Langsung ke isiSkip to content
Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

BidangField 08

Politik, Konflik & DamaiPolitics, Conflict & Peace

Ulama dan revolusi, gerakan bersenjata, perdamaian Helsinki, reintegrasi, serta penataan kekuasaan di Aceh pascakonflik.Scholars and revolution, armed movements, the Helsinki peace, reintegration, and the reordering of power in post-conflict Aceh.

8.1 Aceh dalam negara-bangsaAceh within the nation-state

KonsepConcept ‘Orang pusat’ dan ‘orang daerah’: Aceh dalam budaya politik Indonesia'Centre people' and 'regional people': Aceh in Indonesian political culture Budaya politik Indonesia dibaca sebagai lanskap yang didominasi norma, kepercayaan, dan nilai Jawa, sehingga Aceh menjadi objek dan Jawa menjadi subjek. Dalam kerangka ini, Aceh yang dahulu memiliki sistem politik…Indonesian political culture is read as a landscape dominated by Javanese norms, beliefs and values, in which Aceh is the object and Java the subject. Within this frame Aceh, which… KonsepConcept Aceh dan Yogyakarta: dua Daerah IstimewaAceh and Yogyakarta: two Special Regions Aceh dan Yogyakarta sama-sama menyandang status Daerah Istimewa, tetapi dengan isi yang berlawanan. Yogyakarta mempertahankan kesultanan tanpa persoalan syariat Islam, sedangkan Aceh tidak lagi memiliki sultan tetapi diizinkan menjalankan syariat.…Aceh and Yogyakarta both hold Special Region status, but with opposite content. Yogyakarta keeps its sultanate with no question of Islamic law, while Aceh no longer has a sultan but… KonsepConcept Aceh di tengah kepungan peradabanAceh amid encircling civilisations Tesis bahwa masa depan Aceh ditentukan oleh kemampuannya bertahan di tengah tekanan beberapa peradaban sekaligus. Tekanan itu datang dari cara pandang keindonesiaan yang dinilai bertumpu pada kosmologi Jawa, cara pandang…A thesis that Aceh's future depends on its capacity to endure pressure from several civilisations at once. The pressure comes from an Indonesian outlook said to rest on Javanese cosmology,… KonsepConcept BAPAK dan Abu: kebapakan dalam birokrasi dan ulamaBAPAK and Abu: fatherhood in bureaucracy and among ulama Di kantor pemerintahan Indonesia, pejabat dipanggil BAPAK dan pasangannya IBU, sehingga jabatan dibingkai sebagai kepala rumah tangga. Di Aceh, sapaan ayah yang berakar Arab, seperti Abu, Abuya, Abon, Abi, dan…In Indonesian government offices officials are addressed as BAPAK and their spouses as IBU, framing office as household headship. In Aceh, Arabic-derived words for father, such as Abu, Abuya, Abon,… PeristiwaEvent Dari nanggroe ke daerah: disfungsi pengalaman historisFrom nanggroe to daerah: the dislocation of historical experience Perubahan status Aceh dari nanggroe (negeri) menjadi daerah dipandang telah menimbulkan disfungsi pengalaman historis masyarakatnya. Adat Meukuta Alam tidak lagi berlaku sebagai undang-undang, simbol kerajaan berpindah ke museum, dan dayah…Aceh’s change of status from nanggroe (realm) to daerah (region) is seen as having dislocated its people’s historical experience. The Adat Meukuta Alam ceased to operate as law, royal symbols… KonsepConcept Gelar keistimewaan Aceh: dari Daerah Istimewa ke Pemerintah AcehAceh's special titles: from Special Region to the Government of Aceh Aceh menerima serangkaian gelar khusus dalam Republik Indonesia: Daerah Istimewa, Nanggroe Aceh Darussalam, lalu Pemerintah Aceh melalui UUPA pada 1 Agustus 2006. Kajian kritis menilai rangkaian gelar itu tidak memulihkan…Within the Indonesian Republic Aceh received a series of special designations: Special Region, Nanggroe Aceh Darussalam, and finally the Government of Aceh under the Law on the Governing of Aceh… KonsepConcept Jawanisasi tata pemerintahan dan transmigrasiJavanisation of local government and transmigration Setelah Aceh bergabung dengan Republik Indonesia, istilah-istilah pemerintahan lokal Aceh diganti dengan istilah yang bersumber dari pola Jawa: geuchik menjadi kepala desa atau lurah, sagoe menjadi kecamatan, uleebalang digantikan bupati…After Aceh joined the Republic of Indonesia, its local government terms were replaced by terms drawn from Javanese patterns: the geuchik became a village head or lurah, the sagoe a… KonsepConcept Kosmologi Aceh dan kosmologi JawaAcehnese and Javanese cosmologies Tafsir ini membaca relasi Aceh–Indonesia sebagai perjumpaan dua kosmologi: spirit Islam Aceh yang berubah menjadi spirit jihad, dan kosmologi Jawa yang cenderung menyerap kekuatan lain. Dialog Soekarno dengan Tgk. Daud…This interpretation reads Aceh–Indonesia relations as an encounter between two cosmologies: Aceh's Islamic spirit, recast as a spirit of jihad, and a Javanese cosmology inclined to absorb other forces. Sukarno's… KonsepConcept Ramalan, orang pintar, dan ‘kendali gaib’Prophecy, seers and 'supernatural control' Di Jawa, ramalan dan jasa orang pintar dipandang sebagai bagian dari budaya politik, dari pemilihan kepala desa hingga pilkada, sehingga muncul ‘kendali gaib’ di samping kendali rasional. Iklan paranormal yang…In Java, prophecy and the services of seers are seen as part of political culture, from village-head elections to regional polls, producing 'supernatural control' alongside rational control. Paranormal advertisements promising… KonsepConcept Romantisme sejarah dan problem ‘pusat–pinggiran’Historical romanticism and the centre–periphery problem Kritik terhadap kecenderungan kajian Aceh yang berhenti pada rekonstruksi kejayaan masa lalu tanpa melanjutkannya. Ketika Aceh bergeser dari ‘pusat’ kekuasaan dan ilmu menjadi ‘pinggiran’, temuan sejarahnya kehilangan wadah untuk menampung…A critique of the tendency in Aceh studies to stop at reconstructing past glory without carrying it forward. As Aceh moved from being a ‘centre’ of power and learning to… KonsepConcept Ta peujuang: Aceh, pusat, dan imajinasi daerahTa peujuang: Aceh, the centre and the regional imagination Ta peujuang, “kita perjuangkan”, adalah ungkapan Aceh untuk setiap upaya memperoleh sesuatu dari Jakarta. Ungkapan ini menangkap relasi pusat–daerah ketika daerah harus melobi atau diam di hadapan pusat yang didominasi…Ta peujuang, ‘we shall fight for it’, is the Acehnese expression for any effort to obtain something from Jakarta. It captures a centre–region relation in which the region must lobby…

