BidangField 02
Islam & UlamaIslam & Scholars
Jaringan ulama, pengaruh Persia dan Syi‘ah, ibadah haji, fikih lokal, dan syariat sebagai tradisi hidup yang menjadikan Aceh dikenal sebagai Serambi Mekkah.Scholarly networks, Persian and Shi‘a influence, the hajj, local jurisprudence, and sharia as a living tradition that made Aceh known as the Verandah of Mecca.
2.1 Fikih lokal di Asia TenggaraLocalised fiqh in Southeast Asia
KonsepConcept Fiqh IndonesiaFiqh Indonesia (Indonesian fiqh)
Fiqh Indonesia adalah gagasan pembaruan hukum Islam yang dipelopori Tgk. Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, yakni fikih yang ditetapkan sesuai kepribadian dan karakter bangsa Indonesia. Gagasan ini bertumpu pada pembedaan syariat dan…Fiqh Indonesia is a project of Islamic legal reform pioneered by Tgk. Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy: fiqh determined in accordance with the personality and character of the Indonesian nation. It rests…
KonsepConcept Fiqh MalaysiaFiqh Malaysia (Malaysian fiqh)
Fiqh Malaysia adalah gagasan hukum Islam kontekstual yang dikembangkan sekelompok cendekiawan progresif, terutama dari Akademi Pengajian Islam, Universiti Malaya, sejak 1990-an. Istilah ini mengemuka melalui buku Fiqh Malaysia: Ke Arah…Fiqh Malaysia is a contextual approach to Islamic law developed from the 1990s by a group of progressive scholars, chiefly at the Academy of Islamic Studies, Universiti Malaya. The term…
KonsepConcept Mazhab nasional (Hazairin)The national madhhab (Hazairin)
Mazhab nasional adalah gagasan Hazairin bahwa masa depan hukum Indonesia, setidaknya hukum keluarga, terletak pada pembentukan sebuah mazhab dalam arti sebenarnya yang bercorak Indonesia. Gagasan ini bertumpu pada pembedaan ibadah…The national madhhab is Hazairin's proposal that the future of Indonesian law, at least family law, lies in forming a school of law in the full sense with an Indonesian…
TokohFigure Tgk. Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy
Hasbi Ash-Shiddieqy adalah pemikir hukum Islam asal Aceh yang menggagas Fiqh Indonesia sejak sekitar 1940-an. Ia dipandang sebagai pembaru fikih Indonesia abad ke-20 yang mendorong pengefektifan ijtihad dan kajian perbandingan…Hasbi Ash-Shiddieqy was an Acehnese thinker on Islamic law who proposed Fiqh Indonesia from around the 1940s. He is regarded as a twentieth-century renewer of Indonesian fiqh who championed effective…
2.2 Haji & jaringan ulama HaramaynHajj & the Haramayn scholarly networks
LembagaInstitution Bayt al-Asyi dan wakaf Aceh di Tanah SuciBayt al-Asyi and Acehnese endowments in the Holy Land
Bayt al-Asyi adalah wakaf orang Aceh di Mekkah yang hasil pengelolaannya hingga kini dibagikan kepada setiap jemaah haji asal Aceh. Wakaf ini berasal dari Habib Bugak Asyi (Habib Abdurrahman al-Habsyi)…Bayt al-Asyi is an Acehnese endowment in Mecca whose proceeds are still distributed to every pilgrim from Aceh. It originates with Habib Bugak Asyi (Habib Abdurrahman al-Habsyi) and forms part…
KonsepConcept Gelar ‘Haji’ dan status sosial di AcehThe title 'Haji' and social status in Aceh
Di Aceh, gelar Haji melekat sebagai simbol otoritas sosial dan religius, bahkan kerap dianggap setara dengan otoritas keilmuan. Penyandangnya dipandang layak memimpin doa, menjadi saksi nikah, dan duduk di tempat…In Aceh the title Haji serves as a mark of social and religious authority and is often treated as equivalent to scholarly standing. Its bearers are seen as fit to…
TokohFigure Habib Bugak Asyi
Habib Bugak Asyi, yang dalam banyak sumber disebut Habib Abdurrahman bin Alwi al-Habsyi, dikenal sebagai ulama sekaligus saudagar besar Aceh yang dekat dengan Sultan Aceh. Ia mengikrarkan wakaf sebuah rumah…Habib Bugak Asyi, identified in many sources as Habib Abdurrahman bin Alwi al-Habsyi, is remembered as an Acehnese scholar and great merchant close to the Sultan of Aceh. Before the…
KonsepConcept Haji sebagai rite of passage dalam masyarakat AcehThe hajj as a rite of passage in Acehnese society
Dengan meminjam kerangka Arnold van Gennep dan Victor Turner, rangkaian haji orang Aceh dapat dibaca sebagai rite of passage tiga fase. Peusijuek, kenduri, dan meusapat menandai pemisahan; perjalanan dan ibadah…Drawing on Arnold van Gennep and Victor Turner, the Acehnese hajj can be read as a three-phase rite of passage. Peusijuek, the feast and meusapat mark separation; the journey and…
KonsepConcept Industri dan komodifikasi hajiThe hajj industry and the commodification of pilgrimage
