Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

Sardani

Lahir 1969; aktif sejak awal 2000-anBorn 1969; active since the early 2000s

Sardani adalah akademisi berlatar studi dakwah dan antropologi budaya, kelahiran Langsa. Pada 2004 ia termasuk penulis Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh.

Sardani is an academic trained in da'wa studies and cultural anthropology, born in Langsa. In 2004 he was one of the authors of the Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh.

Sardani lahir di Langsa, Aceh bagian timur, pada 7 Mei 1969. Menurut biografi penulis dalam Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh, ia meraih gelar Sarjana Agama (S.Ag.) dalam bidang dakwah, kemudian melanjutkan studi magister dan meraih gelar Magister Sains (M.Si.) dalam bidang antropologi budaya dari Universitas Padjadjaran, Bandung.

Perpaduan antara studi dakwah dan antropologi budaya menempatkannya dalam tradisi akademik IAIN Ar-Raniry yang mendekati kehidupan keagamaan masyarakat Aceh melalui ilmu sosial. Juhari Hasan, rekannya dalam tim ensiklopedi, juga menempuh magister sosiologi dan antropologi di Universitas Padjadjaran, sehingga keduanya mencerminkan jalur pendidikan yang sama bagi sejumlah dosen dakwah Aceh pada masa itu.

Tahun-tahun awal 2000-an merupakan masa ketika kajian sosial tentang agama di Aceh mendapat perhatian baru, di tengah konflik bersenjata dan perdebatan tentang pelaksanaan syariat Islam. Dalam suasana itu, dosen dan peneliti berlatar antropologi berperan membaca hubungan antara ajaran agama, adat, dan perubahan sosial. Pendidikan Sardani di Universitas Padjadjaran, salah satu pusat kajian antropologi di Indonesia, memberinya perangkat untuk memahami ulama dan dakwah sebagai bagian dari kehidupan budaya masyarakat.

Pada 2004 Sardani tercatat sebagai salah satu anggota Tim Penulis IAIN Ar-Raniry yang menyusun Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh (Ar-Raniry Press). Latar antropologisnya relevan bagi proyek tersebut, karena ensiklopedi itu tidak hanya membahas gagasan para ulama, tetapi juga kedudukan mereka dalam struktur sosial dan budaya masyarakat Aceh. Informasi daring tentang karier dan karya Sardani setelah 2004 belum ditemukan, sehingga entri ini terbatas pada data buku. Kehadiran penulis dengan latar seperti ini menunjukkan bahwa tim ensiklopedi sengaja menggabungkan berbagai disiplin, dari sejarah, sastra, dan fikih hingga ilmu sosial, untuk memotret ulama Aceh secara lebih utuh.

Sardani was born in Langsa, in eastern Aceh, on 7 May 1969. According to the author biography in the Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh, he earned a Bachelor of Religion (S.Ag.) in da'wa studies and then a Master of Science (M.Si.) in cultural anthropology from Universitas Padjadjaran in Bandung.

His combination of da'wa studies and cultural anthropology places him in the academic tradition of IAIN Ar-Raniry that approached the religious life of Acehnese society through the social sciences. Juhari Hasan, his colleague on the encyclopaedia team, also took a master's degree in sociology and anthropology at Universitas Padjadjaran, so the two reflect a shared educational path for several Acehnese da'wa scholars of that period.

The early 2000s were a time when the social study of religion in Aceh received new attention, amid armed conflict and debates over the implementation of Islamic law. In that climate, lecturers and researchers trained in anthropology helped read the relations between religious teaching, custom and social change. Sardani's education at Universitas Padjadjaran, one of Indonesia's centres of anthropological study, gave him tools to understand ulama and da'wa as part of the cultural life of society.

In 2004 Sardani was listed as a member of the IAIN Ar-Raniry Writing Team that produced the Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh (Ar-Raniry Press). His anthropological background suited the project, since the encyclopaedia discusses not only the ideas of the ulama but also their place in the social and cultural structure of Acehnese society. No online information on Sardani's career and work after 2004 has been found, so this entry is limited to the book's data. The presence of an author with such a background shows that the encyclopaedia team deliberately combined disciplines, from history, literature and jurisprudence to the social sciences, to portray the ulama of Aceh more fully.

Gagasan kunciKey ideas

Dakwah dan budayaDa'wa and culture

Kajian dakwah memerlukan pemahaman antropologis tentang budaya masyarakat yang didakwahi.The study of da'wa requires an anthropological understanding of the culture of the community addressed.

Ulama dalam struktur sosialUlama in the social structure

Ulama Aceh dapat dibaca sebagai bagian dari struktur sosial dan budaya, bukan hanya sebagai pemikir.Acehnese ulama can be read as part of the social and cultural structure, not only as thinkers.

Posisi dalam kerangkaPlace in the framework

Tokoh, lembaga, dan konsep yang paling dekat dengan entri ini, beserta sifat hubungannya.The figures, institutions and concepts closest to this entry, and how they relate to it.

Pertanyaan reflektifReflective question

Apa yang dapat ditawarkan antropologi budaya bagi pemahaman peran ulama dan dakwah di Aceh?What can cultural anthropology offer to the understanding of the role of ulama and da'wa in Aceh?

Kutip entri ini:Cite this entry: “Sardani”, Acehnologi — Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway, https://acehnologi.com/entri/sardani/

Ekosistem KBA13KBA13 InsightKBA13 AcademyAcehnologiArsip & PustakaPeta Ekosistem →