Tokoh
Jejaring tokohNetwork of figures
Siapa terhubung dengan siapaWho is connected to whom
Sebelum membaca daftar, telusuri benang yang menghubungkan para tokoh Aceh: guru dan murid, gerakan dan partai, dayah dan lembaga, kawan seperjuangan dan lawan gagasan. Pilih satu nama untuk melihat jejaringnya.Before reading the list, follow the threads that connect Acehnese figures: teachers and students, movements and parties, dayah and institutions, comrades and intellectual opponents. Choose a name to see its network.
941 tokohfigures · 334 organisasi dan lembagaorganisations and institutions · 2093 keterkaitanconnections
Daftar lengkapComplete list
Semua tokoh dalam jejaringAll figures in the network
Daftar ini tersusun otomatis dari jejaring: setiap tokoh baru yang masuk sebagai entri atau data jejaring langsung tercantum di sini, lengkap dengan latar belakang, afiliasi, dan pintasan ke simpulnya di papan.This list is built automatically from the network: every new figure added as an entry or as network data appears here at once, with background, affiliations and a shortcut to its node on the board.
ACEHNOLOGI · ENSIKLOPEDIA TOKOHBIOGRAPHICAL ENCYCLOPEDIA
Tokoh, lintasan zaman, dan jejak pengaruhPeople, their times and their influence
Jelajahi tokoh dalam peta keilmuan Aceh melalui periode, kontribusi, dan pengaruh yang tercatat dalam sumber.Explore people in Aceh’s knowledge map through their periods, contributions and documented influence.
Tahun acuan dapat berasal dari periode entri; bukan selalu tahun lahir. Pengelompokan angka adalah rentang waktu, bukan penetapan era sejarah. Data yang belum ada ditandai untuk dilengkapi.A reference year may come from an entry’s period, not necessarily a birth date. Numeric groupings are time ranges, not definitive historical eras. Missing data are marked for completion.
81 tokoh dalam direktoripeople in the directory
Sebelum 1500Before 1500
‘Abd al-Karim al-Jili‘Abd al-Karim al-Jili
- PeriodePeriod
- 1366–1430 M1366–1430 CE
- KontribusiContribution
‘Abd al-Karim ibn Ibrahim al-Jili adalah sufi yang menguraikan konsep insān kamil secara paling rinci dalam kitab al-Insān al-Kāmil fī Ma‘rifat al-Awākhir wa al-Awā’il. Baginya Nabi Muhammad adalah hakikat manusia sempurna, sedangkan para nabi dan kekasih Allah lainnya adalah pewaris kesempurnaannya. Gagasannya termasuk dalam jaringan pemikiran sufi yang menghubungkan Aceh dengan dunia Islam. Penerbitan buku tentang insān kamil yang bersumber dari al-Jili di masa kini sempat ditentang oleh ulama Aceh.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.‘Abd al-Karim ibn Ibrahim al-Jili was the Sufi who expounded the Perfect Human most fully, in his al-Insān al-Kāmil fī Ma‘rifat al-Awākhir wa al-Awā’il. For him the Prophet Muhammad is the very reality of the Perfect Human, while the other prophets and friends of God inherit his perfection. His ideas belong to the Sufi network linking Aceh with the wider Muslim world. In recent times a book on the Perfect Human drawn from al-Jili met strong opposition from Acehnese ulama.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- Masa hidupLifespan
- 1366–1430 M1366–1430 CE
- Karya utamaMain work
- al-Insān al-Kāmil fī Ma‘rifat al-Awākhir wa al-Awā’ilal-Insān al-Kāmil fī Ma‘rifat al-Awākhir wa al-Awā’il
- Resepsi di AcehReception in Aceh
- Buku insān kamil dari al-Jili ditentang ulama AcehA book on the Perfect Human from al-Jili was opposed by Acehnese ulama
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Ulama Nusantara abad ke-18Eighteenth-century Nusantara scholars
Abd al-Samad al-PalimbaniAbd al-Samad al-Palimbani
- PeriodePeriod
- Jaringan ulama Nusantara abad ke-18; tanggal hidup tidak ditetapkan dari draftEighteenth-century Nusantara scholarly network; life dates not established from the draft
- KontribusiContribution
Tasawuf dan pembelajaran kitab Jawi
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Sufism and Jawi text learning
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Abd al-Samad al-Palimbani disebut sebagai pengarang kitab yang ditulis dalam draft sebagai Sir al-Salikin dan dikenal peserta pengajian sebagai Sirus. Karya itu digunakan untuk menghubungkan ajaran tasawuf, penjelasan teungku, serta pembentukan perilaku keagamaan. Posisi tokoh ini memperlihatkan bahwa tradisi ilmu Aceh juga bertumbuh melalui karya ulama dari wilayah Nusantara lainnya.
Al-Palimbani is linked to the Jawi text called Sirus in the draft’s account of communal religious learning in Aceh.
- Bidang kontribusiContribution field
- Tasawuf dan pembelajaran kitab JawiSufism and Jawi text learning
- Dasar pemetaanMapping evidence
- Penyebutan eksplisit dalam draftExplicit discussion in the draft
Rujukan pemetaanMapping references
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. Draft Buku ttg Aceh.doc, naskah tidak bertanggal yang diberikan penulis pada 24 Oktober 2026. Nomor bab dan pembagian bagian belum konsisten; rujukan memakai judul bagian dalam tubuh naskah. Metadata berkas bukan tahun penerbitan. Sejumlah foto dan uraian menyebut 2012 serta masa pascadamai. Bagian “Syariah Islam sebagai Living Tradition”.
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. Draft Buku ttg Aceh.doc, undated draft supplied by its author on 24 October 2026. Chapter numbering and part divisions are inconsistent; references identify body headings. File metadata is not a publication date. Several captions and passages refer to 2012 and the post-peace period. Section “Syariah Islam sebagai Living Tradition”.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Intelektual Aceh abad ke-20Twentieth-century Acehnese intellectuals
Abdul Manaf el-Zamzami atau AmelzAbdul Manaf el-Zamzami atau Amelz
- PeriodePeriod
- 1921–1982, menurut draft1921–1982, as reported in the draft
- KontribusiContribution
Kepenulisan Aceh abad ke-20
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Twentieth-century Acehnese writing
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Abdul Manaf el-Zamzami, disebut pula Amelz, hadir dalam bagian Tradisi Berguru di Aceh. Bersama beberapa sarjana Aceh lainnya, ia menjadi contoh penulis yang dinilai mewariskan pemikiran kuat meskipun tidak disajikan sebagai produk pendidikan luar negeri. Draft tidak memberikan bibliografi lengkap karyanya pada pembahasan tersebut; daftar karya perlu dikembangkan dari sumber khusus.
Amelz is named among Acehnese writers in the draft’s argument about intellectual inheritance beyond formal credentials.
- Bidang kontribusiContribution field
- Kepenulisan Aceh abad ke-20Twentieth-century Acehnese writing
- Dasar pemetaanMapping evidence
- Penyebutan eksplisit dalam draftExplicit discussion in the draft
Rujukan pemetaanMapping references
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. Draft Buku ttg Aceh.doc, naskah tidak bertanggal yang diberikan penulis pada 24 Oktober 2026. Nomor bab dan pembagian bagian belum konsisten; rujukan memakai judul bagian dalam tubuh naskah. Metadata berkas bukan tahun penerbitan. Sejumlah foto dan uraian menyebut 2012 serta masa pascadamai. Bagian “Tradisi Berguru di Aceh”.
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. Draft Buku ttg Aceh.doc, undated draft supplied by its author on 24 October 2026. Chapter numbering and part divisions are inconsistent; references identify body headings. File metadata is not a publication date. Several captions and passages refer to 2012 and the post-peace period. Section “Tradisi Berguru di Aceh”.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Intelektual Aceh abad ke-20Twentieth-century Acehnese intellectuals
Abu Bakar AcehAbu Bakar Aceh
- PeriodePeriod
- 1909–1979, menurut draft1909–1979, as reported in the draft
- KontribusiContribution
Tradisi intelektual dan kepenulisan
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Intellectual and writing traditions
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Abu Bakar Aceh disebut dalam bagian Tradisi Berguru di Aceh sebagai salah satu sarjana Aceh yang menghasilkan karya dan spirit intelektual kuat pada abad ke-20. Ia dibaca bersama Hasbi Ash-Shiddieqy, Amelz, dan Ali Hasjmy. Penempatan ini menekankan produktivitas pemikiran dan warisan bagi generasi berikutnya, bukan semata jenjang pendidikan formal.
Abu Bakar Aceh appears among twentieth-century Acehnese intellectuals whose writings and intellectual energy are discussed as models for later generations.
- Bidang kontribusiContribution field
- Tradisi intelektual dan kepenulisanIntellectual and writing traditions
- Dasar pemetaanMapping evidence
- Penyebutan eksplisit dalam draftExplicit discussion in the draft
Rujukan pemetaanMapping references
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. Draft Buku ttg Aceh.doc, naskah tidak bertanggal yang diberikan penulis pada 24 Oktober 2026. Nomor bab dan pembagian bagian belum konsisten; rujukan memakai judul bagian dalam tubuh naskah. Metadata berkas bukan tahun penerbitan. Sejumlah foto dan uraian menyebut 2012 serta masa pascadamai. Bagian “Tradisi Berguru di Aceh”.
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. Draft Buku ttg Aceh.doc, undated draft supplied by its author on 24 October 2026. Chapter numbering and part divisions are inconsistent; references identify body headings. File metadata is not a publication date. Several captions and passages refer to 2012 and the post-peace period. Section “Tradisi Berguru di Aceh”.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1900–19441900–1944
Abuya Syeikh Haji Muhammad Waly al-Khalidy (Abuya Muda Waly)Abuya Shaykh Haji Muhammad Waly al-Khalidy (Abuya Muda Waly)
- PeriodePeriod
- 1917 (sumber lain: 1919)–1961, Labuhan Haji, Aceh Selatan1917 (other sources: 1919)–1961, Labuhan Haji, South Aceh
- KontribusiContribution
Abuya Muda Waly adalah ulama besar dari Labuhan Haji, Aceh Selatan, yang oleh sebagian kalangan digelari Syaikhul Islam Aceh. Ia belajar di dayah-dayah Aceh Selatan dan Aceh Besar, termasuk pada Tgk. Hasan Krueng Kale dan Tgk. Ahmad Hasballah Indrapuri, lalu memperdalam ilmu di Masjidil Haram dengan bekal yang disiapkan masyarakat. Ia dikenal pula karena memberikan gelar fikih ‘waliyul amri al-dharuri bi al-syaukah’ kepada Soekarno, sebuah sikap yang berbeda dari jalan DI/TII.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Abuya Muda Waly was a great scholar from Labuhan Haji, South Aceh, called by some the Shaykh al-Islam of Aceh. He studied at dayahs in South Aceh and Aceh Besar, including under Tgk. Hasan Krueng Kale and Tgk. Ahmad Hasballah Indrapuri, then deepened his learning at the Grand Mosque of Mecca with provisions supplied by the community. He is also known for conferring on Sukarno the juristic title ‘waliyy al-amr al-daruri bi al-shawka’, a stance at odds with the path of Darul Islam.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- AsalOrigin
- Labuhan Haji, Aceh SelatanLabuhan Haji, South Aceh
- GuruTeachers
- Syeikh Mahmud (Blang Pidie); Tgk. Hasan Krueng Kale; Tgk. Ahmad Hasballah Indrapuri; Syeikh Ali al-Maliki (Mekkah)Syeikh Mahmud (Blang Pidie); Tgk. Hasan Krueng Kale; Tgk. Ahmad Hasballah Indrapuri; Syeikh Ali al-Maliki (Mecca)
- Gelar untuk SoekarnoTitle for Sukarno
- Waliyul amri al-dharuri bi al-syaukahWaliyy al-amr al-daruri bi al-shawka
- WafatDied
- 19611961
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1998–sekarang1998–present
Adnan GantoAdnan Ganto
- PeriodePeriod
- Karier kontemporer; wafat 23 Maret 2021Contemporary career; died 23 March 2021
- KontribusiContribution
Bankir asal Aceh Utara yang menghubungkan pengalaman keuangan internasional, peran penasihat negara, dan pengembangan kelembagaan Aceh.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.A North Aceh banker connecting international finance, state advisory work and Acehnese institutional development.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- Penulis / sumberAuthor / source
- Pemerintah Aceh. 23 Maret 2021. Adnan Ganto Tutup Usia, Pemerintah Aceh Berduka. https://penghubung.acehprov.go.id/berita/adnan-ganto-tutup-usia-pemerintah-aceh-berduka/ ; ANTARA. 23 Maret 2021. Penasihat Menkopolhukam Adnan Ganto meninggal dunia. https://www.antaranews.com/berita/2058942/Pemerintah Aceh. 23 Maret 2021. Adnan Ganto Tutup Usia, Pemerintah Aceh Berduka. https://penghubung.acehprov.go.id/berita/adnan-ganto-tutup-usia-pemerintah-aceh-berduka/ ; ANTARA. 23 Maret 2021. Penasihat Menkopolhukam Adnan Ganto meninggal dunia. https://www.antaranews.com/berita/2058942/
- Lokasi bacaanReading location
- Obituari resmi 23 Maret 2021Obituari resmi 23 Maret 2021
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Kontemporer — sarjana dan pegiat AcehContemporary — Aceh scholars and practitioners
Afrizal TjoetraAfrizal Tjoetra
- PeriodePeriod
- Kontemporer; tahun acuan kegiatan 1995Contemporary; activity reference 1995
- Lahir – wafatBirth – death
- 1971 – ?
- KontribusiContribution
Sosiologi, penguatan organisasi masyarakat sipil, kebijakan publik, serta konflik dan perdamaian.
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Sociology, civil-society organisations, public policy, conflict and peace.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Jangkauan kontribusi yang dicatat bahan: Sosiologi, penguatan organisasi masyarakat sipil, kebijakan publik, serta konflik dan perdamaian. Pengaruh lebih luas belum dinilai melalui ukuran atau perbandingan independen.
The supplied biography documents contributions through the activities described here. Wider influence has not been assessed using independent comparative evidence or metrics.
- Bidang kontribusiArea of contribution
- Sosiologi, penguatan organisasi masyarakat sipil, kebijakan publik, serta konflik dan perdamaian.Afrizal Tjoetra was born in South Aceh on 1 October 1971. The supplied biography records undergraduate studies at Syiah Kuala University and Universitas Terbuka, a sociology master’s degree at Universitas Indonesia, and doctoral research in conflict and peace at Universiti Sains Malaysia (2011–2017). His civil-society work began in 1995 and included Forum LSM Aceh, Yappika, participatory-policy coalitions and the Aceh Development Fund. The source describes sociology teaching at Universitas Teuku Umar from 2007 and postgraduate teaching from 2024, alongside research on civil society, empowerment, public policy and peace.
- Status dokumentasiDocumentation status
- Data awal dari pemilik situs; terbuka untuk pembaruan berbasis sumber.Initial data supplied by the site owner; open to source-based revision.
- RujukanReference
- Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Rujukan pemetaanMapping references
Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.
Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Jaringan ulama abad ke-19–20Nineteenth and twentieth-century scholarly networks
Ahmad Hasballah IndrapuriAhmad Hasballah Indrapuri
- PeriodePeriod
- 1888–1959, menurut draft1888–1959, as reported in the draft
- KontribusiContribution
Dayah Indrapuri dan transmisi ilmu
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Indrapuri dayah and knowledge transmission
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Ahmad Hasballah disebut dalam draft sebagai pemimpin Dayah Hasbiyah Indrapuri dan salah satu guru Muhammad Wali al-Khalidy. Riwayat yang disajikan menghubungkan Aceh Besar, Yan di Kedah, dan Mekkah. Kontribusi yang dipetakan adalah pendidikan calon ulama dan pemeliharaan jaringan guru-murid lintas kawasan.
Ahmad Hasballah is discussed as the head of the Indrapuri dayah and a teacher in a network linking Aceh, Kedah and Mecca.
- Bidang kontribusiContribution field
- Dayah Indrapuri dan transmisi ilmuIndrapuri dayah and knowledge transmission
- Dasar pemetaanMapping evidence
- Penyebutan eksplisit dalam draftExplicit discussion in the draft
Rujukan pemetaanMapping references
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. Draft Buku ttg Aceh.doc, naskah tidak bertanggal yang diberikan penulis pada 24 Oktober 2026. Nomor bab dan pembagian bagian belum konsisten; rujukan memakai judul bagian dalam tubuh naskah. Metadata berkas bukan tahun penerbitan. Sejumlah foto dan uraian menyebut 2012 serta masa pascadamai. Bagian “Jak u Arab Cara Orang Aceh Naik Haji”.
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. Draft Buku ttg Aceh.doc, undated draft supplied by its author on 24 October 2026. Chapter numbering and part divisions are inconsistent; references identify body headings. File metadata is not a publication date. Several captions and passages refer to 2012 and the post-peace period. Section “Jak u Arab Cara Orang Aceh Naik Haji”.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Kontemporer — sarjana dan pegiat AcehContemporary — Aceh scholars and practitioners
Ahmad Humam HamidAhmad Humam Hamid
- PeriodePeriod
- Kontemporer; lahir 1957Contemporary; born 1957
- Lahir – wafatBirth – death
- 1957 – ?