Modernisasi penyelenggaraan haji membuka akses lebih luas tetapi juga melahirkan pasar jasa: manasik berbayar, paket ziarah plus, layanan kursi roda, hingga perlengkapan kloter. Di satu sisi layanan ini membantu jemaah…Modernised hajj administration has widened access but also created a market in services: paid preparation classes, premium pilgrimage packages, wheelchair services and group kit. These services help vulnerable pilgrims, yet…
TradisiTradition Jak u Arab: tradisi haji orang AcehJak u Arab: the Acehnese hajj tradition
Jak u Arab (‘pergi ke Arab’) adalah paradigma yang membingkai ibadah haji orang Aceh sebagai perjalanan ritual sekaligus intelektual. Selama berabad-abad, haji menghubungkan Aceh dengan ulama Haramayn dan memasok semangat…Jak u Arab (‘going to Arabia’) is the paradigm that frames the Acehnese hajj as both a ritual and an intellectual journey. For centuries pilgrimage connected Aceh with the scholars…
KonsepConcept Jaringan ulama Aceh–HaramaynThe Aceh–Haramayn scholarly network
Sejak abad ke-17, Mekkah dan Madinah menjadi tempat bermukimnya koloni ulama Aceh yang terhubung dalam rantai guru dan murid lintas Samudra Hindia. Aceh sendiri berfungsi sebagai persinggahan belajar bagi ulama…From the seventeenth century Mecca and Medina hosted a colony of Acehnese scholars linked by teacher–pupil chains across the Indian Ocean. Aceh itself served as a place of study for…
TradisiTradition Kenduri haji, peusijuek, dan meusapat: ritus pelepasan calon hajiHajj feast, peusijuek and meusapat: rites of sending off the pilgrim
Sebelum berangkat, calon haji Aceh menjalani rangkaian ritus yang menjadikan haji peristiwa seluruh kampung. Kenduri haji berfungsi sebagai pengumuman publik, peusijuek memberi restu adat, dan meusapat menjadi saat meminta maaf…Before departing, Acehnese pilgrims pass through a series of rites that turn the hajj into an event for the whole village. The hajj feast serves as a public announcement, peusijuek…
KonsepConcept Kuota, nomor porsi, dan budaya ‘ka leuh daftar haji’Quotas, waiting numbers and the culture of 'ka leuh daftar haji'
Sistem kuota haji membuat setiap provinsi, termasuk Aceh, menerima alokasi terbatas, sehingga calon jemaah harus menunggu bertahun-tahun setelah mendaftar. Setoran awal sekitar 25 juta rupiah memberi seseorang nomor porsi, dan…The national quota system gives each province, Aceh included, a limited allocation, so prospective pilgrims wait years after registering. An initial deposit of about 25 million rupiah secures a waiting…
KonsepConcept Pengalaman lintas budaya jemaah haji AcehCross-cultural encounters of Acehnese pilgrims
Bagi jemaah Aceh, Mekkah dan Madinah bukan hanya ruang sakral, tetapi juga ruang asing yang penuh perbedaan bahasa, suara, gerak tubuh, dan aroma. Kajian etnografis tentang perbedaan lintas budaya selama…For Acehnese pilgrims, Mecca and Medina are not only sacred spaces but also foreign ones, full of unfamiliar languages, voices, gestures and smells. Ethnographic work on cross-cultural differences during the…
TradisiTradition Pulang haji: oleh-oleh, cerita, dan kisah ‘dosa yang ditampakkan’Homecoming: gifts, stories and tales of 'sins revealed'
Kepulangan jemaah haji di Aceh disambut kunjungan sanak famili yang datang bukan hanya untuk air zamzam dan tasbih, tetapi juga untuk mendengar cerita. Kisah tersesat, keajaiban, dan pengalaman mistik diulang…When pilgrims return to Aceh, relatives flock to their homes not only for Zamzam water and prayer beads but to hear their stories. Tales of getting lost, of wonders and…
KonsepConcept Serambi MekkahSerambi Mekkah (the Verandah of Mecca)
Julukan Serambi Mekkah menandai kedekatan imajinasi kolektif Aceh dengan Tanah Suci. Julukan ini tidak hanya bertolak dari kesalehan, tetapi dari peran historis Aceh sebagai pintu masuk Islam dan gerbang transit…The epithet Serambi Mekkah, 'the Verandah of Mecca', expresses how close the Acehnese collective imagination feels to the Holy Land. It rests not only on piety but on Aceh's historical…
TokohFigure Teungku Syeikh Abdul Hamid Samalanga (Ayah Hamid)Teungku Shaykh Abdul Hamid Samalanga (Ayah Hamid)
Syeikh Abdul Hamid Samalanga adalah ulama Aceh yang dari pengasingannya di Mekkah mendorong pembaruan pendidikan Islam di Aceh. Melalui kiriman surat kabar Ummul Qura’ kepada Teungku Haji Abdullah Ujongrimba, gagasannya…Shaykh Abdul Hamid Samalanga was an Acehnese scholar who, from exile in Mecca, pushed for the reform of Islamic education in Aceh. By sending copies of the newspaper Umm al-Qura…
