Langsung ke isiSkip to content
Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

BidangField 03

Adat & HukumCustom & Law

Hubungan adat, hukum Islam, dan negara dalam tata kehidupan masyarakat Aceh, dari gampong dan lembaga adat laut hingga qanun dan Wali Nanggroe.How custom, Islamic law and the state shape Acehnese social life, from the gampong and maritime customary institutions to the qanun and the Wali Nanggroe.

3.1 Adat, hukum Islam & warisan kolonialAdat, Islamic law & the colonial legacy

3.2 Harta, kenduri & ekonomi moralWealth, feasts & moral economy

TradisiTradition ‘Berangkat haji dari kebun kopi’: tabungan haji petani Gayo'To Mecca from the coffee garden': hajj savings among Gayo farmers Di Tanah Gayo, petani kopi menabung untuk haji dengan mengubah sebagian hasil panen menjadi emas yang disimpan bertahun-tahun di kaleng biskuit, kain batik, atau kotak kayu. Memori kolektif menyimpan praktik…In the Gayo highlands coffee farmers save for the hajj by turning part of each harvest into gold, kept for years in biscuit tins, batik cloth or wooden boxes. Collective… KonsepConcept Baynah: konsep harta orang AcehBaynah: the Acehnese concept of wealth Baynah, dari kata Arab yang berarti bukti, adalah ukuran kekayaan dalam masyarakat kampung Aceh: emas, tanah, dan ternak. Harta ini dilepas hanya pada momen penting seperti merantau, menikahkan anak, kenduri,…Baynah, from an Arabic word meaning proof or evidence, is the measure of wealth in Acehnese village society: gold, land and livestock. These assets are released only at key moments… TradisiTradition Keurija dan bek peumale gampongKeurija and bek peumale gampong: communal work and guarding village honour Keurija (kerja) adalah istilah untuk hajatan sosial dalam siklus hidup, terbagi menjadi keurija udep (hajatan kehidupan) dan keurija mate (urusan kematian). Dalam keurija, warga membantu tanpa pamrih dan semua konflik…Keurija ('work') is the term for social gatherings in the life cycle, divided into keurija udep (celebrations of life) and keurija mate (matters of death). In keurija, villagers help without… TradisiTradition Khanduri: kenduri dalam siklus kerja orang AcehKhanduri: ritual feasts in the Acehnese work cycle Khanduri (kenduri) menyertai hampir setiap bentuk jak, yaitu perjalanan mencari nafkah atau beribadah. Ada khanduri thon bagi pedagang, khanduri blang sebelum turun ke sawah, khanduri laot di tepi laut, dan…Khanduri (ritual feasts) accompany almost every form of jak, the journeys made to earn a living or to worship. There is khanduri thon for traders, khanduri blang before planting, khanduri… TradisiTradition Qanun bak Putroe Phang dan pembagian peran dalam kenduriQanun bak Putroe Phang and the gendered division of feast work Upacara kerakyatan yang sarat simbol budaya di Aceh dikaitkan dengan qanun bak Putroe Phang, tokoh perempuan yang melambangkan urusan kaum perempuan. Dalam pesta, perempuan mengurus peusijuek, pet ranup, dan penyambutan…Popular ceremonies rich in cultural symbolism are linked in Aceh to qanun bak Putroe Phang, a female figure who stands for women’s affairs. At feasts women handle peusijuek (blessing rite),…

3.3 Kosmologi hukum AcehAcehnese legal cosmology

KonsepConcept Adat bak Po Teumeureuhom, Hukom bak Syiah Kuala Ungkapan ‘Adat bak Po Teumeureuhom, Hukom bak Syiah Kuala, Qanun bak Putroe Phang, Reusam bak Laksamana merangkum kosmologi tata kelola Kesultanan Aceh. Adat merujuk pada hukum pemerintahan kesultanan, hukom pada…The saying ‘Adat bak Po Teumeureuhom, Hukom bak Syiah Kuala, Qanun bak Putroe Phang, Reusam bak Laksamana’ distils the governing cosmology of the Acehnese sultanate. Adat refers to the sultanate's… KonsepConcept Hana roh, hana get, han jeut: tiga lapis pertimbangan moralHana roh, hana get, han jeut: three layers of moral reasoning Cara berpikir orang Aceh dirumuskan bertumpu pada tiga fondasi: alam, jiwa, dan agama. Masing-masing diungkapkan dalam penilaian hana roh (melawan alam atau ruh tempat), hana get atau hana jroh (tidak…Acehnese reasoning is described as resting on three foundations: nature, soul and religion. Each is voiced in a judgement: hana roh (against nature or the spirit of a place), hana… LembagaInstitution Qadhi Malikul AdilQadhi Malik al-Adil Qadhi Malikul Adil adalah jabatan ulama dalam kerajaan Islam Aceh yang menangani pelaksanaan hukum Islam. Bersama umara yang lahir dari tatanan Adat Meukuta Alam, jabatan ini menjadi poros pelaksanaan syariat…The Qadhi Malik al-Adil was the scholarly office in the Islamic kingdom of Aceh responsible for administering Islamic law. Together with the rulers (umara) produced by the Adat Meukuta Alam… KonsepConcept Teori pemisahan adat dan hukum IslamThe colonial separation of adat and Islamic law Teori ini merujuk pada kerangka kolonial yang dikaitkan dengan C. Snouck Hurgronje, yang memisahkan adat dari hukum Islam dan memetakan masyarakat Aceh ke dalam ulama, umara, dan rakyat. Kerangka tersebut…This refers to the colonial framework associated with C. Snouck Hurgronje, which separated adat from Islamic law and mapped Acehnese society into ulama, rulers (umara) and commoners. The Dutch used… KonsepConcept Timang dan peutimang nanggroeTimang and peutimang nanggroe: balance as political philosophy Timang berarti selaras atau seimbang, dan dipandang sebagai titik kosmos dalam alam berpikir budaya Aceh. Segala tindakan, termasuk mengurus negeri (peutimang nanggroe), diukur dari keselarasannya dengan Tuhan, alam, dan sesama…Timang means harmony or balance and is regarded as a cosmic reference point in Acehnese cultural thought. Every action, including governing the land (peutimang nanggroe), is measured by its harmony…

3.4 Lembaga adat lautCustomary maritime institutions

3.5 Wali Nanggroe & lembaga adatWali Nanggroe & customary institutions

3.6 Warisan leluhur & identitas budayaAncestral heritage & cultural identity