Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

TemaTheme · Studi Aceh sebagai IlmuAceh Studies as a Discipline

Dekolonisasi ilmu & pengetahuan lokalDecolonising knowledge & local knowledge

Kritik terhadap ilmu sosial yang Eropa- dan Amerika-sentris serta upaya menjadikan pengetahuan lokal sebagai teori.A critique of Euro- and America-centric social science and the effort to turn local knowledge into theory.

Lihat posisinya dalam peta filosofisSee its place in the philosophical map →

TokohFigure Christiaan Snouck Hurgronje dan genealogi orientalisme LeidenChristiaan Snouck Hurgronje and the genealogy of Leiden orientalism Christiaan Snouck Hurgronje adalah orientalis Belanda yang dikenang orang Aceh sebagai ‘si Snouck’ dan di Eropa sebagai profesor yang berjasa meneguhkan antropologi agama. Memahaminya menuntut pembacaan atas tiga kawasan: Belanda,…Christiaan Snouck Hurgronje was the Dutch orientalist remembered in Aceh as ‘si Snouck’ and in Europe as a professor who helped establish the anthropology of religion. Understanding him requires reading… KonsepConcept Destrukturisasi masyarakat Aceh: kuasa dikontrol, spirit ilmu dibiarkanThe destructuring of Acehnese society: power controlled, the spirit of learning left alive Tesis ini menyatakan bahwa masyarakat Aceh mengalami destrukturisasi budaya dan sosial-politik. Kolonialisme Belanda menghancurkan sistem kesultanan dan mempertentangkan adat dengan hukum Islam, sedangkan penggabungan ke dalam Republik membawa falsafah kebangsaan…This thesis holds that Acehnese society underwent cultural and socio-political destructuring. Dutch colonialism destroyed the sultanate and set custom against Islamic law, while incorporation into the Republic brought a national… KonsepConcept Enam langkah frikatifisasi ilmu dan tiga serangkai ulama AcehSix steps of knowledge fricativization and Aceh's three great ulama Penerapan paradigma frikatifisasi ilmu di UIN Ar-Raniry dirumuskan dalam enam langkah yang bertumpu pada ‘tiga serangkai’ Nuruddin ar-Raniry, ‘Abd al-Ra’uf al-Singkili, dan Hamzah Fansuri. Analogi yang dipakai adalah Barat, yang…The application of the fricativization paradigm at UIN Ar-Raniry is set out in six steps grounded in the ‘three great’ ulama: Nuruddin al-Raniri, ‘Abd al-Ra’uf al-Singkili and Hamzah Fansuri. The… KonsepConcept Hierarki sumber Barat dan sumber lokalThe hierarchy of Western and local sources Hierarki sumber adalah kecenderungan dalam kesarjanaan kolonial untuk menempatkan sumber Barat di atas sumber pribumi ketika keduanya bertentangan. Claude Guillot menunjukkan contohnya dalam disertasi Hoesein Djajadiningrat: sumber Barat dipilih, padahal…The hierarchy of sources is the tendency in colonial scholarship to rank Western sources above indigenous ones when the two conflict. Claude Guillot showed an example in Hoesein Djajadiningrat’s dissertation:… KonsepConcept Keilmuan di era kedatangan penjajah BelandaKnowledge in the era of Dutch colonial arrival Lapis ketiga ditandai oleh masuknya Aceh ke dalam proyek pengetahuan kolonial. Perang, administrasi, dan ilmu berjalan bersamaan: orientalis, filolog, epigraf, dan juru foto memetakan bahasa, adat, agama, dan makam Aceh,…The third layer is marked by Aceh’s entry into the colonial knowledge project. War, administration and scholarship moved together: orientalists, philologists, epigraphers and photographers mapped Aceh’s language, adat, religion and… KonsepConcept Kolonisasi ilmu sosial dan ‘Americanised intelligence’The colonisation of social science and ‘Americanised intelligence’ Kritik ini menyatakan bahwa ilmu sosial yang diajarkan di perguruan tinggi Indonesia adalah ilmu sosial Amerika dan Eropa yang membawa nilai serta bias masyarakat asalnya. Istilah ‘Americanised intelligence’ dipinjam dari…This critique holds that the social science taught in Indonesian universities is American and European social science carrying the values and biases of its home societies. The phrase ‘Americanised intelligence’… KonsepConcept Kritik atas 'kotak ketimuran' dalam pembidangan ilmuA critique of the 'Eastern box' in the classification of knowledge Ketika istilah 'ilmu sejarah Aceh', 'sosiologi Aceh', atau 'filsafat Aceh' dimunculkan, muncul keraguan karena disiplin ilmu sosial dan humaniora lahir dalam tradisi