Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

Landasan keilmuanFoundation

Studi Aceh sebagai IlmuAceh Studies as a Discipline

Landasan ini menjawab pertanyaan paling awal: mengapa Aceh perlu dikaji sebagai satu disiplin ilmu, bukan sekadar bab dalam studi Asia Tenggara, studi Indonesia, atau studi Melayu. Selama berabad-abad Aceh menjadi objek kajian, dari laporan kolonial hingga riset pascatsunami, tetapi jarang menjadi subjek yang merumuskan cara pandangnya sendiri. Di sini dibahas pergeseran dari objek ke subjek ilmu, kritik terhadap kolonisasi ilmu sosial, upaya mengangkat pengetahuan lokal ke ranah teori, sejarah kesarjanaan tentang Aceh, serta metodologi dan kurikulum yang memungkinkan ilmu ini diajarkan. Landasan ini juga memuat konstruksi ilmu sosial dan humaniora, yaitu teori sosial, pendekatan antropologi, paradigma Islamisasi dan integrasi ilmu, yang dipinjam lalu ditata ulang untuk membaca Aceh dari dalam. Seluruh bidang lain berdiri di atas landasan ini.

This foundation answers the very first question: why Aceh should be studied as a discipline in its own right rather than as a chapter within Southeast Asian, Indonesian or Malay studies. For centuries Aceh has been an object of study, from colonial reports to post-tsunami research, yet rarely a subject that articulates its own way of seeing. This field covers the shift from object to subject of knowledge, the critique of colonised social science, the effort to raise local knowledge to the level of theory, the history of scholarship on Aceh, and the methodology and curriculum that allow the discipline to be taught. It also holds the construction of the social sciences and humanities, social theory, anthropological approaches, and paradigms of the Islamisation and integration of knowledge, borrowed and then rearranged in order to read Aceh from within. Every other field rests on this foundation.

Lihat posisinya dalam peta filosofisSee its place in the philosophical map →

0.1 Aceh sebagai bidang keilmuanAceh as a field of knowledge

Alasan, tujuan, dan arah Aceh sebagai bidang ilmu yang berdiri sendiri.The rationale, aims and direction of Aceh as a field of knowledge in its own right.

KonsepConcept Aceh sebagai laboratorium sosialAceh as a social laboratory Gagasan ini memandang Aceh, dengan Islam yang selalu terlibat dalam kehidupan sosialnya, sebagai salah satu lahan paling menarik untuk penelitian ilmu sosial di Indonesia dan Asia Tenggara. Upaya memperkenalkan ilmu…This idea treats Aceh, where Islam is always woven into social life, as one of the most compelling fields for social-science research in Indonesia and Southeast Asia. Efforts to bring… KonsepConcept Aceh sebagai subjek pengetahuan strategisAceh as a producer of strategic knowledge Posisi maritim Aceh dihubungkan dengan kebutuhan pusat riset, pendidikan, dan kemampuan merumuskan kebijakan.Aceh’s maritime position is related to research institutions, education and policymaking capacity. KonsepConcept Aktor keilmuan di AcehActors of knowledge in Aceh Produk pertama keilmuan Aceh adalah para aktornya: ulama, pejabat istana, sarjana asing, perantara pribumi, sejarawan lokal, dan lembaga. Memetakan siapa yang memproduksi pengetahuan, untuk siapa, dan dengan otoritas apa, adalah…The first product of Acehnese learning is its actors: ulama, court officials, foreign scholars, indigenous intermediaries, local historians and institutions. Mapping who produced knowledge, for whom and with what authority… KonsepConcept Apa, bagaimana, dan untuk apa: tiga pertanyaan filosofis studi AcehWhat, how and what for: the three philosophical questions of Aceh studies Studi Aceh disusun untuk menjawab tiga pertanyaan filosofis: apa itu studi Aceh (ontologi), bagaimana ia dibangun dan diterapkan dalam ilmu sosial dan humaniora (epistemologi), dan apa manfaatnya (aksiologi). Ketiga dimensi…Aceh studies is organised to answer three philosophical questions: what Aceh studies is (ontology), how it is built and applied within the social sciences and humanities (epistemology), and what it… KonsepConcept Arah nonakademik pengembangan studi AcehThe non-academic direction of developing Aceh studies Arah nonakademik adalah jalur yang membawa studi Aceh ke luar kampus: pengetahuan publik, pendidikan sekolah, kebijakan, pelestarian warisan, media, dan komunitas. Tujuannya agar pengetahuan tentang Aceh hidup dalam masyarakat yang…The non-academic direction is the track that carries Aceh studies beyond the campus: public knowledge, school education, policy, heritage preservation, media and communities. Its aim is for knowledge about Aceh… NaskahText Dari Islam Politik ke Acehnologi: pembacaan Ramli CibroFrom political Islam to Acehnologi: Ramli Cibro’s interpretation Cibro menafsirkan perubahan pemikiran KBA melalui Islam politik, studi kawasan, Acehnologi, dan imajinasi kebangsaan.Cibro traces KBA’s thought through political Islam, area studies, Acehnologi and national imagination. KonsepConcept Dari objek ke subjek: Aceh sebagai disiplin ilmu tersendiriFrom object to subject: Aceh as a discipline in its own right Gagasan inti studi Aceh adalah memindahkan Aceh dari posisi objek kajian menjadi subjek keilmuan. Hampir semua disiplin ilmu sosial dan humaniora yang mapan sudah 'berkenalan' dengan Aceh, sehingga Aceh tidak…The core proposition of Aceh studies is to move Aceh from the position of an object of research to that of a subject of knowledge. Nearly every established discipline in… KonsepConcept Dari wacana ke arus utama: studi Aceh sebagai strategi kebudayaanFrom discourse to mainstream: Aceh studies as a cultural strategy Setelah persoalan filosofis dirumuskan, tahap paling krusial adalah menghidangkan studi Aceh kepada masyarakat luas sehingga ia tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi ilmu yang mapan. Pertanyaannya konkret: bagaimana anak TK…Once the philosophical questions are settled, the most crucial stage is to bring Aceh studies to the wider public, so that it ceases to be mere discourse and becomes an… KonsepConcept Jasa studi Aceh bagi ilmu sosial dan humanioraThe service of Aceh studies to the social sciences and humanities Salah satu alasan keberadaan studi Aceh adalah sumbangannya bagi disiplin-disiplin yang lebih luas. Aceh menyediakan kasus, sumber, dan konsep yang menguji teori tentang negara, kekuasaan, bahasa, ingatan, konflik, dan bencana,…One reason for the existence of Aceh studies is its contribution to wider disciplines. Aceh offers cases, sources and concepts that test theories of the state, power, language, memory, conflict… KonsepConcept Jasa studi Aceh bagi studi agamaThe service of Aceh studies to religious studies Aceh adalah salah satu laboratorium terpenting bagi studi Islam di Asia Tenggara: titik awal islamisasi yang terdokumentasi pada nisan, tempat perdebatan mazhab dan tasawuf, dan simpul jaringan ulama dengan Haramayn.…Aceh is one of the most important laboratories for the study of Islam in Southeast Asia: an early point of Islamisation documented on gravestones, a site of debates over legal… KonsepConcept Keserbapertamaan Aceh dan serpihan pemikiran yang membangun disiplin di negeri lainAceh's 'firsts' and the fragments of its thought that built disciplines elsewhere Salah satu alasan studi Aceh adalah 'keserbapertamaan' Aceh dalam kajian keislaman, keindonesiaan, dan kemelayuan: Islam pertama kali bertapak di Aceh, kerajaan Islam pertama lahir di sana, dan kitab fikih, tafsir,…One rationale for Aceh studies is Aceh's 'firsts' in Islamic, Indonesian and Malay history: Islam first took root there, the first Islamic kingdom arose there, and the region's first works… KonsepConcept Lanskap produksi keilmuan AcehThe landscape of knowledge production in Aceh Lanskap produksi keilmuan adalah ruang-ruang tempat pengetahuan tentang dan dari Aceh dihasilkan, beserta mediumnya. Ia mencakup istana, masjid, dayah, pelabuhan, makam, lembaga kolonial, universitas, dan media, serta bentuk seperti batu…The landscape of knowledge production is the set of spaces in which knowledge about and from Aceh was produced, together with its media. It includes palaces, mosques, dayah, ports, tombs,… NaskahText Memahami Aceh: alasan, pintu masuk, dan arah AcehnologiUnderstanding Aceh: rationale, entry points and directions for Acehnologi Bagan mengatur Acehnologi melalui tiga pertanyaan: mengapa perlu, dari mana memulai, dan ke mana pengembangannya. Ia memberi kerangka menilai cakupan peta keilmuan.The diagram organises Acehnologi around why it is needed, where to begin and where to develop it, providing a framework for examining the knowledge map’s scope. KonsepConcept Peta studi Aceh: mengapa, dari mana, dan ke manaA map of Aceh studies: why, where from, and where to Peta konseptual ini menyusun studi Aceh sebagai disiplin melalui tiga pertanyaan: mengapa bidang ini perlu ada, dari mana kajiannya dimulai, dan ke mana ia hendak dikembangkan. Pertanyaan pertama dijawab dengan…This conceptual map frames Aceh studies as a discipline through three questions: why the field should exist, where its inquiry begins, and where it should be developed. The first is… KonsepConcept Planetary civilization sebagai cermin bagi AcehPlanetary civilisation as a mirror for Aceh Istilah planetary civilization, dipinjam dari fisikawan Michio Kaku, menggambarkan peradaban global yang bertumpu pada penguasaan energi dan teknologi. Dalam studi Aceh, istilah itu dipakai sebagai latar kontras untuk menanyakan posisi…The term 'planetary civilisation', borrowed from the physicist Michio Kaku, describes a global civilisation built on mastery of energy and technology. In Aceh studies it serves as a contrasting backdrop… KonsepConcept Ragam tanggapan terhadap gagasan ilmu ke-Aceh-anResponses to the idea of an Acehnese science Gagasan menjadikan pengetahuan tentang Aceh sebagai ilmu memancing tanggapan beragam. Ada yang menilainya terlalu dini, tidak berakar dalam sejarah Aceh, atau sekadar romantisme sejarah; ada pula pelesetan yang memaknai nama…The idea of turning knowledge about Aceh into a science provoked varied responses. Some found it premature, lacking roots in Acehnese history or merely historical romanticism; one pun even read… KonsepConcept Reproduksi sistem berpikir: mewariskan produk, bukan prosesReproducing a way of thinking: handing down products, not processes Studi Aceh mengamati bahwa falsafah kemanusiaan yang digagas pemikir Aceh telah diterapkan selama ratusan tahun, tetapi yang diwariskan kepada generasi berikutnya adalah produk kebudayaan, bukan proses reproduksinya. Tradisi dan kebudayaan…Aceh studies observes that the humanistic philosophy devised by Acehnese thinkers was practised for centuries, but what reached later generations were cultural products rather than the process of reproducing them.… KonsepConcept Sejarah Aceh sebagai bidang ilmuAcehnese history as a field of study Usulan untuk memperlakukan Sejarah Aceh sebagai cabang ilmu yang berdiri sendiri, bukan bagian yang larut dalam Sejarah Asia Tenggara, Sejarah Melayu, atau Sejarah Indonesia. Cabang ini mencakup sejarah asal-usul, politik,…A proposal to treat Acehnese history as a self-standing branch of knowledge rather than one that dissolves into Southeast Asian, Malay or Indonesian history. The branch covers the history of… KonsepConcept Studi Aceh sebagai bidang keilmuanAceh studies as a discipline Gagasan untuk menjadikan seluk-beluk dunia ke-Aceh-an sebagai objek keilmuan yang berdiri sendiri, bukan sekadar pelengkap dalam studi Asia, Asia Tenggara, Indonesia, atau Melayu. Bidang ini dirumuskan sebagai kajian lintas disiplin…A proposal to treat the whole range of Acehnese life and thought as a self-standing object of scholarship rather than a supplement to Asian, Southeast Asian, Indonesian or Malay studies.… KonsepConcept Tradisi tinggi Aceh: alam pikiran, kearifan lokal, dan wilayah tabuAceh's high tradition: worldview, local wisdom and the zone of taboo Studi Aceh menetapkan kajian atas alam pikiran orang Aceh sebagai bentuk tertinggi kajian tradisi. Alam pikiran itu tampak dalam kearifan lokal, hadih maja, syair, dan tradisi intelektual yang melahirkan pemikiran…Aceh studies treats the study of the Acehnese worldview as the highest form of the study of tradition. That worldview appears in local wisdom, hadih maja, poetry and an intellectual…

