Langsung ke isiSkip to content
Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

TemaTheme · Masyarakat, Identitas & DiasporaSociety, Identity & Diaspora

Aceh dan Jawa: studi perbandinganAceh and Java: a comparative study

KonsepConcept Aceh dan Jawa sebagai cermin timbal balikAceh and Java as mutual mirrors Perbandingan Aceh dan Jawa berangkat dari pengamatan bahwa kedua suku bangsa ini telah berhubungan selama lebih dari seribu tahun, tetapi pandangan dunia keduanya jarang ditimbang berdampingan. Hubungan itu lazim digambarkan…The comparison of Aceh and Java starts from the observation that the two peoples have been in contact for more than a millennium, yet their worldviews have rarely been weighed… KonsepConcept Aceh Pungo dan Wong EdhanAceh Pungo and Wong Edhan Aceh Pungo, ‘Aceh gila’, adalah julukan kolonial bagi pejuang Aceh yang menyerang tanpa mempedulikan keselamatan diri demi mati syahid. Kegilaan ini dipahami sebagai pergeseran cara pandang: bayangan anak, istri, harta,…Aceh Pungo, 'mad Aceh', was the colonial label for Acehnese fighters who attacked heedless of their own safety for the sake of martyrdom. This madness is understood as a shift… KonsepConcept Acehnisasi dan Jawanisasi: menjadi Aceh, menjadi JawaAcehnisation and Javanisation: becoming Acehnese, becoming Javanese Merantau ke Jawa selama puluhan tahun menghasilkan perkawinan campur yang mengubah kampung-kampung di pesisir Aceh. Perempuan Jawa yang menikah dengan perantau Aceh dan menetap di kampung suaminya mengalami proses menjadi…Decades of migration to Java produced intermarriages that changed villages on the Acehnese coast. Javanese women who married Acehnese migrants and settled in their husbands' villages underwent a process of… KonsepConcept Bangai: kebodohan dan etos menuntut ilmuBangai: ignorance and the ethos of learning Bangai adalah kata Aceh untuk ‘bodoh’, lazim dalam canda tetapi peka bila diarahkan kepada kaum. Ketakutan anak menjadi aneuk bangai mendorong orang tua mengirim anak mengaji, bersekolah, dan meudagang ke…Bangai is the Acehnese word for 'stupid', common in banter but sensitive when aimed at a whole kin group. Fear of a child becoming an aneuk bangai drives parents to… KonsepConcept Dunia Aceh dan Dunia Jawa: kosmologi keselarasanThe Acehnese and Javanese worlds: cosmologies of harmony Baik orang Aceh maupun orang Jawa memandang hidup sebagai upaya menjaga keselarasan antara manusia dan alam, antara lahir dan batin. Di Jawa keselarasan itu dijaga melalui hierarki rohaniawan, raja, dan…Both the Acehnese and the Javanese see life as an effort to keep harmony between humans and nature, between the outer and the inner. In Java this harmony is kept… KelompokCommunity Ganja sebagai “perekat” Aceh dan JawaCannabis as the ‘glue’ between Aceh and Java Pengamatan etnografis tentang perantau muda Aceh di Jawa menunjukkan bahwa jaringan perdagangan ganja ilegal dari Aceh ke Jawa hingga Bali mempertemukan orang Aceh dan Jawa justru ketika kedua kelompok berhadapan…Ethnographic observation of young Acehnese migrants in Java shows that illegal cannabis networks running from Aceh through Java to Bali brought Acehnese and Javanese together even as the two faced… KelompokCommunity Harlan dan tradisi teumeutakHarlan and the teumeutak tradition Harlan adalah sebutan Aceh bagi preman, terutama yang menguasai terminal sebagai agen bus. Mereka terorganisasi, berjejaring dengan aparat, dan sebagian memiliki ilmu kebal. Bentuk penyelesaian sengketa paling ekstrem di dunia…Harlan is the Acehnese