KonsepConcept Tipologi jemaah haji AcehA typology of Acehnese pilgrims
Pengamatan etnografis di ruang manasik, embarkasi, dan Tanah Suci memperlihatkan beragam tipe jemaah haji Aceh: haji kampung, haji berpengalaman, haji intelektual, haji resistif, haji jaringan, jemaah perempuan, jemaah pedagang, jemaah…Ethnographic observation in hajj-preparation classes, at the embarkation point and in the Holy Land reveals many types of Acehnese pilgrim: the village pilgrim, the experienced pilgrim, the intellectual, the resistant…
2.3 Islam Aceh dan Islam JawaAcehnese Islam and Javanese Islam
KonsepConcept Gejala ‘kejawen’ di Aceh'Kejawen'-like religiosity in Aceh
Praktik yang di Jawa disebut kejawen, seperti tidak shalat ke masjid, percaya pada roh dan sihir, serta tidak berpuasa, juga dapat dijumpai di Aceh. Perbedaannya, di Aceh orang yang tidak…Practices that in Java are called kejawen, such as not attending mosque prayers, belief in spirits and sorcery, and not fasting, are also found in Aceh. The difference is that…
KonsepConcept Salin agama dan tamóng islam: dua cara memaknai masuk IslamSalin agama and tamóng islam: two ways of construing conversion
Orang Jawa dalam tradisi Serat Darmagandul menyebut masuk Islam sebagai salin agama, ‘berganti pakaian’, sedangkan orang Aceh menyebutnya tamóng islam, ‘masuk ke dalam’ Islam. Metafora pakaian mengisyaratkan bahwa adat dan…In the tradition of the Serat Darmagandul the Javanese call conversion to Islam salin agama, 'changing clothes', whereas the Acehnese call it tamóng islam, 'entering' Islam. The clothing metaphor implies…
KonsepConcept Sufisme Aceh dan pembentukan Islam KejawenAcehnese Sufism and the making of Javanese Islam
Menurut Simuh, pengaruh dalam Islam Kejawen tidak hanya berasal dari Hindu, tetapi juga dari Aceh. Jalurnya dua: kepustakaan Melayu karya Hamzah Fansuri, Syamsuddin as-Sumatrani, Nuruddin ar-Raniry, dan Abdurrauf as-Singkili, serta…According to Simuh, the influences on Javanese Islam came not only from Hinduism but also from Aceh. There were two channels: the Malay writings of Hamzah Fansuri, Shamsuddin al-Sumatrani, Nuruddin…
2.4 Islam reformis, tradisi & kepercayaan lokalReformist Islam, tradition & local belief
KonsepConcept Alam gaib dalam kepercayaan orang AcehThe unseen world in Acehnese belief
Masyarakat Aceh meyakini keberadaan makhluk dan kekuatan gaib yang dikenal melalui istilah burong (hantu), teumeugu (dimasuki roh jahat di tempat tertentu), teumamong (kesurupan), peukeunong (santet), meusihe (belajar sihir), dan meutapa…Acehnese society believes in unseen beings and forces known by terms such as burong (ghost), teumeugu (possession by an evil spirit at a particular place), teumamong (trance possession), peukeunong (sorcery…
KonsepConcept Eleume: ilmu hitam di kalangan nelayanEleume: sorcery among fishers
Eleume adalah ilmu gaib yang menurut sejumlah nelayan dipakai sebagian pawang untuk memanggil ikan ke dekat boat atau mencelakai jaring pesaing. Beberapa kawasan di Aceh Utara, Jeumpa, Aceh Tamiang, dan…Eleume is occult knowledge that, according to some fishers, certain pawang use to draw fish towards their boats or to harm rivals' nets. Several areas in North Aceh, Jeumpa, Aceh…
TempatPlace Guha Tujoh (Gua Tujuh)Guha Tujoh (Seven Caves)
Guha Tujoh adalah gua di perbukitan yang menjorok ke laut di sekitar perbatasan Aceh Besar dan Pidie. Gua ini dikenal sebagai tempat meutapa untuk menyempurnakan ilmu, dan pada bulan Ramadhan…Guha Tujoh is a cave in hills jutting into the sea near the border of Aceh Besar and Pidie. It is known as a place for meutapa (ascetic retreat) to…
TradisiTradition Khanduri La’ôtKhanduri Laot (sea feast)
Khanduri La’ôt adalah kenduri adat nelayan sebagai ungkapan syukur atas hasil laut, dipimpin oleh Panglima La’ôt. Di sebagian kampung, nelayan menyumbang untuk membeli kerbau yang disembelih dan dibagikan, lalu sebagian…The Khanduri Laot is a customary fishers' feast expressing gratitude for the bounty of the sea, led by the Panglima Laot. In some villages fishers pool contributions to buy a…
TradisiTradition Tabib dan jalur ilmu gaib di AcehTabib and the paths of occult knowledge in Aceh
Di Aceh, penyembuh dan praktisi ilmu gaib lebih suka disebut tabib daripada dukun. Pengamatan terhadap sejumlah tabib menunjukkan beberapa jalur: menuntut ilmu gaib, putih atau hitam, terutama di pantai selatan…In Aceh, healers and practitioners of occult knowledge prefer to be called tabib rather than dukun. Observation of several tabib suggests a number of paths: studying occult knowledge, white or…