0.2 Dekolonisasi ilmu & pengetahuan lokalDecolonising knowledge & local knowledge

Kritik terhadap ilmu sosial yang Eropa- dan Amerika-sentris serta upaya menjadikan pengetahuan lokal sebagai teori.A critique of Euro- and America-centric social science and the effort to turn local knowledge into theory.

TokohFigure Christiaan Snouck Hurgronje dan genealogi orientalisme LeidenChristiaan Snouck Hurgronje and the genealogy of Leiden orientalism Christiaan Snouck Hurgronje adalah orientalis Belanda yang dikenang orang Aceh sebagai ‘si Snouck’ dan di Eropa sebagai profesor yang berjasa meneguhkan antropologi agama. Memahaminya menuntut pembacaan atas tiga kawasan: Belanda,…Christiaan Snouck Hurgronje was the Dutch orientalist remembered in Aceh as ‘si Snouck’ and in Europe as a professor who helped establish the anthropology of religion. Understanding him requires reading… KonsepConcept Destrukturisasi masyarakat Aceh: kuasa dikontrol, spirit ilmu dibiarkanThe destructuring of Acehnese society: power controlled, the spirit of learning left alive Tesis ini menyatakan bahwa masyarakat Aceh mengalami destrukturisasi budaya dan sosial-politik. Kolonialisme Belanda menghancurkan sistem kesultanan dan mempertentangkan adat dengan hukum Islam, sedangkan penggabungan ke dalam Republik membawa falsafah kebangsaan…This thesis holds that Acehnese society underwent cultural and socio-political destructuring. Dutch colonialism destroyed the sultanate and set custom against Islamic law, while incorporation into the Republic brought a national… KonsepConcept Enam langkah frikatifisasi ilmu dan tiga serangkai ulama AcehSix steps of knowledge fricativization and Aceh's three great ulama Penerapan paradigma frikatifisasi ilmu di UIN Ar-Raniry dirumuskan dalam enam langkah yang bertumpu pada ‘tiga serangkai’ Nuruddin ar-Raniry, ‘Abd al-Ra’uf al-Singkili, dan Hamzah Fansuri. Analogi yang dipakai adalah Barat, yang…The application of the fricativization paradigm at UIN Ar-Raniry is set out in six steps grounded in the ‘three great’ ulama: Nuruddin al-Raniri, ‘Abd al-Ra’uf al-Singkili and Hamzah Fansuri. The… KonsepConcept Hierarki sumber Barat dan sumber lokalThe hierarchy of Western and local sources Hierarki sumber adalah kecenderungan dalam kesarjanaan kolonial untuk menempatkan sumber Barat di atas sumber pribumi ketika keduanya bertentangan. Claude Guillot menunjukkan contohnya dalam disertasi Hoesein Djajadiningrat: sumber Barat dipilih, padahal…The hierarchy of sources is the tendency in colonial scholarship to rank Western sources above indigenous ones when the two conflict. Claude Guillot showed an example in Hoesein Djajadiningrat’s dissertation:… KonsepConcept Keilmuan di era kedatangan penjajah BelandaKnowledge in the era of Dutch colonial arrival Lapis ketiga ditandai oleh masuknya Aceh ke dalam proyek pengetahuan kolonial. Perang, administrasi, dan ilmu berjalan bersamaan: orientalis, filolog, epigraf, dan juru foto memetakan bahasa, adat, agama, dan makam Aceh,…The third layer is marked by Aceh’s entry into the colonial knowledge project. War, administration and scholarship moved together: orientalists, philologists, epigraphers and photographers mapped Aceh’s language, adat, religion and… KonsepConcept Kolonisasi ilmu sosial dan ‘Americanised intelligence’The colonisation of social science and ‘Americanised intelligence’ Kritik ini menyatakan bahwa ilmu sosial yang diajarkan di perguruan tinggi Indonesia adalah ilmu sosial Amerika dan Eropa yang membawa nilai serta bias masyarakat asalnya. Istilah ‘Americanised intelligence’ dipinjam dari…This critique holds that the social science taught in Indonesian universities is American and European social science carrying the values and biases of its home societies. The phrase ‘Americanised intelligence’… KonsepConcept Kritik atas 'kotak ketimuran' dalam pembidangan ilmuA critique of the 'Eastern box' in the classification of knowledge Ketika istilah 'ilmu sejarah Aceh', 'sosiologi Aceh', atau 'filsafat Aceh' dimunculkan, muncul keraguan karena disiplin ilmu sosial dan humaniora lahir dalam tradisi Eropa. Studi Aceh menjawab bahwa pembagian ilmu menurut…When terms such as 'Acehnese history', 'Acehnese sociology' or 'Acehnese philosophy' are proposed, doubts arise because the social sciences and humanities were born in a European tradition. Aceh studies replies… KonsepConcept Pendekatan orientalis dalam studi AcehThe orientalist approach in Aceh studies Pendekatan orientalis adalah tradisi kajian kolonial yang memahami Aceh melalui filologi, epigrafi, leksikografi, dan etnografi, sering kali untuk kepentingan pemerintahan. Ia mewariskan data dan metode yang kaya, tetapi juga hierarki…The orientalist approach is the colonial tradition of scholarship that understood Aceh through philology, epigraphy, lexicography and ethnography, often in the service of government. It bequeathed rich data and methods,… KonsepConcept Pengetahuan lokal: terikat bahasa, tradisi, dan nilaiLocal knowledge: bound by language, tradition and values Studi Aceh memosisikan diri sebagai upaya menjadikan pengetahuan lokal ranah teoretisasi ilmu. Rujukannya adalah rumusan Hans-Dieter Evers dan Solvay Gerke bahwa pengetahuan pribumi terikat pada bahasa, tradisi, dan nilai suatu…Aceh studies presents itself as an effort to make local knowledge a domain of theory-building. Its reference point is Hans-Dieter Evers and Solvay Gerke's statement that indigenous knowledge is bound… KonsepConcept Peuturi droe: kajian diri dalam tradisi intelektual AcehPeuturi droe: the study of the self in Acehnese intellectual tradition Peuturi droe, 'kenal diri', adalah istilah Aceh untuk proses belajar yang dimulai dari memahami diri sendiri hingga membuat orang lain memahami dirinya. Studi Aceh menyandingkannya dengan konsep self-awareness dan self-determination…Peuturi droe, 'knowing oneself', is the Acehnese term for a learning process that begins with understanding oneself and extends to helping others understand themselves. Aceh studies sets it beside the… KonsepConcept Politik pengetahuan kolonial dalam relasi guru dan muridColonial knowledge politics in teacher–student relations Konsep ini membaca relasi antara sarjana Eropa dan murid pribumi sebagai mekanisme produksi, validasi, dan sirkulasi pengetahuan kolonial. Kasus Snouck Hurgronje dan Hoesein Djajadiningrat memperlihatkan bahwa relasi itu dipelihara bukan…The concept reads relations between European scholars and indigenous students as a mechanism for producing, validating and circulating colonial knowledge. The case of Snouck Hurgronje and Hoesein Djajadiningrat shows that… KonsepConcept Riset asing dan dunia ulama AcehForeign research and the world of the Acehnese ulama Kajian tentang ulama Aceh, terutama era kontemporer, hampir seluruhnya dihasilkan sarjana lokal dan nasional; sarjana asing terkemuka seperti Anthony Reid dan Edward Aspinall tidak membedah dunia keulamaan secara khusus. Snouck…Studies of Acehnese ulama, especially of the contemporary era, have been produced almost entirely by local and national scholars; leading foreign scholars such as Anthony Reid and Edward Aspinall have… KonsepConcept Sarjana lokal dan peneliti tamu: relasi kuasa dalam riset tentang AcehLocal scholars and visiting researchers: power relations in research on Aceh Pengamatan kritis ini menyoroti ketimpangan antara ‘sarjana lokal’ dan ‘sarjana internasional’ dalam penelitian tentang Aceh. Sarjana lokal kerap diremehkan dan diposisikan sebagai sopir, asisten riset, atau penerjemah, sementara peneliti tamu…This critical observation highlights the imbalance between ‘local scholars’ and ‘international scholars’ in research on Aceh. Local scholars are often belittled and cast as drivers, research assistants or interpreters, while… KonsepConcept Studi subaltern dan akar pascakolonial kajian AcehSubaltern studies and the postcolonial roots of Aceh studies Telaah sekunder atas bidang studi Aceh membaca gagasan menjadikan Aceh disiplin tersendiri sebagai respons akademisi ‘subaltern’ terhadap dunia pascakolonial. Bidang ini dipandang lahir dari kemandekan pengetahuan pascakonflik dan pascatsunami, munculnya…Secondary assessments of Aceh studies read the idea of turning Aceh into a discipline of its own as a response by ‘subaltern’ academics to the postcolonial world. The field is…

