Kajian haji Aceh 2018: pengalaman dan perbedaan lintas budayaThe 2018 Acehnese hajj study: experience and cultural difference
Kajian historis; batas pembacaan mengikuti tahun sumberHistorical study; interpretation is bounded by the source date
Artikel KBA dan Rahmi Zakaria memakai pendekatan fenomenologi untuk membandingkan pengalaman jemaah, imajinasi orang kampung, dan pengetahuan orang yang lama menetap di negara Arab.
KBA and Rahmi Zakaria use a phenomenological approach to compare pilgrims’ experiences, villagers’ imaginings and the knowledge of long-term residents of Arab countries.
Temuannya mencakup komunikasi verbal, gerak tubuh, penampilan dan pakaian, ruang, waktu, sentuhan, suara, serta aroma. Kesamaan agama tidak menghapus perbedaan kode budaya. Pengalaman ibadah sekaligus menjadi pengalaman tubuh yang menghadapi keramaian, teknologi, dan kebiasaan baru.
Pernyataan tentang orang Arab atau kelompok lain dalam wawancara adalah persepsi informan, bukan sifat bawaan suatu masyarakat. Artikel ini perlu dipakai untuk menelaah pembentukan stereotip dan perubahan pengetahuan. Rujukan pada wawancara tahun 2014 juga mencegah deskripsinya dibaca sebagai keadaan seluruh jemaah sekarang.
Rujukan utama: Bustamam-Ahmad, Kamaruzzaman, and Rahmi Zakaria. 2018. “Cross-cultural Differences Experienced during Ḥajj: A Case Study of Acehnese Ḥajj.” Studia Islamika 25(1): 67–96. DOI: 10.15408/sdi.v25i1.5356. Hlm. 67–96; temuan hlm. 78–91.
Findings cover verbal communication, movement, appearance and dress, space, time, touch, voice and smell. A shared religion does not erase differences in cultural codes. Worship is also an embodied encounter with crowds, technologies and unfamiliar habits.
Interview statements about Arabs or other groups are informants’ perceptions, not inherent characteristics of a population. The article supports analysis of stereotypes and changing knowledge. Its references to 2014 interviews also prevent its descriptions from being treated as the situation of all pilgrims today.
Primary reference: Bustamam-Ahmad, Kamaruzzaman, and Rahmi Zakaria. 2018. “Cross-cultural Differences Experienced during Ḥajj: A Case Study of Acehnese Ḥajj.” Studia Islamika 25(1): 67–96. DOI: 10.15408/sdi.v25i1.5356. Hlm. 67–96; temuan hlm. 78–91.
Posisi dalam kerangkaPlace in the framework
Tokoh, lembaga, dan konsep yang paling dekat dengan entri ini, beserta sifat hubungannya.The figures, institutions and concepts closest to this entry, and how they relate to it.
Pertanyaan reflektifReflective question
Mengapa kesamaan iman belum tentu menghasilkan kesamaan kebiasaan?Why does shared faith not necessarily imply shared cultural habits?
Kutip entri ini:Cite this entry: “Kajian haji Aceh 2018: pengalaman dan perbedaan lintas budaya”, Acehnologi — Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway, https://acehnologi.com/entri/haji-studia-islamika-2018/