TradisiTradition Ziarah, nazar, dan mengaji di makamPilgrimage, vows and Qur’an recitation at graves
Dalam tradisi Aceh, makam ulama besar diperlakukan sebagai ‘pusat kosmis’ tempat ibadah, nazar, dan pencarian berkah. Tradisi peuglah hajat mengharuskan keluarga yang nazarnya terkabul menyembelih hewan di makam ulama dan…In Acehnese tradition the tombs of great ulama are treated as ‘cosmic centres’ for devotion, vows and seeking blessing. The practice of peuglah hajat requires a family whose vow has…
2.5 Islam Syi‘ah & pengaruh PersiaShi‘a Islam & Persian influence
KonsepConcept Kontestasi dayah, pesantren Wahabi, dan isu Syi‘ahDayah, Salafi pesantren and the Shi‘a question
Lanskap keagamaan Aceh masa kini ditandai oleh persaingan antara dayah tradisional, jaringan Muhammadiyah dan Wahabi, serta wacana tentang Syi‘ah. Reproduksi pemahaman agama berlangsung di dayah, sedangkan reproduksi budaya terjadi di…Aceh’s contemporary religious landscape is marked by competition between traditional dayah, Muhammadiyah and Salafi (locally ‘Wahhabi’) networks, and debates about Shi‘ism. Religious understanding is reproduced in the dayah, while culture…
KonsepConcept Syi‘ah dalam sejarah AcehShi‘a Islam in Acehnese history
Keberadaan Syi‘ah di Aceh merupakan salah satu perdebatan paling hidup dalam historiografi Islam Asia Tenggara. Sebagian sarjana nasional, seperti Azyumardi Azra, menganggapnya sekadar mitos, sementara sarjana lokal seperti A. Hasjmy,…Whether Shi‘a Islam ever had a foothold in Aceh is one of the liveliest debates in the historiography of Southeast Asian Islam. Some national scholars, notably Azyumardi Azra, treat it…
2.6 Keberagamaan Aceh kontemporerContemporary Acehnese religiosity
KonsepConcept ‘Agama Aceh’? Citra Islam seratus persen dan praktik yang ditabukanAn ‘Acehnese religion’? The image of ‘100 per cent Islam’ and tabooed practice
Pengamatan bahwa keberagamaan orang Aceh lazim digambarkan sebagai ‘Islam seratus persen’, padahal praktik keagamaan dan kebudayaannya memuat unsur yang tidak sepenuhnya sejalan, seperti tradisi meusihe (sihir) dan kearifan lokal yang…An observation that Acehnese religiosity is usually portrayed as ‘100 per cent Islam’, although religious and cultural practice includes elements not wholly in line with it, such as the tradition…
TradisiTradition Dakwah pada bulan MoludDakwah sermons in the Molud months
Di Aceh, peringatan kelahiran Nabi berlangsung sebagai rangkaian kenduri selama sekitar tiga bulan yang disebut bulan Molud. Pada malam hari, warga kampung mengundang penceramah untuk ‘dakwah’, ceramah panjang tentang kehidupan…In Aceh, commemorating the Prophet's birth unfolds as a series of feasts lasting about three months, known as the Molud months. At night villagers invite a preacher for 'dakwah', a…
KonsepConcept Formalisme agama dan membumikan religiReligious formalism and grounding religion
Konsep ini menelusuri bagaimana agama di Aceh bergerak dari wacana yang diatur istana, menjadi semangat jihad melawan kolonial, lalu menjadi sistem hukum baku. Kritik utamanya adalah bahwa monopoli tafsir agama…This concept traces how religion in Aceh moved from a discourse regulated by the court, to a spirit of jihad against colonial rule, and finally to a codified legal system.…
KonsepConcept Muslim tanpa masjidMuslims without mosques
Muslim tanpa masjid adalah istilah Kuntowijoyo untuk generasi yang belajar agama melalui televisi, VCD, pelatihan kecerdasan spiritual, dan umrah tahunan, bukan melalui teungku di kampung atau pengajian. Di Aceh, gejala…‘Muslims without mosques’ is Kuntowijoyo's term for a generation that learns religion from television, VCDs, spiritual intelligence training and annual umrah trips, rather than from village teungku or community study…
2.7 Masa depan dayah & spiritualitas globalThe future of the dayah & global spirituality
KonsepConcept Dayah dan reproduksi spirit: ilme endatuThe dayah and the reproduction of spirit: ilme endatu
Tesis ini menyatakan bahwa spirit yang direproduksi kaum agamawan tidak akan sirna, bahkan di tengah kemajuan teknologi. Di Asia Tenggara, reproduksi spirit dan jiwa umat Islam dijalankan oleh dayah, pesantren,…This thesis holds that the spirit reproduced by religious specialists will not vanish, even amid technological progress. In Southeast Asia, the reproduction of Muslim spirit and soul is carried out…
