Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) dan peristiwa 2009The Aceh Cultural Week (PKA) and the 2009 episode

Festival berkala sejak 1958; sorotan pada PKA 2009Periodic festival since 1958; focus on the 2009 PKA

Pekan Kebudayaan Aceh adalah festival kebudayaan berkala tingkat provinsi tempat setiap kabupaten menampilkan kesenian, alat tradisional, dan kearifan lokalnya. Pada PKA 2009, kontingen Aceh Selatan melakukan walk out karena merasa dirugikan oleh kepanitiaan, protokoler, dan penjurian. Peristiwa itu memicu refleksi tentang tujuan PKA: ajang perebutan piala dan perhatian Presiden, atau panggung untuk menampilkan watak dan kearifan sebuah daerah.

The Aceh Cultural Week is a periodic provincial festival where each district presents its arts, traditional tools and local wisdom. At the 2009 PKA the South Aceh contingent walked out, feeling wronged by organisers, protocol and judging. The incident prompted reflection on the purpose of the PKA: a contest for trophies and the President’s attention, or a stage to display a region’s character and wisdom.

Kontingen Aceh Selatan, yang pernah menjuarai PKA sebelumnya, merasa penampilannya tidak dilihat Presiden SBY dan diperlakukan tidak adil dalam beberapa lomba. Kritik reflektif atas aksi itu menekankan bahwa PKA bukan ajang untuk dilihat penguasa, melainkan untuk menunjukkan kesahajaan dan kewara’an daerah. Aceh Selatan dikenal sebagai negeri para ulama dan kota legenda Syaikh Tuan Tapa di Tapaktuan; lanskapnya yang diapit gunung dan laut dibaca sebagai pembentuk watak tegar, sabar, dan pasrah.

Peristiwa ini juga mengungkap harapan pembangunan ilmu di pantai barat-selatan Aceh, misalnya rencana mendirikan Universitas Tjut Ali dan gagasan sekolah tinggi yang memadukan ilmu warisan Aceh dengan ilmu Barat dan Timur. Dalam pandangan setempat, benteng orang pesisir adalah ilmu dan kebijaksanaan, yang dalam ungkapan Aceh disebut ureung sige kheun atau peukeunong kheun.

Sebagai lembaga kebudayaan, PKA mencerminkan ketegangan antara budaya sebagai tontonan kompetitif dan budaya sebagai sistem nilai. Kasus 2009 menunjukkan bahwa harga diri daerah, relasi dengan pusat, dan ketidakpuasan atas penyelenggaraan dapat muncul di panggung kebudayaan.

The South Aceh contingent, a past PKA champion, felt that its performance went unseen by President Yudhoyono and that it was treated unfairly in several contests. A reflective critique of the walk-out stressed that the PKA is not a stage for being noticed by rulers but for showing a region’s modesty and piety. South Aceh is known as a land of ulama and as the legendary town of Syaikh Tuan Tapa at Tapaktuan; its landscape between mountains and sea is read as forming a resilient, patient and surrendered character.

The episode also revealed hopes for learning on Aceh’s west-south coast, such as plans for a Tjut Ali University and the idea of a college joining Aceh’s inherited sciences with Western and Eastern knowledge. In local terms the bulwark of coastal people is knowledge and wisdom, expressed as ureung sige kheun or peukeunong kheun.

As a cultural institution, the PKA reflects the tension between culture as competitive spectacle and culture as a system of values. The 2009 case shows that regional pride, relations with the centre and dissatisfaction with organisation can surface on the cultural stage.

Gagasan kunciKey ideas

Panggung kebudayaan dan harga diriThe cultural stage and pride

Festival dapat menjadi arena politik pengakuan antardaerah dan dengan pusat.Festivals can become arenas of recognition politics among regions and with the centre.

Lanskap membentuk watakLandscape shapes character

Alam gunung dan laut dibaca sebagai sumber ketegaran orang pesisir.Mountain and sea are read as sources of coastal resilience.

Posisi dalam kerangkaPlace in the framework

Tokoh, lembaga, dan konsep yang paling dekat dengan entri ini, beserta sifat hubungannya.The figures, institutions and concepts closest to this entry, and how they relate to it.

Pertanyaan reflektifReflective question

Apa ukuran keberhasilan sebuah kontingen dalam pekan kebudayaan, selain piala?Besides trophies, how should a contingent’s success at a cultural week be measured?

Kutip entri ini:Cite this entry: “Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) dan peristiwa 2009”, Acehnologi — Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway, https://acehnologi.com/entri/pekan-kebudayaan-aceh/