebangkitan politik dayahThe santri march of 27 January 2008 and the rise of dayah politics
Pada 27 Januari 2008, gelombang santri dan pimpinan dayah dari wilayah timur Aceh datang ke Banda Aceh menuntut pemerintah Irwandi–Nazar menjalankan syariat Islam secara kaffah. Tiga isu mengemuka: penghentian diskusi…On 27 January 2008, waves of students and dayah leaders from eastern Aceh came to Banda Aceh demanding that the Irwandi–Nazar government implement sharia comprehensively. Three issues emerged: ending gender…
LembagaInstitution Barisan Muda Ummat (BMU) dan rumah layak huniBarisan Muda Ummat (BMU) and its habitable houses
Barisan Muda Ummat (BMU) adalah gerakan dakwah sosial dan filantropi yang diprakarsai Tu Sop dan resmi terdaftar pada Desember 2017. Programnya yang paling dikenal adalah pembangunan rumah layak huni bagi…Barisan Muda Ummat (BMU, ‘Young Front of the Community’) is a social-preaching and philanthropic movement initiated by Tu Sop and officially registered in December 2017. Its best-known programme builds habitable…
KonsepConcept Dari orientasi kerja ke orientasi karya: khittah intelektual AcehFrom career to creative work: the intellectual mission of Aceh
Konsep ini mengkritik rekayasa pendidikan di Aceh yang mengarahkan generasi muda pada bidang ‘angka’ dan ‘bahasa’ demi pekerjaan cepat, sementara jurusan pemikiran sepi peminat. Akibatnya, Islamologi lebih mengisi lapangan kerja…This concept criticises the engineering of education in Aceh that steers the young towards ‘numbers’ and ‘languages’ for quick employment, while disciplines of thought attract few students. As a result,…
KonsepConcept Desa Sadar Kerukunan dan enam skenario harmoni sosial di AcehHarmony-Aware Villages and six scenarios of social harmony in Aceh
Desa (gampong) Sadar Kerukunan adalah program pembinaan Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh sejak 2017 untuk menjadikan desa sebagai pusat harmoni sosial lintas agama, adat, dan budaya; pada 2025 sembilan belas…The Harmony-Aware Village (Gampong Sadar Kerukunan) is a programme run since 2017 by the Aceh regional office of the Ministry of Religious Affairs to make villages centres of social harmony…
TokohFigure Eka Srimulyani
Pendidikan tinggi Islam, pengembangan pascasarjana, dan tradisi kesarjanaan perempuan.Islamic higher education, postgraduate development and women’s scholarship.
KonsepConcept Empat isu keumatan dan respons ulamaFour communal issues and ulama responses
Pemetaan kekuatan umat Islam Aceh pascadamai menyoroti empat isu: ketegangan dengan NKRI, aliran sesat, kristenisasi, dan pertikaian tasawuf. Dalam setiap isu, respons ulama dinilai belum memadai: ulama ‘diam’ dalam isu…A mapping of the Acehnese Muslim community after the peace highlights four issues: tension with the Indonesian state, ‘deviant’ sects, Christianisation and Sufi controversies. In each the ulama response is…
KonsepConcept Empat pilar tegaknya dunia (qiyamud dunya bi arba‘atin)The four pillars that uphold the world (qiyam al-dunya bi arba‘a)
Empat pilar tegaknya dunia adalah rumusan yang hampir selalu muncul dalam dakwah Tu Sop: dunia tegak dengan ilmu para ulama, keadilan para pemimpin, kedermawanan orang kaya, dan doa orang fakir.…The four pillars that uphold the world is a formula present in almost every sermon by Tu Sop: the world stands on the knowledge of scholars, the justice of rulers,…
KonsepConcept Formalisme agama dan membumikan religiReligious formalism and grounding religion
Konsep ini menelusuri bagaimana agama di Aceh bergerak dari wacana yang diatur istana, menjadi semangat jihad melawan kolonial, lalu menjadi sistem hukum baku. Kritik utamanya adalah bahwa monopoli tafsir agama…This concept traces how religion in Aceh moved from a discourse regulated by the court, to a spirit of jihad against colonial rule, and finally to a codified legal system.…
KonsepConcept Islam dan kekerasan: membedah sebuah pertautanIslam and violence: dissecting an association
Menautkan Islam dengan kekerasan berarti mempertemukan dua hal yang berseberangan: Islam adalah keyakinan transendental, sedangkan kekerasan adalah tindakan manusia yang berdampak fisik pada manusia atau alam. Telaah ini menguraikan makna…Linking Islam with violence brings together two opposed things: Islam is a transcendent faith, whereas violence is a human act with physical effects on people or nature. This analysis unpacks…
