Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

Tokoh

Tokoh · UlamaFigure · Ulama

Teungku Syeikh Abdul Hamid SamalangaTeungku Shaykh Abdul Hamid of Samalanga

1902–?

6 keterkaitan dalam jejaringconnections in the network

Latar belakangBackground

Teungku Syeikh Abdul Hamid Samalanga, dikenal sebagai Ayah Hamid, lahir pada 1902 sebagai putra Teungku Haji Idris (Abu Idris Tanjungan), pemimpin dayah Tanjungan, Samalanga; sebagian sumber populer menyebut tempat lahirnya Jeunieb. Ia belajar kepada ayahnya dan menempuh sekolah guru bantu, lalu pada 1921 mengepalai sebuah sekolah rakyat dan aktif dalam Sarekat Islam. Pada 1926, karena diawasi pemerintah kolonial, ia meninggalkan Aceh melalui Pulau Pinang ke Mekkah, belajar di Madrasah Shaulatiyah, dan dari sana menyurati para pemimpin Sarekat Islam di Aceh serta mengirim surat kabar Umm al-Qura kepada sahabatnya, Teungku Abdullah Ujong Rimba, dengan pesan agar mendirikan madrasah modern; gagasan itu diteruskan kepada Teungku Muhammad Daud Beureueh dan menjadi salah satu akar gerakan pembaruan pendidikan yang melahirkan PUSA pada 1939. Sekembalinya ke Aceh ia mendirikan antara lain Madrasah Masakinah Tanjungan dan Madrasah Tufa Jeunieb, tempat Ibrahim Husein (kelak Rektor IAIN Ar-Raniry) belajar, serta duduk sebagai komisaris PUSA. Pada masa Revolusi ia mengepalai Jawatan Keagamaan Aceh Utara, dan pada 1949, atas prakarsa Syafruddin Prawiranegara di Banda Aceh, ia memimpin Misi Haji RI II untuk mencari dukungan dunia Arab bagi Republik Indonesia. Menurut sumber biografi populer ia wafat pada 1968 dalam usia 66 tahun, tetapi angka ini belum dikonfirmasi sumber akademik.

Teungku Syeikh Abdul Hamid Samalanga, known as Ayah Hamid, was born in 1902, the son of Teungku Haji Idris (Abu Idris Tanjungan), head of the Tanjungan dayah in Samalanga; some popular sources give his birthplace as Jeunieb. He studied with his father and at a teacher-training school, headed a people's school from 1921, and was active in Sarekat Islam. In 1926, under colonial surveillance, he left Aceh via Penang for Mecca, studied at Madrasah Saulatiyya, wrote from there to Sarekat Islam leaders in Aceh and sent copies of the newspaper Umm al-Qura to his friend Teungku Abdullah Ujong Rimba urging him to found modern madrasahs; the idea was passed on to Teungku Muhammad Daud Beureueh and became one root of the educational reform movement that produced PUSA in 1939. Back in Aceh he founded Madrasah Masakinah Tanjungan and Madrasah Tufa Jeunieb, where the future IAIN Ar-Raniry rector Ibrahim Husein studied, and sat as a PUSA commissioner. During the Revolution he headed the religious-affairs office of North Aceh, and in 1949, on the initiative of Syafruddin Prawiranegara in Banda Aceh, he led the Second Indonesian Hajj Mission to seek Arab support for the Republic. Popular biographies state that he died in 1968, aged 66, though this has not been confirmed by academic sources.

Ulama pembaru di Mekkah yang mengilhami PUSA dan memimpin Misi Haji RI II (1949).Reformist scholar in Mecca who inspired PUSA and led the second Republican Hajj Mission (1949).

Baca entri lengkap →Read the full entry → Lihat di papan jejaringView on the network board

KeterkaitanConnections

Organisasi & gerakanOrganisations & movements 1

Politik & jabatanPolitics & office 1

Gagasan & kajianIdeas & scholarship 1

Rekan & sezamanComrades & contemporaries 1

Lembaga & dayahInstitutions & dayah 1

SumberSources

  1. nu.or.id/fragmen/misi-haji-pertama-ketika-indonesia-merdeka-dengan-uang-rp-3500-bMNYl
  2. infoaceh.net/biografi-ulama-aceh/teungku-abdul-hamid-samalanga-ulama-pembaharu-pendidikan-aceh-dalam-sistem-madrasah
  3. safrizaljuly.com/2021/08/biografi-abdul-hamid-samalanga-ulama-aceh.html

← Semua tokoh dan jejaringnya← All figures and their network


Ekosistem KBA13KBA13 InsightKBA13 AcademyAcehnologiArsip & PustakaPeta Ekosistem →