Pengakuan Parmalim: melampaui toleransi simbolikRecognising Parmalim: beyond symbolic tolerance
Argumen penelitian terbit 2023
Pohan membedakan penerimaan sosial dengan kemampuan komunitas mendefinisikan diri dan menjalankan praktiknya.
Pohan distinguishes social acceptance from a community’s capacity for self-definition and religious practice.
Artikel menafsirkan hegemoni melalui kategori agama dan budaya, akses pendidikan, serta tekanan menyesuaikan identitas. Pilihan sebagian anggota keluarga untuk berpindah agama tidak dijadikan bukti bahwa seluruh komunitas mempunyai pengalaman atau kehendak yang sama.
Kesimpulan sumber mengusulkan perhatian pada pendidikan, praktik ritual, dan suara komunitas. Dalam peta Acehnologi, ini memperluas kajian perbatasan dari konflik dua agama menuju kelompok yang kurang terlihat. Entri ini menyajikan argumen penelitian; ia tidak menetapkan status hukum terkini atau menganggap seluruh pemuka agama menjalankan tekanan yang seragam.
Rujukan: Pohan, Zulfikar Riza Hariz. 2023. “Parmalim and Contemporary Hegemony of the World Religion’s Missionary Agenda in Aceh Singkil.” Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya 8(1): 69–76. DOI: 10.15575/jw.v8i1.11928. Hlm. 72–75.
The article interprets hegemony through religion–culture categories, educational access and pressure to adjust identity. Conversion choices within some families do not establish a uniform experience or preference across the community.
Its conclusion foregrounds education, ritual practice and community voices. For Acehnologi this broadens borderland inquiry beyond two-religion conflict to less visible groups. The entry presents a research argument, not a current legal determination or a claim that all religious leaders exert identical pressures.
Reference: Pohan, Zulfikar Riza Hariz. 2023. “Parmalim and Contemporary Hegemony of the World Religion’s Missionary Agenda in Aceh Singkil.” Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya 8(1): 69–76. DOI: 10.15575/jw.v8i1.11928. Hlm. 72–75.
Posisi dalam kerangkaPlace in the framework
Tokoh, lembaga, dan konsep yang paling dekat dengan entri ini, beserta sifat hubungannya.The figures, institutions and concepts closest to this entry, and how they relate to it.
Pertanyaan reflektifReflective question
Bukti apa yang memperkuat atau membatasi penafsiran sumber ini?What evidence supports or limits this source’s interpretation?
Kutip entri ini:Cite this entry: “Pengakuan Parmalim: melampaui toleransi simbolik”, Acehnologi — Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway, https://acehnologi.com/entri/parmalim-pengakuan-dan-suara-komunitas/