Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

Acehnologi — Islam Jawa dan Islam AcehAcehnologi — Islam in Java and Aceh

Naskah tidak bertanggal; memuat konteks hingga setidaknya 2012Undated manuscript; contains contexts extending to at least 2012

Panduan membaca bagian “Islam Jawa dan Islam Aceh” dalam naskah Acehnologi karya Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, dengan petikan sumber, konteks penafsiran, serta hubungan dengan entri tematik dan modul belajar.

Source-reading guide to Islam in Java and Aceh in the Acehnologi manuscript.

Bagian naskah: Islam Jawa dan Islam Aceh.

Entri ini adalah panduan sumber. Petikan terpilih di bawah mempertahankan suara penulis dan bukan ringkasan lengkap seluruh bab. Argumen, penilaian, dan generalisasi di dalam petikan merupakan pandangan penulis pada konteks penyusunan naskah; pembaca perlu membedakannya dari fakta yang telah diuji secara mandiri.

Petikan 1 — Sebagaimana saya telah singgung di bagian Pendahuluan buku ini, yaitu mengenai masalah Islâm Kejawen dan sepertinya beberapa praktik Islâm Kejawen ini dapat dijumpai di Aceh. Namun di Aceh tidak ada klasifikasi nama yang tepat untuk menyandingkan dengan pola Islâm Kejawen. Tetapi, persoalan hubungan mistik mengenai konsep wahdatul wujud dan paham wujûdiyyah yang dapat bahasa Jawa dikenal dengan istilah manunggaling kawula gusti ternyata juga tidak sedikit dipengaruhi oleh sufisme di Aceh.

Petikan 2 — ”Durung Jawa” itu termasuk tidak hanya kesalahan moral, melainkan juga kekasaran, kenakalan, penggunaan bahasa yang kaku dan sebagainya. Orang macam itu belum menjadi seorang Jawa sejati, karena orang Jawa tidak akan berlaku sedemikian rkurang matang. Juga dipergunakan istilah durung negerti, ia ”belum mengerti.”

Petikan 3 — Di Aceh, situasi memang tidak jauh berbeda, kendati masyarakat dayah tidak terlibat secara mayoritas di dalam konstelasi politik nasional. Selain orbitnya yang jauh dari poros kekuasaan, dayah telah mengalami transformasi dalam sejarah Aceh. Namun peran dayah dalam politik di Aceh tidak dapat diabaikan.

Cara membaca: catat pertanyaan utama, bukti atau pengalaman yang dipakai, dan batas generalisasi. Bandingkan dengan entri tematik yang ditautkan. Istilah seperti “sekarang”, nama jabatan, keadaan lembaga, aturan hukum, dan angka tidak dimutakhirkan secara otomatis.

Rujukan: Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. naskah Acehnologi yang diberikan penulis, naskah tidak bertanggal yang diberikan penulis pada 24 Oktober 2026. Nomor bab dan pembagian bagian belum konsisten; rujukan memakai judul bagian dalam tubuh naskah. Metadata berkas bukan tahun penerbitan. Sejumlah foto dan uraian menyebut 2012 serta masa pascadamai. Bagian “Islam Jawa dan Islam Aceh”.

Beberapa catatan rujukan yang menyertai bagian ini dalam naskah (ejaan dan kelengkapan bibliografi mengikuti sumber):

Untuk memahami Clifford Geertz, baca beberapa karya berikut: (Inglis 2000) ; Renato I. Rosaldo Jr, "A Note on Geertz as a Cultural Essayist, " Representati on 59, no. Special Issue: The Fate of "Culture": Geertz and Beyond (1997). 30-4. Talal Asad, "Anthropological Conception of Religion: Reflection on Geertz, " M an Vol.18, No.2(1983). 237-59. John Morgan, "Religion and Culture as Meaning Systems: A Dialogue between Geertz and Tillich, " The Journal of Religi on 57,4(1997). 363-75. Nancy K. Frankenberry and Hans H. Penner, "Clifford Geertz's Long-Lasting Moods, Motivations, and Metaphysical Conceptions, " The Journal of Religi on 79,4(1999). 617-40. Handler, "An Interview with Clifford Geertz." Komentar terhadap tipologi Clifford Geertz bisa dibaca dalam Harsja W. Bachtiar, "The Religion of Java: A Commentary," i n Readings on Islam in Southeast As ia, ed. Ahmad Ibrahim, Sharon Siddique, and Yasmin Hussain (Singapore: ISEAS, 1985). 278-85. Contoh kajian yang menggunakan tipologi Geertz adalah Ronald Lukens-Bull , A Peaceful Jihad: Negotiating Identity and Modernity in Muslim Ja va (New York: Palgrave Macmillan, 2005); Beatty , Variasi Agama Di Jawa: Suatu Pendekatan Anthropolo gi. Lihat juga penggunaan teori Geertz dalam Robert N. Bellah , Religion in Human Evolution: From the Paleolithic to the Axial A ge (Cambridge: The Belknap Press of Harvard University Press, 2011).

