Acehnologi — Merakit Bidang Keilmuan AcehnologyAcehnologi — Building Acehnology as a discipline
Naskah tidak bertanggal; memuat konteks hingga setidaknya 2012Undated manuscript; contains contexts extending to at least 2012
Panduan membaca bagian “Merakit Bidang Keilmuan Acehnology” dalam naskah Acehnologi karya Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, dengan petikan sumber, konteks penafsiran, serta hubungan dengan entri tematik dan modul belajar.
Source-reading guide to Building Acehnology as a discipline in the Acehnologi manuscript.
Bagian naskah: Merakit Bidang Keilmuan Acehnology.
Entri ini adalah panduan sumber. Petikan terpilih di bawah mempertahankan suara penulis dan bukan ringkasan lengkap seluruh bab. Argumen, penilaian, dan generalisasi di dalam petikan merupakan pandangan penulis pada konteks penyusunan naskah; pembaca perlu membedakannya dari fakta yang telah diuji secara mandiri.
Petikan 1 — Buku ini bertujuan untuk membahas Aceh secara komprehensif. Namun, ada beberapa tujuan ketika buku ini disusun. Pertama, ada satu ambisi semangat buku ini yaitu mencoba membuka wacana mengenai Aceh Studies (Studi Aceh).
Petikan 2 — Namun demikian, seberapa besar keahlian para sosiolog dan antropolog, mereka tetap memulai dari studi sebuah masyarakat kecil, baik itu diwilayah kota maupun pedesaan. Walaupun hasil kajian mereka diarahkan pada sebuah studi kawasan yang lebih besar. Dalam hal ini, saya akan memberikan beberapa contoh kecil.
Petikan 3 — Dalam hal ini, muncul kepercayaan di kalangan masyarakat tradisional, bahwa aura ulama ini masih ”hidup” walaupun jasa mereka sudah meninggal dunia. Akibatnya, kuburan ulama ini kerap didatangi sebagai bentuk ziarah, sebagaimana muncul dalam tradisi mengunjungi kuburan wali di beberapa belahan dunia Muslim. Karena itu, tidak sedikit yang menganggap bahwa tanah Aceh adalah tanah para aulia (jamak dari wali).
Cara membaca: catat pertanyaan utama, bukti atau pengalaman yang dipakai, dan batas generalisasi. Bandingkan dengan entri tematik yang ditautkan. Istilah seperti “sekarang”, nama jabatan, keadaan lembaga, aturan hukum, dan angka tidak dimutakhirkan secara otomatis.
Rujukan: Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. naskah Acehnologi yang diberikan penulis, naskah tidak bertanggal yang diberikan penulis pada 24 Oktober 2026. Nomor bab dan pembagian bagian belum konsisten; rujukan memakai judul bagian dalam tubuh naskah. Metadata berkas bukan tahun penerbitan. Sejumlah foto dan uraian menyebut 2012 serta masa pascadamai. Bagian “Merakit Bidang Keilmuan Acehnology”.
Beberapa catatan rujukan yang menyertai bagian ini dalam naskah (ejaan dan kelengkapan bibliografi mengikuti sumber):
Darwis A. Soelaiman, "Aceh Dan Melayu (Tanggapan Untuk Kamaruzzaman), " Serambi Indones ia, 19 Desember 2009. Lihat juga Darwis A. Soelaiman, "Unsur Islam Dalam Kesenian Aceh,” dala m Makalah pada Seminar tentang Agama, Adat dan Kesenian: Pengalaman Ac eh (Banda Aceh: Dewan Kesenian Aceh (DKA), 1987).
Leonard Y. Andaya, "Aceh's Contribution to Standards of Malayness, " Archip el 61 (2001). 29-68. Mengenai dunia Melayu baca Shamsul Amri Baharuddin, "The Malay World: The Concept of Malay Studies and National Identity Formation,” dala m Malaysia: Islam, Society, and Politi cs, ed. Virginia Hooker dan Norani Othman (Singapore: ISEAS, 2003), Mohd. Taib Osman, ed. , Islamic Civilization in the Malay Wor ld (Kuala Lumpur dan Istanbul: Dewan Bahasa dan Pustaka and The Research Centre for Islamic History, Art and Culture, 2000).
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, "Melayukan Aceh Atau Acehkah Melayu?, " Serambi Indones ia, 12 December 2009. Artikel ini direspon oleh Soelaiman, "Aceh Dan Melayu (Tanggapan Untuk Kamaruzzaman)."
Mark Durie, "Framing the Acehnese Text: Language Choice and Discourse Structures in Aceh, " Oceanic Linguist ic 35, 1 (1996), 113-37; Mark Durie, "Proto-Chamic and Acehnese Mid Vowels: Towards Proto-Aceh-Chamic, " Bulletion of the School of Oriental and African Studi es 53, 1 (1990), 100-14; H. K. J. Cowan, "An Outline of Achehnese Phonology and Morphology, " Bulletion of the School of Oriental and African Studi es 44, 3 (1981). 522-49.
Anthony Reid, "The Cosmpolitanism and Uniqueness of Aceh,” dala m 'Orasi Ilmiah' at the Opening of the Institut Kebudayaan Ac eh (Banda Aceh: 2005). 1.
I Ketut Riana , Kakawin Desa Warnnana Uthawi Nagara Krtagama: Masa Keemasan Majapah it (Jakarta: Kompas, 2009).
A source-reading guide to “Building Acehnology as a discipline” in Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad’s Acehnologi manuscript. The Indonesian extracts preserve the author’s voice; the linked thematic entry supplies a separate conceptual overview. Read the manuscript as a situated intellectual argument, distinguishing interpretation, field observation, and normative proposals. Dates and institutional descriptions belong to the period discussed, rather than automatically describing present-day Aceh.
Reference: Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. author-supplied Acehnologi manuscript, undated manuscript supplied by its author on 24 October 2026. Chapter numbering and part divisions are inconsistent; references identify body headings. File metadata is not a publication date. Several captions and passages refer to 2012 and the post-peace period. Section “Merakit Bidang Keilmuan Acehnology”.
Gagasan kunciKey ideas
Sumber dan tafsirSource and interpretation
Petikan dibedakan dari penjelasan editorial dan dibaca dalam konteks zamannya.Extracts are distinguished from editorial explanation and read in their historical context.
Posisi dalam kerangkaPlace in the framework
Tokoh, lembaga, dan konsep yang paling dekat dengan entri ini, beserta sifat hubungannya.The figures, institutions and concepts closest to this entry, and how they relate to it.
Pertanyaan reflektifReflective question
Apa bukti yang mendukung argumen pada bagian ini, dan apa yang masih perlu diuji?What supports this section’s argument, and what remains to be tested?
Kutip entri ini:Cite this entry: “Acehnologi — Merakit Bidang Keilmuan Acehnology”, Acehnologi — Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway, https://acehnologi.com/entri/acehnologi-draft-merakit-bidang-keilmuan-acehnology/