Langsung ke isiSkip to content
Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

TemaTheme · Islam & UlamaIslam & Scholars

Islam Aceh dan Islam JawaAcehnese Islam and Javanese Islam

KonsepConcept Gejala ‘kejawen’ di Aceh'Kejawen'-like religiosity in Aceh Praktik yang di Jawa disebut kejawen, seperti tidak shalat ke masjid, percaya pada roh dan sihir, serta tidak berpuasa, juga dapat dijumpai di Aceh. Perbedaannya, di Aceh orang yang tidak…Practices that in Java are called kejawen, such as not attending mosque prayers, belief in spirits and sorcery, and not fasting, are also found in Aceh. The difference is that… KonsepConcept Salin agama dan tamóng islam: dua cara memaknai masuk IslamSalin agama and tamóng islam: two ways of construing conversion Orang Jawa dalam tradisi Serat Darmagandul menyebut masuk Islam sebagai salin agama, ‘berganti pakaian’, sedangkan orang Aceh menyebutnya tamóng islam, ‘masuk ke dalam’ Islam. Metafora pakaian mengisyaratkan bahwa adat dan…In the tradition of the Serat Darmagandul the Javanese call conversion to Islam salin agama, 'changing clothes', whereas the Acehnese call it tamóng islam, 'entering' Islam. The clothing metaphor implies… KonsepConcept Sufisme Aceh dan pembentukan Islam KejawenAcehnese Sufism and the making of Javanese Islam Menurut Simuh, pengaruh dalam Islam Kejawen tidak hanya berasal dari Hindu, tetapi juga dari Aceh. Jalurnya dua: kepustakaan Melayu karya Hamzah Fansuri, Syamsuddin as-Sumatrani, Nuruddin ar-Raniry, dan Abdurrauf as-Singkili, serta…According to Simuh, the influences on Javanese Islam came not only from Hinduism but also from Aceh. There were two channels: the Malay writings of Hamzah Fansuri, Shamsuddin al-Sumatrani, Nuruddin…

← Semua tema dalam bidang iniAll themes in this field