Langkasuka sebagai imajinasi sejarah dalam pembacaan KBALangkasuka as historical imagination in KBA’s reading
Kajian sumber; konteks mengikuti tahun karyaSource study; context follows the work’s date
Langkasuka diperlakukan sebagai ingatan dan simbol kesinambungan budaya menuju Pattani Darussalam.
Langkasuka functions as memory and a symbol of cultural continuity.
Langkasuka diperlakukan sebagai ingatan dan simbol kesinambungan budaya menuju Pattani Darussalam. Penulis memakai bahasa keseimbangan kosmos untuk menafsirkan identitas yang bertahan. Penafsiran simbolik ini perlu dibedakan dari bukti arkeologi, penanggalan kerajaan, serta etimologi nama yang memerlukan penelitian tersendiri.
Dibaca sebagai interpretasi argumentatif dalam buku 2025. Pembentukan gagasan berawal dari perkuliahan dengan Abdul Razak Panaemalee, yang secara eksplisit diakui penulis dalam pengantar.
Sumber utama: Bustamam Ahmad, Kamaruzzaman. 2025. Trilema Melayu Pattani: Antara Sejarah, Identitas, dan Masa Depan. Banda Aceh: KBA13 Insight. Lokasi rujukan: Bab 2.
Langkasuka functions as memory and a symbol of cultural continuity. Cosmological balance supplies an interpretive vocabulary for persistence. Symbolic interpretation must be distinguished from archaeological evidence, chronology and etymology.
Read as an interpretive argument in the 2025 book. The author explicitly credits classroom exchanges with Abdul Razak Panaemalee in its intellectual origin.
Primary source: Bustamam Ahmad, Kamaruzzaman. 2025. Trilema Melayu Pattani: Antara Sejarah, Identitas, dan Masa Depan. Banda Aceh: KBA13 Insight. Source location: Bab 2.
Posisi dalam kerangkaPlace in the framework
Tokoh, lembaga, dan konsep yang paling dekat dengan entri ini, beserta sifat hubungannya.The figures, institutions and concepts closest to this entry, and how they relate to it.
Pertanyaan reflektifReflective question
Apa tesis penulis, apa buktinya, dan di mana batas penafsirannya?What is the author’s thesis, what is its evidence, and where are its limits?
Kutip entri ini:Cite this entry: “Langkasuka sebagai imajinasi sejarah dalam pembacaan KBA”, Acehnologi — Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway, https://acehnologi.com/entri/trilema-langkasuka-ingatan/