KonsepConcept Gerakan keagamaan: tanah, harapan, dan sakralitasReligious movements: land, hopes and sacrality
Kerangka ini membaca gerakan keagamaan global melalui tiga kunci: land (tanah), hopes (harapan), dan sacrality (sakralitas). Gerakan keagamaan berupaya mempertahankan tanah asal agamanya, membawa harapan yang tersirat dalam ideologi dan…This framework reads global religious movements through three keys: land, hopes and sacrality. Religious movements seek to defend their faith's land of origin, carry hopes embedded in ideology and symbol,…
KonsepConcept Konsep, kekuasaan, internasionalisasi, hegemoni: ilmu sebagai kuasaConcept, power, internationalisation, hegemony: knowledge as power
Kerangka ini menjelaskan bagaimana ilmu pengetahuan berubah dari perenungan yang mendekatkan manusia kepada Tuhan menjadi alat kuasa global. Prosesnya bergerak melalui empat tahap: konsep, kekuasaan, internasionalisasi, dan hegemoni. Konsep yang…This framework explains how knowledge shifted from contemplation that draws humans closer to God into an instrument of global power. The process moves through four stages: concept, power, internationalisation and…
KonsepConcept Masa depan dayah: empat pilihan menuju 2050The future of the dayah: four options towards 2050
Kajian prospektif ini bertanya apakah dayah akan bertahan dengan tradisi keilmuannya, beradaptasi dengan perkembangan global, atau mencari model baru transfer ilmu bagi generasi Aceh. Empat pilihan dirumuskan: bertahan, beradaptasi, mendesain…This forward-looking analysis asks whether the dayah will hold to its scholarly tradition, adapt to global developments, or seek new models for transmitting knowledge to Acehnese youth. Four options are…
2.8 Pendidikan Islam & otoritas keagamaanIslamic education & religious authority
KonsepConcept Dari teungku ke ustaz: pergeseran otoritas keagamaanFrom teungku to ustaz: a shift in religious authority
Pergeseran dari teungku ke ustaz menggambarkan perubahan sumber otoritas pendidikan Islam di Aceh. Teungku adalah gelar warisan sistem dayah tradisional, tersusun berjenjang dan berakar di kampung. Ustaz berkembang sebagai gelar…The move from teungku to ustaz captures a change in where authority over Islamic education in Aceh comes from. Teungku is a title inherited from the traditional dayah system, hierarchical…
LembagaInstitution Dayah
Dayah adalah lembaga pendidikan Islam tradisional Aceh dan tempat utama reproduksi ulama. Secara prinsip sistemnya sejajar dengan pesantren di Jawa, surau di Minangkabau, pondok di Malaysia, dan pho no di…The dayah is Aceh's traditional institution of Islamic learning and the principal site where ulama are reproduced. In principle it parallels the pesantren of Java, the surau of Minangkabau, the…
KonsepConcept Gelar teungku di luar dayahThe teungku title beyond the dayah
Gelar teungku tidak hanya dipakai di lingkungan dayah. Orang Aceh di perantauan disebut Teungku Aceh, kadang diangkat menjadi imam karena dianggap fasih membaca al-Qur’an, namun sebutan yang sama juga melekat…The title teungku is not confined to the dayah. Acehnese living elsewhere are called Teungku Aceh, sometimes appointed prayer leaders because they are thought to recite the Qur’an well, yet…
KelompokCommunity Jaringan Sunnah di Aceh UtaraThe ‘Sunnah Network’ in North Aceh
Jaringan Sunnah adalah sebutan bagi sebuah komunitas Muslim di Aceh Utara yang menyatakan diri tidak bermazhab dan hanya merujuk pada al-Qur’an dan Sunnah. Pada 2005, setelah tsunami, komunitas ini mendatangkan…The ‘Sunnah Network’ refers to a Muslim community in North Aceh that declares itself unaffiliated to any law school and bound only by the Qur’an and Sunna. In 2005, after…
TradisiTradition Meugure: tradisi berguru di AcehMeugure: the Acehnese tradition of discipleship
Meugure (berguru) adalah tradisi belajar kepada ulama atau guru, terutama di dayah, yang menjadi nafas kehidupan masyarakat Aceh. Seseorang dianggap berguna bagi masyarakat bila pernah meugure. Relasi guru-murid berlangsung bertahun-tahun…Meugure ('to take a teacher') is the tradition of studying under a scholar or teacher, above all in the dayah, and is described as the lifeblood of Acehnese society. A…
LembagaInstitution Pondok pesantren modern di AcehModern pondok pesantren in Aceh
