TemaTheme · Antropologi AcehAcehnese Anthropology
Adat AcehAcehnese adat
Adat sebagai basis kehidupan sosial: sistem perkauman, gampong dan mukim, konsep harta seperti baynah, serta tradisi seperti meugang dan kenduri.Adat as the basis of social life: kin-community organisation, gampong and mukim, concepts of wealth such as baynah, and traditions such as meugang and kenduri.
Lihat posisinya dalam peta filosofisSee its place in the philosophical map →
KonsepConcept ‘Bapak keuchik, ibu teungku’: Snouck dan peminggiran otoritas ulama‘Father keuchik, mother teungku’: Snouck and the marginalisation of ulama authority
Dalam De Atjehers, Snouck Hurgronje menggambarkan gampong sebagai rumah tangga dengan keuchik sebagai ‘bapak’ yang memelihara adat dan teungku meunasah sebagai ‘ibu’ yang lebih banyak hadir sebagai kehormatan. Ia menafsirkan…In De Atjehers Snouck Hurgronje pictured the village as a household with the keuchik as ‘father’ upholding adat and the teungku meunasah as ‘mother’, present mostly as an honorary figure.…
KonsepConcept Adat bak Po Teumeureuhom, Hukom bak Syiah Kuala
Ungkapan ‘Adat bak Po Teumeureuhom, Hukom bak Syiah Kuala, Qanun bak Putroe Phang, Reusam bak Laksamana merangkum kosmologi tata kelola Kesultanan Aceh. Adat merujuk pada hukum pemerintahan kesultanan, hukom pada…The saying ‘Adat bak Po Teumeureuhom, Hukom bak Syiah Kuala, Qanun bak Putroe Phang, Reusam bak Laksamana’ distils the governing cosmology of the Acehnese sultanate. Adat refers to the sultanate's…
KonsepConcept Adat bak Po Teumeureuhom: adat sebagai sistem pemerintahanAdat bak Po Teumeureuhom: adat as a system of government
Ungkapan adat bak po teumeureuhom, hukom bak syiah kuala, qanun bak putroe phang, reusam bak bentara adalah kaidah yang paling sering dikutip dalam diskusi tentang adat Aceh. Analisis ini menekankan…The saying adat bak po teumeureuhom, hukom bak syiah kuala, qanun bak putroe phang, reusam bak bentara is the maxim most often cited in discussions of Acehnese adat. This analysis…
KonsepConcept Adat La’ôtAdat Laot (customary law of the sea)
Adat La’ôt adalah seperangkat aturan adat yang mengatur kehidupan nelayan Aceh, dijaga dan dijalankan oleh Panglima La’ôt. Cakupannya meliputi penyelesaian sengketa antarnelayan, hari pantang melaut, dan pelaksanaan Khanduri La’ôt. Para…The Adat Laot is the body of customary rules governing the lives of Acehnese fishers, upheld and administered by the Panglima Laot. Its scope covers settling disputes between fishers, days…
KonsepConcept Endatu dan reusamEndatu and reusam
Endatu adalah sebutan orang Aceh bagi leluhur, yaitu generasi awal yang datang dari berbagai kawasan dengan tujuan dakwah sekaligus perdagangan. Warisan mereka dikenal sebagai reusam, yakni adat istiadat yang dijalankan…Endatu is the Acehnese term for the ancestors, the early generations who arrived from many regions with both religious and commercial aims. Their legacy is reusam, the body of custom…
KonsepConcept Gelar ampon, cut, teuku, dan teungku: makna sosial yang memudarThe titles ampon, cut, teuku and teungku: fading social meanings
Dalam tradisi Aceh, gelar seperti ampon, cut, dan teuku melekat pada lapisan bangsawan yang disegani, sedangkan teungku diberikan kepada mereka yang ‘memanggul kitab’ di dayah. Karena dahulu gelar dilekatkan pada…In Acehnese tradition titles such as ampon, cut and teuku belonged to respected aristocratic strata, while teungku was given to those who ‘carried the kitab’ in the dayah. Because titles…
KonsepConcept Genealogi islamisasi Nagan RayaGenealogies of Islamisation in Nagan Raya
Di Nagan Raya warga mengelompokkan sesama Muslim tidak hanya menurut sikap terhadap pembaruan, tetapi juga menurut hubungan silsilah dengan tokoh-tokoh masa islamisasi, seperti Habib Abdurrahim dan para autad-nya. Silsilah semacam…In Nagan Raya people group fellow Muslims not only by their stance on reform but also by genealogical ties to figures of the period of Islamisation, such as Habib Abdurrahim…
KonsepConcept Jak beut, intat beut, dan seumeubeut dalam kajian MananJak beut, intat beut and seumeubeut in Manan’s study
Tiga istilah menghubungkan perjalanan belajar, pengantaran anak, dan penyelenggaraan pengajian dengan hubungan sosial serta ritus.Three terms connect attending lessons, accompanying children and conducting religious learning with social relations and ritual.
