TemaTheme · Sejarah AcehAcehnese History
Sejarah peradaban & kesultananCivilisation & the sultanates
Sejarah kerajaan dan kesultanan di Aceh, dari Peureulak dan Samudera Pasai hingga Aceh Darussalam, dibaca sebagai sejarah sebuah peradaban yang berdaulat.The history of Aceh's kingdoms and sultanates, from Peureulak and Samudera Pasai to Aceh Darussalam, read as the history of a sovereign civilisation.
Lihat posisinya dalam peta filosofisSee its place in the philosophical map →
KonsepConcept Abad ke-17 dalam historiografi Aceh: ulama, istana, dan sultanahThe seventeenth century in Acehnese historiography: scholars, court and sultanas
Abad ke-17 adalah masa yang paling banyak dikaji dalam sejarah Aceh. Kajian-kajiannya bertumpu pada tiga poros: jaringan ulama dengan Haramayn, kaitan pemikiran tasawuf dengan model pemerintahan, dan kemajuan negeri di…The seventeenth century is the most studied period of Acehnese history. Scholarship on it turns on three axes: the scholarly network with the Haramayn, the link between Sufi thought and…
Ekonomi dan politik Kesultanan Aceh: kajian Fitri Zulfidar (2018)
LembagaInstitution Kerajaan LingeThe Linge kingdom
Kerajaan Linge adalah kerajaan di dataran tinggi Gayo yang menjadi poros identitas dan legenda Gayo. Tradisi lisan menempatkan Linge sebagai saudara tua Aceh dan mengaitkan para pendiri berbagai negeri, dari…The Linge kingdom was a polity of the Gayo highlands and remains the axis of Gayo identity and legend. Oral tradition casts Linge as the elder brother of Aceh and…
TempatPlace Kerajaan PeureulakThe Peureulak (Perlak) Sultanate
Peureulak dipandang oleh sarjana lokal sebagai kerajaan Islam tertua di Nusantara, terletak di pesisir timur Aceh. Tradisi silsilah mengaitkan pendiriannya dengan kelompok Syi‘ah keturunan Ahl al-Bayt yang menyingkir dari konflik…Local scholars regard Peureulak, on Aceh’s east coast, as the oldest Islamic kingdom in the archipelago. Genealogical tradition links its foundation to a Shi‘a group descended from the Prophet’s household…
TokohFigure Laksamana KeumalahayatiAdmiral Keumalahayati
Keumalahayati adalah laksamana Kesultanan Aceh Darussalam yang memimpin armada laut dan pasukan Inong Balee, para janda prajurit yang gugur. Ia dikenang karena menghadapi armada Belanda pimpinan Cornelis de Houtman pada…Keumalahayati was an admiral of the Aceh Darussalam sultanate who commanded its fleet and the Inong Balee force of warriors’ widows. She is remembered for confronting the Dutch fleet of…
KonsepConcept Peradaban yang tak bernegosiasi: Aceh di antara peradaban Jawa dan MelayuA civilisation that would not negotiate: Aceh between the Javanese and Malay civilisations
Aceh dipandang sebagai peradaban yang setara dengan peradaban Jawa dan Melayu, dengan peradaban dirumuskan sebagai karya manusia dalam tiga bentuk: bahasa, budaya, dan sejarah. Peradaban Jawa melahirkan pemerintahan Indonesia dan…Aceh is regarded as a civilisation on a par with the Javanese and Malay civilisations, with civilisation defined as human achievement in three forms: language, culture and history. Javanese civilisation…
TempatPlace Samudera Pasai
Samudera Pasai, di kawasan Lhokseumawe sekarang, adalah kesultanan Islam yang menjadi poros awal islamisasi Selat Melaka. Pendirinya, Meurah Silu, memeluk Islam melalui Syeikh Ismail dari Mekkah dan bergelar Sultan Malik…Samudera Pasai, around present-day Lhokseumawe, was the Islamic sultanate that served as an early hub of Islamisation in the Strait of Malacca. Its founder, Meurah Silu, embraced Islam through Shaykh…
TokohFigure Sultan ‘Ali Mughayat Syah
