Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

Juhari Hasan

Lahir 1966; aktif sejak sekitar 2000Born 1966; active since around 2000

Juhari Hasan adalah dosen Manajemen Dakwah di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, kelahiran Sawang, Aceh Utara, dengan latar sosiologi-antropologi dari Universitas Padjadjaran, yang meneliti perubahan sosial, ulama dayah, kerukunan pasca-konflik, dan pembinaan muallaf. Pada 2004 ia termasuk Tim Penulis Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh.

Juhari Hasan is a lecturer in Dakwah Management at the Faculty of Dakwah and Communication, UIN Ar-Raniry, born in Sawang, North Aceh, with training in sociology and anthropology from Padjadjaran University, whose research covers social change, dayah ulama, post-conflict interreligious relations and the guidance of converts. In 2004 he was a member of the writing team of the Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh.

Juhari Hasan lahir pada 5 Februari 1966 di Desa Kubu, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Menurut biografi dalam Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh (2004), ia menyelesaikan program sarjana di Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry, lalu menempuh program Magister Sains (M.Si) dalam bidang Sosiologi Antropologi di Universitas Padjadjaran, Bandung. Pendidikan ini memberinya perangkat ilmu sosial untuk membaca dakwah bukan hanya sebagai penyampaian ajaran, tetapi juga sebagai proses sosial yang berkaitan dengan perubahan masyarakat.

Biografi itu juga mencatat keikutsertaannya dalam Workshop for Lecturers on Civic Education yang diselenggarakan The Asia Foundation bersama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, di Jakarta pada 2001 dan di Padang pada 2002. Program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan pendidikan kewargaan dan demokrasi di perguruan tinggi Islam Indonesia pada awal masa Reformasi. Pada 2004 ia tercatat sebagai dosen Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry yang menulis di Jurnal Ar-Raniry, Jurnal Substantia, dan Harian Serambi Indonesia. Kini ia mengajar di Program Studi Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry.

Karya-karyanya banyak terbit di jurnal Al-Bayan. Pada 2015 ia menulis "Perubahan Sosial dalam Perspektif Dakwah", dan pada 2016 "Respons Ulama Dayah Darussa'adah terhadap Problema Sosial Keagamaan di Aceh", kajian tentang bagaimana ulama dari jaringan dayah Darussa'adah menanggapi persoalan sosial dan keagamaan masyarakat. Pada 2019 ia membahas kiprah organisasi Islam bagi Muslim minoritas di Asia Tenggara. Pada 2023 ia meneliti interaksi antarumat beragama pasca-konflik sosial di Aceh Singkil serta arah dan model pembinaan muallaf pada Dewan Dakwah Aceh dan Forum Dakwah Perbatasan.

Sumbangan Juhari Hasan bagi studi Aceh terletak pada perhatiannya terhadap dakwah di wilayah-wilayah yang rentan secara sosial. Aceh Singkil, tempat ketegangan antarumat beragama pernah mengemuka, menjadi salah satu lokasi penting untuk memahami kerukunan di provinsi yang menerapkan syariat Islam. Kajiannya tentang pembinaan muallaf di daerah perbatasan menyoroti kerja lembaga dakwah di pinggiran Aceh, sedangkan kajiannya tentang ulama dayah Darussa'adah menempatkan dayah sebagai aktor yang menanggapi masalah sosial, bukan hanya lembaga pengajaran. Dengan demikian, karyanya menghubungkan tradisi dayah, organisasi dakwah, dan dinamika masyarakat majemuk.

Latar sosiologi-antropologinya membuat kajian dakwah Juhari Hasan bertumpu pada pengamatan lapangan. Pendekatan ini penting di Aceh, tempat dakwah tidak hanya berlangsung di mimbar, tetapi juga di desa-desa perbatasan dan komunitas yang pernah mengalami konflik. Kajian-kajiannya tentang Aceh Singkil dan wilayah perbatasan juga memberi bahan bagi perumusan kebijakan dakwah yang lebih peka terhadap keragaman, sejalan dengan perhatian awalnya pada pendidikan kewargaan sejak 2001.

Dalam Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh (Ar-Raniry Press, 2004), Juhari Hasan termasuk anggota Tim Penulis IAIN Ar-Raniry dari Fakultas Dakwah. Bagian "Sekilas Tentang Penulis" mencatat kelahirannya di Sawang, pendidikan sarjananya di Fakultas Dakwah, magister sosiologi antropologi di Universitas Padjadjaran, keikutsertaannya dalam lokakarya pendidikan kewargaan, dan tulisan-tulisannya di jurnal serta surat kabar. Bersama Fakhri dan Sardani dari fakultas yang sama, ia mewakili pendekatan ilmu sosial dalam tim. Kajiannya tentang Dewan Dakwah Aceh juga bersinggungan dengan lembaga yang dipimpin dua rekan penulisnya, Hasanuddin Yusuf Adan dan Muhammad AR.

