Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

Acehnologi — Memahami Identitas GayoAcehnologi — Understanding Gayo identity

Naskah tidak bertanggal; memuat konteks hingga setidaknya 2012Undated manuscript; contains contexts extending to at least 2012

Panduan membaca bagian “Memahami Identitas Gayo” dalam naskah Acehnologi karya Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, dengan petikan sumber, konteks penafsiran, serta hubungan dengan entri tematik dan modul belajar.

Source-reading guide to Understanding Gayo identity in the Acehnologi manuscript.

Perempuan Gayo menyeberangi sungai, menurut keterangan naskah
Perempuan Gayo menyeberangi sungai, menurut keterangan naskahGayo women crossing a river as captioned in the manuscript Serambi Indonesia, sebagaimana dikreditkan dalam naskah Acehnologi

Bagian naskah: Memahami Identitas Gayo.

Entri ini adalah panduan sumber. Petikan terpilih di bawah mempertahankan suara penulis dan bukan ringkasan lengkap seluruh bab. Argumen, penilaian, dan generalisasi di dalam petikan merupakan pandangan penulis pada konteks penyusunan naskah; pembaca perlu membedakannya dari fakta yang telah diuji secara mandiri.

Petikan 1 — Pada awal tahun 2010 saya berkesempatan berpergian ke Kab. Bener Meriah. Ini adalah kali ketiga saya berkunjung ke pusat daerah propinsi Aceh.

Petikan 2 — Format arah mata angin ini dalam memahami sebuah identitas kebudayaan, memang pernah diterapkan oleh Denys Lombard dalam melihat makna ke-Jawa-an. Jawa yang sangat ke-Jawa-an berada di tengah yaitu Jawa Tengah. Sedangkan, semakin ke Barat, identitas Jawa semakin luntur, adapun ke timur identitas ke-Jawa-an sudah tipis nuansa kratonisasi.

Petikan 3 — Untuk kajian lanjutannya adalah menelaah dimana pergesekan antara Gayo dan Aceh kemudian mencari sebab-sebab yang menjadi alat pemersatu kedua entitas tersebut. Dengan begitu, kajian ini pada prinsipnya adalah studi mengenai ruang sejarah dan budaya yang saling mengikat antara Gayo dan Aceh. Karena itu, studi ini perlu dilanjutkan dalam wacana Acehnologi.

Cara membaca: catat pertanyaan utama, bukti atau pengalaman yang dipakai, dan batas generalisasi. Bandingkan dengan entri tematik yang ditautkan. Istilah seperti “sekarang”, nama jabatan, keadaan lembaga, aturan hukum, dan angka tidak dimutakhirkan secara otomatis.

Rujukan: Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. naskah Acehnologi yang diberikan penulis, naskah tidak bertanggal yang diberikan penulis pada 24 Oktober 2026. Nomor bab dan pembagian bagian belum konsisten; rujukan memakai judul bagian dalam tubuh naskah. Metadata berkas bukan tahun penerbitan. Sejumlah foto dan uraian menyebut 2012 serta masa pascadamai. Bagian “Memahami Identitas Gayo”.

Beberapa catatan rujukan yang menyertai bagian ini dalam naskah (ejaan dan kelengkapan bibliografi mengikuti sumber):

John R. Bowen, "Narrative Form and Political Incorporation: Changing Uses of History in Aceh, Indonesia, " Comparative Studies in Society and Histo ry 31, no. 4 (1989). 675.

Lihat juga pengalaman kesan Taufik Abdullah ketika datang ke Aceh dan menemukan berbagai persoalan di propinsi ini. Abdullah , Islam Dan Masyarakat: Pantulan Sejarah Indones ia.

Mengenai Melayu, baca Anthony Reid, "Understandin g Melay u (Malay) as a Source of Diverse Modern Identities, " Journal of Southeast Asian Studi es 32, no. 2 (2001), idem, "Understanding Melayu (Malay) as a Source of Diverse Modern Identities,” dala m Contesting Malayness: Malay Identity across Boundari es, ed. Timothy P. Barnard (Singapore: Singapore University Press, 2006).

Lihat juga Bowen , Muslims through Discourse , idem, "Elaborating Scripture: Cain and Abel in Gayo Society, " M an 27,3 (1992). idem , Sumatran Politics and Poetics: Gayo History, 1900-19 89.

Beattie , Other Culture: Aims, Methods and Achievements in Social Anthropolo gy.

Fred B. Eiseman , Bali Sekala & Niskala: Essays on Religion, Ritual, and A rt. Bruno Bottignolo , Celebrations with the Sun: An Overview of Religious Phenomena among the Badja os (Manila: Ateneo de Manila University Press, 1995), Nimmo , Magosaha: An Ethnography of the Tawi-Tawi Sama Dila ut. Howard M. Federspiel , Sultans, Shamans, and Saints: Islam and Muslims in Southeast As ia (Chiang Mai: Silkworm, 2007).

A source-reading guide to “Understanding Gayo identity” in Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad’s Acehnologi manuscript. The Indonesian extracts preserve the author’s voice; the linked thematic entry supplies a separate conceptual overview. Read the manuscript as a situated intellectual argument, distinguishing interpretation, field observation, and normative proposals. Dates and institutional descriptions belong to the period discussed, rather than automatically describing present-day Aceh.

Reference: Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. author-supplied Acehnologi manuscript, undated manuscript supplied by its author on 24 October 2026. Chapter numbering and part divisions are inconsistent; references identify body headings. File metadata is not a publication date. Several captions and passages refer to 2012 and the post-peace period. Section “Memahami Identitas Gayo”.

Gagasan kunciKey ideas

Sumber dan tafsirSource and interpretation

Petikan dibedakan dari penjelasan editorial dan dibaca dalam konteks zamannya.Extracts are distinguished from editorial explanation and read in their historical context.

Posisi dalam kerangkaPlace in the framework

Tokoh, lembaga, dan konsep yang paling dekat dengan entri ini, beserta sifat hubungannya.The figures, institutions and concepts closest to this entry, and how they relate to it.

Pertanyaan reflektifReflective question

Apa bukti yang mendukung argumen pada bagian ini, dan apa yang masih perlu diuji?What supports this section’s argument, and what remains to be tested?

Kutip entri ini:Cite this entry: “Acehnologi — Memahami Identitas Gayo”, Acehnologi — Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway, https://acehnologi.com/entri/acehnologi-memahami-identitas-gayo/