NaskahText Laporan tahunan Teuku Azman (1962) dan adat yang ‘bersumber pada Islam’Teuku Azman’s annual report (1962) and an adat ‘rooted in Islam’
Pada November 1962, enam bulan setelah Daud Beureueh turun gunung, kepala Kecamatan Seunagan Teuku Azman, seorang uleebalang dan menantu Habib Muda, menyusun laporan tahunan birokratis yang memuat klaim luar biasa.…In November 1962, six months after Daud Beureueh came down from the hills, the head of the Seunagan sub-district, Teuku Azman, an uleebalang and son-in-law of Habib Muda, filed a…
TradisiTradition Mahar dan pesta pernikahan di era media sosialBride-price and weddings in the social-media era
Mahar, yang dalam adat Aceh lazim ditakar dengan emas dalam satuan mayam, menjadi simpul perdebatan keluarga kontemporer. Besaran mahar kini dibicarakan secara terbuka, dijadikan bahan nyinyiran dan meme di media…The bride-price (mahar), customarily measured in Aceh in gold by the mayam, has become a node of contemporary family debate. Its amount is now discussed openly, mocked and turned into…
LembagaInstitution Majelis Adat Aceh dan tiga belas lembaga adatThe Aceh Customary Council and the thirteen customary institutions
Qanun No. 10 Tahun 2008 menetapkan tiga belas lembaga adat di Aceh, mulai dari Majelis Adat Aceh (MAA) hingga syahbandar, di bawah pembinaan Wali Nanggroe melalui MAA. Upaya ini merupakan…Qanun No. 10 of 2008 recognises thirteen customary institutions in Aceh, from the Aceh Customary Council (MAA) to the harbour master (syahbandar), all under the oversight of the Wali Nanggroe…
LembagaInstitution Mukim dan sistem perkauman: dari keluarga ke federasi gampongMukim and the kin-community system: from family to federation of villages
Sistem perkauman Aceh tersusun dari keluarga inti, gampong, hingga mukim yang memimpin beberapa gampong. Mukim berperan sebagai pengembang hukum adat sekaligus pemerintahan resmi, dibantu geuchik, tuha peut, dan tuha lapan.…Acehnese community organisation runs from the nuclear family to the gampong and up to the mukim, which leads several gampong. The mukim served as developer of customary law and as…
TradisiTradition Nikah siri, nikah kontrak, dan ‘kadhi liar’Siri marriage, contract marriage and ‘unlicensed kadhi’
Nikah siri, yakni pernikahan yang sah menurut sebagian pandangan fikih tetapi tidak dicatat negara, menjadi salah satu simpul persoalan keluarga di Aceh. Di sekitarnya berkembang wacana tentang ‘simpanan pejabat’, praktik…Siri marriage, a union considered valid by some fiqh views but not registered by the state, is one node of Aceh's family issues. Around it circulate discourses about officials' ‘kept…
LembagaInstitution Panglima La’ôtPanglima Laot
Panglima La’ôt adalah lembaga adat yang kini dikenal sebagai pemimpin masyarakat nelayan dan penjaga Adat La’ôt. Bukti sejarah menunjukkan bahwa pada masa kesultanan lembaga ini merupakan aparatur resmi kerajaan yang…Panglima Laot is a customary institution now known as the leader of fishing communities and guardian of the Adat Laot, the customary law of the sea. Historical evidence indicates that…
LembagaInstitution Panglima La’ôt Aceh (PLA)Panglima Laot Aceh (PLA)
