Fakhri
Lahir 1965; aktif sebagai dosen Fakultas Dakwah sejak sebelum 2004Born 1965; lecturer of the Faculty of Dakwah since before 2004
Fakhri adalah guru besar Komunikasi Dakwah di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, kelahiran Kuala Simpang, dengan latar pendidikan ilmu komunikasi, bahasa Arab, dan sosiologi. Pada 2004 ia, sebagai dosen Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry, termasuk Tim Penulis Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh.
Fakhri is a professor of Dakwah Communication at UIN Ar-Raniry Banda Aceh, born in Kuala Simpang, with a background in communication studies, Arabic and sociology. In 2004, as a lecturer of the Faculty of Dakwah at IAIN Ar-Raniry, he was a member of the writing team of the Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh.
Fakhri lahir di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, pada 29 November 1965. Biografi dalam Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh (2004) mencatat jalur pendidikan yang tidak lazim bagi dosen sebuah institut agama. Ia menyelesaikan dua program sarjana, yaitu S1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Iskandar Muda dalam bidang Ilmu Komunikasi dan sarjana Bahasa Arab di Fakultas Tarbiyah. Setelah itu ia menempuh program magister Sosiologi di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Perpaduan ilmu komunikasi umum, penguasaan bahasa Arab, dan sosiologi inilah yang kemudian membentuk bidang keahliannya, yakni komunikasi dakwah.
Pada 2004 Fakhri tercatat sebagai dosen Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry. Fakultas ini, yang kemudian menjadi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, menjadi tempat ia mengembangkan kajian tentang pesan, media, dan strategi penyampaian ajaran Islam di tengah masyarakat Aceh. Kariernya mencapai jenjang tertinggi pada 22 September 2026, ketika ia dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang Komunikasi Dakwah di Auditorium Prof. Ali Hasjmy, Darussalam. Pengukuhan itu merupakan bagian dari penambahan sembilan profesor baru UIN Ar-Raniry yang dikukuhkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama. Kini ia bergelar Prof. Dr., S.Sos., M.A.
Salah satu karyanya yang paling dekat dengan kajian kebudayaan Aceh adalah "Pesan-Pesan Dakwah dalam Hadih Maja", artikel yang ia tulis bersama Muhammad Faizin dan terbit di jurnal Al-Bayan pada 2017. Tulisan ini membaca hadih maja, peribahasa dan petuah lisan masyarakat Aceh, sebagai wahana pesan dakwah. Dengan demikian, pesan agama tidak hanya ditemukan dalam khutbah dan kitab, tetapi juga dalam tradisi lisan yang diwariskan antargenerasi. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana komunikasi dakwah dapat bertumpu pada khazanah lokal dan bukan semata pada model komunikasi yang diimpor.
Bagi studi Aceh, sumbangan Fakhri terletak pada upaya mempertemukan teori komunikasi dengan bahan budaya setempat. Hadih maja merupakan salah satu bentuk kearifan lisan yang penting dalam kebudayaan Aceh, dan membacanya sebagai pesan dakwah membuka jalan bagi kajian tentang bagaimana nilai-nilai Islam dan adat saling meneguhkan dalam bahasa sehari-hari. Kajian semacam ini juga relevan bagi Fakultas Dakwah sebagai lembaga yang menyiapkan para dai, penyuluh agama, dan praktisi komunikasi di Aceh.
Perjalanan Fakhri dari dosen muda pada 2004 hingga guru besar pada 2026 juga mencerminkan perkembangan Fakultas Dakwah sendiri, dari fakultas yang terutama menyiapkan dai menjadi fakultas yang menaungi ilmu komunikasi, penyiaran, dan manajemen dakwah. Dalam perkembangan itu, latar ganda Fakhri dalam ilmu komunikasi umum dan studi keislaman menjadi modal yang relevan. Kajiannya tentang hadih maja juga terhubung dengan entri Acehnologi tentang khazanah peribahasa Aceh tersebut.
Dalam Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh (Ar-Raniry Press, 2004), Fakhri menjadi salah satu anggota Tim Penulis IAIN Ar-Raniry dari Fakultas Dakwah. Bagian "Sekilas Tentang Penulis" mencatat kelahirannya di Kuala Simpang, dua gelar sarjananya, dan pendidikan magister sosiologinya di UKM. Bersama rekan dari fakultas yang sama, Juhari Hasan dan Sardani, ia mewakili pendekatan ilmu sosial dan komunikasi dalam tim yang sebagian besar berasal dari Fakultas Adab, Syari'ah, dan Tarbiyah.
