BidangField 04
Bahasa & SastraLanguage & Literature
Bahasa-bahasa yang hidup di Aceh, falsafah tutur seperti hadih maja, dan tradisi hikayat sebagai ingatan kolektif masyarakatnya.The languages spoken across Aceh, oral philosophy such as hadih maja, and the hikayat tradition as the collective memory of its people.
4.1 Bahasa Aceh: identitas & pergeseranThe Acehnese language: identity & shift
KonsepConcept Bahasa Aceh dan pergeseran bahasaAcehnese and language shift
Bahasa Aceh mengalami penyusutan fungsi: jarang dipakai dalam ruang resmi, hanya hadir sebagai muatan lokal di sekolah, dan makin jarang menjadi bahasa ibu di keluarga perkotaan. Ia lebih menjadi bahasa…Acehnese has been losing functions: it is rarely used in official settings, appears in schools only as a 'local content' subject, and is increasingly absent as a mother tongue in…
KonsepConcept Bahasa di masa konflikLanguage in times of conflict
Pada masa operasi militer di Aceh, pilihan bahasa dapat menentukan keselamatan. Kefasihan berbahasa Jawa bisa meredakan sikap aparat pada razia (sweeping) TNI dan Polri, tetapi berbahaya di hadapan sweeping GAM…During military operations in Aceh, language choice could determine personal safety. Fluency in Javanese could soften soldiers' attitudes at TNI and police checkpoints (sweeping), yet was dangerous at GAM checkpoints,…
KonsepConcept Peta sosial bahasa di Aceh: tunong, baroh, dan anak komplekThe social map of language in Aceh: uplands, lowlands and 'compound kids'
Pengalaman sosiolinguistik dari pedalaman Aceh Utara pada 1980-an dan 1990-an memperlihatkan peta bahasa yang berlapis. Orang tunong (pedalaman) dipandang penutur bahasa Aceh tulen, sedangkan kawasan baroh dan kota menjadi tempat…Sociolinguistic experience from the interior of North Aceh in the 1980s and 1990s reveals a layered language map. Upland (tunong) people are seen as speakers of 'pure' Acehnese, while lowland…
KonsepConcept Revitalisasi bahasa AcehRevitalising the Acehnese language
Untuk menghadapi marginalisasi bahasa Aceh, diusulkan lima langkah: memperkenalkan kembali jati diri ke-Aceh-an kepada generasi muda, menjadikan bahasa Aceh bahasa kebudayaan provinsi, meneguhkannya sebagai bahasa endatu, memperbanyak kajian bahasa Aceh…To counter the marginalisation of Acehnese, five steps are proposed: reintroducing Acehnese identity to the young, making Acehnese the province's language of culture, affirming it as the language of the…
4.2 Falsafah tutur & kearifan lisanPhilosophy of speech & oral wisdom
KonsepConcept Budi dan budiman dalam alam pikir Melayu dan AcehBudi and the budiman in Malay and Acehnese thought
Budi adalah konsep kunci alam pikir Melayu yang hadir dalam banyak ungkapan, dari budi bahasa hingga budi pekerti. Budiman, orang yang berbudi, dipadankan dengan manusia bijak dan dapat disandingkan dengan…Budi is a key concept of Malay thought, present in many expressions from budi bahasa (courtesy of speech) to budi pekerti (moral character). The budiman, the person of budi, is…
TradisiTradition Hadih majaHadih maja (Acehnese proverbial wisdom)
Hadih maja adalah tuturan bijak berbentuk pepatah yang bersumber dari ulama dan orang tua berpengalaman dalam masyarakat Aceh. Fungsinya mirip pantun, peribahasa, dan pepatah dalam tradisi Melayu, tetapi dipandang sebagai…Hadih maja are wise sayings, proverbial in form, attributed to scholars and experienced elders in Acehnese society. They function much like Malay pantun, peribahasa and pepatah but are regarded as…
KonsepConcept Minda dan fikir: bahasa sebagai cermin cara pandangMinda and fikir: language as a mirror of worldview
Kata minda, yang lazim di Malaysia, berasal dari bahasa Inggris mind, sedangkan pikiran berakar pada kata Arab fikr. Pilihan istilah Inggris untuk menggambarkan cara pandang Melayu ditafsirkan sebagai tanda kedekatan…The word minda, common in Malaysia, derives from English mind, whereas pikiran (thought) is rooted in Arabic fikr. The choice of an English term to describe the Malay outlook is…
4.3 Kosakata & cara berpikir AcehAcehnese lexicon & ways of thinking
KonsepConcept Bangai dan awak: bahasa status dan batas kaumBangai and awak: the language of status and group boundaries
Kata bangai (bodoh) lazim diucapkan di kampung Aceh, tetapi maknanya lebih menandai status sosial daripada kecerdasan. Hanya orang yang berkedudukan lebih tinggi, misalnya orang tua kepada anak atau abang kepada…The word bangai ('stupid') is commonly heard in Acehnese villages, but it marks social status more than intelligence. Only someone of higher standing, such as a parent to a child…
KonsepConcept Lon, na, dan hana: kosakata keberadaan dalam bahasa AcehLon, na and hana: the vocabulary of being in Acehnese
Bahasa Aceh menyimpan kosakata dasar tentang diri dan keberadaan: lon (saya), na (ada), dan hana (tidak ada). Kata na bergeser dari makna wujud menuju makna metafisik ketika dipadukan dengan kata-kata…Acehnese holds a basic vocabulary of self and being: lon ('I'), na ('there is, to exist') and hana ('there is not'). The word na shifts from existence towards metaphysical meaning…
TradisiTradition Reuboh: tradisi olok-olok anak muda kampungReuboh: the village youth practice of verbal roasting
Reuboh, secara harfiah ‘merebus’, adalah praktik anak muda Aceh menjadikan seseorang bulan-bulanan olok-olok hingga ia ‘mendidih’ atau marah. Praktik ini memiliki batas tegas: tidak boleh menyentuh agama dan urusan keluarga…Reuboh, literally 'boiling', is the practice among Acehnese youth of making someone the butt of teasing until he 'boils over' in anger. It has firm limits: religion and immediate family…
KonsepConcept Seumike: cara berpikir orang AcehSeumike: the Acehnese way of thinking
Seumike (atau pike) adalah istilah Aceh untuk berpikir, berakar dari kata Arab f-k-r; ungkapan cara seumike merujuk pada cara memperoleh dan menimbang pengetahuan. Kajian tentang seumike membaca falsafah ke-Aceh-an melalui…Seumike (or pike) is the Acehnese term for thinking, rooted in the Arabic f-k-r; the phrase cara seumike refers to how knowledge is acquired and weighed. The study of seumike…