- KontribusiContribution
Sosiologi dan penulisan opini publik tentang masyarakat.
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Sociology and public commentary on society.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Jangkauan kontribusi yang dicatat bahan: Sosiologi dan penulisan opini publik tentang masyarakat. Pengaruh lebih luas belum dinilai melalui ukuran atau perbandingan independen.
The supplied biography documents contributions through the activities described here. Wider influence has not been assessed using independent comparative evidence or metrics.
- Bidang kontribusiArea of contribution
- Sosiologi dan penulisan opini publik tentang masyarakat.Ahmad Humam Hamid was born on 31 March 1957. The supplied profile identifies him as a sociologist associated with the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. It describes a writing career beginning during his student years, including regular contributions to Serambi Indonesia during doctoral study. It also lists writing in Kompas, The Jakarta Post and Media Indonesia. These affiliations and publication descriptions are recorded as supplied biographical information rather than a newly verified account of current appointments.
- Status dokumentasiDocumentation status
- Data awal dari pemilik situs; terbuka untuk pembaruan berbasis sumber.Initial data supplied by the site owner; open to source-based revision.
- RujukanReference
- Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Rujukan pemetaanMapping references
Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.
Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Kontemporer — sarjana dan pegiat AcehContemporary — Aceh scholars and practitioners
Alfian (MaTA)Alfian (MaTA)
- PeriodePeriod
- Kontemporer; tahun acuan kegiatan 2005Contemporary; activity reference 2005
- Lahir – wafatBirth – death
- 1977 – ?
- KontribusiContribution
Transparansi, pemberantasan korupsi, advokasi anggaran, dan partisipasi masyarakat.
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Transparency, anti-corruption, budget advocacy and public participation.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Jangkauan kontribusi yang dicatat bahan: Transparansi, pemberantasan korupsi, advokasi anggaran, dan partisipasi masyarakat. Pengaruh lebih luas belum dinilai melalui ukuran atau perbandingan independen.
The supplied biography documents contributions through the activities described here. Wider influence has not been assessed using independent comparative evidence or metrics.
- Bidang kontribusiArea of contribution
- Transparansi, pemberantasan korupsi, advokasi anggaran, dan partisipasi masyarakat.Alfian was born in Samalanga on 11 September 1977 and completed a management degree at Universitas Abulyatama in 2005. His student activism included BEM, Pemraka and the Aceh student reform coalition Karma. The supplied biography records programme management at Komisi Darurat Kemanusiaan, coordination of Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), involvement in Koalisi Kebijakan Partisipatif and oversight work at Satu Aceh Inisiatif. His work concerns public accountability, budget advocacy and participation. This profile is distinct from the historian Ibrahim Alfian.
- Status dokumentasiDocumentation status
- Data awal dari pemilik situs; terbuka untuk pembaruan berbasis sumber.Initial data supplied by the site owner; open to source-based revision.
- RujukanReference
- Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Rujukan pemetaanMapping references
Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.
Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Belum dipetakanNot yet mapped
Ali HasjmyAli Hasjmy
- PeriodePeriod
- Abad ke-20Twentieth century
- KontribusiContribution
Ali Hasjmy adalah pemimpin, pemikir, dan penulis Aceh yang sangat produktif di bidang sastra dan sejarah. Ia menghasilkan puluhan karya tanpa pernah menempuh pendidikan di luar negeri. Bersama Hasbi Ash-Shiddieqy, ia menjadi teladan generasi sarjana Aceh yang berkarya karena dorongan keilmuan. Karyanya juga menjadi rujukan dalam kajian hubungan Aceh dengan dunia Melayu.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Ali Hasjmy was an Acehnese leader, thinker and exceptionally prolific author of literature and history. He produced dozens of works without ever studying abroad. Alongside Hasbi Ash-Shiddieqy, he exemplifies a generation of Acehnese scholars driven by intellectual vocation. His writings are also cited in studies of Aceh's ties with the Malay world.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
- BidangFields
- Sastra dan sejarahLiterature and history
- Jumlah karyaOutput
- Puluhan judulDozens of titles
- Pendidikan luar negeriOverseas education
- Tidak pernahNone
- Sezaman denganContemporaries
- Hasbi Ash-Shiddieqy, Junus IsmailHasbi Ash-Shiddieqy, Junus Ismail
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Kontemporer — sarjana dan pegiat AcehContemporary — Aceh scholars and practitioners
Amrina HabibiAmrina Habibi
- PeriodePeriod
- Kontemporer; tahun acuan belum tersediaContemporary; reference year not supplied
- KontribusiContribution
Perlindungan perempuan dan anak serta advokasi kebijakan PPA.
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Women and child protection and policy advocacy.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Jangkauan kontribusi yang dicatat bahan: Perlindungan perempuan dan anak serta advokasi kebijakan PPA. Pengaruh lebih luas belum dinilai melalui ukuran atau perbandingan independen.
The supplied biography documents contributions through the activities described here. Wider influence has not been assessed using independent comparative evidence or metrics.
- Bidang kontribusiArea of contribution
- Perlindungan perempuan dan anak serta advokasi kebijakan PPA.Amrina Habibi was born in Samalanga. The supplied biography records a master’s degree in law from Syiah Kuala University and seventeen years of service in Aceh’s women and child protection agency. Her stated commitment centres on women and child protection as a shared public concern. The source gives no birth year or calendar dates for the seventeen-year service period; these are therefore left unspecified.
- Status dokumentasiDocumentation status
- Data awal dari pemilik situs; terbuka untuk pembaruan berbasis sumber.Initial data supplied by the site owner; open to source-based revision.
- RujukanReference
- Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Rujukan pemetaanMapping references
Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.
Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Belum dipetakanNot yet mapped
Anthony ReidAnthony Reid
- PeriodePeriod
- Sejarawan Asia Tenggara; aktif dalam kajian Aceh hingga era pascatsunamiHistorian of Southeast Asia; active in Aceh studies into the post-tsunami era
- KontribusiContribution
Anthony Reid adalah sejarawan Asia Tenggara yang kerap disebut sebagai peletak dasar kajian Aceh modern. Banyak karyanya bersentuhan dengan sejarah dan kebudayaan Aceh, dan perhatian itu bertahan meski ia berpindah-pindah institusi. Selama di Asia Research Institute (ARI) Singapura, ia rutin berkunjung ke Aceh sebagai penasihat sejumlah lembaga riset dan membimbing peneliti muda. Pengaruhnya tampak pula pada generasi peneliti sesudahnya.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Anthony Reid is a historian of Southeast Asia often described as the founder of modern Aceh studies. Much of his work engages with Acehnese history and culture, an interest he sustained across several institutional moves. While at the Asia Research Institute (ARI) in Singapore he visited Aceh regularly as an adviser to research institutions and as a mentor to young researchers. His influence is visible in the generation of scholars who followed.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
- JulukanEpithet
- Peletak dasar kajian Aceh modernFounder of modern Aceh studies
- InstitusiInstitution
- Asia Research Institute (ARI), SingapuraAsia Research Institute (ARI), Singapore
- Karya suntinganEdited volume
- Verandah of Violence: The Background to the Aceh Problem (2006)Verandah of Violence: The Background to the Aceh Problem (2006)
- Peran di AcehRole in Aceh
- Penasihat lembaga riset, termasuk ICAIOS; pembimbing penelitiAdviser to research bodies, including ICAIOS; mentor to researchers
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Kepenulisan Aceh abad ke-20Twentieth-century Acehnese writing
Anzib LamnyongAnzib Lamnyong
- PeriodePeriod
- 1968 — terbitan Himpoenan Hadih Madja yang dirujuk1968 — cited Himpoenan Hadih Madja publication
- KontribusiContribution
Penafsiran hadih maja
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Interpreting hadih maja
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Anzib Lamnyong dikutip pada bagian Falsafah Melayu dan Aceh untuk menjelaskan hadih maja sebagai tuturan ulama atau orang tua yang berpengalaman. Kutipan itu membantu menghubungkan bentuk bahasa, kebijaksanaan, otoritas pengalaman, dan nasihat dalam masyarakat Aceh. Profil ini terbatas pada kontribusi yang dapat ditelusuri pada sumber; riwayat hidup tidak ditebak dari nama.
Anzib Lamnyong is quoted for a definition of hadih maja that links proverbial language to experience, wisdom and advice.
- Bidang kontribusiContribution field
- Penafsiran hadih majaInterpreting hadih maja
- Dasar pemetaanMapping evidence
- Penyebutan eksplisit dalam draftExplicit discussion in the draft
Rujukan pemetaanMapping references
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. Draft Buku ttg Aceh.doc, naskah tidak bertanggal yang diberikan penulis pada 24 Oktober 2026. Nomor bab dan pembagian bagian belum konsisten; rujukan memakai judul bagian dalam tubuh naskah. Metadata berkas bukan tahun penerbitan. Sejumlah foto dan uraian menyebut 2012 serta masa pascadamai. Bagian “Falsafah Melayu dan Aceh”.
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. Draft Buku ttg Aceh.doc, undated draft supplied by its author on 24 October 2026. Chapter numbering and part divisions are inconsistent; references identify body headings. File metadata is not a publication date. Several captions and passages refer to 2012 and the post-peace period. Section “Falsafah Melayu dan Aceh”.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Kontemporer — sarjana dan pegiat AcehContemporary — Aceh scholars and practitioners
ApridarApridar
- PeriodePeriod
- Kontemporer; tahun acuan belum tersediaContemporary; reference year not supplied
- KontribusiContribution
Keilmuan ekonomi dan bisnis serta keterlibatan dalam jejaring kecendekiawanan Aceh.
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Economics, business and Acehnese intellectual networks.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Jangkauan kontribusi yang dicatat bahan: Keilmuan ekonomi dan bisnis serta keterlibatan dalam jejaring kecendekiawanan Aceh. Pengaruh lebih luas belum dinilai melalui ukuran atau perbandingan independen.
The supplied biography documents contributions through the activities described here. Wider influence has not been assessed using independent comparative evidence or metrics.
- Bidang kontribusiArea of contribution
- Keilmuan ekonomi dan bisnis serta keterlibatan dalam jejaring kecendekiawanan Aceh.The supplied profile identifies Apridar as a professor in the Faculty of Economics and Business at Syiah Kuala University. It also describes him as chair of the expert council of the Aceh regional organisation of Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). The source does not supply dates for this appointment, a birth year, or individual publication titles. The profile records economics, business and intellectual networks as initial areas for subsequent documentation.
- Status dokumentasiDocumentation status
- Data awal dari pemilik situs; terbuka untuk pembaruan berbasis sumber.Initial data supplied by the site owner; open to source-based revision.
- RujukanReference
- Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Rujukan pemetaanMapping references
Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.
Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Sarjana abad ke-20–21Twentieth and twenty-first-century scholarship
Barbara D. MetcalfBarbara D. Metcalf
- PeriodePeriod
- 1993 — artikel Living Hadith yang dirujuk draft1993 — cited Living Hadith article
- KontribusiContribution
Living hadith dan Jamaah Tabligh
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Living hadith and Jamaah Tabligh
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Barbara D. Metcalf menjadi rujukan konseptual pada awal bagian Syariah Islam sebagai Living Tradition. Penulis meminjam gagasan living hadith untuk menjelaskan pembacaan dan penghayatan Fadhail Amal oleh pengikut Jamaah Tabligh, lalu membandingkannya dengan pembelajaran kitab dalam masyarakat Aceh. Hubungannya dengan Aceh di sini adalah pengaruh metodologis, bukan klaim bahwa penelitian asal Metcalf dilakukan di Aceh.
Metcalf supplies the living hadith concept used comparatively in the draft’s discussion of lived sharia in Aceh. This is methodological influence rather than a claim that her original research was conducted in Aceh.
- Bidang kontribusiContribution field
- Living hadith dan Jamaah TablighLiving hadith and Jamaah Tabligh
- Dasar pemetaanMapping evidence
- Penyebutan eksplisit dalam draftExplicit discussion in the draft
Rujukan pemetaanMapping references
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. Draft Buku ttg Aceh.doc, naskah tidak bertanggal yang diberikan penulis pada 24 Oktober 2026. Nomor bab dan pembagian bagian belum konsisten; rujukan memakai judul bagian dalam tubuh naskah. Metadata berkas bukan tahun penerbitan. Sejumlah foto dan uraian menyebut 2012 serta masa pascadamai. Bagian “Syariah Islam sebagai Living Tradition”.
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. Draft Buku ttg Aceh.doc, undated draft supplied by its author on 24 October 2026. Chapter numbering and part divisions are inconsistent; references identify body headings. File metadata is not a publication date. Several captions and passages refer to 2012 and the post-peace period. Section “Syariah Islam sebagai Living Tradition”.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1800–18991800–1899
Christiaan Snouck Hurgronje dan genealogi orientalisme LeidenChristiaan Snouck Hurgronje and the genealogy of Leiden orientalism
- PeriodePeriod
- 8 Februari 1857 – 26 Juni 19368 February 1857 – 26 June 1936
- KontribusiContribution
Christiaan Snouck Hurgronje adalah orientalis Belanda yang dikenang orang Aceh sebagai ‘si Snouck’ dan di Eropa sebagai profesor yang berjasa meneguhkan antropologi agama. Memahaminya menuntut pembacaan atas tiga kawasan: Belanda, Arabia, dan Aceh. Ia murid Michael Jan de Goeje dari mazhab filologi oriental Leiden, menguasai sekitar lima belas bahasa, dan bekerja dalam tradisi studi religi abad ke-19 yang memandang agama secara negatif. Kerangka keilmuannya membentuk citra Timur sebagai ‘mereka’ yang tidak rasional di hadapan Eropa yang rasional.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Christiaan Snouck Hurgronje was the Dutch orientalist remembered in Aceh as ‘si Snouck’ and in Europe as a professor who helped establish the anthropology of religion. Understanding him requires reading three regions together: the Netherlands, Arabia and Aceh. A student of Michael Jan de Goeje of the Leiden school of oriental philology, he commanded some fifteen languages and worked within a nineteenth-century tradition of religious studies that viewed religion negatively. His scholarly framework helped construct the Orient as an irrational ‘them’ facing a rational Europe.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- Lahir–wafatBorn–died
- 8 Februari 1857 – 26 Juni 19368 February 1857 – 26 June 1936
- Penelitian di ArabiaResearch in Arabia
- 1884–18851884–1885
- Adviseur voor Inlandsche ZakenAdviser for Native Affairs
- 1899–19061899–1906
- GuruTeacher
- Michael Jan de Goeje (1836–1907)Michael Jan de Goeje (1836–1907)
- BahasaLanguages
- Sekitar 15About fifteen
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Kontemporer — sarjana dan pegiat AcehContemporary — Aceh scholars and practitioners
Cut Asmaul HusnaCut Asmaul Husna
- PeriodePeriod
- Kontemporer; lahir 1978Contemporary; born 1978
- Lahir – wafatBirth – death
- 1978 – ?
- KontribusiContribution
Tata kelola pemerintahan, kebijakan inklusif, perencanaan, penganggaran, dan pemberdayaan perempuan.
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Governance, inclusive public policy, planning, budgeting and women’s empowerment.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Jangkauan kontribusi yang dicatat bahan: Tata kelola pemerintahan, kebijakan inklusif, perencanaan, penganggaran, dan pemberdayaan perempuan. Pengaruh lebih luas belum dinilai melalui ukuran atau perbandingan independen.
The supplied biography documents contributions through the activities described here. Wider influence has not been assessed using independent comparative evidence or metrics.
- Bidang kontribusiArea of contribution
- Tata kelola pemerintahan, kebijakan inklusif, perencanaan, penganggaran, dan pemberdayaan perempuan.Cut Asmaul Husna was born in Pidie in 1978. She completed undergraduate study at IAIN Ar-Raniry in 2001 and a management master’s degree at Institut Magister Manajemen Indonesia in 2010. The supplied profile describes teaching at Universitas Teuku Umar and experience with the Aceh legislature, Kominsa Aceh, USAID Kinerja and LGSP, EU–ADB cooperation and the World Bank-supported BEC-TF programme. Her work connects governance, planning and budgeting with inclusive policy, women’s empowerment and sustainable development. Appointment dates are not independently established here.
- Status dokumentasiDocumentation status
- Data awal dari pemilik situs; terbuka untuk pembaruan berbasis sumber.Initial data supplied by the site owner; open to source-based revision.
- RujukanReference
- Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Rujukan pemetaanMapping references
Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.
Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1998–sekarang1998–present
Danil Akbar TaqwadinDanil Akbar Taqwadin
- PeriodePeriod
- Kontemporer; biografi sumber 2024Contemporary; source biography 2024
- KontribusiContribution
Strategi, keamanan, perdamaian, konflik, dan masyarakat sipil.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Strategy, security, peace, conflict and civil society.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- Penulis / sumberAuthor / source
- Nurdin, Muhammad Riza; Danil Akbar Taqwadin; Teuku Raja Muda Dharma Bentara; Mellyan; Muhammad Mirza Ardi. 2024. Transformasi Kepemimpinan Aceh Pasca-Pilkada Serentak. Editor Adi Warsidi. Banda Aceh: Badan Kesbangpol Aceh.Nurdin, Muhammad Riza; Danil Akbar Taqwadin; Teuku Raja Muda Dharma Bentara; Mellyan; Muhammad Mirza Ardi. 2024. Transformasi Kepemimpinan Aceh Pasca-Pilkada Serentak. Editor Adi Warsidi. Banda Aceh: Badan Kesbangpol Aceh.