0.3 Kesarjanaan, studi kawasan & historiografi tentang AcehScholarship, area studies & writing on Aceh

Sejarah kesarjanaan tentang Aceh, dari Snouck Hurgronje hingga studi kawasan mutakhir.The history of scholarship on Aceh, from Snouck Hurgronje to recent area studies.

KonsepConcept Aceh dalam studi kawasan, suku-bangsa, dan negara-bangsaAceh in area, ethnic and nation-state studies Analisis tentang bagaimana pembagian ilmu sosial menurut ‘arah mata angin’, suku-bangsa, dan negara-bangsa menempatkan Aceh di pinggiran. Studi kawasan Asia Tenggara bergeser dari kajian suku-bangsa dominan (Cina, India, Melayu) ke…An analysis of how the division of the social sciences by ‘compass point’, ethnic group and nation-state has pushed Aceh to the margins. Southeast Asian studies moved from the study… KonsepConcept Aceh dan studi Islam Asia Tenggara: arus timbal balikAceh and Islamic studies in Southeast Asia: two-way currents Telaah tentang kontribusi studi kawasan bagi kajian Aceh menunjukkan hubungan dua arah. Aceh berperan penting dalam islamisasi Asia Tenggara dan menghasilkan pemikir Islam pertama di Nusantara, sementara kini Aceh menerima…Assessments of how area studies contributes to Aceh studies reveal a two-way relationship. Aceh played a key role in the Islamisation of Southeast Asia and produced the archipelago’s first Islamic… TokohFigure Anthony Reid Anthony Reid adalah sejarawan Asia Tenggara yang kerap disebut sebagai peletak dasar kajian Aceh modern. Banyak karyanya bersentuhan dengan sejarah dan kebudayaan Aceh, dan perhatian itu bertahan meski ia berpindah-pindah…Anthony Reid is a historian of Southeast Asia often described as the founder of modern Aceh studies. Much of his work engages with Acehnese history and culture, an interest he… KonsepConcept Bayang-bayang Snouck dalam antropologi AcehSnouck's shadow over the anthropology of Aceh Karya Christian Snouck Hurgronje (1857–1936) begitu mendominasi citra Aceh di mata peneliti asing sehingga peneliti lokal kerap hanya berkutat menguatkan atau meruntuhkan tesisnya. Perannya sebagai antropolog sekaligus penasihat perang Belanda…Christian Snouck Hurgronje's work (1857–1936) dominates the image of Aceh among foreign researchers to such an extent that local researchers often do little more than confirm or refute his theses.… NaskahText De Atjehers (Snouck Hurgronje)De Atjehers (The Achehnese), by Snouck Hurgronje De Atjehers adalah karya dua jilid Christiaan Snouck Hurgronje tentang masyarakat Aceh yang terbit pada 1893 dan kemudian diterjemahkan ke bahasa Inggris dan Indonesia. Melalui karya ini, Aceh sebagaimana dipahami…De Atjehers is Christiaan Snouck Hurgronje's two-volume study of Acehnese society, published in 1893 and later translated into English and Indonesian. Through it, Aceh as understood by a colonial anthropologist… TokohFigure Denys Lombard Denys Lombard adalah sejarawan Prancis yang karyanya tentang kerajaan Aceh pada masa Sultan Iskandar Muda (1607–1636) menjadi bacaan wajib bagi siapa pun yang mempelajari masa kejayaan Aceh. Ia berpijak pada…Denys Lombard was a French historian whose study of the Acehnese kingdom under Sultan Iskandar Muda (1607–1636) is essential reading for anyone studying Aceh's golden age. He worked in the… KonsepConcept Dominasi kajian perang dan redupnya falsafah ke-Aceh-anThe dominance of war studies and the fading of Acehnese philosophy Kajian Aceh pascakolonial sebagian besar adalah kajian tentang perlawanan, baik terhadap Belanda maupun terhadap pemerintah pusat. Akibatnya, konsep-konsep dasar keilmuan dalam kehidupan rakyat Aceh jarang dijumpai, dan aset budaya serta…Post-colonial scholarship on Aceh has largely been scholarship on resistance, whether against the Dutch or against the central government. As a result, the basic intellectual concepts of Acehnese life are… TokohFigure Edward Aspinall dan tesis ‘dari kombatan ke kontraktor’Edward Aspinall and the ‘combatants to contractors’ thesis Edward Aspinall, peneliti Australian National University, adalah salah satu sarjana asing terpenting tentang konflik dan perdamaian Aceh. Karyanya meliputi kajian proses damai bersama Harold Crouch (2003), analisis MoU Helsinki (2005),…Edward Aspinall, a researcher at the Australian National University, is among the most important foreign scholars of conflict and peace in Aceh. His work includes a study of the peace… KonsepConcept Historisitas keilmuan di Aceh: enam lapis zamanThe historicity of knowledge in Aceh: six layers of time Historisitas keilmuan adalah pengakuan bahwa pengetahuan di Aceh memiliki sejarah sendiri, dengan aktor, medium, dan kepentingan yang berubah dari zaman ke zaman. Peta studi Aceh membaginya ke dalam enam lapis:…The historicity of knowledge is the recognition that knowledge in Aceh has its own history, with actors, media and interests that change from one era to the next. The map… TokohFigure Hoesein Djajadiningrat Hoesein Djajadiningrat (1886–1960) adalah sarjana pribumi asal Banten, murid Snouck Hurgronje di Leiden, yang menjadi salah satu tokoh penting dalam kajian sejarah dan bahasa Aceh. Ia menulis tinjauan kritis atas…Hoesein Djajadiningrat (1886–1960) was an indigenous scholar from Banten and a student of Snouck Hurgronje at Leiden who became a key figure in the study of Acehnese history and language.… KonsepConcept Jaringan keilmuan AcehNetworks of knowledge in Aceh Jaringan keilmuan adalah produk ketiga keilmuan Aceh: hubungan guru-murid, perjalanan ilmu, patronase, dan pertukaran teks yang menautkan Aceh dengan Haramayn, India, Persia, dunia Melayu, Leiden, dan Batavia. Jaringan menjelaskan bagaimana…Networks of knowledge are the third product of Acehnese learning: teacher-student ties, journeys of study, patronage and the exchange of texts that linked Aceh with the Haramayn, India, Persia, the… TokohFigure John R. Bowen John R. Bowen adalah antropolog asal Amerika Serikat yang karyanya menjadi kajian antropologi modern pertama tentang masyarakat Gayo. Berbeda dari uraian kolonial yang memandang Gayo lewat kacamata Aceh pesisir, Bowen…John R. Bowen is an American anthropologist whose work constitutes the first modern anthropological account of the Gayo. Unlike colonial accounts that saw the Gayo through the eyes of the… KonsepConcept Keilmuan Aceh pascarevolusi sosialAcehnese knowledge after the social revolution Setelah revolusi sosial, pengetahuan di Aceh dilembagakan dalam bentuk modern: perguruan tinggi, pusat penelitian, penerbitan, dan pekan kebudayaan, berdampingan dengan dayah yang tetap hidup. Lapis ini juga menyaksikan masuknya ilmu…After the social revolution, knowledge in Aceh was institutionalised in modern forms: universities, research centres, publishing and cultural festivals, alongside dayah that continued to flourish. This layer also saw the… KonsepConcept Keilmuan Aceh sebelum kedatangan IslamKnowledge in Aceh before the arrival of Islam Lapis pertama historisitas keilmuan di Aceh adalah masa sebelum