Eropa. Studi Aceh menjawab bahwa pembagian ilmu menurut…When terms such as 'Acehnese history', 'Acehnese sociology' or 'Acehnese philosophy' are proposed, doubts arise because the social sciences and humanities were born in a European tradition. Aceh studies replies… KonsepConcept Pendekatan orientalis dalam studi AcehThe orientalist approach in Aceh studies Pendekatan orientalis adalah tradisi kajian kolonial yang memahami Aceh melalui filologi, epigrafi, leksikografi, dan etnografi, sering kali untuk kepentingan pemerintahan. Ia mewariskan data dan metode yang kaya, tetapi juga hierarki…The orientalist approach is the colonial tradition of scholarship that understood Aceh through philology, epigraphy, lexicography and ethnography, often in the service of government. It bequeathed rich data and methods,… KonsepConcept Pengetahuan lokal: terikat bahasa, tradisi, dan nilaiLocal knowledge: bound by language, tradition and values Studi Aceh memosisikan diri sebagai upaya menjadikan pengetahuan lokal ranah teoretisasi ilmu. Rujukannya adalah rumusan Hans-Dieter Evers dan Solvay Gerke bahwa pengetahuan pribumi terikat pada bahasa, tradisi, dan nilai suatu…Aceh studies presents itself as an effort to make local knowledge a domain of theory-building. Its reference point is Hans-Dieter Evers and Solvay Gerke's statement that indigenous knowledge is bound… KonsepConcept Peuturi droe: kajian diri dalam tradisi intelektual AcehPeuturi droe: the study of the self in Acehnese intellectual tradition Peuturi droe, 'kenal diri', adalah istilah Aceh untuk proses belajar yang dimulai dari memahami diri sendiri hingga membuat orang lain memahami dirinya. Studi Aceh menyandingkannya dengan konsep self-awareness dan self-determination…Peuturi droe, 'knowing oneself', is the Acehnese term for a learning process that begins with understanding oneself and extends to helping others understand themselves. Aceh studies sets it beside the… KonsepConcept Politik pengetahuan kolonial dalam relasi guru dan muridColonial knowledge politics in teacher–student relations Konsep ini membaca relasi antara sarjana Eropa dan murid pribumi sebagai mekanisme produksi, validasi, dan sirkulasi pengetahuan kolonial. Kasus Snouck Hurgronje dan Hoesein Djajadiningrat memperlihatkan bahwa relasi itu dipelihara bukan…The concept reads relations between European scholars and indigenous students as a mechanism for producing, validating and circulating colonial knowledge. The case of Snouck Hurgronje and Hoesein Djajadiningrat shows that… KonsepConcept Riset asing dan dunia ulama AcehForeign research and the world of the Acehnese ulama Kajian tentang ulama Aceh, terutama era kontemporer, hampir seluruhnya dihasilkan sarjana lokal dan nasional; sarjana asing terkemuka seperti Anthony Reid dan Edward Aspinall tidak membedah dunia keulamaan secara khusus. Snouck…Studies of Acehnese ulama, especially of the contemporary era, have been produced almost entirely by local and national scholars; leading foreign scholars such as Anthony Reid and Edward Aspinall have… KonsepConcept Sarjana lokal dan peneliti tamu: relasi kuasa dalam riset tentang AcehLocal scholars and visiting researchers: power relations in research on Aceh Pengamatan kritis ini menyoroti ketimpangan antara ‘sarjana lokal’ dan ‘sarjana internasional’ dalam penelitian tentang Aceh. Sarjana lokal kerap diremehkan dan diposisikan sebagai sopir, asisten riset, atau penerjemah, sementara peneliti tamu…This critical observation highlights the imbalance between ‘local scholars’ and ‘international scholars’ in research on Aceh. Local scholars are often belittled and cast as drivers, research assistants or interpreters, while… KonsepConcept Studi subaltern dan akar pascakolonial kajian AcehSubaltern studies and the postcolonial roots of Aceh studies Telaah sekunder atas bidang studi Aceh membaca gagasan menjadikan Aceh disiplin tersendiri sebagai respons akademisi ‘subaltern’ terhadap dunia pascakolonial. Bidang ini dipandang lahir dari kemandekan pengetahuan pascakonflik dan pascatsunami, munculnya…Secondary assessments of Aceh studies read the idea of turning Aceh into a discipline of its own as a response by ‘subaltern’ academics to the postcolonial world. The field is…

← Semua tema dalam bidang iniAll themes in this field