Juhari Hasan was born on 5 February 1966 in Kubu village, Sawang subdistrict, North Aceh. According to the biography in the Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh (2004), he completed his undergraduate degree at the Faculty of Dakwah of IAIN Ar-Raniry and then took a Master of Science (M.Si) in Sociology and Anthropology at Padjadjaran University, Bandung. This training gave him the tools of social science to read dakwah not only as the conveying of teaching but also as a social process bound up with change in society.

The biography also records his participation in the Workshop for Lecturers on Civic Education organised by The Asia Foundation with UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, held in Jakarta in 2001 and in Padang in 2002. The programme was part of an effort to introduce civic and democracy education in Indonesian Islamic universities in the early Reformasi period. In 2004 he was listed as a lecturer of the Faculty of Dakwah at IAIN Ar-Raniry who wrote for Jurnal Ar-Raniry, Jurnal Substantia and the daily Serambi Indonesia. He now teaches in the Dakwah Management programme of the Faculty of Dakwah and Communication at UIN Ar-Raniry.

Many of his works have appeared in the journal Al-Bayan. In 2015 he wrote "Perubahan Sosial dalam Perspektif Dakwah", and in 2016 "Respons Ulama Dayah Darussa'adah terhadap Problema Sosial Keagamaan di Aceh", a study of how ulama of the Darussa'adah dayah network responded to the social and religious problems of society. In 2019 he discussed the work of Islamic organisations for Muslim minorities in Southeast Asia. In 2023 he studied interreligious interaction after social conflict in Aceh Singkil, and the direction and models of guidance for converts at Dewan Dakwah Aceh and the Forum Dakwah Perbatasan.

Juhari Hasan's contribution to Aceh studies lies in his attention to dakwah in socially vulnerable areas. Aceh Singkil, where interreligious tensions have surfaced, is an important site for understanding religious harmony in a province that implements Islamic law. His study of convert guidance in border areas highlights the work of dakwah bodies on Aceh's margins, while his study of the Darussa'adah ulama presents the dayah as an actor responding to social problems, not merely a teaching institution. His work thus links the dayah tradition, dakwah organisations and the dynamics of a plural society.

His background in sociology and anthropology grounds Juhari Hasan's study of dakwah in fieldwork. This approach matters in Aceh, where dakwah takes place not only from the pulpit but also in border villages and communities that have experienced conflict. His studies of Aceh Singkil and the border areas also offer material for dakwah policies more sensitive to diversity, in keeping with his early interest in civic education from 2001 onwards.

In the Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh (Ar-Raniry Press, 2004), Juhari Hasan was a member of the IAIN Ar-Raniry Writing Team from the Faculty of Dakwah. The "Sekilas Tentang Penulis" section records his birth in Sawang, his undergraduate degree at the Faculty of Dakwah, his master's in sociology and anthropology at Padjadjaran University, his participation in the civic education workshops, and his writing for journals and newspapers. With Fakhri and Sardani of the same faculty, he represented the social-science approach on the team. His study of Dewan Dakwah Aceh also touches the organisation led by two of his fellow authors, Hasanuddin Yusuf Adan and Muhammad AR.

Gagasan kunciKey ideas

Dakwah dan perubahan sosialDakwah and social change

Ia membaca dakwah sebagai proses sosial yang berkaitan dengan perubahan masyarakat.He reads dakwah as a social process bound up with change in society.

Kerukunan pasca-konflikPost-conflict harmony

Ia meneliti interaksi antarumat beragama di Aceh Singkil setelah konflik sosial.He studies interreligious interaction in Aceh Singkil after social conflict.

Dayah sebagai aktor sosialThe dayah as social actor

Ia menelaah respons ulama dayah Darussa'adah terhadap persoalan sosial keagamaan.He examines the responses of Darussa'adah dayah ulama to social and religious problems.

Posisi dalam kerangkaPlace in the framework

Tokoh, lembaga, dan konsep yang paling dekat dengan entri ini, beserta sifat hubungannya.The figures, institutions and concepts closest to this entry, and how they relate to it.

Pertanyaan reflektifReflective question

Bagaimana lembaga dakwah dan ulama dayah menanggapi keragaman agama dan kerentanan sosial di wilayah pinggiran Aceh?How do dakwah bodies and dayah ulama respond to religious diversity and social vulnerability on Aceh's margins?

Kutip entri ini:Cite this entry: “Juhari Hasan”, Acehnologi — Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway, https://acehnologi.com/entri/juhari-hasan/

Ekosistem KBA13KBA13 InsightKBA13 AcademyAcehnologiArsip & PustakaPeta Ekosistem →