Islam, yang jejaknya tipis tetapi tidak kosong. Nama pelabuhan dalam peta dunia kuno, aksara India yang mendahului huruf Jawi, dan bentuk…The first layer in the historicity of knowledge in Aceh is the period before Islam, whose traces are thin but not empty. Port names on ancient world maps, Indian scripts… KonsepConcept Keilmuan di era bergabung dengan IndonesiaKnowledge in the era of joining Indonesia Ketika Aceh menjadi bagian Republik Indonesia, pengetahuan tentang Aceh ditata ulang dalam kerangka nasional. Aceh tampil sebagai pintu masuk Islam, benteng perlawanan antikolonial, dan penyumbang bagi pembentukan hukum Islam Indonesia,…When Aceh became part of the Republic of Indonesia, knowledge about Aceh was reorganised within a national frame. Aceh appeared as the gateway of Islam, a bastion of anti-colonial resistance… KonsepConcept Keilmuan di era kerajaan IslamKnowledge in the era of the Islamic kingdoms Pada era kerajaan Islam, dari Peureulak dan Samudera Pasai hingga Aceh Darussalam, pengetahuan diproduksi di sekitar istana, ulama, dan pelabuhan. Hasilnya berupa nisan berinskripsi, kitab Jawi, hikayat istana, dan karya…In the era of the Islamic kingdoms, from Peureulak and Samudera Pasai to Aceh Darussalam, knowledge was produced around the court, the ulama and the port. Its products were inscribed… KonsepConcept Keilmuan pada masa revolusi sosialKnowledge in the period of the social revolution Revolusi sosial di Aceh pada awal kemerdekaan, yang berpuncak pada Perang Cumbok, memindahkan otoritas sosial dari uleebalang ke ulama pembaru. Pergeseran ini juga memindahkan pusat produksi pengetahuan: madrasah, organisasi ulama,…The social revolution in Aceh in the early years of independence, culminating in the Cumbok war, shifted social authority from the uleebalang to reformist ulama. The shift also moved the… KonsepConcept Kesarjanaan internasional tentang AcehInternational scholarship on Aceh Kajian tentang Aceh telah lama dibentuk oleh para sarjana dari luar, mulai dari Snouck Hurgronje hingga generasi peneliti pascakonflik. Anthony Reid kerap dipandang sebagai peletak dasar kajian Aceh modern, sementara…Knowledge about Aceh has long been shaped by scholars from outside, from Snouck Hurgronje to the generation of post-conflict researchers. Anthony Reid is often regarded as the founder of modern… KonsepConcept Konsep keilmuan studi kawasan sebagai alasan studi AcehThe area-studies concept of knowledge as a rationale for Aceh studies Studi kawasan menyatukan bahasa, sejarah, agama, dan budaya suatu wilayah dalam satu bidang kajian yang lintas disiplin. Konsep inilah yang dipinjam untuk membenarkan Aceh sebagai bidang tersendiri: Aceh diperlakukan sebagai…Area studies brings together the language, history, religion and culture of a region in a single interdisciplinary field. It is this concept that is borrowed to justify Aceh as a… KonsepConcept Lokalitas Islam: haruskah kajian Islam Indonesia meninggalkan Nusantara?Islamic locality: should the study of Indonesian Islam leave the archipelago? Birchok menutup kajiannya dengan pertanyaan apakah studi Islam Indonesia harus ‘meninggalkan Nusantara’. Banyak sarjana, dari al-Attas hingga Azra dan Feener, berusaha mengangkat Islam Asia Tenggara dari kedudukan pinggiran dengan menelusuri…Birchok ends his study by asking whether the study of Indonesian Islam must ‘leave the archipelago’. Many scholars, from al-Attas to Azra and Feener, have sought to lift Southeast Asian… KonsepConcept Mazhab-mazhab studi terorisme di IndonesiaSchools of terrorism studies in Indonesia Perdebatan di harian Serambi Indonesia pada 2010 tentang penangkapan Abu Bakar Ba‘asyir memperlihatkan bahwa pengetahuan publik tentang terorisme dibentuk oleh beberapa ‘mazhab’ tafsir. Tiga yang menonjol adalah mazhab konspirasi yang…A 2010 debate in the daily Serambi Indonesia on the arrest of Abu Bakar Ba‘asyir showed that public knowledge of terrorism is shaped by several interpretive ‘schools’. Three stand out:… KonsepConcept Paradigma studi Asia Tenggara: dari proyek kolonial ke kajian pascakolonialParadigms of Southeast Asian studies: from colonial project to postcolonial scholarship Studi kawasan Asia Tenggara bermula sebagai proyek pengetahuan kolonial untuk mempelajari daerah jajahan, lalu berkembang menjadi kajian akademik dengan paradigma yang berganti. Pergeserannya dibaca dari empirisme-positivisme ke fenomenologi, lalu sejak…Southeast Asian area studies began as a colonial knowledge project for studying colonised territories and grew into an academic field with shifting paradigms. The shift is read as moving from… KonsepConcept Shane Joshua Barter: ulama, negara, dan perang di AcehShane Joshua Barter: ulama, the state and war in Aceh Shane Joshua Barter termasuk sedikit sarjana yang secara khusus meneliti ulama dan separatisme Aceh. Dalam artikelnya di jurnal Contemporary Islam (2011), ia menyimpulkan bahwa respons ulama terhadap konflik terfragmentasi dan…Shane Joshua Barter is one of the few scholars to study ulama and Acehnese separatism specifically. In his 2011 article in the journal Contemporary Islam, he concluded that ulama responses… NaskahText Shariʿa and Social Engineering: peta pembacaan FeenerShariʿa and Social Engineering: a reading map of Feener Monograf Feener membaca pelaksanaan syariat melalui sejarah gagasan, pendidikan, birokrasi, pengadilan, dan praktik pengawasan moral. Buku ini menjadi simpul sumber bagi kajian hukum dan perubahan sosial Aceh.Feener reads sharia implementation through intellectual history, education, bureaucracy, courts and moral regulation. His monograph connects law with social transformation in Aceh. KonsepConcept Studi kawasan dan perbandingan hukum Islam di Asia TenggaraArea studies and comparative Islamic law in Southeast Asia Pendekatan ini membaca hukum Islam bukan semata sebagai doktrin, melainkan sebagai praktik yang hidup dalam kawasan tertentu dan dapat dibandingkan lintas negara. M.B. Hooker menjadi rujukan pokok kajian hukum Islam…This approach reads Islamic law not merely as doctrine but as a living practice within particular regions that can be compared across states. M.B. Hooker is the standard reference for… TradisiTradition Tradisi menulis utuh dan tuntasThe tradition of complete, exhaustive writing Salah satu hikmah tradisi keilmuan Aceh adalah kebiasaan menulis sebuah bangunan ilmu secara utuh dan tuntas, lalu membiarkan generasi berikutnya menilai, menafsirkan, atau bahkan menentangnya. Contohnya Bustān al-Salāṭīn karya Nuruddin…One lesson of Aceh's scholarly tradition is the habit of writing a body of knowledge completely and exhaustively, then leaving later generations to assess, interpret or even contest it. Examples…

0.4 Metodologi & kurikulum studi AcehMethodology & curriculum of Aceh studies

Metode penelitian, tahapan penalaran, dan kurikulum untuk mengajarkan studi Aceh.Research methods, stages of reasoning, and a curriculum for teaching Aceh studies.