KonsepConcept Isu pemurtadan pascatsunami dan pendangkalan agamaApostasy fears after the tsunami and the thinning of religion
Sejak pekan pertama setelah tsunami beredar kabar bahwa anak-anak korban ‘dilarikan’ keluar Aceh dan bahwa misi agama tertentu memanfaatkan bantuan. Analisis sosiologis membaca isu pemurtadan bukan terutama sebagai pindah agama,…From the first week after the tsunami, rumours spread that child victims were being ‘spirited away’ from Aceh and that certain religious missions were exploiting aid. A sociological reading treats…
KonsepConcept Judi daring dan gim sebagai ‘tuba sosial’Online gambling and games as ‘social tuba’
Judi daring dan kecanduan gim dibaca di Aceh sebagai tuba sosial, racun tradisional yang bekerja perlahan dan merusak seluruh tubuh hingga korbannya tumbang. Meski maisir dilarang dalam qanun dan MPU…Online gambling and gaming addiction are read in Aceh as social tuba, a traditional poison that works slowly and damages the whole body until the victim collapses. Although maisir is…
NaskahText Konteks beragama di Aceh: membaca bagan sosial-antropologisReligious contexts in Aceh: a social-anthropological diagram
Presentasi mengajak pembaca memeriksa pengetahuan awal tentang Aceh, hubungan agama dan budaya, fungsi sosial agama, serta pergeseran otoritas keagamaan.The presentation examines prior assumptions about Aceh, religion–culture relations, religion’s social roles and changing religious authority.
KonsepConcept Kontestasi dayah, pesantren Wahabi, dan isu Syi‘ahDayah, Salafi pesantren and the Shi‘a question
Lanskap keagamaan Aceh masa kini ditandai oleh persaingan antara dayah tradisional, jaringan Muhammadiyah dan Wahabi, serta wacana tentang Syi‘ah. Reproduksi pemahaman agama berlangsung di dayah, sedangkan reproduksi budaya terjadi di…Aceh’s contemporary religious landscape is marked by competition between traditional dayah, Muhammadiyah and Salafi (locally ‘Wahhabi’) networks, and debates about Shi‘ism. Religious understanding is reproduced in the dayah, while culture…
PeristiwaEvent Kontroversi ‘gereja liar’ Simpang Kanan (1968–1979)The ‘wild churches’ controversy in Simpang Kanan (1968–1979)
Pada Maret 1978 empat bangunan ibadah Kristen tanpa izin, yang disebut ‘gereja liar’, dibakar di Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Selatan, dan enam lagi dibakar pada Juni 1979. Ketegangan ini berakar…In March 1978 four unlicensed Christian places of worship, called ‘wild churches’, were burned in the sub-district of Simpang Kanan, South Aceh, and six more were burned in June 1979.…
PeristiwaEvent Kontroversi gereja Meulaboh (1967)The Meulaboh church controversy (1967)
Pada 1967 pembangunan sebuah gereja di Meulaboh, Aceh Barat, ditolak pemerintah setempat dan memicu perhatian nasional. Sejarawan Mujiburrahman menjadikannya titik awal polemik Muslim–Kristen di masa Orde Baru. Dalam ingatan warga…In 1967 the construction of a church in Meulaboh, West Aceh, was refused by local authorities and drew national attention. The historian Mujiburrahman treats it as the starting point of…
KonsepConcept Main hakim sendiri atas nama agamaVigilantism in the name of religion
Salah satu gejala yang dinilai perlu dikelola adalah kecenderungan sebagian masyarakat menyelesaikan persoalan agama dengan main hakim sendiri, hingga membakar atau melukai siapa saja yang dianggap salah menurut pemahaman keagamaan…One phenomenon judged in need of management is the tendency of some communities to settle religious matters through vigilantism, even burning or harming anyone deemed wrong by their religious understanding.…
TempatPlace Masjid Giok (Masjid Agung Baitul A’la), Nagan RayaThe Jade Mosque (Masjid Agung Baitul A’la), Nagan Raya
Masjid Agung Baitul A’la di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Suka Makmue, dikenal sebagai Masjid Giok karena lantai, dinding, dan pilarnya berlapis batu giok. Masjid ini menjadi ikon wisata…The Masjid Agung Baitul A’la in the Nagan Raya district government complex at Suka Makmue is known as the Jade Mosque because its floors, walls and pillars are clad in…
KonsepConcept Mitos kekerasan religius dan paradigma sekularisasiThe myth of religious violence and the secularisation paradigm
Gagasan bahwa agama cenderung memicu kekerasan merupakan ‘kearifan konvensional’ masyarakat Barat, seperti dikritik William T. Cavanaugh, dan melandasi kebijakan dari pembatasan peran publik gereja hingga promosi demokrasi liberal di Timur…The idea that religion tends to promote violence is ‘conventional wisdom’ in Western societies, as William T. Cavanaugh critiques, and underlies policies from limits on churches' public role to the…