Fakhri was born in Kuala Simpang, Aceh Tamiang, on 29 November 1965. The biography in the Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh (2004) records an educational path unusual for a lecturer at an Islamic institute. He completed two undergraduate programmes: a degree in Communication Studies at the Faculty of Social and Political Sciences of Iskandar Muda University, and a degree in Arabic at the Faculty of Tarbiyah. He then took a master's degree in Sociology at the National University of Malaysia (UKM). This combination of general communication studies, Arabic and sociology later shaped his field of expertise, dakwah communication.
In 2004 Fakhri was listed as a lecturer of the Faculty of Dakwah at IAIN Ar-Raniry. This faculty, later the Faculty of Dakwah and Communication at UIN Ar-Raniry, became the place where he developed the study of messages, media and strategies for conveying Islamic teaching in Acehnese society. His career reached its highest rank on 22 September 2026, when he was inaugurated as professor of Dakwah Communication in the Prof. Ali Hasjmy Auditorium, Darussalam. The inauguration was part of the addition of nine new UIN Ar-Raniry professors inaugurated by the Secretary General of the Ministry of Religious Affairs. He now holds the title Prof. Dr., S.Sos., M.A.
One of his works closest to the study of Acehnese culture is "Pesan-Pesan Dakwah dalam Hadih Maja", an article written with Muhammad Faizin and published in the journal Al-Bayan in 2017. The article reads hadih maja, the proverbs and oral counsel of Acehnese society, as a vehicle for religious messages. Religious teaching, in this view, is found not only in sermons and books but also in oral tradition handed down across generations. The approach shows how dakwah communication can rest on local heritage rather than solely on imported communication models.
For Aceh studies, Fakhri's contribution lies in bringing communication theory together with local cultural material. Hadih maja is one of the most important forms of oral wisdom in Acehnese culture, and reading it as religious messaging opens the way to studying how Islamic values and custom reinforce each other in everyday language. Such work is also relevant to the Faculty of Dakwah as the institution that trains preachers, religious extension workers and communication practitioners in Aceh.
Fakhri's path from young lecturer in 2004 to professor in 2026 also reflects the development of the Faculty of Dakwah itself, from a faculty that mainly trained preachers to one that houses communication, broadcasting and dakwah management. In that development, his dual background in general communication studies and Islamic studies has proved relevant. His work on hadih maja also connects with the Acehnologi entry on that body of Acehnese proverbs.
In the Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh (Ar-Raniry Press, 2004), Fakhri was one of the members of the IAIN Ar-Raniry Writing Team from the Faculty of Dakwah. The "Sekilas Tentang Penulis" section notes his birth in Kuala Simpang, his two undergraduate degrees and his master's study in sociology at UKM. With colleagues from the same faculty, Juhari Hasan and Sardani, he represented the social-science and communication approach in a team drawn largely from the Faculties of Adab, Shari'ah and Tarbiyah.
Gagasan kunciKey ideas
Kearifan lisan sebagai dakwahOral wisdom as dakwah
Ia membaca hadih maja sebagai wahana pesan dakwah dalam kebudayaan Aceh.He reads hadih maja as a vehicle of religious messages in Acehnese culture.
Komunikasi dakwah kontekstualContextual dakwah communication
Ia memadukan teori komunikasi, sosiologi, dan bahasa Arab untuk memahami penyampaian ajaran Islam di masyarakat.He combines communication theory, sociology and Arabic to understand how Islamic teaching is conveyed in society.
Posisi dalam kerangkaPlace in the framework
Tokoh, lembaga, dan konsep yang paling dekat dengan entri ini, beserta sifat hubungannya.The figures, institutions and concepts closest to this entry, and how they relate to it.
Pertanyaan reflektifReflective question
Sejauh mana tradisi lisan seperti hadih maja dapat menjadi sarana komunikasi dakwah di Aceh masa kini?To what extent can oral traditions such as hadih maja serve as a means of dakwah communication in Aceh today?
Kutip entri ini:Cite this entry: “Fakhri”, Acehnologi — Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway, https://acehnologi.com/entri/fakhri/