8.2 GAM & nasionalisme AcehGAM & Acehnese nationalism

KelompokCommunity Gerakan Aceh Merdeka (GAM)Free Aceh Movement (GAM) GAM didirikan oleh Tgk. Hasan di Tiro dan dideklarasikan pada 1976 dengan tujuan menjadikan Aceh negara merdeka. Para pengkaji menggolongkannya sebagai gerakan nasionalis berbasis wilayah, bukan agama. Kadernya dibentuk melalui…GAM was founded by Tgk. Hasan di Tiro and proclaimed in 1976 with the aim of making Aceh an independent state. Scholars classify it as a territorial nationalist movement rather… NaskahText Piagam Bate KurengBate Kureng Charter Piagam Bate Kureng adalah dokumen tentang berdirinya Negara Bahagian Aceh dalam lingkungan Negara Islam Indonesia, ditandatangani Tgk. Daud Beureueh pada 21 September 1953. Piagam ini menetapkan Wali Negara sebagai kepala…The Bate Kureng Charter is the document establishing a constituent State of Aceh within the Islamic State of Indonesia, signed by Tgk. Daud Beureueh on 21 September 1953. It defined… PeristiwaEvent Sentimen anti-Jawa dalam konflik AcehAnti-Javanese sentiment in the Aceh conflict Selama hampir tiga dekade konflik di bawah kepemimpinan Tgk. Hasan di Tiro, sentimen anti-Jawa merebak di Aceh dan menjadi bagian sentral propaganda GAM. Indonesia disamakan dengan negara Jawa, sehingga perjuangan…During nearly three decades of conflict led by Hasan di Tiro, anti-Javanese sentiment spread across Aceh and became central to GAM propaganda. Indonesia was equated with a Javanese state, so… TokohFigure Tgk. Hasan di Tiro Tgk. Hasan di Tiro adalah pendiri GAM dan cucu Tgk. Chik di Tiro, pahlawan perang Aceh melawan Belanda. Ia memandang Aceh sebagai negara sambungan dan memproklamasikan dirinya sebagai Wali Nanggroe…Tgk. Hasan di Tiro was the founder of GAM and a grandson of Tgk. Chik di Tiro, a hero of Aceh's war against the Dutch. He regarded Aceh as a…