Pondok pesantren modern masuk ke Aceh pada 1980-an dengan mengadopsi model Gontor. Menurut sebagian pihak, dayah modern pertama adalah Ulumul Qur’an–Bustanul Ulum di Langsa, Aceh Timur, yang dibangun pada 1983.…Modern pondok pesantren reached Aceh in the 1980s, adopting the Gontor model. By some accounts, the first modern dayah was Ulumul Qur’an–Bustanul Ulum in Langsa, East Aceh, built in 1983.…
TradisiTradition Suluk, khalwat, dan Salek Buta di dayahSuluk, khalwat and Salek Buta in the dayah
Sebagian dayah di Aceh memelihara tradisi retret spiritual. Di dayah yang dipimpin Abu bertarekat, terutama di Aceh Selatan, suluk dijalankan selama Ramadan. Bila tidak ada syaikh tarekat, santri senior menjalani…Some Acehnese dayah maintain traditions of spiritual retreat. In dayah led by an Abu affiliated with a Sufi order, especially in South Aceh, suluk is practised during Ramadan. Where there…
KelompokCommunity Teungku Bale dan Teungku RangkangTeungku Bale and Teungku Rangkang
Teungku Bale dan Teungku Rangkang adalah dua jenjang pengajar di bawah Teungku Chik dalam sistem dayah. Teungku Bale mengajar santri di balai dayah, setara tingkat sekolah menengah atas, dan mewakili…Teungku Bale and Teungku Rangkang are the two teaching ranks below the Teungku Chik in the dayah system. The Teungku Bale teach students in the dayah halls, at roughly upper-secondary…
KelompokCommunity Teungku Chik (Abu): pemimpin dayah dan pemimpin spiritualTeungku Chik (Abu): dayah heads and spiritual leaders
Teungku Chik, yang juga dipanggil Abu atau Abon, adalah ulama tertinggi dalam hierarki keagamaan Aceh dan pemimpin dayah. Kedudukannya setara dengan kiai di pesantren Jawa. Nama panggilan mereka kerap dilekatkan…The Teungku Chik, also addressed as Abu or Abon, stands at the top of Aceh's religious hierarchy and heads a dayah. The position is equivalent to that of the kiai…
KelompokCommunity Teungku Meunasah
Teungku Meunasah adalah guru agama kampung yang bertugas di meunasah, bukan di dayah. Ia mengajarkan dasar-dasar Islam kepada anak-anak dan menjadi rujukan keagamaan warga kapan saja dibutuhkan. Bersama keuchik, ia…The Teungku Meunasah is the village religious teacher who serves at the meunasah rather than in a dayah. He teaches children the fundamentals of Islam and is the community's religious…
KelompokCommunity Ustaz dari Jawa di pesantren Jama‘ah TablighJavanese ustaz in Tablighi Jama‘at schools
Sejumlah pesantren yang dikelola Jama‘ah Tabligh di Aceh mendatangkan ustaz muda dari Jawa. Mereka umumnya santri tingkat akhir dari sebuah pesantren di Jawa Tengah yang dikirim kiai untuk mengajar selama…Several pesantren run by the Tablighi Jama‘at in Aceh bring in young ustaz from Java. They are usually final-year students of a pesantren in Central Java, sent by their kiai…
2.9 Syariat sebagai tradisi hidupSharia as living tradition
TradisiTradition Pengajian kitab Sabila dan SirusNight study circles on the Sabila and Sirus texts
Pengajian malam di dayah Aceh Besar menghadirkan ratusan warga yang membawa kitab Sabīl al-Muhtadīn dan Sīr al-Sālikīn, yang secara populer disebut Sabila dan Sirus. Teungku membacakan kitab lalu memberikan surah,…Night study circles at dayah in Aceh Besar draw hundreds of villagers carrying Sabīl al-Muhtadīn and Sīr al-Sālikīn, popularly called Sabila and Sirus. A teungku reads the text and then…
KonsepConcept Siapa “Syiah Kuala” hari ini? Kontestasi otoritas syariatWho is ‘Syiah Kuala’ today? Contested authority over sharia
Pertanyaan “siapa yang patut menjadi Syiah Kuala” merangkum krisis otoritas syariat di Aceh kontemporer. Pewaris otoritas hukom kini diperebutkan oleh MPU, MUNA, DPRA/DPRK, ulama dayah, ustaz pesantren, dan alumni Timur…The question ‘who should be Syiah Kuala?’ sums up the crisis of authority over sharia in contemporary Aceh. The heirs to hukom authority are now contested among the MPU, MUNA,…
KonsepConcept Syariat Islam sebagai tradisi hidup (living tradition)Sharia as a living tradition
Konsep ini membaca Syariat Islam di Aceh bukan semata sebagai produk qanun, melainkan sebagai praktik keagamaan yang dihidupi melalui pengajian kitab, hubungan dengan teungku, dan tradisi dayah. Gagasannya diilhami konsep…This concept reads sharia in Aceh not merely as a product of qanun legislation but as a religious practice lived through kitab study circles, relationships with teungku and the dayah…
2.10 Tasawuf, kebatinan & kekuasaanSufism, kebatinan & power
KonsepConcept Dharma, iman, dan ihsan: batas persamaan Hindu–IslamDharma, iman and ihsan: the limits of Hindu–Islamic equivalence
