Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

TemaTheme · Antropologi AcehAcehnese Anthropology

Budaya AcehAcehnese culture

Peta wilayah kebudayaan Aceh beserta batas-batasnya, dan perubahan budaya kontemporer seperti masyarakat warung, papan bunga, iklan, serta ketergantungan ekonomi.The map of Aceh's cultural zones and their boundaries, and contemporary cultural change such as coffee-shop society, flower boards, advertisements and economic dependence.

Lihat posisinya dalam peta filosofisSee its place in the philosophical map →

KonsepConcept Arabisasi, Islam sebagai produk kebudayaan, dan membaca budaya AcehArabisation, Islam as cultural product, and reading Acehnese culture Pendekatan ini membedakan Islam sebagai produk teologi yang normatif-deduktif dari Islam sebagai produk kebudayaan hasil penalaran manusia di Timur Tengah yang sampai ke Aceh. Dengan bantuan teori agama dan budaya,…This approach distinguishes Islam as a normative-deductive theological product from Islam as a cultural product, the fruit of human reasoning in the Middle East that reached Aceh. Drawing on theories… KonsepConcept Baynah: konsep harta orang AcehBaynah: the Acehnese concept of wealth Baynah, dari kata Arab yang berarti bukti, adalah ukuran kekayaan dalam masyarakat kampung Aceh: emas, tanah, dan ternak. Harta ini dilepas hanya pada momen penting seperti merantau, menikahkan anak, kenduri,…Baynah, from an Arabic word meaning proof or evidence, is the measure of wealth in Acehnese village society: gold, land and livestock. These assets are released only at key moments… KonsepConcept Budaya simbolik dan budaya sebagai sistem berpikirSymbolic culture and culture as a system of thought Kritik ini membedakan budaya dalam arti simbolik dan fungsional, yang tampak pada festival dan upacara, dari budaya sebagai sistem berpikir, yaitu kemampuan menyelami makna dan mewariskannya. Pembangunan kebudayaan Aceh dinilai…This critique separates culture in its symbolic and functional sense, visible in festivals and ceremonies, from culture as a system of thought: the capacity to grasp meaning and pass it… TradisiTradition Dunia malam Banda Aceh: warkop, kafe, dan anak mudaBanda Aceh after dark: coffee shops, cafés and the young Dunia malam Banda Aceh tidak diisi klub atau bar, melainkan warung kopi (warkop) dan kafe yang buka hingga larut, tempat anak muda berkumpul membicarakan bola, politik, dan apa saja sampai…Banda Aceh’s night life is not about clubs or bars but about coffee shops (warkop) and cafés open late, where young people gather to talk football, politics and everything else… KonsepConcept Empat belas wilayah kebudayaan AcehThe fourteen cultural zones of Aceh Pemetaan ini membagi Aceh ke dalam empat belas wilayah kebudayaan sebagai ruang kerja antropologi, mulai dari kota Banda Aceh hingga Pulau Simeulue. Setiap wilayah dibedakan menurut lanskap, bahasa, pengaruh luar,…This mapping divides Aceh into fourteen cultural zones as a working ground for anthropology, from the city of Banda Aceh to the island of Simeulue. Each zone is distinguished by… KonsepConcept Empat tahap pengaruh Arab dalam identitas AcehFour stages of Arab influence in Acehnese identity Di antara benang-benang budaya yang membentuk Aceh, yakni Arab, India, Persia, Cina, dan Eropa, unsur Arab dipandang paling kuat karena membawa Islam, legitimasi politik, dan jaringan keilmuan. Pengaruh itu dapat…Among the cultural strands that shaped Aceh, Arab, Indian, Persian, Chinese and European, the Arab element is regarded as strongest because it carried Islam, political legitimacy and scholarly networks. Its… TradisiTradition Keurija dan bek peumale gampongKeurija and bek peumale gampong: communal work and guarding village honour Keurija (kerja) adalah istilah untuk hajatan sosial dalam siklus hidup, terbagi menjadi keurija udep (hajatan kehidupan) dan keurija mate (urusan kematian). Dalam keurija, warga membantu tanpa pamrih dan semua konflik…Keurija ('work') is