KonsepConcept Agenda riset ilmu sosial tentang masyarakat Muslim AcehA social-science research agenda for Muslim Aceh Agenda ini lahir dari diagnosis bahwa penelitian di perguruan tinggi Islam di Aceh masih didominasi pendekatan sejarah, kajian kawasan, filologi, dan normatif. Perilaku masyarakat Muslim jarang dikaji sebagai gejala sosial.…This agenda stems from the diagnosis that research at Islamic higher-education institutions in Aceh is still dominated by historical, area-studies, philological and normative approaches. The behaviour of Muslim communities is… KonsepConcept Antropologi AcehAcehnese Anthropology Antropologi Aceh adalah sub-disiplin yang mengkaji kebudayaan Aceh dari sudut pandang orang Aceh sendiri, bukan sebagai ‘budaya orang lain’ yang diteliti untuk kepentingan penguasa. Bidang ini lahir di bawah bayang-bayang…Acehnese Anthropology is the sub-discipline that studies Acehnese culture from Acehnese perspectives rather than as ‘other people's culture’ researched in the service of rulers. It emerged in the shadow of… KonsepConcept Arah akademik pengembangan studi AcehThe academic direction of developing Aceh studies Arah akademik adalah jalur pengembangan studi Aceh di dalam dunia ilmu: kurikulum, program studi, metodologi, riset, jurnal, arsip, dan pusat kajian. Tujuannya mengubah Aceh dari objek kajian menjadi subjek yang…The academic direction is the path for developing Aceh studies within the world of scholarship: curricula, study programmes, methodology, research, journals, archives and study centres. Its aim is to turn… KonsepConcept Bukti penyitaan dan batas pengetahuan keamanan maritimSeizure evidence and the limits of maritime security knowledge Data penindakan menggambarkan peristiwa yang terdeteksi; ia tidak otomatis mengukur seluruh arus narkotika.Enforcement data describe detected events rather than automatically measuring the entire narcotics flow. TokohFigure Danil Akbar Taqwadin Strategi, keamanan, perdamaian, konflik, dan masyarakat sipil.Strategy, security, peace, conflict and civil society. KonsepConcept Dari anekdot ke penelitian sosial: bukti, privasi, dan bahasaFrom anecdote to social research: evidence, privacy and language Refleksi sosial dapat memunculkan pertanyaan, tetapi klaim sebab, angka, dan karakter kelompok membutuhkan bukti lain. Bahasa penelitian juga perlu membedakan identitas, perilaku, pengalaman kekerasan, dan kesehatan.Social reflection can generate questions, while causal, numerical and group-level claims require additional evidence. Research language should distinguish identity, behaviour, violence experiences and health. KonsepConcept Empat pintu masuk studi AcehFour entry points into Aceh studies Pertanyaan ‘dari mana memulai studi Aceh’ dijawab dengan empat pintu pendekatan: orientalis, pembangunan, konflik, dan pascakonflik. Masing-masing adalah tradisi kajian yang pernah dominan, dengan pertanyaan, sumber, dan bias sendiri; memulai…The question ‘where should Aceh studies begin’ is answered with four approaches: orientalist, development, conflict and post-conflict. Each is a once-dominant tradition of scholarship with its own questions, sources and… KonsepConcept Empat tahap penalaran: dari 'apa yang terjadi' ke basis keilmuanFour steps of inquiry: from 'what happened' to a foundation for knowledge Studi Aceh menggunakan pola penalaran empat tahap: 'apa yang terjadi', 'apa yang dipahami', 'apa yang terjadi dalam dunia teori', dan 'apa yang dapat dijadikan basis keilmuan'. Pola ini dijalankan dengan…Aceh studies follows a four-step pattern of inquiry: 'what happened', 'what is understood', 'what happens in the world of theory', and 'what can serve as a foundation for knowledge'. It… KonsepConcept Epistemologi subaltern tanpa romantisasiSubaltern epistemology without romanticisation Pengetahuan yang terpinggirkan dibaca sebagai sumber konsep yang tetap memerlukan penafsiran kritis.Marginalised knowledge is approached as a conceptual resource requiring critical interpretation. KonsepConcept Fenomenologi dan hermeneutika tasawufPhenomenology and Sufi hermeneutics Fenomenologi dan hermeneutika ditawarkan sebagai pasangan alat untuk membaca pengalaman keagamaan. Fenomenologi bekerja ke dalam, memahami dengan cara membiarkan fenomena tampil apa adanya, sedangkan hermeneutika membawa yang di dalam itu…Phenomenology and hermeneutics are offered as a paired toolkit for reading religious experience. Phenomenology works inward, understanding by letting phenomena appear as they are, while hermeneutics brings that inner content… KonsepConcept Filsafat AcehAcehnese Philosophy Filsafat Aceh adalah sub-disiplin yang hendak menstrukturkan tradisi berpikir falsafati masyarakat Aceh, termasuk fondasi metafisika, standar moral, dan standar tingkah lakunya. Di antara semua cabang kurikulum, cabang inilah yang paling…Acehnese Philosophy is the sub-discipline intended to give structure to Aceh's tradition of philosophical thought, including its metaphysical foundations, moral standards and standards of conduct. Of all the branches in… KonsepConcept Identifikasi pewakaf Habib Bugak: nama, tempat, dan buktiIdentifying the Habib Bugak donor: names, places and evidence Penelitian identitas pewakaf memerlukan pembandingan sebutan dalam ikrar, nama orang, lokasi Bugak, silsilah, dokumen, dan kronologi. Sumber tidak menutup kemungkinan revisi.Identifying a waqf donor requires comparison of deed designations, personal names, Bugak locations, genealogies, documents and chronology. The source leaves room for revision. NaskahText Islam Historis: metodologi, isu kontemporer, dan perubahan AcehIslam Historis: methodology, contemporary questions and change in Aceh Islam Historis menghubungkan perumusan metode studi Islam, penerapannya pada persoalan kontemporer, dan pembacaan sejarah serta perubahan masyarakat Aceh.Islam Historis connects Islamic-studies methodology, its application to contemporary issues and the interpretation of Acehnese history and social change. KonsepConcept Kosmologi AcehAcehnese Cosmology Kosmologi Aceh adalah sub-disiplin yang mempelajari pandangan masyarakat Aceh tentang alam besar dan alam kecil serta hubungan manusia dengan keduanya. Kajiannya dianggap prasyarat untuk memahami Filsafat Aceh, karena setiap produk…Acehnese Cosmology is the sub-discipline that studies how Acehnese society understands the macrocosm and microcosm and humanity's relationship to both. It is treated as a prerequisite for Acehnese Philosophy, since… KonsepConcept Krisis pewarisan karya ulama AcehThe crisis in transmitting Acehnese scholarly works Karya ulama dan pemikir Aceh tidak diajarkan secara sistematis di sekolah maupun perguruan tinggi Aceh, dan studi naskah belum menjadi bagian kurikulum. Generasi muda pun asing terhadap karya para pendahulunya…The works of Acehnese scholars and thinkers are not systematically taught in Aceh's schools or universities, and manuscript studies have no place in the curriculum. Young people are therefore unfamiliar… KonsepConcept Masa depan studi Aceh: modern, pascamodern, pascakolonial, pascasekularThe future of Aceh studies: modern, postmodern, postcolonial, post-secular Bagian penutup kurikulum ini menimbang posisi studi Aceh di hadapan empat cakrawala teoretis, yakni modernitas, pascamodernitas, pascakolonialitas, dan pascasekularitas, ditambah gagasan peradaban planet. Pembahasan modernitas berangkat dari pengamatan lapangan tentang…The closing part of the curriculum weighs the position of Aceh studies against four theoretical horizons: modernity, postmodernity, postcoloniality and post-secularity, plus the idea of planetary civilisation. The discussion of… TokohFigure Mellyan Literasi, jurnalistik, pendidikan, dan kemaslahatan pembangunan.Literacy, journalism, education and public benefit. KonsepConcept Membaca memoar intelijen sebagai sumber sejarah AcehReading intelligence memoirs as sources of Acehnese history Kritik sumber membedakan apa yang dialami, apa yang didengar, dan apa yang disimpulkan pelaku. Pembedaan ini penting ketika memoir membahas perdamaian dan dunia intelijen.Source criticism distinguishes what a participant experienced, heard and inferred. This matters when a memoir discusses peace negotiations and intelligence work. KonsepConcept Membangun disiplin ilmu: pelajaran kelembagaan dan hambatanBuilding a discipline: institutional lessons and obstacles Membuka sebuah disiplin ilmu tidak sama dengan membuka jurusan di kampus. Disiplin menuntut komitmen jangka panjang sampai masyarakat ilmu menerima dan menganggapnya penting. Studi Aceh menimba pelajaran dari tiga contoh:…Founding a discipline is not the same as opening a university department. A discipline demands long-term commitment until the scholarly community accepts it and considers it important. Aceh studies draws… KonsepConcept Membedakan pertanyaan normatif dan historis dalam studi IslamDistinguishing normative and historical questions in Islamic studies Penelitian Islam perlu menjelaskan jenis pertanyaannya: ajaran yang semestinya dijalankan atau praktik yang berlangsung dalam sejarah. Keduanya dapat berdialog, tetapi memerlukan cara pembuktian yang jelas.Islamic research should identify whether it asks what ought to be practised or what has occurred historically. These questions can interact, but their evidentiary procedures need clarity. KonsepConcept Metode etnografi: dari pra-studi hingga thick descriptionEthnographic method: from pre-study to thick description Etnografi adalah metode utama antropologi untuk memahami kebudayaan dengan masuk sedekat mungkin ke dalam kehidupan masyarakat yang