Sebagian pemikir Hindu Indonesia menyamakan dharma dengan iman, dengan merujuk ungkapan Jawa Kuno “Ikang dharma ingaranan widhi”. Kritik dari sudut pandang Islam menegaskan bahwa kedua konsep ini berbeda secara mendasar:…Some Indonesian Hindu writers equate dharma with iman (faith), citing the Old Javanese phrase “Ikang dharma ingaranan widhi”. A critique from an Islamic standpoint stresses that the two are fundamentally…
KonsepConcept Empat golongan aliran kebatinanThe four currents of kebatinan
Klasifikasi empat golongan kebatinan berasal dari Muhammad Muhsin Jayadiguna, disampaikan Selo Soemardjan dalam makalah tentang kebatinan sebagai gejala sosial, lalu dikutip H.M. Rasjidi. Keempatnya meliputi pengguna kekuatan gaib, pencari penyatuan…The fourfold classification of kebatinan comes from Muhammad Muhsin Jayadiguna, was presented by Selo Soemardjan in a paper on kebatinan as a social phenomenon, and was then cited by H.M.…
KonsepConcept Kebatinan sebagai pertahanan: kritik atas tumbalMysticism as defence: a critique of tumbal
Kritik normatif ini membedakan kebatinan yang melayani penguasa dari kebatinan yang menasihati penguasa demi rakyat. Kebatinan yang tunduk pada alam disebut cenderung menyembunyikan terawangan buruk dan menerima tumbal, yakni korban…This normative critique contrasts mysticism that serves rulers with mysticism that counsels rulers for the people’s sake. Mysticism that submits to nature is said to conceal ill omens and accept…
2.11 Tasawuf, kewalian & pengalaman batinSufism, sainthood & inner experience
KonsepConcept Bumoe wali dan Aulia TujohBumoe wali and the Aulia Tujoh
Aceh dijuluki bumoe wali, bumi para wali, sebuah sebutan yang sejajar dengan julukan tanah para wali untuk Jawa. Dalam imajinasi keagamaan setempat dikenal Aulia Tujoh, tujuh wali Allah yang dipercaya…Aceh is called bumoe wali, the land of saints, an epithet parallel to Java's 'land of the saints'. Local religious imagination knows the Aulia Tujoh, seven friends of God believed…
TradisiTradition Khalud: khalwat empat puluh hariKhalud: the forty-day retreat
Khalud adalah istilah dalam tradisi Aceh untuk praktik menyepi dan bermeditasi seorang diri, lazimnya selama sekitar empat puluh hari, dalam perjalanan spiritual menuju makrifat. Praktik ini disejajarkan dengan khalwat para…Khalud is the Acehnese term for solitary seclusion and meditation, typically lasting around forty days, undertaken on the spiritual path towards ma‘rifa. The practice is paralleled with the retreats of…
2.12 Tasawuf, wujudiyah & insan kamilSufism, wujudiyya & the Perfect Human
KonsepConcept ‘Alam al-kabîr dan ‘alam al-saghîr: makrokosmos dan mikrokosmos‘Alam al-kabir and ‘alam al-saghir: macrocosm and microcosm
Kosmologi sufi membedakan alam besar (‘alam al-kabîr), yang berporos pada ‘Arsy dan tertata oleh ketetapan Allah, dari alam kecil (‘alam al-saghîr) yang bersemayam dalam hati manusia. Alam besar terbagi menjadi…Sufi cosmology distinguishes the great world (‘alam al-kabir), centred on the divine Throne and ordered by God’s decree, from the small world (‘alam al-saghir) dwelling in the human heart. The…
KonsepConcept Ada dan diri dalam pemikiran Hamzah FansuriBeing (ada) and self (diri) in the thought of Hamzah Fansuri
Dalam kajian Syed Muhammad Naquib al-Attas, Hamzah Fansuri memakai kata Melayu ada dengan tujuh makna metafisik dan mistik, dari mawjud hingga Zat. Kata diri, dalam konteks ontologis, tidak menunjuk ego…In Syed Muhammad Naquib al-Attas's study, Hamzah Fansuri used the Malay word ada ('to be') with seven metaphysical and mystical senses, from mawjud to the Essence. The word diri ('self'),…
KonsepConcept Dari ‘abd ke khalîfah hingga aulia: tangga hubungan manusia dan TuhanFrom servant to vicegerent to friend of God: the ladder of the human–divine relationship
Kerangka yang menjelaskan hubungan manusia dan Tuhan sebagai proses transformasi bertahap: dari hamba (‘abd), menjadi wakil Allah (khalîfah), hingga sahabat Allah (walî/aulia). Proses ini berjalan melalui dîn, millah, dan syarî‘at,…A framework that explains the human–divine relationship as a stepwise transformation: from servant (‘abd) to God's vicegerent (khalifa) and finally to friend of God (wali/awliya). The process runs through din,…
KonsepConcept Insan kamil: manusia sempurna sebagai khalifahInsan kamil: the Perfect Human as vicegerent