Sultan ‘Ali Mughayat Syah dikenal sebagai pendiri Kesultanan Aceh Darussalam dan memerintah pada 1514–1530. Kajian epigrafi MAPESA menempatkannya sebagai cucu Sultan Munawwar Syah dari trah Lamuri, sehingga kebangkitannya berakar pada…Sultan ‘Ali Mughayat Syah is known as the founder of the Aceh Darussalam sultanate and reigned from 1514 to 1530. MAPESA's epigraphic research places him as the grandson of Sultan…
TokohFigure Sultan Alauddin Riayat Syah al-Qahhar
Sultan Alauddin Riayat Syah (memerintah sekitar 1537/1539–1571) adalah penguasa yang dalam Bustān al-Salāṭīn dipuji karena mengonsolidasikan Kesultanan Aceh: menetapkan adat dan aturan Aceh Darussalam, membangun kota, membuka hubungan dengan Kesultanan…Sultan Alauddin Riayat Syah (r. c. 1537/1539–1571) is the ruler praised in the Bustān al-Salāṭīn for consolidating the Aceh sultanate: establishing the adat and rules of Aceh Darussalam, building the…
TokohFigure Sultan Iskandar Muda dan arsitektur kekuasaan AcehSultan Iskandar Muda and the architecture of Acehnese power
Sultan Iskandar Muda memerintah Kesultanan Aceh Darussalam pada 1607–1636 dan menjadikannya kekuatan maritim, ekonomi, dan intelektual terkemuka di Asia Tenggara. Melalui kajian Denys Lombard yang bertumpu pada kesaksian para pelawat…Sultan Iskandar Muda ruled the Sultanate of Aceh Darussalam from 1607 to 1636 and made it a leading maritime, economic and intellectual power in Southeast Asia. Through Denys Lombard’s study,…
TokohFigure Sultan Iskandar Thani
Iskandar Thani (memerintah 1636/1637–1641) adalah pangeran Pahang yang dibawa ke Aceh setelah penaklukan Pahang, diangkat anak dan menantu oleh Iskandar Muda, lalu menggantikannya. Ia menjadi patron Nuruddin ar-Raniry, dan dalam…Iskandar Thani (r. 1636/1637–1641) was a prince of Pahang brought to Aceh after its conquest, adopted and made son-in-law by Iskandar Muda, whom he succeeded. He was the patron of…
TokohFigure Sultan Muhammad bin Sultan Mahmud SyahSultan Muhammad ibn Sultan Mahmud Syah
Sultan Muhammad bin Sultan Mahmud Syah adalah penguasa dari garis keturunan Samudera Pasai yang wafat pada 912 H (1507 M) dan dimakamkan di puncak bukit Meurhom Muda, Peudada, Bireuen. Menurut…Sultan Muhammad ibn Sultan Mahmud Syah was a ruler of the Samudera Pasai line who died in 912 AH (1507 CE) and was buried on the hilltop of Meurhom Muda…
TokohFigure Sultan Munawwar Syah bin Muhammad Syah LamuriSultan Munawwar Syah ibn Muhammad Syah Lamuri
Sultan Munawwar Syah adalah penguasa dari trah Lamuri yang makamnya ditemukan di puncak Bukit Hagu, Pante Raja, Pidie Jaya. Nisannya memuat nama tanpa tahun wafat, sehingga penanggalannya bergantung pada tipologi…Sultan Munawwar Syah was a ruler of the Lamuri line whose grave lies on the summit of Bukit Hagu, Pante Raja, Pidie Jaya. His headstone gives his name but no…
PeristiwaEvent Transisi dari Samudera Pasai ke Aceh DarussalamThe transition from Samudera Pasai to Aceh Darussalam
Akhir abad ke-15 hingga awal abad ke-16 merupakan fase genting di pesisir utara Sumatra: Samudera Pasai melemah akibat konflik internal dan tekanan luar, sementara Melaka jatuh ke tangan Portugis pada…The late fifteenth and early sixteenth centuries were a critical phase on Sumatra's northern coast: Samudera Pasai was weakened by internal conflict and outside pressure, and Melaka fell to the…
TempatPlace Samudera Pasai