diteliti, sering selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Prosesnya mencakup tahap pra-studi yang terdiri dari…Ethnography is anthropology's principal method for understanding culture by getting as close as possible to the life of the people studied, often for months or years. The process involves an… TokohFigure Muhammad Mirza Ardi Kajian Asia Tenggara, kebijakan publik, HAM, dan politik.Southeast Asian studies, public policy, human rights and politics. TokohFigure Muhammad Riza Nurdin Kajian Asia Tenggara, antropologi pembangunan, agama dan politik.Southeast Asian studies, development anthropology, religion and politics. KonsepConcept Pendekatan konflik dalam studi AcehThe conflict approach in Aceh studies Pendekatan konflik membaca Aceh melalui perlawanannya: perang melawan Belanda, pemberontakan Darul Islam, dan gerakan bersenjata sejak 1976. Ia menghasilkan kajian penting tentang nasionalisme, kekerasan, dan identitas, tetapi juga membuat Aceh…The conflict approach reads Aceh through its resistance: the war against the Dutch, the Darul Islam rebellion and the armed movement from 1976. It produced important studies of nationalism, violence… KonsepConcept Pendekatan pascakonflik dalam studi AcehThe post-conflict approach in Aceh studies Pendekatan pascakonflik lahir setelah tsunami 2004 dan perjanjian damai Helsinki 2005. Ia mengkaji reintegrasi, politik lokal, pelaksanaan syariat, tata kelola bencana, dan rekonstruksi, dengan melibatkan banyak peneliti internasional dan lembaga…The post-conflict approach emerged after the 2004 tsunami and the 2005 Helsinki peace agreement. It studies reintegration, local politics, the implementation of sharia, disaster governance and reconstruction, involving many international… KonsepConcept Pendekatan pembangunan dalam studi AcehThe development approach in Aceh studies Pendekatan pembangunan memandang Aceh terutama sebagai wilayah yang harus dimodernisasi dan memakai ilmu sosial untuk memetakan perubahan, kemiskinan, pendidikan, dan peran tokoh masyarakat. Ia menghasilkan data empiris yang luas, tetapi…The development approach regards Aceh chiefly as a region to be modernised and uses the social sciences to map change, poverty, education and the role of community leaders. It produced… KonsepConcept Penelitian komparatif lintas negara: pelajaran dari riset Aceh dan Asia TenggaraCross-country comparative research: lessons from Aceh and Southeast Asia Pelajaran praktis tentang merancang dan menjalankan penelitian komparatif yang melibatkan Aceh dan negara tetangga, misalnya perbandingan administrasi hukum Islam di Aceh dan Kelantan. Pokok-pokoknya meliputi studi pendahuluan, kepatuhan pada panduan…Practical lessons on designing and conducting comparative research involving Aceh and neighbouring countries, such as comparing the administration of Islamic law in Aceh and Kelantan. The key points include preliminary… TradisiTradition Peunutoh: kata putus guru kepada muridPeunutoh: the teacher's final word to the student Dalam tradisi belajar Aceh, meurunoe atau meugure, peunutoh adalah 'kata putus', arahan atau nasihat terakhir yang disampaikan guru kepada murid sebelum murid itu mengembangkan dan mengamalkan ilmunya di tengah masyarakat.…In the Acehnese tradition of learning, meurunoe or meugure, peunutoh is the 'final word': the last direction or counsel a teacher gives a student before the student goes on to… KonsepConcept Politik AcehAcehnese Politics Politik Aceh adalah sub-disiplin yang hendak membangun pemahaman konseptual tentang cara orang Aceh berpolitik, berdasarkan nilai dan budaya yang menjadi standar perilaku politiknya. Literatur politik tentang Aceh melonjak setelah 2005,…Acehnese Politics is the sub-discipline that aims to build a conceptual understanding of how Acehnese people do politics, grounded in the values and culture that set the standards of political… KonsepConcept Sastra AcehAcehnese Literature Sastra Aceh adalah sub-disiplin yang menempatkan karya sastra sebagai fondasi studi Aceh, sebab pemikiran para endatu sebagian besar tersimpan dalam bentuk sastra. Membangun studi Aceh tanpa sastra diibaratkan membangun rumah…Acehnese Literature is the sub-discipline that treats literary works as a foundation of Aceh studies, since the thought of the ancestors (endatu) survives largely in literary form. Building Aceh studies… KonsepConcept Sejarah Aceh: dari sejarah lokal ke Sejarah Peradaban AcehAcehnese History: from local history to a History of Acehnese Civilisation Sub-disiplin pertama dalam kurikulum studi Aceh mengusulkan agar Sejarah Aceh diajarkan sebagai Sejarah Peradaban Aceh, bukan sebagai sejarah lokal atau romantisme masa jaya. Modul ini memetakan sejarah Aceh menurut arah…The first sub-discipline of the Aceh studies curriculum proposes that Acehnese history be taught as a History of Acehnese Civilisation rather than as local history or nostalgia for a golden… KonsepConcept Sejarah Total dan sejarah lokal dalam studi AcehTotal history and local history in Aceh studies Sejarah Total adalah pendekatan yang memperlakukan masa lalu sebagai keseluruhan peradaban, tidak terbatas pada politik istana. Dalam studi Aceh, pendekatan ini diusulkan untuk merekonstruksi segala unsur kebudayaan, termasuk budaya material…Total history is an approach that treats the past as an entire civilisation rather than confining itself to court politics. In Aceh studies it is proposed as a way of… KonsepConcept Sosiologi AcehAcehnese Sociology Sosiologi Aceh adalah sub-disiplin yang mencari fondasi ilmu tentang masyarakat Aceh, mencakup struktur sosial, lembaga, serta kajian bandar dan gampong. Dibandingkan sejarah dan antropologi, sumbangan Aceh bagi sosiologi diakui paling…Acehnese Sociology is the sub-discipline that seeks foundations for a science of Acehnese society, covering social structure, institutions, and the study of port towns (bandar) and villages (gampong). Compared with… KonsepConcept Studi Aceh dalam kurikulum pendidikanAceh studies in the education curriculum Rancangan ini bertujuan menurunkan studi Aceh dari tataran wacana menjadi bangunan keilmuan yang dapat diajarkan, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Titik tolaknya adalah kenyataan bahwa nilai budaya ke-Aceh-an…This proposal seeks to move Aceh studies from the level of discourse to a body of knowledge that can actually be taught, from kindergarten to university. Its starting point is… KonsepConcept Studi Religi AcehAcehnese Religious Studies Studi Religi Aceh adalah sub-disiplin yang mengkaji sistem keyakinan di Aceh: sejarah keyakinan-keyakinan, Islamologi, aliran dan gerakan, serta isu keagamaan kontemporer. Premisnya adalah bahwa Aceh dan Islam tidak dapat dipisahkan,…Acehnese Religious Studies is the sub-discipline that examines systems of belief in Aceh: the history of beliefs, the study of Islam in Aceh, schools and movements, and contemporary religious issues.… KonsepConcept Sub-bidang studi Aceh: filsafat, sejarah, sosiologi, antropologi, dan lainnyaSub-fields of Aceh studies: philosophy, history, sociology, anthropology and more Rancangan pembidangan studi Aceh ke dalam cabang-cabang yang mengikuti ilmu sosial dan humaniora: Filsafat Aceh, Sejarah Aceh, Sosiologi Aceh, Antropologi Aceh, Sastra Aceh, Arkeologi Aceh, Politik Aceh, dan Studi Agama.…A proposed division of Aceh studies into branches modelled on the social sciences and humanities: Acehnese Philosophy, History, Sociology, Anthropology, Literature, Archaeology, Politics and the Study of Religion. Its object… TokohFigure Teuku Raja Muda Dharma Bentara Studi strategis, pertahanan, konflik, dan sumber daya alam.Strategic studies, defence, conflict and natural resources. NaskahText The Veranda of Mecca: Kepemimpinan, rekonstruksi, dan agenda ilmuThe Veranda of Mecca: Leadership, reconstruction and knowledge Empat bab menempatkan kepemimpinan, rekonstruksi, penggunaan konsep agama, dan agenda studi Aceh dalam satu masalah: siapa yang menentukan arah perubahan dan bahasa penjelasannya.These chapters join leadership, reconstruction, religious terminology and Aceh studies around a question of who sets the direction of change. NaskahText The Veranda of Mecca: peta 42 babThe Veranda of Mecca: a map of 42 chapters Peta seluruh 42 bab dalam tujuh bagian tentang identitas, rekonstruksi, religi, ekonomi politik, masyarakat, negara, dan dunia Melayu.A complete 42-chapter map across seven parts on identity, reconstruction, religion, political economy, society, the state and the Malay world. NaskahText Transformasi Kepemimpinan Aceh: peta lima kajian 2024Aceh Leadership Transformation: five studies from 2024 Peta seluruh lima bab mengenai Islam, masyarakat sipil, sumber daya alam, literasi digital, dan politik kemiskinan.A map of five chapters on Islam, civil society, natural resources, digital literacy and the politics of poverty. NaskahText Trilema Melayu Pattani: peta delapan bab dan epilogTrilema Melayu Pattani: eight chapters and an epilogue Peta pembacaan seluruh delapan bab dan epilog, dengan penghargaan atas asal gagasan dari forum Abdul Razak Panaemalee.A map of all eight chapters and the epilogue, crediting the originating exchange with Abdul Razak Panaemalee. NaskahText Trilema Pattani: sejarah, agama, dan identitas sebagai agenda penelitianThe Pattani trilemma as a research agenda Bab sintesis merumuskan hubungan sejarah, agama, dan identitas, sementara bab awal menonjolkan Melayu, Muslim, dan kewarganegaraan Thailand.The synthesis uses history, religion and identity, while the opening highlights Malayness, Islam and Thai citizenship.

