Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

Tokoh

Tokoh · UlamaFigure · Ulama

Syeikh Nuruddin ar-RaniryShaykh Nur al-Din al-Raniri

w. 1658; di Aceh 1637–1644

17 keterkaitan dalam jejaringconnections in the network

Latar belakangBackground

Syekh Nuruddin ar-Raniri lahir di Ranir, India, pada akhir abad ke-16 dan wafat pada 21 September 1658, kemungkinan di India. Ia belajar antara lain kepada Sayyid Umar Abu Hafs al-Idrus dan menerima tarekat Rifa'iyah dan Qadiriyah, lalu tiba di Aceh pada 1637 dan menjadi ulama penasihat Sultan Iskandar Thani hingga 1644, memimpin penentangan terhadap ajaran wujudiyah pengikut Hamzah Fansuri. Ia menulis sekitar 29 kitab, termasuk Bustan al-Salatin dan Sirat al-Mustaqim.

Shaykh Nuruddin ar-Raniri was born in Ranir, India, in the late 16th century and died on 21 September 1658, probably in India. He studied among others under Sayyid Umar Abu Hafs al-Idrus and received the Rifa'iyya and Qadiriyya orders, arriving in Aceh in 1637 to serve as adviser to Sultan Iskandar Thani until 1644, leading opposition to the wujudiyya teachings of Hamzah Fansuri's followers. He wrote some 29 works, including Bustan al-Salatin and Sirat al-Mustaqim.

Ulama asal Gujarat yang menentang wujudiyah dan menulis kitab fikih Melayu pertama.Gujarat-born scholar who opposed the wujudiyya and wrote the first Malay fiqh manual.

Baca entri lengkap →Read the full entry → Lihat di papan jejaringView on the network board

KeterkaitanConnections

Politik & jabatanPolitics & office 1

Gagasan & kajianIdeas & scholarship 8

Lawan & kritikOpponents & critics 2

Lembaga & dayahInstitutions & dayah 1

TerkaitRelated 1

SumberSources

  1. id.wikipedia.org/wiki/Nuruddin_ar-Raniri

← Semua tokoh dan jejaringnya← All figures and their network


Ekosistem KBA13KBA13 InsightKBA13 AcademyAcehnologiArsip & PustakaPeta Ekosistem →