Tokoh
Tokoh · PolitisiFigure · Politicians
SoekarnoSukarno
1901–1970
7 keterkaitan dalam jejaringconnections in the network
Latar belakangBackground
Soekarno lahir pada 6 Juni 1901 di Surabaya dan lulus sebagai insinyur sipil dari Technische Hoogeschool Bandung (kini ITB) pada 1926. Ia mendirikan Partai Nasional Indonesia (1927), berulang kali dipenjara dan diasingkan Belanda, merumuskan Pancasila (1945), dan bersama Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, lalu menjadi presiden pertama hingga 1967. Dalam hubungannya dengan Aceh, ia berkunjung pada 1948 dan menggalang sumbangan rakyat Aceh untuk perjuangan, termasuk pembelian pesawat Seulawah, tetapi kemudian menghadapi pemberontakan DI/TII Aceh (1953–1962). Abuya Muda Waly memberinya gelar fikih waliyul amri al-dharuri bi al-syaukah, yang menjadi dasar dukungan ulama dayah terhadap pemerintahannya. Ia wafat di Jakarta pada 21 Juni 1970.
Sukarno was born on 6 June 1901 in Surabaya and graduated as a civil engineer from the Technische Hoogeschool in Bandung (now ITB) in 1926. He founded the Indonesian National Party (1927), was repeatedly jailed and exiled by the Dutch, formulated Pancasila (1945), and with Mohammad Hatta proclaimed Indonesia's independence on 17 August 1945, serving as the first president until 1967. In relation to Aceh, he visited in 1948 and raised contributions from the Acehnese for the struggle, including the purchase of the Seulawah aircraft, but later faced the Acehnese Darul Islam rebellion (1953–1962). Abuya Muda Waly gave him the juristic title waliyyul amri al-dharuri bi al-syawkah, which grounded dayah ulama support for his government. He died in Jakarta on 21 June 1970.
Presiden pertama RI yang oleh Muda Waly diberi gelar waliyul amri al-dharuri bi al-syaukah.Indonesia's first president, styled waliyy al-amr al-ḍarūrī bi al-shawka by Muda Waly.
KeterkaitanConnections
Politik & jabatanPolitics & office 3
-
Abuya Syeikh Muhammad Waly al-KhalidyAbuya Shaykh Muhammad Waly al-Khalidy
— memberi gelar waliyul amri al-dharuri bi al-syaukahstyled him waliyy al-amr al-ḍarūrī bi al-shawka (dari arah Abuya Syeikh Muhammad Waly al-Khalidy)(from Abuya Shaykh Muhammad Waly al-Khalidy) 1950-an entrientry -
Habib Muda SeunaganHabib Muda of Seunagan
— diundang ke Jakarta olehinvited to Jakarta by (dari arah Habib Muda Seunagan)(from Habib Muda of Seunagan) Menurut kisah keluarga. entrientry -
Teuku Mohammad HasanTeuku Mohammad Hasan
— diangkat sebagai Gubernur Sumatra oleh pemerintahappointed Governor of Sumatra under (dari arah Teuku Mohammad Hasan)(from Teuku Mohammad Hasan) 1945–1948
Rekan & sezamanComrades & contemporaries 3
-
B.M. DiahB.M. Diah
— menyelamatkan draf naskah Proklamasisaved the draft of the Proclamation of (dari arah B.M. Diah)(from B.M. Diah) 1945 -
Mr. Achmad SoebardjoMr. Achmad Soebardjo
— rekan perumus kemerdekaanfellow architect of independence with (dari arah Mr. Achmad Soebardjo)(from Mr. Achmad Soebardjo) 1945 -
Teuku MarkamTeuku Markam
— pengusaha kepercayaantrusted entrepreneur of (dari arah Teuku Markam)(from Teuku Markam) 1957–1966
Lawan & kritikOpponents & critics 1
-
Darul Islam/TII AcehDarul Islam rebellion in Aceh
— menghadapi pemberontakanconfronted the rebellion of
SumberSources
← Semua tokoh dan jejaringnya← All figures and their network