0.5 Studi perbandingan: Aceh dan JawaComparative study: Aceh and Java

Aceh dibaca di depan cermin Jawa sebagai cara memahami keduanya dan keindonesiaan.Aceh read in the mirror of Java as a way to understand both, and Indonesia itself.

KonsepConcept Aceh dan Jawa sebagai cermin timbal balikAceh and Java as mutual mirrors Perbandingan Aceh dan Jawa berangkat dari pengamatan bahwa kedua suku bangsa ini telah berhubungan selama lebih dari seribu tahun, tetapi pandangan dunia keduanya jarang ditimbang berdampingan. Hubungan itu lazim digambarkan…The comparison of Aceh and Java starts from the observation that the two peoples have been in contact for more than a millennium, yet their worldviews have rarely been weighed… KonsepConcept Aceh Pungo dan Wong EdhanAceh Pungo and Wong Edhan Aceh Pungo, ‘Aceh gila’, adalah julukan kolonial bagi pejuang Aceh yang menyerang tanpa mempedulikan keselamatan diri demi mati syahid. Kegilaan ini dipahami sebagai pergeseran cara pandang: bayangan anak, istri, harta,…Aceh Pungo, 'mad Aceh', was the colonial label for Acehnese fighters who attacked heedless of their own safety for the sake of martyrdom. This madness is understood as a shift… KonsepConcept Acehnisasi dan Jawanisasi: menjadi Aceh, menjadi JawaAcehnisation and Javanisation: becoming Acehnese, becoming Javanese Merantau ke Jawa selama puluhan tahun menghasilkan perkawinan campur yang mengubah kampung-kampung di pesisir Aceh. Perempuan Jawa yang menikah dengan perantau Aceh dan menetap di kampung suaminya mengalami proses menjadi…Decades of migration to Java produced intermarriages that changed villages on the Acehnese coast. Javanese women who married Acehnese migrants and settled in their husbands' villages underwent a process of… KonsepConcept Dunia Aceh dan Dunia Jawa: kosmologi keselarasanThe Acehnese and Javanese worlds: cosmologies of harmony Baik orang Aceh maupun orang Jawa memandang hidup sebagai upaya menjaga keselarasan antara manusia dan alam, antara lahir dan batin. Di Jawa keselarasan itu dijaga melalui hierarki rohaniawan, raja, dan…Both the Acehnese and the Javanese see life as an effort to keep harmony between humans and nature, between the outer and the inner. In Java this harmony is kept… KonsepConcept Kebatinan-tasawuf dan kebatinan-KejawenSufi mysticism and Kejawen mysticism Perbandingan ini membedakan dua pola kebatinan: di Aceh kebatinan identik dengan tasawuf, sedangkan di Jawa dengan Kejawen yang berakar pada ajaran Hindu-Buddha. Pada abad ke-16 dan 17, tasawuf menjadi pagar…This comparison distinguishes two patterns of mysticism: in Aceh mysticism is identified with Sufism, in Java with Kejawen rooted in Hindu-Buddhist teaching. In the 16th and 17th centuries Sufism served… NaskahText Kisah Siyung Wanara dalam Babad Tanah JawiThe tale of Siyung Wanara in the Babad Tanah Jawi Kisah Siyung Wanara dalam Babad Tanah Jawi menceritakan seorang raja Pajajaran yang membunuh pertapa peramal, lalu ditimpa ramalan bahwa ia akan dijatuhkan oleh putranya sendiri. Dalam perbandingan Aceh–Jawa, kisah ini…The Siyung Wanara episode in the Babad Tanah Jawi tells of a Pajajaran king who kills a seer-hermit and is then overtaken by a prophecy that his own son will… KonsepConcept Kosmologi Aceh dan kosmologi JawaAcehnese and Javanese cosmologies Tafsir ini membaca relasi Aceh–Indonesia sebagai perjumpaan dua kosmologi: spirit Islam Aceh yang berubah menjadi spirit jihad, dan kosmologi Jawa yang cenderung menyerap kekuatan lain. Dialog Soekarno dengan Tgk. Daud…This interpretation reads Aceh–Indonesia relations as an encounter between two cosmologies: Aceh's Islamic spirit, recast as a spirit of jihad, and a Javanese cosmology inclined to absorb other forces. Sukarno's… KonsepConcept Merumuskan keindonesiaan dari perbandingan Jawa dan AcehDefining Indonesianness through the Java–Aceh comparison Perbandingan Jawa dan Aceh berujung pada tesis bahwa keindonesiaan dibentuk oleh pertarungan spirit, di mana Jawa menjadi poros negara sedangkan Aceh memberi garis demarkasi sejarah kebangsaan. Islam dicatat pernah menjadi…The Java–Aceh comparison culminates in the thesis that Indonesianness was shaped by a contest of spirits, in which Java became the axis of the state while Aceh supplied the demarcation… KonsepConcept Saman dan Campur Sari: batas penerimaan budayaSaman and Campur Sari: the limits of cultural borrowing Ketika tari Saman digemari di sekolah-sekolah Jawa dan Jakarta, orang Aceh menyambutnya sebagai kebanggaan, tetapi tidak membalas dengan mempelajari tari atau lagu Jawa. Pada masa ketegangan, siaran ketoprak dan lagu…When the Saman dance became popular in schools in Java and Jakarta, the Acehnese welcomed it with pride but did not reciprocate by learning Javanese dances or songs. In times… KonsepConcept Satrio Piningit, Ratu Adil, dan hidup dengan ramalanSatrio Piningit, Ratu Adil and living by prophecy Satrio Piningit (kesatria tersembunyi) dan Ratu Adil (raja adil) merupakan figur penyelamat dalam tradisi ramalan Jawa yang diyakini muncul setelah masa kemelut. Tafsir perbandingan Aceh–Jawa membaca kedua figur ini sebagai…Satrio Piningit (the hidden knight) and Ratu Adil (the Just King) are saviour figures of Javanese prophetic tradition, expected to appear after an age of turmoil. A comparative Aceh–Java reading… KonsepConcept Stereotip timbal balik: ‘Jawa’ di mata AcehMutual stereotypes: 'Java' in Acehnese eyes Dalam imajinasi Aceh, ‘Jawa’ sering melambangkan negara Indonesia sekaligus penakluk. Citra ini dibentuk oleh keterlibatan serdadu asal Jawa–Madura dalam tentara kolonial, pemberontakan daerah tahun 1950-an, transmigrasi Orde Baru, dan konflik…In the Acehnese imagination 'Java' often stands for the Indonesian state and for a conqueror. The image was shaped by Javanese–Madurese soldiers in the colonial army, the regional rebellions of… KonsepConcept Tujuh tipologi orang IndonesiaSeven typologies of the Indonesian Dari perbandingan Jawa dan Aceh disusun tujuh rumusan provokatif tentang siapa orang Indonesia. Rumusan itu mencakup pemahaman atas kosmologi Jawa sebagai sendi negara, orientasi mempertahankan ketimbang mengisi kemerdekaan, lintasan desa–kota–desa,…From the Java–Aceh comparison come seven provocative propositions about who the Indonesian is. They include understanding Javanese cosmology as the state’s foundation, an orientation to defending rather than filling independence,… KonsepConcept Wali Songo dan Habib Seunagan: membalik arah islamisasiThe Nine Saints and the Habib Seunagan: reversing the direction of Islamisation Habib Seunagan mengklaim leluhur dari Wali Songo, para wali yang dipercaya mengislamkan Jawa pada abad ke-15 dan ke-16. Klaim ini, yang dikembangkan Habib Muda sejak Darul Islam, membalik arah kronotop…The Habib Seunagan claim descent from the Wali Songo, the saints believed to have Islamised Java in the fifteenth and sixteenth centuries. The claim, developed by Habib Muda from the…

0.6 Konstruksi ilmu sosial & humanioraConstructing the social sciences & humanities

Teori sosial, pendekatan antropologi, dan paradigma integrasi ilmu yang ditata ulang untuk membaca Aceh.Social theory, anthropological approaches and paradigms of integrated knowledge, rearranged to read Aceh.