- Lokasi bacaanReading location
- Biografi penulis, halaman cetak 219–221Biografi penulis, halaman cetak 219–221
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1900–19441900–1944
Denys LombardDenys Lombard
- PeriodePeriod
- 1938–1998; sejarawan Prancis1938–1998; French historian
- KontribusiContribution
Denys Lombard adalah sejarawan Prancis yang karyanya tentang kerajaan Aceh pada masa Sultan Iskandar Muda (1607–1636) menjadi bacaan wajib bagi siapa pun yang mempelajari masa kejayaan Aceh. Ia berpijak pada mazhab Annales dan sejarah mentalitas. Kerangka 'topografi budaya' dan simbol raja gunung yang ia kembangkan untuk Jawa kerap dipinjam untuk membaca Gayo dan Aceh. Karena itu, pengaruhnya melampaui sejarah politik menuju cara memahami identitas kawasan.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Denys Lombard was a French historian whose study of the Acehnese kingdom under Sultan Iskandar Muda (1607–1636) is essential reading for anyone studying Aceh's golden age. He worked in the Annales tradition and the history of mentalities. The 'cultural topography' and the mountain-king symbolism he developed for Java are often borrowed to read the Gayo and Aceh. His influence thus extends beyond political history to how regional identities are understood.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- HidupLifespan
- 1938–19981938–1998
- Karya tentang AcehWork on Aceh
- Kerajaan Aceh Zaman Sultan Iskandar Muda (1607–1636), terjemahan Indonesia 2007Kerajaan Aceh Zaman Sultan Iskandar Muda (1607–1636), Indonesian translation 2007
- Karya tentang JawaWork on Java
- Nusa Jawa: Silang Budaya (3 jilid)Nusa Jawa: Silang Budaya (3 vols.)
- AliranSchool
- Mazhab Annales, sejarah mentalitasAnnales school, history of mentalities
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Kontemporer — sarjana dan pegiat AcehContemporary — Aceh scholars and practitioners
Dian RubiantyDian Rubianty
- PeriodePeriod
- Kontemporer; tahun acuan kegiatan 2019Contemporary; activity reference 2019
- KontribusiContribution
Riset berbasis data, civic-tech, pelayanan publik, dan penulisan sosial tentang Aceh.
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Data-based research, civic technology, public services and writing on Aceh.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Jangkauan kontribusi yang dicatat bahan: Riset berbasis data, civic-tech, pelayanan publik, dan penulisan sosial tentang Aceh. Pengaruh lebih luas belum dinilai melalui ukuran atau perbandingan independen.
The supplied biography documents contributions through the activities described here. Wider influence has not been assessed using independent comparative evidence or metrics.
- Bidang kontribusiArea of contribution
- Riset berbasis data, civic-tech, pelayanan publik, dan penulisan sosial tentang Aceh.Dian Rubianty is described as a co-founder of the Institute for Statistics and Socio-Ecological Development (ISSED), established in 2019 as an interdisciplinary, data-oriented research and civic-tech initiative. Born in Jakarta and raised in Banda Aceh, she studied accounting at Syiah Kuala University and public administration at the University of Arkansas through Fulbright. The supplied profile records earlier teaching at UIN Ar-Raniry and research at ICAIOS, and identifies an Ombudsman Aceh leadership role without providing its dates. Her writing includes journal articles, book chapters and Serambi Indonesia opinion pieces.
- Status dokumentasiDocumentation status
- Data awal dari pemilik situs; terbuka untuk pembaruan berbasis sumber.Initial data supplied by the site owner; open to source-based revision.
- RujukanReference
- Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Rujukan pemetaanMapping references
Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.
Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Belum dipetakanNot yet mapped
Dokarim dan Hikayat Prang GoumpeniDokarim and Hikayat Prang Goumpeni
- PeriodePeriod
- Masa Perang Aceh melawan BelandaEra of the Aceh War against the Dutch
- KontribusiContribution
Dokarim, atau Abdul Karim, adalah pengarang Hikayat Prang Goumpeni, hikayat berbahasa Aceh tentang perang melawan Kompeni Belanda. Karya ini disebut sebagai syair perang yang sangat ditakuti penjajah. Edwin Wieringa menegaskan bahwa hikayat ini bukan laporan sejarah, melainkan cerita bersanjak yang termasuk ranah sastra tradisional Aceh. Penegasan itu membuka tugas untuk menggali aspek filosofis sastra tradisional Aceh, tidak hanya kandungan historisnya.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Dokarim, or Abdul Karim, was the author of Hikayat Prang Goumpeni, an Acehnese-language hikayat on the war against the Dutch Company. The work is described as a war poem much feared by the colonisers. Edwin Wieringa stressed that it is not a historical report but a story in verse belonging to traditional Acehnese literature. That emphasis opens the task of exploring the philosophical dimension of traditional Acehnese literature, not just its historical content.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
- Nama lainOther name
- Abdul KarimAbdul Karim
- KaryaWork
- Hikayat Prang GoumpeniHikayat Prang Goumpeni
- Penilaian WieringaWieringa's assessment
- Bukan laporan sejarah, melainkan hikayatNot a historical report but a hikayat
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1998–sekarang1998–present
Edward Aspinall dan tesis ‘dari kombatan ke kontraktor’Edward Aspinall and the ‘combatants to contractors’ thesis
- PeriodePeriod
- Meneliti Aceh sejak awal 2000-anResearching Aceh since the early 2000s
- KontribusiContribution
Edward Aspinall, peneliti Australian National University, adalah salah satu sarjana asing terpenting tentang konflik dan perdamaian Aceh. Karyanya meliputi kajian proses damai bersama Harold Crouch (2003), analisis MoU Helsinki (2005), monografi Islam and Nation (2009), dan artikel ‘Combatants to Contractors’ di jurnal Indonesia (April 2009). Artikel terakhir memetakan bagaimana mantan kombatan GAM menjadi kontraktor dan memicu perdebatan di Aceh tentang etika penelitian dan citra perjuangan.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Edward Aspinall, a researcher at the Australian National University, is among the most important foreign scholars of conflict and peace in Aceh. His work includes a study of the peace process with Harold Crouch (2003), an analysis of the Helsinki MoU (2005), the monograph Islam and Nation (2009), and the article ‘Combatants to Contractors’ in the journal Indonesia (April 2009). The last mapped how former GAM combatants became contractors and sparked debate in Aceh on research ethics and the image of the struggle.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- LembagaInstitution
- Australian National UniversityAustralian National University
- Artikel kunciKey article
- ‘Combatants to Contractors’, Indonesia 87 (2009)‘Combatants to Contractors’, Indonesia 87 (2009)
- BukuBook
- Islam and Nation: Separatist Rebellion in Aceh (2009)Islam and Nation: Separatist Rebellion in Aceh (2009)
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Kontemporer — sarjana dan pegiat AcehContemporary — Aceh scholars and practitioners
Eka SrimulyaniEka Srimulyani
- PeriodePeriod
- Kontemporer; tahun acuan kegiatan 2015Contemporary; activity reference 2015
- Lahir – wafatBirth – death
- 1977 – ?
- KontribusiContribution
Pendidikan tinggi Islam, pengembangan pascasarjana, dan tradisi kesarjanaan perempuan.
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Islamic higher education, postgraduate development and women’s scholarship.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Jangkauan kontribusi yang dicatat bahan: Pendidikan tinggi Islam, pengembangan pascasarjana, dan tradisi kesarjanaan perempuan. Pengaruh lebih luas belum dinilai melalui ukuran atau perbandingan independen.
The supplied biography documents contributions through the activities described here. Wider influence has not been assessed using independent comparative evidence or metrics.
- Bidang kontribusiArea of contribution
- Pendidikan tinggi Islam, pengembangan pascasarjana, dan tradisi kesarjanaan perempuan.Eka Srimulyani was born in Nagan Raya on 19 February 1977. The supplied profile records undergraduate education at IAIN Ar-Raniry, a master’s degree at Leiden University and doctoral study at the University of Technology Sydney. It dates her professorial appointment to 1 January 2015 and gives a 2021–2026 term as director of postgraduate studies at UIN Ar-Raniry. These dates follow the supplied biography; no inference is made about appointments after that term.
- Status dokumentasiDocumentation status
- Data awal dari pemilik situs; terbuka untuk pembaruan berbasis sumber.Initial data supplied by the site owner; open to source-based revision.
- RujukanReference
- Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Rujukan pemetaanMapping references
Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.
Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Kontemporer — sarjana dan pegiat AcehContemporary — Aceh scholars and practitioners
Fikar W. EdaFikar W. Eda
- PeriodePeriod
- Kontemporer; tahun acuan belum tersediaContemporary; reference year not supplied
- KontribusiContribution
Jurnalisme dan penciptaan karya seni.
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Journalism and artistic creation.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Jangkauan kontribusi yang dicatat bahan: Jurnalisme dan penciptaan karya seni. Pengaruh lebih luas belum dinilai melalui ukuran atau perbandingan independen.
The supplied biography documents contributions through the activities described here. Wider influence has not been assessed using independent comparative evidence or metrics.
- Bidang kontribusiArea of contribution
- Jurnalisme dan penciptaan karya seni.The supplied short biography describes Fikar W. Eda as a journalist who worked for Serambi Indonesia until retirement and who also creates artistic work. It supplies no retirement year, birth date, educational history or individual work titles. This initial profile preserves that limited scope and identifies journalism and the arts as areas for future documentation.
- Status dokumentasiDocumentation status
- Data awal dari pemilik situs; terbuka untuk pembaruan berbasis sumber.Initial data supplied by the site owner; open to source-based revision.
- RujukanReference
- Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Rujukan pemetaanMapping references
Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.
Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Belum dipetakanNot yet mapped
Habib Abdurrahim: pengislam SeunaganHabib Abdurrahim: the Islamiser of Seunagan
- PeriodePeriod
- Kemungkinan abad ke-19, sebelum Perang AcehProbably nineteenth century, before the Aceh War
- KontribusiContribution
Habib Abdurrahim adalah leluhur seluruh cabang Habib Seunagan yang diakui hampir semua warga Nagan Raya sebagai tokoh yang mengislamkan wilayah ini, dibantu empat wakil. Ia digelari qutub al-wujud, kutub kosmis dalam kosmologi sufi, dan disebut pendiri adat Seunagan yang ‘bersumber pada Islam’. Makamnya di Pulo Ie menjadi salah satu pusat kenduri besar.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Habib Abdurrahim is the ancestor of every branch of the Habib Seunagan, recognised by nearly all residents of Nagan Raya as the figure who Islamised the region with the help of four deputies. He is titled qutub al-wujud, the cosmic pole of Sufi cosmology, and is called the founder of a Seunagan adat ‘rooted in Islam’. His grave at Pulo Ie is one of the centres of great kenduri.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
- GelarTitle
- Qutub al-wujudQutub al-wujud
- MakamGrave
- Pulo Ie, Nagan RayaPulo Ie, Nagan Raya
- Wakil (autad)Deputies (autad)
- Empat, termasuk Teungku Tjik di KilaFour, including Teungku Tjik di Kila
- Sumber arsipArchival source
- Laporan tahunan Teuku Azman, 1962Teuku Azman’s annual report, 1962
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Belum dipetakanNot yet mapped
Habib Bugak AsyiHabib Bugak Asyi
- PeriodePeriod
- Abad ke-18 – awal abad ke-1918th – early 19th century
- KontribusiContribution
Habib Bugak Asyi, yang dalam banyak sumber disebut Habib Abdurrahman bin Alwi al-Habsyi, dikenal sebagai ulama sekaligus saudagar besar Aceh yang dekat dengan Sultan Aceh. Ia mengikrarkan wakaf sebuah rumah di Mekkah di hadapan Mahkamah Syar‘iyah, khusus untuk jemaah haji dan pelajar asal Aceh. Wakaf itu berkembang menjadi Baitul Asyi, kini berupa hotel dan menara di kawasan Ajyad, yang hasilnya masih dibagikan kepada setiap jemaah Aceh. Identitas dan silsilahnya masih diperdebatkan oleh para peneliti.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Habib Bugak Asyi, identified in many sources as Habib Abdurrahman bin Alwi al-Habsyi, is remembered as an Acehnese scholar and great merchant close to the Sultan of Aceh. Before the Sharia court in Mecca he endowed a house as a waqf reserved for pilgrims and students from Aceh. The endowment grew into the Baitul Asyi, today a hotel and tower in the Ajyad district, whose proceeds are still distributed to every Acehnese pilgrim. His identity and lineage remain debated among researchers.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
- Nama yang lazimCommon name
- Habib Abdurrahman bin Alwi al-HabsyiHabib Abdurrahman bin Alwi al-Habsyi
- Pembacaan alternatifAlternative reading
- Haji Habib bin Buja al-Asyi al-Jawi (Hermansyah)Haji Habib bin Buja al-Asyi al-Jawi (Hermansyah)
- Ikrar wakafEndowment
- 1222 H/1800 M menurut sumber ini; sumber lain 1224 H1222 AH/1800 CE per this source; others give 1224 AH
- Aset kiniPresent asset
- Hotel dan menara di Ajyad, dekat Masjidil HaramHotel and tower in Ajyad, near the Grand Mosque
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1945–19971945–1997
Habib Muda SeunaganHabib Muda Seunagan
- PeriodePeriod
- Wafat 1972; menurut biografinya hidup 112 tahunDied 1972; aged 112 according to his biography
- KontribusiContribution
Habib Muda adalah tokoh paling karismatik Habib Seunagan pada abad ke-20, sufi Syattariyah yang dikenal dengan karamahnya dan pemimpin keluarga selama Revolusi dan Darul Islam. Bersama Abuya Muda Waly ia menentang Darul Islam dan setia kepada Republik. Ia pula yang mengembangkan klaim keturunan dari Wali Songo, dan makamnya di Peuleukung menjadi pusat ziarah dan kenduri besar.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Habib Muda was the most charismatic member of the Habib Seunagan in the twentieth century, a Syattariyah Sufi renowned for his miracles and head of the family during the Revolution and Darul Islam. With Abuya Muda Waly he opposed Darul Islam and remained loyal to the Republic. He also developed the claim of descent from the Nine Saints of Java, and his grave at Peuleukung became a centre of pilgrimage and great kenduri.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- WafatDied
- 19721972
- MakamGrave
- Peuleukung, Nagan RayaPeuleukung, Nagan Raya
- PusakaHeirloom
- Keris yang diyakini milik Sunan KalijagaKris believed to be Sunan Kalijaga’s
- BiografiBiography
- Terbit 2009; diluncurkan di PBNU, JakartaPublished 2009; launched at NU headquarters, Jakarta
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1900–19441900–1944
HAMKA dan sejarah Islam AcehHAMKA and the Islamic history of Aceh
- PeriodePeriod
- 1908–19811908–1981
- KontribusiContribution
HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) adalah salah satu intelektual Islam Indonesia terpenting abad ke-20, yang ikut membentuk narasi Aceh sebagai Serambi Mekkah. Ia hadir pada pendirian PUSA tahun 1939, menyumbang makalah pada seminar masuknya Islam di Aceh tahun 1980, dan melalui majalah Panji Masyarakat turut menyuarakan kecemasan tentang Kristenisasi. Bagi HAMKA, keagungan ulama Aceh abad ke-17 adalah kenyataan sejarah, bukan kebanggaan kosong.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) was one of twentieth-century Indonesia’s foremost Islamic intellectuals and helped shape the narrative of Aceh as Mecca’s Verandah. He attended the founding of PUSA in 1939, contributed a paper to the 1980 seminar on the coming of Islam held in Aceh, and through the magazine Panji Masyarakat voiced anxieties about Christianisation. For HAMKA, the greatness of seventeenth-century Acehnese ulama was historical fact, not empty pride.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- Nama lengkapFull name
- Haji Abdul Malik Karim AmrullahHaji Abdul Malik Karim Amrullah
- Hadir di pendirian PUSAAt PUSA’s founding
- 19391939
- Makalah seminarSeminar paper
- Seminar masuknya Islam, Aceh 1980Seminar on the coming of Islam, Aceh 1980
- MajalahMagazines
- Pedoman Masyarakat, Panji Masyarakat, Gema IslamPedoman Masyarakat, Panji Masyarakat, Gema Islam
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Jaringan ulama abad ke-20Twentieth-century scholarly networks
Hasan Krueng KaleHasan Krueng Kale
- PeriodePeriod
- 1916 — tahun kembali dan memimpin dayah menurut draft1916 — return and dayah leadership as reported in the draft
- KontribusiContribution
Pendidikan ulama dan jaringan Haramayn
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Scholarly education and Haramayn networks
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Hasan Krueng Kale disebut sebagai pemimpin dayah dan salah satu guru Muhammad Wali al-Khalidy. Draft mengaitkan riwayat keilmuannya dengan Yan di Kedah dan Mekkah. Dalam peta Acehnologi, ia menghubungkan lembaga dayah di Aceh Besar dengan mobilitas ulama lintas kawasan.
Hasan Krueng Kale connects Aceh Besar’s dayah institutions to scholarly mobility through Kedah and Mecca in the draft’s account.