Samudera Pasai, di kawasan Lhokseumawe sekarang, adalah kesultanan Islam yang menjadi poros awal islamisasi Selat Melaka. Pendirinya, Meurah Silu, memeluk Islam melalui Syeikh Ismail dari Mekkah dan bergelar Sultan Malik…Samudera Pasai, around present-day Lhokseumawe, was the Islamic sultanate that served as an early hub of Islamisation in the Strait of Malacca. Its founder, Meurah Silu, embraced Islam through Shaykh…
TokohFigure Sultan ‘Ali Mughayat Syah
Sultan ‘Ali Mughayat Syah dikenal sebagai pendiri Kesultanan Aceh Darussalam dan memerintah pada 1514–1530. Kajian epigrafi MAPESA menempatkannya sebagai cucu Sultan Munawwar Syah dari trah Lamuri, sehingga kebangkitannya berakar pada…Sultan ‘Ali Mughayat Syah is known as the founder of the Aceh Darussalam sultanate and reigned from 1514 to 1530. MAPESA's epigraphic research places him as the grandson of Sultan…
TokohFigure Sultan Alauddin Riayat Syah al-Qahhar
Sultan Alauddin Riayat Syah (memerintah sekitar 1537/1539–1571) adalah penguasa yang dalam Bustān al-Salāṭīn dipuji karena mengonsolidasikan Kesultanan Aceh: menetapkan adat dan aturan Aceh Darussalam, membangun kota, membuka hubungan dengan Kesultanan…Sultan Alauddin Riayat Syah (r. c. 1537/1539–1571) is the ruler praised in the Bustān al-Salāṭīn for consolidating the Aceh sultanate: establishing the adat and rules of Aceh Darussalam, building the…
TokohFigure Sultan Iskandar Muda dan arsitektur kekuasaan AcehSultan Iskandar Muda and the architecture of Acehnese power
Sultan Iskandar Muda memerintah Kesultanan Aceh Darussalam pada 1607–1636 dan menjadikannya kekuatan maritim, ekonomi, dan intelektual terkemuka di Asia Tenggara. Melalui kajian Denys Lombard yang bertumpu pada kesaksian para pelawat…Sultan Iskandar Muda ruled the Sultanate of Aceh Darussalam from 1607 to 1636 and made it a leading maritime, economic and intellectual power in Southeast Asia. Through Denys Lombard’s study,…
TokohFigure Sultan Iskandar Thani
Iskandar Thani (memerintah 1636/1637–1641) adalah pangeran Pahang yang dibawa ke Aceh setelah penaklukan Pahang, diangkat anak dan menantu oleh Iskandar Muda, lalu menggantikannya. Ia menjadi patron Nuruddin ar-Raniry, dan dalam…Iskandar Thani (r. 1636/1637–1641) was a prince of Pahang brought to Aceh after its conquest, adopted and made son-in-law by Iskandar Muda, whom he succeeded. He was the patron of…
TokohFigure Sultan Muhammad bin Sultan Mahmud SyahSultan Muhammad ibn Sultan Mahmud Syah
Sultan Muhammad bin Sultan Mahmud Syah adalah penguasa dari garis keturunan Samudera Pasai yang wafat pada 912 H (1507 M) dan dimakamkan di puncak bukit Meurhom Muda, Peudada, Bireuen. Menurut…Sultan Muhammad ibn Sultan Mahmud Syah was a ruler of the Samudera Pasai line who died in 912 AH (1507 CE) and was buried on the hilltop of Meurhom Muda…
TokohFigure Sultan Munawwar Syah bin Muhammad Syah LamuriSultan Munawwar Syah ibn Muhammad Syah Lamuri
Sultan Munawwar Syah adalah penguasa dari trah Lamuri yang makamnya ditemukan di puncak Bukit Hagu, Pante Raja, Pidie Jaya. Nisannya memuat nama tanpa tahun wafat, sehingga penanggalannya bergantung pada tipologi…Sultan Munawwar Syah was a ruler of the Lamuri line whose grave lies on the summit of Bukit Hagu, Pante Raja, Pidie Jaya. His headstone gives his name but no…
PeristiwaEvent Transisi dari Samudera Pasai ke Aceh DarussalamThe transition from Samudera Pasai to Aceh Darussalam
Akhir abad ke-15 hingga awal abad ke-16 merupakan fase genting di pesisir utara Sumatra: Samudera Pasai melemah akibat konflik internal dan tekanan luar, sementara Melaka jatuh ke tangan Portugis pada…The late fifteenth and early sixteenth centuries were a critical phase on Sumatra's northern coast: Samudera Pasai was weakened by internal conflict and outside pressure, and Melaka fell to the…