term for thugs, especially those controlling bus terminals as ticket agents. They are organised, connected to security officers, and some possess invulnerability magic. The most extreme… KonsepConcept Kebatinan-tasawuf dan kebatinan-KejawenSufi mysticism and Kejawen mysticism Perbandingan ini membedakan dua pola kebatinan: di Aceh kebatinan identik dengan tasawuf, sedangkan di Jawa dengan Kejawen yang berakar pada ajaran Hindu-Buddha. Pada abad ke-16 dan 17, tasawuf menjadi pagar…This comparison distinguishes two patterns of mysticism: in Aceh mysticism is identified with Sufism, in Java with Kejawen rooted in Hindu-Buddhist teaching. In the 16th and 17th centuries Sufism served… NaskahText Kisah Siyung Wanara dalam Babad Tanah JawiThe tale of Siyung Wanara in the Babad Tanah Jawi Kisah Siyung Wanara dalam Babad Tanah Jawi menceritakan seorang raja Pajajaran yang membunuh pertapa peramal, lalu ditimpa ramalan bahwa ia akan dijatuhkan oleh putranya sendiri. Dalam perbandingan Aceh–Jawa, kisah ini…The Siyung Wanara episode in the Babad Tanah Jawi tells of a Pajajaran king who kills a seer-hermit and is then overtaken by a prophecy that his own son will… TempatPlace Krueng Mane: kampung reformis dan perantauKrueng Mane: a reformist and migrant village Krueng Mane adalah gugus desa di pesisir Aceh Utara, di tepi jalan Medan–Banda Aceh, sekitar 20 km di barat Lhokseumawe. Kampung ini dikenal sebagai basis ‘kelompok Sunnah’ yang dekat dengan…Krueng Mane is a cluster of villages on the North Aceh coast, beside the Medan–Banda Aceh road, about 20 km west of Lhokseumawe. It is known as a base of… KonsepConcept Menjadi Aceh adalah menjadi MuslimBeing Acehnese means being Muslim Dalam perbandingan Aceh–Jawa, identitas Aceh dipahami melekat pada Islam: menjadi Aceh (being Acehnese) berarti menjadi Muslim, sehingga sebutan “Aceh-Islam” tidak pernah diperlukan. Sebaliknya, tidak setiap orang Jawa beragama Islam dan…In the Aceh–Java comparison, Acehnese identity is understood as inseparable from Islam: being Acehnese means being Muslim, so the label ‘Acehnese-Muslim’ is never needed. By contrast, not every Javanese is… KonsepConcept Merumuskan keindonesiaan dari perbandingan Jawa dan AcehDefining Indonesianness through the Java–Aceh comparison Perbandingan Jawa dan Aceh berujung pada tesis bahwa keindonesiaan dibentuk oleh pertarungan spirit, di mana Jawa menjadi poros negara sedangkan Aceh memberi garis demarkasi sejarah kebangsaan. Islam dicatat pernah menjadi…The Java–Aceh comparison culminates in the thesis that Indonesianness was shaped by a contest of spirits, in which Java became the axis of the state while Aceh supplied the demarcation… KonsepConcept PAI (Penghancur Agama Islam): label musuh dalam konflik AcehPAI (‘Destroyers of Islam’): an enemy label in the Aceh conflict PAI, yang dipahami sebagai singkatan Penghancur Agama Islam, adalah label populer di Aceh semasa konflik untuk tentara yang dianggap melakukan kejahatan atas nama NKRI, terutama yang didatangkan dari Jawa. Label…PAI, understood as an acronym for Penghancur Agama Islam (‘Destroyers of Islam’), was a popular label in Aceh during the conflict for soldiers seen as committing crimes in the name… KonsepConcept Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan kosmologi Hindu-JawaPancasila, Bhinneka Tunggal Ika and Hindu-Javanese cosmology Tafsir kritis dari perspektif Aceh berpendapat bahwa identitas kebangsaan Indonesia banyak diilhami ajaran Hindu dan Buddha yang dihayati dalam kebudayaan Jawa. Bukti yang diajukan