- Bidang kontribusiContribution field
- Pendidikan ulama dan jaringan HaramaynScholarly education and Haramayn networks
- Dasar pemetaanMapping evidence
- Penyebutan eksplisit dalam draftExplicit discussion in the draft
Rujukan pemetaanMapping references
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. Draft Buku ttg Aceh.doc, naskah tidak bertanggal yang diberikan penulis pada 24 Oktober 2026. Nomor bab dan pembagian bagian belum konsisten; rujukan memakai judul bagian dalam tubuh naskah. Metadata berkas bukan tahun penerbitan. Sejumlah foto dan uraian menyebut 2012 serta masa pascadamai. Bagian “Jak u Arab Cara Orang Aceh Naik Haji”.
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. Draft Buku ttg Aceh.doc, undated draft supplied by its author on 24 October 2026. Chapter numbering and part divisions are inconsistent; references identify body headings. File metadata is not a publication date. Several captions and passages refer to 2012 and the post-peace period. Section “Jak u Arab Cara Orang Aceh Naik Haji”.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Belum dipetakanNot yet mapped
HermansyahHermansyah
- PeriodePeriod
- Abad ke-2121st century
- KontribusiContribution
Hermansyah adalah peneliti manuskrip dan dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Pada Agustus 2022 ia menjadi salah satu dari tiga pembicara asal Aceh dalam Pameran dan Persidangan Antarabangsa Manuskrip Melayu (PPAMM) yang digelar Perpustakaan Negara Malaysia bersama Universiti Pendidikan Sultan Idris di Tanjong Malim. Di sana ia membedah Qanun Meukuta Alam dan memetakan tiga naskah perundangan Kesultanan Aceh. Kajiannya menautkan atribusi tradisi kepada Iskandar Muda dengan silsilah salinan masa Jamalul Alam Badrul Munir.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Hermansyah is a manuscript scholar and lecturer at UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. In August 2022 he was one of three speakers from Aceh at the International Malay Manuscript Exhibition and Conference (PPAMM) held by the National Library of Malaysia with Universiti Pendidikan Sultan Idris in Tanjong Malim. There he examined Qanun Meukuta Alam and mapped the three legal manuscripts of the Sultanate of Aceh. His work links the traditional attribution to Iskandar Muda with copying lineages from the reign of Jamal al-Alam Badr al-Munir.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
- LembagaInstitution
- UIN Ar-Raniry Banda AcehUIN Ar-Raniry, Banda Aceh
- BidangField
- Filologi, manuskrip AcehPhilology, Acehnese manuscripts
- ForumForum
- PPAMM, PNM–UPSI Tanjong Malim, 9–11 Agustus 2022PPAMM, PNM–UPSI Tanjong Malim, 9–11 August 2022
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1800–18991800–1899
Hoesein DjajadiningratHoesein Djajadiningrat
- PeriodePeriod
- 1886–19601886–1960
- KontribusiContribution
Hoesein Djajadiningrat (1886–1960) adalah sarjana pribumi asal Banten, murid Snouck Hurgronje di Leiden, yang menjadi salah satu tokoh penting dalam kajian sejarah dan bahasa Aceh. Ia menulis tinjauan kritis atas sumber Melayu tentang Kesultanan Aceh, ikut meneliti nisan-nisan sultan Aceh, dan menyusun Kamus Aceh–Belanda yang terbit pada 1934.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Hoesein Djajadiningrat (1886–1960) was an indigenous scholar from Banten and a student of Snouck Hurgronje at Leiden who became a key figure in the study of Acehnese history and language. He wrote a critical review of Malay sources on the Aceh sultanate, took part in the study of the tombstones of Aceh’s sultans, and compiled the Acehnese–Dutch dictionary published in 1934.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- HidupLife
- 8 Desember 1886 – 12 November 19608 December 1886 – 12 November 1960
- PendidikanEducation
- Universitas Leiden, 1905–1913Leiden University, 1905–1913
- Karya tentang AcehWorks on Aceh
- Tinjauan sumber Melayu (1911); Kamus Aceh–Belanda (1934)Survey of Malay sources (1911); Acehnese–Dutch dictionary (1934)
- JabatanOffices
- Ketua Java Instituut; pengajar Rechtshogeschool; anggota Raad van Indië (1935)Chair of the Java Instituut; lecturer at the Rechtshogeschool; member of the Raad van Indië (1935)
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Belum dipetakanNot yet mapped
Ibrahim AlfianIbrahim Alfian
- PeriodePeriod
- Sejarawan nasional kelahiran Aceh, berkarier di YogyakartaAceh-born national historian based in Yogyakarta
- KontribusiContribution
Ibrahim Alfian adalah sejarawan terkemuka kelahiran Aceh yang berkarier di Yogyakarta dan dikenal sebagai sejarawan nasional dari Aceh. Ia menelusuri sejarah Aceh melalui dua pintu, yaitu sejarah Perang Aceh dan sejarah Samudera Pasai. Kajian Pasainya menyoroti pemerintahan, mata uang, dan sumbangan Pasai bagi peneguhan bahasa Melayu. Ia juga meninggalkan rumusan tentang hikayat dan pesan agar sejarah tidak dilupakan.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Ibrahim Alfian was a prominent Aceh-born historian who made his career in Yogyakarta and is known as a national historian from Aceh. He approached Acehnese history through two doors: the history of the Aceh War and the history of Samudera Pasai. His work on Pasai examines its government, its coinage and its contribution to establishing the Malay language. He also left a definition of the hikayat and a call not to forget history.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
- Basis karierCareer base
- YogyakartaYogyakarta
- FokusFocus
- Perang Aceh; pemerintahan, mata uang, dan bahasa Samudera PasaiThe Aceh War; Pasai's government, coinage and language
- Karya yang dirujukWork cited
- Kontribusi Samudra Pasai terhadap Studi Awal di Asia TenggaraKontribusi Samudra Pasai terhadap Studi Awal di Asia Tenggara
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Kontemporer — sarjana dan pegiat AcehContemporary — Aceh scholars and practitioners
Ishak HasanIshak Hasan
- PeriodePeriod
- Kontemporer; tahun acuan kegiatan 2021Contemporary; activity reference 2021
- KontribusiContribution
Pendidikan tinggi dan kepemimpinan universitas.
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Higher education and university leadership.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Jangkauan kontribusi yang dicatat bahan: Pendidikan tinggi dan kepemimpinan universitas. Pengaruh lebih luas belum dinilai melalui ukuran atau perbandingan independen.
The supplied biography documents contributions through the activities described here. Wider influence has not been assessed using independent comparative evidence or metrics.
- Bidang kontribusiArea of contribution
- Pendidikan tinggi dan kepemimpinan universitas.The supplied biography identifies Ishak Hasan as a professor in the teacher-training and education faculty of Syiah Kuala University. It gives 2021–2026 as a rectoral period at Universitas Teuku Umar in Meulaboh. This is recorded as the source’s stated term, without resolving the chronology against other rector biographies in the same supplied list or presenting it as an independently verified current office.
- Status dokumentasiDocumentation status
- Data awal dari pemilik situs; terbuka untuk pembaruan berbasis sumber.Initial data supplied by the site owner; open to source-based revision.
- RujukanReference
- Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Rujukan pemetaanMapping references
Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.
Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1945–19971945–1997
Ismā‘īl al-Fārūqī dan kerangka Islamisasi Ilmu IIITIsmail al-Faruqi and the IIIT Islamization of Knowledge framework
- PeriodePeriod
- IIIT didirikan 1981; seminar internasional 1982, 1984, 1987IIIT founded 1981; international seminars 1982, 1984, 1987
- KontribusiContribution
Ismā‘īl al-Fārūqī adalah sarjana yang menggerakkan gagasan Islamisasi Ilmu Pengetahuan di tingkat internasional melalui International Institute of Islamic Thought (IIIT) pada 1981. IIIT merancang epistemologi dan langkah-langkah Islamisasi, dan disebut telah menerbitkan lebih dari 150 buku. Kerangka al-Fārūqī, sebagaimana digambarkan Louay Safi, dimulai dengan penguasaan ilmu modern, kemudian penguasaan warisan Islam, lalu sintesis keduanya. Gagasan ini disosialisasikan lewat seminar di Islamabad, Kuala Lumpur, dan Sudan.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Ismail al-Faruqi was the scholar who drove the Islamization of Knowledge internationally through the International Institute of Islamic Thought (IIIT), founded in 1981. IIIT designed the epistemology and steps of Islamization and is said to have published more than 150 books. Al-Faruqi's framework, as diagrammed by Louay Safi, begins with mastery of the modern sciences, proceeds to mastery of the Islamic heritage, and then seeks their synthesis. The idea was promoted through seminars in Islamabad, Kuala Lumpur and Sudan.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- LembagaInstitution
- International Institute of Islamic Thought (IIIT), 1981International Institute of Islamic Thought (IIIT), 1981
- TerbitanPublications
- Disebut lebih dari 150 bukuReportedly over 150 books
- SeminarSeminars
- Islamabad 1982; Kuala Lumpur 1984; Sudan 1987Islamabad 1982; Kuala Lumpur 1984; Sudan 1987
- DiagramDiagram
- Louay Safi, The Foundation of KnowledgeLouay Safi, The Foundation of Knowledge
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Kontemporer — sarjana dan pegiat AcehContemporary — Aceh scholars and practitioners
Jasman J. Ma’rufJasman J. Ma’ruf
- PeriodePeriod
- Kontemporer; tahun acuan kegiatan 2006Contemporary; activity reference 2006
- KontribusiContribution
Manajemen, pengembangan sumber daya manusia, kepemimpinan kampus, dan pemerintahan daerah.
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Management, human-resource development, university leadership and local government.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Jangkauan kontribusi yang dicatat bahan: Manajemen, pengembangan sumber daya manusia, kepemimpinan kampus, dan pemerintahan daerah. Pengaruh lebih luas belum dinilai melalui ukuran atau perbandingan independen.
The supplied biography documents contributions through the activities described here. Wider influence has not been assessed using independent comparative evidence or metrics.
- Bidang kontribusiArea of contribution
- Manajemen, pengembangan sumber daya manusia, kepemimpinan kampus, dan pemerintahan daerah.The supplied profile records Jasman J. Ma’ruf’s appointment as a management professor at Syiah Kuala University in 2006 and a doctorate in management from Universiti Sains Malaysia. It gives a 2014–2022 rectoral period at Universitas Teuku Umar and describes experience as acting regent of Aceh Jaya and head of Aceh’s culture and tourism agency. His activities also include book writing and human-resource development. The supplied rectoral dates overlap those in another profile and await independent chronological verification.
- Status dokumentasiDocumentation status
- Data awal dari pemilik situs; terbuka untuk pembaruan berbasis sumber.Initial data supplied by the site owner; open to source-based revision.
- RujukanReference
- Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Rujukan pemetaanMapping references
Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.
Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Antropologi abad ke-20–21Twentieth and twenty-first-century anthropology
Joel S. KahnJoel S. Kahn
- PeriodePeriod
- 1980 dan 2006 — tahun karya yang dirujuk dalam draft1980 and 2006 — works cited in the draft
- KontribusiContribution
Antropologi komparatif Dunia Melayu
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Comparative anthropology of the Malay world
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Joel S. Kahn disebut dalam bagian Ihwal Studi Acehnologi sebagai pembimbing disertasi penulis dan contoh sarjana yang meneliti Dunia Melayu di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Pengaruhnya dipetakan pada cara membandingkan masyarakat lintas negara tanpa melepaskan konteks sejarah dan kebudayaannya.
Joel S. Kahn is named as the author’s doctoral supervisor and an example of comparative research across Indonesia, Malaysia and Singapore.
- Bidang kontribusiContribution field
- Antropologi komparatif Dunia MelayuComparative anthropology of the Malay world
- Dasar pemetaanMapping evidence
- Penyebutan eksplisit dalam draftExplicit discussion in the draft
Rujukan pemetaanMapping references
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. Draft Buku ttg Aceh.doc, naskah tidak bertanggal yang diberikan penulis pada 24 Oktober 2026. Nomor bab dan pembagian bagian belum konsisten; rujukan memakai judul bagian dalam tubuh naskah. Metadata berkas bukan tahun penerbitan. Sejumlah foto dan uraian menyebut 2012 serta masa pascadamai. Bagian “Ihwal Studi Acehnologi”.
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. Draft Buku ttg Aceh.doc, undated draft supplied by its author on 24 October 2026. Chapter numbering and part divisions are inconsistent; references identify body headings. File metadata is not a publication date. Several captions and passages refer to 2012 and the post-peace period. Section “Ihwal Studi Acehnologi”.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Belum dipetakanNot yet mapped
John R. BowenJohn R. Bowen
- PeriodePeriod
- Antropolog Amerika; etnografi Gayo dari akhir abad ke-20American anthropologist; Gayo ethnography from the late 20th century
- KontribusiContribution
John R. Bowen adalah antropolog asal Amerika Serikat yang karyanya menjadi kajian antropologi modern pertama tentang masyarakat Gayo. Berbeda dari uraian kolonial yang memandang Gayo lewat kacamata Aceh pesisir, Bowen berusaha melihat Gayo melalui mata orang Gayo sendiri. Ia memadukan sejarah dan antropologi, serta melakukan riset komparatif antara Aceh dan Prancis. Ia juga kerap datang ke Banda Aceh untuk membina peneliti muda.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.John R. Bowen is an American anthropologist whose work constitutes the first modern anthropological account of the Gayo. Unlike colonial accounts that saw the Gayo through the eyes of the coastal Acehnese, Bowen sought to see the Gayo through their own eyes. He combines history and anthropology and has carried out comparative research spanning Aceh and France. He has also visited Banda Aceh frequently to mentor young researchers.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
- AsalOrigin
- Amerika SerikatUnited States
- FokusFocus
- Masyarakat Gayo; perbandingan Aceh dan PrancisGayo society; comparison of Aceh and France
- Lokasi kerja lapanganFieldwork sites
- Kampung-kampung Gayo dan perantau Gayo di JakartaGayo villages and Gayo migrants in Jakarta
- ArtikelArticle
- Elaborating Scripture: Cain and Abel in Gayo Society (Man, 1992)Elaborating Scripture: Cain and Abel in Gayo Society (Man, 1992)
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Kontemporer — sarjana dan pegiat AcehContemporary — Aceh scholars and practitioners
Khairil MiswarKhairil Miswar
- PeriodePeriod
- Kontemporer; tahun acuan belum tersediaContemporary; reference year not supplied
- KontribusiContribution
Esai, cerita pendek, dan penulisan di media lokal serta nasional.
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Essays, short fiction and local and national media writing.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Jangkauan kontribusi yang dicatat bahan: Esai, cerita pendek, dan penulisan di media lokal serta nasional. Pengaruh lebih luas belum dinilai melalui ukuran atau perbandingan independen.
The supplied biography documents contributions through the activities described here. Wider influence has not been assessed using independent comparative evidence or metrics.
- Bidang kontribusiArea of contribution
- Esai, cerita pendek, dan penulisan di media lokal serta nasional.The supplied profile identifies Khairil Miswar as an essayist and short-story writer contributing to Serambi Indonesia, Jawa Pos and online publications. It records doctoral education at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. No birth date, doctoral completion year or individual work titles are supplied, so those fields remain open for later documentation.
- Status dokumentasiDocumentation status
- Data awal dari pemilik situs; terbuka untuk pembaruan berbasis sumber.Initial data supplied by the site owner; open to source-based revision.
- RujukanReference
- Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Rujukan pemetaanMapping references
Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.
Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Belum dipetakanNot yet mapped
Laksamana KeumalahayatiAdmiral Keumalahayati
- PeriodePeriod
- Akhir abad ke-16 – awal abad ke-17Late 16th – early 17th century
- KontribusiContribution
Keumalahayati adalah laksamana Kesultanan Aceh Darussalam yang memimpin armada laut dan pasukan Inong Balee, para janda prajurit yang gugur. Ia dikenang karena menghadapi armada Belanda pimpinan Cornelis de Houtman pada 1599, dan makamnya berada di bukit Lamreh, Krueng Raya, Aceh Besar.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Keumalahayati was an admiral of the Aceh Darussalam sultanate who commanded its fleet and the Inong Balee force of warriors’ widows. She is remembered for confronting the Dutch fleet of Cornelis de Houtman in 1599, and her grave stands on a hill at Lamreh, Krueng Raya, Aceh Besar.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
- MakamGrave
- Bukit Lamreh, Krueng Raya, Aceh BesarLamreh hill, Krueng Raya, Aceh Besar
- PasukanForce
- Inong BaleeInong Balee
- Pahlawan NasionalNational Hero
- 20172017
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Kontemporer — sarjana dan pegiat AcehContemporary — Aceh scholars and practitioners
M. AlkafM. Alkaf
- PeriodePeriod
- Kontemporer; tahun acuan kegiatan 2005Contemporary; activity reference 2005
- KontribusiContribution
Politik Islam, nasionalisme, kebudayaan Aceh, esai publik, dan pengajaran.
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Islamic politics, nationalism, Acehnese culture, public essays and teaching.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Jangkauan kontribusi yang dicatat bahan: Politik Islam, nasionalisme, kebudayaan Aceh, esai publik, dan pengajaran. Pengaruh lebih luas belum dinilai melalui ukuran atau perbandingan independen.
The supplied biography documents contributions through the activities described here. Wider influence has not been assessed using independent comparative evidence or metrics.
