Landasan keilmuanFoundation
Studi Aceh sebagai IlmuAceh Studies as a Discipline
Landasan ini menjawab pertanyaan paling awal: mengapa Aceh perlu dikaji sebagai satu disiplin ilmu, bukan sekadar bab dalam studi Asia Tenggara, studi Indonesia, atau studi Melayu. Selama berabad-abad Aceh menjadi objek kajian, dari laporan kolonial hingga riset pascatsunami, tetapi jarang menjadi subjek yang merumuskan cara pandangnya sendiri. Di sini dibahas pergeseran dari objek ke subjek ilmu, kritik terhadap kolonisasi ilmu sosial, upaya mengangkat pengetahuan lokal ke ranah teori, sejarah kesarjanaan tentang Aceh, serta metodologi dan kurikulum yang memungkinkan ilmu ini diajarkan. Landasan ini juga memuat konstruksi ilmu sosial dan humaniora, yaitu teori sosial, pendekatan antropologi, paradigma Islamisasi dan integrasi ilmu, yang dipinjam lalu ditata ulang untuk membaca Aceh dari dalam. Seluruh bidang lain berdiri di atas landasan ini.
This foundation answers the very first question: why Aceh should be studied as a discipline in its own right rather than as a chapter within Southeast Asian, Indonesian or Malay studies. For centuries Aceh has been an object of study, from colonial reports to post-tsunami research, yet rarely a subject that articulates its own way of seeing. This field covers the shift from object to subject of knowledge, the critique of colonised social science, the effort to raise local knowledge to the level of theory, the history of scholarship on Aceh, and the methodology and curriculum that allow the discipline to be taught. It also holds the construction of the social sciences and humanities, social theory, anthropological approaches, and paradigms of the Islamisation and integration of knowledge, borrowed and then rearranged in order to read Aceh from within. Every other field rests on this foundation.
Lihat posisinya dalam peta filosofisSee its place in the philosophical map →
0.1 Aceh sebagai bidang keilmuanAceh as a field of knowledge
Alasan, tujuan, dan arah Aceh sebagai bidang ilmu yang berdiri sendiri.The rationale, aims and direction of Aceh as a field of knowledge in its own right.
0.2 Dekolonisasi ilmu & pengetahuan lokalDecolonising knowledge & local knowledge
Kritik terhadap ilmu sosial yang Eropa- dan Amerika-sentris serta upaya menjadikan pengetahuan lokal sebagai teori.A critique of Euro- and America-centric social science and the effort to turn local knowledge into theory.
0.3 Kesarjanaan, studi kawasan & historiografi tentang AcehScholarship, area studies & writing on Aceh
Sejarah kesarjanaan tentang Aceh, dari Snouck Hurgronje hingga studi kawasan mutakhir.The history of scholarship on Aceh, from Snouck Hurgronje to recent area studies.
0.4 Metodologi & kurikulum studi AcehMethodology & curriculum of Aceh studies
Metode penelitian, tahapan penalaran, dan kurikulum untuk mengajarkan studi Aceh.Research methods, stages of reasoning, and a curriculum for teaching Aceh studies.
0.5 Studi perbandingan: Aceh dan JawaComparative study: Aceh and Java
Aceh dibaca di depan cermin Jawa sebagai cara memahami keduanya dan keindonesiaan.Aceh read in the mirror of Java as a way to understand both, and Indonesia itself.
0.6 Konstruksi ilmu sosial & humanioraConstructing the social sciences & humanities
Teori sosial, pendekatan antropologi, dan paradigma integrasi ilmu yang ditata ulang untuk membaca Aceh.Social theory, anthropological approaches and paradigms of integrated knowledge, rearranged to read Aceh.