Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

Tokoh

Tokoh · PejuangFigure · Fighters

Laksamana KeumalahayatiAdmiral Keumalahayati

abad ke-16 – 17

10 keterkaitan dalam jejaringconnections in the network

Latar belakangBackground

Keumalahayati lahir di Aceh Besar sekitar 1550, putri Laksamana Mahmud Syah dan cucu Laksamana Muhammad Said Syah, dan dimakamkan di Lamreh, Krueng Raya. Ia dididik di akademi militer Ma'had Baitul Maqdis dan, setelah suaminya Laksamana Zainal Abidin gugur di Teluk Haru, memimpin pasukan Inong Balee dengan pangkat laksamana serta menjadi kepala pengawal istana Sultan Alauddin Riayat Syah al-Mukammil. Ia dikenal mengalahkan Cornelis de Houtman (1599) dan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 2017.

Keumalahayati was born in Aceh Besar around 1550, daughter of Admiral Mahmud Syah and granddaughter of Admiral Muhammad Said Syah, and is buried at Lamreh, Krueng Raya. Trained at the Ma'had Baitul Maqdis military academy, after her husband Admiral Zainal Abidin fell at Teluk Haru she led the Inong Balee force with the rank of admiral and headed the palace guard of Sultan Alauddin Riayat Syah al-Mukammil. She is known for defeating Cornelis de Houtman (1599) and was named a National Hero in 2017.

Laksamana perempuan masa al-Mukammil; pahlawan nasional.Female admiral under al-Mukammil; national hero.

Baca entri lengkap →Read the full entry → Lihat di papan jejaringView on the network board

KeterkaitanConnections

Organisasi & gerakanOrganisations & movements 2

Politik & jabatanPolitics & office 1

Lawan & kritikOpponents & critics 3

PendidikanEducation 1

TerkaitRelated 1

SumberSources

  1. id.wikipedia.org/wiki/Malahayati

← Semua tokoh dan jejaringnya← All figures and their network