- Bidang kontribusiArea of contribution
- Politik Islam, nasionalisme, kebudayaan Aceh, esai publik, dan pengajaran.M. Alkaf completed undergraduate study at UIN Ar-Raniry in 2005, Islamic politics study at UIN Sunan Kalijaga in 2012 and a doctorate at Universitas Muhammadiyah Yogyakarta in 2023. The source records work with the Aceh Institute in 2005–2009 and teaching at IAIN Langsa from 2014. It lists research training at ARTI (2008), feature writing at Tempo Institute (2017), literary journalism at Yayasan Pantau (2018) and the first Ahmad Syafii Maarif cultural and humanities school (2018). Listed books include Ensiklopedia Kebudayaan Aceh (2018), Merawat Kewarasan Publik (2018) and Nasionalisme dari Pinggir (2019).
- Status dokumentasiDocumentation status
- Data awal dari pemilik situs; terbuka untuk pembaruan berbasis sumber.Initial data supplied by the site owner; open to source-based revision.
- RujukanReference
- Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Rujukan pemetaanMapping references
Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.
Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Sarjana abad ke-20–21Twentieth and twenty-first-century scholarship
Mark DurieMark Durie
- PeriodePeriod
- 1990 dan 1996 — tahun karya yang dirujuk dalam draft1990 and 1996 — works cited in the draft
- KontribusiContribution
Tata bahasa dan linguistik Aceh
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Acehnese grammar and linguistics
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Mark Durie disebut dalam bagian Ihwal Studi Acehnologi sebagai sarjana yang meneliti Aceh dari sisi tata bahasa. Dalam peta pengetahuan, kontribusi ini membedakan penelitian struktur bahasa dari kajian bahasa sebagai pembawa identitas, agama, dan kebudayaan.
Mark Durie is named in the draft as a scholar of Acehnese grammar. His role connects Acehnese linguistics to the wider research map.
- Bidang kontribusiContribution field
- Tata bahasa dan linguistik AcehAcehnese grammar and linguistics
- Dasar pemetaanMapping evidence
- Penyebutan eksplisit dalam draftExplicit discussion in the draft
Rujukan pemetaanMapping references
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. Draft Buku ttg Aceh.doc, naskah tidak bertanggal yang diberikan penulis pada 24 Oktober 2026. Nomor bab dan pembagian bagian belum konsisten; rujukan memakai judul bagian dalam tubuh naskah. Metadata berkas bukan tahun penerbitan. Sejumlah foto dan uraian menyebut 2012 serta masa pascadamai. Bagian “Ihwal Studi Acehnologi”.
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. Draft Buku ttg Aceh.doc, undated draft supplied by its author on 24 October 2026. Chapter numbering and part divisions are inconsistent; references identify body headings. File metadata is not a publication date. Several captions and passages refer to 2012 and the post-peace period. Section “Ihwal Studi Acehnologi”.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1998–sekarang1998–present
MellyanMellyan
- PeriodePeriod
- Kontemporer; biografi sumber 2024Contemporary; source biography 2024
- KontribusiContribution
Literasi, jurnalistik, pendidikan, dan kemaslahatan pembangunan.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Literacy, journalism, education and public benefit.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- Penulis / sumberAuthor / source
- Nurdin, Muhammad Riza; Danil Akbar Taqwadin; Teuku Raja Muda Dharma Bentara; Mellyan; Muhammad Mirza Ardi. 2024. Transformasi Kepemimpinan Aceh Pasca-Pilkada Serentak. Editor Adi Warsidi. Banda Aceh: Badan Kesbangpol Aceh.Nurdin, Muhammad Riza; Danil Akbar Taqwadin; Teuku Raja Muda Dharma Bentara; Mellyan; Muhammad Mirza Ardi. 2024. Transformasi Kepemimpinan Aceh Pasca-Pilkada Serentak. Editor Adi Warsidi. Banda Aceh: Badan Kesbangpol Aceh.
- Lokasi bacaanReading location
- Biografi penulis, halaman cetak 219–221Biografi penulis, halaman cetak 219–221
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
- PeriodePeriod
- Wartawan dan sejarawan; Aceh Sepanjang Abad terbit 1961Journalist and historian; Aceh Sepanjang Abad published 1961
- KontribusiContribution
Mohammad Said adalah wartawan nasionalis berdarah Minangkabau yang tinggal di Medan, pendiri harian Waspada, dan penulis dua jilid Aceh Sepanjang Abad (1961). Pada masa penelitian Birchok, karya ini menjadi buku sejarah Aceh paling populer di Aceh dan telah dicetak ulang untuk ketiga kalinya. Ketertarikan seorang non-Aceh pada sejarah Aceh sering dibaca orang Aceh sebagai bukti betapa penting sejarah mereka.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Mohammad Said was a Minangkabau nationalist journalist based in Medan, founder of the daily Waspada and author of the two-volume Aceh Sepanjang Abad (Aceh through the Centuries, 1961). At the time of Birchok’s research it was the most popular work of Acehnese history in Aceh and in its third printing. Acehnese often read the interest of a non-Acehnese in their history as proof of its importance.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- Karya utamaMain work
- Aceh Sepanjang Abad, 2 jilid, 1961Aceh Sepanjang Abad, 2 vols, 1961
- LembagaInstitution
- Pendiri harian Waspada, MedanFounder of the daily Waspada, Medan
- Usulan keistimewaanSpecial-status proposal
- 1953, saat menyertai kunjungan Hatta1953, accompanying Hatta’s visit
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Kontemporer — sarjana dan pegiat AcehContemporary — Aceh scholars and practitioners
Muhammad Adli AbdullahMuhammad Adli Abdullah
- PeriodePeriod
- Kontemporer; tahun acuan belum tersediaContemporary; reference year not supplied
- KontribusiContribution
Hukum adat, hukum Islam, dan kajian Aceh.
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Adat law, Islamic law and Aceh studies.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Jangkauan kontribusi yang dicatat bahan: Hukum adat, hukum Islam, dan kajian Aceh. Pengaruh lebih luas belum dinilai melalui ukuran atau perbandingan independen.
The supplied biography documents contributions through the activities described here. Wider influence has not been assessed using independent comparative evidence or metrics.
- Bidang kontribusiArea of contribution
- Hukum adat, hukum Islam, dan kajian Aceh.Muhammad Adli Abdullah is described in the supplied profile as a lecturer in adat law, Islamic law and Aceh studies at Syiah Kuala University. It records an undergraduate law degree there in 1990, comparative-law study at the International Islamic University Malaysia and a doctorate from Universiti Sains Malaysia in 2017 under Abdurrahman Ismail and Azmi Arifin. No birth date or dates for individual academic appointments are supplied.
- Status dokumentasiDocumentation status
- Data awal dari pemilik situs; terbuka untuk pembaruan berbasis sumber.Initial data supplied by the site owner; open to source-based revision.
- RujukanReference
- Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Rujukan pemetaanMapping references
Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.
Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Ulama Nusantara abad ke-18–19Nusantara scholars of the eighteenth and nineteenth centuries
Muhammad Arsyad al-BanjariMuhammad Arsyad al-Banjari
- PeriodePeriod
- 1710–1812, menurut draft1710–1812, as reported in the draft
- KontribusiContribution
Jaringan kitab fikih Nusantara
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Nusantara fiqh networks
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Muhammad Arsyad al-Banjari disebut dalam draft sebagai pengarang Sabil al-Muhtadin. Kitab ini, bersama karya tasawuf yang dikenal peserta pengajian sebagai Sirus, menjadi bahan pembelajaran komunal yang diamati penulis di Aceh Besar. Pengaruhnya dalam Acehnologi ditelusuri melalui peredaran teks, pengajaran teungku, dan penerapan pengetahuan ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Al-Banjari enters the Acehnologi map through Sabil al-Muhtadin, its circulation and communal teaching in Aceh.
- Bidang kontribusiContribution field
- Jaringan kitab fikih NusantaraNusantara fiqh networks
- Dasar pemetaanMapping evidence
- Penyebutan eksplisit dalam draftExplicit discussion in the draft
Rujukan pemetaanMapping references
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. Draft Buku ttg Aceh.doc, naskah tidak bertanggal yang diberikan penulis pada 24 Oktober 2026. Nomor bab dan pembagian bagian belum konsisten; rujukan memakai judul bagian dalam tubuh naskah. Metadata berkas bukan tahun penerbitan. Sejumlah foto dan uraian menyebut 2012 serta masa pascadamai. Bagian “Syariah Islam sebagai Living Tradition”.
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. Draft Buku ttg Aceh.doc, undated draft supplied by its author on 24 October 2026. Chapter numbering and part divisions are inconsistent; references identify body headings. File metadata is not a publication date. Several captions and passages refer to 2012 and the post-peace period. Section “Syariah Islam sebagai Living Tradition”.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1998–sekarang1998–present
Muhammad Mirza ArdiMuhammad Mirza Ardi
- PeriodePeriod
- Kontemporer; biografi sumber 2024Contemporary; source biography 2024
- KontribusiContribution
Kajian Asia Tenggara, kebijakan publik, HAM, dan politik.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Southeast Asian studies, public policy, human rights and politics.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- Penulis / sumberAuthor / source
- Nurdin, Muhammad Riza; Danil Akbar Taqwadin; Teuku Raja Muda Dharma Bentara; Mellyan; Muhammad Mirza Ardi. 2024. Transformasi Kepemimpinan Aceh Pasca-Pilkada Serentak. Editor Adi Warsidi. Banda Aceh: Badan Kesbangpol Aceh.Nurdin, Muhammad Riza; Danil Akbar Taqwadin; Teuku Raja Muda Dharma Bentara; Mellyan; Muhammad Mirza Ardi. 2024. Transformasi Kepemimpinan Aceh Pasca-Pilkada Serentak. Editor Adi Warsidi. Banda Aceh: Badan Kesbangpol Aceh.
- Lokasi bacaanReading location
- Biografi penulis, halaman cetak 219–221Biografi penulis, halaman cetak 219–221
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1998–sekarang1998–present
Muhammad Riza NurdinMuhammad Riza Nurdin
- PeriodePeriod
- Kontemporer; biografi sumber 2024Contemporary; source biography 2024
- KontribusiContribution
Kajian Asia Tenggara, antropologi pembangunan, agama dan politik.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Southeast Asian studies, development anthropology, religion and politics.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- Penulis / sumberAuthor / source
- Nurdin, Muhammad Riza; Danil Akbar Taqwadin; Teuku Raja Muda Dharma Bentara; Mellyan; Muhammad Mirza Ardi. 2024. Transformasi Kepemimpinan Aceh Pasca-Pilkada Serentak. Editor Adi Warsidi. Banda Aceh: Badan Kesbangpol Aceh.Nurdin, Muhammad Riza; Danil Akbar Taqwadin; Teuku Raja Muda Dharma Bentara; Mellyan; Muhammad Mirza Ardi. 2024. Transformasi Kepemimpinan Aceh Pasca-Pilkada Serentak. Editor Adi Warsidi. Banda Aceh: Badan Kesbangpol Aceh.
- Lokasi bacaanReading location
- Biografi penulis, halaman cetak 219–221Biografi penulis, halaman cetak 219–221
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Jaringan ulama abad ke-20Twentieth-century scholarly networks
Muhammad Wali al-KhalidyMuhammad Wali al-Khalidy
- PeriodePeriod
- Abad ke-20; tanggal hidup dalam draft perlu diperiksaTwentieth century; life dates in the draft require checking
- KontribusiContribution
Jejaring guru dan dayah
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Teacher and dayah networks
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Muhammad Wali al-Khalidy dibahas dalam bagian Jak u Arab melalui perjalanan belajarnya. Draft menghubungkannya dengan pendidikan di Labuhan Haji, Blang Pidie, serta guru-guru di Krueng Kale dan Indrapuri. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan menuju Haramayn bertumpu pula pada jejaring pendidikan lokal dan Semenanjung Melayu.
Muhammad Wali al-Khalidy is discussed through his learning network, connecting local dayah and teachers in Aceh to wider pilgrimage and scholarly routes.
- Bidang kontribusiContribution field
- Jejaring guru dan dayahTeacher and dayah networks
- Dasar pemetaanMapping evidence
- Penyebutan eksplisit dalam draftExplicit discussion in the draft
Rujukan pemetaanMapping references
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. Draft Buku ttg Aceh.doc, naskah tidak bertanggal yang diberikan penulis pada 24 Oktober 2026. Nomor bab dan pembagian bagian belum konsisten; rujukan memakai judul bagian dalam tubuh naskah. Metadata berkas bukan tahun penerbitan. Sejumlah foto dan uraian menyebut 2012 serta masa pascadamai. Bagian “Jak u Arab Cara Orang Aceh Naik Haji”.
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. Draft Buku ttg Aceh.doc, undated draft supplied by its author on 24 October 2026. Chapter numbering and part divisions are inconsistent; references identify body headings. File metadata is not a publication date. Several captions and passages refer to 2012 and the post-peace period. Section “Jak u Arab Cara Orang Aceh Naik Haji”.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Kontemporer — sarjana dan pegiat AcehContemporary — Aceh scholars and practitioners
Mukhlisuddin IlyasMukhlisuddin Ilyas
- PeriodePeriod
- Kontemporer; lahir 1981Contemporary; born 1981
- Lahir – wafatBirth – death
- 1981 – ?
- KontribusiContribution
Penerbitan, media, pendidikan, dan pengembangan ruang publik keilmuan.
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Publishing, media, education and scholarly public life.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Jangkauan kontribusi yang dicatat bahan: Penerbitan, media, pendidikan, dan pengembangan ruang publik keilmuan. Pengaruh lebih luas belum dinilai melalui ukuran atau perbandingan independen.
The supplied biography documents contributions through the activities described here. Wider influence has not been assessed using independent comparative evidence or metrics.
- Bidang kontribusiArea of contribution
- Penerbitan, media, pendidikan, dan pengembangan ruang publik keilmuan.Mukhlisuddin Ilyas was born in Banda Aceh on 16 February 1981 and grew up in Samalanga. His education included Dayah Jeumala Amal (1997–2000), IAIN/UIN Ar-Raniry, Syiah Kuala University and a doctorate at Universitas Negeri Medan in 2019. The supplied profile records work with Save the Children and identifies leadership roles at Bandar Publishing and Sagoe TV without specifying their appointment dates. His initial mapping connects education, publishing and media.
- Status dokumentasiDocumentation status
- Data awal dari pemilik situs; terbuka untuk pembaruan berbasis sumber.Initial data supplied by the site owner; open to source-based revision.
- RujukanReference
- Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Rujukan pemetaanMapping references
Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.
Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Kontemporer — sarjana dan pegiat AcehContemporary — Aceh scholars and practitioners
Murizal HamzahMurizal Hamzah
- PeriodePeriod
- Kontemporer; tahun acuan kegiatan 2008Contemporary; activity reference 2008
- KontribusiContribution
Penulisan partai lokal, demokratisasi, biografi politik, dan perdamaian Aceh.
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Local parties, democratisation, political biography and Aceh peace.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Jangkauan kontribusi yang dicatat bahan: Penulisan partai lokal, demokratisasi, biografi politik, dan perdamaian Aceh. Pengaruh lebih luas belum dinilai melalui ukuran atau perbandingan independen.
The supplied biography documents contributions through the activities described here. Wider influence has not been assessed using independent comparative evidence or metrics.
- Bidang kontribusiArea of contribution
- Penulisan partai lokal, demokratisasi, biografi politik, dan perdamaian Aceh.The supplied profile records Murizal Hamzah’s report Local Political Parties in Aceh: Engines of Democratisation in Indonesia for Aceh: The Role of Democracy for Peace and Reconstruction (2008). It also lists Hasan Tiro: Jalan Panjang Menuju Damai Aceh (2014) and dr. H. Zaini Abdullah: Dokter Pejuang Rakyat Aceh (2016). These publications ground an initial profile in local parties, political biography and peace. The source does not provide birth or education dates.
- Status dokumentasiDocumentation status
- Data awal dari pemilik situs; terbuka untuk pembaruan berbasis sumber.Initial data supplied by the site owner; open to source-based revision.
- RujukanReference
- Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Rujukan pemetaanMapping references
Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.
Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Kontemporer — sarjana dan pegiat AcehContemporary — Aceh scholars and practitioners
Nur Janah AlsharafiNur Janah Alsharafi
- PeriodePeriod
- Kontemporer; tahun acuan kegiatan 1989Contemporary; activity reference 1989
- KontribusiContribution
Psikologi publik, dukungan psikososial, pendidikan, dan karya anak pascatsunami.
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Public psychology, psychosocial support, education and post-tsunami children’s literature.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Jangkauan kontribusi yang dicatat bahan: Psikologi publik, dukungan psikososial, pendidikan, dan karya anak pascatsunami. Pengaruh lebih luas belum dinilai melalui ukuran atau perbandingan independen.
The supplied biography documents contributions through the activities described here. Wider influence has not been assessed using independent comparative evidence or metrics.
- Bidang kontribusiArea of contribution
- Psikologi publik, dukungan psikososial, pendidikan, dan karya anak pascatsunami.Nur Janah Alsharafi is described as a psychologist, consultant, trainer and writer, and founder of Psikodista. The source records a Serambi Indonesia psychology advice column (1989–2004), YPAC volunteering from 1991, work with RATA in 1999–2000 and co-development of Balee Peu Ubat Hatee for post-tsunami psychosocial support. It also mentions LPI Shirathul Jannah. Listed works are the children’s comics Dek Nong (2005) and Gam Gee (2006), and Blak-Blakan Our Secret (2017). Mirror, Antara Jelaga dan Cahaya is described as unfinished in the supplied text, not as an already published book.