KonsepConcept Modernisasi beradab di Dunia Melayu dan ‘becoming values’Civilised modernisation in the Malay World and ‘becoming values’
Modernisasi beradab adalah gagasan bahwa modernisasi di Dunia Melayu dan Asia Tenggara tidak cukup diukur dari teknologi dan ekonomi, tetapi juga dari kesinambungan nilai, marwah, dan adab. Dari Aceh hingga…Civilised modernisation is the idea that modernisation in the Malay World and Southeast Asia cannot be measured by technology and economics alone, but also by continuity of values, dignity (marwah)…
KonsepConcept Muslim tanpa masjidMuslims without mosques
Muslim tanpa masjid adalah istilah Kuntowijoyo untuk generasi yang belajar agama melalui televisi, VCD, pelatihan kecerdasan spiritual, dan umrah tahunan, bukan melalui teungku di kampung atau pengajian. Di Aceh, gejala…‘Muslims without mosques’ is Kuntowijoyo's term for a generation that learns religion from television, VCDs, spiritual intelligence training and annual umrah trips, rather than from village teungku or community study…
KonsepConcept Otoritas keagamaan virtual: dari reproduksi kultural ke reproduksi populerVirtual religious authority: from cultural to popular reproduction of knowledge
Otoritas keagamaan virtual menunjuk pada pergeseran sumber pemahaman agama generasi muda Aceh dari teungku dayah yang berakar pada budaya lokal menuju pendakwah media sosial yang populer. Pengetahuan agama kini datang…Virtual religious authority refers to a shift in the source of young Acehnese people’s religious understanding, from dayah teachers rooted in local culture to popular social-media preachers. Religious knowledge now…
NaskahText Parmalim di Aceh Singkil: kajian Pohan 2023Parmalim in Aceh Singkil: Pohan’s 2023 study
Penelitian mengkaji identitas, praktik agama, dan tekanan pengakuan terhadap komunitas Parmalim di Aceh Singkil.The study examines identity, religious practice and recognition pressures among Parmalim in Aceh Singkil.
KelompokCommunity Pemuda Muslim Banda Aceh dan isu radikalismeMuslim youth of Banda Aceh and the question of radicalism
Kajian etnografis tentang pemuda Muslim Banda Aceh menemukan generasi yang saleh dan ekspresif secara publik, tetapi religiositasnya dinilai masih berada pada tahap ‘radikal yang tidak keras’. Berdasarkan pola jaringannya, pemuda…Ethnographic research on Muslim youth in Banda Aceh found a generation that is pious and publicly expressive, yet whose religiosity was judged to be at a stage of ‘non-violent radicalism’.…
KonsepConcept Peradaban sosial IslamIslamic social civilisation
Peradaban sosial Islam adalah gagasan Tu Sop bahwa ukuran utama peradaban Islam bukan kemegahan bangunan, melainkan perilaku saling peduli yang bersumber dari perintah agama. Kedermawanan menjadi intinya: masyarakat Islam semestinya…Islamic social civilisation is Tu Sop’s idea that the chief measure of Islamic civilisation is not monumental building but mutual care grounded in religious command. Generosity is its core: a…
KonsepConcept Perang kosmik dan warisan permusuhan agama-agama AbrahamikCosmic war and the legacy of enmity in the Abrahamic religions
Mark Juergensmeyer memperkenalkan konsep ‘perang kosmik’ (cosmic war) untuk menjelaskan kebangkitan kekerasan religius global: Yahudi, Kristen, dan Islam sama-sama mewarisi gagasan biblikal tentang musuh abadi yang harus ditumpas. Contohnya adalah…Mark Juergensmeyer introduced the concept of ‘cosmic war’ to explain the global rise of religious violence: Judaism, Christianity and Islam all inherit the biblical idea of an eternal enemy to…
KonsepConcept Pergeseran reproduksi kesadaran religi di Aceh kontemporerShifts in the reproduction of religious consciousness in contemporary Aceh
Religiusitas Aceh masa kini ditandai oleh tiga pergeseran. Otoritas ulama dayah atas kesadaran religi memudar karena masyarakat, terutama di kota, memperoleh pengetahuan dari media dan ICT. Muncul tren ritual religi…Present-day religiosity in Aceh is marked by three shifts. The authority of dayah scholars over religious consciousness is fading as people, especially in towns, draw knowledge from the media and…
TokohFigure Sehat Ihsan Shadiqin
Pengajaran, penelitian, publikasi, dan pengembangan kajian keagamaan.Teaching, research, publication and religious studies.