8.3 Identitas, pemekaran & rekonsiliasiIdentity, secessionism & reconciliation

8.4 Keamanan & terorisme pascadamaiPost-peace security & terrorism

8.5 Kolonialisme & pengawasan hajiColonialism & the surveillance of hajj

TempatPlace Karantina Haji Pulau RubiahThe Pulau Rubiah hajj quarantine station Pulau Rubiah, pulau kecil di dekat Sabang, menjadi lokasi stasiun karantina haji yang dibangun pemerintah Hindia Belanda pada 1920. Jemaah dari seluruh Nusantara, termasuk orang Aceh sendiri, wajib singgah di…Pulau Rubiah, a small island off Sabang, housed the hajj quarantine station built by the Netherlands Indies government in 1920. Pilgrims from across the archipelago, the Acehnese included, were required… KelompokCommunity Politik komunitas Aceh di Mekkah pada masa Perang AcehAcehnese politics in Mecca during the Aceh War Selama Perang Aceh, komunitas Aceh di Mekkah menjadikan Tanah Suci sebagai panggung diplomasi dan penggalangan dukungan. Ulama Aceh yang bermukim di sana menyurati perwakilan negara-negara Muslim, sementara pertemuan jemaah dipakai…During the Aceh War the Acehnese community in Mecca turned the Holy City into a stage for diplomacy and mobilisation. Acehnese scholars resident there wrote to representatives of Muslim states,… TokohFigure Snouck Hurgronje, haji, dan Pan-IslamSnouck Hurgronje, the hajj and Pan-Islamism Christiaan Snouck Hurgronje adalah orientalis Belanda yang mempelajari komunitas ‘Jawah’ di Mekkah lalu menjadi penasihat kebijakan Islam kolonial di Aceh. Pengamatannya di Mekkah meyakinkannya bahwa jemaah haji dan mukimin membawa…Christiaan Snouck Hurgronje was a Dutch orientalist who studied the ‘Jawa’ community in Mecca and went on to advise colonial Islamic policy in Aceh. His observations in Mecca convinced him…

