Langsung ke isiSkip to content
Acehnologi Gerbang Studi AcehAceh Studies Gateway

Tokoh

Tokoh · SarjanaFigure · Scholars

Prof. Sulaiman TripaProf. Sulaiman Tripa

lahir 1976

8 keterkaitan dalam jejaringconnections in the network

Latar belakangBackground

Prof. Sulaiman Tripa lahir di Panteraja (kini Kabupaten Pidie Jaya) pada 2 April 1976. Ia mengajar mata kuliah Hukum dan Masyarakat di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK) sejak 2006, menempuh studi magister di Universitas Diponegoro, Semarang (2008–2010), dan kini menjadi guru besar ilmu hukum di USK dengan minat pada sosiologi hukum, hukum adat, tata kelola hutan, sungai, dan laut, serta hukum kebencanaan. Ia mengelola Kanun: Jurnal Ilmu Hukum USK pada 2006–2021, aktif di unit penjaminan mutu fakultas, dan sejak 2010 membina komunitas menulis Sikula Merangkai Kata. Ia meneliti lembaga adat laut Panglima La’ôt, antara lain sebagai salah satu penulis Selama Kearifan Adalah Kekayaan: Eksistensi Panglima Laot dan Hukom Adat Laot di Aceh (2006), dan menulis Diskursus Metode dalam Penelitian Hukum (Bandar Publishing, 2019). Penulis sangat produktif ini menulis untuk publik sejak 2005, termasuk kolom harian Kupiluho; pada April 2024 ia merilis buku ke-212, Merdeka Belajar Tanpa Belajar Merdeka, dan hingga 2026 tercatat menulis, ikut menulis, atau menyunting sekitar 225 buku tentang hukum, masyarakat, ekologi, dan sastra. Dalam kepengurusan ICMI Orwil Aceh 2026–2031 ia tercatat sebagai anggota Divisi Penyuluhan Hukum, Departemen Hukum, HAM dan Pengembangan Kebudayaan.

Prof. Sulaiman Tripa was born in Panteraja (now Pidie Jaya Regency) on 2 April 1976. He has taught Law and Society at the Faculty of Law of Universitas Syiah Kuala (USK) since 2006, took his master's degree at Universitas Diponegoro, Semarang (2008–2010), and is now professor of law at USK, working on the sociology of law, customary law, the governance of forests, rivers and seas, and disaster law. He managed USK's Kanun: Jurnal Ilmu Hukum from 2006 to 2021, has worked in the faculty's quality-assurance unit, and since 2010 has led the Sikula Merangkai Kata writing community. He has researched the customary sea institution of the Panglima La’ôt, including as a co-author of Selama Kearifan Adalah Kekayaan: Eksistensi Panglima Laot dan Hukom Adat Laot di Aceh (2006), and wrote Diskursus Metode dalam Penelitian Hukum (Bandar Publishing, 2019). An exceptionally prolific author who has written for the public since 2005, including the daily column Kupiluho, he released his 212th book, Merdeka Belajar Tanpa Belajar Merdeka, in April 2024, and by 2026 had written, co-written or edited some 225 books on law, society, ecology and literature. The 2026–2031 ICMI Aceh line-up lists this figure as member, Divisi Penyuluhan Hukum, Departemen Hukum, HAM dan Pengembangan Kebudayaan.

Guru besar hukum USK dan pengelola Kanun: Jurnal Ilmu Hukum (2006–2021).USK law professor who managed Kanun: Jurnal Ilmu Hukum (2006–2021).

Baca entri lengkap →Read the full entry → Lihat di papan jejaringView on the network board

KeterkaitanConnections

Organisasi & gerakanOrganisations & movements 1

  • ICMI Orwil AcehICMI Aceh chapter
    — anggota Divisi Penyuluhan Hukum, Departemen Hukum, HAM dan Pengembangan Kebudayaanmember, Divisi Penyuluhan Hukum, Departemen Hukum, HAM dan Pengembangan Kebudayaan 2026–2031

Gagasan & kajianIdeas & scholarship 2

Rekan & sezamanComrades & contemporaries 1

Lembaga & dayahInstitutions & dayah 1

Karya & peristiwaWorks & events 3

SumberSources

  1. books.google.com/books/about/Diskursus_Metode_dalam_Penelitian_Hukum.html?id=qCi-DwAAQBAJ
  2. acehkita.com/sulaiman-tripa-dosen-fakultas-hukum-usk-rilis-buku-ke-212
  3. sulaimantripa.com/tentang
  4. sulaimantripa.com

← Semua tokoh dan jejaringnya← All figures and their network


Ekosistem KBA13KBA13 InsightKBA13 AcademyAcehnologiArsip & PustakaPeta Ekosistem →