antara lain semboyan Bhinneka Tunggal Ika…A critical reading from Aceh argues that Indonesian national identity draws heavily on Hindu and Buddhist teachings as lived in Javanese culture. The evidence offered includes the motto Bhinneka Tunggal… KonsepConcept Pertarungan spirit kebangsaan dan metafora kereta JawaThe contest of national spirits and the Javanese carriage metaphor Indonesia digambarkan sebagai arena pertarungan spirit: Islam muncul dari luar sebagai kekuatan perlawanan, Hindu bertahan dari dalam sebagai jiwa kebatinan, sementara spirit Kristen dan Yahudi membentuk lingkaran terluar setelah Perang…Indonesia is portrayed as an arena of contending spirits: Islam emerging from outside as a force of resistance, Hinduism enduring within as the soul of mysticism, while Christian and Jewish… KonsepConcept Saman dan Campur Sari: batas penerimaan budayaSaman and Campur Sari: the limits of cultural borrowing Ketika tari Saman digemari di sekolah-sekolah Jawa dan Jakarta, orang Aceh menyambutnya sebagai kebanggaan, tetapi tidak membalas dengan mempelajari tari atau lagu Jawa. Pada masa ketegangan, siaran ketoprak dan lagu…When the Saman dance became popular in schools in Java and Jakarta, the Acehnese welcomed it with pride but did not reciprocate by learning Javanese dances or songs. In times… KonsepConcept Satrio Piningit, Ratu Adil, dan hidup dengan ramalanSatrio Piningit, Ratu Adil and living by prophecy Satrio Piningit (kesatria tersembunyi) dan Ratu Adil (raja adil) merupakan figur penyelamat dalam tradisi ramalan Jawa yang diyakini muncul setelah masa kemelut. Tafsir perbandingan Aceh–Jawa membaca kedua figur ini sebagai…Satrio Piningit (the hidden knight) and Ratu Adil (the Just King) are saviour figures of Javanese prophetic tradition, expected to appear after an age of turmoil. A comparative Aceh–Java reading… KonsepConcept Stereotip timbal balik: ‘Jawa’ di mata AcehMutual stereotypes: 'Java' in Acehnese eyes Dalam imajinasi Aceh, ‘Jawa’ sering melambangkan negara Indonesia sekaligus penakluk. Citra ini dibentuk oleh keterlibatan serdadu asal Jawa–Madura dalam tentara kolonial, pemberontakan daerah tahun 1950-an, transmigrasi Orde Baru, dan konflik…In the Acehnese imagination 'Java' often stands for the Indonesian state and for a conqueror. The image was shaped by Javanese–Madurese soldiers in the colonial army, the regional rebellions of… KonsepConcept Teori wayang dalam konflik AcehThe wayang theory of the Aceh conflict Teori wayang adalah tafsir yang membaca konflik Aceh melalui struktur pertunjukan wayang kulit Jawa: pengondisian masalah, puncak huru-hara (gara-gara), lalu penyelesaian dan pemulihan keseimbangan. Dalang mengendalikan seluruh lakon, tetapi tetap…The wayang theory reads the Aceh conflict through the structure of a Javanese shadow-puppet performance: setting up the problem, a climax of turmoil (gara-gara), then resolution and the restoration of… KonsepConcept Tujuh tipologi orang IndonesiaSeven typologies of the Indonesian Dari perbandingan Jawa dan Aceh disusun tujuh rumusan provokatif tentang siapa orang Indonesia. Rumusan itu mencakup pemahaman atas kosmologi Jawa sebagai sendi negara, orientasi mempertahankan ketimbang mengisi kemerdekaan, lintasan desa–kota–desa,…From the Java–Aceh comparison come seven provocative propositions about who the Indonesian is. They include understanding Javanese cosmology as the state’s foundation, an orientation to defending rather than filling independence,…

← Semua tema dalam bidang iniAll themes in this field