8.6 Pascakonflik & reintegrasiPost-conflict & reintegration

PeristiwaEvent Ketika Jawa dan Aceh berdamai: Pemilukada 2012When Java and Aceh made peace: the 2012 regional election Pemilukada Aceh 9 April 2012 dibaca sebagai puncak simbolik perdamaian Jawa–Aceh. Sejumlah purnawirawan jenderal yang pernah memimpin operasi militer di Aceh ikut aktif memenangkan Partai Aceh, partai yang lahir dari…Aceh’s regional election of 9 April 2012 is read as the symbolic peak of Java–Aceh reconciliation. Several retired generals who had led military operations in Aceh campaigned actively for Partai… PeristiwaEvent MoU HelsinkiHelsinki Memorandum of Understanding Nota kesepahaman antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Republik Indonesia ini ditandatangani pada 15 Agustus 2005 dan mengakhiri konflik bersenjata selama lebih dari tiga dekade. Masyarakat Aceh menyambutnya dengan…The memorandum between the Free Aceh Movement (GAM) and the Government of Indonesia, signed on 15 August 2005, ended more than three decades of armed conflict. Acehnese widely welcomed it,… KonsepConcept Panglima La’ôt di tengah politik lokal pascadamaiPanglima Laot in post-peace local politics Lembaga Panglima La’ôt tidak pernah steril dari politik konflik dan pascakonflik Aceh. Selama 2001–2005 sejumlah Panglima La’ôt tewas ditembak karena sebutan panglima dikira jabatan dalam GAM. Setelah damai, sebagian Panglima…The Panglima Laot institution has never been insulated from Aceh's conflict and post-conflict politics. Between 2001 and 2005 several Panglima Laot were shot dead because the title panglima was mistaken… LembagaInstitution Partai Aceh dan Komite Peralihan Aceh (KPA)Partai Aceh and the Aceh Transitional Committee (KPA) Setelah MoU Helsinki, GAM berganti nama menjadi Komite Peralihan Aceh (KPA) dan mendirikan partai lokal, Partai Aceh, yang dipimpin mantan panglima tertinggi GAM, Muzakkir Manaf. Jaringan mobilisasi masa perang dialihkan…After the Helsinki memorandum, GAM renamed itself the Aceh Transitional Committee (KPA) and founded a local party, Partai Aceh, led by GAM's former supreme commander Muzakkir Manaf. Wartime mobilisation networks… KonsepConcept Reintegrasi mantan kombatanReintegration of former combatants Reintegrasi mantan kombatan GAM dijalankan antara lain melalui Badan Reintegrasi Aceh (BRA), yang menyalurkan dana kompensasi sebagai modal usaha. Proses ini diharapkan meredam semangat kemerdekaan dan memulihkan mantan gerilyawan menjadi…The reintegration of former GAM combatants was pursued partly through the Aceh Reintegration Agency (BRA), which distributed compensation funds as business capital. The process was meant to dampen separatist aspirations…

8.7 Ulama, pembaruan & revolusiScholars, reform & revolution

PeristiwaEvent Misi Haji RI II (1949)The Second RI Hajj Mission (1949) Misi Haji RI II adalah delegasi diplomatik yang dibentuk di Banda Aceh pada 1949 untuk menggalang dukungan negara-negara Timur Tengah bagi Republik Indonesia yang tengah menghadapi Belanda. Prakarsanya datang dari…The Second RI Hajj Mission was a diplomatic delegation formed in Banda Aceh in 1949 to rally Middle Eastern support for the Indonesian Republic in its struggle against the Dutch.… LembagaInstitution Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA)All-Aceh Ulama Association (PUSA) PUSA adalah organisasi ulama yang didirikan pada 5 Mei 1939 di Madrasah al-Muslim, Matang Geulumpang Dua, Bireuen, dan lama dipimpin Teungku Muhammad Daud Beureueh. Kelahirannya merupakan respons terhadap gagasan pembaruan…PUSA was a scholars’ organisation founded on 5 May 1939 at the Madrasah al-Muslim in Matang Geulumpang Dua, Bireuen, and led for many years by Teungku Muhammad Daud Beureueh. Its… PeristiwaEvent Proklamasi Aceh sebagai bagian Negara Islam Indonesia (1953)Aceh's proclamation as part of the Islamic State of Indonesia (1953) Pada 20 September 1953, Teungku Muhammad Daud Beureueh memproklamasikan Aceh dan sekitarnya sebagai bagian dari Negara Islam Indonesia yang dinyatakan Kartosuwiryo pada 1949. Pada hari yang sama, komandan militer setempat…On 20 September 1953 Teungku Muhammad Daud Beureueh proclaimed Aceh and its surroundings part of the Islamic State of Indonesia declared by Kartosuwiryo in 1949. On the same day the… TokohFigure Tgk. Haji Abdullah Ujong Rimba Tgk. Haji Abdullah Ujong Rimba adalah ulama karismatik Pidie yang perjalanannya ke Mekkah memperlihatkan bagaimana haji menyatu dengan pencarian ilmu dan gagasan pembaruan. Selama sekitar tiga tahun di Mekkah ia…Tgk. Haji Abdullah Ujong Rimba was a charismatic scholar from Pidie whose journey to Mecca shows how the hajj merged with the pursuit of learning and reformist ideas. During about…

8.8 Wali Nanggroe & penataan ulang lembaga adatWali Nanggroe & the reordering of customary institutions