TemaTheme · Islam & UlamaIslam & Scholars
Keberagamaan Aceh kontemporerContemporary Acehnese religiosity
KonsepConcept ‘Agama Aceh’? Citra Islam seratus persen dan praktik yang ditabukanAn ‘Acehnese religion’? The image of ‘100 per cent Islam’ and tabooed practice
Pengamatan bahwa keberagamaan orang Aceh lazim digambarkan sebagai ‘Islam seratus persen’, padahal praktik keagamaan dan kebudayaannya memuat unsur yang tidak sepenuhnya sejalan, seperti tradisi meusihe (sihir) dan kearifan lokal yang…An observation that Acehnese religiosity is usually portrayed as ‘100 per cent Islam’, although religious and cultural practice includes elements not wholly in line with it, such as the tradition…
TradisiTradition Dakwah pada bulan MoludDakwah sermons in the Molud months
Di Aceh, peringatan kelahiran Nabi berlangsung sebagai rangkaian kenduri selama sekitar tiga bulan yang disebut bulan Molud. Pada malam hari, warga kampung mengundang penceramah untuk ‘dakwah’, ceramah panjang tentang kehidupan…In Aceh, commemorating the Prophet's birth unfolds as a series of feasts lasting about three months, known as the Molud months. At night villagers invite a preacher for 'dakwah', a…
KonsepConcept Formalisme agama dan membumikan religiReligious formalism and grounding religion
Konsep ini menelusuri bagaimana agama di Aceh bergerak dari wacana yang diatur istana, menjadi semangat jihad melawan kolonial, lalu menjadi sistem hukum baku. Kritik utamanya adalah bahwa monopoli tafsir agama…This concept traces how religion in Aceh moved from a discourse regulated by the court, to a spirit of jihad against colonial rule, and finally to a codified legal system.…
KonsepConcept Muslim tanpa masjidMuslims without mosques
Muslim tanpa masjid adalah istilah Kuntowijoyo untuk generasi yang belajar agama melalui televisi, VCD, pelatihan kecerdasan spiritual, dan umrah tahunan, bukan melalui teungku di kampung atau pengajian. Di Aceh, gejala…‘Muslims without mosques’ is Kuntowijoyo's term for a generation that learns religion from television, VCDs, spiritual intelligence training and annual umrah trips, rather than from village teungku or community study…