Insan kamil adalah gagasan tasawuf tentang manusia sempurna yang berhasil mempertemukan alam kecil dalam dirinya dengan alam besar. Jalan menuju derajat ini ditempuh dengan memperteguh iman, islam, dan ilmu, serta…Insan kamil is the Sufi idea of the Perfect Human who succeeds in uniting the small world within with the great world without. The way to this station runs through…
KonsepConcept Perjalanan sang ‘abid: dari ibadah menuju fanâThe path of the ‘abid: from worship to fana
Dalam pemahaman sufi yang berkembang di Aceh, siapa pun yang mencari Tuhan harus terlebih dahulu menjadi ‘abid, hamba yang beribadah melalui jalan syariat. Perjalanan ini bergerak dari penguatan iman, penyerahan…In the Sufi understanding current in Aceh, anyone seeking God must first become an ‘abid, a servant who worships along the path of sharia. The journey runs from strengthening faith…
KonsepConcept Ruh idhafi dan Nur Muhammad dalam pemikiran Hamzah FansuriThe relational spirit and the Light of Muhammad in Hamzah Fansuri's thought
Dalam tafsiran Syed Muhammad Naquib al-Attas, Hamzah Fansuri menyamakan spirit dengan Cahaya (al-Nûr), Akal (al-‘Aql), dan Pena (al-Qalam), yang semuanya bersumber dari Ilmu Ilahi. Spirit ini juga disebut Haqîqat Muhammad…In Syed Muhammad Naquib al-Attas's reading, Hamzah Fansuri identifies spirit with the Light (al-Nur), the Intellect (al-‘Aql) and the Pen (al-Qalam), all grounded in Divine Knowledge. This spirit is also…
TradisiTradition Tarekat, suluk, dan khalwat di AcehTarekat, suluk and khalwat in Aceh
Meski tasawuf falsafi tabu, praktik tarekat, suluk, dan khalwat sangat membudaya di Aceh. Sejumlah ulama terkemuka berperan sebagai khalifah atau mursyid bagi pengikutnya. Warga, baik di dalam maupun di luar…Although philosophical Sufism is taboo, the practices of tarekat, suluk and khalwat are deeply rooted in Aceh. Several leading ulama act as khalifa or murshid to their followers. Residents both…
KonsepConcept Wahdat al-wujûd dan tabu tasawuf falsafi di AcehWahdat al-wujud and the taboo on philosophical Sufism in Aceh
Wahdat al-wujûd, bersama gagasan ittihâd dan hulûl, merupakan corak tasawuf tentang penyatuan hamba dengan Khalik yang di Aceh tergolong paling terlarang untuk didiskusikan maupun diamalkan. Polemik antara Hamzah Fansuri dan…Wahdat al-wujud (the unity of being), together with the ideas of ittihad and hulul, is the strand of Sufism concerning the union of the servant with the Creator, and in…
2.13 Ulama, kewalian & otoritas spiritualScholars, sainthood & spiritual authority
KonsepConcept Poros dayah: ziarah ulama dan asal-usul keluarga dayahDayah axes: scholars' pilgrimages and the origins of dayah families
Jaringan dayah tradisional Aceh dapat dipetakan melalui ke mana ulama lokal berziarah menjelang Ramadan. Poros yang disebut antara lain Labuhan Haji di Aceh Selatan, Dayah Tanoh Abe, Dayah Tgk. Chik…The network of traditional Acehnese dayah can be mapped by where local scholars go on pilgrimage before Ramadan. Axes mentioned include Labuhan Haji in South Aceh, Dayah Tanoh Abe, Dayah…
KonsepConcept Tanoh aulia: Aceh sebagai tanah para waliTanoh aulia: Aceh as the land of the saints
Keyakinan bahwa orang Aceh tidak boleh menjadi kafir karena buminya adalah tanah para aulia membentuk batas spiritual masyarakat. Dikotomi kaphe dan aulia diterjemahkan ulama menjadi paradigma sosial, dan dayah menjadi…The belief that Acehnese must never become unbelievers because their land belongs to the saints (aulia) forms the spiritual boundary of society. The dichotomy of kaphe (infidel) and aulia was…
KonsepConcept Tasawuf dan politik: dari kesalehan sosial ke kesalehan individualSufism and politics: from social to individual piety
Argumen bahwa pada abad ke-16 dan 17 pemahaman tentang hubungan manusia dan Tuhan di Aceh diterjemahkan ke dalam tata sosial-politik dan menghasilkan kejayaan, tetapi setelah Hamzah Fansuri kajian ini menyempit…An argument that in the sixteenth and seventeenth centuries Acehnese understanding of the human–divine relationship was translated into the socio-political order and produced a golden age, but after Hamzah Fansuri…
KonsepConcept Ulama dan teritori spiritual kampungUlama and the spiritual territory of the village
Di Aceh, ulama berkeramat kerap dipandang ‘berkuasa’ secara spiritual atas suatu wilayah, sebagaimana tercermin dalam gelar yang memadukan sebutan Abu atau Teungku Chik dengan nama tempat atau unsur alam. Contohnya…In Aceh, charismatic ulama are often seen as holding spiritual ‘sway’ over a territory, as reflected in titles pairing Abu or Teungku Chik with a place name or natural feature.…