- Status dokumentasiDocumentation status
- Data awal dari pemilik situs; terbuka untuk pembaruan berbasis sumber.Initial data supplied by the site owner; open to source-based revision.
- RujukanReference
- Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Rujukan pemetaanMapping references
Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.
Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1900–19441900–1944
P. Ramlee (Teuku Zakaria bin Teuku Nyak Puteh)P. Ramlee (Teuku Zakaria bin Teuku Nyak Puteh)
- PeriodePeriod
- 22 Maret 1929 – 29 Mei 197322 March 1929 – 29 May 1973
- KontribusiContribution
P. Ramlee, bernama asli Teuku Zakaria, adalah seniman legendaris Malaysia yang ayahnya berasal dari Paloh Gadeng, Aceh Utara. Sepanjang hidupnya ia bermain dalam 63 film, sebagian besar disutradarai sendiri, dan mencipta 356 lagu. Film-filmnya menampilkan wajah Melayu yang kosmopolitan sekaligus berakar lokal. Ia dipandang sebagai wujud kontribusi Aceh terhadap identitas Melayu modern setelah kemerdekaan Malaysia.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.P. Ramlee, born Teuku Zakaria, was a legendary Malaysian artist whose father came from Paloh Gadeng in North Aceh. Over his life he acted in 63 films, most of which he directed, and composed 356 songs. His films present a Malayness at once cosmopolitan and locally rooted. He is seen as embodying Aceh’s contribution to modern Malay identity after Malaysian independence.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- Nama asliBirth name
- Teuku Zakaria bin Teuku Nyak PutehTeuku Zakaria bin Teuku Nyak Puteh
- Asal ayahFather’s origin
- Paloh Gadeng (Cunda), Aceh Utara; tiba di Pinang 1923Paloh Gadeng (Cunda), North Aceh; reached Penang 1923
- KaryaOutput
- 63 film; 356 lagu63 films; 356 songs
- PenghargaanHonours
- Tan Sri (1990); doktor kehormatan Universiti Malaya (2005)Tan Sri (1990); honorary doctorate, Universiti Malaya (2005)
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Kontemporer — sarjana dan pegiat AcehContemporary — Aceh scholars and practitioners
Saifuddin BantasyamSaifuddin Bantasyam
- PeriodePeriod
- Kontemporer; tahun acuan belum tersediaContemporary; reference year not supplied
- KontribusiContribution
Sosiologi hukum, hukum dan masyarakat, serta penulisan opini dan buku.
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Sociology of law, law and society, opinion writing and books.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Jangkauan kontribusi yang dicatat bahan: Sosiologi hukum, hukum dan masyarakat, serta penulisan opini dan buku. Pengaruh lebih luas belum dinilai melalui ukuran atau perbandingan independen.
The supplied biography documents contributions through the activities described here. Wider influence has not been assessed using independent comparative evidence or metrics.
- Bidang kontribusiArea of contribution
- Sosiologi hukum, hukum dan masyarakat, serta penulisan opini dan buku.The supplied biography describes Saifuddin Bantasyam as teaching sociology of law and law and society in the law and social-science faculties of Syiah Kuala University. It records writing in opinion articles, academic articles and books without supplying individual titles or dates. This profile identifies the law–society relationship and public scholarship as initial areas for documentation.
- Status dokumentasiDocumentation status
- Data awal dari pemilik situs; terbuka untuk pembaruan berbasis sumber.Initial data supplied by the site owner; open to source-based revision.
- RujukanReference
- Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Rujukan pemetaanMapping references
Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.
Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Kontemporer — sarjana dan pegiat AcehContemporary — Aceh scholars and practitioners
Saiful MahdiSaiful Mahdi
- PeriodePeriod
- Kontemporer; tahun acuan kegiatan 1994Contemporary; activity reference 1994
- KontribusiContribution
Statistik, demografi, analisis kebijakan, kelembagaan riset, dan kajian Aceh–Samudera Hindia.
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Statistics, demography, policy analysis, research institutions and Aceh–Indian Ocean studies.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Jangkauan kontribusi yang dicatat bahan: Statistik, demografi, analisis kebijakan, kelembagaan riset, dan kajian Aceh–Samudera Hindia. Pengaruh lebih luas belum dinilai melalui ukuran atau perbandingan independen.
The supplied biography documents contributions through the activities described here. Wider influence has not been assessed using independent comparative evidence or metrics.
- Bidang kontribusiArea of contribution
- Statistik, demografi, analisis kebijakan, kelembagaan riset, dan kajian Aceh–Samudera Hindia.Saiful Mahdi is described as a Cornell PhD graduate and Fulbright scholar with expertise in statistics, demography and regional planning. The source records teaching at Syiah Kuala University from 1994, co-founding the Aceh Institute in 2004 and serving as a founding director of ICAIOS in 2009–2013. It mentions the essay Mencari Aceh, international publications, advisory work concerning BPS and Bappenas and leadership in UNIFEM post-tsunami assistance. These roles follow the supplied biography and do not establish present appointments.
- Status dokumentasiDocumentation status
- Data awal dari pemilik situs; terbuka untuk pembaruan berbasis sumber.Initial data supplied by the site owner; open to source-based revision.
- RujukanReference
- Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Rujukan pemetaanMapping references
Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.
Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Kontemporer — sarjana dan pegiat AcehContemporary — Aceh scholars and practitioners
Sehat Ihsan ShadiqinSehat Ihsan Shadiqin
- PeriodePeriod
- Kontemporer; tahun acuan kegiatan 2006Contemporary; activity reference 2006
- KontribusiContribution
Pengajaran, penelitian, publikasi, dan pengembangan kajian keagamaan.
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Teaching, research, publication and religious studies.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Jangkauan kontribusi yang dicatat bahan: Pengajaran, penelitian, publikasi, dan pengembangan kajian keagamaan. Pengaruh lebih luas belum dinilai melalui ukuran atau perbandingan independen.
The supplied biography documents contributions through the activities described here. Wider influence has not been assessed using independent comparative evidence or metrics.
- Bidang kontribusiArea of contribution
- Pengajaran, penelitian, publikasi, dan pengembangan kajian keagamaan.The supplied profile records Sehat Ihsan Shadiqin’s teaching at UIN Ar-Raniry from 2006 and doctoral education at UIN Sunan Kalijaga. It identifies a coordination role in research and publication at UIN Ar-Raniry without appointment dates. This initial entry maps teaching, research and publication while leaving birth dates, specific works and current-office verification for subsequent documentation.
- Status dokumentasiDocumentation status
- Data awal dari pemilik situs; terbuka untuk pembaruan berbasis sumber.Initial data supplied by the site owner; open to source-based revision.
- RujukanReference
- Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Rujukan pemetaanMapping references
Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.
Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
- PeriodePeriod
- Tiba di Pinang 1792; mendirikan masjid 1808Arrived in Penang 1792; built the mosque in 1808
- KontribusiContribution
Seyyed Teungku Hussain al-Aidid adalah wakil kerabat diraja Aceh yang tiba di Pulau Pinang pada 1792 dan diberi keleluasaan oleh Francis Light. Ia dipandang sebagai penggerak utama berdirinya Kampung Melayu di Pinang dan mendirikan masjid Melayu–Aceh di Lebuh Aceh pada 1808. Kehadirannya menarik pedagang Aceh dan Arab ke kawasan itu. Perannya menunjukkan kontribusi Aceh terhadap pembentukan identitas Melayu di Pinang pada masa kolonial Inggris.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Seyyed Teungku Hussain al-Aidid was a representative of the Acehnese royal circle who reached Penang in 1792 and was given latitude by Francis Light. He is regarded as the prime mover behind Penang’s Malay quarter and built the Malay–Acehnese mosque on Acheen Street (Lebuh Aceh) in 1808. His presence drew Acehnese and Arab traders to the area. His role illustrates Aceh’s contribution to the making of Malay identity in British-era Penang.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- Tiba di PinangArrived in Penang
- 17921792
- Masjid Melayu–Aceh, Lebuh AcehMalay–Acehnese mosque, Acheen Street
- 18081808
- Dinasti Jamalul Layl di AcehJamalul Layl dynasty in Aceh
- Sejak 1699From 1699
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
- PeriodePeriod
- Di Mekkah Februari–Agustus 1885; tiba di Aceh 9 Juli 1891In Mecca February–August 1885; arrived in Aceh 9 July 1891
- KontribusiContribution
Christiaan Snouck Hurgronje adalah orientalis Belanda yang mempelajari komunitas ‘Jawah’ di Mekkah lalu menjadi penasihat kebijakan Islam kolonial di Aceh. Pengamatannya di Mekkah meyakinkannya bahwa jemaah haji dan mukimin membawa semangat perlawanan dan gagasan Pan-Islam ke Nusantara. Ia menganjurkan agar segala aktivitas Muslim yang menyebarkan Pan-Islamisme atau memicu perlawanan tidak ditoleransi. Kebijakannya memperlihatkan bagaimana haji dipandang sebagai ancaman keamanan oleh negara kolonial.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Christiaan Snouck Hurgronje was a Dutch orientalist who studied the ‘Jawa’ community in Mecca and went on to advise colonial Islamic policy in Aceh. His observations in Mecca convinced him that pilgrims and long-term residents carried resistance and Pan-Islamic ideas back to the archipelago. He recommended that no Muslim activity spreading Pan-Islamism or fostering resistance be tolerated. His policies show how the colonial state viewed the hajj as a security threat.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- Di MekkahIn Mecca
- Februari–Agustus 1885 (diusir)February–August 1885 (expelled)
- Di JawaIn Java
- 1889–18901889–1890
- Tiba di AcehArrived in Aceh
- 9 Juli 18919 July 1891
- Gagasan Pan-Islam menguatPan-Islamism gains ground
- ± 1878c. 1878
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Kontemporer — sarjana dan pegiat AcehContemporary — Aceh scholars and practitioners
Sulaiman TripaSulaiman Tripa
- PeriodePeriod
- Kontemporer; tahun acuan kegiatan 2006Contemporary; activity reference 2006
- Lahir – wafatBirth – death
- 1976 – ?
- KontribusiContribution
Hukum dan masyarakat, hukum dan pembangunan, penulisan, dan pengelolaan jurnal ilmiah.
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Law and society, law and development, writing and scholarly journal management.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Jangkauan kontribusi yang dicatat bahan: Hukum dan masyarakat, hukum dan pembangunan, penulisan, dan pengelolaan jurnal ilmiah. Pengaruh lebih luas belum dinilai melalui ukuran atau perbandingan independen.
The supplied biography documents contributions through the activities described here. Wider influence has not been assessed using independent comparative evidence or metrics.
- Bidang kontribusiArea of contribution
- Hukum dan masyarakat, hukum dan pembangunan, penulisan, dan pengelolaan jurnal ilmiah.Sulaiman Tripa was born in Pante Raja on 2 April 1976. The supplied biography records doctoral education in law at Universitas Diponegoro and teaching in law and society, with research in law and development, at Syiah Kuala University. His publications include fiction and nonfiction, journal articles, newspaper writing and a blog. The source identifies fifteen years of work on Kanun: Jurnal Ilmu Hukum (2006–2021), during its development towards Sinta 2.
- Status dokumentasiDocumentation status
- Data awal dari pemilik situs; terbuka untuk pembaruan berbasis sumber.Initial data supplied by the site owner; open to source-based revision.
- RujukanReference
- Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Rujukan pemetaanMapping references
Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.
Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Belum dipetakanNot yet mapped
Sultan ‘Ali Mughayat SyahSultan ‘Ali Mughayat Syah
- PeriodePeriod
- Memerintah 1514–1530; wafat 936 H/1530 MReigned 1514–1530; died 936 AH/1530 CE
- KontribusiContribution
Sultan ‘Ali Mughayat Syah dikenal sebagai pendiri Kesultanan Aceh Darussalam dan memerintah pada 1514–1530. Kajian epigrafi MAPESA menempatkannya sebagai cucu Sultan Munawwar Syah dari trah Lamuri, sehingga kebangkitannya berakar pada konsolidasi keluarga di pesisir Pidie. Pada masanya Aceh menaklukkan Samudera Pasai (1524), dan dirham emasnya meneruskan gelar Pasai al-sulṭān al-‘ādil. Makamnya berada di Kompleks Baiturrijal Kandang XII, Banda Aceh.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Sultan ‘Ali Mughayat Syah is known as the founder of the Aceh Darussalam sultanate and reigned from 1514 to 1530. MAPESA's epigraphic research places him as the grandson of Sultan Munawwar Syah of the Lamuri line, rooting his rise in family consolidation on the Pidie coast. During his reign Aceh conquered Samudera Pasai (1524), and his gold dirham carried on Pasai's title al-sultan al-‘adil. His tomb lies in the Baiturrijal Kandang XII complex in Banda Aceh.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
- Masa pemerintahanReign
- 1514–15301514–1530
- WafatDied
- 936 H / 1530 M936 AH / 1530 CE
- KakekGrandfather
- Sultan Munawwar Syah bin Muhammad Syah LamuriSultan Munawwar Syah ibn Muhammad Syah Lamuri
- MakamTomb
- Kompleks Baiturrijal Kandang XII, Gampong Baro, Baiturrahman, Banda AcehBaiturrijal Kandang XII complex, Gampong Baro, Baiturrahman, Banda Aceh
- DirhamDirham
- ‘Ali Malik al-Ẓāhir / al-sulṭān al-‘ādil; 10,5 mm; 0,58 g; 17 karat‘Ali Malik al-Zahir / al-sultan al-‘adil; 10.5 mm; 0.58 g; 17 carat
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
- PeriodePeriod
- Memerintah sekitar 1537/1539–1571Reigned c. 1537/1539–1571
- KontribusiContribution
Sultan Alauddin Riayat Syah (memerintah sekitar 1537/1539–1571) adalah penguasa yang dalam Bustān al-Salāṭīn dipuji karena mengonsolidasikan Kesultanan Aceh: menetapkan adat dan aturan Aceh Darussalam, membangun kota, membuka hubungan dengan Kesultanan Utsmani, dan pertama kali memerangi Portugis di Melaka. Ia dikenang dengan sebutan Marhum Qahhar.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Sultan Alauddin Riayat Syah (r. c. 1537/1539–1571) is the ruler praised in the Bustān al-Salāṭīn for consolidating the Aceh sultanate: establishing the adat and rules of Aceh Darussalam, building the city, opening relations with the Ottoman sultanate, and being the first to fight the Portuguese at Melaka. He is remembered as Marhum Qahhar.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- MemerintahReign
- Sekitar 1537/1539–1571c. 1537/1539–1571
- Gelar anumertaPosthumous title
- Marhum QahharMarhum Qahhar
- Hubungan luar negeriForeign relations
- Kesultanan UtsmaniThe Ottoman sultanate
- PenerusSuccessor
- Sultan Husain (‘Ali Riayat Syah), 1571–1579Sultan Husain (‘Ali Riayat Syah), 1571–1579
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1500–17991500–1799
Sultan Iskandar ThaniSultan Iskandar Thani
- PeriodePeriod
- Memerintah 1636/1637–1641Reigned 1636/1637–1641
- KontribusiContribution
Iskandar Thani (memerintah 1636/1637–1641) adalah pangeran Pahang yang dibawa ke Aceh setelah penaklukan Pahang, diangkat anak dan menantu oleh Iskandar Muda, lalu menggantikannya. Ia menjadi patron Nuruddin ar-Raniry, dan dalam Bustān al-Salāṭīn diidealkan sebagai raja adil, khalifah, dan bayangan Allah di bumi.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Iskandar Thani (r. 1636/1637–1641) was a prince of Pahang brought to Aceh after its conquest, adopted and made son-in-law by Iskandar Muda, whom he succeeded. He was the patron of Nuruddin al-Raniri, and in the Bustān al-Salāṭīn he is idealised as a just ruler, caliph and shadow of God on earth.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- AsalOrigin