PeristiwaEvent ‘Distingsi’ dan ‘menyinari’: peralihan IAIN menjadi UIN Ar-Raniry (2013)‘Distinction’ and ‘illumination’: the conversion of IAIN into UIN Ar-Raniry (2013) Pada 1 Oktober 2013 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani perubahan IAIN Ar-Raniry menjadi UIN Ar-Raniry, bertepatan dengan peringatan 50 tahun kampus itu. Peralihan ini memunculkan pertanyaan paling krusial: paradigma keilmuan…On 1 October 2013 President Susilo Bambang Yudhoyono signed the conversion of IAIN Ar-Raniry into UIN Ar-Raniry, coinciding with the institution's fiftieth anniversary. The change raised the most pressing question:… KonsepConcept Antropologi Islam dan posisi penelitiThe anthropology of Islam and the researcher's position Ketika Islam menjadi objek antropologi, muncul dua persoalan mendasar: apa sebenarnya yang dikaji, dan siapa yang berwenang mengkajinya. Ronald Lukens-Bull menunjuk masalah definisi: praktik lokal, teks dan standar universal, atau…When Islam becomes the object of anthropology, two basic problems arise: what exactly is being studied, and who is qualified to study it. Ronald Lukens-Bull points to the problem of… KonsepConcept Cermin retak: filsafat dan sejarah sebagai cermin kesadaranThe broken mirror: philosophy and history as mirrors of consciousness Filsafat dan sejarah ditempatkan sebagai cermin bagi studi Aceh, karena keduanya menyingkap hubungan antara pemikiran, konsep, dan kesadaran diri suatu bangsa. Metafora pokoknya adalah cermin yang retak: orang Aceh ingin…Philosophy and history serve as mirrors for Aceh studies, since both reveal the relationship between a people's thought, concepts and self-consciousness. The central metaphor is a broken mirror: the Acehnese… KonsepConcept Dari spirit ke aksi: tangga pembentukan ilmuFrom spirit to action: the ladder of knowledge formation Studi Aceh merumuskan bahwa fondasi setiap ilmu bergantung pada spirit yang melatarinya. Spirit itu mula-mula mewujud sebagai ide-ide abstrak, kemudian diolah menjadi gagasan filosofis, dan baru sesudahnya menjadi bahan tindakan…Aceh studies holds that the foundation of any science depends on the spirit behind it. That spirit first takes shape as abstract ideas, is then worked into philosophical concepts, and… KonsepConcept Empat dimensi meta-teori dalam kajian Islam NusantaraFour metatheoretical dimensions in studying Islam Nusantara Tabel meta-teori membedakan orientasi internal-intelektual, internal-sosial, eksternal-intelektual, dan eksternal-sosial. Ia membantu memisahkan persoalan gagasan, kelompok, teori, dan kebijakan.The metatheoretical table distinguishes internal-intellectual, internal-social, external-intellectual and external-social orientations, separating ideas, groups, theories and policy contexts. KonsepConcept Enam tingkat berpikir dan level frikatif yang ‘diam’Six levels of thinking and the ‘silent’ fricative level Paradigma frikatifisasi ilmu membedakan lima tingkat berpikir ilmiah, yaitu deskriptif, eksplanatif, diskursif, interpretif, dan implikatif, lalu menempatkan level frikatif sebagai puncaknya. Level puncak ini ditandai keadaan ‘diam’, yakni ketika jiwa…The fricativization paradigm distinguishes five levels of scholarly thinking (descriptive, explanatory, discursive, interpretive and implicative) and places the fricative level at the summit. This summit is marked by ‘silence’: the… KonsepConcept Interkoneksi, reintegrasi, dan islamisasi: akar metafisika tiga paradigmaInterconnection, reintegration and Islamisation: the metaphysical roots of three paradigms Studi Islam di Indonesia dan Malaysia mengenal tiga paradigma keilmuan: interkoneksi yang dikembangkan M. Amin Abdullah, reintegrasi yang dikembangkan Azyumardi Azra, dan islamisasi yang dikembangkan Syed Muhammad Naquib al-Attas. Masing-masing…Islamic studies in Indonesia and Malaysia recognise three knowledge paradigms: interconnection, developed by M. Amin Abdullah; reintegration, developed by Azyumardi Azra; and Islamisation, developed by Syed Muhammad Naquib al-Attas. Each… TokohFigure Ismā‘īl al-Fārūqī dan kerangka Islamisasi Ilmu IIITIsmail al-Faruqi and the IIIT Islamization of Knowledge framework Ismā‘īl al-Fārūqī adalah sarjana yang menggerakkan gagasan Islamisasi Ilmu Pengetahuan di tingkat internasional melalui International Institute of Islamic Thought (IIIT) pada 1981. IIIT merancang epistemologi dan langkah-langkah Islamisasi, dan disebut…Ismail al-Faruqi was the scholar who drove the Islamization of Knowledge internationally through the International Institute of Islamic Thought (IIIT), founded in 1981. IIIT designed the epistemology and steps of… NaskahText Konsep Keilmuan Acehnologi: membaca bagan sumberThe Concept of Acehnologi: reading the source diagrams Presentasi KBA menghubungkan spirit, nilai, kepercayaan, dan intelektual dengan tindakan, budaya, ritual, dan paradigma. Bagan ini membantu menguji kesesuaian penempatan kajian dalam peta Acehnologi.KBA’s presentation connects spirit, values, beliefs and intellect with action, culture, ritual and paradigms. Its diagrams help assess where studies belong in the Acehnologi map. KonsepConcept Kosmologi lokal dan pusat-pusat kosmik AcehLocal cosmos and Aceh's cosmic centres Menjadikan Aceh pusat pemahaman berarti menggali pusat-pusat kekuatan kosmik yang menjadi sumbu identitasnya, atau local cosmos. Penelusurannya bergerak dari titik-titik kekuasaan, seperti Samudera Pasai, Kerajaan Linge, dan Aceh Darussalam, ke…Making Aceh the centre of understanding means excavating the centres of cosmic power that form the axis of its identity, its local cosmos. The search moves from seats of power… KonsepConcept Matriks spirit: nilai, kepercayaan, dan intelektualThe spirit matrix: values, beliefs and intellect Bagan spirit menempatkan tiga kolom yang menautkan nilai, kepercayaan, dan intelektual dengan ranah etika, makna, nalar, tindakan, serta paradigma.The spirit diagram places values, beliefs and intellect in three columns connecting ethics, meaning, reasoning, action and paradigms. KonsepConcept Nilai, Keyakinan, dan Intelektual (NKI): spirit sebagai standar masyarakatValues, Belief and Intellect (NKI): spirit as a society's standard NKI, singkatan dari Nilai, Keyakinan, dan Intelektual, adalah usulan kerangka untuk memetakan bagaimana spirit suatu masyarakat diturunkan menjadi standar atau tatanan hidup. Gagasannya, sesuatu yang metafisik memiliki proses tersendiri untuk…NKI, short for Nilai, Keyakinan, Intelektual (Values, Belief, Intellect), is a proposed framework for mapping how a society's spirit is translated into standards or social order. Its premise is that… KonsepConcept Paradigma Frikatifisasi IlmuThe Knowledge Fricativization Paradigm Frikatifisasi Ilmu adalah paradigma keilmuan yang ditawarkan sebagai akar filosofis UIN Ar-Raniry. Istilahnya diturunkan dari ‘fricative’, bunyi yang dihasilkan dengan menghembuskan udara melalui celah sempit sebelum huruf terdengar. Maknanya: ilmu…Knowledge Fricativization (Frikatifisasi Ilmu) is a paradigm of knowledge proposed as the philosophical root of UIN Ar-Raniry. The term derives from ‘fricative’, a sound produced by pushing air through a… KonsepConcept RDEDII: Re-search, Describe, Explain, Discourse, Interpretation, Implication RDEDII adalah urutan proses teoretisasi ilmu dalam paradigma frikatifisasi ilmu: re-search, describe, explain, discourse, interpretation, dan implication. Setiap tahap memiliki dimensi ontologis (apa), epistemologis (bagaimana), dan aksiologis (kegunaan). Penelitian yang…RDEDII is the sequence of theorisation in the fricativization paradigm: re-search, describe, explain, discourse, interpretation and implication. Each stage has an ontological (what), epistemological (how) and axiological (purpose) dimension. Sound… KonsepConcept Siklus ilmu dalam frikatifisasi: Allah, alam, fenomena, pengalaman, teksThe cycle of knowledge in fricativization: God, nature, phenomena, experience, text Paradigma frikatifisasi ilmu menggambarkan siklus pengetahuan dalam tiga tahap. Pada tahap pertama, seluruh bangunan ilmu dimulai dan diakhiri oleh Allah, yang menciptakan alam dengan ilmu-Nya agar dikenali, sementara manusia memahami…The fricativization paradigm depicts the cycle of knowledge in three stages. In the first, the whole edifice of knowledge begins and ends with God, who created nature through His knowledge…