Panglima La’ôt Aceh adalah organisasi adat tingkat provinsi yang menghimpun Panglima La’ôt Lhok dan Kabupaten. Kebangkitannya berawal dari kasus penahanan kapal-kapal Thailand, ketika hasil lelangnya diperjuangkan untuk nelayan Aceh dan…Panglima Laot Aceh is the provincial customary organisation that brings together the subdistrict (lhok) and district Panglima Laot. Its revival began with the seizure of Thai fishing boats, when proceeds…
NaskahText Panglima Laot: kajian sejarah dan etnografi KBA 2017Panglima Laot: KBA’s 2017 historical and ethnographic study
Artikel mempertemukan sejarah jabatan pelabuhan dengan pengalaman komunitas nelayan dan pembentukan kembali kelembagaan adat.The article relates port-office history to fishing communities and the reconstruction of adat institutions.
TradisiTradition Pantang melaut pada hari JumatThe Friday ban on going to sea
Larangan melaut pada hari Jumat adalah aturan Adat La’ôt yang paling dikenal nelayan Aceh. Pelanggarnya dapat dikenai sanksi oleh Panglima La’ôt berupa kewajiban menyembelih seekor kambing. Penafsirannya beragam, dari larangan…The ban on going to sea on Fridays is the best-known rule of the Adat Laot among Acehnese fishers. Violators can be penalised by the Panglima Laot with the obligation…
TradisiTradition Qanun bak Putroe Phang dan pembagian peran dalam kenduriQanun bak Putroe Phang and the gendered division of feast work
Upacara kerakyatan yang sarat simbol budaya di Aceh dikaitkan dengan qanun bak Putroe Phang, tokoh perempuan yang melambangkan urusan kaum perempuan. Dalam pesta, perempuan mengurus peusijuek, pet ranup, dan penyambutan…Popular ceremonies rich in cultural symbolism are linked in Aceh to qanun bak Putroe Phang, a female figure who stands for women’s affairs. At feasts women handle peusijuek (blessing rite),…
TradisiTradition Sapi, baynah, dan meugangCattle, baynah and meugang
Sapi menempati posisi istimewa dalam masyarakat Aceh, sehingga harga dagingnya termasuk yang paling mahal dan pasokannya kerap didatangkan dari luar menjelang Ramadan dan hari raya. Tiga penjelasan diajukan: daging sebagai…Cattle hold a special place in Acehnese society, so that beef prices are among the highest anywhere and supply often has to be brought in from outside before Ramadan and…
NaskahText Tanah bagi orang Aceh: konsep, harta, dan keharmonisanLand among the Acehnese: concepts, wealth and harmony
Presentasi KBA menautkan tanoh dengan Po Tala, tanggung jawab komunal, wakaf, lapisan lanskap, serta hubungan manusia dengan alam, Tuhan, dan sesama.KBA’s presentation connects tanoh with Po Tala, collective responsibility, waqf, landscape layers and relations among people, nature and God.
KonsepConcept Tanah sebagai arena sosial dan harta keluargaLand as a social arena and family wealth
Tanah menghubungkan warisan keluarga, norma komunitas, pendidikan, pasar, masjid, dan aliansi sosial. Harta dibaca bersama kewajiban menjaga kehidupan bersama.Land connects inheritance, community norms, education, markets, mosques and social alliances. Wealth is read together with obligations to communal life.
NaskahText Teurimong jame: membaca bagan penerimaan tamuTeurimong jame: reading the guest-reception diagram
Presentasi membedakan hubungan dengan tamu, ruang penerimaan, dan lama tinggal dalam kehidupan rumah tangga.The presentation differentiates guest relationships, reception spaces and lengths of stay in household life.