- Putra Sultan Ahmad Syah dari PahangSon of Sultan Ahmad Syah of Pahang
- MemerintahReign
- 1636/1637–16411636/1637–1641
- Patron dariPatron of
- Nuruddin ar-RaniryNuruddin al-Raniri
- PenggantiSuccessor
- Sultanah Safiyyat al-Din (1641–1675)Sultanah Safiyyat al-Din (1641–1675)
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Belum dipetakanNot yet mapped
Sultan Muhammad bin Sultan Mahmud SyahSultan Muhammad ibn Sultan Mahmud Syah
- PeriodePeriod
- Wafat 912 H/1507 MDied 912 AH/1507 CE
- KontribusiContribution
Sultan Muhammad bin Sultan Mahmud Syah adalah penguasa dari garis keturunan Samudera Pasai yang wafat pada 912 H (1507 M) dan dimakamkan di puncak bukit Meurhom Muda, Peudada, Bireuen. Menurut kajian epigrafi MAPESA, ia merupakan keturunan keenam dari Sultan al-Malik al-Shalih, pendiri Pasai. Ayahnya, Sultan Mahmud Syah, dimakamkan di Blang Mee, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Wafatnya berselang hanya empat tahun sebelum Melaka jatuh ke tangan Portugis, sehingga sosoknya menjadi penanda dekade genting menjelang akhir Pasai.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Sultan Muhammad ibn Sultan Mahmud Syah was a ruler of the Samudera Pasai line who died in 912 AH (1507 CE) and was buried on the hilltop of Meurhom Muda at Peudada, Bireuen. According to epigraphic research by MAPESA, he was a sixth-generation descendant of Sultan al-Malik al-Salih, the founder of Pasai. His father, Sultan Mahmud Syah, lies at Blang Mee in the Samudera district of North Aceh. He died only four years before Melaka fell to the Portuguese, which makes him a marker of the critical decade before Pasai's eclipse.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
- WafatDied
- 912 H / 1507 M912 AH / 1507 CE
- MakamTomb
- Kompleks Jirat Meurhom Muda, Gampong Garot, Peudada, BireuenJirat Meurhom Muda complex, Gampong Garot, Peudada, Bireuen
- AyahFather
- Sultan Mahmud Syah (makam di Blang Mee, Meunasah Meucat, Samudera, Aceh Utara)Sultan Mahmud Syah (tomb at Blang Mee, Meunasah Meucat, Samudera, North Aceh)
- SilsilahLineage
- Keturunan keenam Sultan al-Malik al-ShalihSixth-generation descendant of Sultan al-Malik al-Salih
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Belum dipetakanNot yet mapped
Sultan Munawwar Syah bin Muhammad Syah LamuriSultan Munawwar Syah ibn Muhammad Syah Lamuri
- PeriodePeriod
- Akhir abad ke-15 – awal abad ke-16 M (berdasarkan tipologi nisan)Late 15th – early 16th century CE (dated by headstone typology)
- KontribusiContribution
Sultan Munawwar Syah adalah penguasa dari trah Lamuri yang makamnya ditemukan di puncak Bukit Hagu, Pante Raja, Pidie Jaya. Nisannya memuat nama tanpa tahun wafat, sehingga penanggalannya bergantung pada tipologi Pasai abad ke-15 hingga awal abad ke-16. Ayahnya, Sultan Muhammad Syah Lamuri, dimakamkan di Kuta Leubok, Lamreh, Aceh Besar. Menurut kajian MAPESA, ia adalah kakek Sultan ‘Ali Mughayat Syah, pendiri Kesultanan Aceh Darussalam.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Sultan Munawwar Syah was a ruler of the Lamuri line whose grave lies on the summit of Bukit Hagu, Pante Raja, Pidie Jaya. His headstone gives his name but no date of death, so its dating rests on a Pasai typology of the fifteenth to early sixteenth century. His father, Sultan Muhammad Syah Lamuri, is buried at Kuta Leubok, Lamreh, Aceh Besar. According to MAPESA's research, he was the grandfather of Sultan ‘Ali Mughayat Syah, founder of the Aceh Darussalam sultanate.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
- MakamTomb
- Puncak Bukit Hagu, Gampong Meunasah Hagu, Pante Raja, Pidie JayaSummit of Bukit Hagu, Gampong Meunasah Hagu, Pante Raja, Pidie Jaya
- AyahFather
- Sultan Muhammad Syah Lamuri (makam di Kuta Leubok, Lamreh, Mesjid Raya, Aceh Besar)Sultan Muhammad Syah Lamuri (tomb at Kuta Leubok, Lamreh, Mesjid Raya, Aceh Besar)
- CucuGrandson
- Sultan ‘Ali Mughayat SyahSultan ‘Ali Mughayat Syah
- InskripsiInscriptions
- Nama, Surah al-Shaff: 13, dan Samt al-‘ĀlamName, Qur'an 61:13 and Samt al-‘Alam
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Belum dipetakanNot yet mapped
Syed Muhammad Naquib al-AttasSyed Muhammad Naquib al-Attas
- PeriodePeriod
- Pemikir Malaysia; pendiri ISTACMalaysian thinker; founder of ISTAC
- KontribusiContribution
Syed Muhammad Naquib al-Attas adalah pemikir Malaysia yang menjadi tokoh sentral Islamisasi Ilmu Pengetahuan di Asia Tenggara. Ia mengembangkan ISTAC sebagai pusat kajian pemikiran dan peradaban Islam. Kajiannya tentang Hamzah Fansuri dan Nuruddin ar-Raniry menggali substansi tasawuf dan falsafah ulama Aceh, yang kemudian menjadi dasar agenda Islamisasi ilmunya. Melalui dia pula kalangan terdidik Malaysia diperkenalkan kepada Ismâ‘îl al-Fârûqî dan Seyyed Hossein Nasr.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Syed Muhammad Naquib al-Attas is a Malaysian thinker and a central figure of the Islamisation of Knowledge in Southeast Asia. He developed ISTAC as a centre for the study of Islamic thought and civilisation. His studies of Hamzah Fansuri and Nuruddin ar-Raniri drew out the Sufi and philosophical substance of these Acehnese scholars, which then underpinned his Islamisation agenda. Through him, educated Malaysians were also introduced to Isma‘il al-Faruqi and Seyyed Hossein Nasr.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
- LembagaInstitution
- ISTACISTAC
- Objek kajian AcehAcehnese subjects of study
- Hamzah Fansuri, Nuruddin ar-RaniryHamzah Fansuri, Nuruddin ar-Raniri
- Tokoh yang dipengaruhiFigures influenced
- Anwar Ibrahim, Osman Bakar, Sidek Fadil, Muhammad Affandi HassanAnwar Ibrahim, Osman Bakar, Sidek Fadil, Muhammad Affandi Hassan
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1500–17991500–1799
Syeikh Hamzah FansuriShaykh Hamzah Fansuri
- PeriodePeriod
- Akhir abad ke-16 hingga awal abad ke-17; hidup pada masa Sultan Alauddin Ri‘ayat Syah (1589–1604)Late 16th to early 17th century; active under Sultan Alauddin Ri‘ayat Syah (r. 1589–1604)
- KontribusiContribution
Hamzah Fansuri adalah sufi, penyair, dan pemikir metafisika terbesar Aceh pada awal masa puncak Kesultanan Aceh Darussalam. Ia memperkenalkan wahdat al-wujūd dan teori insān kamil ke Aceh dan dari sana ke seluruh Nusantara, dengan membungkus tasawuf falsafi dalam syair Melayu. Tanggal dan tempat lahirnya belum disepakati para sarjana, sehingga riwayat hidupnya terutama direkonstruksi dari syair-syairnya. Karya-karyanya dilaporkan dimusnahkan setelah polemik wujudiyah, tetapi pengaruhnya tetap bertahan.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Hamzah Fansuri was Aceh's greatest Sufi poet and metaphysician, active as the Sultanate of Aceh Darussalam entered its golden age. He brought the doctrines of the unity of being (waḥdat al-wujūd) and the Perfect Human (al-insān al-kāmil) to Aceh and, through Aceh, to the wider archipelago, casting philosophical Sufism in Malay verse. Scholars do not agree on when or where he was born, so his life is reconstructed largely from his poems. His writings were reportedly destroyed after the wujūdiyya controversy, yet his influence endured.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- Masa hidupEra
- Era Sultan Alauddin Ri‘ayat Syah (1589–1604)Reign of Sultan Alauddin Ri‘ayat Syah (1589–1604)
- Murid utamaLeading disciple
- Syamsuddin al-Sumatrani (w. 1629/1630)Syamsuddin al-Sumatrani (d. 1629/1630)
- KaryaWorks
- Syarab al-‘Āsyiqīn, Asrār al-‘Ārifīn, al-Muntahī, syair-syair sufiSharāb al-‘Āshiqīn, Asrār al-‘Ārifīn, al-Muntahī, Sufi poems
- Rujukan pokokKey influence
- Ibn ‘Arabi (1165–1240)Ibn ‘Arabi (1165–1240)
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1500–17991500–1799
Syeikh Nuruddin ar-RaniryShaykh Nuruddin al-Raniri
- PeriodePeriod
- Abad ke-17; tiba di Aceh pada 163717th century; arrived in Aceh in 1637
- KontribusiContribution
Nuruddin ar-Raniry adalah ulama yang tiba di Aceh pada 1637 dan dikenal sebagai penentang ajaran wujudiyah Hamzah Fansuri dan pengikutnya. Pengetahuan umum di Aceh sering menganggapnya menolak seluruh gagasan wahdat al-wujūd, padahal karya-karyanya sendiri menunjukkan gambaran yang lebih bernuansa. Ia menulis banyak kitab tentang hakikat manusia, ruh, penciptaan alam, dan Nur Muhammad. Kajian atas pemikirannya di Aceh antara lain dilakukan oleh Ahmad Daudy.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Nuruddin al-Raniri was a scholar who reached Aceh in 1637 and is remembered as the opponent of the wujūdiyya teaching of Hamzah Fansuri and his followers. Popular knowledge in Aceh often assumes he rejected the unity of being outright, but his own writings paint a more nuanced picture. He wrote extensively on human nature, the spirit, the creation of the cosmos and the Light of Muhammad. In Aceh his thought was studied in depth by Ahmad Daudy.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- Tiba di AcehArrival in Aceh
- 16371637
- Karya terkaitRelevant works
- Jawāhir al-‘Ulūm; Bad’ Khalq al-Samawāt wa al-Arḍ; Tibyān; Ḥujjah al-ṢiddīqJawāhir al-‘Ulūm; Bad’ Khalq al-Samāwāt wa al-Arḍ; Tibyān; Ḥujjat al-Ṣiddīq
- Pengkaji utama di AcehLeading Acehnese scholar of his thought
- Ahmad DaudyAhmad Daudy
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1945–19971945–1997
T.A. Sakti (Teuku Abdullah)T.A. Sakti (Teuku Abdullah)
- PeriodePeriod
- Lahir 1954; aktif akhir abad ke-20 hingga abad ke-21Born 1954; active late 20th to 21st century
- KontribusiContribution
T.A. Sakti, nama pena Teuku Abdullah (lahir 1954), adalah penyair Aceh yang menyalin, menulis, dan memperjuangkan penerbitan hikayat-hikayat berbahasa Aceh. Meski didera penyakit, ia tetap menempuh studi magister di UIN Ar-Raniry. Ia memandang hikayat sebagai sumber informasi sosial-budaya sekaligus ‘sumber rohani’ masyarakat Aceh. Sosoknya mewakili ketekunan sastrawan rakyat yang bekerja nyaris tanpa dukungan kelembagaan.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.T.A. Sakti, the pen name of Teuku Abdullah (born 1954), is an Acehnese poet who copies, composes and campaigns for the publication of hikayat in Acehnese. Despite illness, he pursued a master's degree at UIN Ar-Raniry. He regards the hikayat as a source of socio-cultural information and a ‘spiritual source’ for Acehnese society. He embodies the persistence of the folk poet working with almost no institutional support.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- Nama asliReal name
- Teuku AbdullahTeuku Abdullah
- LahirBorn
- 19541954
- BidangField
- Hikayat berbahasa AcehAcehnese-language hikayat
- InspiratorInspiration
- Ali HasjmyAli Hasjmy
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Kontemporer — sarjana dan pegiat AcehContemporary — Aceh scholars and practitioners
Tabrani YunisTabrani Yunis
- PeriodePeriod
- Kontemporer; tahun acuan kegiatan 1989Contemporary; activity reference 1989
- KontribusiContribution
Gerakan literasi, pendidikan komunitas, penerbitan media, dan penulisan esai serta puisi.
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Literacy organising, community education, publishing, essays and poetry.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Jangkauan kontribusi yang dicatat bahan: Gerakan literasi, pendidikan komunitas, penerbitan media, dan penulisan esai serta puisi. Pengaruh lebih luas belum dinilai melalui ukuran atau perbandingan independen.
The supplied biography documents contributions through the activities described here. Wider influence has not been assessed using independent comparative evidence or metrics.
- Bidang kontribusiArea of contribution
- Gerakan literasi, pendidikan komunitas, penerbitan media, dan penulisan esai serta puisi.Tabrani Yunis was born in Manggeng, Southwest Aceh, and trained as an English teacher. The source dates his media writing to June 1989 and literacy organising to 1990. It records involvement in LP2SM and establishment of the Center for Community Development and Education (CCDE) in 1993, followed by Potret magazine in 2003 and Anak Cerdas in 2013. Listed books are Membumikan Literasi and Kulukis Namamu di Awan. The supplied text also mentions Potretonline, Majalah Anak Cerdas and Potret Gallery, and reports more than a thousand published pieces without an independently compiled bibliography.
- Status dokumentasiDocumentation status
- Data awal dari pemilik situs; terbuka untuk pembaruan berbasis sumber.Initial data supplied by the site owner; open to source-based revision.
- RujukanReference
- Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Rujukan pemetaanMapping references
Daftar biografi tokoh, sarjana, peneliti, dan pegiat Aceh yang diberikan KBA sebagai data awal pada 23 Oktober 2026; tanpa judul terbitan dan tanggal penyusunan yang dicantumkan. Data sumber belum diverifikasi secara independen.
Initial biographical list of Aceh scholars, researchers and civil-society practitioners supplied by KBA on 23 October 2026. No publication title or compilation date stated; source data have not been independently verified.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Belum dipetakanNot yet mapped
Taufik AbdullahTaufik Abdullah
- PeriodePeriod
- Sejarawan Minangkabau; pelopor kajian sejarah lokalMinangkabau historian; pioneer of local history
- KontribusiContribution
Taufik Abdullah adalah sejarawan asal Minangkabau yang sejak masa pascasarjana memilih meneliti gerakan nasionalis di Aceh dan Sumatra Barat pada masa kolonial. Pilihan itu lahir dari ‘kemarahan intelektual’ terhadap sejarah nasional yang terlalu berpusat pada Jawa. Gagasannya tentang ‘daerah’, sejarah nasional sebagai gejala abad ke-20, dan keabsahan pengetahuan lokal menjadi rujukan penting bagi historiografi Aceh. Ia juga mendahului deretan sarjana Minangkabau yang kemudian menekuni Aceh.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Taufik Abdullah is a Minangkabau historian who, as a graduate student, chose to study nationalist movements in Aceh and West Sumatra in the colonial period. The choice grew out of 'intellectual anger' at a national history too concentrated on Java. His ideas on the 'region', on national history as a twentieth-century phenomenon and on the legitimacy of local knowledge are important references for Acehnese historiography. He also preceded a line of Minangkabau scholars who went on to study Aceh.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
- AsalOrigin
- MinangkabauMinangkabau
- Topik tesis masterMaster's thesis topic
- Gerakan nasionalis di Aceh dan Sumatra Barat masa kolonialNationalist movements in Aceh and West Sumatra in the colonial era
- Penerus minat pada AcehSuccessors in studying Aceh
- Azyumardi Azra, Oman Fathurahman, Dina AfriantyAzyumardi Azra, Oman Fathurahman, Dina Afrianty
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1998–sekarang1998–present
Teuku Raja Muda Dharma BentaraTeuku Raja Muda Dharma Bentara
- PeriodePeriod
- Kontemporer; biografi sumber 2024Contemporary; source biography 2024
- KontribusiContribution
Studi strategis, pertahanan, konflik, dan sumber daya alam.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Strategic studies, defence, conflict and natural resources.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- Penulis / sumberAuthor / source
- Nurdin, Muhammad Riza; Danil Akbar Taqwadin; Teuku Raja Muda Dharma Bentara; Mellyan; Muhammad Mirza Ardi. 2024. Transformasi Kepemimpinan Aceh Pasca-Pilkada Serentak. Editor Adi Warsidi. Banda Aceh: Badan Kesbangpol Aceh.Nurdin, Muhammad Riza; Danil Akbar Taqwadin; Teuku Raja Muda Dharma Bentara; Mellyan; Muhammad Mirza Ardi. 2024. Transformasi Kepemimpinan Aceh Pasca-Pilkada Serentak. Editor Adi Warsidi. Banda Aceh: Badan Kesbangpol Aceh.
