Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

Idris Badal

Lahir 1974; aktif sejak akhir 1990-anBorn 1974; active since the late 1990s

Idris Badal adalah dosen Fakultas Adab IAIN Ar-Raniry kelahiran Pidie dengan latar pendidikan bahasa Arab dari IAIN Ar-Raniry dan LIPIA Jakarta. Pada 2004 ia termasuk anggota termuda Tim Penulis Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh.

Idris Badal is a lecturer of the Faculty of Adab at IAIN Ar-Raniry, born in Pidie, with training in Arabic from IAIN Ar-Raniry and LIPIA Jakarta. In 2004 he was among the youngest members of the writing team of the Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh.

Idris Badal lahir pada 1974 di Tungoe, Simpang Tiga, Pidie. Hampir seluruh keterangan tentang dirinya yang dapat dipastikan berasal dari bagian "Sekilas Tentang Penulis" dalam Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh (2004), karena penelusuran daring belum menemukan profil akademik atau publikasi yang dapat dikaitkan dengan namanya secara meyakinkan. Menurut buku itu, ia menempuh program sarjana di Fakultas Tarbiyah IAIN Ar-Raniry, Jurusan Bahasa Arab. Tahun kelulusan yang tercetak dalam buku tampaknya merupakan salah cetak, karena tidak sesuai dengan tahun kelahirannya. Ia kemudian menyelesaikan program magister di institut yang sama.

Selain pendidikan di Darussalam, Idris Badal menempuh Diploma 'Amm di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan menyelesaikannya pada 1997. LIPIA, cabang Universitas Islam Imam Muhammad ibn Saud di Riyadh, dikenal sebagai salah satu pusat pengajaran bahasa Arab paling intensif di Indonesia, dan banyak dosen bahasa Arab di perguruan tinggi Islam Indonesia menempuh sebagian pendidikannya di sana. Biografinya juga mencatat dua pelatihan riset, yaitu Perlatihan Penelitian Dasar di PPISB Universitas Syiah Kuala pada 1996 dan pelatihan di Pusat Penelitian (PUSLIT) IAIN Ar-Raniry pada 2004.

Pada 2004 ia tercatat sebagai dosen Fakultas Adab IAIN Ar-Raniry. Fakultas ini menaungi kajian bahasa dan sastra Arab serta sejarah dan kebudayaan Islam, dua bidang yang sangat diperlukan dalam penyusunan ensiklopedi tentang ulama. Banyak sumber tentang pemikiran ulama Aceh tersimpan dalam bahasa Arab dan Melayu-Jawi, sehingga kecakapan membaca teks Arab menjadi modal penting bagi para penulis muda yang terlibat. Pelatihan PUSLIT IAIN Ar-Raniry pada 2004, tahun terbitnya ensiklopedi, juga diikuti beberapa penulis lain dalam tim, antara lain Analiansyah dan Mutiara Fahmi, sehingga tampaknya menjadi bagian dari pembekalan riset di lingkungan institut pada masa itu.

Bagi studi Aceh, sosok seperti Idris Badal mewakili lapis pengajar bahasa Arab yang jarang tampil dalam publikasi, tetapi berperan dalam kerja dasar pembacaan sumber. Karena tidak ada karya terbitan yang dapat dikaitkan dengannya secara pasti, entri ini tidak mencantumkan daftar karya. Informasi lebih lanjut tentang perjalanan kariernya sesudah 2004 masih perlu dihimpun dari arsip kepegawaian atau keterangan keluarga dan sejawatnya.

Dalam Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh (Ar-Raniry Press, 2004), Idris Badal termasuk anggota Tim Penulis IAIN Ar-Raniry yang berusia sekitar tiga puluh tahun ketika buku itu terbit. Bagian "Sekilas Tentang Penulis" mencatat tempat dan tahun kelahirannya, pendidikan bahasa Arab di Fakultas Tarbiyah, program magister, Diploma 'Amm LIPIA, serta dua pelatihan penelitian. Bersama rekan Fakultas Adab seperti Aslam Nur, Azman Ismail, dan Nurchalis Sofyan, ia menjadi bagian dari tim yang menyusun dokumentasi pemikiran 26 ulama Aceh abad ke-19 dan ke-20.

Pencatatan Idris Badal dalam Acehnologi juga dimaksudkan agar seluruh anggota tim penulis ensiklopedi tercatat, termasuk mereka yang jejaknya belum banyak terdokumentasi. Data dalam entri ini dapat diperbarui bila sumber yang terverifikasi tentang karier dan karyanya ditemukan. Keterangan dari rekan-rekan sejawatnya di Fakultas Adab dan dari arsip kepegawaian UIN Ar-Raniry akan sangat membantu melengkapi riwayat hidupnya sesudah 2004, termasuk bidang pengajaran dan kemungkinan karya tulis yang belum terlacak secara daring.

