Langsung ke isiSkip to content
Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

Khanduri: kenduri dalam siklus kerja orang AcehKhanduri: ritual feasts in the Acehnese work cycle

Khanduri (kenduri) menyertai hampir setiap bentuk jak, yaitu perjalanan mencari nafkah atau beribadah. Ada khanduri thon bagi pedagang, khanduri blang sebelum turun ke sawah, khanduri laot di tepi laut, dan khanduri jak u haji sebelum berangkat ke Tanah Suci. Kenduri berfungsi sebagai ungkapan syukur, pengingat akan pemberi rezeki, dan penjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Menghadiri kenduri disebut jak keuridja, ‘pergi bekerja’ membantu tuan rumah.

Khanduri (ritual feasts) accompany almost every form of jak, the journeys made to earn a living or to worship. There is khanduri thon for traders, khanduri blang before planting, khanduri laot on the seashore and khanduri jak u haji before leaving for the Holy Land. Feasts express gratitude, recall the giver of sustenance and maintain balance between humans and nature. Attending one is called jak keuridja, ‘going to work’ to help the host.

Dalam bahasa Aceh, kenduri kerap disebut keuridja, kata yang bermakna kerja. Karena itu, seseorang yang hendak menghadiri kenduri dikatakan jak keuridja, bukan dalam arti pergi bekerja mencari upah, melainkan membantu siapa pun di kampung yang sedang menyelenggarakan hajat. Ungkapan ini memperlihatkan bahwa kenduri adalah kerja kolektif, bukan sekadar jamuan.

Setiap ranah kerja memiliki kendurinya. Khanduri thon diselenggarakan pedagang setelah setahun berniaga, ketika seluruh harta dihitung dan zakat ditunaikan; tamunya anak yatim dan fakir miskin. Khanduri blang diadakan menjelang turun ke sawah: warga membawa bahan dan memasak di sawah, dengan ayam sebagai menu utama yang dikenal sebagai kuah blang. Khanduri laot dipimpin Panglima La’ôt di tepi laut; para nelayan memasak kerbau, dan kepala kerbau dilarung ke laut. Adapun khanduri jak u haji menjadi cara calon jemaah mengumumkan keberangkatannya kepada kerabat.

Secara analitis, kenduri menghasilkan tiga dampak: ungkapan terima kasih, kesadaran akan sumber rezeki, dan relasi seimbang antara sesama manusia serta antara manusia dan alam semesta. Kenduri juga menjadi mekanisme menjaga kesucian baynah, karena harta yang diperoleh lalu ‘dibersihkan’ melalui berbagi. Di era kontemporer, sebagian jemaah haji muda, misalnya mahasiswa di Timur Tengah, berangkat tanpa kenduri maupun peusijuek, tanda bergesernya makna sosial haji.

Di sebagian kampung, darah hewan yang disembelih dalam khanduri blang diusapkan pada setiap petak sawah untuk memohon berkah dan perlindungan dari hama seperti tikus. Di sisi lain kenduri, sekelompok warga berdoa di bawah pohon dipimpin seorang teungku. Khanduri blang juga menjadi ruang kerja sama laki-laki dan perempuan.

Khanduri juga dibaca sebagai persembahan yang menyelaraskan manusia dengan alam (hana roh) serta sebagai puncak rangkaian syukur: haba mangat (kabar baik) disambut pajoh mangat (makan enak) menuju beureukat. Dahulu waktunya ditentukan tetua menurut bulan dan tanda alam; kini sering mengikuti hari libur, sehingga dimensi kosmisnya memudar di perkotaan.

In Acehnese a feast is often called keuridja, a word meaning work. Someone going to a feast is therefore said to jak keuridja, not to earn wages but to help whichever household in the village is holding the event. The expression shows that the feast is collective labour, not merely hospitality.

Each domain of work has its feast. Khanduri thon is held by traders after a year of business, when all assets have been reckoned and zakat paid; the guests are orphans and the poor. Khanduri blang precedes the planting season: villagers bring ingredients and cook in the fields, with chicken curry, known as kuah blang, as the main dish. Khanduri laot is led by the Panglima Laot on the shore; fishers cook a buffalo and cast its head into the sea. Khanduri jak u haji is how a prospective pilgrim announces his or her departure to kin.

Analytically, the feast has three effects: it expresses thanks, it recalls the source of sustenance, and it sustains balanced relations among people and between people and the cosmos. It also safeguards the purity of baynah, since wealth gained is ‘cleansed’ by sharing. In the contemporary era some young pilgrims, such as students in the Middle East, travel without feast or peusijuek, a sign of the changing social meaning of hajj.

In some villages the blood of animals slaughtered at the khanduri blang is smeared on each rice plot to seek blessing and protection from pests such as rats. Elsewhere at the feast, a group prays under a tree led by a teungku. The khanduri blang is also a space of cooperation between men and women.

Khanduri is also read as an offering that harmonises humans with nature (hana roh) and as the culmination of a sequence of gratitude: haba mangat (good news) is answered with pajoh mangat (a good meal) in pursuit of beureukat. Elders once timed it by the moon and natural signs; today it often follows public holidays, so its cosmic dimension fades in towns.

Gagasan kunciKey ideas

Kenduri sebagai kerjaFeast as labour

Istilah keuridja menegaskan sifat kolektif dan timbal balik kenduri.The term keuridja underlines the collective, reciprocal nature of feasting.

Ritus tiap ranahA rite for each domain

Pasar, sawah, laut, dan haji masing-masing diawali kenduri.Market, field, sea and pilgrimage are each opened by a feast.

Posisi dalam kerangkaPlace in the framework

Tokoh, lembaga, dan konsep yang paling dekat dengan entri ini, beserta sifat hubungannya.The figures, institutions and concepts closest to this entry, and how they relate to it.

Pertanyaan reflektifReflective question

Mengapa masyarakat agraris-maritim membutuhkan ritus bersama sebelum memulai kerja, dan apa yang terjadi ketika ritus itu ditinggalkan?Why do agrarian-maritime societies need shared rites before work begins, and what happens when those rites are abandoned?

Kutip entri ini:Cite this entry: “Khanduri: kenduri dalam siklus kerja orang Aceh”, Acehnologi — Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway, https://acehnologi.com/entri/khanduri/