the term for social gatherings in the life cycle, divided into keurija udep (celebrations of life) and keurija mate (matters of death). In keurija, villagers help without… KonsepConcept Masyarakat bunga dan masyarakat iklanFlower-board society and advertisement society Dua gejala pasca-tsunami ini menandai pergeseran cara orang Aceh menyatakan syukur, hormat, dan status. Papan bunga dipasang pada setiap momen penting sebagai simbol kekuasaan, kekuatan ekonomi, pertemanan, dan perhatian, sampai…These two post-tsunami phenomena mark a shift in how Acehnese express gratitude, respect and status. Flower boards are placed at every important occasion as symbols of power, economic strength, friendship… KonsepConcept Masyarakat jerigen dan masyarakat kartuJerrycan society and card society ‘Masyarakat jerigen’ adalah warga yang menggantungkan nafkah pada penjualan eceran BBM yang dibeli dengan jerigen di SPBU, sedangkan ‘masyarakat kartu’ adalah warga yang hidup dari kartu-kartu bantuan pemerintah. Keduanya dibaca…‘Jerrycan society’ refers to people who live from retailing fuel bought by the jerrycan at petrol stations, while ‘card society’ refers to people living on government welfare cards. Both are… TradisiTradition Masyarakat warung: warung kopi, kuliner, dan perpindahan ruang publikStall society: coffee shops, cuisine and the shifting public sphere ‘Masyarakat warung’ (stall society) adalah sebutan untuk gejala ketika warung kopi dan warung nasi mengambil alih fungsi ruang keluarga sebagai tempat menerima tamu, melobi, bersyukur, dan berdiskusi. Kunjungan ke warung…‘Stall society’ names the phenomenon in which coffee shops and eateries take over the functions of the family room as places to receive guests, lobby, celebrate and debate. Visits to… KonsepConcept Membaca tanda sejarah pada tubuh dan lanskapReading signs of history on bodies and landscape Orang Aceh sehari-hari membaca masa lalu pada wajah tetangga dan benda di sekitar mereka: kulit gelap dianggap tanda keturunan India, mata biru warga Lamno dianggap warisan Portugis, wajah oriental dianggap…In daily life Acehnese read the past on neighbours’ faces and on objects around them: dark skin is taken as a sign of Indian descent, the blue eyes of people… KonsepConcept Orang asing di Singkil dan Simeulue: antropologi tentang kehadiran luarForeigners in Singkil and Simeulue: an anthropology of outside presence Pengamatan lapangan di Singkil dan Simeulue memperlihatkan bahwa kehadiran warga asing pasca-tsunami tidak hanya terkonsentrasi di Banda Aceh, tetapi juga di pantai barat-selatan dan pulau-pulau terluar. Sebagian besar terkait wisata…Fieldwork in Singkil and Simeulue shows that the post-tsunami presence of foreigners was not concentrated only in Banda Aceh but extended to the south-west coast and outlying islands. Most of… LembagaInstitution Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) dan peristiwa 2009The Aceh Cultural Week (PKA) and the 2009 episode Pekan Kebudayaan Aceh adalah festival kebudayaan berkala tingkat provinsi tempat setiap kabupaten menampilkan kesenian, alat tradisional, dan kearifan lokalnya. Pada PKA 2009, kontingen Aceh Selatan melakukan walk out karena merasa…The Aceh Cultural Week is a periodic provincial festival where each district presents its arts, traditional tools and local wisdom. At the 2009 PKA the South Aceh contingent walked out,… KonsepConcept Rumoh Aceh: arah kiblat dan tata ruang domestikRumoh Aceh: qibla orientation and domestic space Rumah tradisional Aceh dibangun menghadap ke barat agar memudahkan salat, mencerminkan kosmologi yang menyelaraskan manusia, alam, dan ibadah. Lantai utamanya terbagi menjadi serambi depan untuk tamu laki-laki, ruang tengah yang…Traditional Acehnese houses were built facing west to ease the performance of prayer, reflecting a cosmology aligning humans, nature and worship. The main floor is divided into a front veranda…

← Semua tema dalam bidang iniAll themes in this field