- Lokasi bacaanReading location
- Biografi penulis, halaman cetak 219–221Biografi penulis, halaman cetak 219–221
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1800–18991800–1899
Teungku Chik Pante KuluTeungku Chik Pante Kulu
- PeriodePeriod
- 1836–akhir abad ke-19; Perang Aceh1836–late 19th century; the Aceh War
- KontribusiContribution
Teungku Chik Pante Kulu adalah ulama-penyair yang dikenal sebagai pencipta Hikayat Prang Sabi, syair berbahasa Aceh yang membangkitkan semangat perlawanan terhadap Belanda sejak perang 1873. Ali Hasjmy menyebutnya layak menyandang gelar ‘Penyair Perang’ terbesar di dunia. Namun gelar itu menimbulkan pertanyaan apakah ia dapat disebut ‘Bapak Sastra Aceh’. Tradisi hikayat perang yang muncul di hampir setiap episode sejarah Aceh membuat penetapan satu tokoh pendiri menjadi sangat sukar.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Teungku Chik Pante Kulu was the ulama-poet known as the author of Hikayat Prang Sabi, the Acehnese-language poem that roused resistance against the Dutch from the war of 1873 onward. Ali Hasjmy judged him worthy of the title of the world's greatest ‘War Poet’. Yet the title raises the question of whether he can be called the ‘Father of Acehnese Literature’. The tradition of war hikayat arising in almost every episode of Acehnese history makes it very hard to name a single founding figure.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- Karya utamaMain work
- Hikayat Prang SabiHikayat Prang Sabi
- KonteksContext
- Perang Aceh melawan Belanda sejak 1873Aceh's war against the Dutch from 1873
- GelarTitle
- ‘Penyair Perang’ (Ali Hasjmy)‘War Poet’ (Ali Hasjmy)
- LahirBorn
- Pante Kulu, Titeue, Pidie, 1251 H/1836Pante Kulu, Titeue, Pidie, 1251 AH/1836
- MakamGrave
- Lam Leu’ot, Kuta Cot Glie, Aceh BesarLam Leu’ot, Kuta Cot Glie, Aceh Besar
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1900–19441900–1944
Teungku Syeikh Abdul Hamid Samalanga (Ayah Hamid)Teungku Shaykh Abdul Hamid Samalanga (Ayah Hamid)
- PeriodePeriod
- Lahir 1902; ke Mekkah 1926; memimpin Misi Haji RI II 1949Born 1902; to Mecca 1926; led the Second RI Hajj Mission 1949
- KontribusiContribution
Syeikh Abdul Hamid Samalanga adalah ulama Aceh yang dari pengasingannya di Mekkah mendorong pembaruan pendidikan Islam di Aceh. Melalui kiriman surat kabar Ummul Qura’ kepada Teungku Haji Abdullah Ujongrimba, gagasannya bergulir menjadi gerakan yang kemudian melahirkan PUSA. Ia dikenal sebagai salah satu ulama yang paling disegani, termasuk oleh penguasa kolonial. Pada 1949 ia memimpin Misi Haji RI II untuk mencari dukungan dunia Arab bagi Republik Indonesia.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Shaykh Abdul Hamid Samalanga was an Acehnese scholar who, from exile in Mecca, pushed for the reform of Islamic education in Aceh. By sending copies of the newspaper Umm al-Qura to Teungku Haji Abdullah Ujongrimba, he set in motion ideas that later produced PUSA. He was regarded as one of the most respected scholars of his time, not least by the colonial authorities. In 1949 he led the Second RI Hajj Mission to win Arab support for the Indonesian Republic.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- LahirBorn
- 1902, Samalanga1902, Samalanga
- AyahFather
- Tgk. Haji Idris, dayah TanjunganTgk. Haji Idris, Tanjungan dayah
- Ke MekkahTo Mecca
- 1926, melalui Pulau Pinang1926, via Penang
- Mitra di AcehPartner in Aceh
- Tgk. Haji Abdullah Ujongrimba; Tgk. Muhammad Daud BeureuehTgk. Haji Abdullah Ujongrimba; Tgk. Muhammad Daud Beureueh
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Belum dipetakanNot yet mapped
Teungku Tjik di Kila dan silsilahnyaTeungku Tjik di Kila and his lineage
- PeriodePeriod
- Masa islamisasi Nagan Raya (kemungkinan abad ke-19)Nagan Raya’s Islamisation period (probably nineteenth century)
- KontribusiContribution
Teungku Tjik di Kila dikenang sebagai salah satu dari empat autad yang membantu Habib Abdurrahim mengislamkan Nagan Raya, dan disebut ‘tangan kanan’ Habib Seunagan. Ia adalah leluhur patrilineal pembaru Zakaria Yunus. Silsilah keluarganya memperlihatkan bagaimana ikatan genealogis menghubungkan pihak-pihak yang berlawanan dalam polemik pembaruan Islam.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Teungku Tjik di Kila is remembered as one of the four autad who helped Habib Abdurrahim Islamise Nagan Raya, and is called the ‘right hand’ of the Habib Seunagan. He was the patrilineal ancestor of the reformer Zakaria Yunus. His family genealogy shows how genealogical ties connect opposing sides in the polemics of Islamic reform.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
- GelarTitle
- Autad; ‘tangan kanan’ Habib SeunaganAutad; ‘right hand’ of the Habib Seunagan
- Keturunan terkenalNotable descendant
- Zakaria Yunus (1906–1996)Zakaria Yunus (1906–1996)
- DokumenDocument
- ‘Silsilah Keluarga Teungku Tjik di Kila’, 5 halaman‘Family Line of Teungku Tjik di Kila’, 5 pages
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1998–sekarang1998–present
Tgk. H. Mahjiddin Jusuf dan terjemahan al-Qur’an bersajak berbahasa AcehTgk. H. Mahjiddin Jusuf and the rhymed Acehnese Qur’an translation
- PeriodePeriod
- Terjemahannya terbit 2007Translation published 2007
- KontribusiContribution
Tgk. H. Mahjiddin Jusuf adalah ulama Aceh yang menerjemahkan al-Qur’an ke dalam bahasa Aceh dalam bentuk bersajak. Gaya bahasanya dinilai sangat indah dan menunjukkan kekuatan estetika bahasa Aceh sebagai bahasa ilmu dan ibadah. Karya ini sering dijadikan bukti bahwa khazanah Aceh tidak dapat begitu saja dimasukkan ke dalam kategori sastra Melayu.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Tgk. H. Mahjiddin Jusuf was an Acehnese scholar who translated the Qur’an into Acehnese in rhymed verse. His language is considered exceptionally beautiful and shows the aesthetic power of Acehnese as a language of learning and worship. The work is often cited as proof that Acehnese heritage cannot simply be filed under Malay literature.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- KaryaWork
- Terjemahan al-Qur’an bersajak dalam bahasa AcehRhymed Qur’an translation in Acehnese
- Tahun terbit yang dirujukPublication year cited
- 20072007
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1945–19971945–1997
Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab (Tu Sop Jeunieb)Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab (Tu Sop Jeunieb)
- PeriodePeriod
- Lahir 1964 di Blang Me Barat, Jeunieb, BireuenBorn 1964 in Blang Me Barat, Jeunieb, Bireuen
- KontribusiContribution
Tu Sop adalah ulama dayah dari Jeunieb, Bireuen, pemimpin Dayah Babussalam al-Aziziyah dan ketua umum Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA). Ia dikenal karena menerjemahkan khazanah kitab kuning, terutama Ihya’ ‘Ulumiddin karya al-Ghazali, ke dalam bahasa dakwah yang mudah dicerna sekaligus ke dalam program sosial yang nyata. Gagasan khasnya adalah ‘peradaban sosial Islam’, tesis tentang kesenjangan antara kompetensi dan otoritas syariat, serta gerakan ‘agen kebaikan’ melalui Training Kader Dakwah dan Barisan Muda Ummat.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Tu Sop is a dayah scholar from Jeunieb, Bireuen, head of Dayah Babussalam al-Aziziyah and chair of the Association of Dayah Ulama of Aceh (HUDA). He is known for translating the classical kitab tradition, above all al-Ghazali’s Ihya’ ‘Ulum al-Din, both into accessible preaching and into concrete social programmes. His signature ideas are ‘Islamic social civilisation’, a thesis on the gap between competence and authority in sharia matters, and a movement of ‘agents of goodness’ built through the Training Kader Dakwah and the Barisan Muda Ummat.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- LembagaInstitution
- Dayah Babussalam al-Aziziyah, Jeunieb, BireuenDayah Babussalam al-Aziziyah, Jeunieb, Bireuen
- OrganisasiOrganisations
- Ketua umum HUDA; imam besar Barisan Muda UmmatChair of HUDA; spiritual head of Barisan Muda Ummat
- Rujukan utamaKey reference
- Ihya’ ‘Ulumiddin karya al-Ghazalial-Ghazali’s Ihya’ ‘Ulum al-Din
- Jangkauan dakwahReach
- Aceh, nasional, Malaysia, Brunei DarussalamAceh, national level, Malaysia, Brunei Darussalam
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1900–19441900–1944
Tgk. Haji Abdullah Ujong RimbaTgk. Haji Abdullah Ujong Rimba
- PeriodePeriod
- Ke Mekkah 1926 atau 1927; kembali sekitar akhir 1920-anTo Mecca 1926 or 1927; returned in the late 1920s
- KontribusiContribution
Tgk. Haji Abdullah Ujong Rimba adalah ulama karismatik Pidie yang perjalanannya ke Mekkah memperlihatkan bagaimana haji menyatu dengan pencarian ilmu dan gagasan pembaruan. Selama sekitar tiga tahun di Mekkah ia belajar, mengikuti tarekat Haddadiyah langsung dari mursyidnya, dan bahkan mulai mengajar. Persahabatannya dengan Teungku Syeikh Abdul Hamid Samalanga menjadikannya pembawa pesan pembaruan pendidikan ke Aceh. Gagasan madrasah yang dibawanya, setelah disampaikan kepada Abu Daud Beureueh, berujung pada pendirian Jam‘iyyah al-Diniyyah di Pidie.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Tgk. Haji Abdullah Ujong Rimba was a charismatic scholar from Pidie whose journey to Mecca shows how the hajj merged with the pursuit of learning and reformist ideas. During about three years in Mecca he studied, followed the Haddadiyya order directly under its master and even began to teach. His friendship with Teungku Syeikh Abdul Hamid Samalanga made him the bearer of an educational reform agenda back to Aceh. The madrasa idea he carried, once conveyed to Abu Daud Beureueh, led to the founding of the Jam‘iyyah al-Diniyyah in Pidie.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- Ke MekkahTo Mecca
- 1926 (sumber lain: 1927), sekitar tiga tahun1926 (another source: 1927), about three years
- TarekatSufi order
- HaddadiyahHaddadiyya
- Mitra pembaruanReform partners
- Tgk. Syeikh Abdul Hamid Samalanga; Abu Daud BeureuehTgk. Syeikh Abdul Hamid Samalanga; Abu Daud Beureueh
- HasilOutcome
- Jam‘iyyah al-Diniyyah di PidieJam‘iyyah al-Diniyyah in Pidie
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1945–19971945–1997
Tgk. Hasan di TiroTgk. Hasan di Tiro
- PeriodePeriod
- Proklamator GAM 1976; pulang ke Aceh Oktober 2009Proclaimed GAM in 1976; returned to Aceh in October 2009
- KontribusiContribution
Tgk. Hasan di Tiro adalah pendiri GAM dan cucu Tgk. Chik di Tiro, pahlawan perang Aceh melawan Belanda. Ia memandang Aceh sebagai negara sambungan dan memproklamasikan dirinya sebagai Wali Nanggroe pada 1976. Klaim legitimasinya ditarik melalui garis keluarga di Tiro, bukan melalui Daud Beureueh. Setelah lebih dari 30 tahun di pengasingan, ia kembali ke Aceh pada Oktober 2009 dan disambut ratusan ribu orang.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Tgk. Hasan di Tiro was the founder of GAM and a grandson of Tgk. Chik di Tiro, a hero of Aceh's war against the Dutch. He regarded Aceh as a successor state and proclaimed himself Wali Nanggroe in 1976. He traced his legitimacy through the di Tiro family line rather than through Daud Beureueh. After more than thirty years in exile he returned to Aceh in October 2009 to a crowd of hundreds of thousands.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- Hubungan keluargaLineage
- Cucu Tgk. Chik di TiroGrandson of Tgk. Chik di Tiro
- Klaim gelarClaimed title
- Wali Nanggroe / Wali Negara Aceh (1976)Wali Nanggroe / Wali Negara of Aceh (1976)
- PengasinganExile
- Lebih dari 30 tahun, terakhir di SwediaOver 30 years, latterly in Sweden
- KepulanganReturn
- Oktober 2009; lebih dari 200 ribu penyambutOctober 2009; over 200,000 welcomed him
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1945–19971945–1997
Tgk. Muhammad Hasbi Ash-ShiddieqyTgk. Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy
- PeriodePeriod
- Pemikir abad ke-20; Dekan Fakultas Syariah IAIN pada 196020th-century thinker; Dean of the IAIN Sharia Faculty in 1960
- KontribusiContribution
Hasbi Ash-Shiddieqy adalah pemikir hukum Islam asal Aceh yang menggagas Fiqh Indonesia sejak sekitar 1940-an. Ia dipandang sebagai pembaru fikih Indonesia abad ke-20 yang mendorong pengefektifan ijtihad dan kajian perbandingan mazhab. Pada 1960 ia menjadi Dekan Fakultas Syariah di lingkungan IAIN. Gagasannya lebih diterima di tingkat nasional ketimbang di kalangan ulama tradisional Aceh.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Hasbi Ash-Shiddieqy was an Acehnese thinker on Islamic law who proposed Fiqh Indonesia from around the 1940s. He is regarded as a twentieth-century renewer of Indonesian fiqh who championed effective ijtihad and comparative jurisprudence. In 1960 he became Dean of a Sharia Faculty within the IAIN system. His ideas found wider acceptance nationally than among Aceh's traditional ulama.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- AsalOrigin
- AcehAceh
- Gagasan utamaKey idea
- Fiqh IndonesiaFiqh Indonesia
- JabatanOffice
- Dekan Fakultas Syariah IAIN (1960)Dean, IAIN Sharia Faculty (1960)
- PengaruhInfluence
- Mahmud Syaltut (Mesir)Mahmud Shaltut (Egypt)
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Sarjana abad ke-20–21Twentieth and twenty-first-century scholarship
Vladimir BraginskyVladimir Braginsky
- PeriodePeriod
- 1998 dan 2010 — tahun karya yang dirujuk1998 and 2010 — cited works
- KontribusiContribution
Sastra Melayu dan sufisme
Pemetaan kontribusi editorial.Editorial contribution mapping.Malay literature and Sufism
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Braginsky disebut dalam bagian Ihwal Studi Acehnologi sebagai sarjana yang menekuni sejarah sastra dan sufi. Pembahasan menempatkan penelitian mengenai Hamzah Fansuri sebagai penghubung antara kajian Melayu dan Acehnologi. Identitas kelembagaan dan lokasi kerja tidak ditetapkan dari penyebutan singkat dalam draft.
Braginsky is cited for research on Malay literature and Sufism, with Hamzah Fansuri linking Malay studies and Acehnologi.
- LahirBorn
- Moskwa, 11 Januari 1945Moscow, 11 January 1945
- PendidikanEducation
- Institut Bahasa-Bahasa Timur, Universitas Negeri Moskwa; doktor 1972Institute of Oriental Languages, Moscow State University; doctorate 1972
- LembagaInstitution
- SOAS, University of LondonSOAS, University of London
- KaryaWorks
- Lebih dari 150 artikel dan 11 buku; The Heritage of Traditional Malay Literature (2004); Images of Nusantara in Russian Literature (1999, bersama E.M. Diakonova)Over 150 articles and 11 books; The Heritage of Traditional Malay Literature (2004); Images of Nusantara in Russian Literature (1999, with E.M. Diakonova)
Rujukan pemetaanMapping references
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. Draft Buku ttg Aceh.doc, naskah tidak bertanggal yang diberikan penulis pada 24 Oktober 2026. Nomor bab dan pembagian bagian belum konsisten; rujukan memakai judul bagian dalam tubuh naskah. Metadata berkas bukan tahun penerbitan. Sejumlah foto dan uraian menyebut 2012 serta masa pascadamai. Bagian “Ihwal Studi Acehnologi”.
Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad. Acehnologi. Draft Buku ttg Aceh.doc, undated draft supplied by its author on 24 October 2026. Chapter numbering and part divisions are inconsistent; references identify body headings. File metadata is not a publication date. Several captions and passages refer to 2012 and the post-peace period. Section “Ihwal Studi Acehnologi”.
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
1900–19441900–1944
Zakaria YunusZakaria Yunus
- PeriodePeriod
- 1906–19961906–1996
- KontribusiContribution
Zakaria Yunus adalah tokoh pembaru Islam paling terkemuka di Nagan Raya abad ke-20. Setelah belajar di Padang Panjang, ia mendirikan sekolah Islam reformis di Jeuram pada 1930-an, memimpin Darul Islam di Nagan Raya sejak 1953, lalu menjabat di Kantor Urusan Agama kabupaten. Meski bermusuhan dengan Habib Muda selama Darul Islam, ia adalah kemenakannya dan keturunan Teungku Tjik di Kila.
Ringkasan dari entri sumber.Summary from the source entry.Zakaria Yunus was the foremost Islamic reformer of twentieth-century Nagan Raya. After studying in Padang Panjang he founded a reformist Islamic school in Jeuram in the 1930s, led Darul Islam in Nagan Raya from 1953, and later held a senior post in the regency Office of Religious Affairs. Though at war with Habib Muda during Darul Islam, he was Habib Muda’s nephew and a descendant of Teungku Tjik di Kila.
Pengaruh, fakta, dan rujukanInfluence, facts and references
Pengaruh dan penerimaanInfluence and reception
Belum dipetakan secara khusus. Lihat pembahasan dan hubungan terkait dalam entri sumber.
Not yet mapped separately. See the discussion and related connections in the source entry.
Tahun acuan diambil dari tahun pertama yang terbaca dalam periode entri; perlu peninjauan editorial.The reference year is the first readable year in the entry period and requires editorial review.
- HidupLifespan
- 1906–19961906–1996
- PendidikanEducation
- Padang PanjangPadang Panjang
- Peran Darul IslamDarul Islam role
- Pemimpin di Nagan Raya sejak 1953Leader in Nagan Raya from 1953
- Hubungan keluargaKinship
- Ibunya adik Habib MudaHis mother was Habib Muda’s sister
Baca biografi dan pembahasan lengkap →Read the biography and full discussion →
Tidak ada tokoh yang cocok. Coba kata atau era lain.No matching people. Try another search or era.