KonsepConcept Sekuler kanan dan sekuler kiriRight-wing and left-wing secularism
Sekuler kanan dan sekuler kiri adalah istilah Tu Sop untuk dua bentuk pemisahan agama dari kehidupan publik. Sekuler kanan adalah sikap orang beragama yang menganggap agama tidak berurusan dengan politik…Right-wing and left-wing secularism are Tu Sop’s terms for two ways of separating religion from public life. Right-wing secularism is the stance of religious people who think faith has nothing…
KonsepConcept Siapa mendefinisikan ortodoksi? Perdebatan Aceh dalam laporan 2016Who defines orthodoxy? Aceh’s debate in the 2016 report
Penentuan ajaran yang sah melibatkan ulama, lembaga, pemerintah, dan kelompok masyarakat. Laporan IPAC membantu mengkaji hubungan batas doktrin dengan akses kekuasaan.Defining legitimate doctrine involves scholars, institutions, government and communities. IPAC helps examine how doctrinal boundaries intersect with access to power.
NaskahText Teungku Inong dan tradisi pengajian: kajian Abdul MananTeungku Inong and religious learning: Abdul Manan’s study
Etnografi tiga bulan mengangkat peran guru perempuan dan lembaga pengajian yang berakar dalam kehidupan masyarakat Aceh Barat.Three months of ethnography highlight female teachers and community-rooted learning institutions in West Aceh.
KonsepConcept Ulama perbatasan: Subulussalam dan Aceh TamiangBorderland ulama: Subulussalam and Aceh Tamiang
Di daerah perbatasan provinsi, persoalan yang dihadapi ulama berbeda dari isu separatisme di pusat Aceh. Di Subulussalam, ulama gelisah dengan isu kristenisasi dan penguasaan lahan kosong oleh kelompok agama tertentu,…In the provincial borderlands, ulama face issues different from the separatism debated at Aceh's centre. In Subulussalam, ulama are anxious about Christianisation and the acquisition of vacant land by particular…
KonsepConcept Ulama, teks dan konteks: pencegahan kekerasan seksual di AcehUlama, text and context: preventing sexual violence in Aceh
Kekerasan seksual terhadap perempuan, anak, dan penyandang disabilitas di Aceh terus meningkat meski Qanun Jinayat menetapkan sanksi berat, termasuk bagi pelaku yang memiliki hubungan dekat dengan korban. Budaya diam demi…Sexual violence against women, children and people with disabilities in Aceh keeps rising even though the Qanun Jinayat sets heavy penalties, including for perpetrators close to the victim. A culture…
KonsepConcept Wacana ‘Kristenisasi’ dan AcehThe discourse of ‘Christianisation’ and Aceh
Kristenisasi adalah istilah payung yang dipakai sebagian intelektual dan aktivis Muslim Indonesia, terutama sejak awal Orde Baru, untuk menyebut dugaan upaya terencana mengkristenkan Nusantara dengan dukungan dana dan jaringan asing.…Christianisation (Kristenisasi) is an umbrella term used by some Indonesian Muslim intellectuals and activists, especially from the early New Order, for an alleged planned effort to Christianise the archipelago with…
KonsepConcept Zona aman keberagamaan pemudaThe ‘safe zone’ of youth religiosity
‘Zona aman’ adalah konsep untuk menjelaskan batas toleransi pemuda Muslim Banda Aceh: mereka terbuka bergaul dan bekerja sama dengan siapa pun selama tidak menyentuh akidah yang mereka yakini. Di luar…The ‘safe zone’ is a concept explaining the limits of tolerance among Muslim youth in Banda Aceh: they are open to socialising and working with anyone as long as their…