Idris Badal was born in 1974 in Tungoe, Simpang Tiga, Pidie. Almost everything that can be established about him comes from the "Sekilas Tentang Penulis" section of the Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh (2004), since online searches have not found an academic profile or publications that can be confidently linked to his name. According to the book, he took his undergraduate degree in the Arabic Department of the Faculty of Tarbiyah at IAIN Ar-Raniry. The graduation year printed in the book appears to be a misprint, since it does not fit his year of birth. He then completed a master's programme at the same institute.

Besides his studies at Darussalam, Idris Badal took the Diploma 'Amm at the Institute of Islamic and Arabic Sciences (LIPIA) in Jakarta, completing it in 1997. LIPIA, a branch of Imam Muhammad ibn Saud Islamic University in Riyadh, is known as one of the most intensive centres of Arabic teaching in Indonesia, and many Arabic lecturers at Indonesian Islamic universities studied there for part of their education. His biography also records two research trainings: a basic research training at PPISB, Syiah Kuala University, in 1996 and a training at the Research Centre (PUSLIT) of IAIN Ar-Raniry in 2004.

In 2004 he was listed as a lecturer of the Faculty of Adab at IAIN Ar-Raniry. The faculty houses the study of Arabic language and literature and of Islamic history and culture, two fields essential to compiling an encyclopaedia of ulama. Many sources on the thought of Acehnese ulama exist in Arabic and in Malay written in Jawi script, so the ability to read Arabic texts was an important asset for the young writers involved. The 2004 PUSLIT IAIN Ar-Raniry training, held in the year the encyclopaedia appeared, was also attended by several other team members, including Analiansyah and Mutiara Fahmi, and so appears to have been part of the research preparation within the institute at the time.

For Aceh studies, a figure such as Idris Badal represents the layer of Arabic teachers who seldom appear in publications but play a part in the basic work of reading sources. Because no published work can be attributed to him with certainty, this entry does not list any works. Further information on his career after 2004 still needs to be gathered from staff records or from family and colleagues.

In the Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh (Ar-Raniry Press, 2004), Idris Badal was a member of the IAIN Ar-Raniry Writing Team who was about thirty years old when the book appeared. The "Sekilas Tentang Penulis" section records his place and year of birth, his Arabic studies at the Faculty of Tarbiyah, his master's programme, the LIPIA Diploma 'Amm and two research trainings. With Faculty of Adab colleagues such as Aslam Nur, Azman Ismail and Nurchalis Sofyan, he was part of the team that documented the thought of 26 Acehnese ulama of the nineteenth and twentieth centuries.

Recording Idris Badal in Acehnologi is also meant to ensure that every member of the encyclopaedia's writing team is documented, including those whose traces are still sparsely recorded. The data in this entry can be updated when verified sources on his career and works come to light. Information from his colleagues in the Faculty of Adab and from the staff records of UIN Ar-Raniry would greatly help complete his biography after 2004, including his teaching field and any writings not yet traceable online.

Gagasan kunciKey ideas

Bahasa Arab sebagai kunci sumberArabic as the key to sources

Pendidikannya di IAIN Ar-Raniry dan LIPIA menekankan penguasaan bahasa Arab, modal utama untuk membaca karya ulama.His education at IAIN Ar-Raniry and LIPIA stressed command of Arabic, the main tool for reading the works of ulama.

Pembekalan risetResearch preparation

Ia mengikuti pelatihan penelitian dasar di Unsyiah dan IAIN Ar-Raniry sebagai bagian dari pembentukan peneliti muda.He took basic research training at Unsyiah and IAIN Ar-Raniry as part of the formation of young researchers.

Posisi dalam kerangkaPlace in the framework

Tokoh, lembaga, dan konsep yang paling dekat dengan entri ini, beserta sifat hubungannya.The figures, institutions and concepts closest to this entry, and how they relate to it.

Pertanyaan reflektifReflective question

Apa peran para pengajar bahasa Arab dalam membuka akses terhadap pemikiran ulama Aceh yang tersimpan dalam teks Arab dan Jawi?What role do Arabic teachers play in opening access to the thought of Acehnese ulama preserved in Arabic and Jawi texts?

Kutip entri ini:Cite this entry: “Idris Badal”, Acehnologi — Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway, https://acehnologi.com/entri/idris-badal/

Ekosistem KBA13KBA13 InsightKBA13 AcademyAcehnologiArsip & PustakaPeta Ekosistem →