TemaTheme · Politik, Konflik & DamaiPolitics, Conflict & Peace
Aceh dalam negara-bangsaAceh within the nation-state
KonsepConcept ‘Orang pusat’ dan ‘orang daerah’: Aceh dalam budaya politik Indonesia'Centre people' and 'regional people': Aceh in Indonesian political culture
Budaya politik Indonesia dibaca sebagai lanskap yang didominasi norma, kepercayaan, dan nilai Jawa, sehingga Aceh menjadi objek dan Jawa menjadi subjek. Dalam kerangka ini, Aceh yang dahulu memiliki sistem politik…Indonesian political culture is read as a landscape dominated by Javanese norms, beliefs and values, in which Aceh is the object and Java the subject. Within this frame Aceh, which…
KonsepConcept Aceh dan Yogyakarta: dua Daerah IstimewaAceh and Yogyakarta: two Special Regions
Aceh dan Yogyakarta sama-sama menyandang status Daerah Istimewa, tetapi dengan isi yang berlawanan. Yogyakarta mempertahankan kesultanan tanpa persoalan syariat Islam, sedangkan Aceh tidak lagi memiliki sultan tetapi diizinkan menjalankan syariat.…Aceh and Yogyakarta both hold Special Region status, but with opposite content. Yogyakarta keeps its sultanate with no question of Islamic law, while Aceh no longer has a sultan but…
KonsepConcept Aceh di tengah kepungan peradabanAceh amid encircling civilisations
Tesis bahwa masa depan Aceh ditentukan oleh kemampuannya bertahan di tengah tekanan beberapa peradaban sekaligus. Tekanan itu datang dari cara pandang keindonesiaan yang dinilai bertumpu pada kosmologi Jawa, cara pandang…A thesis that Aceh's future depends on its capacity to endure pressure from several civilisations at once. The pressure comes from an Indonesian outlook said to rest on Javanese cosmology,…
KonsepConcept BAPAK dan Abu: kebapakan dalam birokrasi dan ulamaBAPAK and Abu: fatherhood in bureaucracy and among ulama
Di kantor pemerintahan Indonesia, pejabat dipanggil BAPAK dan pasangannya IBU, sehingga jabatan dibingkai sebagai kepala rumah tangga. Di Aceh, sapaan ayah yang berakar Arab, seperti Abu, Abuya, Abon, Abi, dan…In Indonesian government offices officials are addressed as BAPAK and their spouses as IBU, framing office as household headship. In Aceh, Arabic-derived words for father, such as Abu, Abuya, Abon,…
PeristiwaEvent Dari nanggroe ke daerah: disfungsi pengalaman historisFrom nanggroe to daerah: the dislocation of historical experience
Perubahan status Aceh dari nanggroe (negeri) menjadi daerah dipandang telah menimbulkan disfungsi pengalaman historis masyarakatnya. Adat Meukuta Alam tidak lagi berlaku sebagai undang-undang, simbol kerajaan berpindah ke museum, dan dayah…Aceh’s change of status from nanggroe (realm) to daerah (region) is seen as having dislocated its people’s historical experience. The Adat Meukuta Alam ceased to operate as law, royal symbols…
KonsepConcept Gelar keistimewaan Aceh: dari Daerah Istimewa ke Pemerintah AcehAceh's special titles: from Special Region to the Government of Aceh
Aceh menerima serangkaian gelar khusus dalam Republik Indonesia: Daerah Istimewa, Nanggroe Aceh Darussalam, lalu Pemerintah Aceh melalui UUPA pada 1 Agustus 2006. Kajian kritis menilai rangkaian gelar itu tidak memulihkan…Within the Indonesian Republic Aceh received a series of special designations: Special Region, Nanggroe Aceh Darussalam, and finally the Government of Aceh under the Law on the Governing of Aceh…
KonsepConcept Jawanisasi tata pemerintahan dan transmigrasiJavanisation of local government and transmigration
Setelah Aceh bergabung dengan Republik Indonesia, istilah-istilah pemerintahan lokal Aceh diganti dengan istilah yang bersumber dari pola Jawa: geuchik menjadi kepala desa atau lurah, sagoe menjadi kecamatan, uleebalang digantikan bupati…After Aceh joined the Republic of Indonesia, its local government terms were replaced by terms drawn from Javanese patterns: the geuchik became a village head or lurah, the sagoe a…
KonsepConcept Kosmologi Aceh dan kosmologi JawaAcehnese and Javanese cosmologies
Tafsir ini membaca relasi Aceh–Indonesia sebagai perjumpaan dua kosmologi: spirit Islam Aceh yang berubah menjadi spirit jihad, dan kosmologi Jawa yang cenderung menyerap kekuatan lain. Dialog Soekarno dengan Tgk. Daud…This interpretation reads Aceh–Indonesia relations as an encounter between two cosmologies: Aceh's Islamic spirit, recast as a spirit of jihad, and a Javanese cosmology inclined to absorb other forces. Sukarno's…
KonsepConcept Ramalan, orang pintar, dan ‘kendali gaib’Prophecy, seers and 'supernatural control'
Di Jawa, ramalan dan jasa orang pintar dipandang sebagai bagian dari budaya politik, dari pemilihan kepala desa hingga pilkada, sehingga muncul ‘kendali gaib’ di samping kendali rasional. Iklan paranormal yang…In Java, prophecy and the services of seers are seen as part of political culture, from village-head elections to regional polls, producing 'supernatural control' alongside rational control. Paranormal advertisements promising…
KonsepConcept Romantisme sejarah dan problem ‘pusat–pinggiran’Historical romanticism and the centre–periphery problem
Kritik terhadap kecenderungan kajian Aceh yang berhenti pada rekonstruksi kejayaan masa lalu tanpa melanjutkannya. Ketika Aceh bergeser dari ‘pusat’ kekuasaan dan ilmu menjadi ‘pinggiran’, temuan sejarahnya kehilangan wadah untuk menampung…A critique of the tendency in Aceh studies to stop at reconstructing past glory without carrying it forward. As Aceh moved from being a ‘centre’ of power and learning to…
KonsepConcept Ta peujuang: Aceh, pusat, dan imajinasi daerahTa peujuang: Aceh, the centre and the regional imagination
Ta peujuang, “kita perjuangkan”, adalah ungkapan Aceh untuk setiap upaya memperoleh sesuatu dari Jakarta. Ungkapan ini menangkap relasi pusat–daerah ketika daerah harus melobi atau diam di hadapan pusat yang didominasi…Ta peujuang, ‘we shall fight for it’, is the Acehnese expression for any effort to obtain something from Jakarta. It captures a centre–region relation in which the region must lobby…