Geertz, "An Incostant Profession: The Anthropological Life in Interesting Times." 8. Baca juga Max Weber , The Protestant Ethic and the Spirit of Capitali sm, trans. Talcott Parsons (London and New York: Routledge, 2002). 56-80.

Handler, "An Interview with Clifford Geertz." 605. Lihat kritik terhadap teori Weber mengenai Islam dalam Bryan S. Turner, "Islam, Capitalism and the Weber Theses, " The British Journal of Sociolo gy Vol.25, No.2(1974). 230-43.

Lihat misalnya kritik terkini oleh M. Bambang Pranowo dalam M. Bambang Pranowo, "Perkembangan Islam Di Jawa," i n Menjadi Indonesia: 13 Abad Eksistensi Islam Di Bumi Nusanta ra, ed. Komaruddin Hidayat and Ahmad Gaus AF (Bandung: Mizan, 2006). 406-43.

Lihat misalnya Hajriyanto Y. Thohari, ""Negara Santri": Menengok Tesis Cak Nur," i n Islam Di Tengah Arus Transi si, ed. Abdul Mun'im D.Z. (Jakarta: Gramedia, 2000); Adnan Buyung Nasution, "Politik Aliran, Masihkan Relevan?," i n Politik Demi Tuhan: Nasionalisme Religious Di Indones ia, ed. Abu Zahra (Bandung: Pustaka Hidayah, 1999).

Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, "Dinamika Islam Politik Di Indonesia Pada Era Reformasi (1998-2001), " Al-Jâmi'ah: Journal of Islamic Studi es 41,1(2003). 69-106. Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, "Respons Islam Politik Dalam Gerakan Reformasi Di Indonesia (1998-2001)" (M.A. Thesis, University of Malaya, 2004); Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, "Hubungan Agama Dan Negara: Pengalaman Indonesia, " PEMIK IR 30(2003).

A source-reading guide to “Islam in Java and Aceh” in Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad’s Acehnologi manuscript. The Indonesian extracts preserve the author’s voice; the linked thematic entry supplies a separate conceptual overview. Read the manuscript as a situated intellectual argument, distinguishing interpretation, field observation, and normative proposals. Dates and institutional descriptions belong to the period discussed, rather than automatically describing present-day Aceh.

Reference: Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. author-supplied Acehnologi manuscript, undated manuscript supplied by its author on 24 October 2026. Chapter numbering and part divisions are inconsistent; references identify body headings. File metadata is not a publication date. Several captions and passages refer to 2012 and the post-peace period. Section “Islam Jawa dan Islam Aceh”.

Gagasan kunciKey ideas

Sumber dan tafsirSource and interpretation

Petikan dibedakan dari penjelasan editorial dan dibaca dalam konteks zamannya.Extracts are distinguished from editorial explanation and read in their historical context.

Posisi dalam kerangkaPlace in the framework

Tokoh, lembaga, dan konsep yang paling dekat dengan entri ini, beserta sifat hubungannya.The figures, institutions and concepts closest to this entry, and how they relate to it.

Pertanyaan reflektifReflective question

Apa bukti yang mendukung argumen pada bagian ini, dan apa yang masih perlu diuji?What supports this section’s argument, and what remains to be tested?

Kutip entri ini:Cite this entry: “Acehnologi — Islam Jawa dan Islam Aceh”, Acehnologi — Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway, https://acehnologi.com/entri/acehnologi-draft-islam-jawa-dan-islam-aceh/