TemaTheme · Islam & UlamaIslam & Scholars
Haji & jaringan ulama HaramaynHajj & the Haramayn scholarly networks
LembagaInstitution Bayt al-Asyi dan wakaf Aceh di Tanah SuciBayt al-Asyi and Acehnese endowments in the Holy Land
Bayt al-Asyi adalah wakaf orang Aceh di Mekkah yang hasil pengelolaannya hingga kini dibagikan kepada setiap jemaah haji asal Aceh. Wakaf ini berasal dari Habib Bugak Asyi (Habib Abdurrahman al-Habsyi)…Bayt al-Asyi is an Acehnese endowment in Mecca whose proceeds are still distributed to every pilgrim from Aceh. It originates with Habib Bugak Asyi (Habib Abdurrahman al-Habsyi) and forms part…
KonsepConcept Gelar ‘Haji’ dan status sosial di AcehThe title 'Haji' and social status in Aceh
Di Aceh, gelar Haji melekat sebagai simbol otoritas sosial dan religius, bahkan kerap dianggap setara dengan otoritas keilmuan. Penyandangnya dipandang layak memimpin doa, menjadi saksi nikah, dan duduk di tempat…In Aceh the title Haji serves as a mark of social and religious authority and is often treated as equivalent to scholarly standing. Its bearers are seen as fit to…
TokohFigure Habib Bugak Asyi
Habib Bugak Asyi, yang dalam banyak sumber disebut Habib Abdurrahman bin Alwi al-Habsyi, dikenal sebagai ulama sekaligus saudagar besar Aceh yang dekat dengan Sultan Aceh. Ia mengikrarkan wakaf sebuah rumah…Habib Bugak Asyi, identified in many sources as Habib Abdurrahman bin Alwi al-Habsyi, is remembered as an Acehnese scholar and great merchant close to the Sultan of Aceh. Before the…
KonsepConcept Haji sebagai rite of passage dalam masyarakat AcehThe hajj as a rite of passage in Acehnese society
Dengan meminjam kerangka Arnold van Gennep dan Victor Turner, rangkaian haji orang Aceh dapat dibaca sebagai rite of passage tiga fase. Peusijuek, kenduri, dan meusapat menandai pemisahan; perjalanan dan ibadah…Drawing on Arnold van Gennep and Victor Turner, the Acehnese hajj can be read as a three-phase rite of passage. Peusijuek, the feast and meusapat mark separation; the journey and…
KonsepConcept Industri dan komodifikasi hajiThe hajj industry and the commodification of pilgrimage
Modernisasi penyelenggaraan haji membuka akses lebih luas tetapi juga melahirkan pasar jasa: manasik berbayar, paket ziarah plus, layanan kursi roda, hingga perlengkapan kloter. Di satu sisi layanan ini membantu jemaah…Modernised hajj administration has widened access but also created a market in services: paid preparation classes, premium pilgrimage packages, wheelchair services and group kit. These services help vulnerable pilgrims, yet…
TradisiTradition Jak u Arab: tradisi haji orang AcehJak u Arab: the Acehnese hajj tradition
Jak u Arab (‘pergi ke Arab’) adalah paradigma yang membingkai ibadah haji orang Aceh sebagai perjalanan ritual sekaligus intelektual. Selama berabad-abad, haji menghubungkan Aceh dengan ulama Haramayn dan memasok semangat…Jak u Arab (‘going to Arabia’) is the paradigm that frames the Acehnese hajj as both a ritual and an intellectual journey. For centuries pilgrimage connected Aceh with the scholars…
KonsepConcept Jaringan ulama Aceh–HaramaynThe Aceh–Haramayn scholarly network
Sejak abad ke-17, Mekkah dan Madinah menjadi tempat bermukimnya koloni ulama Aceh yang terhubung dalam rantai guru dan murid lintas Samudra Hindia. Aceh sendiri berfungsi sebagai persinggahan belajar bagi ulama…From the seventeenth century Mecca and Medina hosted a colony of Acehnese scholars linked by teacher–pupil chains across the Indian Ocean. Aceh itself served as a place of study for…
