Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

Acehnologi — Islamisasi Ilmu Pengetahuan di AcehAcehnologi — Islamisation of knowledge in Aceh

Naskah tidak bertanggal; memuat konteks hingga setidaknya 2012Undated manuscript; contains contexts extending to at least 2012

Panduan membaca bagian “Islamisasi Ilmu Pengetahuan di Aceh” dalam naskah Acehnologi karya Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, dengan petikan sumber, konteks penafsiran, serta hubungan dengan entri tematik dan modul belajar.

Source-reading guide to Islamisation of knowledge in Aceh in the Acehnologi manuscript.

Bagian naskah: Islamisasi Ilmu Pengetahuan di Aceh.

Entri ini adalah panduan sumber. Petikan terpilih di bawah mempertahankan suara penulis dan bukan ringkasan lengkap seluruh bab. Argumen, penilaian, dan generalisasi di dalam petikan merupakan pandangan penulis pada konteks penyusunan naskah; pembaca perlu membedakannya dari fakta yang telah diuji secara mandiri.

Petikan 1 — Bab ini ingin menyajikan tentang bagaimana penerapan Islamisasi Ilmu Pengetahuan (IIP) dalam proses dunia pendidikan di Aceh. Adapun tujuannya adalah untuk mencari bagaimana titik temu pengembangan studi Islam (dirâsah islâmiyyah) dengan keadaan dunia pendidikan pada era kontemporer ini. Dari persoalan dan tujuan tersebut, diharapkan studi ini mampu membentuk paradigma (pola pikir) dalam membangun pendidikan yang bernuansa islami.

Petikan 2 — Dalam konteks Aceh, kegemilangan negeri ini, lebih banyak didapatkan dari khazanah intelektual. Dimana pengembangan ilmu di Aceh cukup pesat. Bahkan dasar-dasar pemikiran keilmuan yang menjadi agenda Islamisasi Ilmu Pengetahuan yang dikembangkan di Malaysia adalah berasal dari Hamzah Fansuri dan Nurdin Ar-Raniry.

Petikan 3 — Jadi, dalam membumikan Islamisasi Ilmu Pengetahuan di Aceh bukanlah perkara yang amat mudah. Selain SDM belum maksimal juga dipicu oleh tidaknya format aktivitas keilmuan di Aceh yang bisa menopang ide ini. Walaupun sekarang IAIN ingin berubah menjadi UIN (Universitas Islam Negeri), namun dalam wacana keilmuan masih bergerak pada format aktivitas keilmuan pada era 1970-an, ketika Harun Nasutional memperkenalkan ”Islam Rasional.” Dalam pada itu, amat sulit untuk melihat bagaimana proses ini pada kampus umum seperti UNSYIAH yang masih berhaluan ”trilogi pembangunan” yaitu pertumbuhan, pemerataan, dan stabilitas.

Cara membaca: catat pertanyaan utama, bukti atau pengalaman yang dipakai, dan batas generalisasi. Bandingkan dengan entri tematik yang ditautkan. Istilah seperti “sekarang”, nama jabatan, keadaan lembaga, aturan hukum, dan angka tidak dimutakhirkan secara otomatis.

Rujukan: Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. naskah Acehnologi yang diberikan penulis, naskah tidak bertanggal yang diberikan penulis pada 24 Oktober 2026. Nomor bab dan pembagian bagian belum konsisten; rujukan memakai judul bagian dalam tubuh naskah. Metadata berkas bukan tahun penerbitan. Sejumlah foto dan uraian menyebut 2012 serta masa pascadamai. Bagian “Islamisasi Ilmu Pengetahuan di Aceh”.

Beberapa catatan rujukan yang menyertai bagian ini dalam naskah (ejaan dan kelengkapan bibliografi mengikuti sumber):

Bab ini ditulis bersama Fitri Zulfidar.

Mengenai kajian terkini tentang perkembangan Ilmu Pengetahuan di Aceh, baca Erawadi , Tradisi, Wacana Dan Dinamika Intelektual Islam Aceh Abad Xviii Dan X ix.

Mohamad Kamal Hasan, "IIUM Model of Islamic Studies: The Case of the New Kulliyah of Islamic Revealed Knowledge and Human Sciences,” dala m Studi Islam Asia Tengga ra, ed. Zainuddin Fananie dan M. Thoyibi (Surakarta: Muhammadiyah University Press, 1999). Lihat juga Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad dan Patrick Jory, eds. , Islamic Studies and Islamic Education in Contemporary Southeast As ia (Kuala Lumpur: Yayasan Ilmuwan, 2011).

Abdul Hamid Abu Sulayman, ed. , Islamization of Knowledge: General Principles and Work Pl an (Virginia: IIIT, 1989).

Abdul Halim, ed. , Teologi Islam Rasional: Apresiasi Terhadap Wacana Dan Praksis Harun Nasuti on (Jakarta: Ciputat Press, 2005). Saiful Muzani, "Reaktualisasi Teologi Mu’tazilah Bagi Pembaharan Umat Islam: Lebih Dekat Dengan Harun Nasution, " Ulumul Qur’ an IV, no. 4 (1993). 1-12. Zaim Uchrowi and Ahmadie Thaha, "Menyeru Pemikiran Rasional Mu’tazilah,” dala m Refleksi Pembaruan Pemikiran Islam 70 Tahun Harun Nasuti on, ed. Panitia Penerbitan Buku dan Seminar 70 Tahun Harun Nasution (Jakarta: LSAF, 1989).

Azyumardi Azra, "Pengelompokkan Disiplin "Ilmu Agama": Perspektif IAIN,” dala m Antologi Studi Islam: Teori & Metodolo gi, ed. M. Amin Abdullah (Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga, 2000). 158-9.

A source-reading guide to “Islamisation of knowledge in Aceh” in Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad’s Acehnologi manuscript. The Indonesian extracts preserve the author’s voice; the linked thematic entry supplies a separate conceptual overview. Read the manuscript as a situated intellectual argument, distinguishing interpretation, field observation, and normative proposals. Dates and institutional descriptions belong to the period discussed, rather than automatically describing present-day Aceh.

Reference: Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. author-supplied Acehnologi manuscript, undated manuscript supplied by its author on 24 October 2026. Chapter numbering and part divisions are inconsistent; references identify body headings. File metadata is not a publication date. Several captions and passages refer to 2012 and the post-peace period. Section “Islamisasi Ilmu Pengetahuan di Aceh”.

Gagasan kunciKey ideas

Sumber dan tafsirSource and interpretation

Petikan dibedakan dari penjelasan editorial dan dibaca dalam konteks zamannya.Extracts are distinguished from editorial explanation and read in their historical context.

Posisi dalam kerangkaPlace in the framework

Tokoh, lembaga, dan konsep yang paling dekat dengan entri ini, beserta sifat hubungannya.The figures, institutions and concepts closest to this entry, and how they relate to it.

Pertanyaan reflektifReflective question

Apa bukti yang mendukung argumen pada bagian ini, dan apa yang masih perlu diuji?What supports this section’s argument, and what remains to be tested?

Kutip entri ini:Cite this entry: “Acehnologi — Islamisasi Ilmu Pengetahuan di Aceh”, Acehnologi — Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway, https://acehnologi.com/entri/acehnologi-draft-islamisasi-ilmu-pengetahuan-di-aceh/