TradisiTradition Kenduri haji, peusijuek, dan meusapat: ritus pelepasan calon hajiHajj feast, peusijuek and meusapat: rites of sending off the pilgrim
Sebelum berangkat, calon haji Aceh menjalani rangkaian ritus yang menjadikan haji peristiwa seluruh kampung. Kenduri haji berfungsi sebagai pengumuman publik, peusijuek memberi restu adat, dan meusapat menjadi saat meminta maaf…Before departing, Acehnese pilgrims pass through a series of rites that turn the hajj into an event for the whole village. The hajj feast serves as a public announcement, peusijuek…
KonsepConcept Kuota, nomor porsi, dan budaya ‘ka leuh daftar haji’Quotas, waiting numbers and the culture of 'ka leuh daftar haji'
Sistem kuota haji membuat setiap provinsi, termasuk Aceh, menerima alokasi terbatas, sehingga calon jemaah harus menunggu bertahun-tahun setelah mendaftar. Setoran awal sekitar 25 juta rupiah memberi seseorang nomor porsi, dan…The national quota system gives each province, Aceh included, a limited allocation, so prospective pilgrims wait years after registering. An initial deposit of about 25 million rupiah secures a waiting…
KonsepConcept Pengalaman lintas budaya jemaah haji AcehCross-cultural encounters of Acehnese pilgrims
Bagi jemaah Aceh, Mekkah dan Madinah bukan hanya ruang sakral, tetapi juga ruang asing yang penuh perbedaan bahasa, suara, gerak tubuh, dan aroma. Kajian etnografis tentang perbedaan lintas budaya selama…For Acehnese pilgrims, Mecca and Medina are not only sacred spaces but also foreign ones, full of unfamiliar languages, voices, gestures and smells. Ethnographic work on cross-cultural differences during the…
TradisiTradition Pulang haji: oleh-oleh, cerita, dan kisah ‘dosa yang ditampakkan’Homecoming: gifts, stories and tales of 'sins revealed'
Kepulangan jemaah haji di Aceh disambut kunjungan sanak famili yang datang bukan hanya untuk air zamzam dan tasbih, tetapi juga untuk mendengar cerita. Kisah tersesat, keajaiban, dan pengalaman mistik diulang…When pilgrims return to Aceh, relatives flock to their homes not only for Zamzam water and prayer beads but to hear their stories. Tales of getting lost, of wonders and…
KonsepConcept Serambi MekkahSerambi Mekkah (the Verandah of Mecca)
Julukan Serambi Mekkah menandai kedekatan imajinasi kolektif Aceh dengan Tanah Suci. Julukan ini tidak hanya bertolak dari kesalehan, tetapi dari peran historis Aceh sebagai pintu masuk Islam dan gerbang transit…The epithet Serambi Mekkah, 'the Verandah of Mecca', expresses how close the Acehnese collective imagination feels to the Holy Land. It rests not only on piety but on Aceh's historical…
TokohFigure Teungku Syeikh Abdul Hamid Samalanga (Ayah Hamid)Teungku Shaykh Abdul Hamid Samalanga (Ayah Hamid)
Syeikh Abdul Hamid Samalanga adalah ulama Aceh yang dari pengasingannya di Mekkah mendorong pembaruan pendidikan Islam di Aceh. Melalui kiriman surat kabar Ummul Qura’ kepada Teungku Haji Abdullah Ujongrimba, gagasannya…Shaykh Abdul Hamid Samalanga was an Acehnese scholar who, from exile in Mecca, pushed for the reform of Islamic education in Aceh. By sending copies of the newspaper Umm al-Qura…
KonsepConcept Tipologi jemaah haji AcehA typology of Acehnese pilgrims
Pengamatan etnografis di ruang manasik, embarkasi, dan Tanah Suci memperlihatkan beragam tipe jemaah haji Aceh: haji kampung, haji berpengalaman, haji intelektual, haji resistif, haji jaringan, jemaah perempuan, jemaah pedagang, jemaah…Ethnographic observation in hajj-preparation classes, at the embarkation point and in the Holy Land reveals many types of Acehnese pilgrim: the village pilgrim, the experienced pilgrim, the intellectual, the resistant…